Anda di halaman 1dari 2

DERIVATISASI

Derivatisasi merupakan proses kimiawi untuk mengubah suatu senyawa menjadi


senyawa lain yang mempunyai sifat-sifat yang sesuai untuk dilakukan analisis
menggunakan kromatografi gas (menjadi lebih mudah menguap). Alasan dilakukannya
derivatisasi:
Senyawa-senyawa tersebut tidak memungkinkan dilakukan analisis dengan GC
terkait dengan volatilitas dan stabilitasnya.
Untuk meningkatkan batas deteksi dan bentuk kromatogram. Beberapa
senyawa tidak menghasilkan bentuk kromatogram yang bagus (misal puncak
kromatogram saling tumpang tindih) atau sampel yang dituju tidak terdeteksi,
karenanya diperlukan derivatisasi sebelum dilakukan analisis dengan GC.

Meningkatkan volatilitas, misal senyawa gula. Tujuan utama derivatisasi adalah


untuk meningkatkan volatilitas senyawa-senyawa yang tidak mudah menguap
(non-volatil). Senyawa-senyawa dengan berat molekul rendah biasanya tidak
mudah menguap karena adanya gaya tarik-menarik inter molekuler antara
gugus-gusug polar karenanya jika gugus-gugus polar ini ditutup dengan cara
derivatisasi akan mampu meningkatkan volatilitas senyawa tersebut secara
dramatis.

Meningkatkan deteksi, misal untuk kolesterol dan senyawa-senyawa steroid.

Meningkatkan stabilitas. Beberapa senyawa volatil mengalami dekomposisi


parsial karena panas sehingga diperlukan derivatisasi untuk meningkatkan
stabilitasnya.

Meningkatkan batas deteksi pada penggunaan detektor tangkap elektron (ECD).

Inilah contoh derivatisasi yang digunakan untuk memperbaiki bentuk puncak


pseudoefedrin:

Caranya :
Sirup dekongestan dibasakan dengan amonia dan diekstraksi ke dalam etil asetat
sehingga akan menjamin bahwa semua komponen yang terekstraksi berada dalam
bentuk basa bebasnya daripada bentuk garamnya. Bentuk basa inilah yang
bertanggungjawab pada bagusnya bentuk puncak kromatografi. Garam-garam atau
basa-basa akan terurai karena adanya panas pada lubang suntik GC, sehingga dengan

adanya proses ini akan dapat menyebabkan terjadinya peruraian.


Jika ekstrak pada sirup dekongestan di lakukan kromatografi gas secara langsung maka
kromatogram yang dihasilkan seperti gambar dibawah. Basa bebas triprolidin dan
dekstrometorfan menunjukkan bentuk puncak yang bagus, akan tetapi pesudoefedrin
yang merupakan basa yang lebih kuat karena adanya gugus hidroksil dan gugus amin
memberikan bentuk puncak yang kurang bagus. Hal ini dapat diatasi dengan menutup
gugus polar (gugus hidroksi dan amin) pada pseudoefedrin dengan cara
mereaksikannya menggunakan trifluoroasetat anhidrida (TFA). Perlakuan dengan TFA
ini tidak menghasilkan senyawa derivatif terhadap senyawa-senyawa basa tersier
dalam ekstrak (sirup dekongestan) ini. Reagen TFA ini sangat bermanfaat karena
reagen ini sangat reaktif dan bertitik didih rendah (400C) sehingga kelebihan reagen
TFA ini mudah dihilangkan dengan cara evaporasi sebelum dilakukan kromatografi gas.
Ini kromatogram sebelum dilakukan derivatisasi......

Yang ini kromatogram sesudah derivatisasi......

Pustaka:

1. Kenkel, J., 2002, Analytical Chemistry for Technicians, 3th. Edition., CRC Press, U.S.A.
2. Grob, R.L., 1995, Modern Practice of Gas Chromatography, 3th Ed., Jhon Wiley and Sons, New
York.