Anda di halaman 1dari 33

MODUL 3

Alat penukar energi antara fluida panas dengan


fluida dingin tanpa terjadi interaksi langsung
Tipe Heat Exchanger
Double pipe heat exchanger
Shell and tube heat exchanger
Plate & Frame heat exchanger

Ada beberapa alasan kenapa Shell and Tube HE


lebih umum digunakan;

Pressure range dan pressure drop dapat


ditentukan untuk setiap fluida
Konstruksi material untuk shell dan tube
dapat berbeda sesuai dengan kebutuhan
Luas Kontak dapat di perluas, untuk
meningkatkan Heat Transfer
Mudah dalam perawatan

Walas, Chemical Process Equipment

Neraca energi aliran panas dan dingin

Laju energi berpindah sepanjang dinding HE

One Shell Pass, two or more tube pass

Two Shell Pass, Four or multiple tube pass

Divided-flow Shell, Two or more even-tube pass

Split-flow Shell, Two tube pass

Persamaan yang digunakan untuk mencari


Overal heat Transfer Coeficient (U)

Definisikan laju energi antara fluida panas-dingin


(laju alir massa dan temperature)

Physical Properties: densitas, viscositas, thermal


conductivity

Tentukan tipe HE

Assumsikan nilai U

Hitunglah LMTD dan Ft

Hitung luas area yang diperlukan (A)

Putuskan tipe HE shell tube (number pass)

Tentukan panjang tube dan hitung jumlah tube

Hitunglah koefisien perpindahan panas inside, outside

Hitunglah overall heat transfer coefficient dan


bandingkan dengan tebakan awal, ulangi kalau beda jauh

Hitunglah hilang tekan

Optimisasi design untuk mencari luas area yang

terkecil

Suatu alat penukar panas tipe shell-tube


Aliran panas (tube)

Fluida

= N2

94 % ; O2 4 % dan CO2 2 %

Temperature (oC)

= In/Out 390/162.7

Pressure (kg/cm2G)

= 7.2

Pressure drop (kg/cm2)

= 0.2

Fouling Resistance (hr.m2.C/kcal)

Panjang Tube (mm)

= 8000

Jumlah Tube/Shell

= 1923

Diameter Tube, OD (mm)

Tube Pitch (mm)

= 0.0002

= 19.05
= 25.4

Aliran dingin (shell)

Fluida

= udara

Temperature (oC)

= In/Out 80/310

Pressure (kg/cm2)

= 8.8

Pressure drop (kg/cm2)

Fouling Resistance (hr.m2.C/kcal) = 0.0004

Diameter Shell (mm)

= 0.86
= 1346

Tipe Design Heat Exchanger

End Design Model merupakan standard perhitungan HE dengan


data seperti persamaan diatas tanpa perubahan phase selama
proses perhitungan

Weighted Design Model merupakan standard perhitungan HE bila


terjadi proses perubahan phase

Steady State Rating Model merupakan pengembangan dari End


Design Model pada kondisi tunak

Dynamic Rating Model diaplikasikan pada kondisi dynamic

Did You Know TEMA???????????

T = Tubular
E = Exchanger
M = Manufacturers
A = Association

Tipe ini diaplikasi dimana aliran pada bagian dibuat seri dengan
harapan temperatur aliran panas keluar dekat dengan
temperatur aliran dingin masuk
Tipe akan menghasilkan hilang tekan yang cukup besar dengan
perbandingan 8X dari tipe E 16

Tipe ini dikenal sebagai split flow dengan adanya longitudinal


baffle
Tipe ini dapat dipergunakan untuk perubahan phasa seperti
reboiler tetapi umumnya dipergunakan tanpa terjadi perubahan
phasa

Tipe ini dikenal sebagai divided flow dengan 2 nossel umpan


dengan 1 nossel keluaran
Tipe ini memiliki hilang tekanan yang rendah sekitar 1/8
dari tipe E sehingga tipe ini cocok diaplikasikan untuk prosesproses pada tekanan rendah seperti gas cooler dan
18kondensor

Tipe ini dikenal sebagai cross flow antara aliran di tube dan shell
tanpa adanya suatu baffel
Tipe ini memiliki hilang tekanan yang sangat kecil dan
umumnya dipergunakan untuk gas-gas dan kondensasi uap pada
tekanan rendah