Anda di halaman 1dari 4

CRITICAL APPRAISAL WITH GATE FRAME

AssociationbetweenEatingPatternsandObesityinaFreeliving
USAdultPopulation

Pembimbing :
Dr. Saryono, S.Kep, M.Kes
Disusun Oleh:
Aditya Priagung Prakosa
P2CC14074

PROGRAM PASCA SARJANA


PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2016

C. Identitas Jurnal
Yunsheng Ma, Elizabeth R. Bertone, Edward J. Stanek III, George W. Reed, James R.
Hebert, Nancy L. Cohen, Philip A. Merriam, and Ira S. Ockene, 2003, Association
between Eating Pattern and Obesity in a Free-living US Adult Population, Americn
Journal of Epidemiology: Vol. 158, No. 1

B. Abstrak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan, seperti frekuensi makan, distribusi
sementara dari pola makan tiap hari, tidak sarapan, dan frekuensi makan di luar rumah, bisa
mempengaruhi obesitas. Data dari Seasonal Variation of Blood Cholesterol Study (19941998) digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara pola makan dengan obesitas.
Pencatatan diet dan pengukuran berat badan selama 3 tahun dikumpulkan di lima titik
waktuselama periode 1 tahun dari 499 peserta. Data rata-rata untuk lima periode waktu, dan
analisis cross-sectional dilakukan. Odds rasio disesuaikan untuk faktor risiko obesitas
lainnya termasuk usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan asupan energi total. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa lebih banyak makan episode setiap hari dikaitkan dengan risiko yang
lebih rendah dari obesitas (rasio odds untuk empat atau lebih episode makan vs tiga atau
lebih sedikit = interval kepercayaan 0,55, 95%: 0,33, 0,91). Sebaliknya, melewatkan sarapan
memiliki kaitan yang besar dalam meningkatnya resiko obesitas (odds ratio = 4,5, interval
kepercayaan 95%: 1.57, 12.90), sama besarnya resiko dengan makan sarapan atau makan
malam jauh dari rumah. Penyelidikan lebih lanjut hubungan ini dalam studi prospektif
dibenarkan.

Pasien berusia 20-70 tahun yang berada di area


Worcester Country yang di telepon untuk
berpartisipasi di SEASONS

1254 sampel (bersedia wawancara tapi dengan


imbalan)

641 pasien (51%) yang berhasil menyelesaikan


kuisioner dasar dan dianggap sebagai sampel formal
dalam studi ini
Pola makan mempengaruhi obesitas
pada populasi masyarakat dewasa US

GATE

Resiko
obesitas

Pola
makan

Pengukuran dietary recalls dan


number body mass index
Analisis
statistik
499 men and
women were
available for
analysis

6931 total of
dietary recall

Interval kepercayaan 95% untuk risiko


Obesitas yang diproses menggunakan
analisis regresi

kuantitatif dengan
rancangan case
control.

Usia, RAS, etnik, gender, total energy intake, pola makan


periodik tidak menunjukkan adanya resiko obesitas. Pola makan
yang salah (skipping breakfast) menunjukkan ada resiko tinggi
terjadi obesitas

Tahun 1994-1998

Pada penelitian ini mendukung hipotesis bahwa ada hubungan pola


makan dengan resiko obesitas.
C. GATE Frame
1. Menggambarka desain penelitian dengan analisis GATE frame menggunakan singkatan
PECOT

a. Population: Pasien berusia 20-70 tahun yang berada di area Worcester Country yang
di telepon untuk berpartisipasi di SEASONS, 1254 orang (bersedia wawancara tapi
dengan imbalan), 641 pasien (51%) yang berhasil menyelesaikan kuisioner dasar dan
dianggap sebagai sampel formal dalam studi ini
b. Exposure: Pola makan masyarakat dewasa di US
c. Comparison: Resiko Obesitas
d. Outcome: Ada hubungan pola makan dengan resiko obesitas
e. Time: Data diambil dari data SEASONS pada tahun 1994-1998
2. Menilai derajat bias dengan menerapkan singkatan RAMBO
a. R untuk Recruitment
were Recruitment processes appropriate to study goals?
1) Study setting & eligibility criteria well described? Partisipan terdiri dari
masyarakat Worcester Country dengan usia 20-70 tahun. Eligible paricipants
dipilih melalui layanan telpon yang diambil dari data SEASONS.
2) Participants representative of eligibles? Partisipan yang terpilih representatif
dari populasi eligible karena memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
3) Prognostic/risk profile appropriate to study goals? Profil faktor prognosis
sesuai dengan tujuan penelitian.
b. A untuk Allocation
1) if by random allocation, was it done well, was it concealed? EG and CG
similar at baseline? Alokasi random dilakukan dengan baik melalui data
SEASONS
2) if by measurement, done well, same for EG dan CG, done before outcomes
occured and measured? Pemeriksaan partisipan dilakukan setelah didapatkan
kesepakatan partisipan.
c. M untuk Maintaned
a. were Participants Maintained as allocated? Alokasi peserta 499 partisipan
b. Participants &/or investigators blind to exposure (and comparison
exposure)?Partisipan mengetahui tindakan yang dilakukan peneliti
d. B untuk Blind, O untuk Objective
Were outcomes measured Blind or Objectively? Pengukuran outcome dilakukan
secara objektif. Dari perhitungan regresi diperoleh nilai significancy sebesar 95% CI:
1,57; 12,90 pada penilaian skipping breakfast membuat resiko obesitas lebih besar,
dan CI: 0,33; 0,91 pada penilaian pola makan berdasarkan rentan waktu membuat
resiko obesitas lebih kecil. Hal ini berarti ada hubungan pola makan dengan resiko
obesitas.