Anda di halaman 1dari 6

Mechanical Engineering

wahyukurniawan.web.id

TEKNOLOGI PENGELASAN

Pada bagian ini akan dijelaskan proses pengelasan fusion termasuk gas
welding, arc welding, and high-energy beam welding. Juga akan dijelaskan keuntungan
dan kerugian dari setiap proses.

1.1 Overview
1.1.1 Proses Fusion Welding
Fusion welding adalah proses pengabungan yang menggunakan fusi dengan
logam sebagai dasar untuk membuat las. Tiga jenis utama dari proses pengelasan fusi
yaitu sebagai berikut:
a. Gas welding:
Oxyacetylene welding (OAW)
b. Arc welding:
Shielded metal arc welding (SMAW)
Gas–tungsten arc welding (GTAW)
Plasma arc welding (PAW)
Gas–metal arc welding (GMAW)
Flux-cored arc welding (FCAW)
Submerged arc welding (SAW)
Electroslag welding (ESW)
c. High-energy beam welding:
Electron beam welding (EBW)
Laser beam welding (LBW)

1.1.2 Proses Pengelasan dan Material


Tabel 1.1 merangkum proses pengelasan fusi yang direkomendasikan untuk
baja karbon, baja paduan rendah, baja tahan karat, besi cor, paduan nikel-dasar, dan
paduan aluminium. Sebagai salah satu contoh, GMAW dapat digunakan untuk semua
ketebalan dan semua material sementara GTAW sebagian besar untuk benda kerja
yang tipis. Sebagai contoh lain, setiap proses las busur yang memerlukan penggunaan
fluks, seperti SMAW, SAW, FCAW, dan ESW, tidak berlaku pada paduan
aluminium.

Teknologi Pengelasan 1
Mechanical Engineering
wahyukurniawan.web.id
Mechanical Engineering
wahyukurniawan.web.id

1.1.3 Jenis Joints dan Posisi Pengelasan


Gambar 1.4 menunjukkan desain dasar dalam pengelasan fusi: butt, lap, T-,
edge, dan corner joint. Gambar 1.5 memperlihatkan penampang melintang dari
beberapa variasi weld joint. Permukaan las disebut face, dua persimpangan antara
face dan permukaan benda kerja disebut toes, dan bagian pengelasan di luar
permukaan benda kerja disebut reinforcement. Gambar 1.6 dapat dilihat empat posisi
pengelasan.

Teknologi Pengelasan 3
Mechanical Engineering
wahyukurniawan.web.id

1.2 Oxyacetylene Welding (OAW)


1.2.1 Proses
Gas Welding adalah proses pengelasan yang mencairkan dan mengabungkan
logam dengan memanaskan logam pada nyala api yang disebabkan oleh reaksi antara
gas bahan bakar dan oksigen. Oxyacetylene Welding (OAW), yang ditunjukkan
dalam Gambar 1.7 adalah gas yang paling umum digunakan dalam proses las karena
temperatur nyala api yang tinggi. Fluks dapat digunakan untuk menghilangkan
oksigen dan membersihkan logam las, fluks mencair, membeku, dan membentuk
kulit terak pada logam las yang dihasilkan. Gambar 1.8 memperlihatkan tiga jenis api
yang digunakan dalam pengelasan oxyacetylene.
Mechanical Engineering
wahyukurniawan.web.id

1.2.2 Tiga Jenis Flames


a. Neutral Flame ini mengacu pada kasus di mana oksigen (O2) dan asetilena
(C2H2) dicampur dalam jumlah yang sama dan terbakar di ujung las. Sebuah
kerucut yang pendek (inner cone) merupakan karakter dari neutral flame.
(Gambar 1.8a). inner cone adalah daerah tempat pembakaran utama yang terjadi
melalui reaksi kimia antara O2 dan C2H2, seperti yang ditunjukkan pada Gambar
1.9. Panas reaksi ini sekitar dua pertiga dari total panas yang dihasilkan. Produk
dari pembakaran primer adalah CO dan H2, bereaksi dengan O2 dari udara
sekitarnya dan membentuk CO2 dan H2O. Ini adalah pembakaran sekunder, yang
menyumbang sekitar sepertiga dari total panas yang dihasilkan. Daerah mana
terjadi pembakaran sekunder disebut outer envlope. Outer envelope memberikan
perlindungan CO dan H2 untuk terjadi reaksi dengan O2 dari udara sekitar,
sehingga melindungi logam las dari oksidasi. Neutral flame digunakan untuk
sebagian besar logam.
Mechanical Engineering
wahyukurniawan.web.id

b. Reducing Flame. Ketika asetilena digunakan berlebihan, api yang dihasilkan


disebut reducing flame. Pembakaran asetilena adalah incomplete. Akibatnya,
asetilena berwarna kehijauan antara inner cone dan outer envelope, ciri nyala api
reducing flame ditunjukkan pada Gambar 1.8b. Nyala api ini diinginkan untuk
pengelasan paduan aluminium karena mudah mengoksidasi aluminium. Ini juga
baik untuk pengelasan baja karbon tinggi (juga disebut nyala api karburasi dalam
kasus ini) karena kelebihan oksigen dapat mengoksidasi karbon dan bentuk
porositas gas CO dalam logam las.
c. Oxidizing Flame. Ketika oksigen berlebih digunakan, api menjadi oxidizing
karena kehadiran oksigen yang tidak digunakan. Sebuah white inner cone
pendek merupakan karakterisasi dari api oksidasi (Gambar 1.8c). Nyala api ini
lebih disukai saat pengelasan kuningan.

1.2.3 Keuntungan dan Kerugian


Keuntungan utama dari proses las oxyacetylene adalah peralatan sederhana,
portabel, dan murah. Oleh karena itu, akan lebih mudah untuk pemeliharaan utama
dan perbaikan. Namun, karena power density terbatas, kecepatan pengelasan sangat
rendah dan total masukan panas per satuan panjang las cukup tinggi, sehingga yang
terkena zona panas akan mengalami dampak besar dan distorsi yang parah. Proses
pengelasan oxyacetylene tidak dianjurkan untuk pengelasan logam reaktif seperti
titanium dan zirkonium karena kekuatan perlindungannya terbatas.