Anda di halaman 1dari 8

TUGAS MAKALAH

Peta Kontur Wilayah Perjalanan


Mata Kuliah Analisis Kinerja Angkutan Umum

Dosen : Widorisnomo,MT

Oleh
Abdul Maruf Saputra
14.01.001

D IV TRANSPORTASI DARAT

SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT


BEKASI 2016

A. Latar Belakang
Penggunaan angkutan umum sebagai sarana transportasi saat ini dirasakan
kurang menarik dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Padahal diketahui
penggunaan kendaraan pribadi juga hampir tidak rasionil, karena kendaraan pribadi
membutuhkan ruang jalan yang lebih boros. Sehingga peningkatan penggunaan
kendaraan pribadi dapat memperburuk kondisi sebuah kota. ini dapat dilihat pada
kepadatan lalulintas saat jam sibuk mambuat perjalanan menjadi tidak nyaman,
rawan kecelakaan, peningkatan polusi udara, bising, macet, parkir yang sulit dan
sebagainya.
Salah satu faktor ketidaktertarikan terhadap penggunaan angkutan umum sebagai
moda transportasi adalah dari segi aksesibilitas (kemudahan) dalam menggunakan
angkutan umum, seperti kemudahan dalam mencapai rute angkutan umum dengan
berjalan kaki baik dari awal dan akhir dari suatu perjalanan, kemudahan
mendapatkan angkutan umum serta kemudahan perjalanan selama berada di atas bis
kota hingga mencapai tempat tujuan.
Kemudahan untuk mencapai tempat tujuan dalam hal ini disebut aksesibilitas.
Indikator yang digunakan untuk menilai aksesibilitas adalah waktu perjalanan.
Dalam menentukan waktu perjalanan (Wp) ada beberapa aspek yang di
perhitungkan, yaitu waktu berjalan kaki (Wj), waktu tunggu (Wt), waktu di dalam
angkutan itu sendiri (Wk).
Sehingga waktu perjalanan dirumuskan sebagai berikut :
Wp = Wk + Wt + Wb (2.1)
B. Waktu Perjalanan
a. Waktu Berjalan Kaki
Waktu berjalan kaki (Wk) dapat diperoleh dari membagi jarak berjalan (Sk)
dengan kecepatan berjalan kaki (Vk) yang diasumsikan sebesar =71.76 m/menit
(Nursyamsu,1998). Sehingga waktu berjalan kaki dapat dirumuskan seperti berikut :
Wj =

Sk
V
k

Tingkat pelayanan untuk berjalan kaki yang digunakan diberikan oleh Alter
(1976) disajikan pada tabel II.1 berikut :
Tabel II.1 Tingkat pelayanan untuk berjalan kaki
Tingkat Pelayanan
A
B
C
D
E
F

Waktu Berjalan Kaki

Jarak Berjalan Kaki

(menit)
< 2
2.0 - 4.0
4.0 - 7.5
7.5 - 12
12.0 - 20
> 20

(meter)
0 - 100
101 200
201 400
401 600
601 1000
> 1000

Sumber : Alter (1976)

Bank Dunia juga memberikan suatu standar yakni jarak berjalan kaki menuju
tempat henti angkutan umum untuk daerah yang padat 300 - 500 meter.
b. Waktu Tunggu
Untuk memudahkan menentukan waktu tunggu penumpang (Wt) digunakan
rumus yang disarankan oleh departemen perhubungan darat seperti berikut :
Wt = Headway
Standar pelayanan yang digunakan berdasarkan pada Bank Dunia, yakni ratarata waktu menunggu yang memadai 5 sampai 10 menit dan waktu tunggu maksimal
10 sampai 20 menit.
c. Waktu on bus
Waktu on bus (Wb) didapat dari perbandingan jarak tempuh (Sb) dengan
kecepatan rata-rata bis kota (Vb) atau seperti rumus berikut :
Wb =

Sb
V
b

C. Cara Perhitungan
Langkah-langkah untuk menghitung total waktu perjalanan yaitu :
1. Membuat peta jaringan angkutan umum dan selanjutnya membuat kisi-kisi di
atas peta tersebut dengan ukuran 500x500 meter. Kemudian bagian atas masingmasing grid diberi huruf dan di sebelah kiri grid diberi kode angka.
2. Untuk menghitung waktu jalan kaki ke rute angkutan umum diambil jarak terdekat
pusat kisi ke rute bis kota, dengan mengasumsikan bahwa kecepatan berjalan kaki
71.76 m/menit. Maka waktu berjalan kaki dapat dihitung dengan persamaan (2.2).
Kemudian dibuat matrik berjalan kaki.

3. Jika frekuensi pada suatu rute dapat diketahui maka waktu menunggu rata-rata
bis kota adalah setengah dari headway. Kemudian dibuatkan dalam bentuk matrik waktu
menunggu angkutan umum.
4. Menghitung waktu perjalanan di atas dari pusat kota dengan persamaan (2.3)
kemudian dari data yang ada dibuatkan matrik waktu dalam kendaraan dengan
bis kota.
5. Total waktu perjalanan dengan angkutan umum merupakan jumlah dari waktu
berjalan kaki, waktu tunggu dan waktu on bus yang dibuatkan dalam bentuk
matrik.
6. Kriteria aksesibilitas, Karena belum adanya suatu standar total waktu perjalanan
untuk menilai kondisi aksesibilitas, maka dikembangkan suatu standar yang
cukup relevan. Cara yang relatif sederhana untuk melaksanakan hal tersebut
adalah dengan menggunakan data total waktu perjalanan tiap kisi dalam wilayah
studi guna menghitung total waktu perjalanan rata-rata. Nilai rata-rata ini
kemudian digunakan sebagai standar atau disebut angka standar aksesibilitas.
Sehingga kisi-kisi yang mempunyai total waktu perjalanan melebihi dari nilai
standar tersebut dikatakan memiliki aksesibilitas yang rendah terhadap pusat
kota, dan demikian pula sebaliknya. Faktor penyebab dari rendahnya aksesibilitas
ditetapkan apabila mencapai separuh dari total waktu perjalanan.
D. Contoh Perhitungan
a. Waktu Berjalan Kaki
1. Menuju Pusat Kota
Waktu untuk berjalan kaki menuju ke pusat kota dalam daerah studi
berkisar antara 0.3 hingga 24.4 menit atau menempuh jarak berkisar antara 22
hingga 1750 meter. Tingkat pelayanan untuk berjalan kaki dari jaringan rute
angkutan umum yang ada berdasarkan pada Alter (1976), berada dari tingkat
pelayanan A (sangat baik) sampai dengan F (buruk sekali).Persentase tingkat
pelayanan dalam daerah studi dapat dilihat pada tabel IV.1.

Tabel IV.1 Prosentase tingkat pelayanan waktu berjalan kaki menuju pusat kota
Tingkat pelayanan
A (sangat baik)

Jumlah kisi
7

Persentase
5.1%

B (baik)

3.6%

C (cukup)

42

30.7%

D (kurang)

46

33.6%

E (buruk)
F (buruk sekali)

32
5

23.4%
3.6%

2. Meninggalkan Pusat Kota


Waktu untuk berjalan kaki meninggalkan pusat kota dalam daerah studi
berkisar antara 0.3 hingga 19.5 menit atau menempuh jarak berkisar antara 22
hingga 1400 meter. Tingkat pelayanan untuk berjalan kaki dari jaringan rute yang
ada berdasarkan pada Alter (1976) berada dari tingkat pelayanan A (sangat baik)
sampai dengan E (buruk). Persentase tingkat pelayanannya dapat dilihat pada
tabel IV.2.
Tabel IV.2 Prosentase tingkat pelayanan waktu berjalan kaki meninggalkan pusat kota.
Tingkat pelayanan
A (sangat baik)
B (baik)

Jumlah kisi
19
13
38

Persentase
13.9%
9.5%
27.7%

C (cukup)
50
D (kurang)
E (buruk)

36.5%
17

12.4%

b. Waktu Tunggu
Berdasarkan pada Bank Dunia, waktu tunggu bis kota sangat memadai yaitu:
1. Pagi menuju pusat kota berkisar antara 0.32 hingga 3.35 menit.
2. Siang menuju pusat kota berkisar antara 0.37 hingga 5.74 menit.
3. Pagi meninggalkan pusat kota berkisar antara 0.32 hingga 3.35 menit.
4. Siang meninggalkan pusat kota berkisar antara 0.37 hingg 5.74 menit.
Waktu tunggu yang pendek ini disebabkan oleh:
1. Ada kisi/daerah yang dilalui lebih satu rute bis dalam menuju pusat kota.
2. Jumlah armada bis yang melayani suatu rute tertentu sudah melebihi
kebutuhan.

3. Keadaan

sesama bis kota yang saling mendahului untuk menperoleh

kesempatan mendapatkan penumpang akan membuat headway berdekatan.


c. Waktu on bus
Berdasarkan dari perhitungan waktu on bus dalam daerah studi, yaitu:
1. Pagi menuju pusat kota berkisar antara 1.2 hingga 39.5 menit.
2. Siang menuju pusat kota berkisar antara 1.9 hingga 44.5 menit.
3. Pagi meninggalkan pusat kota berkisar antara 1.4 hingga 42 menit.
4. Siang meninggalkan pusat kota berkisar antara 1.4 hingga 49.3 menit.
Kisi yang mempunyai waktu on bus yang lama disebabkan oleh rute bis
kota yang panjang, kecepatan lalulintas pada ruas jalan rendah, umur bis kota.
d. Waktu Perjalanan
1. Pagi Menuju Pusat Kota
Nilai standar aksesibilitas untuk pagi menuju pusat kota adalah 22.5
menit. Sehingga dari matrik total waktu perjalanan dapat diketahui kisi-kisi
yang mempunyai aksesibilitas yang rendah dari pusat kota dan faktor
penyebabnya.

KISI

KELURAHAN

WAKTU ON BUS

WAKTU

BERJALAN

KAKI

WAKTU TUNGGU

TOTAL

WAKTU

PERJALANAN

menit

menit

menit

menit

H8

BENER

35

71.72

12.9

26.43

0.98

2.01

48.8

H9
I8
I9
J9
M17
M18
N17
O8
O16
O17
P8
P17
Q19
R15
R16
R19
S15
S18
S19
T19

TEGALREJO
BENER
TEGALREJO
BUMIJO
BRONTOKUSUMAN
BRONTOKUSUMAN
SOROSUTAN
KLITREN
PANDEAN
SOROSUTAN
KLITREN
GIWANGAN
GIWANGAN
REJOWINANGUN
REJOWINANGUN
PRENGGAN
REJOWINANGUN
PRENGGAN
PRENGGAN
PURBAYAN

35.3
36.5
36.9
38.4
20.5
19.1
18.5
19.8
19.7
19.8
21.7
16
35.3
23.1
24.1
36.6
22.1
39.5
38.2
38.3

76.24
70.60
79.87
80.33
76.49
75.20
62.50
57.39
66.11
66.22
62.72
55.56
64.07
63.81
66.03
67.40
63.32
68.94
63.56
57.16

10.1
14.3
8.40
8.40
5.60
5.60
8.70
12.5
7.70
7.70
10.8
11.1
16.7
9.7
9
14.6
9.4
14.6
20.2
24.4

21.81
27.66
18.18
17.57
20.90
22.05
29.39
36.23
25.84
25.75
31.21
38.54
30.31
26.80
24.66
26.89
26.93
25.48
33.61
36.42

0.98
0.98
0.98
1.14
0.78
0.78
2.48
2.11
2.48
2.48
2.11
1.73
3.1
3.35
3.35
3.1
3.35
3.1
3.1
3.1

2.12
1.90
2.12
2.38
2.91
3.07
8.38
6.12
8.32
8.29
6.10
6.01
5.63
9.25
9.18
5.71
9.60
5.41
5.16
4.63

46.3
51.7
46.2
47.8
26.8
25.4
29.6
34.5
29.8
29.9
34.6
28.8
55.1
36.2
36.5
54.3
34.9
57.3
60.1
67

2. Siang Menuju Pusat Kota


Nilai standar aksesibilitas untuk siang menuju pusat kota dalah 24.5
menit. Sehingga dari matrik total waktu perjalanandapat diketahui kisi-kisi

yang mempunyai aksesibilitas yang rendah dari pusat kota dan faktor
penyebabnya
KISI

KELURAHAN

WAKTU ON BUS

WAKTU BERJALAN

menit

KAKI
menit

WAKTU TUNGGU

TOTAL

menit

PERJALANAN
Menit

H7

BENER

40.1

66.06

19.5

32.13

1.15

1.89

60.7

H8
H9
I8
I9
I18
J9
M17
M18
N17
O8
O16
O17
O18
P8
P17
P18
P19
Q16
Q17
Q18
Q19
R15
R16
R17
R18
R19
S15
S16
S17
S18
S19
T18
T19

BENER
TEGALREJO
BENER
TEGALREJO
GEDONGKIWO
BUMIJO
BRONTOKUSUMAN
BRONTOKUSUMAN
SOROSUTAN
KLITREN
PANDEAN
SOROSUTAN
SOROSUTAN
KLITREN
GIWANGAN
GIWANGAN
GIWANGAN
PANDEAN
PANDEAN
GIWANGAN
GIWANGAN
REJOWINANGUN
REJOWINANGUN
PRENGGAN
PRENGGAN
PRENGGAN
REJOWINANGUN
REJOWINANGUN
REJOWINANGUN
PRENGGAN
PRENGGAN
PURBAYAN
PURBAYAN

40.4
40.8
42.2
42.7
15.8
44.5
24
22.4
20
18.9
21.3
21.5
15.1
20.5
21.6
16.9
17.2
13.6
25
19.4
33.9
24.7
25.8
23.3
36.2
35.2
23.6
18.8
20.8
38
35.3
38
38

74.26
78.46
73.26
81.80
48.77
82.41
78.7
77.8
62.31
55.92
65.94
66.15
50.17
60.83
61.54
52.00
51.34
53.13
81.70
58.4
63.72
63.17
65.32
83.81
67.16
67.18
62.77
72.03
76.75
68.84
60.76
62.50
58.37

12.9
10.1
14.3
8.40
13.90
8.40
5.6
5.6
8.7
12.50
7.70
7.70
12.50
10.80
11.1
13.20
13.90
6.30
4.90
11.5
16.70
9.70
9.00
3.80
14.60
14.60
9.40
6.60
5.60
14.60
20.20
20.20
24.20

23.71
19.42
24.83
16.09
42.90
15.56
18.4
19.4
27.10
22.78
23.84
38.46
47.51
39.17
31.62
42.77
41.49
24.61
16.01
34.6
31.39
24.81
22.78
13.67
27.09
27.86
25.00
25.29
20.66
26.45
34.77
33.22
37.17

1.15
1.15
1.15
1.15
2.61
1.15
0.91
0.91
3.37
2.37
3.37
3.37
2.41
2.37
2.41
2.41
2.41
5.74
0.7
2.41
2.61
4.62
4.62
0.7
2.61
2.61
4.62
0.7
0.7
2.61
2.61
2.61
2.61

2.11
2.21
2.00
2.20
8.06
2.13
2.98
3.16
10.50
7.01
10.43
10.37
8.01
7.03
6.87
7.42
7.19
22.42
2.29
7.26
4.91
11.82
11.70
2.52
4.84
4.98
12.29
2.68
2.58
4.73
4.49
4.29
4.01

54.4
52
57.6
52.2
32.4
54
30.5
28.8
32.1
33.8
32.3
32.5
30.1
33.7
35.1
32.5
33.5
25.6
30.6
33.2
53.2
39.1
39.5
27.8
53.9
52.4
37.6
26.1
27.1
55.2
58.1
60.8
65.1

WAKTU

3. Pagi Meninggalkan CBD


Nilai standar aksesibilitas pagi meninggalkan pusat kota adalah 22.3
menit. Sehingga dari matrik total waktu perjalanan dapat diketahui kisi-kisi
yang mempunyai aksesibilitas yang rendah dari pusat kota dan faktor
penyebabnya
KISI

KELURAHAN

WAKTU ON BUS

WAKTU

Menit

KAKI
menit

BERJALAN

WAKTU TUNGGU

TOTAL

menit

PERJALANAN
menit

H7

BENER

34.6

62.79

19.5

35.39

0.98

1.78

55.1

H8
H9
I8
I9
I18
J9

BENER
TEGALREJO
BENER
TEGALREJO
GEDONGKIWO
BUMIJO

35
35.3
36.5
36.9
20.6
38.4

71.72
76.24
70.60
79.70
67.32
80.33

12.9
10.1
14.3
8.40
7.00
8.40

26.43
21.81
27.66
18.14
22.88
17.57

0.98
0.98
0.98
0.98
3.1
0.98

2.01
2.12
1.90
2.12
10.13
2.05

48.8
46.3
51.7
46.3
30.6
47.8

L7

COKRONINGRATAN

24.7

58.67

14.3

33.97

3.1

7.36

42.1

WAKTU

L8

COKRONINGRATAN

14.5

60.42

8.40

35.00

1.12

4.67

24

M8
N17
N18
N19
O8
O16
O17
O18
O19
P8
P17

TERBAN
SOROSUTAN
PATANGPULUHAN
SOROSUTAN
SAMIRONO
PANDEAN
SOROSUTAN
SOROSUTAN
SOROSUTAN
KLITREN
GIWANGAN

12.9
14.8
33
33
20.9
14.5
14.7
34.2
34.6
22.7
16

53.53
58.27
85.71
81.28
72.32
60.67
61.00
85.93
82.58
78.55
55.56

10.1
9.7
2.40
4.50
5.90
8.7
8.7
2.40
4.20
4.18
11.1

41.91
38.19
6.23
11.08
20.42
36.40
36.10
6.03
10.02
14.46
38.54

0.36
0.78
3.1
3.1
2.11
0.78
0.78
3.1
3.1
2.11
1.73

1.49
3.07
8.05
7.64
7.30
3.26
3.24
7.79
7.40
7.30
6.01

24.1
25.4
38.5
40.6
28.9
23.9
24.1
39.8
41.9
28.9
28.8

P18

GIWANGAN

35.9

86.09

2.78

6.67

3.1

7.43

41.7

P19
Q15
Q18
Q19
R15

GIWANGAN
WARUNGBOTO
GIWANGAN
GIWANGAN
REJOWINANGUN

36
13.2
14.3
38
47.9

83.92
52.59
51.81
86.56
90.72

3.83
9.05
11.5
2.78
1.74

8.93
36.06
41.67
6.33
3.30

3.1
2.87
1.73
3.1
3.1

7.23
11.43
6.27
7.06
5.87

42.9
25.1
27.6
43.9
52.8

R16

REJOWINANGUN

49.8

93.79

1.04

1.96

3.1

5.84

53.1

R18
R19
S15
S18
S19
T18
T19

PRENGGAN
PRENGGAN
REJOWINANGUN
PRENGGAN
PRENGGAN
PURBAYAN
PURBAYAN

40.5
39.1
46.8
42
40.6
42
42

90.81
91.14
91.23
91.70
83.54
81.71
75.54

1.04
0.70
1.39
0.70
6.26
6.26
10.40

2.33
1.63
2.71
1.53
12.88
12.18
18.71

3.1
3.1
3.1
3.1
3.1
3.1
3.1

6.95
7.23
6.04
6.77
6.38
6.03
5.58

44.6
42.9
51.3
45.8
48.6
51.4
55.6

E.

Contoh Hasil Peta Kontur