Anda di halaman 1dari 65

GAMBARAN RADIOLOGI PADA TUMOR

MEDIASTINUM
OLEH:
WAR I S N A ASY I A H N S T
MUHAMMAD MASYKUR
PUTRI ANGGELIA M

PEMBIMBING
D R . M A S N A D E W I AB D U L L A H S P.R A D

N
A
R
O
S
P
A
U
L AS
K

IDENTITAS PASIEN
Nama
Jenis Kelamin
Umur
Alamat
Status Perkawinan
No CM

: Tn. I
: Laki-laki
: 54 tahun
: Pidie
: Menikah
: 1-04-61-82

ANAMNESA
Keluhan utama : Sesak nafas sejak 4 bulan yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak

4 bulan yang lalu, sesak nafas terus

menerus, saat beraktivitas dan istirahat, pasien juga merasa sesak nafas tidak dipengaruhi
oleh cuaca. Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak berwarna kehijauan, riwayat batuk
berdarah tidak ada. Batuk dirasakan sejak 4 bulan yang lalu, pasien juga mengeluhkan nyeri
dada sejak 1 bulan yang lalu, nyeri dada dirasakan pada dada kanan. Pasien juga
mengeluhkan lemas, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan dan berkeringat
malam. Riwayat minum obat OAT kategori 1 sejak bulan januari 2015, pasien memiliki
riwayat merokok sejak 30 tahun dan menghabiskan 3 bungkus perhari.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Disangkal, hipertensi dan DM disangkal
Riwayat Penggunaan Obat :
OAT sejak bulan januari 2015
Injeksi ranitidin
Captopril
Sohobion
Simvastatin
KSR
Riwayat Kebiasaan Sosial :
Riwayat kebiasaan social pasien mengaku mengkonsumsi rokok 3 bungkus perhari
sejak 30 tahun yang lalu dan sudah berhenti sejak 5 bulan yang lalu
Riwayat Penyakit Keluarga:
Disangkal

PEMERIKSAAN FISIK
Vital sign
Kesadaran : Compos Mentis
TD
: 90/70 mmhg
N
: 83x/i
RR
: 26x/i
T
: 36,5 C

Keadaan Umum
Tinggi badan : 165 cm
Berat Badan : 42 kg
Status gizi

: kurang

Sianosis : Tidak Ada


Ikterik

: Tidak Ada

Edema

: Tidak Ada

Kulit
: Teraba hangat, turgor kembali cepat dan
berwarna coklat

Thorak
I : asimetris, gerakan dada kiri tertinggal pada saat inspirasi
P : simetris (+/+)
Fremitus kanan kesan normal, fremitus kiri melemah
P : sonor (+/+)
A: vesikuler (+/+), ronkhi (+/+) diseluruh lapangan paru,
wheezing (-/-)

Abdomen
I : simetris
P : soepel
Hepar/Lien/pankreas/ginjal tidak teraba
P : timpani diseluruh lapangan abdomen
A : peristaltic (+) kesan normal

Ekstremitas
Oedema (-/-)
Pucat (-/-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

RADIOLOGI

INTERPRETASI:
Cor bentuk dan ukuran
normal
Pulmo tampak infiltrat di
paru kanan, tampak area
radioopak di mediastinum
sinus prenikus costalis
kanan dan kiri tajam
Kesimpulan:
suspect tumor mediastinum

INTERPRETASI:
Hasil pemeriksaan Non kontras
Paru kanan tampak kavitas di lobus inferior
segmen superior yang disertai dengan fibrosis
dan infiltrat disekitarnya dan paru kiri tak
tampka area hyperdens abnormal
Tampak massa di mediastinum anterior dan
medius, lobulated yang menginfiltrasi pericard
den vena cava inferior
Jantung, dinding thorak, aorta, esophagus,
carina trachalis, suprarenal dan hepar tampak
normal
Pleura tak menebal, tampak effusi di pleura
kanan dan kiri
Trachea di tengah dengan diameter yang normal
Main bronchus kana dan kiri normal
Tampak pembesaran kelenjar di paratrachea
Tak tampak cairan bebas di cavum abdomen
Kesimpulan:
Massa di mediastinum anterior dan medius
lobulated yang menginfiltrasi pericard dan vena
cava superior
Effusi pleura bilateral

POTONGAN SAGITAL DAN CORONAL

INTERPRETASI:
Hasil pemeriksaan dengan kontras

Paru kanan tampak cavitas di lobus inferior segmen superior yang


disertai dengan fibrosis dan infiltrasi disekitarnya dan paru kiri tak
tampak area hyperdens abnormal
Tampak massa di mediastinum anterior dan medius, lobulated yang
menginfiltrasi pericard dab vena cava superior
Jantung normal
Pleura tak menebal, tampak effusi di pleura kanan dan kiri
Dinding thorak tampak normal
Aorta normal
Esophagus normal
Trachea ditengah dengan diameter yang normal
Main bronchus kanan dan kiri normal
Carina trachealis normal
Vertebra dan costa normal
Tampak pembesaran kelenjar di paratrachea
Hepar normal
Tak tampak cairan bebas di cavum abdomen
Supra rena normal
Pada pemberian kontras tampak kontras enhancement abnormal
didaerah lesi

Kesimpulan:
Massa di mediastinum anterior dan medius lobulated yang
menginfiltrasi pericard dan vena cava superior.
Effusi pleura bilateral.

DIAGNOSA
Tumor Mediastinum

PENATALAKSANAAN
IVFD RL 10 gtt/i
Ivfd clinimix 20 gtt/i
IV vit c 2 amp/8jam
codein 3x1 tab
Alprazolam tab
Paracetamol tab 500mg
Cetirizine 1x1 tab
Lasix 1x1 tab
V-block 1x6,25 mg
Spironolakton 1x25mg
ISDN 3x2,5 mg
Nukral syr 3xcI
Nystatin drop 4 gtt/i
Sohobion 1x1

PROGNOSIS
Qou ad vitam

: dubia ad malam

Quo ad functionam

: dubia ad malam

Quo ad sanactionam

: dubia ad malam

N
A
U
A
A K
J
A
N
I
T
T S
U
P

DEFINISI
Tumor mediastinum
Adalah tumor yang terdapat di dalam
mediastinum yaitu rongga di antara paru-paru
kanan dan kiri yang berisi jantung, aorta, dan
arteri besar, pembuluh darah vena besar, trakea,
kelenjar timus, saraf, jaringan ikat, kelenjar
getah bening dan salurannya.

EPIDEMIOLOGI
New Mexico, USA.
Pada tahun
1973 -1995
didapatkan 219 pasien tumor
mediastinum
ganas
yang
diidentifikasi dari 110.284 pasien
penyakit keganasan primer, jenis
terbanyak adalah limfoma 55%,
sel germinal 16%, timoma 14%,
sarkoma 5%, neurogenik 3% dan
jenis lainnya 7%.

Indonesia
Pada tahun 1970 1990 jenis
tumor yang ditemukan adalah
32,2% teratoma, 24% timoma,
8% tumor syaraf, 4,3% limfoma.
Data RSUD Dr. Soetomo
menjelaskan lokasi tumor pada
mediastinum anterior 67% kasus,
mediastinum medial 29% dan
mediastinum posterior 25,5%.

ANATOMI
Secara garis besar
mediastinum dapat
dibagi menjadi empat
bagian, yaitu
mediastinum superior,
anterior, medial dan
posterior.

POSISI MEDIASTINUM DIANTARA


PARU

Struktur
utama
mediastin
um
superior

Thymus
Pembuluh besar
yang berhubungan
dengan jantung
dan pericardium: v.
brachiocephalica,
v. cava superior
dan arcus aortae
N. phrenicus dan n.
vagus kedua sisi
Plexus cardiacus
Trachea
N. laryngeus
recurrens sinister
Oesophagus
Ductus thoracicus
Otot-otot
pravertebral

jaringan ikat
jarang
lemak
pembuluh
Bagian
limfe
mediastinu beberapa
m anterior kelenjar
limfe
cabang
pembuluh
thoracica
interna.

Bagian
Mediastinu
m
posterior

Pars thoracica
aortae
Ductus
thoracicus
Nodi
lymphatici
mediastinales
posteriors,
V. azygos
Oesophagus,
Plexus
oesophagealis
Kedua truncus
sympathicus
torakal dan
N. Splanchnici
thoracici.

Jantung
Pembuluh
Bagian
darah
mediastinu
besar
m media

KLASIFIKASI

Mediastinum superior: struma, kista


bronkogenik, adenoma paratiroid dan
limfoma
Mediastinum anterior: struma, timoma,
teratoma, adenoma paratiroid,
limfoma, lipoma, fibroma,
limfangioma, hemangioma dan hernia
morgagni
Mediastinum medius: kista
bronkogenik, limfoma, kista
perikardium, aneurisma, dan hernia
Mediastinum posterior: tumor
neurogenik, fibrosarkoma, limfoma,
aneurisma, kondroma, menigokel dan
hernia Bochdalek

DIAGNOSIS BANDING

1.
2.
3.
4.
5.

Tumor Mediastinum
Tumor Paru
Kista Perikard
Akalasia
Aneurisma Aorta

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Foto Thoraks
Dari foto toraks PA/ lateral sudah dapat ditentukan lokasi tumor,
anterior, medial atau posterior, tetapi pada kasus dengan ukuran
tumor yang besar sulit ditentukan lokasi yang pasti.
Tomografi
Selain dapat menentukan lokasi tumor, juga dapat mendeteksi
klasifikasi pada lesi, yang sering ditemukan pada kista dermoid,
tumor tiroid dan kadang-kadang timoma.

CT-Scan toraks dengan kontras


Selain dapat mendeskripsi lokasi juga dapat mendeskripsi kelainan tumor secara lebih
baik dan dengan kemungkinan untuk menentukan perkiraan jenis tumor, misalnya
teratoma dan timoma. CT-Scan juga dapat menentukan stage pada kasus timoma dengan
cara mencari apakah telah terjadi invasi atau belum. Perkembangan alat bantu ini
mempermudah pelaksanaan pengambilan bahan untuk pemeriksaan sitologi. Untuk
menentukan luas radiasi beberapa jenis tumor mediastinum sebaiknya dilakukan CTScan toraks dan CTScan abdomen.

Flouroskopi
Prosedur ini dilakukan untuk melihat kemungkinan aneurisma aorta.

Ekokardiografi
Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi pulsasi pada tumor yang diduga aneurisma.

Angiografi
Teknik ini lebih sensitif untuk mendeteksi aneurisma
dibandingkan flouroskopi dan ekokardiogram.
Esofagografi
Pemeriksaan ini dianjurkan bila ada dugaan invasi atau
penekanan ke esofagus.

PENATALAKSANAAN
Tumor
Mediastinum
Gana
s
Pembedah
an

Kemotera
pi

Jinak
Radiasi

Pembedah
an

PROGNOSIS
Prognosis tumor mediastinum tergantung pada jenis tumor
dan tata laksana yang diberikan. Secara umum, tumor
jinak mediastinum memiliki prognosis yang cukup baik
terutama pada pasien tanpa gejala. Prognosis tumor ganas
mediastinum bervariasi tergantung dari hasil diagnostik
spesifik, derajat keparahan penyakit dan faktor komorbid
lain pada pasien.

S
A
T
I
I
G
L
A
O
D OL
O I
M AD
R

FOTO THORAK

Gambaran thorak lateral, tampak bagian mediastinum anterior yang


di gambarkan sebagai regio anterior sampai garis memanjang
aspek anterior dari jantung dan vena braciocephalic dan bagian dari
mediastinum media dan posterior dibagi oleh garis (panah)
sepanjang dinding trakea posterior dan batas jantung posterior.

FOTO THORAK

Foto thorak PA dan Lateral, tampak tymoma (panah)


dengan tepi yang tajam berukuran 10x7 cm pada
mediastinum anterior yang telah bergeser ke inferior
karena massa yang besar.

a
Pada gambar diatas (a, b, c, d dan e ) d
merupakan kasus timoma
e pada laki-laki
usia 59 tahun dengan gejala utama sesak dan batuk. Foto thorak PA tampak
pelebaran mediastinum terutama dikiri, berbatas tegas, tak tampak kalsifikasi,
disertai pendorongan trakea ke kanan. Aorta terlihat samar-samar dan paru
dalam batas normal (a). Pada Ct scan toraks tampak massa padat
dimediastinum anterior, berdensitas homogen tanpa kalisifikasi, bats tegas,
yang menginvasi arteri subklavia kiri, arteri karotis kiri, arkus aorta, arteri
pulmonal kiri, sebagian trakea menyempit dan terdorong ke kanan. Tampak

Gambaran radiologi pada seorang anak laki-laki berusia 13


tahun dengan keluhan utama sesak nafas dengan diagnosis
teratoma mediastinal imatur disertai dengan sindrom vena
cava.

Pada pemeriksaan CT scan torks didapatkan massa berdensitas heterogen


dominan hipodens padat anterior-media meluas ke lapangan tengah bawah paru
kanan, yang menyangat heterogen pasca pemberian kontras, sebagian massa
berkapsul. Tidak tampak kalsifikasi. Ukuran massa 5x13,5x10 cm, batas sebagian
tidak tegas dengan perikard sisi kanan, menempel pada dinding dada (2a, b, c, d).
Massa tampak menekan bronkus utama kanan (2a,b). Vena cava superior
sebagian tidak tervisualisasi (2a, b, c).

Hidropneumothorak kanan (2e, f). Tampak efusi perikard


(2g). Tidak tampak pembesaran KGB kontralateral. Terlihat
pelebaran
vena-vena
kolateral
di
dinding
dada
lateroposterior kanan disertai pembengkakan jaringan
lunak disekitarnya (2e). Hepatosplenomegali (2h).

Gambaran teratoma pada mediastinum anterior. Pada foto


thorak dengan gambaran radioopak pada mediastinum dan
hemitorak
kiri,
menyerupai
kardiomegali
(a).
Setelah
dikonfirmasi dengan Ct scan, tampak massa di mediastinum
anterior berukuran besar pada hemithorak kiri. densitas lemak
di selingi dengan daerah densitas jaringan lunak. (b)

Tampak foto thorak PA pada perempuan usia 19


tahun dengan nyeri dada, massa NHL-sell B
berukuran besar 6x11 cm pada mediastinum
anterior kiri berlobus (panah)

Pada foto x-ray thoraks PA tampak massa yang


berbatas tegas di paratrakeal kanan dan foto lateral
menunjukan adanya densitas yang menyelimuti aorta
ascenden dan memenuhi retrosternal space. Penemuan
ini mengindikasikan adanya massa di anterior dan
medial.

CT SCAN

Ct scan thorak dengan kontras tampak


tymoma berlobus berbatas tegas (T) berasal
dari tymic kiri dan terdapat kalsifikasi di tepi
berbentuk garis melingkar pada kapsul
tumor (panah).

Ct scan thorak dengan kontras setinggi aorta, tampak


tymoma invasif (T) di bagian tengah lobus, tampak massa
mediastinal anterior homogen terdapat kalsifikasi puntata,
tymoma menyerang vena brachiocephalica kiri dengan
pemanjangan tumor sampai ke vena cava superior (tanda
bintang)

Ct scan thorak dengan kontras tampak tymoma


invasif yang berulang dengan lobus menempel pada
pleura yang membungkus sebagian paru kanan
(kepala panah). Meskipun tumor mengenai pleura
secara luas, namun tidak terdapat efusi pleura

Ct scan thorak dengan kontras, carcinoma tymus (a)


yang berasal dari mediastinum anterior menginfiltrasi
disekitar pembuluh darah dan vena brachiochepalica.
Tidak adanya lympadenopati dan metastase jauh,
karsinoma tymic jadi sulit dibedakan dari tymoma
invasif.

Ct scan thorak dengan kontras, tampak sebuah teratoma


matur
yang
teridentifikasi
pada
pasien
asimtomatis,tumor multikistik menyangat pada bagian
septal (kepala panah), dan terdiri dari lemak (panah
putih) dan kalsifikasi (panah hitam) yang merupakan ciri
khas teratoma matur.

Ct scan thorak tidak menyangat, setinggi


carina, tampak tumor germ-cell ganas
campuran yang mempunyai area cystic
multipel (panah hitam) dan menyangat
heterogen. Menyatu dengan efusi kecil (panah
putih) dan atelektasis subsegmental (a).

Gambar atas : Ct scan leher. Lymphangioma, lympangioma


multikistik leher kanan (L) dengan sedikit penyengatan di septal
dan infiltrat diseluruh jaringan. Bawah : penyengatan Ct scan
thorak pada bagian atas lengkung aorta (ao). Lymphangioma
adalah massa bebratas tegas pada atenuasi air yang berada
diantara aorta dan vena cava superior (s).

Ct scan thorak tanpa kontras pada pintu


masuk thorak. Goiter servikal kiri (G)
sepanjang mediastinum anterior superior
dengan dampak massa di trakea (t). Atenuasi
goiter sama atau sedikit lebih besar dari otot
skletal dan adanya kalsifikasi distropik
melingkar bergaris (panah).

Ct scan thorak dengan kontras-menyangat (rongga mediastinum) pada


lengkungan aorta pada wanita usia 22 tahun dengan sindrom VCS (vena
cava superior). Mediastinum anterior yang dengan NHL cell B besar
menutupi dan hampir menghilangkan vena braciochepalica dan vena
cava superior (panah hitam), dengan dinding dada dan pembuluh darah
colateral (panah terbuka) massa juga meluas ke mediastinum media.

MRI

MRI potongan coronal tanpa kontras setinggi T1


pada laki-laki berusia 35 tahun dengan nyeri
dada. Schwanoma berbentuk bulat dengan
heterogenos dan meluas ke intraspinal (panah)
dengan defek massa pada spinal cord. (c)

Thorak PA (kiri) dan MRI potongan koronal setinggi T1


tanpa kontras (kanan) pada laki-laki usia 24 tahun.
Schwamoma tampak 3 cm speris massa mediastinal
posterior dengan tanda intensitas homegenous sedang
tanpa bukti dari foraminal atau perluasan tumor
intraspinal

Gambar diatas merupakan foto thorak PA (atas) dan MRI tanpa


kontras dengan potongan coronal setinggi T1 (bawah) pada laki-laki
berusia 14 tahun tanpa gejala. Tampak gangliuneuroma pada
mediastinum posterior membujur berbatas tegas (panah) dengan
intensitas homogen rendah sampai sedang tanpa perluassan ke
arah interspinal.

Gambar diatas menununjukkan ganglioneuroma. Potongan axial


setinggi T1 (a), potongan axial setinggi T2 (b), potongan sagital
setinggi T2 (c), dan axial dengan kontras setinggi T1 (d) pada
anak dengan massa paramediastinal yang besar dan bulat di
apeks hemithorak kanan. Lesi berbatas tegas dan homogen
menyangat. Tampak juga efusi pleura homogen dengan jumlah

Gambar diatas menunjukan gambaran MRI karsinoma epidermoid pulmonary dari paru
sebagai lesi paramediastinal. Potongan axial setinggi T1 (a) coronal setinggi T1 (b),
potongan axial setinggi T2 (c), dan sagital setinggi T1 setelah pemberian agen kontras
paramagnetik (d). Massa tampak ireguler dan heterogen, hipointensits setinggi T1 dan
hiperintensitas setinggi T2 lebih terlihat. Massa tersebut terlihat menyangat heterogen
dengan kontras disertai dengan daerah hipointensitas ditengah pada bagian nekrosis.
Tampak invasi lemak di mediastinum pada aortapulmonari (panah di B) dan menempel
pada permukaan dinding dada anterior, sekalipun tanpa gejala (panah di D).

Gambar diatas merupakan gambaran MRI dari metastasisi melanoma dengan potongan
axial setinggi T1 (a dan c), potongan axial setinggi T2 (b) dan potongan axial dengan
kontras setinggi T1 (d). Pada pasien ini degan keganasan melanoma, dapat diidentifikasi
bagian-bagian kecil, nodul-nodul disekitar paru yang tampak dengan gambaran intensitas
sedang setinggi T1 dan T2 (panah di a dan b), beberapa diantaranya lebih kecil dari 5 mm
(berdasarkan pengukuran nodul di a). Identifikasi dengan menggunakan kontras pada
nodul tampak pada gambar d (panah di d). Terdapat juga metastase ke hati dengan
gambaran hiperintensitas setimggi T1 (panah di c) dikarenakan adanya melanin.

1. Tumor Mediastinum dan Tumor Paru

2. Kista Pericard

Ct scan dengan kontras pada dasar pada dasar jantung


pada laki-laki usia 54 tahun dengan komplikasi
pneumoni. Kista perikard (panah) memperlihatkan
atenuasi air, dinding tidak tegas dan hubungannya
dengan jantung dan dinding dada anterior.

3. Akalasia

4. Anaeurisma Aorta

A
M
I
R
H
E
I
T AS
K