Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam perkembangan teknnologi yang semakin canggih samgat
membawa kemajuan yang semakin berarti dalam berbagai aspek terutama
bagi negara yang berkembang. Perkembangan didukung dengan perangkat
keras dan lunak yang semakin maju.
Salah satu teknologi yang berkembang begitu pesat adalah
pengolahan citra. Banyak pralatan elektro seperti scanner,kamera
digital,mckrosop digital. Perangakat lunak unruk mengolah foto atau untuk
sebagai keperluan lain.
Dengan demikian pengolahan citra sangat berperan penting di berbagai
aspek selain mempermudah penggunanya juga dapat meningkatkan kinerja
dalam tugas-tugas yang dikerjakan,khususnya dalam pengolahn citra
B. Tujuan
1. Memberikan pemahaman mengenai citra digital
2. Memberikan dampak positif dari manfaat citra digital
C. Manfaat

BAB II
LANDASAN TEORI

A. DASAR-DASAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL


A.1 Pengetian Citra Digital
Pada dasarnya defenisi atau pengertian citra telah banyak dikemukakan
para ahli atau pakar, antara lain :
1. Huddleston dalam (Buchari Alma,2008:55) memberikan defenisi atau
pengertian citra dengan mengatakan sebagai berikut : Image is a set beliefs
the personal associate with an image as acquired trogh experince. Artinya:
Citra adalah serangkaian kepercayaaan yang dihubungkan dengan sebuah
gambarnya yang dimiliki atau didapat dari pengalaman.
2. Bill Canton (S.Soemirat & Adrianto.E 2007:111) memberikan definisi atau
pengertian sebagai kesan,perusahaan;kesan yang dengan sengaja diciptakan
dari suatu obyek,orang atau organisasi
3. Richard F. Gerson (1994) dalam Buchari Alma (2008:54) memberikan definisi
atau pengertian citra tentang bagaimana konsumen, calon konsumen,dan
pesaing melihat anda,reputasi anda adalah apa ang orang katakan kepada pihak
lain.Anda memerlukan baik citra penampilan fisik dan juga citra bisnis
profesional sebagai reputasi positif,jika ada yang kurang bisnis anda bisa gagal.
A.2 Elemen Dasar Citra Digital
Elemen-elemen dasar citra digital anatara lain:
1. Kecerahan (brightness)
Kecerahan disebut juga sebagai intensitas cahaya. Kecerahan pada suatu
titik (pixel) di dalam suatu citra sebenarnya adalah intensitas rata-rata dari
suatu area yang melingkupinya
2. Kontras (contras)
Kontras menyatakan sebaran terang (lightness)
Dan gelap (darkness) dalam suatu citra.citra dengan kontras rendah
dicarikan oleh sebagaian besar gelap. Citra dengan kkontras yang baik,
komposisi gelap dan terangnya tersebar secara merata
3. Kontur (conntour)
Kontur adalah keadaan yang ditimbulkan oleh perubahan intensitas pada
pixel-oixel yang bertetangga. Karena adanya perubahan intensitas inilah,
maka tepi-tepi (edge) objek pada citra dapat dideteksi.
4. Warna (color)

Warna adalah persepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap
panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek.setiap warna
mempunyai panjamh gelombang () yang berbeda-beda.
5. Bentuk (shape)
Bentuk adalah properti intrinsik dari objek tiga dimensi.Bentuk merupakan
properti intrinsik utama untuk sistem visual manusia karena manusia lebih
sering menginterprestasikan suatu objek berdasarkan bentuknya daripada
elemen lainnya.
6. Textur (texture)
Texture dicirikan sebagai distribusi spasial dari derajat keabuan didalam
sekumpulan pixel-pixel yang bertetangga.sehungga, textur tidak dapat
didefenisikan untuk sebuah pixel. Textur merupakan karakteristik untuk
menganalisa permukaan berbagai jenis citra objek.
A.3 Pengertian Pengolahan Citra Digital
Pengolahan citra adalah sebuah proses pengolahan yang inputnya adalah
citra. Outputnya dapat berupa citra atau sekumpulan karakteristik atau
pramater yang berhubungan dengan citra, istilah pengolahan citra digital
secara umum didefenisikan sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan
komputer,dalam defenisi yang lebih luas,pengolahan citra digital juga
mencakup semua data dua dimensi,citra digital adalah barisan bilangan
nyata maupun kompleks ynag diwakili oleh bit-bit tertentu,Pengolahan citra
dapat dibagi kedalam 3 kategori yaitu:
1. Kategori rendah melibatkan operasi-operasi sederhana seperti pra
pengolahan citra untuk mengurangi derau,pengaturan kontras, dan
pengaturan ketajaman citra, Pengolahan kategori rendah ini memiliki input
dan output berupa citra.
2. Pengolahan kategori menengah melibatkan operasi-operasi seperti
segmentasi dan klasifikasi citra. Proses pengolahan citra menengah ini
melibatkan input berupa citra dan output berupa atribut (fitur) citra yag
dipisahkan dari citra input .Pengolahan citra kategori melibatkan proses
pengenalan dan deskripsi citra
3. Pengolahan kategori tinggi ini termasuk menjadikan objek objek yang
sudah dikenali menjadi lebih berguna,berkaitan dengan aplikasi, serta
melakukan fungsi-fungsikognitif yang diasosiasikan dengan vision.

A.4 Jenis-Jenis Pengolahan Citra Digital


1. Citra Biner (Monokrom)
Banyaknya warna : 2, yaitu hitam dan putih dibutuhkan 1 bit memori
unruk menyimpan kedua warna ini.
2. Citra Grayscale (sakala keabuan)
Banyaknya warna tergantung pada jumlah bit yang disediakan di memori
untuk menampung kebutuhan warna ini.
3. Citra warna (true color)
Setiap pixel pada citra warna mewakili warna yang merupakan kombinasi
dari tiga warna dasar (RGB = Red Green Blue). Setiap warna dasar
menggunakan penyimpanan 8 bit = 1 byte, yanag berarti setiap warna
mempunyai gradasi sebanyak 255 warna. Berarti setiap pikxel mempunyai
kombinasi warna sebanyak 28.28.28 = 21,952. Itulah sebabnya format ini
dinamakan true color karena mempunyai jumlah warna yang cukup besar
sehingga bisa dikatakan hampir mencakup semua warna di alam.
A.5 Operasi Pengolahan Citra Digital
Operasi pada citra digital pada dasarnya adalah memanipulasi elemenelemen matriks.Elemen matriks yang dimanipulasi dapat berupa elemen
tunggal(sebuah pixel). Sekumpulan elemen yang berdekatan atau
keseluruhan elemen matriks:
A.6 Pemanfaatan Pengolahan Citra Digital
Ada beberapa manfaat dalam pengolah citra antara lain:
1. Pengolahan citra digital dalam dunia komunikasi
Pengolahan citra dalam bidang ini digunakan untuk memperjelas forto
permukaan bumi yang dihasilkan dari satelit cuaca atau memperjelas foto
planet-planet yang dihasilkan satelit penyelidik. Foto-foto tersebut pada
umumnya hapir tidak dapat dilihat karena pada saat foto tersebut dikirim
kestasiun bu mimelalui gelombang terjadi banyak gangguan diperjalan.
Gangguan

ini

di

sebabkan

gelpmbanglain,misalnyagelombangradio,televidanlainlainyangbercampurandengandengangelombangdattersebut,sehingga
menyebabnya terjadinya noise atau gangguan

oleh

2. Pengolahan citra digital dalam dunia foto graphy


Dalm dunia foto graphy sebagai pengganti kamera filter. Filter kamera
digunakan untuk membuat film hitam putih, memberi efek berkabut, dan
memberi cahaya pada bagian tertentu pada foto.
3. Pengolahan citra digital dalam dunia kedokteran
Dalam dunia kedokteran digunakan untuk memperjelas foto hasil ex-ray
organ tubuh manusia, pengolahan hasil CT scan, dan lain-lain
4. Pengolahan Citra Digital dalam Dunia Flm
Dimanfaatkan untuk menghaluskan gambar, menjakmkan gambar,
memberikan efek terang dan gelap. Mwemberi kesan timbul dan memberi
efek mor phing
5. Pengolahan Citra Digital dalam keamanan data dan Proteksi hak Cipta
Sering kali data yang dikirim dari suatu tempat ketempat yang lain
merupakan data rahasia sehingga keamanannya perlu dijamin. Teknik
keamanan data dan proteksi hak cipta yang biasanya digunalan adalah
steganografi dan watermark
6. Pengenalan Citra digital dalam Pola
Pengolahan citra yang termasuk dlam bidang ini adalah pengenalan pola
huruf, pola wajah, pila sidik jari, pola iris mata dan lain sebagainya.
B.Konvolusi
B.1 Pengertian Konvolusi
Konvolusi adalah perkalian total dari dua buah fungsi f dan f yang
didefinisikan dengan:

Untuk fungsi f dan h yang berdimensi 2, maka konvolusi dua dimensi


didefinisikan dengan:

Konvolusi 2D inilah yang banyak digunakan pengolahan citra digital,


sayangnya rumus diatas sangat sulit diimplementasikan menggunakan
komputer, karena pada dasarnya komputer hanya bisa melakukan perhitungan
pada data yang diskrit sehingga tidak dapat digunakan untuk menghitung
intregral di atas
Konvolusi pada fungsi diskrit f(n,m) dan h(n,m) didefinisikan dengan:

Perhitungan
dengan:

konvolusi

semacam

ini

dapat

digambarkan

Bila ingin dihitung y = f * h, maka proses perhitungannya dapat dilakukan


dengan:

Filter pada citra pada bidang spasial dapat dilakukan dengan


menggunakan konvolusi dari citra (I) dan fungsi filternya (H), dan dituliskan
dengan:
I = H I
Dan dirumuskan dengan:

dimana: m,n adalah ukuran dari fungsi filter dalam matrik .


B.2 Simulasi Konvolusi

B.3 Jenis-jenis Konvolusi


1. Embossing
Embossing yaitu membuat citra seolah diukir pada permukaaan selembar
nikel. Koefisien jendela konvolusi memiliki bobot tengah bernilai 0 &
jumlah seluruh bobot = 0.
2. Blurring
Blurring (Pengaburan) yaitu filter spasial low-pass yang melenyapkan detil
halus dari suatu citra. Pengaburan dicapai melalui konvolusi dari seluruh
koefisien mask bernilai sama. Blurring ini perataan nilai pixel-pixel
tetangga, makin besar ukuran mask maka makin besar efek pengaburan
3. Sharpening
Sharpening (Penajaman) yaitu memperjelas detil suatu citra(menambah
kontras) dengan penjumlahan atas citra tepi dengan citra aslinya maka
bagian tepi objek akan terlihat berbeda dengan latarnya, sehingga citra
terkesan lebih tajam.
4. Edge Detection
Deteksi tepi yaitu proses menentukan lokasi titik-titik yang merupakan tepi
objek.

Demikianlah pembahasan tentang Proses Konvolusi untuk mengolah citra.


tag : konvolusi adalah , konvolusi citra digital , proses konvolusi , konvolusi
, konvolusi pengolahan citra , pengertian blurring , pengertian sharpening ,
konvolusi pada pengolahan citra , pengertia konvulsi , proses konvolusi citra
C. Restorasi
C.1 Pengertian Restorasi
Restorasi adalah tindakan untuk membawa ekosistem yang telah terdegradasi
kembali menjadi semirip mungkin dengan kondisi aslinya sedangkan tujuan
utama restorasi terumbu karang adalah untuk peningkatan kualitas
terumbu yang terdegradasi dalam hal struktur dan fungsi ekosistem.
C.2 Noise Salt Paper
Noise salt & pepper dapat dibangkitkan dengan cara membangkitkan bilangan 255
(warna putih) pada titik-titik yang secara probabilitas lebih kecil dari nilai
probabilitas noise, dan dirumuskan dengan: F(x,y)=255 jika p(x,y) < ProbNoise
Dimana: F(x,y) adalah nilai gray-scale pada titik (x,y) p(x,y) adalah probabilitas
acak

C.3 Noise Gaussian


Noise gaussian merupakan model noise yang mengikuti distribusi normal
standard dengan rata-rata nol dan standard deviasi 1. Efek dari gaussian noise ini,
pada gambar muncul titik-titik berwarna yang jumlahnya sama dengan prosentase
noise.Noise speckle merupakan model noise yang memberikan warna hitam pada
titik yang terkena noise. Sedangkan noise salt & pepper seperti halnyataburan
garam, akan memberikan warna putih pada titik yang terkena noise.
Pada beberapa pengolahan citra, terkadang untuk menguji suatu algoritma
untuk dapat mereduksi noise, maka noise dihasilkan dari proses pembangkitan
noise. Untuk membangkitkan noise digunakan suatu bilangan acak sebagai
pengganti noise yang
dihasilkan.

C.4 Filter median


Merupakan order-statistics filter yang paling banyak diketahui, yang mana
sesuai namanya, mengganti nilai pixel dengan median dari gray level dalam
neighbourhood dari pixel itu :

Nilai asli dari pixel diikutkan dalam komputasi median. Median filters
sangat popular karena, untuk tipe tipe tertentu random noise, dia memberikan
kemampuan noise-reduction yang sangat baik, dengan blurring yang amat lebih
sedikit daripada linear smoothing filter dari ukuran yang sama. Median filters
secara khusus efektif dalam keadaan bipolar dan unipolar impulse noise.
Median filter memberikan hasil yang sangat bagus untuk image yang dirusak
oleh tipe noise ini. Komputasi dari median dan implementasi dari filter ini
dibahas secara detail di Section.

C.5 Filter Rata-rata


Filter rata-rata merupakan filter H dalam bentuk matrik yang berukuran
mxn, dan nilainya adalah sama untuk setiap eleme, dan karena bersifat LPF
maka jumlah seluruh elemn adalah satu, dan dituliskan dengan:

D. Deteksi tepi
D.1 Pengertian Deteksi Tepi
D.2 Jenis-jenis Deteksi tepi

E. TRANSFORMASI CITRA
E.1 Transformasi Warna
E.2 Transformasi Geometri
E.3 Transformasi Fourter
BAB III :N Kumpulan Script Program Matlab
A. MATLAB pada pengolahan citra digital
MATLAB adalah sebuah bahasa dengan kemampuan tinggi untuk
komputasi
teknis. Ia menggabungkan komputasi, visualisasi, dan pemrograman
dalam satu kesatuan yang mudah digunakan di mana masalah dan

penyelesaiannya diekspresikan dalam notasi matematik yang sudah dikenal.


Pemakaian MATLAB meliputi :
Matematika dan komputasi
Pengembangan algoritma
Akuisisi data
Pemodelan, simulasi dan prototype
Grafik saintifik dan engineering
Perluasan pemakaian, seperti graphical user interface (GUI).

Matlab dapat dipadang sebagai sebuah kalkulator dengan fitur


yang lengkap. Kita pernah menggunakan kalkulator dengan
degan
fasilitas minimal, misalnya hanya terdapat fasilitas penambahan,
pengurangan perkalian dan pembagian. Kalkulator yang lebih
lengkap
lagi adalah kalkulator scientific dimana fasilitas yang diberikan
tidak
hanya yang disebutkan di atas, melainkan sudah ada fungsifungsi
trigonometri, bilangan kompleks, akar kuadrat dan logaritma.
Nah,
Matlab mirip dengan kalkulator tersebut, tetapi dengan fitur-fitur
yang
lengkap diantaranya dapat digunakan untuk memprogram,
aplikasi
berbasis GUI dan lengkap dengan toolbox yang dapat
dimanfaatkan
untuk memecahkan masalah sains dan teknik.
B. Laporan PraktikumBAB IV : PENUTUP..............................................
A. KESIMPULAN
B. Saran
B.1 Saran Untuk mata Kuliah
B.2 Saran Untuk kegiatan Perkuliahan
B.3 Saran untuk Dosen