Anda di halaman 1dari 30

MORBUS HANSEN

TIPE MULTIBASILER
dengan neuritis
OLEH:
Dian Zarina Rahmi
Sri Wahyuni

Pembimbing:
dr. Sulamsih Sri Budini, Sp.KK

Pendahuluan

Aceh
provinsi ke8 dengan
kasus baru
tahun 2013
sebanyak
575 jiwa

Indonesia
ketiga dunia
dengan
16.825
kasus

infeksi
granuloma
kronik yang
disebabkan
oleh
Micobacteri
um leprae

Morbus
Hansen

Primer
menyerang
saraf tepi
dan kulit

tahun 2011
sekitar
219.075
kasus,
terbanyak
di regional
Asia
Tenggara
160.132.

Etiopatogenesis

Gejala klinis
Mengeluh rasa gatal yang sangat mengganggu
aktivitas timbul saat tidak beraktivitas
berkurang bila digaruk diperberat dengan
Gatal bersifat paroksismal, terus menerus atau
sporadic berkurang bila digaruk bertambah
bila berkeringat, panas, atau iritasi dari bahan
pakaian dan tekanan psikologis.
Pada tahap awal, plak berwarna
kemerahan. plak mengalami edema bila
terjadi proses penggarukan yang kemudian
menjadi skuama dan menebal.

Sifat

Tuberkuloid (TT)

Borderline Tuberkuloid Indeterminate (I)


(BT)

Lesi
Bentuk

Makula saja, dibatasi

Makula dibatasi

Hanya macula

infiltrate.

infiltrate, infiltrate saja.

Jumlah

Satu

Beberapa atau satu

Satu atau beberapa

Distribusi

Asimetris

Masih asimetris

Variasi

Permukaan

Kering bersisik

Kering bersisik

Halus, agak berkilat

Batas

Jelas

Jelas

Dapat jelas atau tidak jelas

Anestesi

Jelas

Jelas

Tak ada sampai tak jelas

Lesi kulit

Hampir selalu negatif

Negative atau hanya 1+ Biasanya negative

Tes lepromin

Positif kuat (3+)

Positif lemah

BTA

Dapat positif lemah atau


negative

No
1.

Diagnosis
Psoriasis Vulgaris

Manifestasi Klinis
Lesi plak eritematosa, diatasnya terdapat skuama
kasar, berlapis lapis. Tidak ada rasa baal

2.

Tinea Circinata

lesi bulat atau lonjong, berbatas tegas terdiri dari


eritema, skuama, kadang-kadang dengan vesikel
dan papul di tepi lesi. Daerah tengahnya cendrung
lebih tenang.

Foto

3.

Urtikaria

lesi kulit kemerahan dengan penonjolan atau


elevasi berbatas tegas dengan batas tepi yang pucat
disertai dengan rasa gatal (pruritus) sedang sampai
berat, pedih, dan atau sensasi panas seperti
terbakar

Penegakan diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaa
n Fisik Kulit
Pemeriksaa
n Penunjang

Gatal diperberat oleh keringat, panas atau


iritasi dari pakaian,stres
Timbul bercak kemerahan yang menebal dan
bersisik.
Bercak kepala, leher, pergelangan kaki,
ekstremitas ekstensor, regio genital (labia mayor
dan skrotum)

Lesi biasanya tunggal, berupa plak eritematosa, sedikit


edematosa dapat disertai skuama pada bagian tengah dan
disertai dengan likenifikasi

Histopatologi ortokeratosis dan


hipergranulosis, limfosit dan histiosit disekitar
pembuluh darah dermis bagian atas, fibroblast
bertambah dan kolagen menebal.

TATALAKSANA
Dosis Obat Untuk Kusta Tipe PB
Jenis

<5 th

5-9 th

Obat

10-15

>15 th

th

Dosis Obat Untuk Kusta Tipe MB5

Keterang

Jenis

an

Obat

<5 th

5-9 th

Rifam
pisin

arkan

/bln

mg/bln

600

Minum di

mg/bln

depan

berat

Rifam

arkan

pisin

berat
badan

petugas

badan
<5 th
Berdas
arkan

mg/bln

25

50

100

Minum di

mg/bln

mg/bln

mg/bln

depan

petugas

badan
25 mg/ 50 mg/ 100 mg/

Minum di

hari

rumah

hari

hari

Keteranga
n

450

600

Minum di

mg/bln

mg/bln

depan
petugas

25

50

100mg/bl

Minum di

mg/bln

mg/bln

depan
petugas

Dapso

berat

DDS

>15 th

th
Berdas 300

Berdas 300mg 450

10-15

25mg/

50

300mg/bl

Minum di

bln

mg/bln

rumah

100

150

300mg/bl

Minum di

mg/bln

mg/bln

depan
petugas

Lampr
en

50 mg

50 mg

50 mg

Minum di

2x

setiah

per hari

rumah

semin

2 hari

ggu

Komplikasi

Prognosis
Penyakit ini bersifat kronik dengan
persistensi dan rekurensi lesi.

Prognosis bergantung pada


penyebab pruritus (penyakit yang
mendasari) dan status psikologik
penderita.

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Nn. AR
Jenis kelamin
: Perempuan
No.RM
: 1063157
Umur
: 18 Tahun
Alamat
: Kuta Baro
Tanggal Pemeriksaan
: 2
September 2015

ANAMNESIS
Muncul bercak
Keluhan Utama
kemerahan mati
rasa pada kaki dan
tangan

Keluhan
Tambahan

Nyeri pada kedua


siku dan kaki, kebas
pada kaki

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien mengeluh
timbul bercak
kemerahan mati
rasa pada kedua
lengan dan kaki.
Keluhan sudah
dialami sejak 1
tahun yang

pasien juga
mengeluh
kebas di kaki,
nyeri di sekitar
siku kedua
lengan dan
kaki terutama
saat
tersentuh, dan
kulit terasa

Awalnya hanya
bercak putih di
kaki kanan, dua
bulan kemudian
bercak semakin
meluas dan
menebal, serta
muncul bercak
baru di lengan
kanan dan kiri

Nyeri pada bercak


tidak ada, gatal
tidak ada.
Demam tidak
ada.

Bercak tidak
terasa saat
disentuh, dan
tidak bisa
merasakan
panas atau
dingin,

Riwayat
Penyakit
Dahulu

Riwayat
Pemakaian
Obat

Riwayat
Penyakit
Keluarga

Pasien tidak
pernah
menderita
penyakit yang
sama
sebelumnya.
Riwayat alergi
tidak ada.

Pasien sudah
menggunakan
obat
berbentuk
salep dari
mantri, tapi
tidak ada
perbaikan.
Pasien juga ke
puskesmas
tapi belum
diberikan obat
apapun dan
langsung
dirujuk.

Tidak ada
anggota
keluarga yang
mengalami
keluhan
seperti pasien.

Pemeriksaan fisik kulit

Regio

Deskrips
i Lesi

Brachialis dektra et
sinistra, Cruris dekstra

Tampak plak eritematous,


berbatas tegas, garis tepi
irregular, bentuk
bervariasi, ukuran
numular hingga plakat,
jumlah multipel, distribusi
generalisata.

Regio Brachialis dektra et sinistra,

Regio Cruris dekstra

Diagnosis banding
Liken Planus Hipertrofi
Psoriasis Vulgaris
Urtikaria
Tinea Circinata

Diagnosis klinis

Morbus Hansen
tipe multibasiler

tatalaksana

NonFarmakolog
i (Edukasi)

Pasien tentang penyakitnya


Pasien agar pengobatan
pasien harus tuntas sesuai
dengan waktu pengobatan
Pasien untuk berhati-hati
terhadap pekerjaan yang
berisiko melukai tubuh
pasien terutama di bagian
tangan dan kaki
Terdapat tanda dan gejala
serupa pada anggota
keluarga lainnya, perlu
dibawa dan diperiksakan ke
Sistemik
pelayanan kesehatan

Farmakolog
i

MDT MB di kutabaro
Metilprednisolon 16 mg 2x1
tablet/hari
Natrium diklofenat 2x1 tablet
Omeprazole 20 mg1x1 tablet
Neuredex 1x 1 tablet

prognosis

ANALISIS KASUS
Temuan Klinis
Anamnesis

Teori

Kelainan (lesi) kulit yang mati


timbul bercak kemerahan
rasa
Lesi dapat berupa bercak
mati rasa
Awalnya hanya bercak putih hipopigmentasi atau eritema
pasien juga mengeluh kebas yang mati rasa.
Penebalan saraf tepi yang
di kaki, nyeri di sekitar siku
disertai gangguan fungsi saraf.
kedua lengan dan kaki
Terutama terjadi pada tempat
terutama saat tersentuh, dan predileksi. Gangguan fungsi
kulit terasa kering.
saraf terjadi akibat proses
Nyeri pada bercak tidak ada, inflamasi (neuritis perifer) kronis.
gatal tidak ada. Demam tidak Gangguan saraf yang dapat
terjadi, yaitu gangguan fungsi
ada.
sensoris (anestesia/ hipoestesia),
gangguang fungsi motorik
(paresis/ paralisis), maupun
fungsi otonom (kulit kering dan
retak).

Temuan Klinis
Anamnesis

Pasien memiliki riwayat


Diabetes Melitus

Teori
Pada penderita dengan
diabetes melitus terjadinya
gatal sangat tinggi yang
dikarenakan kondisi kulit
yang
kering
sehingga
dapat
memperberat
kondisi bila terkena liken
simpleks kronis.(O I Ezejiofor,
O Onayemi, O A Olasode, Ikem RT)

Temuan Klinis
Pemeriksaan Fisik Kulit

Regio
Brachialis dektra et sinistra,
Cruris dekstra
Deskripsi Lesi
Tampak plak eritematous,
berbatas tegas, garis tepi
irregular, bentuk bervariasi,
ukuran numular hingga
plakat, jumlah multipel,
distribusi generalisata.

Teori
Lesi yang paling sering berupa
makula hipopigmentasi (68%),
kemudian plak (26%) dan nodul
(6%).
Pada
semua
kasus
lepromatous dapat ditemukan
multipel lesi, sedangkan pada IL
and TL ditemukan satu lesi.
Mamata T, Sabin R, Sushna M.
Clinico-histopathological
correlation
of
leprosy:
A
retrospective study of skin biopsy
specimens in Chitwan Medical
College. International Journal of
Medical Science Research and
Practice. 2015

Diagnosis Banding

Teori
(Fitzpatrick TB)

1. Morbud Hansen dengan


Neuritis

2. Psoriasis Vulgaris

3. Urtikaria

4. Tinea Circinata

1. Bercak kulitmerah /putih


terutama di wajah atau
telinga, bercak kurang/mati
rasa, bercak tidak gatal,
kulit mengkilap /kering
bersisik,
2. Lesi plak eritematosa,
diatasnya terdapat skuama
kasar, berlapis lapis. Tidak
ada rasa baal
3. Plesi kulit kemerahan
dengan penonjolan atau
elevasi berbatas tegas
dengan batas tepi yang
pucat disertai dengan rasa
gatal (pruritus) sedang
sampai berat, pedih, dan
atau sensasi panas seperti
terbakar
4. lesi bulat atau lonjong,

Terapi
Farmakologi
Farmakologi
Sistemik
MDT MB di kutabaro
Metilprednisolon 16 mg
2x1 tablet/hari
Natrium diklofenat 2x1
tablet
Omeprazole 20 mg1x1
tablet
Neuredex 1x 1 tablet

Teori
Terdapat lima prinsip utama
dalam penatalaksaan kusta,
diantaranya: menghentikan
infeksi dengan kemoterapi,
mengobati reaksi dan
mengurangi resiko kerusakan
saraf lebih lanjut, mencegah
kecacatan, dan rehabilitasi
pasien secara sosial dan
psikologis.5 Untuk kasus
neuritis indikasi diberikannya
kortikosteroid.

Terapi
Non-Farmakologi
Pasien tentang penyakitnya
Pasien agar pengobatan
pasien harus tuntas sesuai
dengan waktu pengobatan
Pasien untuk berhati-hati
terhadap pekerjaan yang
berisiko melukai tubuh pasien
terutama di bagian tangan
dan kaki
Terdapat tanda dan gejala
serupa pada anggota keluarga
lainnya, perlu dibawa dan
diperiksakan ke pelayanan
kesehatan

Teori
Edukasi untuk pasien yaitu
untuk menghindari kecatatan

TERIMA KASIH