Anda di halaman 1dari 30

ULKUS KORNEA

Adelya Suherlin
0907101010157

PEMBIMBING:
Dr. Yulia Puspitasari, Sp. M

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn. IR
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Umur
: 32 Tahun
Alamat
: Gampong Tampieng
Tunong, Kab. Pidie
Agama
: Islam
Pekerjaan
: Wiraswasta
No CM
: 1-01-08-48
Tanggal Pemeriksaan : 23 Juli 2014

KU: Mata kanan kabur


KT

: Mata merah, gatal, nyeri dan seperti ada


ganjalan
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang dengan keluhan mata kanan kabur
sejak satu minggu SMRS yang memberat dalam tiga
hari terakhir. Pasien mengeluhkan mata kanannya
kabur tiba-tiba dan semakin lama semakin kabur
hingga tidak dapat melihat lagi.

Awalnya, pasien mengatakan saat sedang


bekerja mengelas besi, terdapat serpihan
kecil besi masuk ke mata kanannya.
Sesampainya
di
rumah,
pasien
mengeluarkan sendiri serpihan besi tersebut
dengan menggunakan cotton bud. Serpihan
berhasil dikeluarkan dan pasien tidak
mengalami keluhan apa-apa.

Namun, 3 hari kemudian pasien


merasakan matanya nyeri dan mulai merah
serta terasa seperti ada benda asing. Untuk
mengurangi keluhannya, pasien mengucekngucek matanya dan berobat ke rumah sakit
umum Sigli karena merasa keluhannya
semakin memberat. Pasien mendapatkan
dua macam obat tetes dan satu obat minum.

Setelah meneteskan obat tersebut, pasien


mengatakan matanya kabur dan setelah tiga
kali meneteskan obat tersebut pasien
berhenti menggunakan obat tersebut. Dua
hari setelah itu, pasien melihat pada
matanya terdapat bercak putih dan semakin
hari semakin besar. Pasien kemudian
dirujuk ke banda aceh setelah sebelumnya
sempat dirawat di RSUD Sigli.

RPO : Giflox, Tropin, Paracetamol tablet


RPD : Disangkal
RPK : Disangkal

STATUS OFTALMOLOGIS
OD

Pemeriksaan

OS

5/60

Visus

5/60

Ortoforia

Hirschberg

ortoforia

dbn

Gerakan Bola Mata

dbn

Hiperemis (-) edema (-)

Palpebra

Hiperemis (-) edema (-)

Hiperemis (-) edema (-)

Konjungtiva Bulbi

Hiperemis (-) edema (-)

Hiperemis (+)

Konjungtiva Tarsal

Hiperemis (-)

Defek (+), Infiltrat (+)

Kornea

Jernih

Cukup

COA

Dalam

Isokor, 3 mm, RCL (+).

Iris/Pupil

Isokor, 3 mm, RCL (+).

Jernih

Lensa

jernih

Diagnosis : Ulkus Kornea OD


Pemeriksaan penunjang :

- Pemeriksaan Visus
- Slit lamp
Terapi :
Chloramphenicol 4x500 mg
Methylprednisolon 3x8 mg
Cravit ED 1 gtt/jam OD
Cendo Tobro ED 1 gtt/3 jam OD
Cendo Tropin 1gtt/12 jam OD
Natacen ED 1 gtt/4 jam OD
Vigamox ED 1 gtt/4 jam

PENDAHULUAN

Ulkus Kornea

Epidemiologi

Dunia

Indonesia

ANATOMI MATA

ANATOMI KORNEA

ETIOLOGI

Infeksi

Ulkus Kornea

Non Infeksi

PATOFISIOLOGI
Peradangan kornea
Stroma bekerja sbg makrofag
Dilatasi pemb.darah Limbus
Injeksi Perikornea
Infilrasi sel mononuclear, plasma & PMN

Timbul infiltrat
Bercak warna kelabu, batas tak jelas,
permukaan licin
Kerusakan epitel kornea
Timbul ulkus kornea

KLASIFIKASI
ULKUS KORNEA TIPE SENTRAL
a. Ulkus Kornea Bakterialis
1.

-Ulkus kelabu
-Batas cukup tegas
-Cenderung menyebar tak
teratur dari tempat infeksi
ke sentral kornea

Ulkus Kornea Pseudomonas Aeruginosa


-infiltrat kelabu di
epitel kornea yang
retak
-Sering terdapat
hipopion yang
cenderung membesar

b. Ulkus Kornea Jamur

-Ulkus kornea indolen


-Infiltrat kelabu
-sering dg hipopion
-peradangan yg nyata
pd mata
-ulserasi superfisial
-adanya lesi satelit

c. Ulkus Kornea Virus

-Lesi paling khas:


ulkus dendritik di
epitel kornea
-Tepi kabur
-Ada bulbus terminalis
di ujungnya

d. Ulkus Kornea Acanthamoeba


-Ulkus kornea
indolen
-Cincin stroma
-Gejal awal: nyeri yg
tdk sebanding dg
temuan klinis, mata
merah, fotofobia

2. Ulkus Kornea Perifer (Marginal)


-Terdapat daerah
jernih antara limbus
kornea dg tempat
kelainannya
-Sumbu memanjang
sejajar dg limbus
kornea
-Injeksi konjungtiva
-infiltrat/ulkus yg
memanjang &
dangkal

a. Ulkus Mooren

-Ulkus superfisial
dari tepi kornea
seluruh kornea
(menghancurkan
membran Bowman
& stroma)
-Bagian tepinya
menggaung
-Berjalan progresif
namun tidak
cenderung utk
perforasi/hipopion

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemulasan Fluorescein

Untuk melihat
adanya daerah yang
defek pada kornea.
(warna hijau
menunjukkan
daerah yang defek
pada kornea,
sedangkan warna
biru menunjukkan
daerah yang intak).

PENATALAKSANAAN

KOMPLIKASI

Perforasi
kornea

Uveitis

Sinekia
anterior

Sinekia
posterior

Glaukoma

Kebutaan

PROGNOSIS
Prognosis ulkus kornea tergantung pada :
tingkat keparahan
cepat lambatnya mendapat pertolongan
jenis mikroorganisme penyebabnya
ada tidaknya komplikasi yang timbul.

KESIMPULAN
Ulkus Kornea merupakan hilangnya sebagian permukaan kornea

akibat kematian jaringan kornea, yang ditandai dengan adanya


infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, dan
diskontinuitas jaringan kornea yang dapat terjadi dari epitel
sampai stroma.
Ulkus kornea yang luas memerlukan penanganan yang tepat dan
cepat untuk mencegah perluasan ulkus dan timbulnya
komplikasi berupa descematokel, perforasi, endoftalmitis
bahkan kebutaan.
Prognosis ulkus kornea tergantung pada tingkat keparahan dan
cepat lambatnya mendapat pertolongan, jenis mikroorganisme
penyebabnya dan ada tidaknya komplikasi yang timbul.

TERIMA KASIH