Anda di halaman 1dari 13

PEKERJAAN CV.

PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

CV. PUTRA KHATULISTIWA


Pekerjaan : Pembangunan Jalan Rabat Beton dan Pavling
RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota
Pontianak.

1. PENDAHULUAN
Setelah mempelajari data-data kerangka acuan kerja pada Pekerjaan
tersebut di atas, bersama ini kamiajukan metode pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan scope pekerjaan yang ada.Karena pekerjaan ini adalah spesifik
pekerjaan gedung dengan ciri khas tersendiri yang muncul daridesain yang
ada, maka untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan BMW
(Biaya, Mutu,Waktu) diperlukan metode pelaksanaan yang baik, personil yang
berpengalaman dan bersertifikat keahlian sesuai bidang yang ditangani dan
peralatan kerja sesuai yang dibutuhkan untuk pelaksanaan dilapangan.
Disamping itu kualitas bangunan yang kita hasilkan bisa dipertanggung
jawabkan tanpamengurangi faktor Keselamatan Kerja.
A. Lokasi dan Kondisi Lapangan
Lokasi yang cukup luas sehingga sirkulasi bahan dan zona lapangan diatur
secara mudah,sehingga sangat menunjang pelaksanaan pekerjaan. Apabila
Lokasi Site tidak cukup luas, maka diperlukan sistem pangaturan,
penempatan bahan dan alat yang baik sehingga memudahkandalam
pelaksanaan pekerjaan.
B. Pengaturan Tenaga Kerja
Pengaturan tenaga kerja yang dibagi menjadi beberapa kelompok untuk
pekerjaan yang tertentudan secara simultan dilanjutkan dengan pengaturan
tenaga kerja untuk pekerjaan yang berikutnya,sehingga diharapkan
pekerjaan pada suatu lokasi dapat secara tuntas.
C. Standart Operasional Konstruksi
Standart ini dipake dalam proses keseluruhan konstruksi untuk mewujudkan
Target dan SasaranPekerjaan. Berikut disampaikan dalam bentuk flow chart.

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

D. Pembuatan Shop Drawing


Shop Drawing/Gambar kerja merupakan acuan dalam pelaksanaan pekerjaan
di lapangan. Proses persetujuan gambar kerja dituangkan dalam bentuk
Bagan Alur dibawah ini

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

E. Proses Persetujuan Material

II. PENGENDALIAN PROYEK


Tahapan pengendalian proyek merupakan tahapan penting dalam mencapai
tujuan proyek ditinjau dari segi pelaksanaan, biaya, kualitas. Pengendalian dalam
metode pelaksanaan disini hanya kita prioritaskan pada tiga hal sebagai berikut :
a. Pengendalian Waktu
b. Pengendalian Biaya
c. Pengendalian Mutu material maupun mutu hasil akhir pekerjaan.
a. Pengendalian Waktu
Pengendalian waktu pelaksanaan proyek dilakukan dengan mengadakan rapat
rapat periodik yang diselenggarakan setiap satu kali seminggu dan bertempat di
kantor proyek ( site office ). Untuk memudahkan kontrol pengendalian waktu
pelaksanaan proyek dilakukan penjadwalan waktu kerja (time schedule) yang
dibuat sesuai dengan urutan pelaksanaan pekerjaan. Penjadwalan kerja dilakukan
agar waktu pelaksanaan yang telah ditentukan dapat dimanfaatkan secara
optimal sehingga pekerjaan yang dilaksanakan dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Penjadwalan waktu kerja (Time Schedule) yang dibuat antara lain :
1. Master Schedule : Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang disusun
berdasarkan urutan pekerjaan dari saat proyek dimulai hingga proyek
selesai.Dengan Master Schedule dibuat kurva-S perencanaan dan kurva-S aktual.
2. Monthly Schedule : Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang disusun pada
minggu terakhir setiap bulan yang berisi rencana pelaksanaan berbagai bagian
pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk bulan berikutnya.

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

3. Weekly Schedule : Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang disusun untuk


dilaksanakan dalam waktu satu minggu.
4. Daily Schedule : Rencana kerja harian yang disusun dengan mengacu pada
weekly schedule.
Selain membuat Time Schedule pengendalian waktu pelaksanaan proyek
juga dilakukan dengan membuat Bar Chart dan Network Planning (NWP). Bar
Chart berisi kegiatan pelaksanaan pekerjaan dan waktu pelaksanaannya dalam
waktu satuan minggu yang dikemas dalam bentuk table. Sedangkan NWP dibuat
untuk menggambarkan jalur jalur yang menghubungkan satu kegiatan dengan
kegiatan lainnya dengan durasi dan waktu paling awal/akhir untuk
memulai/mengakhiri kegiatan tersebut. Dengan NWP dapat ditentukan kegiatan
kegiatan yang termasuk dalam lintasan kritis ( critical part ) yaitu kegiatan yang
jika mengalami keterlambatan dapat mempengaruhi kegiatan lain.
b. Pengedalian Biaya
Pengendalian biaya merupakan salah satu point perhatian tersendiri,
dimana disetiap tahapan pekerjaan akan mengeluarkan biaya untuk
melaksanakannya. Pengendalian biaya biasanya dilakukan dengan melalui
system pembayaran.
Dalam hal ini sebelum dilakukan pembayaran harus
dilakukan pengecekan dan perhitungan bersama dengan pihak owner, pengawas
(MK), dan Konsultan Perencana. Hasil dari perhitungan bersama yang disepakati
dituangkan dalam bentuk Progress prestasi pekerjaan yang dituangkan di setiap
akhir minggu, dan di berita acarakan. Pengendalian Biaya di dalam internal
pelaksana sangat penting terkait dengan tingkat prioritas, jumlah dan jenis
kebutuhan material yang sudah disepakati dalam forum rapat dan RKS yang ada.
c. Pengedalian Mutu
Pengendalian mutu bahan/material merupakan bentuk pengawasan
terhadap kesesuaian material dengan RKS yang direncanakan. Pengendalian
mutu bahan/material dilakukan oleh Quality Control atau Pelaksana sebelum
tahapan pekerjaan dimulai. Bahan yang akan digunakan harus diusulkan terlebih
dahulu dan mendapatkan persetujuan bersama konsultan pengawas, konsultan
perencana dan owner. Bahan/material yang sudah disetujui harus tersimpan dan
terdokumentasikan dengan benar, terawat dengan baik. Pengendalian disini
bersifat sebelum pelaksanaan pekerjaan. Pengendalian mutu bahan/material ini
dilakukan di setiap kedatangan material.
Tahap pengendalian mutu bahan/material selanjutnya dilanjutkan dengan
tahapan pelaksanaan pekerjaan. Tahapan atau proses di setiap pekerjaan harus
dilakukan dengan metode yang benar sesuai yang disyaratkan.
Di setiap
tahapan yang harus dilalui dilakukan pengawasan oleh pelaksana lapangan yang
mengerti teknis pekerjaan. Kesalahan pelaksanaan akan berakibat pada hasil
kualitas pekerjaan. Kualitas hasil pekerjaan harus dituangkan dalam bentuk
checklist. Pekerjaan-pekerjaan yang mutu akhirnya kurang sesuai standard harus
dilakukan perbaikan sampai mendapatkan hasil sesuai dengan standard yang

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

diinginkan. Inti dari tahapan ini adalah selalu dilakukan pengecekan terhadap
pemakaian material, proses tahapan pekerjaan dan pengecekan akhir pekerjaan.
Tahapan pekerjaan agar sesuai yang distandarkan sebelum pelaksanaannya
harus dijelaskan dalam bentuk metode pelaksanaan masing-masing pekerjaan.
Metode pelaksanaan pekerjaan ini harus juga mempertimbangkan factor
keselamatan pekerjaan dan lingkungan sekitarnya (termasuk orang yang
mungkin lalu lalang di sekitar pekerjaan). Rambu-rambu pengamanan harus
dibuat sejelas-jelasnya agar setiap orang dapat bersikap waspada dan hati-hati.
Sebagai gambaran, apabila dilakukan pekerjaan galian harus dilihat jenis
tanahnya. Dari jenis tanah ini dibuatlah kemiringan galian yang dimungkinkan. Di
sekitar keliling galian dibuatlah pengaman dan rambu-rambu peringatan. Ramburambu peringatan dapat berupa tulisan ataupun garis/tali batas aman.

III. RUANG LINGKUP PEKERJAAN


1) Data Umum Pekerjaan
Pekerjaan
: Pembangunan Jalan Rabat Beton dan Pavling RSUD
Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak
Lokasi
: Kota Pontianak
T. Anggaran
: 2016
2) A. Uraian Pekerjaan

PEKERJAAN PENDAHULUAN
Pengukuran & Pemasangan Patok
Gudang/Bangsal Kerja
Mobilisasi & Demobilisasi

II

PEKERJAAN TANAH
Galian Biasa (manual) T.40 Cm
Timbunan Bahu Jalan dengan Tanah Setempat
Timbunan Pasir untuk Badan Jalan T.10 Cm

III

PEKERJAAN RABAT BETON


Beton K350 ( Readymix) T.20 Cm
Baja Tulangan U24 Polos
Pondasi Cerucuk, Penyediaan dan Pemancangan

IV

Joint Sealant
PEKERJAAN KANSTEEN, KERB & PAVING

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

Galian Biasa (manual) T.10 Cm


Kansteen Beton
Tulangan
Bekisting
Beton K-175 (Readymix)
Plesteran Kansteen
Kerb Pracetak
Urugan Pasir T.20 Cm
Paving Stone + Pemasangan

PEKERJAAN MINOR
Pengecatan Kansteen & Kerb

IV. PROSEDUR PELAKSANAAN PEKERJAAN


Pekerjaan Persiapan merupakan bagian dari pelaksanaan yang harus
dilaksanakan sebelum pekerjaan proyek yang sebenarnya dikerjakan. Yang akan
diuraikan disini membahas isi kegiatan saja, sedangkan waktu pelaksanaannya
dapat dilihat kegiatan pada kurva S rencana kerja. Pekerjaan persiapan pada
pembangunan ini meliputi :
a. Pembersihan Lokasi
Pembersihan lokasi pekerjaan ini sebagai pekerjaan persiapan guna
mempersiapkan lokasi agar pekerjaan lanjutan nantinya berjalan lancar sesuai
rencana. Pembersihan Lokasi diperuntukkan agar pelaksanaan pekerjaan
nantinya tidak terganggu. Proses pelaksanaan pembersihan lokasi harus selalu
dikoordinasikan dengan Konsultan Pengawas maupun Owner termasuk
pembuangan hasil yang ada. Pembersihan lokasi juga harus dilakukan setelah
dilaksanakannya seluruh kegiatan pelaksanaan pekerjaan selesai sehingga lokasi
pekerjaan tampak bersih, sehingga hasil pekerjaan yang sudah dilaksanakan
dapat terlihat dan berfungsi seperti yang diinginkan
b. Pengukuran / Uitset Bouplank
Pekerjaan pengukuran dilakukan untuk mengetahui batas-batas lokasi,
ketinggian, penetapan dan penentuan ukuran yang tepat dari rencana
pembangunan sesuai dengan gambar rencana kerja. Pekerjaan ini
memegang peranan penting dalam penentuan letak penentuan elevasi
lantai bangunan serta level setiap ruang bangunan yang akan dikerjakan.
As-as bangunan diperlukan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan
yang didasarkan dari gambar rencana proyek. Penentuan titik-titik as
diawali dengan mendapatkan informasi mengenai Bench Mark (BM) atau
titik-titik yang telah diketahui elevasi koordinatnya. BM (Bench Mark) harus
mendapatkan persetujuan konsultan pengawas dan owner.

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

Setelah didapat peil bangunan dipasang bouwplank yang terbuat dari kayu
usuk serta papan, untuk menentukan tinggi acuan bangunan serta as-as
bangunan, bouwplank terbuat dari patok patok dan papan yang diberi
tanda/notasi dengan cat yang juga sebagai patokan/referensi untuk
mengukur kedalaman/ketinggian dan bentuk dari pasangan yang akan
dilaksanakan, sehingga dalam melaksanakan pekerjaan selanjutnya sudah
mendapatkan pedoman yang pasti sesuai dengan gambar, RKS dan
Aanvulli
c. Papan Nama Proyek
Papan Nama Proyek dibuat dengan maksud dan tujuan agar masyarakat
umum mengetahui informasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang sedang
dilaksanakan. Papan Nama proyek berisi Kegiatan Pekerjaan, Pekerjaan,
Lokasi, Sumber Dana, dan lain-lainnya disesuaikan dengan tulisan serta
ukuran sebagaimana yang tercantum dalam RKS, Aanvulling serta gambar.
d. Air Kerja
Air Kerja harus berasal dari sumur atau sumber air yang bersih untuk
pelaksanaan pekerjaan. Tidak boleh menggunakan air dari sungai maupun
selokan karena mengandung zat zat yang tidak sesuai dengan yang
dibutuhkan.
Di dalam pelaksanaanya dapat berkoordinasi dengan warga setempat
untuk menggunakan sumur yang ada.
Untuk pekerjaan Pengaspalan menggunakan air dari tangki yang diambil
dari sumber yang terdekat.
e. Sewa Direksi Keet
Setelah survey dan identifikasi lapangan kemudian dilanjutkan negoisasi
dengan warga setempat untuk menyewa bangunan bangunan selama
pekerjaan proyek berlangsung.
Bangunan-bangunan itu antara lain dipergunakan untuk kantor proyek
(direksi keet), bedeng pekerja, gudang material dan peralatan, genset bila
diperlukan, bengkel fabrikasi, dll. Kantor proyek terdiri dari kantor untuk
kontraktor, konsultan,dan ruang rapat. Kantor berfungsi sebagai Site Office
untuk mengurusi hal-hal yang langsung berhubungan dengan pelaksanaan
proyek. Pembuatan bedeng pekerja ditujukan untuk tempat penampungan
dan peristrahatan pekerja yang dilengkapi dengan sarana toilet dan tempat
ibadah. Bangunan gudang terdiri dari gudang peralatan dan penyimpanan
material yang tidak bisa disimpan di udara terbuka. Bangunan genset
ditujukan untuk tempat generator yang berfungsi sebagai sumber listrik
selama pelaksanaan proyek. Sedangkan untuk menampung berbagai
kegiatan perbengkelan dan fabrikasi dibuat bengkel yang letaknya tidak
jauh dengan gudang dan tempat penyimpanan material.
Penempatan/perletakan Posisi bangunan direksi keet, gudang, barak
pekerja dan penempatan genset harus disetting agar tidak mengganggu
jalannya pelaksanaan pekerjaan nantinya. Penempatan/perletakan posisi
semua tersebut diatas harus selalu dikoordinasikan dengan pihak pengawas

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

maupun owner. Sebagai gambaran penempatan direksi keet, gudang, barak


pekerja serta stocking material yang digunakan dapat kami gambarkan
pada bagian belakang metode pelaksanaan.
Setelah Direksi Keet, Gudang dan barak pekerja terbangun mulailah
didatangkan peralatanperalatan yang nantinya diperlukan. Pekerjaan
mendatangkan peralatan ini biasa disebut dengan mobilisasi peralatan.
Mobilisasi peralatan terkadang juga dilakukan sebelum Direksi Keet dan
Gudang terbangun. Peralatan yang dimobilisasi disini hanyalah peralatan
berat, seperti Exavator untuk pembersihanan lokasi dan Peralatan Pancang
berikut Pondasi Pancangnya. Peralatan-peralatan yang didatangkan ke
proyek yang akan dipakai Kontraktor pada proyek ini diajukan pada
Konsultan MK / Pengawas termasuk surat uji peralatan dan perizinan serta
kelaikan peralatan tersebut sesuai dengan fungsinya. Semua alat ukur yang
berkaitan dengan testing pada sistim harus disertai surat uji kelaikan
(TERA) dari informasi berwenang (termasuk kunci torque untuk baja). Untuk
alat berat operator yang didatangkan haruslah yang memiliki sertifikat atau
SIO (Surat Ijin Operasi). SIO dan Uji TERA guna memastikan bahwa
peralatan yang digunakan layak, telah tersertifikasi dan terkalibrasi.
1. Galian Biasa ( manual ) T 10 cm dan T 40 cm
Galian Biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak diklarifikasikan
sebagai galian batu, galian struktur, galian sumber bahan dan galian
perkerasan beraspal. Pekerjaan pada paket ini dilakukan untuk pekerjaan
perataan dan perapihan pada permukaan bahu jalan dan pekerjaan lainnya.
Adapun asumsi pekerjaan, bahan dan alat yang digunakan beserta metoda
pelaksanaannya adalah sebgai berikut :
1.
Asumsi pekerjaan secara manual. Faktor pengembangan bahan
adalah 1,20.
2.
Bahan yang digunakan : tidak ada bahan yang dipergunakan.
3.
Alat yang digunakan : penggalian menggunakan alat bantu biasa
berupa cangkul, singkup, belincong dan roda dorong dan untuk
pembuangan hasil galian menggunakan Dump Truck kap. 3-4 m3.
4.
Metoda pelaksanaannya sebagai berikut :

Sebelum melakukan pekerjaan pembongkaran harus dibuat


gambar request dan diserahkan kepada direksi untuk diketahui
dan disetujui

Tanah digali dengan menggunakan alat bantu biasa berupa


cangkul, singkup, belincong dan roda dorong.
2. Timbunan Bahu Jalan dengan Tanah Setempat
Timbunan Bahu Jalan yang dimaksud adalh dengan menggunakan
tanah bekas galian setempat. Dengan persyaratan ketebalan dan
karateristik yang telah disetujui oleh direksi lapangan.

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

Pekerjaan Urugan pilihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai


berikut :
1.

Pengangkutan Material

Pengangkutan Material Urugan pilihTimbunan an kelokasi


pekerjaan menggunakan dump truck. Pengecekan dan pencatatan volume
material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan
material disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
2.

Penghamparan Material

Penghamparan material dilakukan dengan manual dalam tahap


penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal berikut :
a. Kondisi cuaca yang memungkinkan
b. Panjang hamparan pada saat setiap section yang didapatkan sesuai
dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi
lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi, semua
tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan petunjuk
dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
c. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi
yang ditetapkan.
3.

Pemadatan Material

Pemadatan
dilakukan
dengan
menggunakan
alat
yang
disesuiakan dan disetujui oleh direksi lapangan , dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah.Pemadatan dilakukan berulang.

3. Timbunan Pasir untuk Badan Jalan


Pekerjaan Urugan pilihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai
berikut :
1.

Pengangkutan Material

Pengangkutan material dilaksanakan dengan menggunakan


dumptruck dari lokasi sumber material yang telah disetujui ke area
pekerjaan.
2.

Penghamparan Material

Penghamparan material dilakukan dengan manual


penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal berikut :
a. Kondisi cuaca yang memungkinkan

dalam tahap

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

b. Panjang hamparan pada saat setiap section yang didapatkan sesuai


dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi
lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi, semua
tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan petunjuk
dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
c. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi
yang ditetapkan.
3.

Pemadatan Material

Pemadatan
dilakukan
dengan
menggunakan
alat
yang
disesuiakan dan disetujui oleh direksi lapangan , dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah.Pemadatan dilakukan berulang.
4. Kansteen Beton
Pembuatan kansteen beton harus sesuai dengan gambar kerja dan
spesifikasi yang dipersyaratkan baik dari segi penulangan maupun
bekisting dan mutu dari beton kansteen nantinya.
5. Plesteran Kansteen
Kansteen yang telah dipasang harus di lapisi atau di plester dengan
ketebalan plesteran sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis
pekerjaan serta melalui persetujuan direksi lapangan. Campuran adukan
plesteran harus dibuat job mix formula dan diajukan sebelum pekerjaan
plesteran dimulai. Pekerjaan plesteran harus rapid an bersih dari kotoran.
6. Kerb Pracetak
Kerb pracetak dibuat dengan dimensi dan mutu beton sesuai yang
dipersyartkan oleh gambar kerja dan spesifikasi teknis pekerjaan. Tahapan
memulai pekerjaan ini harus dengan ijin direksi lapangan.
7. Urugan Pasir T = 20 cm
Urugan pasir dilakukan untuk stabilisasi dari pavling yang akan dipasang
nantinya. Urugan pasir dilakukan setelah lahan sudah siap. Metode
pemadatan urugan menggunakan alat bantu atau dengan disiram air
sesuai dengan persetujuan direksi lapangan.
8. Pavling Stone dan Pemasangan
Pemasangan pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan uruganpasir telah
selesai dilaksanakan dan telah mencapai level urugan yang dipersyaratkan.
Pemsangan pavling mengacu pada gambar kerja, sedangankan mutu
pavling harus sesuai dengan persyaratan.
9. Pekerjaan Pengecatan Kansteen dan Kerb

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

Bidang pengectaan kansteen dan kerb harus bersih dan bebas dari kotoran.
Pengecatan dilakukan setelah kasteen dan kerb selesai dipasang dan
diplester. Pekerjaan pengecatan mengunakan cat yang dipersyartakan.

10.
Beton K350 (Readymix) tebal = 20 cm.
Pekerjaan Beton K350 (Readymix) dilakukan setelah pekerjaan pembesian
telah selesai. Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
Dilakukan pembersihan lokasi / area pengecoran berupa sampah dan
material yang dapat mengganggu dan mempengaruhi mutu dari
beton.
Mengecek dan memperbaiki posisi penulangan yang salah.
Melakukan uji kubus dan test slump pada beton readymix yang akan
dimasukan kedalam area pengecoran dan membandingkan sesuai
syarat yang diterapkan dalam spesifikasi teknis dan disetujui oleh
Direksi lapangan.
Merapikan beton yang sudah dihamparkan sesuai dengan level yang
disyaratkan.
Menutup dan mengamankan beton yang masih basah dari faktur luar
yang dapat mempengaruhi kondisi beton.
Memasang rambu pada tepi area yang dilakukan pengecoran.

11.
Baja Tulangan U24 Polos.
Pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan lantai kerja beruap beton K125 telah
selesai
dilaksanakan
dan
telah
mencapai
umur
kekuatan
yang
disyaratkan.Tahapan Pekerjaan :

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]

a. Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request dan


diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
b. Baja tulangan dipotong dengan alat berbanding set dan dirangkai sesuai
gambar rencana.
c. Baja Tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga beton yang
menutupi bagian luar baja tidak terekspos langsung dengan udara atau
terhadap air tanah atau yang lainnya.

12.
13.

Pondasi Cerucuk, Pengadaan dan Pemancangan.


Pekerjaan Joint Sealent.

Demikianlah uraian secara garis besar yang dapat kami sampaikan sebagai
usulan tentang pekerjaan-pekerjaan yang terlingkup dalam paket ini. Metode
pelaksanaan yang lebih detail akan dibuat setelah kami ditunjuk sebagai
pelaksana pekerjaan ini, yang akan kami sajikan sebelum pelaksanaan di
lapangan. Tentu saja di dalam pelaksanaannya nanti dapat timbul ide-ide baru,
yang disesuaikan dengan dokumen dan gambar-gambar dalam tender.

Pontianak, 9 Mei 2016


CV. PUTRA KHATULISTIWA

HENDRY YUSRI
Direktur

PEKERJAAN CV. PUTRA KHATULISTIWA

[TYPE THE DOCUMENT TITLE]