Anda di halaman 1dari 40

GAMBARAN VAKSINASI MENINGITIS DENGAN

WAKTU PELAKSANAAN PENYUNTIKAN DI KKP


KELAS II MATARAM TAHUN 2015

LATAR BELAKANG
Sebelum berangkat Haji / Umrah, jamaah
diwajibkan untuk mendapatkan suntikan vaksin
Meningitis.
Tujuannya, adalah agar peserta tersebut tidak
tertular penyakit berbahaya tersebut saat berada
di Arab Saudi
Di Indonesia, penyakit ini tidak banyak dialami,
namun di Arab dan Afrika sering sekali terjadi.
Oleh karena itu perlu diwaspadai karena
penularannya sangat mudah

Tujuan Kegiatan
Tujuan Umum : Mengetahui jumlah Jamaah Haji
atau Umroh yang melakukan vaksinasi di KKP
pada tahun 2014 dan 2015
Tujuan Khusus :
a.Untuk mengetahui jumlah jamaah haji yang
berangkat <10 hari setelah dilakukan vaksin
b.Untuk mengetahui jumlah jamaah haji yang
berangkat >10 hari setelah dilakukan vaksin

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN


Waktu: senin, 28 Desember 2015
Tempat: KKP Kelas II Mataram

VAKSINASI
Vaksinasi adalah imunisasi aktif secara buatan,
yaitu sengaja memberikan antigen yang
diperoleh dari agen menular pada ternak
sehingga tanggap kebal dapat ditingkatkan dan
tercapai resistensi terhadap agen menular
tersebut.
Vaksin diklasifikasikan menjadi dua klas, yaitu
vaksin hidup dan vaksin mati.

JENIS-JENIS VAKSIN

Vaksin
Vaksin
Vaksin
Vaksin
Vaksin
Vaksin
Vaksin

Toksoid
Acellular dan Subunit
Idiotipe
Rekombinan
DNA
Hepatitis B
Pneumokokus

MANFAAT VAKSINASI
membantu untuk mencegah penyakit-penyakit
infeksi yang menular baik karena virus atau
bakteri, misalnya polio, campak, difteri, pertusis
(batuk rejan), rubella (campak Jerman),
meningitis

VAKSINASI MENINGITIS MENINGOKOKUS BAGI


JEMAAH IBADAH UMRAH
Institusi Pelayanan Vaksinasi
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi berkoordinasi
dengan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan di
wilayah kerjanya
Perencanaan dan Pengadaan Vaksin
Pengadaan Vaksin Meningitis meningokokus
(ACYW 135) untuk jemaah ibadah umroh
diselenggarakan oleh masing-masing lnstitusi
Pelayanan Pelaksana Vaksinasi .

SARANA DAN PRASARANA


Ruang Vaksinasi
berisi : meja periksa, meja instrumen, tirai penutup.

Peralatan
Tensimeter dan stethescope
Thermometer
Alat penghancur jarum suntik
Coldchain
Coolbox
Ice pack
Nierbeken
Pinset serurgis
Gunting

Bahan
Vaksin
Adrenalin
lnfus set, Abbocath
Cairan Nacl 0,9 % atau RL
Kapas
Alkohol70%
Disposible Syringe 1 cc dan 3 cc
Handscoen
Plester,Tabung 02, isi, regulator beserta Facemask
Formulir
Formulir permohonan vaksinasi,
Form status pasien,
Surat Keterangan kontra indikasi Vaksinasi
Buku ICV

JENIS KEGIATAN DAN LANGKAHLANGKAH

Jenis Kegiatan
Pemeriksaan Kesehatan
Pemberian Vaksinasi
Penerbitan buku ICV

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN

CONT

CONT

PELAPORAN PELAKSANAAN
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kepala
Kantor KesehatanPelabuhan melakukan
pendataan dan membuat laporan tentang
pelaksanaan vaksinasi Meningitis rneningokokus,
stok vaksin, dan penerbitan dokumen ICV di
wilayah kerjanya.
Laporan ditujukan kepada Menteri Kesehatan ub.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit &
Penyehatan Lingkungan setiap bulan pada
minggu pertama bulan berikut.

MENINGITIS MENINGOKOKUS
Meningitis meningokokus adalah penyakit radang
selaput otak dan selaput sum-sum tulang
(meninges) yang terjadi secara akut dan cepat
menular. Penyakit ini dapat menyebabkan
kematian dan bila sembuh, dapat meninggalkan
gejala akibat kerusakan otak (tuli, buta,
hidrosefalus).
terbawa oleh jamaah haji/umrah Indonesia pada
saat kembali dari menunaikan ibadah haji di Arab
Saudi.

PERJALANAN PENYAKIT
Manusia adalah tuan rumah aiami bagi kuman N.
meningitidis. Biasanya wabah MM terjadi pada
musim panas panjang dan kering. Perbedaan
suhu tubuh dan udara di lingkungannya serta
pengaruh udara yang kering dapat menyebabkan
kerusakan sel-sel di rongga mulut. Kondisi ini
akan mempermudah masuknya bakteri ke dalam
tubuh yang kemudian akan berkembang biak di
selaput nasofaring

PENCEGAHAN
Pemberian vaksin pada jamaah haji maksimal 10
hari sebelum keberangkatan (kecuali bagi jamaah
haji wanita yang sedang hamil)
Memelihara kebersihan diri dan lingkungan
(sampah dan ventilasi ) secara baik.
Tidak berbagi alat makan dan minum dan alat
kebersihan badan.
Cukup makan makanan yang bergizi, cukup
minum dan cukup istirahat.

CONT
Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan,
dan setelah batuk dan bersin.
Selalu mengenakan masker bila keluar dari
pemondokan, kecuali sedang pakaian ihram.
Menghindari dari tempat umum yang ramai dan
berdesak-desakan yang tidak ada kaitannya dengan
ibadah haji, terutama apabila terlihat adanya orang
lain yang batuk dan bersin.
Menghindar dari percikan air ludah, dahak, ingus dan
cairan bersin dari orang lain.
Menghindar dari kontak intensif dengan penderita
MM.

PENATALAKSANAAN IMUNISASI MM
Imunisasi MM pada calon jemaah haji diberikan
minimal 10 hari sebelum keberangkatan ke arab
Saudi.
Bila imunisasi diberikan kurang dari 10 sejak
keberangkatan ke arab Saudi harus diberikan
profilaksis.
Pelaksanaan imunisasi bersamaan dengan
pemeriksaan kesehatan tahap II di dinas
kesehatan kabupaten/kota.
Keuntungan vaksin, daya lindung dan imunisasi
ulang (revaksinasi)

CONT
Evikasi vaksin : 95%
Daya lindung / proteksi kekebalan : dua tahun,
anti bodi terbentuk setelah 10 hari setelah
imunisasi.
Imunisasi ulang dilakukan setelah 2 tahun.
Kontra indikasi
wanita hamil,
panas tinggi,
Serta bagi mereka yang peka atau alergi
terhadap phenol

CONT
Kejadia ikutan paska imunisasi (KIPI)
Hampir tidak ada, kadang-kadang hanya timbul
ruam atau bercak kemerahan ( skin rash) yang
sangat ringan dan dapat terjadi syok anafilaksis
atau renjatan.
Bila timbul seperti hal diatas, lapor petugas
kesehatan,
Untuk tindakan pengamanan bagi calon jemaah
haji/umrah setelah di imunisasi meningitis
meningokokus tetravalent dianjurkan menunggu
30 menit.

CONT
Pencatatan
setelah imunisasi MM tetravalent, kemudian dicatan
pada kartu ICV ( international certivicate of
vaccination) calon jemaah haji/ umrah.
ICV ditandatangani oleh dokter, kepala KKP,
Embarkasi atau dokter yang ditunjuk, dan di stempel
Port Health Authority (bukan stempel dinas
kesehatan kabupaten/kota atau puskesmas).
Bagi calon jemaah haji/ umrah yang tidak
mempunyai bukti imunisasi MM tetravalent harus
imunisasi di pelabuhan embarkasi dan diberi kartu
ICV

PEMBAHASAN
Berikut adalah distribusi Calon Jamaah
berdasarkan Kurang atau lebihnya dari 10 hari
setelah divaksin meningitis pada tahun 2014 dan
2015.
Bulan

Jumlah

Berangkat
< 10hari

Berangkat
> 10 Hari

November

167

28

139

Tahun/Bula
n

Januar
i

Februar Maret Apri


i
l

2014

474

445

2015

444

397

Mei

Juni Juli

Agu
s

Se
p

Okt Nov De
s

Jmlh

48
5

392 36

31

98

15
0

404

2.51
5

388

33
3

326 39

70

24
1

17
3

2.41
1

PENUTUP
Kesimpulan
Jamaah Haji dan umrah yang akan berangkat ke arab
saudi wajib melakukan vaksinasi meningitis
meningokokus yang dilakukan 10 hari sebelum tanggal
keberangkatanya. Namun masih banyak jamaah haji
yang berangkat sebelum 10 hari setelah di lakukan
vaksinasi meningokokus. Jamaah haji yang berangkat <
10 hari berjumlah 28 jamaah dari total 167 jamaah yang
di vaksin pada bulan novembeer 2015
Keberangkatan yang kurang dari 10 hari pasca vaksinasi
ini nantinya akan menimbulkan berbagai masalah salah
satunya mudahnya terkena penyakit menular khusunya
meningitis meningokokus

Saran
Melakukan edukasi kepada calon jemaah haji yang akan
berangkat hendaknya melakukan vaksinasi minimal 10 hari
sebelum tanggal keberangkatanya
Petugas KKP harus menanyakan lebih detail mengenai
keberangkatan calon jemaah haji agar bias melakukan vaksinasi
sesuai jadwal keberangkatannya
Calon jemaah haji hendaknya lebih aktif bertanya atau mencari
informasi mengenai vaksinasi dan kapan di lakukanya vaksinasi
sebelum melakukan perjalanan haji dan umrah.
Petugas KKP sebaiknya melakukan registrasi calon jamaah haji
lebih lengkap agar data-data calon jamaah haji tersimpan
dengan baik dan mudah ditemukan apabila ada kepentingan lain

TERIMA KASIH