Anda di halaman 1dari 21

JEMBATAN WHEATSTONE

(Laporan Praktikum Instrumentasi)

Oleh
Kelompok 7
1. Muhamad Wahyudi GP

1414072063

2. Nicolas

1414071065

3. Nopa Andika Putra

1414071067

4. Nur Azis Sigit P.

1414071069

JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Jembatan Wheatstone adalah suatu alat pengukur, alat ini dipergunakan untuk
memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang
nilainya relatif kecil sekali umpamanya saja suatu kebocoran dari kabel tanah/
kartsluiting dan sebagainya.Jembatan Wheatstone adalah alat untuk mengukur
hambatan listrik yang tidak diketahui besarnya. Jembatan Wheatsone merupakan
suatu susunan rangkaian listrik untuk mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui
harganya(bessarnya). kegunaan dari jembatan Wheatstone adalah untuk mengukur
nilai suatu hambatan dengan cara arus yang mengalir pada galvonometer sama
dengan nol (karena patensi ujung-ujungnya sangat besar) sehingga dapat dirumuskan
dengan perkalian silang.
Jembatan Wheatstone dipergunakan untuk memperoleh ketelitian dalam
melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang nilainya relative kecil sekali
umpamanya saja suatu kebocoran dari kabel tanah/ kortsluiting dan sebagainya.
Rangkaian ini dibentuk oleh empat buah tahanan (R) yag merupakan segiempat A-BC-D dalam hal mana rangkaian ini dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah
galvanometer nol (0). Kalau tahanan-tahanan itu diatur sedemikian rupa sehingga
galvanometer itu tidak akan mengadakan suatu hubungan antara keempat tahanan
tersebut.

Jembatan Wheatstone merupakan suatu susunan rangkaian listrik untuk


mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui harganya (besarannya). Kegunaan dari
Jembatan Wheatstone adalah untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus

yang mengalir pada galvanometer sama dengan nol (karena potensial ujungujungnya sama besar). Sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian silang. Cara
kerjanya adalah sirkuit listrik dalam empat tahanan dan sumber tegangan yang
dihubungkan melalui dua titik diagonal dan pada kedua diagonal yang lain dimana
galvanometer ditempalkan seperti yang diperlihatkan pada jembatan wheatstone.
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum Jembatan wheatstone ini adalah :
1. Mengetahui pengertian dasar rangkaian jembatan wheatstone
2. Dapat menghitung intensitas cahaya dengan perhitungan regresi menggunakan
Ms. Exel.
3. Mengetahui kegunaan rangkaian jembatan Wheatstone .

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Jembatan Wheatstone adalah alat yang paling umum digunakan untuk


pengukuran tahanan yang teliti dalam daerah 1 sampai 100.000 . Jembatan
Wheatstone terdiri dari tahanan R1, R2, R3, dimana tahanan tersebut merupakan
tahanan yang diketahui nilainya dengan teliti dan dapat diatur.Jika konduktor
pengalir arus ditempatkan dalam medan magnet dihasilkan gaya pada konduktor
yang cenderung menggerakkan konduktor itu dalam arah tegak lurus medan.
Prinsip ini digunakan dalam instrument pendeteksi arus. Instrument pendeteksi
arus yang peka disebut galvanometer. (Lister,1993).
Galvanometer merupakan instrument sangat peka dan dapat mengukur
arus yang sangat lemah. Galvanometer terdiri atas sebuah komponen kecil
berlilitan banyak yang ditempatkan dalam sebuah medan magnet begitu rupa
sehingga garis-garis medan akan menimbulkan kopel pada kumparan apabila
melalui kumparan ini ada arus. (Flink, 1985)
Di dalam teori pengukuran listrik yang dimaksudkan dengan pengukuran Galvano
yaitu suatu instrument yang dipergunakan untuk memperlihatkan arus yang
lemah. Untuk menyatakan dengan jelas kadang-kadang dipisahkan juga untuk
instrument-instrumen yang peka (sensitif), yang banyak dipakai di laboratorium
dan terutama sistem jembatan yang banyak kita jumpai. (Suryatmo, 1974).
Galvanometer adalah alat yang dipergunakan untuk deteksi dan
pengukuran arus. Kebanyakan alat itu kerjanya tergantung pada momen yang
dilakukan pada kumparan di dalam medan magnet. (Pratama, 2010).
Jembatan Wheatstone adalah alat ukur yang ditemukan oleh Samuel
Hunter Christie pada 1833 dan meningkat dan dipopulerkan oleh Sir Charles

Wheatstone pada tahun 1843. Dalam umumnya Jembatan Wheatstone


dipergunakan untuk memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran
terhadap suatu tahanan yang nilainya relative kecil sekali umpamanya saja suatu
kebocoran dari kabel tanah/ kortsluiting dan sebagainya. Rangkaian ini dibentuk
oleh empat buah tahanan (R) yag merupakan segiempat A-B-C-D dalam hal mana
rangkaian ini dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah galvanometer nol
(0). Kalau tahanan-tahanan itu diatur sedemikian rupa sehingga galvanometer itu
tidak akan mengadakan suatu hubungan antara keempat tahanan tersebut.
Aplikasi jembatan wheatstone yaitu salah satunya adalah dalam percobaan
mengukur regangan pada benda uji berupa beton atau baja. Dalam percobaan kita
gunakan strain gauge, yaitu semacam pita yang terdiri dari rangkaian listrik untuk
mengukur dilatasi benda uji berdasarkan perubahan hambatan penghantar di
dalam strain gauge. Strain gauge ini direkatkan kuat pada benda uji sehingga
deformasi pada benda uji akan sama dengan deformasi pada strain gauge. Seperti
kita ketahui, jika suatu material ditarik atau ditekan, maka terjadi perubahan
dimensi dari material tersebut sesuai dengan sifat2 elastisitas benda. Perubahan
dimensi pada penghantar akan menyebabkan perubahan hambatan listrik, ingat
persamaan R = .L/A. Perubahan hambatan ini sedemikian kecilnya, sehingga
untuk mendapatkan hasil eksaknya harus dimasukkan kedalam rangkaian
jembatan Wheatstone. Rangkaian listrik beserta jembatan Wheatstonenya sudah
ada di dalam strain gauge.
Jembatan Wheatstone banyak digunakan untuk percobaan
mengukur resistensi kecil dan karena itu ia digunakan dalam
aplikasi

seperti

pengukur

regangan

dan

termometer

perlawanan. Sebagian besar merupakan bagian dari rangkaian


pengukuran listrik, jembatan Wheatstone adalah bagian integral
dari alarm suhu rendah. Untuk misalnya, resistensi termistor
yang

diukur

dengan

menempatkan

thermistor

di

tempat

perlawanan tak dikenal dalam metode yang dijelaskan di


atas. Hambatan dari perubahan termistor karena suhu itu
terkena perubahan.Suhu dan ketahanan dari termistor adalah

berbanding terbalik satu sama lain. Ini berarti bahwa jika suhu
meningkat

termistor,

ketahanan

menurun. Perbedaan

suhu

antara kedua kaki tercermin melintasi jembatan yang alarm


terpasang. Perbedaan suhu akan mengaktifkan alarm.
Kelebihan Jembatan Wheatstone Dapat mengukur perubahan hambatan
yang sangat kecil pada penghantar.Contoh aplikasi : strain gauge, yang digunakan
untuk mengukur regangan material (baja atau beton) didasarkan pada perubahan
kecil penghantar yang berdeformasi akibat gaya eksperimen. Perubahan kecil
dimensi penampang dihitung dari peribahan hambatan pada rangkaian jembatan
wheatstone yang dihubungkan sensor ke alat pencatat data logger untuk setiap
transducer..
Kesalahan-kesalahan lain bisa mencakup sebagai berikut:
1.Sensitivitas detektor nol yang tidak cukup
2.Perubahan tahanan lengan-lengan jembatan karena efek pemanasan arus melalui
tahanan-tahanan tersebut. Efek pemanasan (I2R) dari arus-arus lengan jembatan
dapat mengubah tahanan yang diukur. Kenaikan temperatur bukan hanya
mempengaruhi tahanan selama pegukuran yang sebenarnya, tetapi arus yang
berlebihan dapat mengakibatkan perubahan yang permanen bagi nilai tahanan.
Hal ini tidak boleh terjadi, karena pengukuran-pengukuran selanjutnya akan
menjadi salah karena itu disipasi daya dalam lengan-lengan jembatan harus
dihitung sebelumnya sehingga arus dapat dibatasi pada nilai yang aman.
3. GGL termal dalam rangkaian jembatan atau rangkaian galvanometer dapat juga
mengakibatkan masalah sewaktu mengukur tahanan-tahanan rendah. Untuk
mencegah ggl termal, kadang-kadang galvanometer yang lebih sensitif dilengkapi
dengan sistem kumparan tembaga dari sistem suspensi tembaga yakni untuk
mencegah pemilikan logam-logam yang tidak sama yang saling kontak satu sama
lain dan untuk mencegah terjadinya ggl termal.
Kesalahan-kesalahan karena tahanan kawat sambung dan kontak-kontak
luar memegang peranan dalam pengukuran nilai-nilai tahanan yang sangat rendah.
Untuk menentukan apakah galvanometer mempunyai sensitivitas yang diperlukan

untuk mendeteksi kondisi setimbang atau tidak, arus galvanometer perlu


ditentukan. Galvanometer-galvanometer yang berbeda bukan hanya memerlukan
arus satu per satuan defleksi yang berbeda (sensivitas arus), tetapi juga dapat
mempunyai tahanan dalam yang berbeda. Adalah tidak mungkin mengatakan
tanpa menghitung sebelumnya, galvanometer mana yang akan membuat rangkaian
jembatan lebih sensitif terhadap suatu kondisi tidak setimbang. Sensitivitas ini
dapat ditentukan dengan memecahkan persoalan rangkaian jembatan pada
ketidaksetimbangan yang kecil. Pendekatan ini didekati dengan mengubah
jembatan Wheatstone menjadi rangkaian Thevenin.
Prinsup dari metode jambatan wheatstone adalah sebagai berikut:
1. Hubungan antara resitivitas dan hambatan, yang berarti setiap penghantar
memiliki besar hambatan tertentu. Dan juga menentukan hambatan sebagai
fungsi dari perubahan suhu
2. Hukum Ohm yang menjelaskan tentang hubungan antara hambatan,
tegangan dan arus listrik. Yang mana besar arus yang mengalir pada
galvanometer diakibatkan oleh adanya suatu hambatan.
3. Hukum Kirchoff 1 dan 2, yang mana sesuai dari hukum ini menjelaskan
jembatan dalam keadaan seimbang karena besar arus pada ke-2 ujung
galvanometer sama besar sehingga saling meniadakan

III.
IV.
V.

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Waktu dan Tempat

VI.

VII.

Praktikum mata kuliah instrumentasi dengan judul light


meter Jembatan wheatstone dilaksanakan pada hari
jumat tanggal 11 Maret 2016 pukul 09.00-10.00 WIB di
Laboratorium TEP D, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas
Pertanian, Universitas Lampung

VIII.

3.2 Alat dan Bahan

IX.
X.

Alat

dan

Bahan

Rangkaian

Light

Meter

Jembatan

Wheatstone adalah fotosel, dua buah resistor 47k,


resistor variabel 1M, Voltmeter dengan FSD 5V,dan
baterai 9 V.
3.3 Prosedur Percobaan

XI.

XII.
XIII.
1.
2.
3.
4.

Prosedur yang digunakan pada praktikum ini adalah

Di siapkan alat dan bahannya


Dilihat dan di pahami gambar rangkaiannya
Di rangkaikan sesuai dengan gambar
Setelah rangkaian jembatan wheatstone jadi ,mengatur

resistor variabel ke 4,5 V(menyamakan dengan X)


5. Apabila voltmeter menunjukan angka nol berarti telah
setimbang
6. Dikalibrasi dengan light meter caranya dengan menutup
dan membukannya secara bersamaan dan membukannya
dengan bertahap
7. Di catat angka angkanya baik pada light meter milik kita
dan pada ligth meter

8. Dihitung dengan rumus yang telah tersedia


XIV.

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

XV.
XVI.
4.1 Hasil
XVIII.
XIX. Hasil yang didapat dari percobaan praktikum yaitu:
XVII.

XX.

XXI. XXII. Light

Meter

XXIII. Light meter krisbow

jembatan wheatstone

XXIV. XXV.

0,03

XXVI. 0,70

1
XXVII.XXVIII.0,04

XXIX. 1,18

2
XXX. XXXI. 0,06

XXXII. 2,75

3
XXXIII.
XXXIV.0,08

XXXV. 2,92

4
XXXVI.
XXXVII.

XXXVIII. 3,37

5
XXXIX.
XL.

0,09

0,12

XLI.

3,75

6
XLII. XLIII. 0,17

XLIV. 3,79

7
XLV. XLVI. 0,24

XLVII. 3,89

8
XLVIII.XLIX. 0,26

L.

3,92

9
LI.

LII.

0,31

LIII.

3,94

LV.

0,34

LVI.

3,96

1
LIV.
1

LVII. LVIII. 0,42

LIX.

4,02

0,51

LXII.

4,06

LXIII. LXIV. 0,56

LXV.

4,07

1
LX.

LXI.

1
LXVI. LXVII. 0,65

LXVIII. 4,09

1
LXIX. LXX.

0,69

LXXI. 4,11

LXXII.LXXIII. 0,70

LXXIV. 4,19

1
LXXV.LXXVI.0,72

LXXVII.

4,27

1
LXXVIII.
LXXIX.0,75

LXXX. 4,35

1
LXXXI.LXXXII.
2

LXXXIV.

0,79

LXXXIII.

4,41

LXXXV.

Grafik

LXXXVI.

5
4.5
4
3.5
3

Light Meter
jembatan
wheatstone

2.5
2

Light meter krisbow

1.5
1
0.5
0
0

10

15

20

25

LXXXVII. Gambar rangkaian light meter jembatan wheatstone

LXXXVIII.
LXXXIX. 4.2 Pembahasan
XC.

XCI.

Pada praktikum ini dilakukan rangkaian yaitu Jembatan Wheatstone .


Akan dihasilkan jembatan Wheatstone dari 4 resistor. Dua buah
resistor 47 k membagi tegangan suplai menjadi separuhnya, maka
tegangan pada x adalah 4,5 V. Tegangan pada Y dapat diatur oleh
resistor variabel sedemikian rupa sehingga diperoleh tegangan yang
sama dengan 4,5 V.kemudian terlihat meter menunjukan angka nol,
dikatakan bahwa jembatan dalam keadaan setimbang. Jika diubah
tingkat penyinaran fotosel, pembacaan akan lebih besar atau kurang
dari 4,5V. walaupun jembatan ini menanggapi intensitas cahaya, tapi
tidak menghasilkan perubahan pada meter yang sebanding dengan
level cahaya.

XCII. galvanometer ditempalkan seperti yang diperlihatkan pada jembatan


wheatstone.
XCIII.
XCIV. Pada praktikum in diperoleh 20 hasil pada pembacaan light meter
jembatan wheatstone 0,03 pada light meter krisbow 0,70.dan pada
pembacaan light meter jembatan wheatstone 0,04 pada light meter
krisbow 1,18. pada pembacaan light meter jembatan wheatstone 0,06
pada light meter krisbow 2,75. pada pembacaan light meter jembatan
wheatstone 0,08 pada light meter krisbow 2,92. pada pembacaan light
meter jembatan wheatstone 0,09 pada light meter krisbow 3,37. pada
pembacaan light meter jembatan wheatstone 0,12 pada light meter
krisbow 3,75. pada pembacaan light meter jembatan wheatstone 0,17
pada light meter krisbow 3,79. pada pembacaan light meter jembatan
wheatstone 0,24 pada light meter krisbow 3,89. pada pembacaan light
meter jembatan wheatstone 0,26 pada light meter krisbow 3,92 pada
pembacaan light meter jembatan wheatstone 0,31 pada light meter
krisbow 3,94. pada pembacaan light meter jembatan wheatstone 0,34
pada light meter krisbow 3,96. pada pembacaan light meter jembatan
wheatstone 0,42 pada light meter krisbow 4,02. pada pembacaan light
meter jembatan wheatstone 0,51 pada light meter krisbow 4,06. pada
pembacaan light meter jembatan wheatstone 0,56 pada light meter

krisbow 4,07. pada pembacaan light meter jembatan wheatstone 0,65


pada light meter krisbow 4,09. pada pembacaan light meter jembatan
wheatstone 0,69 pada light meter krisbow 4,11.
XCV. pada pembacaan light meter jembatan wheatstone 0,70 pada light
meter krisbow 4,19. pada pembacaan light meter jembatan wheatstone
0,72 pada light meter krisbow 4,27. pada pembacaan light meter
jembatan wheatstone 0,79 pada light meter krisbow 4,41.
XCVI.
XCVII.
XCVIII.
XCIX.

C.

V. KESIMPULAN

CI.

CII.

Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diambil


kesimpulan sebagai berikut:

1. Jembatan Wheatstone adalah suatu alat pengukur, alat ini dipergunakan


untuk memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap
suatu tahanan yang nilainya relatif kecil
2. Dari hasil pengamatan Ligth Meter Jembatan Wheatstone
didapatkan rumus y=3,2217x+2,5085
3. Kegunaan dari Jembatan Wheatstone

adalah

untuk

mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang


mengalir

pada

voltmeter

sama

dengan

potensial ujung-ujungnya sama besar).


CIII.
CIV.
CV.
CVI.
CVII.
CVIII.
CIX.
CX.
CXI.
CXII.
CXIII.
CXIV.
CXV.
CXVI.
CXVII.
CXVIII.

nol

(karena

CXIX.
CXX.

DAFTAR PUSTAKA

CXXI.
CXXII.
CXXIII.

Flink, R.J dan O.G Brink. 1984. Dasar-dasar Ilmu Instrumen.

Jakarta
CXXIV.

Binacipta.

Lister, Eugene C. 1993. Mesin dan Rangkaian Listrik. Jakarta :

Erlangga.
CXXV.Mars. 2010. Jembatan Wheatstone. http://marausna.wordpress.com/.
CXXVI.

Pratama. 2010. http://deweypetra.ac.id.

CXXVII.
Suryatmo, F. 1986. Teknik Listrik Pengukuran. Jakarta : Bina aksara.
CXXVIII. Van der wol, G. 1985. Rangkaian Eletro Teknik. Jakarta : Erlangga.

CXXIX.
CXXX.
CXXXI.

CXXXII.
CXXXIII.
CXXXIV.
CXXXV.
CXXXVI.
CXXXVII.
CXXXVIII.

CXXXIX.

CXL.
CXLI.
CXLII.
CXLIII.
CXLIV.
CXLV.
CXLVI.
CXLVII.
CXLVIII.
CXLIX.