Anda di halaman 1dari 70

LAPORAN PRAKTEK KERJA CHEMICAL PLANT PT TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA SUMATERA UTARA

PLANT PT TOBA PULP LESTARI, TBK PORSEA – SUMATERA UTARA Disusun Oleh : Janu Ganang Prakoso

Disusun Oleh :

Janu Ganang Prakoso

I 0512030

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2016

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea KATA PENGANTAR Puji

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan Kerja Praktek dan Laporan Kerja Praktek kami di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Desa Sosor Ladang, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara dengan baik dan tepat waktu. Adapun praktek kerja ini dilakukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Jurusan Teknik Kimia Program S-1 Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Dalam melaksanakan kerja praktek ini, kami menyadari bahwa terselesaikannya laporan ini tidak terlepas dari bimbingan dan bantuan dari pihak lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dr. Margono S.T., M.T. selaku Kepala Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret.

2. Inayati, S.T., M.T.,Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Kerja Praktek.

3. Bang Rizki Salaam Ritonga selaku pembimbing Kerja Praktek di lapangan yang membimbing kami untuk melihat dan mengetahui proses produksi di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk.

4. Bapak Seto dan Bapak Rommel Silalahi yang membantu kami selama melakukan Kerja Praktek di Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk.

5. Bapak Marhauser Tua Simangunsong selaku Process Engineer Chemical Plant dan pembimbing Kerja Praktek di lapangan yang membimbing kami dalam mempelajari proses produksi di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. dan dalam penyelesaian tugas khusus yang diberikan.

6. Bapak I Putu Gede Wijaya selaku Centre of Excellence Dept. Head, di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk dan semua staff COE.

7. Ibu Yannike Sitanggang selaku staf Center of Excellence Dept. Head, di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk yang telah memberi pengarahan dan membantu dalam urusan administrasi selama kami melakukan Kerja Praktek.

8. Segenap staf dan karyawan di Chemical Plant yang telah membantu kami selama praktek kerja.

Plant yang telah membantu kami selama praktek kerja. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
Plant yang telah membantu kami selama praktek kerja. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
Plant yang telah membantu kami selama praktek kerja. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

iv

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 9. Teman-teman dari

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 9. Teman-teman dari UNIMED dan IPB
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 9. Teman-teman dari UNIMED dan IPB

9. Teman-teman dari UNIMED dan IPB yang melaksanakan kerja praktek di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk periode Januari - Februari 2016.

10. Orang tua kami yang tercinta atas semua doa yang tak pernah putus dipanjatkan untuk kesuksesan penulis serta dorongan semangat dan dukungan beliau selama ini.

11. Dan semua pihak yang telah membantu penyusun hingga terselesainya

laporan ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik untuk perbaikan di masa mendatang. Akhirnya penyusun berharap agar laporan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Surakarta, 2 Mei 2016

Penulis

bermanfaat bagi para pembaca. Surakarta, 2 Mei 2016 Penulis Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
bermanfaat bagi para pembaca. Surakarta, 2 Mei 2016 Penulis Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
bermanfaat bagi para pembaca. Surakarta, 2 Mei 2016 Penulis Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

v

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea DAFTAR ISI JUDUL

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea DAFTAR ISI JUDUL LAPORAN i LEMBAR
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea DAFTAR ISI JUDUL LAPORAN i LEMBAR

DAFTAR ISI

JUDUL LAPORAN i LEMBAR PENGESAHAN ii LEMBAR KONSULTASI KATA PENGANTAR iii iv DAFTAR ISI vi
JUDUL LAPORAN
i
LEMBAR PENGESAHAN
ii
LEMBAR KONSULTASI
KATA PENGANTAR
iii
iv
DAFTAR ISI
vi
DAFTAR TABEL
ix
DAFTAR GAMBAR
INTISARI
x
xi
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Sejarah Perusahaan
1.2.Visi dan Misi Perusahaan
1
2
1.3.Lokasi dan Tata Letak Perusahaan
2
1.3.1. Lokasi Perusahaan
2
1.3.2. Tata Letak Perusahaan
3
1.4.Struktur Kerja dan Organisasi Perusahaan
5
1.4.1. Struktur Kerja
5
1.4.2. Struktur Organisasi Perusahaan
6
1.5.Keselamatan Kerja di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Natrium Klorida (NaCl)
2.2.Klorin (Cl 2 )
12
16
16
2.3.Hidrogen (H 2 )
17
2.4.Hidrogen Klorida (HCl)
18
2.5.Sodium Hidroksida (NaOH)
2.6.Sodium Klorat (NaClO 3 )
19
20
2.7.Klorin Dioksida (ClO 2 )
21
2.8.Sodium Hipoklorit (NaOCl)
22
BAB III DESKRIPSI PROSES CHEMICAL PLANT
3.1. Chlor Alkali Plant
24
3.1.1.
Brine Treatment
24
3.1. Chlor Alkali Plant 24 3.1.1. Brine Treatment 24 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
3.1. Chlor Alkali Plant 24 3.1.1. Brine Treatment 24 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
3.1. Chlor Alkali Plant 24 3.1.1. Brine Treatment 24 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

vi

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.2. Chlor Alkali

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.2. Chlor Alkali Cell Electrolyzer 29
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.2. Chlor Alkali Cell Electrolyzer 29
3.1.2. Chlor Alkali Cell Electrolyzer 29 3.1.3. Chlorine Treatment 31 3.1.4. Hypo Plant 32 3.1.5.
3.1.2. Chlor Alkali Cell Electrolyzer
29
3.1.3. Chlorine Treatment
31
3.1.4. Hypo Plant
32
3.1.5. Sulphur Dioxide Plant
33
3.1.6. PSA Unit
35
3.2.
Chlorine Dioxide Plant
36
3.2.1. Chlorate Cell Electrolyzer
37
3.2.2. Chlorine Dioxide Generator
40
3.2.3. HCl Synthesis Unit
42
3.2.4. Chiller Unit
43
BAB IV SPESIFIKASI ALAT
4.1. Chlorate Cell Electrolyzer
44
4.2. ClO 2 Absorber
44
4.3. Salt Dissolver with Integrated Raw Brine Pump Pit
44
4.4. Screen with Frame for Salt Dissolver
45
4.5. Blindplate with Frame for Salt Dissolver
45
4.6. Raw Brine Pump Submerged Centrifugal Type
45
4.7. Supporting Frame for Raw Brine Pump
45
4.8. Precipitation Tank
45
4.9. Agitator for Precipitation Tank
45
4.10. Settler
45
4.11. Overflow Edge
46
4.12. Hot Insulation
46
4.13. Set of Jacket for Settler
46
4.14. Scraper with Drive for Settler
46
4.15. Gravel Filter
46
4.16. Sand Filling Nozzles
46
4.17. Ion Exchanger
47
4.18. Special Resin Filling Nozzles
47
4.19. Service Platform for Gravel Filter and Ion Exchanger
47
4.20. Pure Brine Surge Tank
47
4.21. Lining for Pure Brine Surge Tank for Site Processing
47
Lining for Pure Brine Surge Tank for Site Processing 47 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
Lining for Pure Brine Surge Tank for Site Processing 47 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
Lining for Pure Brine Surge Tank for Site Processing 47 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

vii

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB V UTILITAS

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB V UTILITAS   5.1. Water
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB V UTILITAS   5.1. Water

BAB V UTILITAS

 

5.1. Water Treatment Plant

 

48

5.2. Boiler Feed Water

 

48

5.3. Water Cycle

 

50

5.4. Chemical Cycle

 

50

5.5. Energy Cycle

 

50

5.6. Konsumsi di Chemical Plant

 

51

BAB VI PENGOLAHAN LIMBAH

 
 

6.1. Limbah Cair

 

52

6.2. Limbah Padat

 

53

6.3. Limbah Gas

 

53

BAB VII PENUTUP

 
 

7.1. Kesimpulan

 

55

7.2. Saran

55

DAFTAR PUSTAKA TUGAS KHUSUS

 
Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta viii

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

viii

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea DAFTAR TABEL Tabel

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Sifat Fisis
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Sifat Fisis

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Sifat Fisis Natrium Klorida Tabel 2.2 Sifat Fisis Klorin

 

16

 

17

Tabel 2.3 Sifat Fisis Hidrogen

 

18

Tabel 2.4 Sifat Fisis Hidrogen Klorida

 

19

Tabel 2.5 Sifat Fisis Natrium Hidroksida Tabel 2.6 Sifat Fisis Natrium Klorat

 

20

 

20

Tabel 2.7 Sifat Fisis Klorin Dioksida

 

21

Tabel 3.1 Produk Chemical Plant dan Pendistribusiannya Tabel 5.1 Konsumsi di Chemical Plant

 

24

 

51

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta ix

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

ix

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea DAFTAR GAMBAR Gambar

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Lokasi PT.
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Lokasi PT.

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Lokasi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk 3 Gambar 1.2 Struktur Organisasi PT. Toba
Gambar 1.1 Lokasi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk
3
Gambar 1.2 Struktur Organisasi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk
Gambar 3.1 Salt Dissolver
7
25
Gambar 3.2 Diagram Alir Proses Primary and Secondary Treatment
26
Gambar 3.3 Penukar Kation
27
Gambar 3.4 Diagram Alir Proses Anolyte Treatment
28
Gambar 3.5 Diagram Alir Proses Chlor Alkali Cell Electrolyzer
30
Gambar 3.6 Chlor Alkali Cell Electrolyzer
31
Gambar 3.7 Diagram Alir Proses Chlorine Treatment
32
Gambar 3.8 Diagram Alir Proses Hypo Plant
32
Gambar 3.9 Diagram Alir Proses Sulphur Dioxide Plant
34
Gambar 3.10 Diagram Alir Proses Oxygen Plant
35
Gambar 3.11 Diagram Alir Proses Nitrogen Plant
36
Gambar 3.12 Diagram Alir Proses Chlorate Cell Electrolyzer
38
Gambar 3.13 Chlorate Cell Electrolyzer
39
Gambar 3.14 Diagram Alir Proses Chlorine Dioxide Generator
40
Gambar 3.15 Chlorate Filter dan Kain Teflon
41
Gambar 3.16 Diagram Alir Proses HCl Synthesis Unit
42
Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta
x
Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea INTISARI PT. Toba

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea INTISARI PT. Toba Pulp Lestari, Tbk
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea INTISARI PT. Toba Pulp Lestari, Tbk

INTISARI

PT. Toba Pulp Lestari, Tbk adalah industri di bidang produksi pulp untuk bahan baku kertas dan bahan baku serat rayon. Pabrik ini merupakan salah satu industri strategis penghasil devisa dengan target produksi 550 ton pulp per hari. Lokasi pabrik ini terletak di Desa Sosor Ladang, Kecamatan Permaksian, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia. PT. Toba Pulp Lestari, Tbk terbagi menjadi dua sektor, yaitu sektor forestry yang menangani pemasokan bahan baku kayu eukaliptus dari hutan industri dan sektor mill yang menjadi tempat pemrosesan bahan baku menjadi produk pulp. Sektor mill terbagi lagi menjadi beberapa unit plant yaitu Fiber Line Plant, Chemical Plant, Power Plant, Water Treatment Plant dan Effluent Treatment Plant. Chemical plant adalah pabrik pendukung terintegrasi yang memproduksi bahan kimia untuk mendukung proses produksi pulp, Power Plants dan Effluent Treatment Plant di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Bahan kimia utama yang diproduksi plant adalah klorin dioksida (ClO 2 ), natrium hidroksida (NaOH), klorin (Cl 2 ), oksigen (O 2 ) dan sulphur dioxide (SO 2 ). Produk sampingnya adalah sodium hypochlorite (NaOCl), asam klorida (HCl), nitrogen (N 2 ) dan hidrogen (H 2 ). Klorin dioksida, natrium hidroksida, oksigen dan sulfur dioksida digunakan untuk mendukung proses bleaching, sodium hypochlorite dan sebagian natrium hidroksida digunakan di water treatment plant. Sisanya digunakan untuk keperluan internal Chemical Plant. Utilitas di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. meliputi Water Treatment Plant, water cycle, chemical cycle dan energy cycle. Air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik diperoleh dari sungai Asahan. Pengolahan limbah ditangani oleh unit Effluent Treatment Plant yang meliputi pengolahan limbah cair, padat dan gas. Toba Pulp Lestari telah memperoleh Green PROPER karena telah mampu menjaga emisi kurang dari 50% yang ditetapkan pemerintah. Pada praktek kerja ini diberikan tugas oleh Chemical Plant Process Engineer untuk melakukan Redesign Chlorate Cooler yang berada di Chemical Plant. Hal ini dikarenakan alat dengan desain lama sudah mengalami penurunan efisiensi.

alat dengan desain lama sudah mengalami penurunan efisiensi. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
alat dengan desain lama sudah mengalami penurunan efisiensi. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
alat dengan desain lama sudah mengalami penurunan efisiensi. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

xi

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB I PENDAHULUAN

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB I PENDAHULUAN 1.1. Sejarah Perusahaan
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB I PENDAHULUAN 1.1. Sejarah Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Sejarah Perusahaan PT. Toba Pulp Lestari, Tbk adalah industri dibidang produksi pulp untuk bahan baku kertas dan bahan baku serat rayon. Pabrik ini merupakan salah satu industri strategis penghasil devisa di antara 5.935 unit pabrik sejenis yang terdapat di dunia dengan target produksi 550 ton pulp per hari. Dari jumlah tersebut di atas, 5.258 unit terdapat di Asia. Lokasi pabrik ini terletak di Desa Sosor Ladang, Kecamatan Permaksian, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia ini berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) yang dioperasikan berdasarkan surat keputusan bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi/ Ketua BPPT dan Menteri Negara kependudukan dan Lingkungan Hidup No. SK/681/M/BPPT/XI/1986 dan No.KEP/43/MNKLH/11/1986 bertanggal 13 November 1986 bedasarkan keputusan menteri investasi/ Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 07/V/1990, status perusahaan ini telah berubah dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDL) menjadi Penanaman Modal Asing (PMA). Saham Perusahaan ini telah dijual di Bursa Saham Jakarta dan Surabaya sejak 1992 dan New York Stock Exchange (NYSE). Kegiatan produksi pulp secara komersial dimulai 1989, dimana produksi sekitar 70% diekspor ke mancanegara, sisanya untuk kebutuhan pasar domestik. Kapasitas produksi terpasang pabrik adalah 180.000 sampai 240.000 ton pulp/tahun. Dalam upaya mendukung kegiatan produksi, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk mendapat izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) yang didasari SK. Menteri Kehutanan SK-58/menhut-11/2011 tertanggal 28 Februari 2011 tentang pemberian Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri kepada Perusahaan dengan luas 188.055 Ha. PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. memiliki konsesi hutan kayu terbesar pada beberapa sektor hutan yaitu Aek Nauli, Habinsaran, Aek Raja, Tele dan Padang Sidempuan yang meliputi sebelas kabupaten dan satu kotamadya di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

dan satu kotamadya di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
dan satu kotamadya di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
dan satu kotamadya di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

1

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 1.2 Visi dan

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 1.2 Visi dan Misi Perusahaan Visi
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 1.2 Visi dan Misi Perusahaan Visi

1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk ialah menjadi salah satu pabrik Pulp Eucalyptus yang dikelola dengan terbaik, menjadi supplier yang disukai oleh pelanggan kami dan pemilik perusahaan yang disukai para karyawan. Adapun misi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. yaitu:

1. Menghasilkan pertumbuhan yang berkesinambungan.

2. Prosedur dengan biaya yang efektif.

3. Memaksimalkan keuntungan untuk pemangku kepentingan dan memberikan kontribusi kepada pengembangan sosial ekonomi masyarakat sekitar dan regional.

4. Menciptakan nilai melalui teknologi modern, pengetahuan industri dan sumber daya manusia.

1.3 Lokasi dan Tata Letak Perusahaan

1.3.1. Lokasi Perusahaan PT.Toba Pulp Lestari, Tbk berada di Desa Sosor Ladang, Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir. Sedangkan di Medan terletak di Uni Plaza, East Tower, Jl. Letjend Hariono MT A-1, Medan dan berkantor pusat di Jakarta berada di Building 10 th floor, Jl. Jendral Soedirman kav 778, Jakarta Selatan 12930. Lokasi pabrik terdiri atas 150 Ha tanah termasuk perumahan nursery seluas 10 Ha dan di dekat sungai Asahan sekaligus sebagai sumber air untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan perumahan.

air untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan perumahan. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
air untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan perumahan. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
air untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dan perumahan. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

2

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 1.1 Lokasi

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 1.1 Lokasi PT. Toba Pulp
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 1.1 Lokasi PT. Toba Pulp
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 1.1 Lokasi PT. Toba Pulp

Gambar 1.1 Lokasi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (Google Maps, 2016)

1.3.2. Tata Letak Perusahaan Tata letak Perusahaan merupakan intergritas dari aliran komponen suatu produk untuk melihat interaksi antar pekerja, peralatan, pemindahan bahan mulai dari bagian penerimaan dan pengiriman barang, maintenance, gudang dan sebagainya. Disamping itu juga memperhatikan dari segi keselamatan dan kesehatan kerja. Tata letak pabrik di rancang sedemikian rupa sehingga tercipta suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan. Kondisi itu tentu saja akan berpengaruh terhadap kualitas kerja. Secara garis besar tata letak PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. dibagi ke dalam beberapa kelompok. Pembagian daerah kerja berdasarkan aktivitas yang berlangsung, yaitu sebagai berikut:

1. Bagian Produksi terdiri dari :

a. Wood preparation Mempersiapkan kayu (pencucian, pengulitan dan penyerpihan) sampai terbentuk serpihan kayu (wood chips).

b. Digester Proses pemasakan serpihan kayu dengan steam dengan suhu 125 160 o C dan alkali aktif (NaOH dan Na 2 S) yang disebut white liquor.

aktif (NaOH dan Na 2 S) yang disebut white liquor. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
aktif (NaOH dan Na 2 S) yang disebut white liquor. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
aktif (NaOH dan Na 2 S) yang disebut white liquor. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

3

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea c. Washing and

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea c. Washing and screening Proses pencucian
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea c. Washing and screening Proses pencucian

c. Washing and screening Proses pencucian dan penyeragaman ukuran pulp

d. Bleaching Proses pemutihan pulp.

e. Pulp Machine Pembentukan pulp menjadi lembaran yang siap dikemas dan didistribusikan.

2. Bagian Service

a. Production Service meliputi :

Gudang Bahan Baku (Wood Storage)

Gudang Bahan Baku Chips (Chipping Storage)

Gudang Bahan Tambahan

Gudang Bahan Penolong

Gudang Produksi Jadi (Pulp Ware House)

Chemical Plant

Control Room

Control Plant

Lime Kiln

Recausticizing Plant

Evaporator

Laboratorium

Bengkel (workshop)

Oil Storage

Timbangan Truk

b. General Service Meliputi :

Kantor Utama (Main Office)

Security Post

Area Parkir

Kantor Mill Operation

Kantor kehutanan (Forestry Office)

Kantor Perkebunan Inti Rakyat (PIR)

( Forestry Office )  Kantor Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
( Forestry Office )  Kantor Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
( Forestry Office )  Kantor Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

4

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea  Kantor Loss

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea  Kantor Loss Prevention and Control
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea  Kantor Loss Prevention and Control

Kantor Loss Prevention and Control (LP&C)

c. Personal Service, yang meliputi :

Tempat Ibadah

Kantin

Perumahan dan mess Karyawan

Poliklinik

d. Physical Plant Service, yang meliputi :

Power Boiler (Recovery Boiler & Multi Fuel Boiler)

Generator

Power House

Water Treatment

Inceneration System

Land Fill

Selain hal tersebut di atas di lokasi sekitar pabrik terdapat fasilitas perusahaan yang cukup lengkap, berupa mess yang penggunaannya sesuai tingkat kepangkatan karyawan. Perumahan yang diperuntukkan bagi karyawan yang telah berkeluarga dan para staf ahli yang telah berpengalaman, Gedung Pertemuan (Guest House) yang digunakan apabila ada tamu dari pemerintahan yang datang, dari institusi atau digunakan untuk acara resmi.

1.4. Struktur Kerja dan Organisasi Perusahaan 1.4.1. Struktur Kerja a. Jumlah Tenaga Kerja PT.Toba Pulp Lestari, Tbk memiliki tenaga kerja kurang lebih sekitar 1000 orang dengan tingkat pendidikan yang beragam. Tenaga kerja terdiri atas tenaga tetap yaitu tenaga kerja yang direkrut perusahaan yang bekerja secara menetap di perusaahan, sebagian di bagian mill dan sebagian lagi di bagian forestry. Disamping itu, perusahaan juga menjalin kemitraan dengan PT atau CV yang berada di sekitar Porsea untuk menjalankan operasi yang menggunakan jasa kontraktor.

untuk menjalankan operasi yang menggunakan jasa kontraktor. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
untuk menjalankan operasi yang menggunakan jasa kontraktor. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
untuk menjalankan operasi yang menggunakan jasa kontraktor. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

5

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Jam Kerja

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Jam Kerja  General Time
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Jam Kerja  General Time

b. Jam Kerja

General Time Pada jam kerja ini tenaga kerja tetap maupun tenaga kerja tidak tetap diberlakukan jam kerja kantor. Dimana jam kerja dimulai pukul 08.00 WIB 17.00 WIB pada hari senin sampai jumat dengan jam istirahat dari jam 12.00 WIB 13.30 WIB , khusus hari Sabtu jam kerja hanya setengah hari dan setiap dua minggu sekali karyawan mendapat giliran libur yang disebut Day Off”.

Shift Time Perusahaan menjalan jam kerja shift time untuk menjalankan kegiatan produksi 24 jam yang dibagi menjadi tiga bagian jam kerja yaitu :

shift 1 : pukul 08.00 16.00 WIB

shift 2 : pukul 16.00 24.00 WIB

shift 3 : pukul 24.00 08.00 WIB

Jam kerja diatas telah diatur oleh perusahaan sehingga produksi dapat berjalan sangat lancar dan sangat baik dalam melaksanakan kegiatan produksi untuk mencapai tujuan dengan mematuhi tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan pada setiap departemen pabrik.

1.4.2. Struktur Organisasi Perusahaan Organisasi merupakan sekumpulan manusia yang memiliki peran, jabatan, atau fungsi masing-masing dan bersepakat melaksanakan aktifitas untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Dengan demikian struktur maupun ukuran setiap organisasi haruslah sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan oleh organisasi tersebut. Pengorganisasian adalah proses pengelompokan, alat, tugas, tanggung jawab maupun wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ada beberapa bentuk hubungan dasar dalam struktur organisasi yaitu: hubungan line, hubungan fungsional, hubungan staf dan hubungan campuran.

, hubungan fungsional, hubungan staf dan hubungan campuran. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
, hubungan fungsional, hubungan staf dan hubungan campuran. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
, hubungan fungsional, hubungan staf dan hubungan campuran. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

6

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 2.2 Struktur

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. Toba
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. Toba
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. Toba

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2008)

Struktur organisasi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. menggunakan hubungan garis (line) dalam pengorganisasiannya. Berdasarkan gambar struktur organisasi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk., Managing Director memiliki hubungan garis dengan Departemen Mill Operation, Commercial, Technology Environment, Financial, HRD, Sales, dan juga Forestry. Masing-masing departemen ini memiliki tanggung jawab terhadap Managing Director. Demikian juga antara departemen-departemen tersebut memiliki hubungan garis dengan departemen yang dibawahinya. Pembagian tugas dan wewenang pada perusahaan ini dilakukan berdasarkan fungsi- fungsi tertentu dan oleh karena itu disebut bersifat fungsional. Terdapat sejumlah departemen yang dibawahi departemen Mill Operation, Technology Environment, Financial, HRD, dan juga Forestry, dimana masing-masing departemen departemen memiliki tugas dan tanggung jawabnya sendiri yang berbeda antara satu departemen dengan departemen yang lain. Hal ini dapat dilihat pada gambar struktur organisasi, dimana terdapat berbagai departemen yang dibagi menurut fungsinya masing-masing.

departemen yang dibagi menurut fungsinya masing-masing. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
departemen yang dibagi menurut fungsinya masing-masing. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
departemen yang dibagi menurut fungsinya masing-masing. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

7

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Struktur organisasi PT.

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Struktur organisasi PT. Toba Pulp Lestari,
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Struktur organisasi PT. Toba Pulp Lestari,

Struktur organisasi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. terbagi menjadi dua struktur organisasi yaitu Fiber Management Organization structure dan Mill Management Organization structure. Fiber Management Process mengatur proses pengadaan bahan baku yaitu kayu serta menjaga kesinambungan hutan agar proses produksi tidak berhenti. Sedangkan Mill Management Organization structure mengatur proses produksi yang ada di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Kedua struktur organisasi ini dipimpin oleh seorang Managing director.

Uraian tugas dan wewenang Pembagian tugas dan wewenang, yaitu :

1. Managing Director

a. Mengelola perusahaan secara keseluruhan.

b. Mengkoordinir serta mengontrol keahlian teknis, usulan proyek, penjualan, dan pembelanjaan.

c. Memberikan wewenang dan persetujuan atas surat-surat ekstern dan intern, pesanan pembelian, penjualan, pengeluaran keuangan serta bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.

2. Officer Service Coordinator

a. Bertugas mengkoordinir segala kegiatan yang erhubungan dengan pelayanan kantor

b. Bertanggung jawab kepada managing director.

3. Deputy General Manager

a. Bertugas membantu managing director dalam mengkordinir dan mengontrol kegiatan pabrik sehari-hari seperti bagian-bagian teknisi dan juga menerima usulan-usulan proyek

b. Bertanggung jawab kepada managing director.

4. Fiber General Marketing

a. Bertugas menyediakan bahan baku untuk dikirim ke area pabrik seluruh sektor.

bahan baku untuk dikirim ke area pabrik seluruh sektor. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
bahan baku untuk dikirim ke area pabrik seluruh sektor. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
bahan baku untuk dikirim ke area pabrik seluruh sektor. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

8

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Bertugas terhadap

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Bertugas terhadap administrasi yang berkaitan
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Bertugas terhadap administrasi yang berkaitan

b. Bertugas terhadap administrasi yang berkaitan dengan proses produksi. Departmen ini membawahi lima departemen yaitu: Plantation Departmen, Wood Supply Department, Planning Department, PIR Department dan Sector Departmen.

o

Plantation Department Bertugas melakukan penanaman hutan kembali untuk hutan tanaman industry yang hasilnya telah dimanfaatkan sebelumnya oleh perusahaan.

o

Wood Supply Department Bertugas mempersiapkan penyediaan jumlah bahan baku yang akan diproses pada pembuatan pulp.

o

Planning Department Bertugas untuk membuat rencana kerja dan perbaikan material kayu sebagai bahan baku. Dalam departemen inilah dipersiapkan, diatur, dan direncanakan kegiatan-kegiatan dalam Forestry Department, dan membahas setiap persoalan departemen dan merencanakan penangananannya.

o

PIR Department Bertugas untuk membuat rencana kerja dan bekerja sama dengan masyarakat dalam usaha pembibitan tanaman, pemberian pupuk, serta tenaga skill yang dibutuhkan.

o

Sector Department Bertugas melakukan koordinasi kepada seluruh sektor tanaman industri dan bertugas mengetahui beberapa areal tanaman yang kosong dan beberapa areal tanaman yang telah ditebang.

5. Mill General Manager Bertugas terhadap kebijaksanaan produksi dan kelancaran produksi dimulai dari persiapan kayu menjadi lembaran pulp yang siap dipasarkan dan bertanggung jawab pada managing director. Departemen ini membawahi beberapa departemen yaitu: Production Department, Maintenance and Engineer Department, Technical

, Maintenance and Engineer Department , Technical Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
, Maintenance and Engineer Department , Technical Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
, Maintenance and Engineer Department , Technical Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

9

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Department , LP

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Department , LP & C Department,
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Department , LP & C Department,

Department, LP & C Department, Material Department dan Sales and Adminitration Department.

o

Production Departmen Bertugas mengawasi jalannya proses produksi antara lain: wood preparation, fiberline, chemical plant dan departemen ini bertanggung jawab terhadap kepada General Manager Mill.

o

Maintenance dan Engineer Department Bertanggungjawab kepada kegiatan pemeriksaan dan perbaikan peralatan produksi dan melaporkan perbaikan tersebut serta bertanggungjawab kepada General Manager Mill.

o

LP & C Department Bertugas menjaga keselamatan kerja karyawan serta lingkungan kerja dan membentuk tim pemadam kebakaran untuk menghindarkan terjadinya kebakaran serta bertanggungjawab kepada General Manager Mill.

o

Technical Department Bertugas untuk memeriksa dan menganalisa bahan baku yang masuk, mengawasi dan mengontrol proses pengolahan bahan baku dan membuat laporan hasil quality control produk dan pengolahan limbah.

o

Material Department Bertugas membantu kelancaran proses dalam pabrik dalam hal menyediakan material ataupun sparepart (logistic) serta bertanggungjawab kepada General Manager Mill.

o

Sales and Administration Department Bertugas dalam memasarkan produk dan menentukan beberapa jumlah order serta stok produk yang dikirim.

6. Society Security Lisence Director Bertugas menangani masalah keamanan, perizinan dan persoalan- persoalan dengan masyarakat serta bertanggung jawab terhadap managing director.

serta bertanggung jawab terhadap managing director . Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
serta bertanggung jawab terhadap managing director . Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
serta bertanggung jawab terhadap managing director . Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

10

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 7. Human Resource

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 7. Human Resource Department (HRD) Bertugas
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 7. Human Resource Department (HRD) Bertugas

7. Human Resource Department (HRD) Bertugas dalam mengatur masalah personal administrasi yang meliputi bagian penerimaan, pemindahan pegawai, pemutusan hubungan kerja (PHK) dan hal lain yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, training serta menyediakan fasilitas bagi kesejahteraan karyawan.

8. Financial Director

a. Bertugas menyusun budget pendapatan kerja dan belanja perusahaan sesuai dengan hasil yang diharapkan

b. Bertugas terhadap pengaturan, pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan.

c. Melaporkan segala jenis pengeluaran biaya-biaya perusahaan dalam prosesnya.

Sistem Pengupahan dan fasilitas Perusahaan

1. Sistem Pengupahan

a. Perusahaan mengatur dan menetapkan sistem pemberian upah yang layak bagi pekerja yang disesuaikan dengan golongannya, status, jabatan, keahlian dan prestasi.

b. Besarnya upah terendah yang diberikan kepada pekerja tidak boleh kurang dari ketentuan minimum yang berlaku sesuai dengan peraturan pemerintah yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP). Pemberian upah kepada karyawan dilakukan sekali dalam sebulan yaitu pada akhir bulan. Dalam pemberian gaji kepada karyawan tetapnya, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. menganut sistem Total All in Concept yang artinya total gaji karyawan diterima oleh setiap karyawan sudah termasuk berbagai tunjangan yang ada. Adapun tunjangan-tunjangan tersebut terdiri dari tunjangan pangkat dan jabatan, tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, dan bantuan khusus untuk perumahan serta lokasi kerja. Sedangkan untuk karyawan tidak tetap, tunjangan tidak termasuk gaji yang diterima.

tidak tetap, tunjangan tidak termasuk gaji yang diterima. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
tidak tetap, tunjangan tidak termasuk gaji yang diterima. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
tidak tetap, tunjangan tidak termasuk gaji yang diterima. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

11

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Sistem kenaikan gaji

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Sistem kenaikan gaji di Toba Pulp
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Sistem kenaikan gaji di Toba Pulp

Sistem kenaikan gaji di Toba Pulp Lestari, Tbk tidak terjadwal tergantung dengan prestasi yang ditunjukkan karyawan itu sendiri.

2. Fasilitas Perusahaan PT. Toba Pulp Lestari, Tbk selalu berusaha mendorong karyawan agar dapat bekerja lebih baik. Selain upah yang diterima karyawan setiap bulannya, karyawan juga mendapatkan fasilitas yang mendukung agar aktivitas kerja karyawan dapat dimanfaatkan oleh karyawan tetap maupun oleh karyawan tidak tetap, fasilitas-fasilitas tersebut antara lain:

a. Perumahan

b. Tempat ibadah

c. Sarana olahraga

d. Kantin

e. Fasilitas Transportasi

f. Fasilitas Pengobatan dan perawatan

g. Tempat Rekreasi

h. Sarana pendidikan

i. Fasilitas kerja (seragam kerja dan alat perlengkapan untuk safety sebagai alat pelindung diri (APD) seperti safety helmet, safety shoes, sarung tangan, masker, respirator, kacamata dan alat-alat pelindung lainnya yang dipakai sesuai dengan tingkat keamanan masing-masing pekerjaan) Selain itu PT.Toba Pulp Lestari, Tbk juga memberikan bantuan

kesejahteraan bagi karyawan tetap berupa jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek), dana duka serta dana Tunjangan Hari Raya.

1.5 Keselamatan Kerja di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 1970 dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah yang melindungi hak setiap pekerja dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja. Setelah K3 ini diberlakukan maka keluarlah kebijakan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang wajib dibuat dan dilaksanakan oleh setiap perusahaan.

yang wajib dibuat dan dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
yang wajib dibuat dan dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
yang wajib dibuat dan dilaksanakan oleh setiap perusahaan. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

12

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Kebijakan untuk membuat

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Kebijakan untuk membuat dan mengelola sendiri
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Kebijakan untuk membuat dan mengelola sendiri

Kebijakan untuk membuat dan mengelola sendiri SMK3 diserahkan kepada masing-masing perusahaan. Seperti layaknya kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, maka PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. juga menerapkan sistem manajemen untuk melindungi setiap karyawannya, yaitu kebijakan K3 dan SMK3. Ada banyak kemungkinan kecelakaan yang bisa saja terjadi pada lokasi perusahaan, sehingga perlu dicegah dengan menerapkan beberapa peraturan yang harus diikuti oleh semua pihak mulai dari staf, karyawan pabrik, sampai kepada tamu perusahaan pun wajib mengikutinya. Ini terbukti untuk kedua kalinya PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. meraih sertifikat dan bendera emas untuk penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan kerja (SMK3). Sertifikat dan bendera emas ini diterima pada tahun 2006. Sertifikat SMK3 yang memiliki masa berlaku 3 tahun itu merupakan wujud pengakuan yang secara sungguh-sungguh dan konsisten menerapkan SMK3 dan manajemen bangga bisa meraihnya kembali.

a. Kewajiban Menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) Untuk menjaga berbagai kemungkinan kecelakaan maka setiap orang yang berada dalam lokasi perusahaan wajib menggunakan pelindung diri seperti:

Pelindung Kepala (Safety Helmet)

Sepatu pengaman (Safety Shoes)

Pelindung Telinga (Ear Plug)

Kaca Mata (Eye Glases)

Masker Alat-alat pelindung diri seperti yang terdapat di atas adalah alat pelindung diri yang umum harus dipakai. Ada kalanya pada lokasi dan situasi tertentu para pekerja atau siapapun harus menggunakan alat pelindung diri khusus seperti saat berada di Chemical Plant setiap orang yang masuk area Chemical Plant harus membawa respirator.

yang masuk area Chemical Plant harus membawa respirator. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
yang masuk area Chemical Plant harus membawa respirator. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
yang masuk area Chemical Plant harus membawa respirator. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

13

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Manajemen Peraturan

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Manajemen Peraturan dan Lokasi Kerja
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Manajemen Peraturan dan Lokasi Kerja

b. Manajemen Peraturan dan Lokasi Kerja Untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien dan produktif maka perlu dibuat beberapa peraturan yang diberlakukan pada lokasi kerja. Di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk., terutama pada bagian Mill Site diberlakukan beberapa peraturan yang dapat dilihat pada penempatan beberapa tanda himbauan dan larangan yang harus diikuti seperti: Listrik tegangan tinggi, jalur untuk alat-alat berat, daerah yang dilarang untuk dimasuki, daerah wajib menggunakan masker, awas benda jatuh dari atas, awas api, jalur pejalan kaki, titk kumpul evakuasi, serta symbol lainnya.

c. Pembentukan Departemen LP & C Untuk melaksanakan tugas mengatur, mengawasi, serta kebijakan lain yang berkenaan dengan K3 dibentuklah sebuah departemen LP & C yang memiliki tugas dan tanggung jawab:

1. Memberikan masukan kepada manajemen PT. Toba Pulp Lestari, Tbk.

2. Mengkoordinasikan kegiatan keselamatan.

3. Menyimpan dan menganalisa laporan keselamatan.

4. Mengkoordinasikan kegiatan keselamatan untuk semua karyawan dan kontraktor.

5. Mengulang, mengevaluasi dan menilai investigasi kecelakaan.

6. Melapor pada manajemen PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. dengan menunjukkan perkembangan, kemajuan keselamatan karyawan, serta semua bentuk kecelakaan yang terjadi.

d. Penanganan Dalam Keadaan Darurat

Ada berbagai macam bentuk kecelakaan dan keadaan darurat yang terjadi. Masing-masing memerlukan penanganan yang sesuai, cepat, tepat dan berbeda- beda.

1. Kebakaran dan bahaya asap

2. Kebocoran dan tumpahan bahan kimia

3. Ancaman bom

asap 2. Kebocoran dan tumpahan bahan kimia 3. Ancaman bom Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
asap 2. Kebocoran dan tumpahan bahan kimia 3. Ancaman bom Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
asap 2. Kebocoran dan tumpahan bahan kimia 3. Ancaman bom Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

14

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 4. Bahaya ledakan

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 4. Bahaya ledakan 5. Demonstrasi atau
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 4. Bahaya ledakan 5. Demonstrasi atau

4. Bahaya ledakan

5. Demonstrasi atau kerusuhan

6. Penanganan pengungsian dan titik evakuasi

atau kerusuhan 6. Penanganan pengungsian dan titik evakuasi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
atau kerusuhan 6. Penanganan pengungsian dan titik evakuasi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
atau kerusuhan 6. Penanganan pengungsian dan titik evakuasi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

15

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB II TINJAUAN

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Natrium
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Natrium

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Natrium Klorida (NaCl)

Natrium klorida adalah zat kimia industri yang diekstrak dari laut dengan cara penguapan matahari, dan merupakan produk dasar dalam aplikasi kimia maupun aplikasi yang berhubungan dengan makanan. Selain digunakan secara tradisional sebagai pengawet di industri pengolahan makanan, garam juga merupakan bahan baku utama untuk pabrik klor-alkali yang memproduksi natrium hidroksida, hidrogen dan klorin. Natrium klorida adalah bahan baku utama untuk banyak sekali senyawa kimia seperti natrium hidroksida (NaOH), natrium sulfat (Na 2 SO 4 ), hidrogen klorida (HCl), natrium fosfat (Na 3 PO 4 ), natrium klorat (NaClO 3 ), natrium hipoklorit (NaOCl), dan masih banyak lagi turunan lainnya. Hampir semua klorin (Cl 2 ) di dunia diproduksi dari proses elektrolisis natrium klorida (Austin, 1984).

Tabel 2.1 Sifat Fisis Natrium Klorida (SOP PT. Toba Pulp Lestari Tbk, 2008)

Rumus (Formula)

NaCl

Berat Molekul

58.44

g/mol

Kerapatan (density)

2.163

g/cm 3

Bulk Density

1 g/ cm 3

Titik Leleh

800 o C

Titik Didih

1465 o C

Specific Heat (25 o C)

50.795 J/mol.grd.

Panas larutan

- 4.87 KJ/mol

Warna

Putih

2.2. Klorin (Cl2)

Klorin (Cl 2 ) adalah bahan kimia penting dalam pemurnian air, dalam desinfektan, dalam pemutih, dan gas mustard. Klorin juga digunakan secara luas dalam pembuatan banyak produk termasuk dalam produksi kertas, antiseptik, zat warna, makanan, insektisida, cat, produk minyak bumi, plastik, obat-obatan, tekstil, pelarut, dan banyak produk konsumen lainnya. Unsur ini juga digunakan untuk membunuh bakteri dan mikroba dari pasokan air minum. Klorin juga digunakan

dan mikroba dari pasokan air minum. Klorin juga digunakan Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
dan mikroba dari pasokan air minum. Klorin juga digunakan Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
dan mikroba dari pasokan air minum. Klorin juga digunakan Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

16

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea untuk pemutih pulp

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea untuk pemutih pulp kayu sebelum digunakan
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea untuk pemutih pulp kayu sebelum digunakan

untuk pemutih pulp kayu sebelum digunakan untuk membuat kertas, serta menghilangkan tinta pada kertas daur ulang. Unsur ini digunakan pula dalam produksi klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan ekstraksi brom. Sebagian klorin yang diproduksi digunakan untuk penanganan langsung seperti pada industri pulp and paper, pemutihan tekstil, pengolahan air, dan pengolahan limbah. Sebagian lainnya klorin diproduksi sebagai salah satu komponen dalam produk tertentu seperti vinyl, vinylidene polymers, chlorinated rubber dan plastik lainnya. Klorin hampir seluruhnya diproduksi dari elektrolisis larutan garam atau dari reaksi fusi klorida. Elektrolisis larutan garam memproduksi klorin di bagian anoda, sedangkan gas hidrogen dan natrium hidroksida di bagian katoda. Untuk memperoleh klorin dan natrium hidroksida, keduanya harus dijaga agar tidak bercampur. Saat ini ada tiga jenis sel elektrolisis yang digunakan di industri yang ada di dunia, yaitu sel diafragma, sel membrane dan sel merkuri (Austin, 1984).

Tabel 2.2 Sifat Fisis Klorin (SOP PT. Toba Pulp Lestari Tbk, 2008)

Rumus (Formula)

Cl

2

Berat Molekul

70.906 g/mol

Kerapatan (density) gas

3.214

Kg/Nm 3

Density (gas; air =1)

2.49

Kg/ m 3

Density (cairan, 0 o C, 3.65 bar)

1.47

Kg/l

Titik Didih

- 34 o C

 

Titik Leleh

- 101 o C

 

Specific Heat (gas)

33.84

J/mol grd.

Specific Heat (liquid)

67.1

J/mol grd.

Panas Penguapan (@ -34 o C)

20.42

Kj/mol

Warna (gas)

Kuning kehijau hijauan

Warna (cairan)

Kuning terang

2.3. Hidrogen (H2) Hidrogen merupakan unsur pertama dalam tabel periodik. Dalam kondisi normal, hidrogen merupakan gas yang tidak berbau dan tidak berwarna yang dibentuk oleh molekul diatomik, H 2 . Hidrogen merupakan salah satu unsur utama dalam air dan semua bahan organik serta tersebar luas tidak hanya di bumi tetapi

bahan organik serta tersebar luas tidak hanya di bumi tetapi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
bahan organik serta tersebar luas tidak hanya di bumi tetapi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
bahan organik serta tersebar luas tidak hanya di bumi tetapi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

17

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea juga di seluruh

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea juga di seluruh alam semesta. Hidrogen
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea juga di seluruh alam semesta. Hidrogen

juga di seluruh alam semesta. Hidrogen adalah yang paling mudah terbakar dari semua zat yang dikenal. Atom hidrogen adalah agen reduktif kuat, bahkan pada suhu kamar. Unsur ini bereaksi dengan oksida dan klorida berbagai logam, seperti perak, tembaga, timbal, bismut dan merkuri, untuk menghasilkan logam bebas. Hidrogen adalah bahan baku penting dalam industri kimia dan petrokimia. Hidrogen dibuat dari penurunan senyawa karbon, hidrokarbon dan/atau air. Hidrogen didapatkan dari dekomposisi yang melibatkan energi listrik, kimia atau panas. Contohnya elektrolisis air, steam reforming hidrokarbon dan thermal dissociation hidrokarbon (Austin, 1984).

Tabel 2.3 Sifat Fisis Hidrogen (SOP PT. Toba Pulp Lestari Tbk, 2008)

Rumus (Formula)

H

2

Berat Molekul

2.016

g/mol

Density (kerapatan)

0.08987 Kg/ Nm 3

Titik Didih

-

252.8 o C

Specific Heat (25 o C)

28.83

J/mol - grd

Panas Pembakaran

287 KJ/mol

Warna

Tidak berwarna

2.4. Hidrogen Klorida (HCl) Hidrogen klorida adalah senyawa dari unsur hidrogen dan klorin, pada temperatur ruang berwujud gas. Larutan hidrogen dalam air disebut asam klorida. Karena sifatnya yang korosif, material yang sering digunakan untuk menanganinya ialah plastik, keramik, kaca dan tantalum. Hidrogen klorida terbentuk dari reaksi langsung antara gas klorin (Cl 2 ) dan gas hidrogen (H 2 ), reaksi berlangsung pada temperatur di atas 250 o C (482 o F). Hidrogen klorida biasa dipasarkan dalam bentuk larutan 28-35% berat yang disebut konsentrat asam klorida (Encyclopaedia Britannica Online, 2016). Asam klorida walaupun tidak diproduksi dalam jumlah besar seperti asam sulfat, merupakan salah satu bahan kimia yang penting. Pembuatan hidrogen klorida dapat ditempuh dengan beberapa proses, yaitu produk samping klorinasi

dengan beberapa proses, yaitu produk samping klorinasi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
dengan beberapa proses, yaitu produk samping klorinasi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
dengan beberapa proses, yaitu produk samping klorinasi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

18

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea hidrokarbon aromatic dan

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea hidrokarbon aromatic dan alifatik, reaksi antara
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea hidrokarbon aromatic dan alifatik, reaksi antara

hidrokarbon aromatic dan alifatik, reaksi antara garam (NaCl) dan asam sulfat (H 2 SO 4 ), reaksi pembakaran klorin (Cl 2 ) dengan hidrogen (H 2 ), dan operasi Hargreaves-type. Pada proses pembuatan hidrogen klorida dengan pembakaran klorin dan hidrogen, reaksinya berlangsung sangat eksotermis dan spontan. Produk yang dihasilkan berupa 99% gas HCl, yang kemudian diadsorbsi oleh air dalam absorber berbahan tantalum atau grafit. Larutan HCl di-stripping dengan gas HCl sehingga didapatkan larutan strong HCl (Austin, 1984).

Tabel 2.4 Sifat Fisis Hidrogen Klorida (SOP PT. Toba Pulp Lestari Tbk, 2008)

Rumus (Formula)

HCl

Berat Molekul

36.465 g/mol

Density (kerapatan)

1.639

Kg/Nm 3

Titik didih

- 85 o C

Titik Leleh

- 114 o C

Specific Heat (25 o C)

29.12

J/mol - grd

Panas absorption

62.3 KJ/mol

Warna

Tidak berwarna

2.5. Sodium Hidroksida (NaOH) Pada suhu kamar, natrium hidroksida atau biasa disebut sebagai causic soda adalah kristal putih tidak berbau padat yang menyerap kelembaban dari udara. Ketika dilarutkan dalam air atau dinetralkan dengan asam itu membebaskan panas yang cukup besar, yang mungkin cukup untuk menyalakan bahan mudah terbakar. Natrium hidroksida sangat korosif. Hal ini umumnya digunakan sebagai padat atau larutan 50%. Natrium hidroksida digunakan untuk memproduksi sabun, rayon, kertas, bahan peledak, zat warna, dan produk minyak bumi. Hal ini juga digunakan dalam pengolahan kain katun, pencucian dan pemutihan, pembersihan dan pengolahan logam, lapisan oksida, elektroplating, dan ekstraksi elektrolit (National Center for Biotechnology Information, 2005).

( National Center for Biotechnology Information , 2005). Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
( National Center for Biotechnology Information , 2005). Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
( National Center for Biotechnology Information , 2005). Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

19

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Tabel 2.5 Sifat

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Tabel 2.5 Sifat Fisis Natrium Hidroksida
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Tabel 2.5 Sifat Fisis Natrium Hidroksida

Tabel 2.5 Sifat Fisis Natrium Hidroksida (SOP PT. Toba Pulp Lestari Tbk, 2008)

Rumus (formula)

NaOH

Berat Molekul

40 g/mol

Density (kerapatan)

2.490

g/cm 3

Titik leleh

319 o C

Specific Heat (25 o C)

59.45

J/mol - grd

Panas absorpsi (penyerapan)

32.5 KJ/mol (@50% NaOH)

Warna

Putih

2.6. Sodium Klorat (NaClO3) Natrium klorat diproduksi dalam jumlah besar sebagai pembunuh gulma. Hal ini · juga digunakan dalam pencetakan dan pencelupan tekstil. Natrium klorat tidak dapat digunakan dalam bahan peledak karena sifat higroskopisnya. Natrium klorat diproduksi dengan elektrolisis larutan garam yang ditambahkan dengan natrium dikromat untuk mengurangi korosifitas asam hipoklorit karena adanya asam klorida. Proses elektrolisis larutan garam menghasilkan natrium hidroksida di katoda dan klorin di anoda, tetapi dengan tidak adanya diafragma dalam sel, terjadi pencampuran dan terbentuk natrium hipoklorit yang kemudian dioksidasi menjadi natrium klorat (Austin, 1984)

Tabel 2.6 Sifat Fisis Natrium Klorat (SOP PT. Toba Pulp Lestari Tbk, 2008)

Rumus (formula)

NaClO 3

Berat Molekul

106.44 g/mol

Density (kerapatan)

2.490

g/cm 3

Titik didih

Decompose

Titik Leleh

255 o C

Specific Heat (25 o C)

100.8

J/mol grd.

Panas absorpsi (penyerapan)

- 22.5 KJ/mol

Warna

Putih

absorpsi (penyerapan) - 22.5 KJ/mol Warna Putih Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
absorpsi (penyerapan) - 22.5 KJ/mol Warna Putih Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
absorpsi (penyerapan) - 22.5 KJ/mol Warna Putih Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

20

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 2.7. Klorin Dioksida

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 2.7. Klorin Dioksida (ClO 2 )
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 2.7. Klorin Dioksida (ClO 2 )

2.7. Klorin Dioksida (ClO2)

Klor dioksida (ClO 2 ) adalah bahan kimia sintetis, gas berwarna hijau

kekuningan dengan bau seperti klorin, menyengat. Klorin dioksida adalah senyawa

klorin netral. Klorin dioksida sangat berbeda dari klorin, baik dalam struktur

kimianya ataupun karakteristiknya. Klorin dioksida adalah molekul kecil, mudah

menguap dan sangat kuat. Larutan klorin dioksida adalah radikal bebas. Pada

konsentrasi tinggi bereaksi kuat dengan agen pereduksi. Klorin dioksida adalah gas

yang tidak stabil yang terurai menjadi gas klorin (Cl 2 ), gas oksigen (O 2 ) dan panas.

Salah satu sifatnya ialah kelarutannya yang tinggi dalam air, terlebih pada air

dingin (chilled water). Klorin dioksida tidak terdisosiasi dalam air, melainkan

menjadi gas yang terlarut dalam air. Kelarutannya sepuluh kali lebih tinggi

dibandingkan gas klorin (Cl 2 ) (Lenntech BV, 2016).

Klorin dioksida adalah oksidator kuat, 2,5 kali lebih kuat dari kemampuan

mengoksidasi klorin (Cl 2 ). Klorin dioksida mampu memutihkan banyak warna

dalam bahan selulosa tanpa merusak selulosa. Oleh karena itu banyak digunakan

dalam industri pulp dan tekstil, khususnya di pemutihan akhir kertas kraft (Austin,

(1984).

Tabel 2.7 Sifat Fisis Klorin Dioksida (SOP PT. Toba Pulp Lestari Tbk, 2008)

Rumus (formula)

ClO 2

Berat Molekul

67.45

g/mol

Density (kerapatan)

3.01

Kg/Nm 3

 

Density (air =1)

2.4

Titik Didih

11 o C

Titik Leleh

- 59 o C

Panas larutan

26.8

KJ/mol

 

Specific Heat (25 o C)

41.84

J/mol-grd

Persamaan oksidasi

5

Warna

Kuning hijau

 

Bau

Iritasi

ozon

(gangguan

terhadap udara)

Bau Iritasi ozon (gangguan terhadap udara) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
Bau Iritasi ozon (gangguan terhadap udara) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
Bau Iritasi ozon (gangguan terhadap udara) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

21

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 2.8. Sodium Hipoklorit

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 2.8. Sodium Hipoklorit (NaOCl) Sodium hipoklorit
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 2.8. Sodium Hipoklorit (NaOCl) Sodium hipoklorit

2.8. Sodium Hipoklorit (NaOCl) Sodium hipoklorit digunakan sebagai desinfektan dan deodoran di perusahaan susu, creameries, pemasok air, pembuangan limbah, dan untuk keperluan rumah tangga. Hal ini juga digunakan sebagai pemutih di laundry. Selama Perang Dunia Pertama, sodium hipoklorit digunakan untuk pengobatan luka sebagai larutan isotonik stabil. Sebagai agen pemutih, sangat berguna pada katun, linen, rami, sutra buatan dan bubur kertas (paper pulp). Kebanyakan klorin diubah menjadi natrium hipoklorit sebelum digunakan untuk memutihkan selulosa. Metode produksi yang paling umum adalah reaksi larutan natrium hidroksida dengan klorin gas.

Cl 2 + 2 NaOH

natrium hidroksida dengan klorin gas. Cl 2 + 2 NaOH NaCI + H 2 O +

NaCI + H 2 O + NaOCI

(2.1)

Metode lain yang digunakan adalah elektrolisis larutan garam terkonsentrasi. Sel-sel elektrolitik tidak memiliki diafragma apapun dan beroperasi pada kepadatan arus tinggi dalam larutan hampir netral. Sel-sel yang dirancang untuk berfungsi pada suhu rendah dan untuk membawa katoda larutan soda kaustik dalam kontak dengan klorin dilepaskan pada anoda (Austin, 1984).

kontak dengan klorin dilepaskan pada anoda (Austin, 1984). Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
kontak dengan klorin dilepaskan pada anoda (Austin, 1984). Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
kontak dengan klorin dilepaskan pada anoda (Austin, 1984). Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

22

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB III DESKRIPSI

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB III DESKRIPSI PROSES CHEMICAL PLANT
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB III DESKRIPSI PROSES CHEMICAL PLANT

BAB III DESKRIPSI PROSES CHEMICAL PLANT

Dalam industri pulp (bubur kayu) chemical plant adalah pabrik pendukung yang memproduksi bahan kimia untuk mendukung proses produksi pulp, Power

Plants dan Effluent Treatment Plant di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Keberadaan chemical plant sangat menentukan dalam menjaga kualitas pulp yang akan dihasilkan sehingga dapat bersaing di pasaran. Chemical Plant adalah pabrik terintegrasi di mana di dalamnya terdapat unit unit plant yang memproduksi berbagai jenis bahan kimia. Bahan baku yang digunakan di Chemical Plant ada dua jenis, bahan baku utama dan bahan baku tambahan. Bahan baku utama Chemical Plant:

1. Garam NaCl

2. Sulfur padat (S)

3. Udara

Sedangkan bahan baku tambahan adalah sebagai berikut:

1. Soda ash (Na 2 CO 3 )

2. Flocculant

3. Asam sulfat (H 2 SO 4 ) pekat 98%

4. Sodium Dichromate (NaCr 2 O 7 )

Bahan kimia utama yang diproduksi plant adalah klorin dioksida (ClO 2 ), sodium hidroksida (NaOH), klorin (Cl 2 ), oksigen (O 2 ) dan sulphur dioxide (SO 2 ).

Produk sampingannya adalah sodium hypochlorite (NaOCl), asam klorida (HCl), nitrogen (N 2 ) dan hidrogen (H 2 ). Produksi pulp menggunakan paling banyak bahan kimia pada proses bleaching. Water treatment plant juga menggunakan sodium hidroksida dan asam klorida untuk regenerasi ion exchanger dan telah menggunakan sodium

hypochlorite untuk kontrol pertumbuhan bakteri . Namun, ada juga yang digunakan

dalam internal chemical plant itu sendiri sebagai pendukung proses produksi. Produk dan penggunaannya dapat disimak pada Tabel 3.1.

Produk dan penggunaannya dapat disimak pada Tabel 3.1. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
Produk dan penggunaannya dapat disimak pada Tabel 3.1. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
Produk dan penggunaannya dapat disimak pada Tabel 3.1. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

23

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Tabel 3.1 Produk

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Tabel 3.1 Produk Chemical Plant dan
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Tabel 3.1 Produk Chemical Plant dan

Tabel 3.1 Produk Chemical Plant dan Pendistribusiannya (PT Toba Pulp

Lestari Tbk, 2016)

Produk

Unit Pengguna

Sodium Hidroksida (NaOH)

Bleaching plant, Incinerator, Water treatment, Konsumsi internal

Klorin (Cl 2 )

HCl synthesis unit

Hidrogen (H 2 )

HCl synthesis unit

Sodium Hipoklorit (NaOCl)

Water treatment

Klorin Dioksida (ClO 2 )

Bleaching plant

Asam Klorida (HCl)

ClO 2 Plant, Bleaching plant, Brine treatment, Water treatment

Sulfur Dioksida (SO 2 )

Bleaching plant, Pulp machine, Anolyte treatment

Oksigen (O 2 )

Bleaching plant

Nitrogen (N 2 )

Purging in chemical plant (ClO 2 plant, HCl synthesis unit, Chlor alkali cell

Secara garis besar chemical plant dibagi atas 2 seksi yaitu:

Chlor Alkali Plant

Chlorine Dioxide Plant

3.1 Chlor Alkali Plant

Produksi utama chlor alkali plant adalah caustic (NaOH) 32% dari bahan

baku NaCl yang melalui beberapa tahapan proses. Chlor alkali plant terdiri dari

beberapa plant di dalamnya, antara lain:

a. Brine treatment

b. Chlor alkali cell electrolyzer

c. Chlorine treatment

d. Hypo plant

e. Sulfur dioxide plant

f. PSA Unit (Oxygen and Nitrogen plant)

3.1.1. Brine Treatment

Brine treatment ialah penanganan terhadap larutan garam (brine) yang

bertujuan untuk menghasilkan larutan garam dengan kadar impurities sekecil

mungkin atau sesuai dengan standar yang diizinkaan. Adanya impurities dalam

larutan garam dapat merusak membran di chlor alkali cell electrolyzers, berikut

adalah batasan kadar impurities dalam larutan garam yang ditetapkan:

kadar impurities dalam larutan garam yang ditetapkan: Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
kadar impurities dalam larutan garam yang ditetapkan: Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
kadar impurities dalam larutan garam yang ditetapkan: Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

24

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea  Ca dan

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea  Ca dan Mg : <
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea  Ca dan Mg : <

Ca dan Mg

: < 30 ppb

ClO 3

: < 20 gpl

SO 4

: 5 10 gpl

Excess CO 3

: 0,3 0,7 gpl

Excess OH

: 0,25 0,8 gpl

Brine concentration

: 290 320 gpl

Brine treatment dibagi menjadi 3 proses utama:

1. Primary Treatment

Perlakuan primer (primary treatment) terdiri atas 4 proses:

a. Salt dissolver

treatment ) terdiri atas 4 proses: a. Salt dissolver Gambar 3.1 Salt Dissolver (Dokumentasi Praktek Kerja,

Gambar 3.1 Salt Dissolver (Dokumentasi Praktek Kerja, 2016)

Garam padat dilarutkan dalam kolam yang disebut salt dissolver untuk mendapatkan larutan garam dengan konsentrasi 290 325 gpl. Garam dilarutkan dengan demineralized water (air demineralisasi) dan steam untuk meningkatkan temperatur air agar garam lebih mudah terlarut. Weak brine sisa elektrolisis juga dikembalikan ke salt dissolver dengan penambahan SO 2 dan NaOH. SO 2 ditambahkan untuk menghilangkan klorin (Cl 2 ). Penambahan NaOH dilakukan untuk kontrol pH, sehingga pH brine naik menjadi 9-11.

untuk kontrol pH, sehingga pH brine naik menjadi 9-11. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
untuk kontrol pH, sehingga pH brine naik menjadi 9-11. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
untuk kontrol pH, sehingga pH brine naik menjadi 9-11. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

25

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Precipitation Tank

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Precipitation Tank Dalam precipitation tank,
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Precipitation Tank Dalam precipitation tank,

b. Precipitation Tank Dalam precipitation tank, impurities (Ca, Mg, ClO 3 , SO 4 , dsb.) yang larut dalam larutan garam direaksikan dengan soda ash (Na 2 CO 3 ).

c. Settler Impurities yang telah bereaksi dengan Na 2 CO 3 diendapkan dalam settler dengan bantuan flocculant yang ditambahkan ke larutan garam sebelum masuk settler. Fungsi flocculant di sini yaitu untuk mempercepat proses pengendapan impurities.

d. Gravel Filter Partikel impurities yang tidak mengendap disaring dalam gravel filter. Media filter yang digunakan ialah pasir karbon. Filter yang sudah jenuh dibersihkan dengan cara back wash menggunakan air demin dan udara.

dengan cara back wash menggunakan air demin dan udara. Gambar 3.2 Diagram Alir Proses Primary and

Gambar 3.2 Diagram Alir Proses Primary and Secondary Treatment (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

2. Secondary Treatment Pemurnian larutan garam dengan menggunakan resin di ion exchanger untuk memastikan larutan garam layak untuk masuk proses selanjutnya.

larutan garam layak untuk masuk proses selanjutnya. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
larutan garam layak untuk masuk proses selanjutnya. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
larutan garam layak untuk masuk proses selanjutnya. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

26

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea a. Ion Exchanger

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea a. Ion Exchanger (Penukar Ion) Penukar
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea a. Ion Exchanger (Penukar Ion) Penukar

a. Ion Exchanger (Penukar Ion) Penukar ion yang digunakan di sini ialah penukar kation. Penukar

kation berisi resin dengan tangan terluar Na + . Prinsip kerjanya ialah resin mengikat ion Ca 2+ dan menggantinya dengan ion Na + . Reaksi yang terjadi:

Ca 2+ + R-Na

ion Na + . Reaksi yang terjadi: Ca 2 + + R-Na R-Ca + Na +

R-Ca + Na +

(3-1)

Semakin lama digunakan, resin semakin jenuh dengan ion Ca 2+ , sehingga perlu dilakukan regenerasi agar resin dapat digunakan kembali. Regenerasi resin dilakukan dengan menggunakan HCl 32% dan NaOH 10%. Reaksi regenerasi resin:

R-Ca + 2 HCl

R-H + CaCl 2 2

(3-2)

2 R-H + 2 NaOH

2 R-Na + 2 H 2 O 2 O

(3-3)

(3-2) 2 R-H + 2 NaOH 2 R-Na + 2 H 2 O (3-3) Gambar 3.3

Gambar 3.3 Penukar Kation (Dokumentasi Praktek Kerja, 2016)

Gambar 3.3 Penukar Kation (Dokumentasi Praktek Kerja, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
Gambar 3.3 Penukar Kation (Dokumentasi Praktek Kerja, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
Gambar 3.3 Penukar Kation (Dokumentasi Praktek Kerja, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

27

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Pure Brine

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Pure Brine Baby Tank Larutan
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea b. Pure Brine Baby Tank Larutan

b. Pure Brine Baby Tank Larutan garam ditambahkan HCl untuk menurunkan pH menjadi 5-6 karena sel elektrolisis bekerja pada rentang pH tersebut.

c. Pure Brine Tank Penyimpanan larutan garam sebelum masuk ke proses selanjutnya.

3. Anolyte Treatment Merupakan penanganan terhadap weak brine (200-260 gpl) dalam

anolyte hasil elektrolisis. Anolyte terdiri dari weak brine dan gas klorin, setelah melewati anolyte separator gas klorin terpisah menuju chlorine treatment sedangkan weak brine dan klorin yang masih terlarut masuk ke dechlorination tank. Dalam dechlorination tank, weak brine direaksikan dengan HCl untuk melepaskan gas klorin yang terikat. Dalam weak brine klorin terikat membentuk senyawa NaOCl, yang bila ditambahkan dengan HCl akan terjadi reaksi sebagai berikut:

2 NaOCl + 2 HCl

HCl akan terjadi reaksi sebagai berikut: 2 NaOCl + 2 HCl NaCl + NaOCl + Cl

NaCl + NaOCl + Cl 2 + H 2 O

(3-4)

Weak brine di-stripping dengan udara untuk membebaskan gas klorin (Cl 2 ) dan mengeluarkannya dalam bentuk sniff gas. Weak brine dialirkan kembali ke salt dissolver dengan penambahan NaOH dan SO 2 untuk memastikan tidak ada lagi gas klorin, karena gas klorin dapat merusak resin dalam ion exchanger.

karena gas klorin dapat merusak resin dalam ion exchanger . Gambar 3.4 Diagram Alir Proses Anolyte

Gambar 3.4 Diagram Alir Proses Anolyte Treatment (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

Proses Anolyte Treatment (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
Proses Anolyte Treatment (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
Proses Anolyte Treatment (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

28

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.2 Chlor Alkali

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.2 Chlor Alkali Cell Electrolyzer Larutan
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.2 Chlor Alkali Cell Electrolyzer Larutan

3.1.2 Chlor Alkali Cell Electrolyzer Larutan garam dielektrolisis dalam sel elektrolisis bermembran. Bahan

membran ialah perflouro polymer. Membran dalam sel dapat dilewati ion Na +

tetapi tidak dapat dilewati ion Cl - . Dalam sel terdapat anoda dari bahan titanium

sedangkan katoda dari bahan nikel. Pure brine (290 320 gpl NaCl) masuk ke

bagian anoda dan terelektrolisis menjadi ion Na + dan Cl - . Ion Na + melewati

membran masuk ke bagian katoda. Di anoda ion klorida (Cl - ) dioksidasi menjadi

gas klorin (Cl 2 ). Caustic (NaOH) 29 30 % masuk ke bagian katoda, di katoda

yang terelektrolisis ialah air (H 2 O) menjadi ion H + dan OH - . Ion Na + dari anoda

yang melewati membran bereaksi dengan OH - membentuk NaOH, sehingga

kadar NaOH meningkat menjadi 31 32%. Sedangkan ion H + tereduksi menjadi

gas hidrogen (H 2 ). Berikut reaksi yang terjadi di anoda dan katoda:

Anoda

2

NaCl

2 Na + + 2Cl - + + 2Cl -

(3-5)

2

Cl -

Cl 2 + 2e - 2 + 2e -

 

(3-6)

2

Na + Katoda

Na + Katoda

(3-7)

H 2 O

H 2 O Katoda (3-8)

Katoda

(3-8)

Katoda

 

2

H 2 O + 2e -

2 OH - + 2H + - + 2H +

(3-9)

2

H + + 2e -

H 2 2

(3-10)

2

Na + +2OH -

NaOH2 Na + +2OH - (3-11)

(3-11)

Reaksi total

 

2

NaCl + 2 H 2 O

2 NaCl + 2 H 2 O NaOH + H 2 + Cl 2 (3-12)

NaOH + H 2 + Cl 2

(3-12)

2 NaCl + 2 H 2 O NaOH + H 2 + Cl 2 (3-12) Program
2 NaCl + 2 H 2 O NaOH + H 2 + Cl 2 (3-12) Program
2 NaCl + 2 H 2 O NaOH + H 2 + Cl 2 (3-12) Program

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

29

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.5 Diagram

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.5 Diagram Alir Proses Chlor
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.5 Diagram Alir Proses Chlor
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.5 Diagram Alir Proses Chlor

Gambar 3.5 Diagram Alir Proses Chlor Alkali Cell Electrolyzer (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

Produk dari bagian anoda disebut dengan anolyte yang mengandung weak brine (200 260 gpl NaCl) dan gas klorin (Cl 2 ). Dari anoda, anolyte masuk ke anolyte header dan dipisahkan di anolyte separator. Weak brine dialirkan ke dechlorination tank, sedangkan gas klorin menuju chlorine treatment. Produk katoda disebut dengan catholyte yang mengandung NaOH 32% dan gas hidrogen (H 2 ). Catholyte dari katoda masuk ke catholyte header, dipisahkan di catholyte separator, NaOH 32% didinginkan lalu masuk ke NaOH storage tank, sedangkan H 2 didinginkan dan menuju HCl burner.

tank, sedangkan H 2 didinginkan dan menuju HCl burner. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
tank, sedangkan H 2 didinginkan dan menuju HCl burner. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
tank, sedangkan H 2 didinginkan dan menuju HCl burner. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

30

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.6 Chlor

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.6 Chlor Alkali Cell Electrolyzer
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.6 Chlor Alkali Cell Electrolyzer
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.6 Chlor Alkali Cell Electrolyzer

Gambar 3.6 Chlor Alkali Cell Electrolyzer (Dokumentasi Praktek Kerja, 2016)

3.1.3. Chlorine Treatment Proses chlor alkali menghasilkan gas klorin sebagai hasil sampingnya, tetapi gas klorin termasuk gas yang berbahaya dan beracun bila dihirup sehingga gas ini tidak dapat dibuang begitu saja karena akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu di Chemical Plant PT Toba Pulp Lestari, Tbk. gas klorin tidak dibuang melainkan dibakar dengan gas hidrogen membentuk HCl. Namun, sebelumnya gas klorin harus melalui treatment terlebih dahulu untuk membentuk klorin cair. Gas klorin dari anolyte separator bersifat basah karena masih bercampur dengan air dari anolyte. Gas klorin basah memiliki sifat yang sangat korosif, jadi tujuan utama chlorine treatment ialah mengeringkan gas klorin untuk menurunkan korosifitas gas klorin. Pengeringan dilakukan dengan H 2 SO 4 98% dalam 2 drying column yang disusun seri. Sifat H 2 SO 4 yang higroskopis dapat dengan baik menyerap air dalam gas klorin. Klorin dan asam sulfat pekat dikontakkan dalam kolom bahan isian (packed column) dengan jenis packing berbentuk saddle berbahan pvc. Gas klorin masuk dari bawah menara sedangkan asam sulfat dari atas menara. Gas klorin kering dihisap oleh Cl 2 compressor, masuk ke liquefier lalu disimpan dalam Cl 2 storage. Klorin dari Cl 2 storage diuapkan oleh evaporator menuju 550 header menuju HCl burner. Namun, saat ini proses pencairan klorin tidak dilakukan sehingga gas

ini proses pencairan klorin tidak dilakukan sehingga gas Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
ini proses pencairan klorin tidak dilakukan sehingga gas Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
ini proses pencairan klorin tidak dilakukan sehingga gas Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

31

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea klorin dari compressor

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea klorin dari compressor langsung dialirkan ke
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea klorin dari compressor langsung dialirkan ke

klorin dari compressor langsung dialirkan ke 550 header. Gambaran proses pada chlorine treatment dilihat pada Gambar 3.7.

proses pada chlorine treatment dilihat pada Gambar 3.7. Gambar 3.7 Diagram Alir Proses Chlorine Treatment (PT

Gambar 3.7 Diagram Alir Proses Chlorine Treatment (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

3.1.4. Hypo Plant

(PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) 3.1.4. Hypo Plant Gambar 3.8 Diagram Alir Proses Hypo Plant

Gambar 3.8 Diagram Alir Proses Hypo Plant (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

Alir Proses Hypo Plant (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
Alir Proses Hypo Plant (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
Alir Proses Hypo Plant (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

32

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Hypo plant disebut

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Hypo plant disebut sebagai environment plant
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Hypo plant disebut sebagai environment plant

Hypo plant disebut sebagai environment plant di chemical plant karena fungsinya yang menyerap semua sniff gas (klorin sisa) dari chemical plant dan

direaksikan dengan NaOH di Cl 2 scrubber untuk membentuk sodium hipoklorit (NaOCl). Sodium hipoklorit dipakai di unit water treatment untuk pengolahan air. Reaksi pembentukan sodium hipoklorit:

Cl 2 + 2 NaOH

air. Reaksi pembentukan sodium hipoklorit: Cl 2 + 2 NaOH NaOCl + NaCl + H 2

NaOCl + NaCl + H 2 O

(3-13)

Terdapat 2 unit scrubber yang dipasang secara seri. Scrubber berupa menara bahan isian dengan bahan isian jenis saddle, dengan material pvc. Produk sodium hipoklorit harus mengandung excess NaOH 5 10 gpl, NaOH < 5 gpl akan terjadi reaksi dekomposisi, sedangkan bila NaOH >10 gpl menjadi tidak ekonomis. Sniff gas dari seluruh plant di chemical plant langsung masuk ke Cl 2 scrubber dari bagian bawah, sedangkan NaOH masuk ke weak hypo tank terlebih dahulu setelah itu dikontakkan dengan gas Cl 2 dari atas scrubber. Kontak NaOH dan gas klorin terjadi secara counter current. Keluaran scrubber tersebut masuk ke weak hypo tank, lalu disirkulasikan lagi ke scrubber sampai tercapai konsentrasi yang diinginkan dan disimpan dalam hypo storage.

3.1.5. Sulphur Dioxide Plant Pengolahan gas sulphur dioxide (SO 2 ) merupakan salah satu bagian proses

produksi di pabrik kimia yang menghasilkan larutan sulphur dioxide. Proses produksi gas SO2 dilakukan dalam enam tahap utama, yaitu:

1. Pencairan Sulfur

2. Pembakaran Sulfur

3. Pendinginan pertama gas hasil pembakaran dalam cooling tower

4. Pendinginan kedua gas hasil pembakaran dalam SO 2 cooler

5. Penyerapan hasil pembakaran dengan SO 2 absorber

6. Penyimpanan larutan SO 2

dengan SO 2 absorber 6. Penyimpanan larutan SO 2 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
dengan SO 2 absorber 6. Penyimpanan larutan SO 2 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
dengan SO 2 absorber 6. Penyimpanan larutan SO 2 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

33

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.9 Diagram

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.9 Diagram Alir Proses Sulphur
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.9 Diagram Alir Proses Sulphur
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.9 Diagram Alir Proses Sulphur

Gambar 3.9 Diagram Alir Proses Sulphur Dioxide Plant (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

Pertama, sulfur dalam bentuk granule dimasukkan ke dalam melter pada suhu antara 126 - 133 o C untuk mencairkan sulfur. Hal ini dilakukan untuk

mempermudah pemompaan sulfur. Selanjutnya sulfur dipompakan masuk ke sulfur burner, disini sulfur dibakar dengan mereaksikan sulfur cair dengan oksigen dari udara pada temperature pembakaran 400 600 o C. Pembakaran mengunakan Fuel oil untuk starting up. Untuk selanjutnya pada temperatur tersebut sulfur akan terbakar dengan sendirinya. Reaksi pembakaran sulfur menjadi SO 2 :

S + O 2

Reaksi pembakaran sulfur menjadi SO 2 : S + O 2 SO 2 (3-14) Gas SO

SO 2

(3-14)

Gas SO 2 hasil pembakaran masuk ke cooling tower, dalam proses ini SO 2 gas didinginkan menggunakan cooling water. Cooling water dikontakkan dengan SO 2 gas menggunakan metode spray. SO 2 gas (70 72 o C) yang keluar dari cooling tower masuk ke SO 2 shell and tube cooler didinginkan dengan chilled water sampai suhu sekitar 28,3 o C, kemudian masuk ke absorber tower. Absorber tower berjenis packed bed tower dengan bahan isian berbentuk saddle. Gas SO 2 diabsorbsi dengan chilled water membentuk larutan SO 2 kemudian disimpan dalam storage. Konsentrasi SO 2 di storage berkisar antara 3 7 gpl.

SO 2 di storage berkisar antara 3 – 7 gpl. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
SO 2 di storage berkisar antara 3 – 7 gpl. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
SO 2 di storage berkisar antara 3 – 7 gpl. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

34

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.6. PSA Unit

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.6. PSA Unit  Oxygen Plant
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.6. PSA Unit  Oxygen Plant

3.1.6. PSA Unit

Oxygen Plant

Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.1.6. PSA Unit  Oxygen Plant Gambar 3.10 Diagram Alir Proses Oxygen

Gambar 3.10 Diagram Alir Proses Oxygen Plant (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

Produksi oksigen didasarkan pada prinsip PSA (Pressure Swing Adsorbtion). Adsorbent yang digunakan dalam plant ini adalah molecular sieve dan alumina. Molecular sieve berfungsi untuk menangkap nitrogen dan melepaskan oksigen untuk masuk ke proses selanjutnya, sedangkan alumina berfungsi untuk menyerap uap air, karena uap air dapat merusak molecular sieve. Plant ini terdiri dari tiga adsorber yang bekerja secara bergantian dan diatur oleh valve. Valve yang digunakan adalah valve otomatis yang bekerja berdasarkan waktu. Proses kerja unit ini yaitu mula mula udara dihisap oleh kompresor, lalu didinginkan karena menaikkan tekanan udara akan menaikan suhu juga, kondensat yang terbentuk dipisahkan dalam separator, kemudian udara masuk adsorber. Dalam adsorber, nitrogen diadsorbsi oleh molecular sieve, sedangkan oksigen lewat dan masuk ke receiver yang kemudian dialirkan ke proses bleaching untuk membantu kerja H 2 O 2 . Ketiga adsorber berjalan bergantian, saat adsorber 1 menyerap nitrogen, adsorber 2 regenerasi, dan adsorber 3 melepaskan oksigen. Regenerasi

2 regenerasi, dan adsorber 3 melepaskan oksigen. Regenerasi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
2 regenerasi, dan adsorber 3 melepaskan oksigen. Regenerasi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
2 regenerasi, dan adsorber 3 melepaskan oksigen. Regenerasi Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

35

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea adsorben dilakukan dengan

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea adsorben dilakukan dengan cara mengalirkan kembali
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea adsorben dilakukan dengan cara mengalirkan kembali

adsorben dilakukan dengan cara mengalirkan kembali oksigen ke adsorber untuk melepaskan nitrogen dari adsorben ke atmosfer. Kemurnian oksigen yang dihasilkan ialah 85-96%.

Nitrogen Plant

oksigen yang dihasilkan ialah 85-96%.  Nitrogen Plant Gambar 3.11 Diagram Alir Proses Nitrogen Plant (PT

Gambar 3.11 Diagram Alir Proses Nitrogen Plant (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

Proses yang digunakan pada nitrogen plant sama persis dengan yang ada di oxygen plant yaitu Pressure Swing Adsorbtion (PSA). Adsorbent yang digunakan dalam plant ini juga sama seperti yang digunakan dalam Oxygen Plant yaitu molecular sieve dan alumina, bedanya molecular sieve yang digunakan menangkap oksigen dan nitrogen lewat ke proses selanjutnya. Nitrogen plant hanya memiliki 2 adsorber yang berukuran lebih kecil dari adsorber oksigen, karena kebutuhan nitrogen yang lebih sedikit disbanding oksigen. Dalam storage nitrogen terdapat analisa kandungan nitrogen dan oksigen, karena dalam proses purging tidak diinginkan adanya oksigen. Batas kandungan oksigen (O 2 ) dalam nitrogen (N 2 ) yang dihasilkan ialah 1-2%.

3.2 Chlorine Dioxide Plant Chlorine dioxide (ClO 2 ) adalah bahan kimia utama dalam proses bleaching yang berfungsi untuk memutihkan pulp. Kebutuhan ClO 2 di unit bleaching dipenuhi seluruhnya oleh chlorine dioxide plant di chemical plant. Chemical plant memiliki dua chlorine dioxide plant dengan kapasitas berbeda. Plant 1 dengan 16 sel

plant dengan kapasitas berbeda. Plant 1 dengan 16 sel Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
plant dengan kapasitas berbeda. Plant 1 dengan 16 sel Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
plant dengan kapasitas berbeda. Plant 1 dengan 16 sel Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

36

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea elektrolisis dan plant

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea elektrolisis dan plant 2 dengan 40
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea elektrolisis dan plant 2 dengan 40

elektrolisis dan plant 2 dengan 40 sel elektrolisis. Bila unit fiberline memproduksi Toba Cell Pulp (DKP) hanya plant 2 saja yang beroperasi, tetapi bila memproduksi Toba Pulp (BKP) kedua plant beroperasi dengan kapasitas load maksimal. Saat ini yang diproduksi ialah Toba Cell Pulp, sehingga hanya plant 2 saja yang dioperasikan, sedangkan plant 1 standby. Chlorine dioxide terdiri dari beberapa plant yang saling berhubungan, yaitu:

a. Chlorate Cell Electrolyzer

b. Chlorine Dioxide Genenrator

c. HCl Synthesis Unit

d. Chiller Unit

3.2.1. Chlorate Cell Electrolyzer Proses ini bertujuan untuk memproduksi sodium chlorate (NaClO 3 ) dengan jalan elektrolisis larutan elektrolit (larutan NaCl). Berbeda dengan sel elektrolisis di chlor alkali plant, sel elektrolisis ini tidak menggunakan membran. Anoda sel berbahan titanium sedangkan katoda berbahan carbon steel. Larutan garam (brine) diumpankan ke dalam electrolyte tank dengan penambahan NaOH dan HCl untuk mengatur pH. Ke dalam electrolyte tank juga ditambahkan sodium dichromate (NaCr 2 O 7 ) untuk membentuk lapisan kromium oksida pada katoda sehingga terlindung dari korosi. Reaksi yang berlangsung dalam sel elektrolisis:

NaCl + 3 H 2 O + 6e -

dalam sel elektrolisis: NaCl + 3 H 2 O + 6e - NaClO 3 + 3

NaClO 3 + 3 H 2

(3-15)

Parameter yang dijaga pada electrolyte tank ialah:

1. pH pada rentang 5,8 6,4 jika pH < 5,8 maka Cl 2 meningkat dan mengurangi produksi NaClO 3 jika pH > 6,4 maka O 2 akan terbentuk, bila bereaksi dengan H 2 akan mengakibatkan ledakan.

2. Kadar sodium dichromate pada rentang 4 6 gpl. jika < 4 gpl tidak akan terbentuk perlindungan korosi pada katoda. jika > 6 gpl menjadi tidak ekonomis.

korosi pada katoda. jika > 6 gpl menjadi tidak ekonomis. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
korosi pada katoda. jika > 6 gpl menjadi tidak ekonomis. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
korosi pada katoda. jika > 6 gpl menjadi tidak ekonomis. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

37

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3. Kadar oksigen

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3. Kadar oksigen dijaga pada 2
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3. Kadar oksigen dijaga pada 2

3. Kadar oksigen dijaga pada 2 2,8 % v/v jika melebihi batas tersebut maka akan terbentuk campuran gas yang dapat mengakibatkan ledakan.

4. Kadar NaClO 3 470 540 gpl

ledakan. 4. Kadar NaClO 3 470 – 540 gpl Gambar 3.12 Diagram Alir Proses Chlorate Cell

Gambar 3.12 Diagram Alir Proses Chlorate Cell Electrolyzer (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

Chlorate Cell Electrolyzer (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
Chlorate Cell Electrolyzer (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas
Chlorate Cell Electrolyzer (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

38

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.13 Chlorate

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.13 Chlorate Cell Electrolyzer (Dokumentasi
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.13 Chlorate Cell Electrolyzer (Dokumentasi
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Gambar 3.13 Chlorate Cell Electrolyzer (Dokumentasi

Gambar 3.13 Chlorate Cell Electrolyzer (Dokumentasi Praktek Kerja, 2016)

Larutan elektrolit dari electrolyte tank mengalir ke distributed header lalu ke sel elektrolisis, terjadi reaksi elektrolis, terbentuk NaClO 3 dan gas H 2 . Terbentuknya gas H 2 dan panas (mengakibatkan perbedaan suhu dengan header) membantu cairan untuk naik ke atas menuju degasifier header lalu kembali ke electrolyte tank. Degasifier header dilengkapi dengan cooler untuk menurunkan temperatur. Sirkulasi tersebut berjalan terus menerus tanpa menggunakan pompa untuk mengalirkan larutan elektrolit. Gas hidrogen yang terbentuk setelah masuk electrolyte tank mengalir ke hydrogen cooler untuk memisahkan kondensat dari gas hidrogen sebelum menuju HCl burner. Sodium klorat dari electrolyte tank dipompa menuju generator. Bagian atas electrolyte tank dilengkapi dengan rupture disc yang berfungsi sebagai safety pressure. Bila terjadi kenaikan tekanan melebihi batas yang diijinkan, rupture disc akan pecah/rusak sehingga tekanan pada sistem di dalam electrolyte tank dapat terjaga.

pada sistem di dalam electrolyte tank dapat terjaga. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
pada sistem di dalam electrolyte tank dapat terjaga. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
pada sistem di dalam electrolyte tank dapat terjaga. Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

39

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.2.2. Chlorine Dioxide

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.2.2. Chlorine Dioxide Generator Gambar 3.14
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.2.2. Chlorine Dioxide Generator Gambar 3.14

3.2.2. Chlorine Dioxide Generator

Pulp Lestari, Tbk. Porsea 3.2.2. Chlorine Dioxide Generator Gambar 3.14 Diagram Alir Proses Chlorine Dioxide Generator

Gambar 3.14 Diagram Alir Proses Chlorine Dioxide Generator (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016) Sodium chlorate (NaClO 3 ) direaksikan dengan HCl di ClO 2 generator membentuk ClO 2 gas. ClO 2 generator merupakan reaktor dengan 6 tray, di mana reaksi terjadi pada tray 1 4, tray 5 dan 6 berfungsi sebagai evaporator untuk menguapkan air yang terbentuk. Pada tray 5 dan 6 juga dihembuskan mill air

(udara) untuk men-stripping gas produk yang terbentuk (ClO 2 dan Cl 2 ). Uap air dari proses evaporasi di tray 5 dan 6 keluar dari tray 5 menuju vapor condenser. Kondensat yang dihasilkan dialirkan ke ClO 2 pump tank karena ada kemungkinan kondensat mengandung produk ClO 2 . Proses pembuatan ClO 2 ini dikenal dengan Munich Process. Reaksi yang terjadi:

NaClO 3 + 2 HCl

Munich Process. Reaksi yang terjadi: NaClO 3 + 2 HCl NaCl + H 2 O +

NaCl + H 2 O + ClO 2 + 1 / 2 Cl 2

(3-16)

Jika terlalu banyak HCl, maka ada kemungkinan terjadi reaksi samping sebagai

berikut:

NaClO 3 + 6 HCl

terjadi reaksi samping sebagai berikut: NaClO 3 + 6 HCl NaCl + 3 H 2 O

NaCl + 3 H 2 O + 3 Cl 2

(3-17)

Rentang temperatur tiap tray di ClO 2 generator:

Tray 1

: 30 35 o C

Tray 2

: 48 52 o C

Tray 3

: 65 72 o C

: 48 – 52 o C Tray 3 : 65 – 72 o C Program Studi
: 48 – 52 o C Tray 3 : 65 – 72 o C Program Studi
: 48 – 52 o C Tray 3 : 65 – 72 o C Program Studi

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

40

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Tray 4 Tray

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Tray 4 Tray 5 dan 6
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea Tray 4 Tray 5 dan 6

Tray 4 Tray 5 dan 6

: 78 82 o C : titik didih air

Pada tray 1 terjadi reaksi utama, sedangkan tray 2 4 hanya lanjutan dari reaksi pada tray 1. Temperatur pada tray 1 harus dijaga pada rentang 30 35 o C, karena pada suhu 40 o C akan terjadi reaksi decomposed dan efeknya ialah ledakan. Bagian atas ClO 2 generator dilengkapi dengan rupture disc seperti pada electrolyte

tank yang berfungsi sebagai safety pressure. Larutan NaClO 3 sebelum masuk ke generator harus melalui filter terlebih dahulu untuk menghilangkan impurities. Media filter berupa kain teflon seperti pada Gambar 3.15 (b).

filter berupa kain teflon seperti pada Gambar 3.15 (b). (a) (b) Gambar 3.15 (a) Chlorate Filter

(a)

filter berupa kain teflon seperti pada Gambar 3.15 (b). (a) (b) Gambar 3.15 (a) Chlorate Filter

(b)

Gambar 3.15 (a) Chlorate Filter (b) Kain Teflon (Dokumentasi Praktek Kerja,

2016)

Dari filter, larutan sodium klorat didinginkan dengan chlorate cooler berjenis shell and tube bermedia pendingin cooling water. Temperatur larutan klorat diturunkan dari sekitar 75 o C menjadi sekitar 35 o C. HCl dipompakan ke generator dari HCl storage. ClO 2 yang terbentuk berfase gas, untuk mendapatkan ClO 2 larutan maka klorin dioksida gas diabsorbsi dengan chilled water dalam ClO 2 absorber. Digunakan chilled water karena kelarutan klorin dioksida dalam air meningkat seiring dengan penurunan temperatur air. Selain klorin dioksida, ada juga gas klorin yang terbentuk, tetapi kelarutan gas klorin dalam air rendah jika dibandingkan dengan klorin dioksida, sehingga didapatkan konsentrasi ClO 2 7,4 8 gpl, dan konsentrasi Cl 2 1 1,8 gpl. Larutan klorin dioksida dari absorber masuk ke ClO 2

gpl. Larutan klorin dioksida dari absorber masuk ke ClO 2 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
gpl. Larutan klorin dioksida dari absorber masuk ke ClO 2 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
gpl. Larutan klorin dioksida dari absorber masuk ke ClO 2 Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

41

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea pump tank lalu

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea pump tank lalu dipompakan ke ClO
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea pump tank lalu dipompakan ke ClO

pump tank lalu dipompakan ke ClO 2 storage. Gas klorin keluaran absorber dialirkan menuju HCl plant.

3.2.3. HCl Synthesis Unit

dialirkan menuju HCl plant. 3.2.3. HCl Synthesis Unit Gambar 3.16 Diagram Alir Proses HCl Synthesis Unit

Gambar 3.16 Diagram Alir Proses HCl Synthesis Unit (PT Toba Pulp Lestari Tbk, 2016)

HCl dihasilkan dari proses pembakaran gas Cl 2 dengan gas H 2 . Pembakaran dilangsungkan pada burner tegak berbahan grafit, sedangkan tungku api burner berbahan keramik. Di dalam burner terdapat tube yang berfungsi sebagai tempat

kontak antara gas HCl dengan weak HCl, burner juga dilengkapi dengan pendingin. Temperatur pembakaran klorin dengan hidrogen dalam burner berkisar antara 2000 2500 o C. Reaksi pembakaran:

H 2 + Cl 2

2000 – 2500 o C. Reaksi pembakaran: H 2 + Cl 2 2 HCl (3-18) Proses

2 HCl

(3-18)

Proses sintesis HCl terdiri dari 3 proses yaitu combustion, cooling dan scrubbing. Klorin dibakar dengan hidrogen pada tungku api menghasilkan gas HCl, gas HCl masuk ke tube dalam burner dan kontak dengan weak HCl membentuk

strong HCl lalu masuk ke HCl storage. Waste HCl gas (yang tidak kontak dengan

ke HCl storage. Waste HCl gas (yang tidak kontak dengan Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
ke HCl storage. Waste HCl gas (yang tidak kontak dengan Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas
ke HCl storage. Waste HCl gas (yang tidak kontak dengan Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

42

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea weak HCl) masuk

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea weak HCl) masuk ke HCl scrubber
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea weak HCl) masuk ke HCl scrubber

weak HCl) masuk ke HCl scrubber untuk dikontakkan dengan demin water membentuk weak HCl. Weak HCl dari scrubber masuk kembali ke tube dalam burner, kontak dengan gas HCl membentuk strong HCl dan masuk ke storage. Produk yang dihasilkan dan disimpan di dalam storage ialah HCl 32 %.

3.2.4. Chiller Unit

Chiller unit bertujuan untuk memproduksi air dingin (chilled water) pada temperatur 8 o C. Namun, saat ini chiller yang bekerja hanya mampu memproduksi

chilled water pada rentang temperature 10 12 o C. Ada 3 jenis chiller yang ada di chemical plant, yaitu:

1. Vapor-compression absorption chiller

2. Refrigerant chiller

3. Steam jet chiller

chiller 2. Refrigerant chiller 3. Steam jet chiller Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
chiller 2. Refrigerant chiller 3. Steam jet chiller Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret
chiller 2. Refrigerant chiller 3. Steam jet chiller Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret

Program Studi Sarjana Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

43

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB IV SPESIFIKASI

Laporan Praktek Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea

Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB IV SPESIFIKASI ALAT 4.1 Chlorate
Kerja - Chemical Plant PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Porsea BAB IV SPESIFIKASI ALAT 4.1 Chlorate

BAB IV SPESIFIKASI ALAT

4.1 Chlorate Cell Electrolyzer

T/P operasi

: 100 °C / 1,2 bar

Volume

: 1,93 m 3

Berat kosong

: 415 kg

Process fluid

: NaClO 3

Fungsi

: Mengelektrolisis larutan NaCl menjadi NaClO 3

Prinsip kerja

: Umpan NaCl masuk ke electrolyte tank lalu dialirkan ke

distribution header untuk diteruskan ke masing-masing

cell dari bagian bawah, NaCl dielektrolisis menghasilkan

NaClO 3 dan H 2 . Reaksi bersifat eksotermis. Adanya gas H 2

dan temperatur panas mendorong fluida naik dan terkumpul

pada degasifier header. Dalam degasifier header fluida

didinginkan dengan cooling water baru kemudian

dikembalikan ke electrolyte tank dan dipompakan ke ClO 2

generator.

4.2 ClO 2 Absorber

Bentuk

: silinder

:

:

T/P desain

8 - 80 °C / -5 +15 bar