Anda di halaman 1dari 4

Kelelahan dan sistem imun menurun

Sistem imun membentuk sistem pertahanan badan terhadap bahan asing seperti
mikroorganisme, molekul-molekul berpotensi toksik, atau sel-sel tidak normal (sel terinfeksi
virus atau malignan). Kondisi stres dan pola hidup modern sarat polusi, diet tidak seimbang,
dan kelelahan menurunkan daya tahan tubuh sehingga memerlukan kecukupan antibodi.
Kelelahan fisik dapat menyebabkan stres yang bisa mengganggu sistem imunitas.
II.1.3 Mekanisme Terjadinya Stres
Berdasarkan pada teori Selye, menekankan bahwa setiap stresor akan menimbulkan keadaann
gangguan keseimbangan fisiologis. Bila keadaan ini berlangsung lama atau responsnya
berlebihan, akan meningkatkan kepekaan seseorang terhadap penyakit. Kepekaan tersebut,
diiringi dengan predisposisi pada orang yang bersangkutan (kecenderungan genetis,
kesehatan, usia), akan menyebabkan sakit.
Dalam contoh, dimana respons simpatis adrenal medular berlangsung lama atau berlebihan,
akan terjadi keadaan rangsangan yang kronis, yang akan menyebabkan tekanan darah tinggi,
perubahan arteriosklerotik dan penyakit kardiovaskular. Bila produksi hormon adrenal
kortikal berlangsung lama atau berlebihan, akan timbul pola perilaku menarik diri dan
depresi. Selain itu akan terjadi penurunan respons imun, dan dapat timbul infeksi atau tumor.
Hormon adrenal kortikal adalah hormon steroid yang disekresi oleh kelenjar adrenal. Hormon
tersebut seringkali disekresi dalam jumlah yang sangat banyak selama periode stres. Dosis
tinggi dapat mengganggu kinerja dari sistem imun tubuh.
Stres memainkan peranan penting dalam keberlangsungan hidup individu, dan juga ikut
berpartisipasi dalam perkembangan dan penuaan pada setiap individu. Kualitas, intensitas,
dan lamanya stres penting dalam menentukan efek positif atau negatif pada suatu organisme.
Ada dua kondisi utama pada sistem stres yang dapat mengarah kepada patologi, yaitu respon
adaptif yang berlebihan dan lama terhadap stresor dan tidak efektifnya respon adaptif
terhadap stresor. Berlebihan atau tidak efektifnya respon terhadap stresor yang berhubungan
dengan patologi, terdapat pada tabel di bawah, dimana keadaan patologis bergantung pada
kinerja aksis HPA (hipotalamus- pituitari-adrenokortikular) yang merupakan komponen dari
sistem stres. Komponen utama pada sistem stres terletak di hypothalamus dan batang otak.
Pusat ini menerima informasi yang berasal dari luar maupun dari dalam dan mengeluarkan
respon yang dibutuhkan, dimana dipengaruhi oleh dua jalur utama yaitu aksis HPA dan
sistem saraf simpatis. Pusat pengatur ini memproduksi CRH (corticotropin releasing
hormone), glukokortikoid dan ACTH (adreno- corticotropic hormone). Hormon- hormon
inilah yang berfungsi untuk menstabilkan dan mengatur sistem kardiovaskuler, sistem
metabolisme, sistem imun dan perilaku homeostasis.

Peningkatan kerja HPA


Depresi
Anoreksia Nervosa
Hipertensi
Penyakit Jantung

Penurunan kerja HPA


Kelelahan
Gangguan menstruasi
Obesitas

Terganggunya kerja HPA


Sindrom Cushing
Defisiensi Glukokortikoid

Stres dapat mempengaruhi fungsi beberapa sistem dan proses dalam tubuh, termasuk sistem
imun, kardiovaskuler, dan reproduksi, serta pencernaan dan metabolisme bahan makanan.
Karena tubuh dipengaruhi oleh pajanan terhadap stresor, jelaslah mengapa stres fisik atau
psikologis yang berkepanjangan atau intens dapat menyebabkan perubahan pada setiap organ
atau sistem. Bagaimana dan apakah setiap individu dipengaruhi oleh stresor tertentu
bergantung pada kombinasi unik genetika, kepribadian, kemampuan koping, keadaan
kesehatan, sistem dukungan sosial dan keluarga, dan pengalaman sebelumnya.
Mekanisme respon tubuh sendiri terhadap stres diawali dengan adanya rangsang yang berasal
dari luar maupun dari dalam tubuh individu itu sendiri dan diteruskan pada sistem limbik
yang meliputi hiphotalamus sebagai pusat pengatur adaptasi. Hipothalamus memiliki efek
yang sangat kuat, hampir di seluruh sistim viseral tubuh kita, hal ini dikarenakan hampir
semua bagian di otak memiliki hubungan dengannnya. Oleh karean hubungan inilah maka
hiphotalamus dapat merespon rangsang psikologis dan emosional.
Peran hipothalamus terhadap stres meliputi empat fungsi spesifik. Fungsi tersebut adalah:
1. Menginisiasi aktifitas sistim saraf autonom
2. Merangsang hipofise anterior memproduksi hormon ACTH
3. Memproduksi ADH
4. Merangsang kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin
Patofisiologi Kandidiasis
Proses infeksi dimulai dengan perlekatan Candida albicans pada sel epitel vagina.
Kemampuan melekat ini lebih baik pada candida albicans dari pada spesies Candida lainnya.
Kemudian candida albicans mensekresikan enzim proteolitik yang mengakibatkan
kerusakan ikatan-ikatan protein sel pejamu sehingga memudahkan proses invasi. Selain itu
candida albicans juga mengeluarkan mikotoksin diantaranya gliotoksin yang mampu
menghambat aktivitas fagositosis dan menekan sistem imun lokal. Terbentuknya
kolonisasicandida albicans memudahkan proses invasi tersebut berlangsung sehingga
menimbulkan gejala pada pejamu
Lelah adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih
lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Istilah kelelahan biasanya menunjukkan
kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, tetapi semuanya bermuara kepada kehilangan
efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa
kelelahan berperan dalam menjaga homeostatis tubuh.
The hormones produced by your adrenal glands, particularly the stress hormone
cortisol, play an important role in regulating your immune system. If your cortisol levels go
too low or too high, this can lead to regular infections, chronic inflammation, autoimmune
diseases or allergies. Maintaining a balanced level of cortisol is an important part of staying
healthy.

One of cortisols many functions is to reduce inflammation. When your body


encounters a pathogen, the immune system responds by quickly attacking it. This causes
inflammation, which is often a good thing (it means the immune system is working). In those
with healthy immune and endocrine systems, cortisol works to moderate the inflammation
caused by an immune system response, but it does not completely eliminate it.
Cortisol levels can become imbalanced during the different stages of Adrenal Fatigue.
In fact, your cortisol levels will largely depend on which stage of the condition you have
reached. If you are still in the early stages, your cortisol levels are likely to be elevated, along
with epinephrine and norepinephrine. If you are in the later stages of Adrenal Fatigue, your
cortisol levels will be much, much lower. Neither result is beneficial for your immune
system.
Elevated cortisol
During the early stages of Adrenal Fatigue, your HPA axis is firing on all cylinders
and producing lots of stress hormones. This means that your cortisol level is high, which
suppresses the immune system and reduces inflammation.
Why does the body do this? Simply put, the immune system is a non-essential
function for the kind of short-term stressful situation that our endocrine system is designed to
counter. Reducing the immune systems effectiveness for a few hours, while we escape
whatever physical danger is threatening us, is a pretty safe gamble. But the problem is that
modern stress does not simply go away after a few hours. Todays stressors tend to be long
term and entrenched, which means that cortisol levels can stay elevated for months or years.
Needless to say, a suppressed immune system leaves us vulnerable to disease. And
those of us who are under long term stress tend to suffer disproportionately from cold and flu
viruses, as well as bacterial infections.
Lowered cortisol
If elevated cortisol is bad for our immune systems, then lowering our cortisol levels must be a
good thing, right? Not necessarily. If your cortisol falls too far below the optimal level then
you are completely removing the safety valve that prevents your immune system from overreacting to threats.
During the later stages of Adrenal Fatigue the adrenal glands become tired, depleted and
unable to produce the hormones that your body needs. Cortisol levels begin to fall rapidly and
the Adrenal Fatigue sufferer quickly switches from having too much cortisol to having very
little indeed.
This means that the regulating anti-inflammatory effect of cortisol is absent. Without
sufficient cortisol, there is nothing to prevent severe, chronic inflammation. In effect, the
immune system is running out of control. Low cortisol leads to increased production of proinflammatory cytokines, which lead to an over-activation of the immune system and
inflammation. According to Dr. Thomas Guilliams, an immunologist, The result is
amplification of numerous inflammatory pathways and increased susceptibility to developing
inflammatory diseases, including autoimmune diseases, mood disorders, atopy, malignancy,

chronic fatigue syndrome, chronic pain syndromes, obesity, glucose dysregulation and
fibromyalgia.