Anda di halaman 1dari 9

KEPERAWATAN KOMUNITAS II

KONSEP DAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA :


INTERVENSI NEGLECT PADA LANSIA

Oleh
Ahmad Nasrullah
NIM 132310101010

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015
Pengertian
Pengabaiaan (neglect) didefinisikan sebagai jenis penganiayaan yang mengacupada
kegagalan oleh pengasuh untuk memberikan yang diperlukan, perawatanyang sesuai dengan
usia meski secara finansial mampu melakukannya atauditawarkan berarti keuangan atau
lainnya untuk melakukannya (USDHHS, 2007). Neglect adalah kelalaian individu dalam
melakukan sesuatu yang sebenarnya dapat dia lakukan atau melakukan sesuatu yang
dihindari orang lain (Creighton,1986).
Menurut Hanafiah dan Amir (1999) mengatakan bahwa kelalaian (neglected) adalah
sikap yang kurang hati-hati,yaitu tidak melakukan apa yang seseorang dengan sikap hati-hati
melakukannya dengan wajar,atau sebaliknya melakukan apa yang seseorang dengan sikap
hati-hati tidak akan melakukannya dalam situasi tersebut. Guwandi (1994) mengatakan
bahwa kelalaian (neglected) adalah kegagalan untuk bersikap hati-hati yang umumnya
seorang yang wajar dan hati-hati akan melakukan di dalam keadaan tersebut,ia merupakan
suatu tindakan yang seorang dengan hati-hati yang wajar tidak akan melakukan di dalam
keadaan yang sama atau kegagalan untuk melakukan apa yang seorang lain dengan hati-hati
yang wajar justru akan melakukan di dalam keadaan yang sama.
Dapat disimpulkan bahwa kelalaian adalah melakukan sesuatu yang harusnya
dilakukan pada tingkatan keilmuannya tetapi tidak dilakukan atau melakukan tindakan
dibawah standar yang telah ditentukan. Kelalaian praktek keperawatan adalah seorang
perawat tidak mempergunakan tingkat ketrampilan dan ilmu pengetahuan keperawatan yang
lazim dipergunakan dalam merawat pasien atau orang yang terluka menurut ukuran
dilingkungan yang sama.
Kasus
Seorang kakek Q berusia 75 tahun dibawa ke panti jompo oleh warga disekitar Desa
Sukomoro Kecamatan Sukamaju sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut penuturan dari salah satu
warga yang mengantar, kakek Q ditemukan duduk dibawah pohon dengan keadaan seperti
orang bingung, sehingga warga mengantarnya ke panti jompo terdekat. Setelah diidentifikasi,
ternyata kakek Q mulanya diajak pergi ke taman rekreasi oleh anak dan menantunya, namun

saat kakek Q meminta berhenti di pom bensin untuk berkemih, anak dan menantunya malah
meninggalkan kakek Q. Menurut penuturan kakek Q, selama ini kakek Q tidak pernah diajak
jalan-jalan oleh anak dan menantunya, dan lebih sering ditinggal sendiri di rumah. Oleh
karena itu, saat akan diajak pergi ke taman rekreasi kakek Q sangat merasa senang. Selama di
rumah, kakek Q jarang diajak bicara, kesehatan dan kebersihan dirinya tidak pernah
diperhatikan, mandi hanya 2 hari sekali, tampak tidak terawat dan bau badan. Bahkan untuk
sehari-hari kakek Q hanya disediakan makan 2x dengan lauk tahu, tempe, dan kecap,
sedangkan anak dan menantunya selalu makan dengan lauk yang lebih mewah. Setelah
sampai di panti jompo, kakek Q diperiksa oleh perawat Y. Diperoleh hasil pemeriksaan
BB=50 kg, TB=175 cm, TD=150/100 mmHg, Nadi=100x/menit, RR=16x/menit. Kondisi
kakek Q saat ini tampak kurus, pucat, lemah dan terlihat masih bingung dengan menanyakan
keberadaan keluarganya secara berulang-ulang. Kulit tampak kusam dan lembek, mukosa
bibir kering, konjungtiva anemis, dan mengaku kehausan.

Analisa Data :
N
o
1.

Data Penunjang
Ds : Kakek Q mengtakan

Etiologi

Masalah

Kurang perhatian

Keperawatan
Ketidakseimbang

sehari-hari hanya makan

an nutrisi kurang

2x sehari dengan lauk

Pemenuhan

tahu, tempe dan kecap.

kebutuhan makan

Do :Pasien tampak kurus,


pucat,

lemah,

kulit

tampak

kusam

dan

lembek,

mukosa

bibir

kering,
anemis,

konjungtiva
mengaku

dan minum
menurun

Intake tidak
adekuat

kehausan.
BB saat berada di panti

Ketidakseimbanga

jompo : 50kg TB saat

n nutrisi kurang

berada di panti jompo :

dari kebutuhan

175 cm

tubuh

dari
tubuh

kebutuhan

2.

Ds : Kakek Q mengatakan
anak dan menantunya
meninggalkannya

Pengabaian diri

keluarga

di

Jalan.
Kakek

Ketidak pedulian

Ketidak adekuatan
Q

mengatakan

dukungan sosial

dirinya sering ditinggal


dirumah.
Do : Kakek Q tampak kurus,
pucat,

lemah

dan

terlihat masih bingung.

stressor yang
berat (pengabaian
emosional) dari

Kakek Q tampak tidak

keluarga

terawat dan bau badan.

3.

Ds

Warga

mengatakan

menemukan

Kakek

Pengabaian diri
Penelantaran

Ansietas

kelurga

dengan keadaan seperti


orang bingung
Do

Kakek

bingung,

tampak

dan

selalu

menanyakan

Kurang
pengetahuan
tentang

keberadaan keluarganya

lingkungan

secara berulang-ulang.
TD=150/100mmHg,
Nadi=100x/menit,
4.

Ansietas

RR=16x/menit
Ds : Kakek Q mengatakan
kesehatannya
pernah

tidak

anak

dan

menantunya.
Q

Penurunan
persepsi sensori

mengatakan

kelurganya tidak pernah


memperhatikan

Defisit perawatan
diri

diperhatikan

oleh
Kakek

Faktor usia

Menurunnya

kebersihan dirinya.

motivasi

Do : Kakek Q tampak tidak

perawatan diri

terawat dan bau badan.


Defisit perawatan
diri

INTERVENSI
Diagnosa
Ketidakseimba

Tujuan dan Kriteria Hasil


Intervensi
Setelah
dilakukan 1. Kaji intake klien
2. Jaga kebersihan mulut
ngan
nutrisi kunjungan selama 3 x 60
klien
kurang
dari menit
diharapkan
3. Berikan
makanan
kebutuhan
kebutuhan
nutrisi
sedikit tapi sering
tubuh
terpenuhi dengan kriteria 4. Monitor turgor kulit
5. Timbang klien pada
berhubungan
hasil:
interval yang tepat
dengan intake a. Adanya
peningkatan
tidak adekuat.

berat badan
b. Tidak ada

tanda

tanda malnutrisi
c. Menunjukkan
peningkatan

fungsi

pengecapan

dari

menelan
Pengabaian diri Setelah

dilakukan 1. Kaji

berhubungan

kunjungan selama 2 x 60

dengan

menit

stressor

klien

dapat

dukungan social
2. Dorong klien mengekspresikan
tentang kurang perawatan diri

yang berpartisipasi secara fisik 3. Tingkatkan partisipasi optimal

berat
(pengabaian

4. Tingkatkan harga diri klien


kemampuan

dan verbal dalam aktivitas 5. Evaluasi


kesehatan sehari hari
berpartisipasi

emosional) dari dengan kriteria hasil:


keluarga.

ketidakadekuatan

a. Menunjukkan

kesukaan

dalam

aktivitas perawatan.

setiap

terhadap

aktivitas

perawatan diri
b. Mendemonstrasikan
kebersihan yang optimal
setalah
perawatan

bantuan
yang

diberikan

SOAL
1.

Nenek A mengatakan kesehatannya tidak pernah diperhatikan


oleh anak dan menantunya. Selain itu nenek A juga mengatakan kelurganya tidak pernah
memperhatikan kebersihan dirinya. Nenek A tampak tidak terawat dan bau badan.
Masalah keperawatan yang tepat sesuai dengan data penunjang diatas adalah...
a. Pola Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Defisit perawatan diri
c. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
d. Gangguan pola tidur
e. Intoleransi aktivitas

2. Intervensi yang tepat untuk doagnosa di atas adalah ?


a. Beri dorongan kepada klien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan untuk
mengeksternalisasikan ansietas
b. Monitor kebutuhan klien untuk alat alat bantu kebersihan diri
c. Kaji tingkat kecemasan klien
d. Instruksikan klien tentang penggunaan teknik relaksasi
e. Tentukan pengambilan keputusan pada klien
3.

-. Beri dorongan individu untuk membicarakan perasaan kesepiannya


-. Kerahkan sistem pendukung keluarga, teman, dan tetangga
-. Identifikasi aktifitas yang dapat membantu mempertahankan individu tetap sibuk,
terutama selama periode resinko tinggi kesepian
-. Lakukan rujukan sesuai indikasi.

Dari intervensi diatas tersebut, dapat ditarik diagnosa keperawatan...


a. Pengabaian diri berhubungan dengan stressor yang berat (pengabaian emosional)
dari keluarga
b. Ketidakseimbangan
c.
d.
e.
4. Tn. Z

nutrisi

kurang

dari

kebutuhan

tubuh

berhubungan

denganIntake tidak adekuat


Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang lingkungan.
Risiko kesepian berhubungan dengan isolasi terapeutik oleh keluarga
Defisit perawatan diri berhubungan dengan menurunnya motivasi perawatan diri.
berusia 75 tahun tinggal dengan Tn. K (anak Tn. Z). dalam kesehariannya Tn. Z

makan hanya dua kali sehari dengan nasi dan kerupuk. Saat ini berat badan Tn. Z 40 Kg.
Di rumah Tn. K terkenal dengan kekikirannya sehingga Tn. K sangat perhitungan uang.
Dalam kasus diatas masalah keperawatan apa yang muncul?
a. Kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Kekurangan volume cairan
c. Deficit pengetahuan
d. Deficit perawatan diri
e. Ansietas
5. intervensi yang tepat untuk kasus di atas adalah ?
a. Berikan makan sedikit tapi sering
b. Kaji ketidakadekuatan dukungan social
c. Dorong klien mengekspresikan tentang kurang perawatan diri
d. Tingkatkan partisipasi optimal
e. Tingkatkan harga diri klien

6. Nenek Q kini tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan dia juga tidak
mendapatkan bantuan dari keluarga. Nenek Q kini merasa terlantar. Kondisi yang dialami
Nenek Q termasuk dalam masalah...
a. Abuse
b. Neglect
c. Isolasi
d. Acuh tak Acuh
e. Pengucilan
7. Kakek A mengatakan anak dan menantunya meninggalkannya di jalan, ia juga
mengatakan dirinya sering ditinggal dirumah. Kakek A tampak kurus, pucat, lemah dan
terlihat masih bingung. Kini Kakek A tampak tidak terawat dan bau badan. Masalah
keperawatan yang tepat sesuai dengan data penunjang diatas adalah...
a. Pengabaian diri
b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
c. Ansietas
d. Defisit perawatan diri

e. Intoleransi aktivitas
8. Intervensi dari diagnosa di atas adalah ? Kecuali
a. Kaji ketidakadekuatan dukungan social
b. Dorong klien mengekspresikan tentang kurang perawatan diri
c. Tingkatkan partisipasi optimal
d. Tingkatkan harga diri klien
e. Instruksikan klien tentang penggunaan teknik relaksasi
9. Suatu hari warga menemukan kakek yang dibuag oleh keluarganya. Warga mengatakan
menemukan Kakek I dengan keadaan seperti orang bingung. Kakek I tampak bingung,
dan

selalu

menanyakan

keberadaan

keluarganya

secara

berulang-

ulang.TD=150/100mmHg, Nadi=100x/menit, RR=16x/menit. Masalah keperawatan yang


tepat sesuai dengan data penunjang diatas adalah...
a. Pengabaian diri
b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
c. Ansietas
d. Defisit perawatan diri
e. Intoleransi aktivitas
10. Intervensi yang tepat dari diagnosa diatas adalah ? Kecuali
a. Kaji tingkat kecemasan klien
b. Instruksikan klien tentang penggunaan teknik relaksasi
c. Tentukan pengambilan keputusan pada klien
d. Bantu klien untuk mengidentifikasi situasi yang mencetuskan ansietas
e. Tingkatkan harga diri klien

DAFTAR PUSTAKA
Kozier, B., Erb G., Berman, A., & Snyder S. J. (2004). Fundamentalsof Nursing Concepts
Process and Practice. (7th ed). New Jerney: Pearson Education Line.
Priharjo, R. (1995). Pengantar Etika Keperawatan. Yogyakarta: Kanisius.
Suhaemi, M.E. (2004). Etika Keperawatan: aplikasi pada praktik. Jakarta: EGC
Taylor C., & Lemone P. (1997). Fundamentals of Nursing. Philadelphia: Lippincott.