Anda di halaman 1dari 14

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA.
1.Definisi
Posterior Cruciate Ligament (PCL) merupakan ligamen yang saling bersilangan dengan Anterior
Cruciate Ligament (ACL) yang menghubungkan dan memberikan ikatan antara tulang femur
dengan tulang tibia. Sama seperti Anterior Cruciate Ligament (ACL), Posterior Cruciate
Ligament (PCL) juga memungkinkan mengalami cedera.

Menurut statistik, 20% dari total keseluruhan cedera pada lutut, melibatkan ligamen ini. Menurut
data tahun 2010, ditemukan 463 kasus cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL). Dari total
cedera, sebagian besar penderitanya berkisar antara usia 18 - 44 tahun. Pengkajian awal
mengenai kisaran usia pederita kasus cedera ini, dikarenakan pada usia tersebut, orang masih
sangat aktif dalam aktivitas fisik maupun menggeluti salah satu cabang olahraga tertentu. Cedera
ini sering dipicu saat lutut mengalami benturan dari arah depan saat posisi lutut dalam keadaan
fleksi (menekuk). Contohnya, seperti saat lutut membentur dashboard pada beberapa kasus
kecelakaan di jalan raya. Kasus ini juga sering terjadi pada cabang olahraga fullbody
contact seperti American Football. Umumnya, penderita cedera ligamen ini mengalami
sensasi popping atau sensasi letusan pada lutut

Cedera Posterior Crucite Ligament (PCL) ditandai oleh beberapa symptoms, antara lain :
1.

Pembengkakan (pada kasus cedera menengah hingga parah).

2.

Nyeri pada lutut.

3.

Lutut terasa goyah (kehilangan kekuatan dan fungsi).

4.

Keterbatasan pada saat berjalan dan menopang berat badan.


2. Anatomi dan Fisiologi
secara anatomis knee joint dibentuk oleh tibia bagian proximal,femur bagian distal dan patella.
knee joint terdiri dari tiga bagian persendian, medial dan lateral antara condyle femur dan tibia
serta persendian intermediate antara patela dan femur. Femur distal terdiri dari medial condyle
dan lateral condyle, femoral trochlear groove dan intercondylar notcth. Ligamen tersebut
melewati anterior,medial dan distal sendi dari femur ke tibia. ligamen berputar atas diri
membentuk spiral sedikit luar (lateral), melewati bawah ligamentum transverse meniscal diujung
tibialisnya. beberapa fasikula mungkin menyatu dengan perlekatan anterior dengan meniskus
lateral. Ikatan tibialis lebih lebar dan lebih kuatdari perlekatan femoralis.
Ligamentum Intra Capsular

Ligamentum cruciata adalah dua ligamentum intra capsular yang sangat kuat, saling menyilang
didalam rongga sendi. Ligamentum ini terdiri dari dua bagian yaitu posterior dan anterior sesuai
dengan perlekatannya pada tibiae. Ligamentum ini penting karena merupakan pengikat utama
antara femur dan tibiae.

1. Anterior Cruciate Ligament


ACL istilah cruciate berasal dari kata crux yang artinya(menyilang) dan crucial (sangat
penting).Cruciate ligament saling bersilangan satu sama yang lain. menyerupai huruf X . ACL
adalahstabelizer untuk knee joint pada aktivitas pivot. ACL mula berkembang pada minggu ke
14 usia gestasi, berukuran sebesar jari kita dan panjangnya rata-rata 38mm dan lebar rata-rata
10mm, dan dapat menahan tekanan seberat 500 pon sekitar 226kg.

Ligamentum ini melekat pada area intercondylaris anterior tibiae dan berjalan kearah
atas, kebelakang dan lateral untuk melekat pada bagian posterior permukaan medial condylus
lateralis femoris.Ligamentum ini akan mengendur bila lutut ditekuk dan akan menegang bila
lutut diluruskan sempurna. Ini tidak hanya mencegah anterior translasi dari tibia pada femur
tetapi juga memungkinkan untuk helicoid biasa tindakan lutut, sehingga mencegah kemungkinan
untuk patologi meniscal. Ini terdiri dari dua bundel, sebuah bundel anteromedial, yang ketat di
fleksi, dan bundel posterolateral, yang lebih cembung dan ketat dalam ekstensi.
Suplai vaskuler ACL berasal dari arteri geniculate middle, sertadari difusi melalui sheath
sinovial nya . persarafan dari ACL terdiri dari mechanoreceptors berasal dari saraf tibialis dan
memberikan kontribusi untuk proprioseptifnya, serabut rasa nyeri dalam ACL yang hampir tidak
ada,ini menjelaskan mengapa ada rasa sakit yang minimal setelah rupture ACL akut sebelum
pengembangan hemarthrosis yang menyakitkan.
2. Posterior Cruciate Ligament
Ligamentum cruciatum posterior melekat pada area intercondylaris posterior dan berjalan
kearah atas , depan dan medial, untuk dilekatkan pada bagian anterior permukaan lateral
condylus medialis femoris. Serat-serat anterior akan mengendur bila lutut sedang ekstensi,
namun akanmenjadi tegang bila sendi lutut dalam keadaan fleksi. Serat-serat posterior akan
menjadi tegang dalam keadaan ekstensi. Ligamentum cruciatum posterior berfungsi untuk
mencegah femur ke anterior terhadap tibiae. Bila sendi lutut dalam keadaan fleksi , ligamentum
cruciatum posterior akan mencegah tibiae tertarik ke posterior.
Ligamentum Extracapsular
1.

Ligamentum Patellae

Melekat (diatas) pada tepi bawah patella dan pada bagian bawah melekat pada tuberositas tibiae.
Ligamentum patellae ini sebenarnyamerupakan lanjutan dari bagian pusat tendon bersama m.
quadriceps femoris. Dipisahkan dari membran synovial sendi oleh bantalan lemak intra patella
dan dipisahkan dari tibia oleh sebuah bursa yang kecil. Bursa intra patellaris superficialis
memisahkan ligamentum ini darikulit.
2.

Ligamentum Collaterale fibulare

Ligamentum ini menyerupai tali dan melekat di bagian atas pada condylus lateralis dan dibagian
bawah melekat pada capitulum fibulae.Ligamentum ini dipisahkan dari capsul sendi melalui
jaringan lemak dan tendon m. popliteus dan juga dipisahkan dari meniscus lateralis melalui bursa
m. popliteius.
3.

Ligamentum Collaterale Tibiae

Ligamentum ini berbentuk seperti pita pipih yang melebar dan melekat dibagian atas pada
condylus medialis femoris dan pada bagian bawah melekat pada margo infraglenoidalis tibiae.
Ligamentum ini menembus dinding capsul sendi dan sebagian melekat pada meniscus medialis.
Di bagian bawah pada margo infraglenoidalis, ligamentum ini menutupi tendon m.
semimembranosus dan a. inferior medialis genu.
4.

Ligamentum Popliteum Obliquum

Merupakan ligamentum yang kuat, terletak pada bagian posterior dari sendi lutut, letaknya
membentang secara oblique ke medial dan bawah sebagian dari ligamentum ini berjalan
menurun pada dinding capsul dan fascia m. popliteus dan sebagian lagi membelok ke atas
menutupi tendon m. semimembranosus.
5.

Ligamentum Transversum Genu

Ligamentum ini terletak membentang paling depan pada dua meniscus,terdiri dari jaringan
connective, kadang-kadang ligamentum ini tertinggal dalam perkembangannya, sehingga sering
tidak dijumpai pada sebagian orang.
Cartilago Semilunaris (Meniscus)
Cartilago semilunaris adalah lamella fibrocartilago berbentuk C,yang pada potongan
melintang berbentuk segitiga. Batas perifernya tebal dan cembung, melekat pada bursa. Batas
dalamnya cekung dan membentuk tepian bebas . Permukaan atasnya cekung dan berhubungan
langsung dengan condylus femoris.Fungsi meniscus ini adalah memperdalam fascies articularis
condylustibialis untuk menerima condylus femoris yang cekung.Cartilago Semilunaris Medialis
Bentuknya hampir semi sirkular dan bagian belakang jauh lebih lebar dari pada bagian depannya.
Cornu anterior melekat pada area intercondylaris anterior tibiae dan berhubungan dengan

cartilage semilunaris lateralis melalui beberapa serat yang disebut ligamentum transversum.
Cornu posterior melekat pada area intercondylaris posteriortibiae. Batas bagian perifernya
melekat pada simpai dan ligamentum collaterale sendi. Dan karena perlekatan inilah cartilago
semilunaris relative tetap.
Cartilago Semilunaris Lateralis
Bentuknya hampir sirkular dan melebar secara merata. Cornu anterior melekat pada area
intercondylaris anterior, tepat di depan eminentia intercondylaris. Cornu posterior melekat pada
area intercondylaris posterior, tepat di belakang eminentia intercondylaris. Seberkas jaringan
fibrosa biasanya keluar dari cornu posterior dan mengikuti ligamentum cruciatum posterior ke
condylus medialis femoris. Batas perifer cartilage dipisahkan dari ligamentum collaterale laterale
oleh tendon m. popliteus,sebagian kecil dari tendon melekat pada cartilago ini. Akibat susunan
yang demikian ini cartilago semilunaris lateralis kurang terfiksasi pada tempatnya bila di
bandingkan dengan cartilago semilunaris medialis.
Capsula Articularis
Capsula articularis terletak pada permukaan posterior dari tendon m. quadriceps femoris
dan didepan menutupi patella menuju permukan anterior dari femur diatas tubrositas sendi.
Kemudian capsula ini berlanjut sebagai loose membran yang dipisahkan oleh jaringan lemak
yang tebal dari ligamentum patellae dan dari bagian tengah dari retinacula patellae menuju
bagian atas tepi dari dua meniscus dan ke bawah melekat pada ligamentum cruciatum anterior.
Selanjutnya capsula articularis ini menutupi kedua ligamentun cruciatum pada sendi lutut
sebagai suatu lembaran dan melintasi tepi posterior ligamentum cruciatum posterior. Dari tepi
medial dan lateral dari fascies articularis membentuk dua tonjolan , lipatan synovial, plica alares
yang terkumpul pada bagian bawah. Kesemuanya hal ini membentuk suatu synovial villi
Plica synovialis patellaris, membentang pada bagian belakang yang mengarah pada
bidang sagital menuju cavum sendi dan melekat pada bagian paling bawah dari tepi fossa
intercondyloidea
membran.

femoris. Plica ini merupakan lipatan sagital yang lebar pada synovial

Lipatan ini membagi cavum sendi menjadi dua bagian , berhubungan dengan dua pasang
condylus femoris dan tibiae. Lipatan capsul sendi pada bagian samping berjalan dekat pinggir
tulang rawan.

Sehingga regio epicondylus tetap bebas. Kapsul sendi kemudian menutupi

permukaan cartilago, dan bagian permukaan anterior dari femur tidak ditutupi oleh cartilago.
Pada tibia capsul sendi ini melekat mengelilingi margo infraglenoidalis, sedikit bagian bawah
dari permukaan cartilago, selanjutnya berjalan kebawah tepi dari masing-masing meniscus.
Bursa Anterior
1. Bursa supra patellaris terletak di bawah m. quadriceps femoris dan berhubungan
erat dengan rongga sendi.
2. Bursa Prepatellaris terletak pada jaringan subcutan diantara kulit dan bagian
depan belahan bawah patella dan bagian atas ligamentum patellae
3. Bursa infrapatellaris superficialis terletak pada jaringan subcutan diantara kulit
dan bagian depan belahan bawah ligamentum patellae
4. Bursa Infapatellaris Profunda terletak di antara permukaan posteriordari
ligamentum patellae dan permukaan anterior tibiae. Bursa ini terpisah dari cavum
sendi melalui jaringan lemak dan hubungan antara keduanya ini jarang terjadi.
Bursa Posterior
1. Recessus Subpopliteus ditemukan sehubungan dengan tendon m. popliteus dan
berhubungan dengan rongga sendi.
2. Bursa M. Semimembranosus ditemukan

sehubungan

dengan insertiom.

semimembranosus dan sering berhubungan dengan rongga sendi


3. Empat bursa lainnya ditemukan sehubungan dengan;
a)tendon insertio m. biceps femoris.
b)tendon m. sartorius , m. gracilis dan m. semitendinosus sewaktu berjalan ke
insertionya pada tibia.
c)di bawah caput lateral origo m. Gastrocnemius.
d)di bawah caput medial origo m. Gastrocnemius

Persarafan Sendi Lutut

Persarafan pada sendi lutut adalah melalui cabang-cabang dari nervus yang mensarafi otot-otot di
sekitar sendi dan berfungsi untuk mengatur pergerakan pada sendi lutut. Sehingga sendi lutut
disarafi oleh ;
1.
2.
3.
4.

N. Femoralis
N. Obturatorius
N. Peroneus communis
N. Tibialis

Suplai Darah
Suplai darah pada sendi lutut berasal dari anastomose pembuluh darah disekitar sendi ini.
Dimana sendi lutut menerima darah dari descending genicular arteri femoralis, cabang-cabang
genicular arteri popliteal dan cabang descending arteri circumflexia femoralis dan cabang
ascending arteri tibialis anterior. Aliran vena pada sendi lutut mengikuti perjalanan arteri untuk
kemudian akan memasuki vena femoralis.
Sistem Limfe
System limfe pada sendi lutut terutama terdapat pada perbatasan fascia subcutaneous. Kemudian
selanjutnya akan bergabung dengan lymph node sub inguinal superficialis. Sebagian lagi aliran
limfe ini akan memasuki lymph node popliteal, dimana aliran limfe berjalan sepanjang vena
femoralis menuju deep inguinal lymph node.
Fisiologi
Dari ligamen lutut, cruciates adalah yang paling penting dalam menyediakan pengekangan pasif
untuk anterior = posterior gerakanlutut. Jika salah satu atau kedua cruciates terganggu,
biomekanik selama kegiatan jalan mungkin terganggu. Fungsi utama dari ACL adalah untuk
mencegah translasi anterior dari tibia, dalam ekstensi penuh,ACL menyerap 75%

muatan

anterior dan 85% antara 30 dan 90 fleksi. Selain itu, Fungsi lain ACL termasuk melawan rotasi
internal tibia dan varus /valgus angulasi dari tibia dengan adanya cedera ligamen kolateral,
hilangnya ACL menyebabkan penurunan magnitude pada coupled rotasi selama fleksi, dan lutut
yang tidak stabil. Kekuatan tarik ACL sekitar 2200N tetapi berubah dengan usia dan beban
berulang.

3. Etiologi

Diperkirakan bahwa 70&% persen dari cedera acl terjadi melalui mekanisme non kontak
sementara 30% persen adalah hasil dari kontak langsung dengan pemain lain atau object.
Mekanisme cedera sering dikaitkan dengan perlambatan diikuti dengan pemotongan, berputar
atau side stepping maneuver , pendaratan canggung atau out of control play
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa atlet wanita memiliki insiden yang lebih tinggi
cedera acl dari atlet laki-laki di olahraga tertentu, telah diusulkan bahwa ini adalah karena
perbedaan kondisi fisik, kekuatan otot, dan kontrol neuromuskular. Penyebab lain dari hipotesis
ini adalah perbedaan kelamin yang berkaitan dengan tingkat cedera acl yang termasuk
keselarasan pelvis dan ekstremitas bawah (kaki) , peningkatan kelemahan ligamen, dan efek
estrogen pada sifat ligamen.
Jatuh dari tangga atau hilang satu langkah di tangga adalahkemungkinan penyebab
lainnya. Seperti bagian tubuh lain, ACL menjadi lemah dengan usia. Jadi robekan terjadi lebih
mudah pada orang tua dari usia 40%.

4. Gejala Klinis
Pasien selalunya merasa atau mendengar bunyi pop di lutut pada saat cedera yang
sering terjadi saat mengganti arah, pemotongan,atau pendaratan dari melompat (biasanya
kombinasi hiperekstensi/poros). Ketidakstabilan mendadak di lutut. (Lutut terasa goyah.) Gal ini
bisa terjadi setelah lompatan atau perubahan arah atau setelah pukulan langsungke sisi lutut.
Nyeri di bagian luar dan belakang lutut.
Lutut bengkak dalam beberapa jam pertama dari cedera. Ini mungkin merupakan tanda
perdarahan dalam sendi. Pembengkakan yang terjadi tiba-tiba biasanya merupakan tanda cedera
lutut serius. Gerakan lutut terbatas karena pembengkakan dan atau rasa sakit.
Kebanyakan cedera pada ACL dapat didiagnosis melalui anamneae yang cermat
menekankan mekanisme kejadian cedera ditambah dengan pemeriksaan fisik yang sesuai.
Pastikan anamnesa mencakup mekanisme kejadian cedera sekarang dan kejadian sebelumnya
jika ada.

5. Klasifikasi PCL
Beberapa ahli mengelompokkan cedera Posterior Cruciate Ligament (PCL) ke dalam beberapa
kelompok berdasarkan kondisi ligamen sesaat setalah cedera terjadi, yaitu :
1.

Grade I : Cedera dimana ligamen hanya mengalami cedera sebagian. Biasanya


disebabkan karena tertarik dalam mengakomodasi gerakan.

2.

Grade II : Cedera dimana ligament mengalami tarikan berlebihan sehingga lutut


kehilangan stabilitas akibat ligamen kendor.

3.

Grade III : Cedera dimana ligament mengalami sobekan total sehingga lutut tidak stabil.

4.

Grade IV : Cedera dimana ligamen yang terlukan mengakibatkan cedera pada bagian lutut
lainnya, baik tulang, meniscus, ligamen, maupun otot.

5. Patofisiologi

ACL seperti semua ligament lain, terdiri dari tipe 1 kolagen.Ultrastruktur ligament adalah
sangat mirip dengan tendon, tetapi serat didalam ligament lebih bervariasi dan memiliki isi
elastin yang lebih tinggi. Ligamen menerima suplai darah dari lokasi insersinya. Vaskularisasi
dalam ligament adalah seragam, dan ligament masing-masing berisi mechanoreceptors dan ujung
saraf bebas yang diduga membantu dalam menstabilkan sendi. Avulsi ligamen pada umumnya
terjadi diantara lapisan fibrocartilage tidak bermineral dan yang bermineral. Rupture ACL yang
paling umum, adalah ruptur midsubstan. Jenis ruptur ini terjadi terutama sewaktu ligamentum
ditranseksi oleh kondilus femoral lateral yang berputar.
ACL menerima suplai darah kaya, terutama dari arteri geniculate medial, sewaktu ACL
pecah, haemarthrosis biasanya berkembang dengan cepat. Namun, meskipun intra-artikular
lokasinya, ACL sebenarnya di extrasynovial.
6. Diferensial Diagnosis
1. Dislokasi patellar
2. Ruptur meniscal perifer
3. Fraktur osteochondral.
7. Penatalaksanaan
Penanganan untuk ACL yang robek tergantung pada keperluan pasien. Contohnya atlet
yang muda akan terlibat dalam aktivitas olahraga dan perlu dioperasi supaya fungsi dapat
kembali. Bagi individu yang lebih tua, dengan aktivitas yang lebih sederhana biasanya tidak
perlu dioperasi dan kembali ke kehidupan yang sederhana.
Namun sering, setelah cedera 1-2 hari, pasien dapat jalan seperti biasa. Keadaan ini
bukan berarti ACL sudah sembuh. Pada

perkembangannya pasien akan merasakan bahwa

lututnya tidak stabil, gampang goyang dan sering timbul nyeri. Dengan cedera ACL pasien
akan sulit sekali untuk dapat melakukan aktifitas high impact sports, seperti main bola, futsal,
basket atau badminton. Sebagian besar cedera ACL memerlukan tindakkan operasi Arthroscopy
agar pasien dapat pulih seperti sedia kala. Standar operasi Arthroscopy ACL Reconstruction yang
dipakai adalah Arthroscopic ACL Double Bundle Reconstruction. Tehnik ini telah dilakukan
lebih dari 200 kali sejak tahun 2007. Tehnik operasi ini sangat populer di USA,Eropa dan
Jepang karena dengan tehnik ini, hasilnya sangat memuaskan pasien. Saat ini tehnik operasi ini

dipakai sebagai standard untuk operasi cedera ACL atlet-atlet papan atas kelas dunia, misalnya
Tiger Wood.
Setelah luka bedah disembuhkan oleh pasien maka akan menjadwalkan pertemuan
pertama mereka dengan seorang fisioterapis. Terapis fisik untuk mengembangkan rencana untuk
mengobati pasien. Tujuan utama awal untuk mengurangi pembengkakan dan bekerja untuk
mencegah pembentukan jaringan parut. Tujuan berikutnya adalah untuk menyediakan berbagai
gerak kembali, sekaligus memperkuat otot-otot yang mendukung sendi lutut. Dengan berbagai
peningkatan gerak dan kekuatan, terapis fisik rehabilitasi mereka akhirnya kegiatan dengan
panggung dan kontrol neuromuskular gerakan fungsional yang sesuai dengan kebutuhan seharihari pasien. Ini harus mengikuti jalannya akronim pada tahap awal pemulihan dari robek ACL.
Rekonstruksi berhasil ACL tergantung atas sejumlah faktor, termasuk teknik operasi,
rehabilitasi pasca bedah dan menghubungkan ketidakstabilan ligamen sekunder. Hari

ini,

rekonstruksi ACL biasanya dilakukan dengan arthroscopic bantuan. Ahli bedah memakai
korupsi, untuk mengganti sobek ACL. Graft mungkin dari tempat lain ekstremitas pasien
dipelopori (autograft), dipanen dari mayat (allograft) atau mungkin sintetis.
Prosedur ACL rekonstruksi biasanya tidak dilakukan sampai sedikit minggu setelah luka
sebagai studi sudah menunjukkan hasil yang diperbaiki kalau lutut sudah pulih dari jawaban luka
gawat adalah lutut mempunyai pemecahan bertambah, rasa sakit dan pasien sudah. Selama
prosedur,

pasien dibius umum atau tulang belakang=epidural. Arthroscopy membolehkan

penentuan luka yang dihubungkan, yang biasanya diobati di tempat sama (e.g., meniscal cabikan
atau chondral trauma). Bagian di lutut di mana PCL dan ACL terdapat, taktik, sering sempit dan
di kasus itu diperlebar (notchplasty) untuk memberi cangkokan akomodasi mendapat kembali
dekat gerakan dan kekuatan penuh.Lalu lewat kecil memisahkan aksesori torehan, terowongan
dibor lewat tulang kering (tulang kaki direndahkan) dan lewat tulang paha (tulang atas) di posisi
sama sebagai tempat pertalian ligamen asli. Graft diciptakan untuk bisa masuk di terowongan ini.
Graft dibereskan ke tulang paha dan tulang kering (sol bagian atas dan menurunkan tulang kaki)
oleh jenis alat. Pernah mendapatkan, korupsi diperiksa untuk ketegangan kulit.
Penyembuhan beristirahat selama - atau 4 hari yang pertama, usaha ditujukan di
minimizing bengkak dan mendirikan kembali quadriceps fungsi. Selama kali ini peninggian

lutut, kaki dan pergelangan kaki ditekankan. Perpindahan sering menambah darah mengalir
kembali dari ekstremitas (e.g. pompa pergelangan kaki) .Tongkat dibiasakan dengan arah jalanjalan menurut perintah dokter. Tekanan atas gaya berjalan biasa tanpa limping. Wear nyaman
shoes, Stay dalam tingkat nada aman anda gerakan sebagai ditujukan oleh dokter anda
International Knee Documentation Committee;
Level : loncatan, berputar, dan lompat tinggi
Level II : kerja berat, olahraga berat
Level III : perkerjaan keras, olahraga ringan
Level IV : aktivitas yang tak banyak bergerak dan tanpa olahraga
Pengobatan tanpa operasi mungkin dapat dipertimbangakan bagi pasien yang mengambil bagian
di aktivitas di level III dan IV. Atlet muda harus dipertimbangkan untuk operasi untuk mencegah
ketidakstabilan berulang.
Terapi Operasi
Pembentukan ligament kebanyakan ACL yang robek tidak boleh di jahit dan disambung semula.
Untuk membolehkan reparasi dari ACL untuk restorasi stabilitas lutut adalah rekonstruksi dari
ligament tersebut. Ligament tersebut akandi ganti dengan graft jaringan ligament. Graft tersebut
akan menjadi dasar untuk ligament yang baru untuk tumbuh.Graft tersebut diambil dari beberapa
sumber. Selalunya dari tendon patella, yang merupakan sambungan kneecap dan shinbone.
Tendon hamstring pada posterior pada juga sering digunakan. Kadang tendon kuadrisep yang
insersinya dari kneecap ke paha dapat digunakan. Graft dari kadever (allograft) juga dapat
digunakan. Penyembuhan semula mengambil masa sekurang-kurangnya 1bulan sebelum atlit
dapat berolahraga setelah operasi. Tindakan operasi untuk rekonstruktif ACL dapat digunakan
dengan artroscopi dengan insisi yang kecil. Operasi artroskopi kurang invasife. Kelebihan dari
artroskopi adalah kerana kurang invasife,kurang nyeri, masa rawat inap lebih pendek dan
penyembuhan lebih cepat. Selain rekonstruktif ACL adalah terapi yang dikombinasi untuk
kerusakan ligament, selalunya tidak dilakukan segera. Keterlambatan ini memberi waktu proses
inflamasi untuk berjalan, dan memberi kelonggaran bagi pergerakan untuk belaku sebelum

operasi. rekonstruktif ACL terlalu awal dapat meningkatkan resiko artofibrosis atau parut terjadi
pada sendi dan bisa meningkatkan resikokehilangan pergerakan
Terapi Tanpa Operasi
ACL yang robek tidak akan sembuh sendiri dan harus dioperasi. Namun terapi tanpa operasi
efektif kepada pasien yang sudah tua dengan aktivitas kehidupan yang sederhana. Jika stabilitas
pada lutut intak, indikasinya adalah tanpa operasi. Bracing. Alat ini dapat memproteksi lutut dari
ketidakstabilan. Selanjutnya bias diteruskan dengan pemakaian tongkat yang dapat mengurangi
beban pada kaki. Terapi Fisikal, apabila oedem berkurang, rehabilitasi akan bermula.Olahraga
yang spesifik dapat restorasi fungsi pada lutut dan menguatkan otot kaki yang memberi
sokongan padanya.Berikut lima langkah ini setiap hari seorang pasien untuk mengurangi nyeri
dan pembengkakan serta untuk lebih mempersiapkan proses penyembuhan mereka bersamasama. Sekitar satu atau dua minggu setelah operasi, pasien akanmulai fisioterapi. Terapis fisik
melakukan evaluasi awal yang terdiri dari isu-isu substantif, dan pemeriksaan fisual dan fisik
dari lutut yang sama. Dengan formasi ini, seorang fisioterapis, rehabilitasi khusus rinci
kebutuhan setiap pasien. Jadwal dan rehabilitasi Expectations As kerusakan yang perkiraan
tanggal pemulihan tergantung pada banyak faktor, termasuk usia pasien, besarnya kerugian,
keberhasilan dan tipe operasi, etos kerja selama rehabilitasi, seni terapis dan perhatian terhadap
detail, dan secara keseluruhan kesehatan dan kondisi pasien. Satu pasien, rata-rata, dari operasi
ACL tradisional, akan mulai jogging ringan sekitar empat bulan setelah operasi dengan kekuatan
dan mobilitas tidak sepenuhnya pulih sampai sekitar enam sampai sembilan bulan setelah
operasi. Kebanyakan dokter menyarankan pasien tidak kembali ke aktifitas fisik mereka lebih
agresif sampai penyembuhan tulang telah memenangkan setidaknya 90% kekuatan kaki suara.
Ada operasi yang lebih canggih yang atlet dapat di tanah dalam waktu sekitar enam bulan.
Pilihan ini adalah untuk atlet yang serius dan hanya seorang dokter harus dikonsultasikan
sebelum penelitian dari jenis cedera dapat alternative.

Rehabilitasi

Penggunaan olahraga closed-chain adalah untuk membantu pergerakan dari awal dan
untuk jangka waktu yang panjang. Protocol terapi dibagi empat menurut Shelbourne and
Nitz.
1. fase 1 : Titik sebelum operasi dan memenuhi ROM yang maksimal.
2. Fase II :( 0-2 minggu)target adalah mencapai ektensi penuh, control tendon kuadrisep
dan mengurangi bengkak dan target flexi hingga 90 derajat.
3. Fase III (3-5minggu) mempertahankan ektensi penuh dan meninggkatkan flexi ROM
yang maksimal. Menaik tangga dan sepeda bisa digunakan.
4. Fase IV ( 6 minggu) menambah kekuatan dan kelincahan, progresif sampai kembali
berolahraga.Kembali berolahraga tanpa aktivitas mungkin mengambil 6-9 bulan dan
sebaiknya di pantau oleh ahli bedah dan terapi fisik.
8. Komplikasi
Komplikasi/resiko graft kegagalan karena luka kambuh, risiko infeksi luka, operasi
menyebabkan radang sendi, otot melemah dan kekurangan daya gerakan (ROM). Jika
nyeri, bertambah, karena inflamasi, drainase atau pertambahan pendarahan di lutut.
Konsul spesialis jika timbul gejala tersebut.