Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

MANAJEMEN OPERASIONAL-2

PENJADWALAN JANGKA PENDEK


Makalah ini dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah
Manajemen Operasional - 2

Dosen Pengampu:
Husni Muharram Ritonga, MSc
Oleh : Kelompok 2
Dikki Aprianta Ginting S
Advendra Munthe
M. Elfra Denanta Ginting
Mei Triswan Zebua
Putri Emninta Nauli
Nurul Aini Situmorang

(1415310041)
(1415310051)
(1415310058)
(1415310067)
(1415310066)
(1415310062)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI & BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI MEDAN
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Menjadwal mesin, alat-alat dan orang-orang untuk membuat bagian-

bagian pesawat di pabrik notrop Grumman adalah pekerjaan computer mainframe.


Computer akses menjadwalkan produksi bagian-bagian kesistem pemesinan
fleksibel (FMS), dimana manajer membuat keputusan penjadwalan final. Sistem
pemesinan fleksibel memungkinkan bagian-bagian dari ukuran dan bentuk itu bisa
dibuat tanpa menggangu produksi. Kecakapan dalam menjadwal menyebabkan
bagian-bagian itu siap berdasarkan just in time, dengan waktu set up yang rendah,
sedikitnya barang dalam proses dan tingginya utilisasi mesin. Penjadwalan yang
efisien adalah bagaimana perusahaan seperti norhtrop Grumman bisa memenuhi
batas tanggal seperti yang di janjikan kepada pelanggan dan menghadapi kometisi
berdasar waktu.
Perusahaan jasa juga membuat jadwal yang sesuai dengan produksi guna
tersedinya pelanggan. Sebagai contoh American airlines menjadwalkan lebih dari
500 pesawat terbang, 8000 pilot dan 16000 penerbangan setiap harinya untuk
mempermudah ribuan penumpang yang berharap sampai pada tujuan. Jadwal ini
di buat berdasarkan program computer dengan memerlukan waktu 5 tahun,
memainkan peran penting dalam memuaskan pelanggan. Orang amerika
menemukan keunggulan kompetitif dengan flesibilitasnya dalam membuat
penyesuaian pada menit-menit terakhir untuk memenuhi keinginan pelanggan dan
gangguan cuaca.

1.2

Rumusan Masalah
1. Pengertian penjadwalan jangka pendek?
2. Mengapa ada penjadwalan jangka pendek?
3. Bagaimana cara mengatur penjadwalan jangka pendek?
4. Bagaimana kriteria penjadwalan dan pembebanan pekerjaan?
5. Bagaimana metode penugasana dan pengurutan pekerjaan?
6. Apa yang dimaksud menghitung rasio kritis dan penjadwalan kapasitas
terbatas?

1.3

Tujuan
Dengan penjadwalan secara efektif perusahaan menggunakan assetnya

dengan efektif dn menghasilkan kapasitas dolar yang di investasikan menjadi


lebih besar, yang sebaliknya akan mengurangi biaya. Penjadwalan menambah
kapasitas dan fleksibilitas yang terkait memmberikan waktu pengiriman yang
lebih cepat dan pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih baik. Keuntungan
penjadwalan adalah keunggulan kompetitif denga pengiriman yang bisa di
andalkan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kepentingan Strategis Penjadwalan Jangka Pendek


Kepentingan strategis penjadwalan adalah
1. Penjadwalan yang efektif berarti pergerakan barang dan jasa pada
sebuah fasilitas menjadi lebuh cepat. Ini juga berarti perusahaan
menggunakan asset secara lebih efektif sehingga menciptakan
kapasitas yang lebih besar untuk setiap dolar yang ditanamkan, yang
selanjutnya menghasilkan biaya yang lebih rendah.
2. Kapasitas tambahan, pergerakan yang lebih cepat, dan fleksibilitaas
terkait

menghasilkan

pengiriman

yang

lebih

cepat

sehingga

memberikan pelayanan pelanggan yang lbih baik.


3. Penjadwalan yang baik juga berperan pada komitmen yang realistis
sehingga menghasilkan pengiriman yang dapat diandalkan.
Penjadwalan jangka pendek menerjemahkan keputusan kapasitas,
perencanaan agregat (jangka menengah) serta jadwal induk ke dalam
urutan pekerjaan dan penugasan tertentu atas keryawan, material, dan
permesinan.Isu penjadwalan barang dan jasa dalam jangka pendek yaitu
memenuhi permintaan karyawan dan peralatan tertentu dalam basis harian
atau jam.
Tujuan Penjadwalan adalah mengalokasikan dan memprioritaaskan
permintaanyang dihasilkan oleh perkiraan atau pesanan pelanggan pada
fasilitas yang ada.Dua factor penting dalam melakukan alokasi dan
prioritas ini adalah (1) jenis penjadwalan, maju atau mundur, dan (2)
kriteria prioritas.

2.2 Penjadwalan Maju Dan Mundur


Penjadwalan mencakup penugasan batas waktu pada pekerjaan tertentu,
tetapi

banyak

pekerjaan

yang

bersaing

secara

bersamaan

dengan

menggunakan sumber daya yang sama. Untuk membantu mengatasi berbagai


kesulitan dalam penjadwalan, teknik penjadwalan dapat digolongkan sebagai
(1) penjadwalan maju dan (2) penjadwalan mundur.
1. Penjadwalan Maju
Penjadwalan mauju (forward scheduling) memulai jadwal persyaratan
setelah suatu pekerjaan diketahui. Penjadwalan maju digunakan dalan
berbagai organisasi, seperti rumah sakit, klinik, rumah makan mewah, dan
produsen peralatan mesin.dalam fasilitas ini, pekerjaan dilakukan sesuai
dengan pesanan pelanggan, dan biasanya minta dikirim sesegera mungkin.
Penjadwalan maju umumnya dirancang untuk menghasilkan sebuah jadwal
yang dapat dipenuhi, sekalipun hal ini berarti batas waktunya tidak dapat
dipenuhi.Dalam

banyak

kejadian,

penjadwalan

maju

menyebabkan

penumpukan barang setengah jadi.


2. Penjadwalan Mundur
Penjadwalan mundur (backward scheduling) dimulai dari batas waktu, dan
menjadwalkan operasi yang terakhir terlebih dahulu.Kemudian, urutan
pekerjaan dijadwalkan satu demi satu dalam susunan terbalik. Dengan
mengurangi waktu tunggu (lead time) untuk setiap barang, diperoleh waktu
mulai. Bagaimana pun juga, sumber daya yang diperlukan untuk mrmrnuhi
jadwal mungkin tidak ada.Penjadwalan mundur digunakan dalam banyak
lingkungan manufaktur, seperti hal nya dalam lingkungan jasa yang
menyajikan sebuah perjamuan atau penjadwalan operasi pembedahan.Dalam
praktiknya, suatu kombinasi dari penjadwalan maju dan mundur sering
digunakan untuk menemukan titik temu antara yang dapat dipenuh dan batas
waktu pelanggan.

2.3

Kriteria Penjadwalan
Teknik penjadwalan yang benar bergantung pada volume pesanan,

sifat alami operasi, dan kompleksitas pekerjaan secara keseluruhan, serta


kepentingan dari keempat kriteria.Berikut keempat kriteria tersebut.
1. Meminimalkan waktu penyelesaian. Kriteria ini dievaluasi dengan
menentukan waktu penyelesaian rata-rata untuk setiap pekerjaan.
2. Memaksimalkan utilisasi. Kriteria ini dievaluasi dengan menghitung
persentase waktu suatu fasilitas digunakan.
3. Meminimalkan waktu persediaan barang setengah jadi ( work in
process WIP ). Kriteria ini dievaluasi dengan menentukan jumlah
pekerjaan rata-rata dalam sistem. Hubungan antara banyaknya
pekerjaan dalam sistem dan persediaan WIP akan tinggi. Oleh karena
itu, jika terdapat lebih sedikit pekerjaan dalam sistem, maka persediaan
yang ada lebih rendah.
4. Meminimalkan waktu tunggu pelanggan. Kriteria ini dievaluasi dengan
menentukan jumlah keterlambatan rata-rata.
Keempat kriteria di atas digunakan dalam bab ini; sebagaimana
dalam industri, untuk mengevaluasi kinerja penjadwalan. Selain itu,
pendekatan penjadwalan yang baik harus sederhana, jelas, mudah
dipahami, mudah dilakukan, fleksibel, dan realistis.
Proses berbeda membutuhkan pendekatan penjadwalan yang berbeda :
Fasilitas yang terfokus pada proses (bengkel kerja)
Fokus penjadwalan adalah menghasilkan sebuah penjadwalan maju yang
awalnya dicapai dengan batas waktu MRP dan diperbaiki dengan teknik
penjadwalan kapasitas terbatas yang dibahas pada bab ini. Fsilitas ini
meliputi sebagian besar produksi dunia.Contohnya adalah pengecoran
logam, perusahaan mesin, lemari kabinet, percetakan, sejumlah restoran,
dan industri pakaian.

Sel kerja( work cell terfokus pada fasilitas yang mengelola serangkaian
komponen yang serupa )
Fokus penjadwalan adalah menghasilkan sebuah penjadwalan maju.MRP
menghasilkan batas waktu, dan penjadwalan/pengiriman perincian
selanjutnya

dibuat

pada

sel

kerja

dengan

aturan

kanban

dan

prioritas.Contohnya adalah sel kerja pada perusahaan manufaktur


ambulans Wheeled Coach, pembuat mesin pesawat Standard Aero, dan
pembuat kartu ucapan Hallmark.
Fasilitas berulang (lini perakitan)
Fokus penjadwalannya adalah menghasilkan penjadwalan maju yang
dicapai dengan menyeimbangkan lini dengan teknik lini perakitan
traditional.Teknik tarikan, seperti JIT dan kanban, memberikan isyarat
agar komponen dijadwalkan untuk menunjang lini perakitan.Fasilitas
berulang mencakup lini perakitan bagi ragam produk yang luas dari mobil
hingga peralatan rumah tangga dan komputer. Masalah penjadwalan ini
merupakan tantangan, tetapi biasanya terjadi hanya pada proses yang beru
atau ketika terjadi perubahan produk atau model.
Fasilitas yang terfokus pada produk (terus-menerus)
Fasilitas ini menghasilkan produk dengan jumlah sangat besar dan ragam
yang terbatas, seperti kertas pada mesin besar di International Paper, bir
pada tempat pembuatan bir Di Anheuser-Busch, atau baja gulungan di
pabrik Nucor.Penjadwalan menghasilkan sebuah penjadwalan maju yang
dapat memenuhi permintaan konstan yang layak dengan kapasitas tetap
yang ada.Kapasitas di sejumlah fasilitas biasanya dibatasi oleh investasi
modal jangka panjang.Kapasitas fasilitas ini biasanya diketahui, sekaligus
waktu penyetelan dan waktu operasi untuk produk dengan jangkauan
tebatas.Hal ini menyebabkan penjadwalan lebih mudah dilakukan.

Penjadwalan Pusat Kerja Yang Terfokus Pada Proses


Fasilitas yang terfokus pada proses (fasilitas intermitten atau bengkel
kerja) merupakan sistem dengan variasi tinggi atau volume rendah yang
biasanya dijumpai ada organisasi manufaktur dan jasa. Untuk menjalankan
sebuah fasilitas secara seimbang dan efisien, manajer memerlukan sebuah
sistem perencanaan dan pengendalian produksi.
Sistem tersebut adalah sebagai berikut:

Menjadwalkan pesanan yang datang tanpa melampaui keterbatasn


kapasitas pusat kerja masing-masing.

Memeriksa ketersediaan peralatan dan bahan sebelum mengeluarkan


pesanan ke suatu Departemen

Menentukan batas waktu untuk setiap pekerjaan dan memeriksa


kemajuan pekerjaan terhadap batas waktu dan waktu tunggu dari
pemesanan.

Memeriksa bahan setengah jadi selagi pekerjaan dilakukan.

Memberikan umpan balik pada aktivitas pabrik dan produksi.

Memberikan statistik efisien pekerjaan dan mengawasi operator untuk


kepentingan analisis pengupahan dan distribusi tenaga kerja.

2.4

Pembebanan Pekerjaan
Pembebanan(loading) berarti penugasan pekerjaan pada pusat

kerja atau pusat pemrosesan.Para manager operasi menugaskan pekerjaan


pada pusat kerja sedemikian hingga biaya, waktu luang atau waktu
penyelesaian dijaga tetap minimal.Pusat kerja dapat berupa dua
bentuk.Pertama, berorientasi pada kapasitas; kedua, berkaitan dengan
penugasan pekerjaan tertentu bagi pusat-pusat kerja.
Pertama, pembebanan akan diuji dari segi kapasitas melalui sebuah
teknik yang dikenal sebagai pengendalian input-output. Kemudian akan
disajikan dua pendekatan yang digunakaan dalam pembebanan :diagram
Gantt dan metode penugasan pemrograman linier.

Pengendalian Input-Output
Pengendalian input-output adalah sebuah teknik yang membuat
karyawan operasi dapat mengelola aliran fasilitas kerja.Jika pekerjaan tiba
lebih cepat daripada yang sedang diproses, maka fasilitas tersebut dibebani
secara berlebihan dan terjadi backlog.Pembebanan yang berlebihan
menyebabkan kepadatan dalam fasilitas yang mengakibatkan timbulnya
masalah inefisiensi dan kualitas.Jika pekerjaan tiba lebih lambat daripada
yang sedang diproses, fasilitasyang kurang terbebani menghasilkan
kapasitas yang kosong dan pemborosan sumber daya.
Pengendalian input-output dapat dilakukan dengan sebuah sistem
kartu ConWIP yang mengendalikan jumlah pekerja dalam suatu pusat
kerja.ConWIP adalah singkatan untuk constan work in process.Kartu
ConWIP berjalan bersama suatu pekerjaan melalui pusat kerja.Ketika
pekerjaan selesai, kartu dikeluarkan dan dikembalikan ke stasiun kerja
awal, mengotorisasi masuknya batch baru ke dalam pusat kerja.Secara
efektif, kartu ConWIP membatasi jumlah kerja dalam pusat kerja,
mengendalikan waktu tunggu dan memantau backlog.
Pilihan yang tersedia bagi karyawan bagian operasi untuk
mengatur aliran fasilitas kerja mencakup:

Memperbaiki kinerja

Meningkatkan kapasitas

Meningkatkan atau mengurangi input pada pusat kerja dengan cara


(a) mengalihkan pekerjaan ke atau dari pusat kerja lainnya,
(b) meningkatkan atau mengurangi subkontrak,
(c) memproduksi lebih sedikit atau lebih banyak.

Memproduksi lebih sedikit bukanlah solusi yang disenangi para


manager tetapi keuntungan yang didapatkan sangat berarti.pertama, tingkat
pelayanan pelanggan bisa meningkat karena barang dapat diproduksi tepat
waktu. Kedua, efisiensi dapat benar-benar meningkat karena terdapat lebih
sedikit WIP yang bertebaran dalam pusat kerja yang menambahkan biaya
rutin. Ketiga, kualitas dapat meningkat karena lebih sedikit WIP berarti
lebih sedikit permalahan yang tersembunyi.

2.5

Diagram Gantt
Diagram Gantt (Gantt chart) merupakan alat peraga visual yang

bermanfaat dalam pembebanan dan penjadwalan. Nama diagram tersebut


berasal dari Henry Gantt, yang ditemukan pada akhir tahun 1800-an.
Diagram Gantt menunjukkan penggunaan sumber daya, seperti pusat kerja
dan tenaga kerja.
Ketika

digunakan

dalam

pembebanan,

diagram

Gantt

menunjukkan pembebanan dan waktu luang pada beberapa departemen,


mesin atau fasilitas. Diagram Gantt menunjukkan beban kerja dalam
sistem sedemikian rupa sehingga manager mengetahui penyesuaian yang
tepat. Sebagai contoh, ketika sebuah pusat kerja dibebani secara berlebihan
maka karyawan dari pusat kerja yang memiliki beban rendah dapat
dipindahkan sementara agar dapat meningkatkan jumlah tenaga kerja.
2.6

Metode Penugasan
Metode

Penugasan

(assigment

method)

mencakup

proses

pelimpahan tugas atau pekerjaan pada sumber daya. Contohnya adalah


penugasan pekerjaan pada mesin, kontrak pada pemberi penawaran,
karyawan pada proyek, dan karyawan pemasaran pada wilayah
tertentu.Metode penugasan ini paling sering bertujuan meminimalkan
biaya total atau waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tugas yang

ada. Satu karakteristik permasalahan penugasan yang penting adalah hanya


ada satu pekerjaan yang ditugaskan untuk satu mesin.
2.7

Pengurutan Pekerjaan
Penjadwalan memberikan dasar untuk membebankan pekerjaan

pada pusat kerja.Pembebanan adalah sebuah teknik pengendalian kapasitas


yang menyoroti masalah pemberian beban yang terlalu berat dan ringan.
Pengurutan( sequencing disebut pembagian tugas atau dispatching )
menentukan urutan pekerjaan yang harus dilakukan pada setiap pusat
kerja.
Aturan Prioritas untuk Membagikan Tugas
Aturan prioritas ( priority rule ) memberikan panduan untuk mengurutkan
pekerjaan yang harus dilakukan. Aturan ini terutama diterapkan untuk
aturan fasilitas yang terfokus pada proses, seperti klinik, percetakan, dan
bengkel kerja. Beberapa aturan prioritas yang paling terkenal akandibahas.
Aturan prioritas mencoba untuk meminimalkan waktu penyelesaian,
jumlah pekerjaan dalam sistem, dan keterlambatan pekerjaan seraya
memaksimalkan penggunaan fasilitas.
Berikut aturan prioritas yang paling populer.

FCFS ( first come, first served ): yang pertama datang, yang pertama
dilayani. Pekerjaan pertama yang datang di sebuah pusat kerja diproses
terlebih dahulu.

SPT ( shortest processing time ): waktu pemrosesan terpendek. Pekerjaan


yang memiliki waktu pemrosesan terpendek ditangani dan diselesaikan
terlebih dahulu.

EDD ( earliest due date ): batas waktu paling awal. Pekerjaan dengan batas
waktu yang paling awal dikerjakan terlebih dahulu.

LPT ( longest processing time ): waktu pemrosesan terpanjang. Pekerjaan


yang memiliki waktu pemrosesan lebih panjang, lebih besar biasanya
sangat penting dan diutamakan terlebih dahulu.

Tidak ada satu pun aturan pengurutan yang unggul dalam semua
kriteria.Pengalaman menunjukkan hal berikut.
1. SPT biasanya merupakan teknik terbaik untuk meminimalkan aliran
pekerjaan dan meminimalkan jumlah pekerjaan rata-rata dalam sistem.
Kelemahan utamanya adalah pekerjaan yang memiliki waktu pemrosesan
panjang dapat tidak dikerjakan secara terus menerus, karena pekerjaan
yang memiliki waktu pemrosesan pendek selalu didahulukan. Pelanggan
dapat melihat hal ini secara samar, dan penyesuaian berkalal untuk
pekerjaan yang panjang harus dilakukan.
2. FCFS tidak menghasilkan kinerja yang baik pada hampir semua kriteria (
tetapi juga tidak begitu buruk ). Bagaimanapun, FCFS memiliki kelebihan
karena terlihat adil oleh pelanggan; suatu hal yang sangat penting dalam
sistem jasa.
3. EDD meminimalkan keterlambatan maksimal yang mungkin perlu untuk
pekerjaan yang memiliki penalti setelah tanggal tertentu. Secara umum,
EDD bekerja baik ketika keterlambatan menjadi sebuah isu.
2.8

Rasio Kritis
Jenis aturan pengurutan yang lain adalah rasio kritis. Rasio Kritis

(critical ratio-CR) merupakan sebuah angka indeks yang dihitung dengan


membagi waktu yang tersisa hingga batas waktu pekerjaan dengan waktu
pekerjaan yang tersisa.Berlawanan dengan aturan prioritas, rasio kritis
sangat dinamis dan mudah diperbarui.CR cenderung memiliki kinerja yang
lebih baik daripada FCFS, SPT, EDD atau LPT pada kriteria
keterlambatan pekerjaan rata-rata.
Rasio kritis memberikan prioritas pada pekerjaan yang harus
dilakukan agar tetap menepati jadwal. Sebuah pekerjaan dengan rasio
kritis yang rendah ( kurang dari 1,0 ) berarti telambat dari jadwal. Jika CR
tepat 1,0; berarti pekerjaan sesuai dengan jadwal. CR yang lebih besar dari
1,0 berarti pekerjaannya mendahului jadwal dan punya waktu luang.

Rumus Rasio Kritis adalah


Pada kebanyakan sistem penjadwalan produksi, aturan CR membantu
melaksanakan hal berikut.
1.

Menentukan status pekerjaan tertentu

2.

Menerapkan prioritas relatif di antara pekerjaan dengan dasar


kesamaan.

3.

Menghubungkan persediaan dan pekerjaan berdasarkan pesanan


dengan dasar kesamaan.

4.

Menyesuaikan prioritas (dan memperbaiki jadwal) secara otomatis


terhadap adanya perubahan baik dalam hal permintaan maupun
status kemajuan pekerjaan.

5.

Menelusuri kemajuan pekerjaan secara dinamis.

Aturan Johnson
Aturan Johnson bisa digunakan untuk meminimalkan waktu pemrosesan
untuk mengurutkan suatu kelompok pekerjaan melalui dua fasilitas.
Tahap Aturan Johnson:
1.

Semua pekerjaan harus dicantumkan dan masingmasing


waktu yg dibutuhkan oleh sebuah mesin harus ditunjukkan

2.

Pilih pekerjaan dg waktu aktifitas yg paling pendek

3.

Sekali suatu pekerjaan telah dijadwalkan, sisihkanlah


pekerjaan itu

4.

Terapkan tahap 2 dan tahab 3 ke perkerjaan yg tersisa,


bekerja kea rah pusat urutan itu

Keterbatasan Aturan Yg Berbasis Sistem:


1.

Penjadwalan adalah dinamis dengan demikian aturan perlu


untuk direvisi menyesuaikan perubahan-perubahan dalam
proses, peralatan, bauran produk dst

2.

Aturan tidak melihat ke hulu atau ke hilir, sumber daya yg


menganggur dan kemampatan sumber daya di departemen
yg lain mungkin saja tidak diakui

3.
2.9

Aturan tidak melihat lewatnya dari tanggal jatuh tempo

Penjadwalan Kapasitas Terbatas


Penjadwalan kapasitas terbatas (finite capacity scheduling) adalah

penjadwalan jangka pendek yang terkomputerisasi untuk mengatasi


kelemahan sistem yang berdasarkan aturan tertentu dengan menyajikan
perhitungan interaktif secara grafis kepada pengguna data (users).
Selain pilihan aturan prioritas saat ini sejumlah sistem FCS juga
mengkombinasikan

sistem

pakar

atau

teknik

simulasi

dan

memungkinkan penjadwal untuk membebankan biaya pada berbagai


pilihan yang berbeda. Penjadwal memiliki fleksibilitas untuk menangani
situasi apapun termasuk perubahan pesanan, pekerja, ataupun mesin.
Data awal untuk sistem penjadwalan terbatas biasanya merupakan
output dari sistem MRP. Sistem ini seketika memberikan informasi kepada
perencana ketika material dibutuhkan, mengabaikan masalah dalam hal
kapasitas. Dan output dari MRP dikombinasikan dengan perputaran arsip,
batas waktu, kapasitas pusat kerja, peralatan, dan ketersediaan sumber
daya lainnya untuk akhirnya menghasilkan data yang dibutuhkan oleh FCS
secara efektif.
Teori Batasan
Teori batasan adalah suatu ilmu yang berkaitan dengan segala sesuatu
yang membatasi kemampuan organisasi untuk mencapai tujuannya.
Batasannya dapat berupa bentuk fisik (ketersediaan proses produksi atau
karyawan dan bahan baku atau persediaan). Throughtput atau volume
adalah suatu konsep penting dalam sistem operasi yang dimana jumlah
unit yang diproses melalui fasilitas dan terjual.

Mengelola batasan-batasan, yaitu :


1. Mengidentifikasi batasan.
2. Membuat rencana mengatasi batasan.
3. Memusatkan tujuan pada sumberdaya setelah membuat rencana
batasan.
4. Mengurangi dampak selanjutnya dari batasan yang telah dituju.
5. Setelah batasan telah teratasi dengan baik, lakukan identifikasi
batasan baru.
Batasan-batasan ini digunakan dalam perusahaan manufaktur dan
perusahaan jasa.
Sistem kerja pada bottleneck adalah batasan yang membatasi output
produksi dan memiliki kapasitas yang lebih sedikit dibandingkan pusat
kerja sebelumnya atau berikutnya nanti. Dikarenakan bottleneck
mengahambat laju volume dalam produksi. Dan pada konsekuensinya
sistem ini terdapat dalam proses, sebagai contoh terdapat pada rumah
sakit, rumah makan, hingga ke dalam sebuah pabrik.
Beberapa teknik menghadapi sistem bottleneck :
1) Meningkatkan kapasitas pada batasan.
2) Memperhatikan SDM yang digunakan dan memusatkan kerja yang
menyebabkan terjadinya suatu batasan.
3) Membuat

perputaran

berulang,

prosedur

pemrosesan,

atau

subkontraktor alternatif yang lebih baik.


4) Memindahkan pemeriksaan dan pemgujian ketempat lain sebelum
terjadi bottleneck, guna mengurangi cacat potensial.
5) Menjadwalkan throughtput untuk menyesuaikan kapasitas saat
terjadinya bottleneck, yakni mengurangi pemusatan kerja pada
kegiatan yang berisiko terjadinya bottleneck.

Penjadwalan Produksi Berulang


Produsen berulang ingin memenuhi permintaan pelanggan, mengurangi
investasi persediaan, mengurangi ukuran lot dengan peralatan dan proses
yang ada. Sebuah teknik untuk mencapai tujuan ini adalah menggunakan
sebuah jadwal penggunaan material bertingkat.Penggunaan material
bertingkat berarti penggunaan lot yang lebih sering, berkualitas tinggi, dan
berukuran kecil yang berperan untuk produksi just-in-time.
Kelebihan penggunaan material secara bertingkat
1. Mengurangi tingkat persediaan yang membebaskan modal untuk
penggunaan yang lain.
2. Mempercepat volume produksi.
3. Memperbaiki kualitas komponen sehingga meningkat kualitas
produk
4. Mengurangi kebutuhan luas lantai
5. Memperbaiki komunikasi pekerja sebab mereka menjadi semakin
berdekatan.
6. Melancarkan proses produksi karena lot yang besar tidak
menyembunyikan permasalahan.
Anggap sebuah produsen berjalan menjalankan batch bulanan yang
berukuran besar: Dengan menggunakan jadwal penggunaan material
bertingkat, manajemen akan dapat memendekkan siklus bulanan ini
menjadi siklusn mingguan, harian, bahkan siklus per jam

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat penyusun simpulkan bahwa :

Bagi suatu perusahaan Dengan penjadwalan secara efektif perusahaan


menggunakan assetnya dengan efektif dan menghasilkan kapasitas dolar yang di
investasikan menjadi lebih besar, yang sebaliknya akan mengurangi biaya.
Penjadwalan menambah kapasitas dan fleksibilitas yang terkait memmberikan
waktu pengiriman yang lebih cepat dan pelayanan kepada pelanggan menjadi
lebih baik. Tujuan Penjadwalan adalah mengalokasikan dan memprioritaaskan
permintaanyang dihasilkan oleh perkiraan atau pesanan pelanggan pada fasilitas
yang ada. Dua factor penting dalam melakukan alokasi dan prioritas ini adalah (1)
jenis penjadwalan, maju atau mundur, dan (2) kriteria prioritas.
Penjadwalan mencakup penugasan batas waktu pada pekerjaan tertentu,
tetapi banyak pekerjaan bersaingan secara bersamaan dengan mengguna-kan
sumberdaya yang sama. Untuk mengatasi berbagai kesulitan dalam penjadwalan,
teknik penjadwalan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu penjad-walan maju, dan
penjadwalan mundur. Fasilitas yg terfokus pada proses (dikenal dengan fasilitas
intermittent atau bengkel kerja) merupakan sistem dgn variasi tinggi dan volume
rendah yang biasa dijumpai pada organisasi manu-faktur dan jasa. Ini merupakan
sistem yang dibuat sesuai dengan pesanan.
Metode

Penugasan

(assignment

method)

adalah

sebuah

pemrograman linear khusus yang mencakup proses pelimpahan tugas

model
atau

pekerjaan pada sumberdaya. Contoh : penugasan pekerjaan pada me-sin, kontrak


pada pemberi penawaran, karyawan pada proyek, dan karyawan pemasaran pada
wilayah tertentu. Metode penugasan bertujuan meminimalkan biaya total atau
waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tugas yang ada.
Penjadwalan memberikan dasar untuk membebankan pekerjaan pada pusat
kerja. Pembebanan adalah sebuah teknik pengendalian kapasitas yang menyoroti
masalah pemberian beban terlalu berat dan ringan. Jenis aturan pengurutan yang

lain adalah rasio kritis.

Rasio kritis (CR) adalah sebuah angka indeks yang

dihitung dengan membagi waktu yang tersisa hingga batas waktu pengerjaan
dengan waktu pengerjaan yang tersisa. Keuntungan penjadwalan adalah
keunggulan kompetitif dengan pengiriman yang bisa di andalkan.

3.2

Saran
Sebagai suatu perusahaan harus mempunyai dan mengatur penjadwalan
jangka pendek agar tidak terjadi organisasi yang tidak baik.
1. Kita juga bisa menyampaikan saran atau kritikan kepada perusahaan
melalui kotak suara yang telah disediakan atau melalui media lain.
2. Dalam membuat suatu penjadwalan jangka pendek, perusahaan harus
mengatur dengan baik agar tidak terjadi kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA
http://wilakholada.blogspot.co.id/2013/10/makalah-penjadwalan-jangkapendek.html
http://ekayanahidayat.blogspot.co.id/2013/11/penjadwalan-jangka-pendek.html
http://www.bunghatta.ac.id/artikel/192/perencanaan-program-dan-penyusunanusulan-kegiatan.html
http://www.slideserve.com/tori/penjadwalan-jangka-pendek
https://prezi.com/vzrvlawzmjmo/penjadwalan-jangka-pendek/