Anda di halaman 1dari 19

PELAYANAN PUBLIK

ALA WELFARE STATE


PELAYANAN PUBLIK
OLEH
OKTAFIANI CATUR P

PENGANTAR

Reformasi 1998 ternyata belum mampu


menjawab persoalan pelayanan publik
yang efisien, responsif dan akuntabel
masih jauh dari kenyataan.
Meski perhatian pemerintah sangat besar
bagi perbaikan penyelenggaraan
pelayanan publik, namun kinerjanya
masih belum sesuai dengan yang
diharapkan masyarakat. Misalnya masih
banyak keluhan tentang prosedur,
kepastian, tanggung jawab, moral
petugas dan pungli.

Akibatnya dalam beberapa hal


seperti indeks Good Governance ,
indeks Good Corporate
Governnace , dan World
Competitiveness Rank , Indonesia
selalu menduduki urutan
terbawah seperti tabel dibawah
ini.

TABEL 1. GOOD GOVERNANCE, GOOD CORPORATE


GOVERNANCE (RIANT NUGROHO REINVENTING GOV)
Negara

Indeks Good
Governace

Indeks Good
Corporate
Governance

World
Competitive
ness Rank

Singapura

Hongkong

14

Jepang

21

26

Taiwan

27

18

Korsel

42

28

Malaysia

36

29

China

57

11

33

Thailand

61

38

Filiphina

65

40

India

71

41

Indonesia

89

10

49

URGENSI PELAYANAN PUBLIK


Pelayanan publik merupakan mandat
bagi negara dalam memberikan
pelayanan yang terbaik kepada
masyarakat, dengan pertimbangan:
1.Investasinya hanya bisa dilakukan
atau diatur oleh negara, misalnya:
pembangunan infrastruktur
transportasi, pemberian layanan
administrasi negara, perijinan, dll.

2. sebagai kewajiban negara

karena posisi negara sebagai


penerima mandat.
3. Biaya pelayanan publik didanai
dari uang masyarakat, baik melalui
pajak maupun mandat masyarakat
kepada negara untuk mengelola
sumber kekayaan negara.

Adakah pelayan publik tersebut


memperbaiki kehidupan
masyarakat?
Sistem pelayanan publik seperti
apa yang bisa mendukung
terwujudnya welfare state?

MEMAHAMI WELFARE STATE

Pengertian welfare state atau negara kesejahteraan tidak


bisa dipisahkan dari konsep mengenai kesejahteraan
(welfare) itu sendiri.

Merujuk pada Spicker (1995); Midgley, Tracy dan Livermore


(2000), Thompson (2005), dan Suharto (2006), memaknai
kesejahteraan , sbb:

1. Sebagai kondisi sejahtera (well being);


2. Sebagai pelayanan sosial;
3. Sebagai tunjangan sosial;
4. Sebagai proses terencana yang dilakukan oleh perorangan,
lembaga-lembaga sosial, masyarakat maupun badan-badan
pemerintah untuk meningkatkan kualitas kehidupan melalui
pemberian pelayanan sosial dan tunjangan sosial.

Konsep welfare state merupakan sebuah solusi


kebijakan yang bersifat top-down thd permasalahan
jaminan sosial dalam konteks sistem ekonomi
kapitalis, dimana upah buruh dipengaruhi oleh
kondisi pasar serta dihadapkan pada persoalan
yang berada di luar kendali pekerja.

Perubahan dari ekonomi perdesaan ke ekonomi


berdasarkan upah buruh menciptakan
ketidaknyamanan dalam hidup.

Oleh sebab itu, perlu ada penyedia jaminan hidup


terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Negara kesejahteraan merujuk pada sebuah


model pembangunan yang difokuskan pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat
melalui pemberian peran yang lebih penting
kepada negara dalam memberikan pelayanan
sosial kepada warganya.

MODEL NEGARA KESEJAHTERAAN


1. Model Univeral (The Scandinavian Welfare State
2. Model Korporasi (Work Merit Welfare State)
3. Model Residual
4. Model Minimal

MODEL UNIVERSAL

Pelayanan sosial diberikan oleh negara secara


merata kepada seluruh penduduknya baik
kaya maupun miskin.

Negara yang menerapkan model ini: Swedia,


Norwegia, Denmark dan Finlandia.

MODEL KORPORASI

Mirip dengan model universal namun kontribusi


terhadap berbagai skema jaminan sosial berasal
dari tiga pihak yakni pemerintah, dunia usaha dan
pekerja (buruh).

Pelayanan sosial yang diberikan oleh negara


diberikan terutama kepada mereka yang bekerja
atau mampu memberikan kontribusi melalui skema
asuransi sosial.

Model ini dianut oleh Jerman dan Austria (Model


Bismack)

MODEL RESIDUAL

Pelayanan sosial khususnya kebutuhan dasar diberikan


kepada kelompok-kelompok yang kurang beruntung,
seperti: orang miskin, penganggur, penyandang cacat,
orang lanjut usia yang tidak kaya, dsb.

Elemen model ini di Inggris: jaminan standar minimum


termasuk pendapatan umum, perlindungan sosial pada
saat mumculnya resiko-resiko, pemberian pelayanan
sebaik mungkin.

Model ini mirip dengan model universal yang memberikan


pelayanan sosial berdasarkan hak warga negara dan
memiliki cakupan luas. Namun jumlah tanggungan dan
pelayanan relatif lebih kecil dan berjangka pendek.
Perlindungan sosial diberikan secara ketat, temporer dan
efisien. Negara yang menganut model ini adl negara
anglo-saxon (Inggris, Amerika, Australia, Selandia Baru)

MODEL MINIMAL

Pengeluaran pemerintah untuk pembangunan sosial


sangat kecil.

Program kesejahteraan dan jaminan sosial


diberikan secara sporadis, parsial dan minimal dan
umumnya hanya diberikan kepada pegawai negeri,
anggota militer dan pegawai swasta yang mampu
membayar premi.

Umumnya diterapkan di negara-negara latin seperti


Spanyol, Italia, Chile dan Brasil, dan negara-negara
Asia seperti Korsel, Filiphina, Sri Lanka dan
Indonesia.

KEBIJAKAN SOSIAL DAN PELAYANAN PUBLIK

Konsep negara kesejahteraan tidak hanya mencakup


penjelasan mengenai sebuah cara pengorganisasian
kesejahteraan atau pelayanan sosial melainkan juga
sebuah konsep normatif aau pendekatan idela yang
menekankan bahwa setiap orang harus memperoleh
pelayanan sosial sesuai haknya.

Oleh karena itu, negara kesejahteraan sangat erat


kaitannya dengan kebijakan sosial yang mencakup
strategi dan upaya-upaya pemerintah dalam
meningkatkan kesejahteraan warganya terutama
melalui perlindungan sosial yang berupa jaminan sosial
baik berbentuk (bantuan sosial maupun asuransi sosial)
maupun jaring pengaman sosial.

Kebijakan sosial sebagai intervensi negara yang secara


langsung berdampak pada kesejahteraan sosial dan
hubungan-hubungan sosial.

Elemen kebijakan sosial berupa pelayanan pendidikan


dan kesehatan, subsidi, jaminan sosial dan pensiun,
kebijakan ketenagakerjaan, reformasi agraria, sistem
pajak progresif, dan kebijakan-kebijakan sosial lainnya.

Negara harus memberikan pelayanan publik seperti


pendidikan, perumahan dan pelayanan sosial lainnya.
Orang memiliki akses untuk pendidikan dengan gratis,
pelayanan kesehatan dengan kualitas bagus,
perumahan yang disediakan negara, serta transportasi
publik yang nyaman dan terjangkau masyarakat.

Jaminan sosial, yang merupakan skema melembaga


untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat
memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak,
melalui skema asuransi sosial dan bantuan
langsung berkelanjutan.

Perlindungan sosial, yang merupakan semua


upaya yang diarahkan untuk mencegah dan
menangani risiko dari guncangan dan kerentanan
sosial.

Jaring pengaman sosial yang merupakan derivasi


varian dari bentuk perlindungan sosial.

Apakah mungkin tata kelola


pemerintahan yang baik bisa
menghasilkan kesejahteraan
bagi masyarakat?