Anda di halaman 1dari 1

LOGO

RS

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)


Farmasi

Pasien dengan Terapi Abortus Imminens


1. Pengertian (Definisi)
2. Masalah Kefarmasian

Abortus tingkat permulaan, dimana terjadi perdarahan pervaginam


ostrum uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam
kandungan.
1.
Respon obat tidak ada / tidak optimal
2.
Reaksi efek samping alergik / non alergik
3.
Toksisitas
4.
Biaya pengobatan
5.
Kepatuhan minum obat
6.
Terapi gagal
7.
Pasien tidak puas
Terlambat haid dengan usia kehamilan dibawah 20 minggu
Perdarahan pervaginam
1.
Tanda tanda vital (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu)
2.
Tanda tanda syok
3.
Peningkatan perdarahan
4.
Nyeri atau kram
5.
Anemia
6.
Infeksi
7.
Perforasi

8.

Gejala klinis

3.

Observasi Klinis

8.

Observasi Laboratorik 1.

4.

Evaluasi

3.

Informasi & Edukasi

5.

Nasehat pulang/
Instruksi control

BHcg (+)
2.
Hemoglobin (Hb)
3.
Leukosit (WBC)
Kadar Hb dan WBC
2. Pemilihan obat (terhadap kegagalan kepatuhan konsumsi obat serta
monitoring toksisitas dan efek samping obat)
1.
Pemahaman mengenai tujuan pengobatan
2.
Pemahaman mengenai dosis dan instruksi obat yang diserahkan
3.
Pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan pasien terhadap
pengobatan
4.
Edukasi terhadap efek samping obat yang muncul pada saat
terapi
1.
2.
3.
4.
5.

Informasi terhadap obat yang dibawa pulang


Pentingnya kepatuhan minum obat pasien
Efek samping obat
Instruksi cara penggunaan obat khusus
Penyimpanan obat

6.

Prognosis

Advitam
: bonam
Ad sanationam :bonam
Adfumgsionam : bonam

7.

PenelaahKritis

3.

Indikator

Monitoring Efek Samping Obat (MESO)


Reaksi Obat Yang Tidak Diinginkan (ROTD)
1. Gejala efek samping obat
2. Reaksi obat tidak diharapkan

4.

Kepustakaan

PMK No 5 Tahun 2014


WHO. 2012. Safe Abortion 2nd Edition
Drug Information Handbook