Anda di halaman 1dari 14

PENGENALAN BAJAK SINGKAL

( Laporan Praktikum Alat Dan Mesin Pertanian )

Oleh
Kelompok : 3
Andiko Ardiyanto
Debby Nurzulia Arlini
Heri Pirnando
M. Muslihudin
Nicolas
Rizky Legowo

1414071009
1414071023
1414071043
1414071061
1414071065
1414071087

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam bidang pertanian selalu berhubungan dengan kegiatan penanaman
disetiap kegiatan penanaman selalu dimulai dengan kegiatan pengolahan lahan .
Pengolahan laha/tanah dapat dipandang sebagai suatu usaha manusia untuk
merubah sifat-sifat yang dimiliki oleh tanah sesuai dengan kebutuhan yang
dikehendaki oleh manusia. Di dalam usaha pertanian, pengolahan tanah dilakukan
dengan tujuan untuk menciptakan kondisi fisik; kimia dan biologis tanah yang
lebih baik sampai kedalaman tertentu agar sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Di
samping itu pengolahan tanah bertujuan pula untuk : membunuh gulma dan
tanaman yang tidak diinginkan; menempatkan seresah atau sisa-sisa tanaman pada
tempat yang sesuai agar dekomposisi dapat berjalan dengan baik; menurunkan
laju erosi; meratakan tanah untuk memudahkan pekerjaan di lapangan;
mempersatukan pupuk dengan tanah; serta mempersiapkan tanah untuk
mempermudah dalam pengaturan air. Penggunaan alat dan mesin pertanian sudah
sejak lama digunakan dan perkembangannya mengikuti dengan perkembangan
kebudayaan manusia. Pada awalnya alat dan mesin pertanian masih sederhana dan
terbuat dari batu atau kayu kemudian berkembang menjadi bahan logam. Susunan
alat ini mula-mula sederhana, kemudian sampai ditemukannya alat mesin
pertanian yang komplek. Dengan dikembangkannya pemanfaatan sumber daya
alam dengan motor secara langsung mempengaruhi perkembangan dari alat mesin
pertanian (Gunawan. 2001).
Bajak singkal merupakan salah satu di antara alat pertanian dan umumnya
dianggap sebagai alat yang paling penting. Pembajakan menyerap tenaga traksi
lebih besar dibanding semua pengerjaan lapang lainnya. Pembajakan mengunakan
bajak singkal digolongkan sebagai pengolah tanah primer atau yang lebih sering
disebut dengan pengolahan tanah yang pertama. Pengolahan tanah primer yaitu
kegiatan memotong dan membalik tanah yang masih dalam bentuk bongkahanbongkahan besar dengan tingkat kedalaman 15-92 cm . Bajak singkal tidak hanya

memiliki satu jenis namun tidak semua orang tahu semua jenis bajak sinkal yang
digunakan dalam pengolahan tanah. Bajak singkal terdiri dari berbagai komponen
penting yang mempumyai fungsi berbeda-beda dan perlu pemahaman tentang
jenis-jenis bajak singkal dan juga fungsi-fungsi dari komponen itu sendiri
sehingga nantinya bisa mengunakan bajak singkal dan komponennya sebaimana
fungsi yang semestinya .

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum pengenalan bajak singkal ini adalah :
1.Untuk mengetahui komponen-komponen bajak sigkal dan fungsinya.
2.Untuk mengukur lebar kerja dari bajak singkal.
3.Untuk mengetahui tipe pengandengan bajak singkal.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Alat-alat bajak lahan pertanian ada berbagai macam, faktor penting yang
mempengaruhi pembuatan desain bajak adalah tipe tanah. Pada hakekaktnya, jika
bukan karena faktor tanah, pembuatan desain bajak akan merupakan hal yang
komparatif sederhana (Smith, 1990: 213). Jenis-jenis-jenis bajak ini terdapat
perbedaan bentuk sehingga penggunaannya pun juga pada lahan yang
berbeda.Bajak-bajak tersebut banyak digunakan untuk pengolahan tanah primer
yaitu memecah tanah baik itu jenis singkal atau yang lainya.
Di Indonesia bajak singkal termasuk bajak yang paling tua. bajak singkal
inilah yang paling sering digunakan oleh petani untuk melakukan pengolahan
tanah, dengan tenaga ternak hela sapi atau kerbau sebagai sumber daya
penariknya. Secara umum bajak singkal dibedakan atas 2 jenis, yaitu bajak
singkal satu arah (one-way moldboard plow) dan bajak singkal dua arah (two-way
moldboard plow). Bajak singkal ini dapat digunakan untuk bermacam-macam
jenis tanah dan sangat baik untuk membalik tanah.Bagian dari bajak singkal yang
memotong dan membalik tanah disebut bottom.Suatu bajak dapat terdiri dari satu
bottom atau lebih.Bottom ini dibangun dari bagian-bagian utama, yaitu : 1.
Singkal (moldboard), 2. Pisau (share), dan 3. Penahan samping (landside). Ketiga
bagian utama tersebut diikat pada bagian yang disebut pernyatu (frog).Unit ini
dihubungkan dengan rangka (frame) melalui batang penarik (beam). Penggunaan
bajak singkal ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain : pembalikan tanah
lebih seragam pada tiap petak tanah yang diolah, lebih praktis untuk pengolahan
tanah sistem kontur, tidak menimbulkan alur mati (dead furrow) atau alur
punggung (back furrow) sehingga pembajakan lebih rata. Bajak singkal dapat
dipergunakan untuk mengait dan mencacah gulma, serta pembajakan di bawah
vegetasi hijau yang tinggi.Bajak ini bekerja dengan ditarik oleh penggandeng
misalnya traktor (Akhmad Fauzi, 2012).

Pada zaman dahulu masyarakat indonesia juga telah menggunakan sebuah alat
pengolah tanah yang memiliki fungsi yang sama dengan bajak singkal. Bajak
singkal tradisional tersebut disebut dengan cangkul. Cangkul dapat digunakan
untuk mengolah tanah persawahan maupun perladangan. Pada pengolahan tanah
persawahan, fungsi cangkul selain untuk membalik dan meratakan tanah, cangkul
juga berfungsi untuk memperbaiki saluran air dan memperbaiki serta membuat
pematang. Sedangkan untuk tanah perladangan, cangkul juga berfungsi untuk
melubangi tanah yang kemudian akan diberi pupuk dasar (Dakung, 1989).
Bajak singkal secara umum dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu: 1.
Bajak singkal satu arah (one way moldboard plow), adalah jenis bajak singkal
dimana pada waktu mengerjakan pengolahan tanah akan melempar dan membalik
tanah hanya dalam satu arah. Lemparan atau pembalikan tanahnya biasanya
dilakukan ke arah kanan 2. Bajak singkal dua arah (two way / reversible
moldboard plow), adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu mengerjakan
pengolahan tanah, arah pelemparan atau pembalikan tanahnya dapat diatur dua
arah yaitu ke kiri maupun ke arah kanan. Jenis bajak ini mempunyai mata bajak
yang kedudukannya dirancang untuk dapat diputar ke kanan ataupun ke kiri
dengan cepat, sesuai dengan arah pelemparan ataupun pembalikan tanah yang
dikehendaki (Soekarmanto, 1983).
Berdasarkan arah lemparan lempengan tanah, bajak singkal dibedakan
menjadi dua tipe, yakni : Bajak singkal satu arah adalah jenis bajak singkal
dimana pada waktu mengerjakan pengolahan tanah akan melempar dan membalik
tanah hanya dalam satu arah. Lemparan atau pembalikan tanahnya biasanya
dilakukan ke arah kanan. Bajak singkal dua arah adalah jenis bajak singkal
dimana pada waktu mengerjakan pengolahan tanah, arah pelemparan atau
pembalikan tanahnya dapat diatur dua arah yaitu ke kiri maupun ke arah kanan.
Jenis bajak ini mempunyai mata bajak yang kedudukannya dirancang untuk dapat

diputar ke kanan ataupun ke kiri dengan cepat, sesuai dengan arah pelemparan
ataupun pembalikan tanah yang dikehendaki. Penggunaan bajak singkal dua arah
mempunyai beberapa kelebihan akan menghasilkan pembalikan tanah yang
seragam untuk seluruh petak tanah yang diolah, praktis untuk pengolahan tanah
sistem kontur dari hasil kerjanya tidak akan berbentuk alur mati (dead-furrow)
ataupun alur punggung (back-furrow), sehingga pembajakan dapat teratur dan
rata. Namun kelemahannya adalah konstruksinya lebih berat dan lebih rumit,
untuk ukuran bajak yang besar perlu dilengkapi sistem hidrolis untuk pemutaran
mata bajaknya, perlu keterampilan yang lebih baik dari pengemudinya (Sitohang,
2010).
Kebanyakan bajak singkal dirancang untuk membalik tanah hanya ke arah
kanan. Sebaliknya, bajak dua arah mempunyai dua kelompok mata bajak yang
bertolak belakang yang dapat digunakan salah satunya secara bergantian,
tergantung keinginan. Dengan susunan seperti itu, semua alur dapat dibalik ke
satu sisi yang sama pada satu lapang dengan menggunakan mata arah kanan pada
satu arah pembajakan dan menggunakan mata arah kiri pada perjalanan baliknya.
Kedua kelompok mata bajak digendongkan pada rangka biasa yang dapat diputar
180 derajat pada sumbu membujurnya untuk mengganti kelompok yang satu
dengan yang lainnya. Seringkali pemutaran tersebut dilakukan menggunakan
silinder hidrolika yang merupakan bagian dari bajak tersebut. Mata bajak diputar
sampai 90 derajat pada langkah tarik, dan akan melampaui titik pusatnya karena
kelembaman geraknya sendiri, kemudian didorong turun ke sisi lainnya pada
langkah desak. Roda penara dan roda palir belakang akan secara otomatis berubah
posisinya pada saat rangka mata bajak berputar, kecuali jika masing-masing
kelompok mata bajak memiliki rodanya sendiri (yang biasanya terdapat pada
kebanyakan bajak gendong ( Depdiknas, 2002).

Bajak gendong dua arah biasanya memiliki 2 4 mata 36 cm atau 41 cm per


kelompok. Bajak semi gendong atau gandengan jarang mempunyai lebih dari 5
mata, namun biasanya ukurannya 41 cm atau 46 cm. Karena dibutuhkan dua set
mata, bajak dua arah akan lebih mahal dibanding bajak satu arah dan tentu saja
akan lebih berat. Bajak satu arah akan meninggalkan bekas yang khas di satu
lapang, dimulai dengan alur punggung dua balikan tanah yang tertumpuk
bersebelahan dan berakhir dengan alur mati dua alur yang terbuka. Bajak 2 arah
akan meniadakan kedua gejala tersebut dan menghasilkan lapang yang lebih rata
guna keperluan irigasi atau pengatusan. Bajak 2 arah juga menguntungkan untuk
lapang yang berteras atau untuk pembajakan searah garis tinggi dan untuk lapang
kecil yang bentuknya tak teratur (Farida, 2008).

III.

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Tempat dan Waktu


Praktikum tentang pengenalan bajak singkal ini dilakukan pada hari kamis
tanggal10 dan 16 Maret 2016 pukul 13.00 15.00 WIB di laboratorium Daya Alat
dan Mesin Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan untuk praktikum ini adalah bajak singkal, buku, dan pena
. Sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum ini tidak ada.
III.3

Cara Kerja

Langkah-langkah dalam praktikum ini dapat dilihat seperti pada gambar


dibawah ini :
Persiapan alat dan bahan praktikum
Pengamatan dan pengukuran terhadap bajak singkal
Pencatatan semua data hasil pengamatan
Selesai
Gambar 1. Diagram alir

IV.

4.1

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengukuran

Adapun hasil yang kami peroleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

4.2 Pembahasan

Fungsi Bajak Singkal


Bajak singkal merupakan peralatan pertanian untuk pengolahan tanah yang
digandengkan dengan sumber tenaga penggerak/penarik seperti tenaga penarik
sapi, kerbau atau traktor pertanian. Pengolahan tanah pertama (primary tillage),

merupakan kegiatan pengolahan tanah awal. Kedalaman pengolahan tanah antara


15 sampai 90 cm, tetapi umumnya 30 cm. Tujuan utama pengolahan tanah tahap
ini adalah untuk mengurangi kekuatan tanah dan mengelola material tanaman
permukaan dan pupuk dalam lapisan tanah terolah.Bajak singkal disebut alat
pengolah tanah primer (primary tillage ) karena berfungsi untuk memotong,
membalikkan, pemecahan tanah serta pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam
tanah, dan digunakan untuk tahapan kegiatan pengolahan tanah pertama. Bajak
singkal dirancang dalam beberapa bentuk untuk tujuan agar diperoleh kesesuaian
antara kondisi tanah dengan tujuan pembajakan.

Bajak singkal secara umum dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu:
1. Bajak singkal satu arah (one way moldboard plow), adalah jenis bajak singkal
dimana pada waktu mengerjakan pengolahan tanah akan melempar dan membalik
tanah hanya dalam satu arah.
2. Bajak singkal dua arah (two way / reversible moldboard plow), adalah jenis
bajak singkal dimana pada waktu mengerjakan pengolahan tanah, arah
pelemparan atau pembalikan tanahnya dapat diatur dua arah yaitu ke kiri maupun
ke arah kanan. Jenis bajak ini mempunyai mata bajak yang kedudukannya
dirancang untuk dapat diputar ke kanan ataupun ke kiri dengan cepat, sesuai
dengan arah pelemparan ataupun pembalikan tanah yang dikehendaki.

Bagian Bajak Singkal Satu Arah Beserta Fungsinya


Dibawah ini adalah bagian-bagian dari bajak singkal beserta fungsinya:
1. Mata bajak yaitu bagian yang digunakan untuk memotong tanah.
2. Penyatu (frog) yaitu bagian untuk menyatukan tiga bagian utama yaitu
moldboar, share, dan landside.
3. Batang penarik (beam): batang yang dihubungkan dengan penarik bajak
singkal.

4. Rangka (frame) yaitu bagian rangka dari bajak singkal.


5. Land wheel: berfungsi untuk mengatur kedalaman sehingga kedalamannya
konstan. Land wheel letaknya di samping.
6. Singkal (mold board): Singkal adalah bagian yang menerima lempengan
tanah dan membalik serta memecahkan lempengan tanah tersebut.
Spesifikasi Bajak Singkal adalah sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Ketebalannya 0,5 cm
Panjangnya 37,5 cm
Lebarnya 31,5 cm
Tingginya 32,5 cm
Terdiri dari tiga singkal dengan jarak masing-masing 60 cm
Land Wheel (diameter 60 cm,ketebalan 2 cm)

Lebar kerja untuk satu bajak singkal yaitu 31,5 cm sehingga untuk 3 bajak
singkal lebar kerjanya yaitu 94,5 cm.
Tipe pengandengan bajak singkal ini adalah Tipe Semipasang (Semimounted)
Sistem ini menggunakan tiga titik penggandengan yang terdiri dari dua titik
penggandengan bawah (low link) & satu titik penggandengan atas (top link).
Sistem ini dilengkapi dengan sistem hidrolis yang berfungsi untuk mengangkat
dan menurunkan alat/mesin pertanian yang digandeng, dan juga alat yang
digandeng mempunyai roda sendiri sehingga tidak semua beban yang digandeng
diterima oleh traktor .

V. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari praktikum yang telah kita lakukan adalah sebagai
berikut:
1.salah satu komponen bajak singkal yaitu Singkal adalah bagian yang menerima
lempengan tanah dan membalik serta memecahkan lempengan tanah tersebut
2. Lebar kerja untuk satu bajak singkal yaitu 31,5 cm sehingga untuk 3 bajak
singkal lebar kerjanya yaitu 94,5 cm.
3.tipe penggandengan bajak singkal ada 3 yaitu tipe tarik, tipe mounted (tipe
pasang), dan tipe semi mounted (semi pasang).

DAFTAR PUSTAKA

Akhmad
Fauzi,
A.
2012.
Bajak
Singkal.
[online].
Tersedia:
http://uzymozy.blogspot.com/2012/09/bajak-singkal.html%5B7]. Diakses
pada 15 maret 2016 pukul 22.42.wib Smith, H. P. dan Wilkes, L. H.
1990.Mesin dan Peralatan Usaha Tani (Edisi keenam). Texas: Gadjah
Mada University Press
Dakung, Galba, Utomo, dan Wahyuningsih. 1989. Teknologi Pertanian
Tradisional sebagai Tanggapan Aktif Masyarakat Terhadap Lingkungan di
Daerah Pekalongan. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Jakarta.
Depdiknas, 2002. Pengetahuan Alat dan Bahan dalam kegiatan pertanian. Rineka
Cipta dan Bina Adiaksara. Malang
Farida, Anni dkk. 2008. Teknik Pembentukan bedengan lahan. Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta.
Sitohang,
Benidiktus.
2010
.Bajak
Singkal.
[online].
Tersedia:
http://www.ideelok.com/alat-dan-mesin/bajak-singkal.html%5B7].
Diakses pada 13 maret 2015 pukul 20.35 wib.