Anda di halaman 1dari 6
Konsep dan Definisi Birokrasi Andi Ali Said Akbar
Konsep dan Definisi
Birokrasi
Andi Ali Said Akbar

Etimologis dan Terminologis

Pendefenisian umum dari birokrasi berasal dari kara bureaucracy dalam bahasa Inggris bureau dan cracy, yang diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk pirammida, dimana lebih banyak orang berada di tingkat bawah daripada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administrative maupun miter.

Birokrasi dapat dipandang dalam multi paradigma, birokrasi dapat dikaji dari sisi individu (aktor-aktor) dan sisi organisasi (kelompok atau interest group).

Birokrat adalah pelaksana birokrasi, birokrat tidak terpisahkan dari birokrasi yang pada dasarnya merupakan institusi sebagai pelayan masyarakat yang fungsinya melayani kepentingan masyarakat.

Hal ini seperti dikatakan oleh Mill dalam Consideration On Representatif Government yang mengungkapkan bahwa pekerjaan menjalankan pemerintahan oleh orang-orang yang memerintah secara professional merupakan esensi birokrasi (Albrow 1996, h.8). Pernyataan tersebut menyatakan bahwa birokrasi dalam peran dan fungsinya adalah makhluk yang bertugas menjalankan tugas-tugas negara yang merepresentasikan kepentingan publik.

Geneologi

Dalam

abad ke-19, terdapat beberapa penulis dan

pemikir yang sangat berpengaruh terhadap

perkembangan

teori

birokrasi,

antara

lain

yaitu

Gaetano Mosca dan Max Weber.

Mosca dalam bukunya membagi semua pemerintahan menjadi dua tipe yaitu feudal dan birokratis berdasarkan kepada kelas yang memerintah.

Dalam

sistem

pemerintahan feodal, kelas yang

memerintah adalah kelas yang sederhana yang memonopoli fungsi-fungsi ekonomi, politik, militer atau administrasi.

Setelah masyarakat berkembang menjadi lebih kompleks dan mempunyai fungsi terpisah satu sama lain, maka pemerintahan dijalankan oleh birokrasi, yaitu sekelompok pejabat yang digaji (Albrow, 1996,

h.22).

Fungsi Birokrasi

Dalam buku Dr.Ahmad Sumarsono, SE, MM, Affandi beranggapan bahwa birokrat diibaratkan sebagai mesin dari kendaraan birokrasi pemerintah yang pada dasarnya sebuah mesin haruslah loyal terhadap institusinya dan netral dalam menjalankan tugas- tugasnya. Menurut Tjokrowinoto, ada empat fungsi birokrasi, yaitu;

Fungsi Instrumental yaitu menjabarkan perundang-undangan dan kebijaksanaan publik dalam kegiatan rutin untuk memproduksi jasa, pelayanan, komoditi atau mewujudkan situasi tertentu.

Fungsi Politik yaitu memberi input berupa saran, informasi, visi dan profesionalisme untuk mempengaruhi sosok kebijaksanaan.

Fungsi Katalis Public Interest yaitu mengartikulasikan aspirasi dan

kepentingan

publik

menginkorporasikannya

pemerintah.

dan

dalam

mengintegrasikan

atau

kebijaksanaan

dan

keputusan

Fungsi Enterpreneurial yaitu memberi inspirasi bagi kegiatan- kegiatan inovatif dan non rutin serta mengaktifkan sumber- sumber daya potensial untuk mencapai tujuan yang optimal.

Fungsi minimal pemerintah (birokrasi) sebagai berikut: 1. Fungsi pengaturan 2. Fungsi pemberdayaan 3. Fungsi pelayanan 
Fungsi minimal pemerintah (birokrasi) sebagai
berikut:
1.
Fungsi pengaturan
2.
Fungsi pemberdayaan
3.
Fungsi pelayanan
 Menjamin keamanan negara
 Memelihara ketertiban
 Menjamin penerapan keadilan
 Pekerjaan umum dan pelayanan
 Meningkatkan kesejahteraan sosial
 Menerapkan kebijakan ekonomi
Pemeliharaan sumber daya alam dan
lingkungan
(Pandangan Pakar Indonesia yakni Josep Riwu Kaho
dan Haryanto (1997); Nurul Aini (1997); dan
Pratikno (1997)).
Kerangka Konseptual PETA KAPLING TUGAS BIROKRASI, PASAR, DAN PIHAK KETIGA DALAM PELAYANAN PUBLIK(Osborne dan Gabler, 1992,
Kerangka Konseptual PETA KAPLING TUGAS BIROKRASI, PASAR, DAN
PIHAK KETIGA DALAM PELAYANAN PUBLIK(Osborne dan Gabler, 1992,
Hal. 385)
PALING COCOK UNTUK
SEKTOR BIROKRASI
PALING COCOK UNTUK
SEKTOR SWASTA
PALING COCOK UNTUK
SEKTOR KETIGA
• Manajemen
kebijakan
• Regulasi
(peraturan)
• Pelaksanaan
keadilan
• Tugas ekonomi
• Tugas investasi
• Pendatangan
keuntungan
• Peningkatan
kecukupan sendiri
• Tugas sosial
• Tenaga sukarela
• Tugas dengan laba
sedikit
• Pencegahan
diskriminasi
• Peningkatan
tanggung jawab
individu
• Pencegahan
eksploitasi
• Peningkatan
kelompok
masyarakat
• Peningkatan
keakraban sosial
• Peningkatan
komitmen terhadap
kesejahteraan
orang lain.