Anda di halaman 1dari 253

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Daftar Isi

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING Daftar Isi DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul   i Daftar Isi ii

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul

 

i

Daftar Isi

ii

Daftar Tabel

vii

Daftar Gambar

x

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan

I-1

1.2 Maksud Dan Tujuan

I-3

1.3 Sasaran

I-4

1.4 Lokasi Kegiatan

I-4

1.5 Dasar Hukum

I-4

1.6 Keluaran

I-5

1.7 Ruang Lingkup Pekerjaan

I-5

1.8 Personil

I-11

1.9 Pelaporan

I-13

BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

2.1

Kondisi Geografis

II-3

2.1.1.

Kondisi Topografi

II-7

2.1.2. Kondisi Hidrologi

II-8

2.1.3.

Kondisi Demografi

II-9

Hidrologi II-8 2.1.3. Kondisi Demografi II-9 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
Hidrologi II-8 2.1.3. Kondisi Demografi II-9 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. ii
Hal.
ii

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

   

Daftar Isi

 

2.1.4. Pendidikan

 

II-15

2.1.5. Kesehatan

II-16

2.2. Gambaran Umum Prasarana Infrastruktur Bidang PU/Cipta Karya Kota Dumai

II-17

 

2.2.1. Sektor Air Bersih

 

II-17

2.2.2. Sektor Peyehatan Lingkungan Permukiman

II-19

2.2.3. Sektor Pengembangan Kawasan Permukiman

II-26

BAB III KONDISI SPAM EKSISTING

3.1

Aspek Teknis

III-1

3.1.1 Ibu Kota Kabupaten/Kota

 

III-2

3.1.2 Sistem IKK

III-12

3.1.3 Perdesaan

III-14

32.

Aspek Non Teknis

 

III-14

3.2.1 Kelembagaan

III-14

3.2.1.1 Organisasi dan kelembagaan pengelolaan SPAM

III-14

3.2.1.2 Sumber Daya Manusia

III-18

3.2.1.3 Permasalahan Aspek kelembagaan dan SDM

III-19

3.2.2 Pengaturan

 

III-21

BAB IV STANDAR/KRITERIA PERENCANAAN

4.1 Aspek Teknis

IV-1

4.1.1 Kriteria Umum

IV-1

4.1.2 Kriteria Teknis

IV-2

4.1.3 Standar kebutuhan Air

IV-4

4.2 Kapasitas Sistem

IV-7

4.2.1

Survey dan Pekajian Sumber daya Air Baku

IV-7

4.2.1 Survey dan Pekajian Sumber daya Air Baku IV-7 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
4.2.1 Survey dan Pekajian Sumber daya Air Baku IV-7 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. iii
Hal.
iii

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

   

Daftar Isi

4.2.2 Reservoir

 

IV-20

4.2.3 Transmisi

IV-37

4.2.4 Perencanaan Teknis Unit Distribusi

IV-42

 

4.2.4.1 Pipa Distribusi

 

IV-43

4.2.4.2 Perpipaan Transmisi Air Minum dan Distribusi

IV-46

4.2.4.3 Pompa Distribusi

 

IV-48

4.2.5 Perencanaan Teknis Unit Pelayanan

IV-51

4.2.6 Alokasi Kebutuhan Air pada Node

IV-53

4.2.7 Bahan Pipa

 

IV-53

4.2.8 Perencanaan Teknis Bangunan Penunjang

IV-54

 

4.2.8.1 Bak Pelepas Tekan (BPT)

IV-54

4.2.8.2 Booster Station

 

IV-55

4.2.8.3 Jembatan Pipa

IV-55

4.2.8.4 Syphon

IV-55

4.2.8.5 Perlintasan Kereta Api

IV-56

4.2.8.6 Manhole

 

IV-56

4.2.8.7 Sump Well

IV-56

4.2.8.8. Thrust Block

IV-56

4.3

Metode Proyeksi Penduduk

IV-57

BAB V

PROYEKSI KEBUTUHAN AIR

5.1 Arah Pengembangan Kota

 

V-1

5.2 Rencana Daerah Pelayan

V-11

5.3 Proyeksi Penduduk dan Kebutuhan air

V-18

BAB VI POTENSI AIR BAKU

6.1

Kajian Ketersediaan Air Baku

VI-1

 

6.1.1

Air Permukaan

VI-2

 

6.1.1.1 Ketersediaan air Sungai

VI-2

6.1.1.2 Ketersediaan air tampungan

VI-4

VI-2 6.1.1.2 Ketersediaan air tampungan VI-4 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
VI-2 6.1.1.2 Ketersediaan air tampungan VI-4 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. iv
Hal.
iv

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

   

Daftar Isi

 

6.1.2 Air Tanah

 

VI-4

6.1.3 Hujan

VI-6

6.1.3.1

Hujan Bulanan

VI-6

6.1.4 Analisis Klimatologi

 

VI-7

6.1.4.1

Perkiraan evapotranspirasi potensial

VI-7

6.2 Identifikasi Potensi Sumber Air Di Lokasi Studi

VI-8

6.3 Alternatif Sistem

 

VI-10

6.4 Usulan Perizinan Pengambilan Air Baku

VI-13

BAB VII RENCANA PENGEMBANGAN SPAM

7.1

Rencana Sistem Pelayanan

 

VII-1

 

7.1.1 Kebijakan, Struktur dan Pola Pemanfaatan Ruang Wilayah

VII-1

7.1.2 Pengembangan Wilayah/Daerah Pelayanan

(Zonasi)

VII-9

7.1.3 Rencana Pengembangan SPAM

VII-15

7.1.3.1 Permasalahan Sistem Perpipaan (PDAM)

VII-15

7.1.3.2 Permasalahan Pengelolaan Air Minum Non Perpipaan

VII-16

7.1.3.3 Strategi Pengembangan

VII-17

7.1.3.4 Strategi Pengembangan SPAM

Kota Dumai

VII-18

7.1.4 Rencana Pentahapan Pengembangan (5 tahunan)

VII-19

7.1.5 Keterpaduan Dengan Prasarana dan Sarana Sanitasi

VII-20

7.1.5.1. Potensi Pencemaran Air Baku

VII-20

7.1.5.2. Penguasaan dan Pengamanan Sumber Air Baku

VII-21

7.1.5.2. Penguasaan dan Pengamanan Sumber Air Baku VII-21 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
7.1.5.2. Penguasaan dan Pengamanan Sumber Air Baku VII-21 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. v
Hal.
v

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Daftar Isi

BAB VIII ANALISIS KEUANGAN 8.1. Umum

VIII-1

Daftar Isi BAB VIII ANALISIS KEUANGAN 8.1. Umum VIII-1 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
Daftar Isi BAB VIII ANALISIS KEUANGAN 8.1. Umum VIII-1 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. vi
Hal.
vi

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Daftar Tabel

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING Daftar Tabel DAFTAR TABEL   Halaman Tabel 2.1 Banyaknya Jumlah Kelurahan Per

DAFTAR TABEL

 

Halaman

Tabel 2.1 Banyaknya Jumlah Kelurahan Per Kecamatan Di Kota Dumai Tahun 2012

II-4

Tabel 2.2 Nama Nama Sungai Di Kota Dumai

II-9

Tabel 2.3 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Di Kota Dumai Tahun 2011

II-10

Tabel 2.4 Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin Kota Dumai Tahun 2011

II-13

Tabel 2.5 Karakteristik Perumahan Di Kota Dumai

II-26

Tabel 3.1 Pemeriksaan kualitas Air

III-3

Tabel 3.2 Jaringan Pipa Transmisi

III-4

Tabel 3.3. Aset bangunan IPA jalan Sudirman

III-5

Tabel 3.4. Aset bangunan IPA jalan Bukit Timah km 12

III-5

Tabel 3.5. Aset bangunan IPA jalan Bukit Timah km 7

III-5

Tabel 3.6 Aset ME

III-6

Tabel 3.7 Jaringan Pipa Distribusi

III-8

Tabel 3.8 Jaringan Pipa tersier

III-8

Tabel 3.9 Jumlah Sambungan Pelanggan

III-11

Tabel 3.10 Pipa Distribusi IKK Medang Kampai

III-15

Tabel 3.10 Pipa Distribusi IKK Medang Kampai III-15 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
Tabel 3.10 Pipa Distribusi IKK Medang Kampai III-15 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. vii
Hal.
vii

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

 

Daftar Tabel

Tabel 3.12. Uraian Tugas dari Masing-masing Unsur dalam Struktur Organisasi BPAB Kota Dumai Tabel 4.1 Matriks Kriteria Utama Penyusunan Rencana Induk Pengembangan SPAM untuk BerbagaiKlasifikasi Kota Tabel 4.2 Tingkat Pemakaian Air Rumah Tangga Sesuai Kategori Kota Tabel 4.3 Tingkat Pemakaian Air Non Rumah Tangga Tabel 4.4 Data untuk Survei Air Baku Tabel 4.5 Evaluasi Debit Sumber Air Tabel 4.6 Evaluasi Lokasi Sumber Air Tabel 4.7 Evaluasi Kualitas Air Tabel 4.8 Kriteria perencanaan dimensi reservoir air bersih Tabel 4.9 Kriteria perencanaan perlengkapan reservoir Tabel 4.10 Fungsi Komponen Reservoir Tabel 4.11 Ukuran Reservoir Air Bersih Tabel 4.12 Bahan Komponen Reservoir Tabel 4.13 Faktor Pengali (Load Factor) terhadap Kebutuhan Air Minum Tabel 4.14 Kriteria pipa transmisi Tabel 4.15 Jumlah dan Debit Pompa Sistem Transmisi Air Minum Tabel 4.16 Kriteria Pipa Distribusi Tabel 4.17 Faktor Jam Puncak untuk Perhitungan Jaringan Pipa Distribusi Tabel 4.18 Diameter Pipa Distribusi Tabel 4.19 Jumlah dan Ukuran Pompa Distribusi Tabel 5.1 Bagian Wilayah Kota Dumai Berdasarkan Guna Lahan 2005 Tabel 5.2 Bagian Wilayah Kota (BWK) di Kota Dumai 2016 Tabel 5.3 Proyeksi Penduduk dan Kebutuhan Kota Dumai Tahun 2013 s/d 2033

III-17

IV-2

IV-4

IV-5

IV-9

IV-13

IV-15

IV-15

IV-21

IV-23

IV-24

IV-26

IV-27

IV-29

IV-39

IV-40

IV-46

IV-47

IV-47

IV-48

V-1

V-7

V-18

IV-46 IV-47 IV-47 IV-48 V-1 V-7 V-18 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
IV-46 IV-47 IV-47 IV-48 V-1 V-7 V-18 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. viii
Hal.
viii

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

 

Daftar Tabel

Tabel 7.1 Pembagian wilayah BWK Bagian Wilayah Kota Dumai Berdasarkan Guna Lahan 2005 Tabel 8.1 Rekapitulasi Pembiayaan SPAM Kota Dumai

VII-3

VIII-1

Rekapitulasi Pembiayaan SPAM Kota Dumai VII-3 VIII-1 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
Rekapitulasi Pembiayaan SPAM Kota Dumai VII-3 VIII-1 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. ix
Hal.
ix

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Daftar Gambar

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING Daftar Gambar DAFTAR GAMBAR   Halaman Gambar 2.1 Kawasan Pelabuhan dan industri

DAFTAR GAMBAR

 

Halaman

Gambar 2.1 Kawasan Pelabuhan dan industri Pelintung dan Lubuk Gaung sebagai salah satu konsep Free TradeZone (FTZ) Kota Dumai Kota Dumai Tahun 2011

II-3

Gambar 2.2 Peta Administrasi Kota Dumai

II-6

Gambar 2.3 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Pada Dinas Tenaga Kerja

II-15

Gambar 2.4 Jaringan Pipa Air Bersih Kota Dumai

II-18

Gambar 2.5 Kondisi Drainase Kota Dumai

II-20

Gambar 2.6 Saluran Khusus Limbah Industri

II-22

Gambar 2.7 Prasarana Penampungan Sampah Sementara

II-25

Gambar 3.1 Intake Sungai Mesjid

III-3

Gambar 3.2 IPA Jalan Sudirman

III-7

Gambar 3.3 Jaringan Pipa Distribusi

III-9

Gambar 3.4 Area Pelayanan di tujuh kelurahan

III-10

Gambar 3.5 Intake IKK Sungai Kemili

III-13

Gambar 3.6 IPA IKK Medang Kampai

III-14

Gambar 3.7 Pompa dan Reservoir

III-14

III-14 Gambar 3.7 Pompa dan Reservoir III-14 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
III-14 Gambar 3.7 Pompa dan Reservoir III-14 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. x
Hal.
x

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Daftar Gambar

Gambar 4.1 Sekat Cipolleti

IV-17

Gambar 4.2 Sekat Thompson (V-notch)

IV-17

Gambar 4.3 Pengukuran debit dengan bak penampung air

IV-18

Gambar 4.4 Jenis Reservoir Sistem Penyediaan Air Minum

IV-20

Gambar 4.5 Grafik suplai dan pemakaian air setiap jam

IV-29

Gambar 4.6 Penggunaan reservoir pada sistem jaringan distribusi air bersih

IV-33

Gambar 4.7 Contoh penempatan pipa inlet, outlet dan bypass pada reservoir

IV-36

Gambar 4.8 Contoh penempatan overflow dan penguras

IV-36

Gambar 4.9 Contoh perletakan pipa vent

IV-36

Gambar 5.1 Peta Rencana Struktur Ruang

V-9

Gambar 5.2 Peta Rencana Jaringan air Bersih

V-17

Gambar 6.1. Ilustrasi daerah tangkapan dan buangan pada suatu DAS (Kodoatie, 2005)

VI-5

dan buangan pada suatu DAS (Kodoatie, 2005) VI-5 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
dan buangan pada suatu DAS (Kodoatie, 2005) VI-5 Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Draft Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. xi
Hal.
xi

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen sangat kuat untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs), yaitu meningkatnya jumlah penduduk yang mempunyai akses air minum sebesar 80 % pada tahun 2015. Berdasarkan UU No.32/2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No.33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemeritah Daerah, maka pemerintah daerah bertanggungjawab penuh untuk memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya masing-masing, termasuk pelayanan air minum. Namun demikian, bagi daerah - daerah dengan wilayah pedesaan relatif luas, berpenduduk miskin relatif tinggi dan mempunyai kapasitas fiskal rendah, pada umumnya kemampuan mereka sangat terbatas, sehingga memerlukan dukungan finansial untuk membiayai investasi yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kemampuan pelayanannya kepada masyarakat, baik untuk investasi fisik dalam bentuk sarana dan prasarana, maupun investasi non-fisik yang terdiri dari manajemen, teknis dan pengembangan sumber daya manusia. Penyediaan air bersih merupakan salah satu masalah yang sangat penting keberadaannya untuk dipenuhi karena menyangkut kebutuhan pokok dari kehidupan. Tanpa tersedianya air, masyarakat akan kesulitan untuk

Tanpa tersedianya air, masyarakat akan kesulitan untuk Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Tanpa tersedianya air, masyarakat akan kesulitan untuk Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 1
Hal.
I -
1

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

melangsungkan hidupnya. Bagi manusia, masalah keberadaan air tersebut tidak terlepas dari tata kehidupan, apakah untuk keperluan rumah tangga, fasilitas sosial ekonomi ataupun untuk keperluan lainnya. Disadari bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi manusia, dimana kebutuhannya akan semakin meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan dinamika perkembangan jumlah penduduk. Hal ini dapat mengakibatkan kebutuhan konsumsi air bersih semakin meningkat.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk yang diikuti dengan meningkatnya keadaan ekonomi sosial dan kepadatan suatu masyarakat, maka akan terjadi peningkatan kebutuhan terhadap air, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Alternatif terbaik saat ini untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih adalah menggunakan air yang diproduksi oleh perusahaan air minum Berdasarkan amanah Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi koridor penting bagi pelaksanaan SPAM. Bahwa pemerintah daerah dalam system otonomi daerah bertanggung jawab penuh dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya masing-masing, termasuk pelayanan air minum. Pemerintah Daerah tempat pelaksanaan Pengembangan SPAM sebelumnya harus siap menyediakan lahan pembangunan untuk IPA & bangunan pelengkapnya serta pengembangan jaringan pipa di daerah pelayanan. Selain itu, harus ada pernyataan kesanggupan dari Pemda untuk mengelola sarana SPAM dan menyesuaikan harga jual air.

Kota Dumai mempunyai letak yang sangat strategis karena wilahyanya menghadap langsung ke selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan dunia. Disamping itu, Kota Dumai juga dekat dengan Negara Malaysia yang telah maju Pembangunanya di kawasan Asean, dimana secara teknis banyak aktifitas-aktifitas/ kegiatan yang berhubungan langsung dengan Negara-negara

kegiatan yang berhubungan langsung dengan Negara-negara Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
kegiatan yang berhubungan langsung dengan Negara-negara Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 2
Hal.
I - 2

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

tersebut. Keadaan ini merupakan peluang serta potensi sangat besar yang dapat dimanfaatkan oleh Kota Dumai, Sehingga Kota Dumai menjadi Kota pelabuhan, disamping menjadi Kota jasa dan Industri. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan sarana dan prasarana dasar terutama air minum.

Untuk merealisasikan rencana tersebut Pemerintah Kota Dumai memerlukan perencanaan sistem penyediaan air minum terpadu melalui penyusunan Rencana Induk Air Minum yang didasarkan pada tata guna lahan serta tata guna ruang wilayah. Adapun kajian Rencana Induk SPAM tersebut, selain membahas perencanaan kedepan, juga akan menyajikan alternatif SPAM regional dan kondisi sistem penyediaan air minum eksisting.

1.1.1. MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan Rencana Induk Pengembangan SPAM (RISPAM) dimaksudkan untuk merencanakan pengembangan SPAM secara umum, baik sistem dengan jaringan perpipaan maupun bukan jaringan perpipaan serta menjadi pedoman bagi penyelenggara dan Pemerintah Kota Dumai/Kota dalam mengembangkan SPAM di daerah masing-masing. Sedangkan tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran terhadap kebutuhan air baku, kelembagaan, rencana pembiayaan, rencana jaringan pipa utama, dan rencana perlindungan terhadap air baku untuk jangka panjang. Selain itu adanya rencana induk pengembangan SPAM bertujuan untuk mendapatkan izin prinsip hak guna air oleh Pemerintah.

1.1.2. KELUARAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah Rencana Induk Pengembangan SPAM Kota Dumai yang siap ditindaklanjuti oleh Penyelenggara SPAM Pemerintah Kota Dumai untuk menjadi

oleh Penyelenggara SPAM Pemerintah Kota Dumai untuk menjadi Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
oleh Penyelenggara SPAM Pemerintah Kota Dumai untuk menjadi Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 3
Hal.
I - 3

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

dokumen Legal Kota Dumai mengenai Rencana Induk Pengembangan SPAM yang meliputi :

a. Rencana Jaringan Sistem Penyediaan Air Minum, yang meliputi jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan

b. Rencana Program dan Pengembangan SPAM untuk Jangka Pendek (1-5 tahun), Jangka Menengah (5-10 tahun), dan Jangka Panjang (10-20 tahun).

c. Rencana Sumber Air Baku dan Alokasi Air Baku,

d. Rencana Keterpaduan dengan Prasarana dan Sarana Sanitasi,

e. Rencana Pembiayaan dan Pola Investasi Pengembangan SPAM

f. Rencana Pengembangan Kelembagaan

Sedangkan target atau sasaran dari kegiatan ini adalah tersedianya dokumen Rencana Induk SPAM (RISPAM) Kota Dumai yang dapat dijadikan pedoman oleh para pemangku kepentingan di Kota Dumai dalam rangka pengembangan SPAM baik perpipaan maupun nonperpipaan.

1.1.3. OTORISASI

Lokasi pelaksanaan kegiatan berada di Kota DumaiProvinsi Riau dengan seluruh tahapan kegiatan Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) yang dilaksanakan dalam waktu 5 (lima) bulan terhitung sejak ditetapkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Adapun pengguna jasa dalam pekerjaan RISPAM ini adalah Dinas Pekerjaan Umum Bidang Cipta Karya Kota Dumai dengan Nomor Kontrak; 05/SP/KOS-SEL/PPK-CK/2013 tanggal 28 Juni 2013.

1.1.4. LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN RISPAM

Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada norma, standar, pedoman dan manual (NSPM) yang dikeluarkan oleh Pemerintah, antara lain:

manual (NSPM) yang dikeluarkan oleh Pemerintah, antara lain: Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
manual (NSPM) yang dikeluarkan oleh Pemerintah, antara lain: Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 4
Hal.
I - 4

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

Undang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana diubah keduakalinya dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008;

Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan;

Peraturan Pemerintah N0. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum

Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air

Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur

Peraturan Presiden No.7 Tahun 2005 tentang Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RPJMN)

Peraturan Menteri Dalam Negeri No.23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum Pada Perusahaan Daerah Air Minum.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

Permen PU No. 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan SPAM.

Permen PU 20/PRT/M/2007 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM.

tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 5
Hal.
I - 5

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

Permen PU 01/PRT/M/2010 tentang SPAM Bukan Jaringan Perpipaan.

Permen PU 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 2 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Kepegawaian PDAM

Keputusan Menteri Kesehatan No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum

Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri

1.2. RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum

selama 20 tahun mulai tahun 2014 sampai meliputi:

tahun 2033 yang

1. Melakukan

evaluasi

kondisi

kota/kawasan,

untuk

mengetahui

karakter,

fungsi

strategis

dan

konteks

regional

nasional

kota/kawasan yang bersangkutan.

2. Melakukan kerjasama dengan Bappeda Kota dumai sebagai lokasi

studi dalam menerjemahkan rencana tata ruang wilayah kota

menjadi rencana induk pengembangan SPAM kota Dumai.

3. Melakukan

evaluasi

kondisi

eksisting

SPAM,

dengan

menginventarisasi peralatan dan perlengkapan sistem penyediaan

air minum eksisting.

4. Merencanaan sistem transmisi air minum dan distribusi baik untuk

SPAM jaringan perpipaan maupun SPAM bukan jaringan perpipaan.

jaringan perpipaan maupun SPAM bukan jaringan perpipaan. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
jaringan perpipaan maupun SPAM bukan jaringan perpipaan. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 6
Hal.
I - 6

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

5. Melakukan

identifikasi

permasalahan

dan

kebutuhan

pengembangan, perkiraan kebutuhan air dan identifkasi air baku.

6. Menentukan kriteria teknis dan standar pelayanan yang akan

diaplikasikan, yang meliputi tingkat pelayanan yang diinginkan,

cakupan pelayanan, dan jenis pelayanan yang dapat ditawarkan ke

pelanggan jika kegiatan ini direalisasikan.

7. Menyusun rencana kebutuhan air minum

8. Menentukan

skala

prioritas

penggunaan

sumber

air

baku,

kebutuhan

kapasitas

air

baku

(disesuaikan

dengan

rencana

kebutuhan air minum), dan menyusun rencana alokasi air baku

yang dibutuhkan untuk SPAM yang direncanakan.

9. Menyusun identifikasi potensi pencemar air baku, identifikasi area

perlindungan air baku, dan menentukan jenis proses pengelolaan

sanitasi (terutama air limbah dan persampahan) di sekitar sumber

air baku petensial.

10. Menyusun program dan investasi pengembangan SPAM untuk

jangka pendek (2 tahun), jangka menengah (5 tahun), dan jangka

panjang (10-15 tahun) di wilayah studi baik untuk kawasan

perkotaan

maupun

perdesaan

berupa

rencana

tahapan

pengembangan, rencana pengembangan kelembagaan dan SDM,

rekayasa awal sistem, rekomendasi langkah-langkah penguasaan

rekayasa awal sistem, rekomendasi langkah-langkah penguasaan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
rekayasa awal sistem, rekomendasi langkah-langkah penguasaan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 7
Hal.
I - 7

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

dan pengamanan sumber air baku, serta rencana tindak lanjut

studi kelayakan.

11. Menyusun rencana pembiayaan dan pola investasi, yang berupa

indikasi besar biaya tingkat awal,

sumber pembiayaan, dan pola

pembiayaan bagi pengembangan SPAM.

12. Menyusun

rencana

konsep

pengembangan

kelembagaan

penyelenggara SPAM dan rencana berjalannya penyelenggaraan

SPAM tersebut. Konsep ini mencakup tinjauan terhadap struktur

organisasi

dan

kebutuhan

SDM

termasuk

latar

belakang

keahliannya.

13. Melakukan

koordinasi

dengan

konsultan

advisory

penyusunan

rencana induk tingkat provinsi yang meliputi koordinasi penyamaan

standar sistematika (awal pekerjaan).

1.3 SISTEMATIKA LAPORAN Sistematika Laporan Akhir Pekerjaan RISPAM di Kota Dumai Provinsi Riau sistematika penulisan dibagi menjadi 9 (sembilan), bab yaitu secara terperinci dapat dilihat dalam uraian, sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan menguraikan tentang latar belakang, maksud, tujuan, sasaran, keluaran pelaksanaan pekerjaan, landasan hukum, lingkup kegiatan, lokasi kegiatan dan waktu pelaksanaan, serta sistematika penulisan laporan pendahuluan.

serta sistematika penulisan laporan pendahuluan. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
serta sistematika penulisan laporan pendahuluan. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 8
Hal.
I - 8

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

BAB II KONDISI UMUM DAERAH Kondisi umum daerah Kota Dumai menguraikan tentang karakteristik fisik dasar meliputi letak geografis, kondisi iklim, kemiringan lereng, morfologi/bentuk lahan, geologi, hidrogeologi, penggunaan lahan, kondisi sarana dan prasarana, kependudukan, kondisi sosial, ekonomi, dan budaya, Produk Domistik Regional Bruto (PDRB), sarana kesehatan lingkungan, ruang dan lahan, serta kondisi keuangan daerah, penerimaan daerah, pengeluaran daerah dan pembiayaan daerah.

BAB III KONDISI SPAM EKSISTING PDAM KOTA DUMAI Pada bab ini akan menguraiakan kondisi umum PDAM Kota Dumai meliputi aspek umum, aspek teknis, SPAM PDAM Kota Dumai, SPAM ibu kota kabupaten/kota, SPAM IKK, serta aspek non teknis, seperti kelembagaan pengelola PDAM, aspek keuangan serta aspek pengaturan, dan diakhiri dengan permasalahan SPAM.

BAB IV STANDAR KRITERIA PERENCANAAN Standar kriteria perencanaan menguraikan tentang kebutuhan air melupiti kebutuhan domestik, kebutuhan non domistik, kriteria perencanaan meliputi unit air baku, unit transmisi, unit produksi, unit distribusi, unit pelayanan, periode perencanaan, dan kriteria daerah layanan.

BAB V PROYEKSI KEBUTUHAN AIR Berisi tentang arah perkembangan kota dan rencana pemanfaatan ruang, rencana daerah pelayanan, proyeksi jumlah penduduk, dan proyeksi kebutuhan air.

proyeksi jumlah penduduk, dan proyeksi kebutuhan air. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
proyeksi jumlah penduduk, dan proyeksi kebutuhan air. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 9
Hal.
I - 9

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Pendahuluan

BAB VI POTENSI AIR BAKU Berisi tentang potensi air yang terdapat di wilayah studi meliputi potensi air permukaan baik air sungai, mata air, air danau, embung ataupun air waduk, potensi air tanah dan sumber air lain yang terdapat di wilayah studi. Selain itu, juga dijelaskan alternatif sumber air baku dan perijinan air baku air minum.

BAB VII RENCANA PENGEMBANGAN SPAM Berisi tentang rencana pola pemanfaatan ruang wilayah studi, pengembangan wilayah atau daerah pelayanan (zonasi), tingkat pelayanan, rencana pentahapan pengembangan, kebutuhan air, alternatif rencana pengembangan, penurunan tingkat kebocoran, dan potensi sumber air baku.

BAB VIII RENCANA PENDANAAN / INVESTASI Bab ini menjelaskan biaya investasi serta pola investasi yang dilakukan dengan pentahapan serta sumber pendanaan disesuaikan dengan kondisi kinerja BUMD/PDAM/BLU. Selain itu juga menjelaskan gambaran asumsi-asumsi yang berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap hasil perhitungan proyeksi finansial. Bab ini juga mencakup hasil perhitungan dan analisis kelayakan finansial serta besaran tarif.

BAB IX RENCANA PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN Bab ini berisi tentang mengenai bentuk badan pengelola yang akan menangani SPAM Kota Dumai, struktur organisasi, kebutuhan sumberdaya manusia, dan rencana pengembangan sumber daya manusia.

manusia, dan rencana pengembangan sumber daya manusia. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
manusia, dan rencana pengembangan sumber daya manusia. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. I - 10
Hal.
I - 10

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING Kondisi Umum Daerah BAB II KONDISI UMUM DAERAH 2.1 KONDISI FISIK DAERAH

BAB II KONDISI UMUM DAERAH

2.1 KONDISI FISIK DAERAH Pada saat ini Kota Dumai merupakan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) sekaligus Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). Kota Dumai telah ditetapkan menjadi Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Sejak dibentuknya Provinsi Kepulauan Riau, Kota Dumai berperan sebagai gerbang laut utama khususnya di kawasan Indonesia bagian barat. Potensi Kota Dumai tersebut memiliki dampak positif dalam mendorong perkembangan daerahnya. Sebagai pintu gerbang pelayaran internasional, Kota Dumai mampu berkembang menjadi pusat pelayanan jasa perdagangan. Dengan posisinya yang strategis, Kota Dumai sangat berpotensi menjadi pusat koleksi barang dan jasa dari wilayah daerah-pengaruhnya (hinterland) dan sekaligus menjadi pusat distribusi barang dan jasa ke daerah-daerah lainnya. Kota Dumai berada dalam simpul transportasi nasional. Kota Dumai mempunyai daerah-pengaruh tidak hanya kawasan di sekitar Kota Dumai tetapi juga mampu melayani koridor jalan lintas timur Sumatera yaitu ke utara sampai Rantau Prapat Sumatera Utara, ke selatan sampai dengan di Pekanbaru, ke barat sampai

ke selatan sampai dengan di Pekanbaru, ke barat sampai Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
ke selatan sampai dengan di Pekanbaru, ke barat sampai Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 1
Hal.
II - 1

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

di Duri dan wilayah-wilayah barat. Jalur darat yang menghubungkan Dumai-Pekanbaru telah siap dilengkapi dengan prasarana berupa jalan tol baru, mengingat pentingnya peranan Kota Pekanbaru khususnya sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). Jalur pelayanan angkutan regional darat saat ini melayani hubungan antara Dumai Pekanbaru dengan kotakota lain di Propinsi Riau, serta kota-kota lain di luar propinsi (pergerakan antarpropinsi). Industri hulu dan hilir di Kota Dumai berkembang pesat, karena Kota Dumai berada di titik pemasaran yang strategis. Industri hulu melayani daerah belakang (daerah-pengaruh), sedangkan industri hilir sangat didukung oleh lalu lintas perairan internasional, khususnya pada jalur pelayaran Malaka. Selain itu Kota Dumai juga merupakan sentra industri pengolahan yang berkembang dan menjadi andalan Kota Dumai, diantaranya yaitu industri pengolahan Crude Palm Oil (CPO), industri pengolahan kelapa sawit dan industri pengolahan daging. Kota Dumai sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). Secara geografis, Kota Dumai berhadapan langsung dengan negara Malaysia dan Singapura. Di Kota Dumai ditempatkan Pangkalan Angkatan Laut TNI, yang memiliki armada laut cukup kuat di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera. Aksesibilitas pelayaran yang tinggi dari dan keluar wilayah Indonesia membutuhkan pengamanan yang ketat, sebab Kota Dumai sebagai salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, khususnya di teritorial perairan Indonesia bagian barat. Persiapan Kota Dumai menghadapi Free Trade Zone (FTZ). Pelabuhan laut berdekatan dengan kawasan industri-industri pengolahan; industri hilir yang banyak terdapat di Dumai dan sekitarnya. Dengan ditetapkannya Batam sebagai Bounded Zone maka konsentrasi zona kawasan perdagangan bebas yang lebih

maka konsentrasi zona kawasan perdagangan bebas yang lebih Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
maka konsentrasi zona kawasan perdagangan bebas yang lebih Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 2
Hal.
II - 2

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

besar, berpotensi beralih ke Kota Dumai. Rencana dibangunnya akses jalan darat yaitu DumaiRupatMalaysia akan semakin memperkuat jaringan pasar internasional. Kawasan pelabuhan

dan industri yang ada di Kota Dumai dapat dilihat pada Gambar

2.1.

yang ada di Kota Dumai dapat dilihat pada Gambar 2.1 . Gambar 2.1 Kawasan Pelabuhan dan

Gambar 2.1 Kawasan Pelabuhan dan industri Pelintung dan Lubuk Gaung sebagai salah satu konsep Free Trade Zone (FTZ) Kota Dumai

2.1.1. Geografis Kota Dumai merupakan salah satu Kota hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis berdasarkan Undang-undang No.16 tahun 1999 tentang pemekaran kabupaten. Secara administrasi Kota Dumai mencakup tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Dumai Barat, Kecamatan Dumai Timur, Kecamatan Bukit Kapur, Kecamatan Medang Kampai Kecamatan Sungai Sembilan, Kecamatan Dumai Kota dan Kecamatan Dumai Selatan dengan total luas wilayah 172.700 Ha.

Dumai Selatan dengan total luas wilayah 172.700 Ha. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Dumai Selatan dengan total luas wilayah 172.700 Ha. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 3
Hal.
II - 3

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Kota Dumai dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1999, tanggal 20 April 1999, yang meliputi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Dumai Barat, Kecamatan Dumai Timur dan Kecamatan Bukit Kapur. Kemudian berdasarkan Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 3 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kecamatan Sungai Sembilan dan Kecamatan Medang Kampai, dan Peraturan Daerah 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kecamatan Dumai kota dan Kecamatan Dumai Selatan sehingga Kota Dumai memiliki 7 (Tujuh) kecamatan.

Tabel 2.1 Banyaknya Jumlah Kelurahan Per Kecamatan Di Kota Dumai Tahun 2012

No Kecamatan Jumlah Desa / Kelurahan

No

Kecamatan

Jumlah Desa / Kelurahan

1 Kec. Dumai Timur 5 2 Kec. Dumai Barat 4 3 Kec. Bukit Kapur 5
1 Kec. Dumai Timur 5 2 Kec. Dumai Barat 4 3 Kec. Bukit Kapur 5

1 Kec. Dumai Timur

5

2 Kec. Dumai Barat

4

3 Kec. Bukit Kapur

5

4 Kec. Medang Kampai

4

5 Kec. Dumai Kota

5

6 Kec. Dumai Selatan

5

7 Kec. Sungai Sembilan

5

Kota Dumai

33

Sumber : Dumai Dalam Angka, 2012

Kota Dumai terletak pada posisi antara 1 0 23'-1 0 24'-23' Bujur Timur dan 101 o 23'37' 101 0 28'13' Lintang Utara. Kota Dumai mempunyai luas 2306,99 Km 2 dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

2306,99 Km 2 dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
2306,99 Km 2 dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 4
Hal.
II - 4

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Rupat

2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis

3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis

4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tanah Putih dan Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir.

Kondisi ini didukung pula oleh suhu ratarata 26 O C 32 O C dengan kelembaban antara 82 84 %. Dan laju percepatan angin berkisar antara 6 7 Knot, menjadikan Dumai sebagai kawasan yang paling bersahabat dengan iklim dan cuaca. Dalam 5 Tahun terakhir, keadaan ini terganggu dengan bencana asap yang cukup merugikan daerah.

terganggu dengan bencana asap yang cukup merugikan daerah. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
terganggu dengan bencana asap yang cukup merugikan daerah. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 5
Hal.
II - 5

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Gambar 2.2 Peta Administrasi Kota Dumai
Gambar 2.2 Peta Administrasi Kota Dumai
Kondisi Umum Daerah Gambar 2.2 Peta Administrasi Kota Dumai Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
Kondisi Umum Daerah Gambar 2.2 Peta Administrasi Kota Dumai Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 6
Hal.
II - 6

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

2.1.2. Kondisi Topografi dan Fisiografi Kota Dumai berada ditepi pantai Selatan Selat Rupat dengan kondisi topografi yang relatif datar, khususnya di Kecamatan Dumai Barat dan Timur, sedangkan Kecamatan lainnya yaitu Bukit Kapur, Medang Kampai dan Sungai Sembilan, kondisi topografinya sedikit bergelombang. Rata-rata tingkat kemiringan lahan di Kota Dumai kondisinya datar sampai sangat datar/landai (0-2%). Kemampuan lahan di Wilayah Kota Dumai secara umum sangat baik. Terdapat dua kelompok atau golongan tanah, yaitu Typic Tropaquepts atau Fluvisol Gleik dan Hydric Trophemis atau Humic Histosol. Dilihat secara topografi, Kota Dumai berada pada lahan bergambut dengan kedalaman 0 0,5 m dan ketinggian rata- ratanya berkisar 2 meter di atas permukaan laut. Dengan demikian, kemampuan lahan di Kota Dumai berada pada tingkat kemampuan rendah sampai sedang namun masih memungkinkan untuk digunakan sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Kondisi seperti ini menjadi salah satu andalan Kota Dumai yang perlu dibangun agar ciriciri khusus ini menjadi suatu kekuatan dan peluang pembangunan ke depan. Kota Dumai terletak di lahan bergambut dengan kedalaman 0 - 0,5 m, dengan ketinggian rata-rata adalah 2 meter di atas permukaan laut. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam pengaliran air buangan kota agak sulit, dan pada tempat- tempat tertentu sering terjadi banjir terutama pada air laut sedang pasang. Kondisi topografi Kota Dumai pada dasarnya sangat menunjang kegiatan perkotaan, namun perlu diperhatikan beberapa aspek seperti masalah drainase, jenis tanah, dan lain-lain.

aspek seperti masalah drainase, jenis tanah, dan lain-lain. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
aspek seperti masalah drainase, jenis tanah, dan lain-lain. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 7
Hal.
II - 7

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Kota Dumai sebagian terdiri dari dataran rendah di bagian Utara dan sebagian dataran tinggi di sebelah Selatan. Jenis tanah di Kota Dumai umumnya terdiri dari jenis organosol humus dan podzolik merah kuning. Jenis tanah organosol adalah jenis tanah yang miskin unsur hara tetapi sesuai untuk tanaman kelapa, padi dan sagu. Jenis tanah podsolik yang berasal dari aluvial merupakan jenis tanah yang baik untuk bercocok tanam, sedangkan jenis tanah podsolik merah kuning sesuai untuk perkebunan.

2.1.3. Geologi Kota Dumai merupakan medan dataran yang melandai dari bagian selatan hingga dataran pantai di bagian utara. Selain itu, juga terdapat sedikit daerah perbukitan. Berdasarkan peta geologi skala 1:250.000 Lembar 0817 Dumai dan Bagan Siapi- api (N.R. Cameron, W. Kartawa dan S.J. Thomson, 1982), secara geologi pada medan dataran disusun oleh batuan sedimen berumur muda (Kuarter) berupa alluvium (Qp) dengan bahan penyusun lempung, pasir, kerikil, sisa tumbuhan (gambut), dan rawa gambut, sedangkan pada daerah perbukitannya disusun oleh batuan sedimen berumur tua (Tersier) dengan bahan penyusun batu lumpur kelabu berkarbon terbioturbasikan, batu pasir halus, umumnya kehalusan rendah sampai sangat rendah. Kota Dumai aman dari bahaya gempa karena tidak berada pada struktur geologi patahan dan vulkanik. Dengan demikian, dari keadaan geologi yang dimiliki kota Dumai tersebut maka kota Dumai masih bisa dikembangkan untuk kegiatan permukiman dan pertanian.

2.1.4. Hidrologi, Klimatologi, dan Geohidrologi Di Kota Dumai ini terdapat 15 sungai besar dan kecil dengan total panjang keseluruhannya 222 Km yang mana kesemua

dengan total panjang keseluruhannya 222 Km yang mana kesemua Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
dengan total panjang keseluruhannya 222 Km yang mana kesemua Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 8
Hal.
II - 8

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

sungai tersebut bermuara ke Selat Rupat dan Selat Malaka sebagai jalur lalu lintas perdagangan. Kalau dilihat dari segi topografi, Kota Dumai termasuk ke dalam kategori daerah yang datar dengan kemiringan lereng 0 < 3 %, di mana sebelah utara Kota Dumai umumnya merupakan dataran yang landai dan ke selatan semakin bergelombang. Di Kota Dumai terdapat 15 buah sungai yang dapat dilayari oleh kapal, sampan, dan perahu, sampai jauh ke daerah hulu sungai, yang meliputi Sungai Dumai, Pelintung, Mesjid, Tanjung Leban, Penepis dan Sungai Selinsing. Kualitas air sungai, umumnya kurang baik karena pengaruh air rawa. Sungai yang terdapat di Kota Dumai dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut :

Tabel 2.2 Nama Nama Sungai Di Kota Dumai

berikut : Tabel 2.2 Nama – Nama Sungai Di Kota Dumai Sumber : Dumai Dalam Angka

Sumber : Dumai Dalam Angka 2012

Nama Sungai Di Kota Dumai Sumber : Dumai Dalam Angka 2012 Laporan Final Penyusunan Rencana Induk
Nama Sungai Di Kota Dumai Sumber : Dumai Dalam Angka 2012 Laporan Final Penyusunan Rencana Induk

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 9
Hal.
II - 9

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Kota Dumai sangat dipengaruhi oleh iklim laut dengan kecepatan angin yang bertiup rata-rata 6 sampai 7 knot per jam dan curah hujan sebanyak 75 sampai dengan 130 hari hujan per tahun. Musim hujan berlangsung pada bulan September hingga bulan Februari, sedangkan musim kering atau kemarau berlangsung pada bulan Maret hingga bulan Agustus. Iklim secara umum tropis dengan suhu udara berkisar antara 25 Celcius sampai dengan 32 Celcius, dengan tingkat kelembapan antara 82 84 persen. Kajian data iklim didasarkan atas buku Laporan Badan Meteorologi dan Geofisika Jakarta (September 2006) yang mengacu kepada catatan di stasiun klimatologi yang ada di beberapa tempat di daerah Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis. Daerah Dumai beriklim tropis basah dengan curah hujan tahunan berkisar antara 1828- 2473 mm per tahun dan rata-rata curah hujan bulanan 254,8 mm per bulan, panjang hari hujan rata-rata 280 hh/tahun (28 Dasarian/tahun), rata- rata periode musim hujan terjadi pada bulan September-Mei, curah hujan minimum terjadi pada bulan Juni-Agustus. Berdasarkan klasifikasi tipe curah hujan menurut Schmidt dan Ferguson (1951) yang didasarkan atas keadaan banyaknya bulan basah (>100 mm/bulan) dan bulan kering (< 60 mm/bulan), tipe curah hujan di wilayah Dumai digolongkan kedalam tipe curah B (basah), yaitu memiliki 8 bulan basah dan 2 bulan kering (Masterplan Kawasan Pertanian, 2006). Kelembaban udara rata-rata 84,74 %, rata-rata suhu adalah 28 0 C (suhu maksimum 34 0 C dan suhu minimum 21,5 0 C), rata-rata bulanan penyinaran matahari 44,4 %. Terdapat dua musim yaitu musim kemarau antara bulan Maret s/d Agustus dan musim hujan bulan September s/d Februari dengan suhu udara rata-rata 24 0 33 0 C.

dengan suhu udara rata-rata 24 0 – 33 0 C. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
dengan suhu udara rata-rata 24 0 – 33 0 C. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 10
Hal.
II - 10

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Kondisi air tanah di Kota Dumai yang berasal dari air tanah dangkal (sumur gali dan sumur pompa) dengan kedalaman rata-rata 1-2 meter, maupun air tanah dalam (sumur bor), pada umumnya kurang baik.

2.2. SARANA DAN PRASARANA Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang PU/cipta Karya pada kota Dumai dalam hal ini dapat menyusun program dan kegiatan dalam jangka waktu lima tahun kedepan (jangka menengah).

Pada bab ini menguraikan kondisi eksisting Prasarana bidang Pu/Cipta Karya yang meliputi sektor Penataan Bangunan Dan Lingkungan (PBL), Sektor Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP), Sektor Air Bersih Dan Sektor Pengembangan Permukiman (Bangkim) lingkungan permukiman yang dibahas dalam bab ini meliputi prasarana air bersih, sistem drainase, sanitasi/ air limbah, persampahan. Adapun uraian mengenai gambaran prasarana infrastruktur bidang PU/Cipta Karya kota Dumai sebagai berikut :

2.2.1. Air Limbah Pada Sub bidang air limbah pada bidang PU / Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum memiliki program dan kegiatan yang bertujuan untuk mencapai kondisi masyarakat hidup sehat dan sejahtera dalam lingkungan yang bebas dari pencemaran air limbah permukiman

Hampir seluruh wilayah kota terlayani oleh sistem drainase, terutama drainase primer dan sekunder seperti telah diuraikan di atas, dan saluran-saluran yang ada terdiri dari konstruksi beton dan pasangan batu-batu, serta sebagian saluran tanaman.

dan pasangan batu-batu, serta sebagian saluran tanaman. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
dan pasangan batu-batu, serta sebagian saluran tanaman. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 11
Hal.
II - 11

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Disamping itu, keadaan topografi dan tinggi pasang surut air laut juga merupakan kendala bagi penanganan sistem drainase, maka kondisi saluran yang belum tertangani tersebut memberi pengaruh terhadap kelancaran proses pelimpahan air ke laut, seperti terjadinya genangan-genangan pada saluran dan sekitar badan jalan kota.

Untuk sanitasi/air limbah di kota Dumai dapat dibedakan atas 3 (tiga) bagian besar yakni :

a. Air Kotor Air buangan yang berasal dari air kloset, peturasan, bidet dan air buangan yang mengandung kotoran manusia yang berasal dari alat-alat plumbing lainnya.

b. Air Bekas Air buangan yang berasal dari alat-alat plumbing lain seperti bak mandi, bak cuci tangan, bak dapur dan sebagainya

c. Air Buangan Khusus Air buangan yang mengandung gas, racun dan bahan berbahaya seperti dari pabrik, laboratorium, rumah pemotongan hewan.

Dengan jumlah penduduk sebesar 262.796 jiwa (2011) dan kepadatan penduduknya sebesar 76 Jiwa/ha, dapat dimasukkan ke dalam kelompok daerah dengan kepadatan penduduk sedang/rendah. Untuk itu, semestinya masing-masing rumah tangga sudah dapat memiliki sistem pembuangan limbah manusia setempat pribadi, asalkan keadaan daya resap tanah/muka air tanahnya memadai.

Sistem penanganan air limbah saat ini di Kota Dumai merupakan

sistem setempat (on-site sanitation). Pengelolaan sistem setempat terbagi 2 (dua):

a. Pengelolaan oleh masyarakat/rumah tangga sendiri

2 (dua): a. Pengelolaan oleh masyarakat/rumah tangga sendiri Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
2 (dua): a. Pengelolaan oleh masyarakat/rumah tangga sendiri Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 12
Hal.
II - 12

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

b. Pengelolaan oleh pemerintah, yang terbatas pada sarana dan prasarana komunal untuk penduduk berpendapatan rendah, tempat-tempat umum dan pembuangan lumpur septik.

Sistem air limbah yang dikelola oleh masyarakat/rumah tangga terbatas pada pelayanan pembuangan kotoran rumah tangga yang berasal dari WC/jamban/toilet rumah tangga dengan cara ditampung dalam tangki septik dan cubluk (leaching pit), sedangkan buangan air limbah lain disalurkan ke saluran drainase jalan atau ke lahan kosong di sekitar permukiman. Di samping itu masih banyak dijumpai pembuangan langsung kotoran manusia ke badan-badan air ataupun lahan kosong yang ada di sekitar pemukiman penduduk (badan air tersebut adalah sungai Dumai dan parit-parit di sekitarnya). Standar produksi air limbah penduduk permukiman kota yaitu sebesar 48 Liter/orang/hari.

Daerah-daerah di wilayah Kota Dumai yang memiliki sistem pengelolaan air limbah/sanitasi buruk (tidak layak) dapat dijumpai pada Kelurahan Pangkalan Sesai, Kelurahan Rimba Sekampung, Kelurahan Laksamana dan sebagian Kelurahan Sukajadi serta Kelurahan Teluk Binjai. Lihat Gambar 2.6

Sukajadi serta Kelurahan Teluk Binjai. Lihat Gambar 2.6 Gambar 2.3 Saluran Khusus Limbah Industri Laporan Final

Gambar 2.3 Saluran Khusus Limbah Industri

Lihat Gambar 2.6 Gambar 2.3 Saluran Khusus Limbah Industri Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
Lihat Gambar 2.6 Gambar 2.3 Saluran Khusus Limbah Industri Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 13
Hal.
II - 13

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

2.2.2. Persampahan Produksi sampah di Kota Dumai rata-rata 120 m 3 per hari dan ditampung perkantoran dan lain-lain. Sampah tersebut dikumpulkan di TPS dalam bak kayu dan kontainer yang terdapat di 3 (tiga) kelurahan dan 1 pasar, antara lain Kelurahan Buluh Kasap, Kelurahan Sukajadi, dan Kelurahan Rimba Sekampung, serta di lokasi Pasar Inpres Sukajadi. Pada tahap akhir sampah tersebut diangkut dari TPS menuju TPA yang mempunyai luas 14 Ha, yaitu di jalan Sentosa kecamatan Dmai Selatan seluas 10 Ha, jalan Sirih kecamatan Bukit Kapur seluas 2 Ha, dan di jalan KUD kecamatan Bukit Kapur seluas 2 Ha. Jarak tempat pemprosesan akhir sampah ke kecamatan Bukit Kapur di daerah Bagan Besar, berjarak 9 km sedangkan di kecamatn Dumai Selatan di daerah Bukit Timah, berjarak 13 km dari pusat kota dengan menggunakan truk. Rute yang dilayani oleh truk sampah adalah Jalan Jend. Sudirman, Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Merdeka, Jalan Sukajadi, Jalan Datuk Laksamana, Jalan H.R. Soebrantas, Jalan Patimura, Jalan Sungai Masang, Jalan Budi Kemuliaan (200 m dari lokasi pengumpulan), Jalan Yos Sudarso (300 m dari lokasi pengumpulan). Dengan truk sampah yang berjumlah 4 unit dan 1 unit kontainer di Kota Dumai, kapasitas angkut sampah perhari sebesar 60 m3. Untuk memperkirakan produksi sampah dan kebutuhan akan gerobak sampah serta bak sampah di Kota Dumai digunakan standar dengan anggapan : 1 (satu) KK terdiri dari 5 (lima) jiwa, 1 (satu) KK memproduksi sampah 2 (dua) liter/hari, 200 KK membutuhkan 1 (satu) gerobak sampah, dan 600 KK membutuhkan 1 (satu) bak sampah. Beberapa masalah yang dihadapi dalam upaya meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana persampahan di Kota Dumai adalah :

sarana dan prasarana persampahan di Kota Dumai adalah : Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
sarana dan prasarana persampahan di Kota Dumai adalah : Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 14
Hal.
II - 14

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

a. Kurangnya jumlah dan daya tampung tempat pembuangan sampah sementara (TPS). b. Kurangnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah, serta rute pengangkutan sampah belum mencakup seluruh bagian wilayah kota. Jumlah produksi sampah rata-rata per hari di Kota Dumai ± 120 m 3 dan ditampung dalam tong/bak-bak yang ditempatkan di kawasan permukiman, pertokoan, pasar, perkantoran dan lain-lain. Sampah tersebut dikumpulkan di lokasi TPS dalam bak kayu dan bak container yang terdapat di 3 (tiga) kelurahan, antara lain kelurahan Buluh Kasap, Kelurahan Sukajadi, dan Kelurahan Rimba Sekampung, serta di lokasi Pasar Inpres Sukajadi. Dengan truk sampah yang berjumlah 4 unit dan 1 unit container di Kota Dumai, kapasitas angkut sampah perhari sebesar 60 m3. Secara garis besar sistem pembuangan sampah di Kota Dumai diatur sebagai berikut :

a. Masyarakat mengumpulkan sampah pada bak sampah

b. Dari bak sampah diangkut ke pool sementara (TPS)

c. Kemudian dari TPS diangkut oleh kendaraan menuju TPA.

c. Kemudian dari TPS diangkut oleh kendaraan menuju TPA. Gambar 2.4 Prasarana Penampungan Sampah Sementara Laporan

Gambar 2.4 Prasarana Penampungan Sampah Sementara

TPA. Gambar 2.4 Prasarana Penampungan Sampah Sementara Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
TPA. Gambar 2.4 Prasarana Penampungan Sampah Sementara Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 15
Hal.
II - 15

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana persampahan di Kota Dumai adalah :

a. Kurangnya jumlah dan daya tampung tempat pembuangan sampah sementara (TPS)

b. Kurangnya armada dan prasarana pengelolaan sampah, serta rute pengangkutan sampah belum keseluruhan wilayah kota.

c. Tidak jelasnya fungsi dan status tempat pembuatan sampah akhir (TPA)

Berdasarkan pada uraian permasalahannya di atas program pokok yang akan diusulkan sebagai upaya pemecahan masalah yang ada, meliputi program sebagai berikut :

a. Pengadaan sarana dan prasarana persampahan

b. Pola individu langsung (door to door TPA), dilaksanakan untuk daerah pusat kota, jalan protokol serta daerah yang topografinya bergelombang.

c. Pola individu tak langsung (door to door gerobak) dilaksanakan untuk daerah pemukiman teratur atau daerah yang tidak dapat dilalui truk yang tanahnya relatif datar, sehingga memungkinkan pelayanan gerobak ke transfer depo.

Pola komunal (masyarakat membawa sendiri sampahnya ke TPS), dilaksanakan di daerah pemukiman tidak teratur atau di daerah curam.

2.2.3. Drainase Jaringan drainase yang terdapat di kota Dumai dapat digolongkan terhadap tiga jenis saluran yaitu jaringan primer, sekunder dan tersier. Pelayanan sistem drainase di Kota Dumai dibedakan atas alamiah dan drainase buatan di sepanjang tepi jalan yang merupakan saluran sekunder dan tersier. Drainase yang ada

merupakan saluran sekunder dan tersier. Drainase yang ada Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
merupakan saluran sekunder dan tersier. Drainase yang ada Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 16
Hal.
II - 16

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

mengikuti sistem yang memadai yaitu dengan menggunakan sungai/parit sebagai saluran primer yang bermuara ke selat Rupat/Malaka dan merupakan penampungan dari saluran sekunder dimana saluran sekunder merupakan penampungan dari saluran tersier.

Keadaan topografi Kota Dumai yang relatif datar, menyebabkan proses aliran air hujan cenderung lambat, bahkan terhambat karena pesatnya pembangunan fisik di kawasan pelabuhan yang merupakan kawasan potensial untuk pelimpahan air kota ke laut. Mengingat bangunan-bangunan yang ada di kawasan pelabuhan sifatnya kedap air, maka aliran air kota yang seharusnya lepas ke laut berbalik lagi ke arah pusat kota yang berupa daerah cekungan.

Namun dengan dibangunnya beberapa saluran primer seperti saluran Parit Paman di bagian timur (kecamatan Medang Kampai) sepanjang 6 km, dan saluran Bintan Kamboja (kecamatan Dumai Kota) di bagian barat sepanjang 2.786,49 m, serta adanya saluran sekunder di sepanjang sisi kiri kanan jalan kota, maupun saluran tersier di beberapa daerah pemukiman, maka masalah pengaliran air hujan kota sebagian sudah dapat diatasi. Lihat Gambar 2.5

hujan kota sebagian sudah dapat diatasi. Lihat Gambar 2.5 Gambar 2.5 Kondisi Drainase Kota Dumai Laporan

Gambar 2.5 Kondisi Drainase Kota Dumai

Lihat Gambar 2.5 Gambar 2.5 Kondisi Drainase Kota Dumai Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
Lihat Gambar 2.5 Gambar 2.5 Kondisi Drainase Kota Dumai Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 17
Hal.
II - 17

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Genangan yang masih menimbulkan masalah adalah genangan akibat meluapnya air dari saluran drainase sekunder dan tersier pada saat musim penghujan yaitu di beberapa daerah pemukiman dan badan jalan, tepatnya di sebagian wilayah kelurahan Buluh Kasap, Laksamana, Pangkalan Sesai, Purnama, Teluk Binjai dan Jaya Mukti yang merupakan daerah cekungan.

2.2.4. Irigasi Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian, yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Irigasi diselenggarakan dengan tujuan mewujudkan kemanfaatan air yang menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan, serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya Petani. Irigasi berfungsi mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lahan untuk mencapai hasil pertanian yang optimal tanpa mengabaikan kepentingan lainnya. Pengelolaan irigasi diselenggarakan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat petani dan dengan menempatkan perkumpulan petani pemakai air sebagai pengambil keputusan dan pelaku utama dalam pengelolaan irigasi yang menjadi tanggung jawabnya. Irigasi di Kota Dumai hanya terdapat di kawasan pertanian lahan basah di Kelurahan Bangsal Aceh dan di kawasan pertanian terpadu di kelurahan pelintung Kecamatan Medang Kampai. Irigasi yang selama ini ada di Kota Dumai khususnya Kecamatan sungai Sembilan kurang efektif karena selama ini penduduk Kecamatan Sungai Sembilan ini mempunyai kebiasaan menanam kelapa sawit. Sistem jaringan irigasi dalam RTRW Kota Dumai 2012-2032, terdiri dari:

1) Daerah Irigasi di Kecamatan Sungai Sembilan yang meliputi Kelurahan Lubuk Gaung seluas 420 hektar, Kelurahan Bangsal

Kelurahan Lubuk Gaung seluas 420 hektar, Kelurahan Bangsal Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Kelurahan Lubuk Gaung seluas 420 hektar, Kelurahan Bangsal Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 18
Hal.
II - 18

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Aceh seluas 469 hektar, dan Kelurahan Basilam Baru seluas 350 hektar. 2) Daerah Irigasi di Kecamatan Dumai Barat yang meliputi Daerah Irigasi Purnama I seluas 376 hektar dan Daerah Irigasi Purnama II seluas 306 hektar. 2.2.5. Sarana Perekonomian Salah satu sektor kegiatan ekonomi yang tergolong memiliki

kontribusi terbesar terhadap perkembangan perekonomian Kota

Dumai adalah sektor perdagangan. Dalam struktur ekonomi Kota

Dumai seperti telah dijelaskan pada bagian terdahulu, sektor

perdagangan ini merupakan sektor yang sangat signifikan tingkat

kontribusinya dengan nilai sebesar 26.8% dari total produksi daerah

yang dalam hal ini ditunjukkan dengan nilai PDRB. Dengan nilai

kontribusi sebesar itu, maka sudah sewajarnya pemerintah Kota

Dumai memiliki perhatian lebih terhadap sektor ini mengingat potensi

yang cukup prospektif dalam mengembangkan kegiatan

perekonomian Kota Dumai.

Perdagangan yang berkembang di Kota Dumai, berupa usaha

kecil/eceran dan juga perdagangan grosir. Pola perdagangan lokal,

seperti perdagangan eceran dan perdagangan sedang/besar yang ada

di Kota Dumai dapat juga melayani luar daerah kota. Selain itu,

kegiatan perdagangan di Kota Dumai juga meliputi kegiatan ekspor

dan impor. Ekspor yang dilakukan di Kota Dumai ke berbagai negara

tujuan sangat signifikan dalam memberikan nilai tambah ekonomi

daerah.

Sarana perdagangan merupakan sarana pokok yang menghidupkan

kegiatan ekonomi penduduk perkotaan untuk kehidupan

penduduknya. Sarana perdagangan memegang peranan yang penting

Sarana perdagangan memegang peranan yang penting Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Sarana perdagangan memegang peranan yang penting Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 19
Hal.
II - 19

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

bagi Kota Dumai, mengingat salah satu peran Kota Dumai sebagai

pusat pelayanan jasa. Selain itu dengan posisinya yang strategis,

Kota Dumai sangat berpotensi menjadi pusat koleksi barang dan jasa

dari wilayah hinterlandnya dan sekaligus menjadi pusat distribusi

barang dan jasa ke daerah-daerah lainnya.

2.2.6. Sarana Sosial dan Kesehatan Berhasil atau tidaknya pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan penduduknya. Semakin maju pendidikan berarti akan membawa di berbagai pengaruh positif bagi masa depan berbagai bidang kehidupan. Demikian pentingnya peranan pendidikan, tidaklah mengherankan kalau pendidikan senantiasa banyak mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat. Gambaran secara umum

perkembangan pendidikan di Kota Dumai dapat dilihat sebagai berikut :

A. Pendidikan Dasar Pada tahun 2011 Taman Kanak-kanak berjumlah 50 sekolah, 3.008 murid dan 320 guru dengan rasio murid terhadap guru 9,40. Selanjutnya pada tahun 2011 Sekolah Dasar berjumlah 93, jumlah murid 34.675 dan guru 2.125 dengan rasio murid terhadap guru 16,32.

B. Pendidikan Menengah Data statistik pendidikan menengah terbatas pada SLTP dan SLTA dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Dumai saja. Pada tahun 2011 terdapat 30 SLTP umum dan 12 SLTA dengan jumlah murid SLTP 11.045 dan jumlah murid SLTA 5.983 Sedangkan rasio murid terhadap guru SLTP 15,45 rasio murid terhadap guru SLTA 7,30.

guru SLTP 15,45 rasio murid terhadap guru SLTA 7,30. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
guru SLTP 15,45 rasio murid terhadap guru SLTA 7,30. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 20
Hal.
II - 20

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Perkembangan Pelayanan kesehatan sangat penting dalam meningkatkan arti sehat baik dalam mengurus diri sendiri maupun masyarakat terutama dalam menyumbangkan tenaga dan pikiran serta pengembangan kesadaran penyehatan Pemerintah Kota Dumai. Pembangunan di bidang kependudukan sangat erat kaitannya dengan dengan pembangunan bidang kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas. Perkembangan Pelayanan harus bermutu dan terjangkau dengan priorotas pada masyarakat ekonomi lemah dan terpencil serta meningkatkan pemberdayaan kemandirian masyarakat terutama sesuai dengan misi Pemerintahan Kota Dumai dalam memberikan pelayanan prima. Kota Dumai sebagai salah satu pusat pengembangan perdagangan dan jasa di Riau pada umumnya dan di Dumai pada khususnya, diperlukan perencanaan pembangunan yang berwawasan kesehatan untuk membebaskan dari berbagai penyakit, polusi dan pencemaran lingkungan sebagai dampak pelaksanaan pembangunan di kota Dumai untuk menciptakan suasana dan iklim atau pemukiman yang sehat. Pembangunan prasarana dan sarana kesehatan berupa Rumah Sakit di Kota Dumai sebanyak 3 unit yang berada di Dumai barat dan Dumai Timur, Puskesmas sebanyak 7 unit, dan Puskesmas Pembantu sebanyak 12 unit, hal ini didukung dengan jumlah sarana tempat tidur yang berada di Rumah Sakit dan Puskesmas sebanyak 195 tempat tidur. Keadaan pelayanan kesehatan dapat digambarkan melalui uraian tentang indikator-indikator rasio pelayanan kesehatan terhadap jumlah penduduk, yaitu rasio Rumah sakit, Puskesmas dan Puskesmas pembantu terhadap penduduk Kota Dumai. Rasio Rumah Sakit terhadap jumlah penduduk yaitu 7,3/500.000 penduduk, hal ini berarti setiap 68.500 penduduk dilayani oleh 1 Rumah Sakit. Rasio jumlah Puskesmas terhadap jumlah penduduk

Rumah Sakit. Rasio jumlah Puskesmas terhadap jumlah penduduk Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Rumah Sakit. Rasio jumlah Puskesmas terhadap jumlah penduduk Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 21
Hal.
II - 21

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

sebesar 3,39/100.000 penduduk, yang berarti setiap 1 Puskesmas melayani 29.500 penduduk dan rasio jumlah Puskesmas Pembantu terhadap jumlah penduduk yaitu 5,8/ 100.000 penduduk, yang berarti setiap 1 Puskesmas Pembantu melayani 17.000 penduduk. Di Kota Dumai terdapat 3 buah Rumah sakit yaitu Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Pertamina dan Rumah Sakit Chevron. Kemudian terdapat 9 Pusat Kesehatan masyarakat, dan 13 Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu, 105 dokter, 300 perawat, dan 179 bidan.

2.2.7.Sarana Peribadatan Guna mengarahkan kehidupan beragama untuk umat dan kepentingan bersama telah tersedia tempat-tempat ibadah menurut agama yang dianut baik yang dibangun oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat. Data yang dikumpulkan dari Kantor Departemen Agama Kota Dumai menunjukkan bahwa pada tahun 2009, terdapat 142 masjid, 52 gereja, 102 mushola dan 2 vihara.

2.2.8. Sarana Transportasi Sistem transportasi di Kota Dumai terbagi atas transportasi darat,

transportasi laut dan transportasi udara. Uraian terinci dari masing- masing sistem transportasi sebagai berikut :

A. Transportasi Darat

Sarana dan prasarana wilayah berupa transportasi darat yang ada di Kota Dumai adalah jalan, terminal, rel kereta api dan pelabuhan sungai.

a. Transportasi Jalan

Prasarana jalan merupakan urat nadi kelancaran lalu lintas di darat. Lancarnya arus lalu lintas akan sangat menunjang perkembangan perekonomian suatu daerah. Guna menunjang kelancaran perhubungan darat di Kota Dumai pada tahun 2012 tercatat panang jalan 1.268,136 Km. Dilihat dari kondisinya, jalan

panang jalan 1.268,136 Km. Dilihat dari kondisinya, jalan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
panang jalan 1.268,136 Km. Dilihat dari kondisinya, jalan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 22
Hal.
II - 22

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

yang baik tercatat sepanjang 745,243 Km (58,77%), kondisi sedang 371,540 Km (29,30%), dan rusak/rusak berat 151,353 Km (11,94%). Jika data panjang jalan dirinci menurut jenis permukaan diperoleh proporsi 24,96% diaspal, 12,50% jalan beton, 13,02% jalan kerikil, 49,45% jalan tanah dan 0.07% jalan paving block (Dumai Dalam Angka,2012). Apabila prasarana jalan diibaratkan sebagai urat nadi, maka prasarana pengangkutan adalah ibarat darah yang mengalir melalui urat nadi tersebut. Pada tahun 2012 tercatat 42.650 buah kendaraan bermotor yang terdiri dari mobil penumpang 4.567 buah, mobil bus 134 buah, mobil beban 3.214 buah dan sepeda motor sebanyak 34.735 buah.

b. Terminal

Terminal Sebagaimana diketahui saat sekarang (tahun 2012) Kota Dumai memiliki Terminal angkutan Penumpang dan Terminal angkutan barang yang telah beroperasi di Kota Dumai. Untuk Terminal Penumpang, telah beroperasi Terminal Tipe A (untuk melayani pergerakan Bus antar kota antar provinsi-AKAP) yang terdapat di jalan Kelakap Tujuh kelurahan Simpang Tetap darul Ikhsan.Terminal barang utama terletak di Bukit Jin kelurahan Bagan Besar kecamatan Bukit Kapur. Sedangkan terminal Agroindustri terletak di kecamatan Dumai Barat. Untuk mendukung Rencana Pengembangan Kota Dumai tahun 2030 yaitu sebagai Kota dengan skala layanan internasional maka Terminal Tipe A Kelakap Tujuh dipertahankan sebagi Terminal yang berskala layanan nasional yang diintegrasikan dengan layanan Terminal Penumpang.

c. Angkutan Sungai

Prasarana Angkutan Sungai Dan Penyeberangan Kota Dumai yaitu:

Angkutan Sungai Dan Penyeberangan Kota Dumai yaitu: Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Angkutan Sungai Dan Penyeberangan Kota Dumai yaitu: Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 23
Hal.
II - 23

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

- Pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Roro Dumai - Pulau Rupat, pembangunan Ro-Ro ini akan meningkatkan peran Pulau Rupat sebagai kawasan Hinterland dari Dumai. - Pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Roro Dumai - Malaka untuk meningkatkan aksesibilitas Dumai serta menunjang mobilitas Dumai - Malaka yang selama ini dilayani oleh kapal-kapal cepat.

d. Jaringan Transportasi Kereta Api

Dari program-program pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Riau, telah ditetapkan rencana pengambangan sistem jaringan kereta api Trans Sumatera, yang beberapa ruas diantaranya adalah untuk melayani kepentingan kota Dumai yang akan dipersiapkan sebagai kota internasional. Dalam program- program rencana pengembangan transportasi pengembangan transportasi kereta api tersebut, telah ditetapkan adanya rute jalan kereta api Ranatu Perapat - Duri - Dumai, dan juga jaringan transportasi kereta api Pekanbaru - Duri - Dumai, yang merupakan sistem rute utama yang menghubungkan pusat - pusat produksi (kantong produksi komoditas), yang memerlukan pergerakan barang dan komoditas yang dihasilkan untuk diproses di kawasan

industri di Dumai, maupun untuk langsung diekspor ke luar negeri.

B. Transportasi Laut

Pelabuhan Dumai adalah salah satu pintu gerbang pantai timur Pulau Sumatera dengan jalur pelayaran seperti Dumai Batam, Dumai Penang, Dumai Medan, dan lain-lain. Sebagai Kota Pelabuhan, kegiatan bongkar-muat barang dan naik-turunnya penumpang sudah berlangsung sejak lama, apalagi Kota Dumai terletak di pinggir Selat Rupat yang merupakan jalur pelayaran nasional dan internasional, oleh karena itu, pelabuhan ini berskala

nasional. Kawasan pelabuhan di daerah perkotaan Dumai berdekatan dengan kawasan yang memiliki fungsi mix use. Jalur pelayaran

dengan kawasan yang memiliki fungsi mix use. Jalur pelayaran Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
dengan kawasan yang memiliki fungsi mix use. Jalur pelayaran Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 24
Hal.
II - 24

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

saat ini terbatas dari Pelintung sampai dengan Pulau Mampu. Besarnya timbunan pasir di sebelah barat Pulau Rupat membatasi alur pelayaran di sekitar perairan tersebut, terlebih dengan kedalaman laut yang terlalu dangkal. Tata guna laut di Kota Dumai harus memperhatikan fungsi-fungsi lain yang dikembangkan di perairan Selat Rupat. Pengelolaan pelabuhan umum menjadi tanggung jawab Pelindo. Pelabuhan- pelabuhan khusus yang ada di Kota Dumai menjadi tanggung jawab masing- masing perusahaan terkait. Pelabuhan khusus Pelintung dapat dimanfaatkan industri-industri yang berada di kawasan tersebut. Zona kargo di kawasan Pelabuhan Pelindo saat ini telah ditempati sejumlah industri. Dengan sistem pengelolaan pelabuhan terpadu, pengembangan pelabuhan dapat melibatkan peran serta sejumlah industri yang berada di dalamnya. Hingga saat ini tercatat sejumlah industri di dalamnya, yaitu : PT. Dumai Para Cipta Abadi, PT. Permata Hijau Sawit, PT. Smart, PT. Kreasi Jaya Adhi Karya, PT. Eka Dura Indonesia, PT. Cakra Alam Makmur, PT. IPO Sumatra, PT. Sarana Tempa PKS, Sawitindo Utama, PT. Bukit Kapur Reksa, PT. Sarpindo Graha, dan PT. INTI Benua PKT. Pelabuhan Dumai memiliki pelayanan perjalanan luar negeri, di mana kedatangan kapal yang membawa penumpang dari luar negeri menuju ke Dumai di antaranya datang dari Malaka, Port Dickson dan Muar. Perjalanan dari Malaka tiba di Dumai terjadwal pukul 11.00 dengan layanan kapal Ferry indomal express demikian juga terdapat jadwal kedatangan dari Malaka (Malaysia) menuju ke Kota Dumai ini dengan jadwal pukul 17.00, dilayani oleh kapal Ferry Malaysia express. Sedangkan pelayaran dari Port Dickson menuju kota Dumai tiba pukul 12.30 dilayari oleh kapal Ferry acob express. Pelayaran dari Muar dari Dumai dijadwalkan pukul 13.30 dengan kapal Ferry Penaga Ocean. Pada unit layanan pelabuhan Dumai untuk

Ferry Penaga Ocean. Pada unit layanan pelabuhan Dumai untuk Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
Ferry Penaga Ocean. Pada unit layanan pelabuhan Dumai untuk Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 25
Hal.
II - 25

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

pergerakan penumpang, terdapat juga layanan untuk perjalanan dalam negeri baik dari Dumai maupun menuju Dumai. Perjalanan penumpang dari kota Dumai terdapat beberapa tujuan domestik yaitu menuju ke kota Bengkalis, kota Batam, yang dilayani oleh sejumlah 5 jadwal pelayaran yakni pelayaran pertama dari Dumai ke Bengkalis, diberangkatkan pukul 07.30 dengan kapal Dumai express. Bersamaan dengan jadwal tersebut pukul 07.30 dengan rute pelayaran Dumai - Batam dengan kapal Ferry milik PT. Dumai express. Apabila pada hari-hari puncak maka pada jadwal yang sama maka diberangkatkan pelayaran dari Dumai menuju Batam dengan kapal Dumai express pada jadwal 07.30. Sedangkan PT. Batam jet, dengan kapal Ferry Batam jet, juga memiliki rute pelayaran dari Dumai menuju Batam dengan jadwal yang sama yaitu pukul 07.30. sedangkan untuk Dumai menuju ke Bengkalis dilayani oleh kapal Ferry laksamana diberangkatkan pada pukul

12.30.

Sedangkan jadwal kedatangan kapal Ferry menuju Dumai adalah sebagai berikut : pada pukul 11, umumnya akan tiba kapal Ferry Dumai express yang berangkat dari Bengkalis langsung menuju ke Dumai. Dengan kapal dari perusahaan yang sama yaitu Dumai

express pada jam 11.30 tiba kapal yang berangkat dari Batam melalui Bengkalis. Apabila dalam keadaan musim puncak penumpang, maka PT Dumai express biasanya mengoperasikan 1 lagi kapal Dumai ekspress, yang berangkat dari Batam melalui Bengkalis menuju kota Dumai yang jadwalnya tiba pukul 13.30. demikian juga kapal Ferry Batam jet tiap hari akan tiba pukul 15.30 yang datang dari Batam menuju Bengkalis menuju tujuan akhir Dumai.

C. Transportasi Udara

Kota Dumai sebagai gerbang timur Sumatera selain memiliki fasilitas pelabuhan internasional, pelabuhan khusus dan pelabuhan

pelabuhan internasional, pelabuhan khusus dan pelabuhan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
pelabuhan internasional, pelabuhan khusus dan pelabuhan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 26
Hal.
II - 26

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

lokal juga memiliki Bandar Udara Pinang Kampai. Saat ini masih dimiliki dan dikelola oleh PT. Pertamina (Persero) UP II Dumai namun saat sekarang sudah dioperasikan untuk kepentingan penerbangan sipil, dengan panjang landas pacu 1800 meter, dan lebar landas pacu 30 meter, maka saat sekarang Bandar Udara Pinang Kampai mampu melayani operasional penerbangan pesawat sejenis Fokker F- 50, Fokker F-100, dan RJ 100. Bandar Udara ini mulai dibangun pada tahun 1975 oleh PT. Pertamina untuk menunjang kegiatan operasinya di Kota Dumai dan sekitarnya, perusahaan Penerbangan yang beroperasi hanya PT. Pelita Air Service yang melayani PT. Pertamina dan PT. Caltex Pacific Indonesia. Pada tahun 1997 Departemen Perhubungan c/q Ditjen Perhubungan Udara merencanakan pengambilan aset dan pengelolaan Bandara Pinang Kampai. Pihak PT. Pertamina sudah menyetujui untuk menyerahkannya. Selanjutnya, proses pengalihan telah sampai tahap penghitungan asset bandara dan proses ini telah disampaikan ke Departemen Keuangan RI, tapi proses pengalihan ini terhenti di Departemen Keuangan RI karena alasan kesulitan menghitung nilai harga asset yang akan diserahkan. Status Bandara ini semula hanya sebagai Bandara Khusus yakni hanya dapat digunakan untuk melayani kepentingan perusahaan PT. Pertamina dan para Kontraktornya guna menunjang kegiatan Perminyakan dan Gas (Migas), melalui Penetapan Menteri Perhubungan nomor KM 28 tahun 2003, tanggal 13 Juni 2003. Bandara Pinang Kampai telah ditingkatkan statusnya menjadi Bandar Udara Khusus yang dapat melayani Penerbangan Umum. Penerbangan umum yang memulai masuk ke bandara ini adalah milik PT. Merpati Nusantara Airlines dengan rute Medan - Dumai -

PT. Merpati Nusantara Airlines dengan rute Medan - Dumai - Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
PT. Merpati Nusantara Airlines dengan rute Medan - Dumai - Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 27
Hal.
II - 27

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Pekanbaru PP menggunakan pesawat CN - 235 yang hanya bertahan selama 4 (empat) Bulan. Saat ini perusahaan yang melayani penerbangan umum dari dan ke Bandara ini adalah PT. Riau Airlines yang beroperasi sejak tanggal 8 September 2005 dengan rute Pekanbaru - Dumai - Batam. Rute Jakarta - Dumai - Jakarta dan Dumai - Sungai Pakning - Dumai masih dilayani oleh PT.Pelita Air Service untuk Kepentingan PT. Pertamina dan PT. Caltex Pacific Indonesia. PT. Merpati Air Line yang membuka jalur penerbangan Dumai - Pekan Baru pulang pergi sebanyak 3 kali per Minggu.

2.2.9. Listrik Energi listrik merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat dan sudah menjadi bagian penting bagi keberlangsungan suatu pembangunan. Sistem jaringan prasarana energi kelistrikan yang meliputi transmisi tenaga listrik yaitu pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Bagan Besar dengan kapasitas 10 MW terletak di kecamatan Bukit Kapur dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan kapasitas 2 x 150 MW di kecamatan Medang Kampai. Untuk sistem jaringan distribusi tenaga listrik meliputi pembangunan gardu induk 30 MW di kecamatan Sungai Sembilan, Medang Kampai, Bukit Kapur, dan pembangunan gardu induk 2 x 60 MW kecamatan Dumai Barat dan dumai Selatan. Jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), jaringan trsnsmisi saluran udara tegangan tinggi dari gardu induk; dan jaringan listrik bawah laut.

tinggi dari gardu induk; dan jaringan listrik bawah laut. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
tinggi dari gardu induk; dan jaringan listrik bawah laut. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 28
Hal.
II - 28

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING Kondisi Umum Daerah Gambar. 2.6 Kondisi Jaringan Listrik Kota Dumai Berkaitan dengan
PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING Kondisi Umum Daerah Gambar. 2.6 Kondisi Jaringan Listrik Kota Dumai Berkaitan dengan
PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING Kondisi Umum Daerah Gambar. 2.6 Kondisi Jaringan Listrik Kota Dumai Berkaitan dengan
PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING Kondisi Umum Daerah Gambar. 2.6 Kondisi Jaringan Listrik Kota Dumai Berkaitan dengan

Gambar. 2.6 Kondisi Jaringan Listrik Kota Dumai

Berkaitan dengan isu pengembangan kelistrikan, Dumai memiliki potensi sumber daya energi primer, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan. Untuk energi yang tidak terbarukan, Dumai berpotensi untuk mengeksplorasi biodiesel dan lahan gambut sebagai main sources pembangkit alternatif. Kawasan industri berskala besar lebih banyak mengupayakan tenaga listrik secara mandiri melalui captive power. Penggunaan energi biodiesel di Kota Dumai saat ini tengah dikembangkan oleh beberapa perusahaan.

Saat ini Kota Dumai memanfaatkan tegangan 150 kV yang membentang di Riau, dengan jalur yaitu dari Koto Panjang - Bangkinang, Bangkinang - Garuda Sakti, Garuda Sakti - Teluk Lembu, Garuda Sakti - Duri, Duri - Bagan Batu dan Duri - Dumai yang terhubung secara interkoneksi. Jaringan 150 kV mencakup daerah yang luas untuk menyalurkan energi ke pusat-pusat

daerah yang luas untuk menyalurkan energi ke pusat-pusat Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
daerah yang luas untuk menyalurkan energi ke pusat-pusat Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 29
Hal.
II - 29

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

beban. Dalam sistem interkoneksi Riau, jaringan 150 kV mempunyai fungsi utama, yaitu:

Pendistribusian beban

Keseimbangan daya, dan

Keandalan sistem pelayanan

Interkoneksi ketenagalistrikan Kota Dumai Bengkalis, didistribusikan melalui jalur darat maupun bawah laut. Dalam skenario pengembangan kelistrikan Kabupaten Bengkalis, sumber energi listrik wilayah tersebut akan memanfaatkan energi listrik melalui interkoneksi bawah laut dari Dumai. Prediksi di atas menunjukan prospek pengembangan kelistrikan kedepan merupakan investasi strategis dalam wacana pembangunan Kota Dumai.

2.2.10. Telepon PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) dan Telekom Malaysia Bhd meluncurkan sistem komunikasi bawah laut, yakni Dumai Maleka Cable System (DMCS) untuk menyalurkan trafik telekomunikasi internasional. Pengembangan jaringan telekomunikasi ini mulai dioperasikan sejak 18 Desember 2004. Dengan adanya peningkatan sistem jaringan ini menjadi prospek strategis telekomunikasi kedepan, baik yang bersifat regional maupun internal khususnya dalam memperluas jaringan hingga ke luar negeri. Pengembangan ini ikut serta mendukung sistem jaringan High Performance Backbone Sumatera. Prospek pengembangan telekomunikasi Kota Dumai dapat diukur dari percakapan dalam negeri selama tahun 1999 yang mencapai 19.790 call. Dengan intensitas pertumbuhan pengguna terbesar yaitu di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur.

terbesar yaitu di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
terbesar yaitu di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 30
Hal.
II - 30

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Pengembangan Kota yang berorientasi ke sebelah Selatan, khususnya di Kecamatan Bukit Kapur, menciptakan suatu kondisi baru dalam zona pengembangan telekomunikasi kedepan. Revolusi dunia teknologi telekomunikasi dengan berbasis wireless membuka peluang baru peta persaingan teknologi telekomunikasi. Provider lokal maupun luar negeri saling berlomba dalam meningkatkan kinerjanya memperluas jaringan. Hingga saat ini, PT. Telkom , Telkomsel, Exelcomindo, dan Indosat sudah membangun jaringannya di Kota Dumai. Derajat pelayanan mampu menjangkau Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis yang merupakan wilayah Riau kepulauan. Penyedia jasa internet di Kota Dumai bertahap menunjukan peningkatan seiring dengan pembangunan jaringan wireless.

peningkatan seiring dengan pembangunan jaringan wireless . Gambar. 2.7 Pengembangan telekomunikasi di Wilayah Kota
peningkatan seiring dengan pembangunan jaringan wireless . Gambar. 2.7 Pengembangan telekomunikasi di Wilayah Kota

Gambar. 2.7 Pengembangan telekomunikasi di Wilayah Kota Dumai

2.2.11. Kawasan Strategis Di dalam Rencana Tata Ruang wilayah Kota Dumai, yang dimaksud Kawasan strategis Kota Dumai adalah kawasan yang di dalamnya berlangsung kegiatan yang berpengaruh besar terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan yang dilakukan untuk mengembangkan, melestarikan, melindungi dan/atau mengoordinasikan keterpaduan pembangunan nilai strategis kawasan yang bersangkutan dalam mendukung penataan ruang

kawasan yang bersangkutan dalam mendukung penataan ruang Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
kawasan yang bersangkutan dalam mendukung penataan ruang Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 31
Hal.
II - 31

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

wilayah. Yang ditetapkan sebagai kawasan strategis di Kota Dumai yakni: Kawasan strategis yang ditetapkan dikarenakan peranannya dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi, kawasan strategis yang ditetapkan berdasarkan dari sudut kepentingan sosial dan budaya, kawasan strategis yang ditetapkan berdasarkan peranannya dari sudut kepentingan pendayagunaan sumber daya alam, atau teknologi tinggi, kawasan strategis yang ditetapkan dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup kawasan strategis yang ditetapkan sesuai dengan kepentingan pembangunan keruangan kota Dumai. Kawasan strategis Kota Dumai dari sudut kepentingan ekonomi ini secara umum dapat dikatakan bahwa:

- Kawasan-kawasan Pelabuhan di Kota Dumai merupakan kawasan

Pelabuhan yang terintegrasi, baik merupakan Pelabuhan penumpang umum (Domestik maupun luar negeri), Pelabuhan bongkar muat komoditas perkebunan (CPO), Pelabuhan bongkar muat bahan bakar minyak (PT. Pertamina dan PT. Chevron Pasific Indonesia) dan Pelabuhan khusus bongkar muat untuk kepentingan perdagangan dan jasa dalam negeri maupun luar negeri.

- Kawasan strategis dari sudut pandang kepentingan ekonomi ini

yaitu kawasan industri Pelintung, kawasan industri Lubuk Gaung dan kawasan industri Lubuk gaung merupakan kawasan industri yang dikembangkan secara terpadu sesuai dengan kepentingan dan kemajuan kota Dumai, dan sesuai dengan pertimbangan atas kebijakan Pemerintah Provinsi yang menetapkan Kota Dumai sebagai Pusat Kegiatan Wilayah, dan sesuai dengan Kebijakan nasional yang menetapkan Kota Dumai sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional maupun Sebagai Pusat Kegiatan Nasional.

Strategis Nasional maupun Sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Strategis Nasional maupun Sebagai Pusat Kegiatan Nasional. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 32
Hal.
II - 32

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

2.3. SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA 2.3.1. PDRB PDRB merupakan salah satu indikator yang dapat dipakai untuk mengukur keberhasilan perkembangan ekonomi pada suatu daerah. Antara lain akan dapat diketahui struktur ekonomi, laju pertumbuhan, tingkat kesejahteraan dan potensi suatu daerah. Ekonomi suatu daerah dikatakan semakin baik jika dari waktu ke waktu nilai PDRB daerah yang bersangkutan semakin bertambah. Agar kesejahteraan ekonomi penduduk semakin meningkat, dalam periode yang sama tingkat pertumbuhan PDRB harus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penduduknya. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah seluruh nilai tambah yang dihasilkan oleh berbagai sektor/lapangan usaha yang melakukan kegiatan usahanya di suatu daerah (region) tanpa memperhatikan pemilikan atas sektor produksi. Secara agregatif PDRB menggambarkan kemampuan suatu daerah menghasilkan pendapatan/balas jasa faktor-faktor yang ikut berproduksi di daerah tersebut. Dalam menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi suatu wilayah maka data PDRB tetap merupakan informasi yang sangat berguna dan mendasar, walaupun belum bisa menggambarkan aspek pembangunan secara keseluruhan. Secara makro perkembangan PDRB Kota Dumai tanpa Migas selama kurun waktu 2000-2008 baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000 memperlihatkan perkembangan yang cukup baik. Besarnya PDRB Kota Dumai tanpa migas atas dasar harga berlaku dari Tahun 2000 sampai dengan 2009, adalah Tahun 2000 Rp. 948,14 milyar; Tahun 2001 Rp.1.225,25 milyar; Tahun 2002 Rp.1.419,42 milyar; Tahun 2003 Rp.1.697,29 milyar; Tahun 2004 Rp.1.973,16 milyar; Tahun 2005 Rp. 2.278,92 milyar; Tahun 2006 Rp.

milyar; Tahun 2005 Rp. 2.278,92 milyar; Tahun 2006 Rp. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
milyar; Tahun 2005 Rp. 2.278,92 milyar; Tahun 2006 Rp. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 33
Hal.
II - 33

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

2.710,31 milyar, Tahun 2007 Rp. 3.311,50 milyar dan Tahun 2008 Rp. 4.418,82 milyar. Demikian juga halnya perkembangan PDRB secara riil (atas dasar harga konstan 2000). Pada Tahun 2000 sampai dengan 2008 tercatat besarnya PDRB Dumai tanpa migas atas dasar harga konstan Tahun 2000 adalah Rp. 948,14 milyar rupiah; Tahun 2001 Rp. 1.017,68 milyar; Tahun 2002 Rp.1.081,98 milyar; Tahun 2003 Rp.1.170,06 milyar; Tahun 2004 Rp.1.271,45 milyar; Tahun 2005 Rp.1.369,82 milyar; Tahun 2006 Rp.1.497,77 milyar, Tahun 2007 Rp.1.630,67 milyar dan Tahun 2008 Rp.1.771,91 milyar Untuk melihat laju pertumbuhan ekonomi baik secara agregat maupun menurut lapangan usaha dapat diperoleh dari PDRB atas dasar harga konstan, bukan atas dasar harga berlaku. Karena PDRB atas dasar harga berlaku tidak memberikan gambaran perubahan produksi secara nyata karena pengaruh dari harga barang dan jasa pada Tahun tersebut. Sehingga gambaran perubahan atau pertumbuhan yang riil (nyata) akan dapat dilihat dari perubahan PDRB atas dasar harga konstan. Secara umum berdasarkan data berkala dari Tahun 2004 - 2009 kondisi perekonomian Kota Dumai ternyata masih sedang terproses dan bergerak pada kondisi yang diharapkan. Laju pertumbuhan ekonomi secara agregat dalam kurun waktu tersebut relatif stabil yang mana pertumbuhan berkisar diantara 8,67 persen pada Tahun 2004 hingga 8,67 persen selama Tahun 2008. Pada Tahun 2004 laju pertumbuhan sebesar 8,67 persen, Tahun 2005 melambat menjadi 7,74 persen, dan pada Tahun 2006 tumbuh menjadi 9,34 persen, Tahun 2007 pertumbuhannya melambat sebesar 8,87 persen dan pada Tahun 2008 melambat lagi menjadi 8,66 persen. Pada Tahun 2009 diperkirakan pertumbuhan ekonomi juga masih mengalami

2009 diperkirakan pertumbuhan ekonomi juga masih mengalami Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
2009 diperkirakan pertumbuhan ekonomi juga masih mengalami Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 34
Hal.
II - 34

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

penurunan sebesar 8,45 persen disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan sektor industri 8,21 persen, sektor perdagangan menjadi 9,53 persen, sektor pengangkutan sebesar 8,44 persen dan sektor jasa sebesar 9,03 persen.

2.3.2. Mata Pencaharian Penduduk Masalah kependudukan tidak pernah terlepas dari masalah ketenagakerjaan karena tenaga kerja atau penduduk usia kerja merupakan bagian dari struktur penduduk. Banyaknya penduduk yang masuk dalam pasar kerja dapat dilihat dari Tingkat Partisipasi angkatan Kerja (TPAK), yang diperoleh dari perbandingan jumlah penduduk yang bekerja dan sedang mencari kerja (angkatan kerja) terhadap jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas). Pengangguran terbuka didefinisikan sebagai jumlah orang yang sedang mencari pekerjaan dan orang tersebut sama sekali tidak bekerja atau sedang mempersiapkan usaha atau menunggu panggilan pekerjaan. Jumlah tersebut bila dibandingkan dengan angkatan kerja akan diperoleh angka tingkat pengangguran terbuka Sebagian besar penduduk yang bekerja pada tahun 2009 menjadikan sektor primer (pertanian) sebagai lapangan usaha utamanya (75,23 persen) diikuti sektor tersier (perdagangan, angkutan, keuangan dan jasa) sebesar 15,04 persen dan sektor sekunder (pertambangan dan penggalian, industri, listrik, gas dan air, kontruksi) sebesar 9,73 persen. Dengan rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan maka setiap tambahan angkatan kerja baru terpaksa bekerja di sektor primer tersebut. Penawaran tenaga kerja yang tinggi tanpa diikuti penyediaan kesempatan kerja yang cukup akan menimbulkan pengangguran. Banyaknya pencari kerja pada Tahun 2011 tercatat 4.674 orang terdiri 2.200 pencari kerja laki- laki dan 1.474 orang perempuan. Jumlah pencari kerja yang

laki dan 1.474 orang perempuan. Jumlah pencari kerja yang Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
laki dan 1.474 orang perempuan. Jumlah pencari kerja yang Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 35
Hal.
II - 35

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

terdaftar pada Dinas Tenaga Kerja Kota Dumai Tahun 2011 selengkapnya ditunjukkan pada Gambar 2.8

Dumai Tahun 2011 selengkapnya ditunjukkan pada Gambar 2.8 Gambar 2.8 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Pada

Gambar 2.8 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Pada Dinas Tenaga Kerja Kota Dumai Tahun 2011

Sumber : Dumai Dalam Angka, 2012

2.3.3. Adat Istiadat, Tradisi dan Budaya Kota Dumai mempunyai keragaman suku dan budaya, selain memiliki budaya asli yaitu budaya Melayu. Keragaman yang ada merupakan asset yang dapat menghasilkan devisa. Kebudayaan

merupakan asset yang dapat menghasilkan devisa. Kebudayaan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
merupakan asset yang dapat menghasilkan devisa. Kebudayaan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 36
Hal.
II - 36

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Melayu dianggap sebagai “ Roh Pembangunan Kota Dumai “ dengan cara menjabarkan nilai-nilai budayanya sebagai inspirasi dan dasar pembangunan. Pelaksanaan pembangunan di bidang kebudayaan telah meningkatkan daya tarik atau daerah tentang seni budaya daerah. Kebijakan pengembangan kependudukan dan sosial budaya adalah sebagai berikut;

1. Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk pada angka yang selaras dengan laju pertumbuhan ekonomi, terutama melalui upaya menekan laju urbanisasi pada perkotaan-perkotaan utama : pusat pertumbuhan (Batam, Pekanbaru, Dumai, Tanjung Pinang, dll) untuk mencegah peningkatan laju pengangguran penduduk.

2. Melakukan upaya-upaya penyebaran dan pemerataan penduduk melalui kebijakan subsidi dan investasi pembangunan yang seimbang antara wilayah kabupaten/ kota yang kaya dan maju; dengan kabupaten/ kota yang kurang berkembang, antara kawasan perkotaan dengan kawasan perdesaan, serta antara kawasan tumbuh cepat dengan kawasan yang masih tertinggal.

3. Meningkatkan kualitas SDM dan etos kerja masyarakat yang dapat diandalkan dalam persaingan global melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan pendidikan (formal maupun non formal), fasilitas dan pelayanan kesehatan, penyediaan bahan bangan yang cukup bagi pemenuhan gizi masyarakat, serta penyediaan fasilitas pengembangan mental-spiritual masyarakat (keagamaan).

4. Melanjutkan upaya-upaya rehabilitasi dan bantuan sosial untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan mencegah laju pengangguran terbuka akibat krisis ekonomi, melalui perluasan program JPS (Jaring Pengaman Sosial) ke dalam

perluasan program JPS (Jaring Pengaman Sosial) ke dalam Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
perluasan program JPS (Jaring Pengaman Sosial) ke dalam Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 37
Hal.
II - 37

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

program

ekonomi masyarakat).

aksi

PJPS

(Perluasan

JPS

dan

pemberdayaan

5. Melaksanakan pembangunan dan pembinaan sosial-budaya untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas SDM menuju terwujudnya masyarakat madani yang maju, mandiri, sejahtera lahir dan batin, berbudaya Melayu, serta berwawasan IPTEK dan bermuatan imtaq di wilayah Riau.

6. Menjadikan kesenian dan budaya Melayu sebagai identitas dan penguat citra dalam pengembangan pariwisata daerah dan mempromosikan ke luar negeri secara konsisten sehingga dapat menjadi wahana persahabatan antar bangsa.

2.4. SARANA KESEHATAN LINGKUNGAN Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata dan murah. Dengan tujuan tersebut diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik, yang pada gilirannya memperoleh kehidupan yang sehat dan produktif. Pada tahun 2011 terdapat 3 buah rumah sakit, 9 puskesmas 13 puskesmas pembantu, 121 dokter, 400 perawat dan 251 bidan. Guna menanggulangi tingginya laju pertumbuhan penduduk, pemerintah melaksanakan program Keluarga Berencana. Tujuan Keluarga Berencana adalah tercapainya suatu masyarakat yang sejahtera melalui upaya perencanaan dan pengendalian jumlah kelahiran. Data keluarga berencana antara lain tercatat bahwa tahun 2010 terdapat 10.338 akseptor KB baru dan 24.964 akseptor KB aktif. Untuk mengetahui proyeksi sarana kesehatan di kota dumai dapat disajikan dalam table berikut;

kesehatan di kota dumai dapat disajikan dalam table berikut; Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
kesehatan di kota dumai dapat disajikan dalam table berikut; Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 38
Hal.
II - 38

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Tabel 2.3. Proyeksi Kebutuhan Fasilitas Kesehatan Kota Dumai

No.Kecamatan Jenis Kebutuhan Proyeksi Kebutuhan (unit) 2011 2016

Kecamatan

Jenis Kebutuhan

Proyeksi Kebutuhan (unit)

2011

2016

Jenis Kebutuhan Proyeksi Kebutuhan (unit) 2011 2016 1. Dumai Timur Balai Pengobatan 110 138 BKIA
Jenis Kebutuhan Proyeksi Kebutuhan (unit) 2011 2016 1. Dumai Timur Balai Pengobatan 110 138 BKIA
Jenis Kebutuhan Proyeksi Kebutuhan (unit) 2011 2016 1. Dumai Timur Balai Pengobatan 110 138 BKIA
Jenis Kebutuhan Proyeksi Kebutuhan (unit) 2011 2016 1. Dumai Timur Balai Pengobatan 110 138 BKIA
Jenis Kebutuhan Proyeksi Kebutuhan (unit) 2011 2016 1. Dumai Timur Balai Pengobatan 110 138 BKIA

1. Dumai Timur

1. Dumai Timur
1. Dumai Timur

Balai Pengobatan

110

138

BKIA dan Rumah Bersalin 11 14
BKIA dan Rumah Bersalin 11 14

BKIA dan Rumah Bersalin

11

14

Puskesmas 4 5
Puskesmas 4 5

Puskesmas

4

5

Rumah Sakit

4

5

2. Dumai Barat

2. Dumai Barat
2. Dumai Barat

Balai Pengobatan

126

176

BKIA dan Rumah Bersalin 13 18
BKIA dan Rumah Bersalin 13 18

BKIA dan Rumah Bersalin

13

18

Puskesmas 4 6
Puskesmas 4 6

Puskesmas

4

6

Rumah Sakit

4

6

3. Bukit Kapur

3. Bukit Kapur
3. Bukit Kapur

Balai Pengobatan

46

65

BKIA dan Rumah Bersalin 5 6
BKIA dan Rumah Bersalin 5 6

BKIA dan Rumah Bersalin

5

6

Puskesmas 1 2
Puskesmas 1 2

Puskesmas

1

2

Rumah Sakit

1

2

4. Medang Kampai

Balai Pengobatan

12

17

BKIA dan Rumah Bersalin

1

2

Puskesmas

-

-

Rumah Sakit

-

-

5. Sungai Sembilan

Balai Pengobatan

34

46

BKIA dan Rumah Bersalin

3

5

Puskesmas

1

1

Rumah Sakit

1

1

6. Kota Dumai

Balai Pengobatan

328

442

BKIA dan Rumah Bersalin

33

44

Puskesmas

11

15

Rumah Sakit

1

2

Sumber : RTRW, 2012 Selain penyediaan sarana kesehatan, perlu diperhatikan juga

masalah status gizi masyarakat terlebih untuk anak-anak dan ibu

hamil yang terkait dengan angka harapan hidup dan tingkat

kesehatan lingkungan sekitar tempat tinggal yang terkait dengan

penyakit diare yang masih cukup tinggi menyerang balita di Kota

Dumai. Dalam mempersiapkan Kota Dumai sebagai salah satu

kota metropolitan juga terkait dengan peningkatan kualitas

sarana kesehatan berupa alat-alat kedokteran serta fasilitas

rumah sakit yang tersedia

kedokteran serta fasilitas rumah sakit yang tersedia Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
kedokteran serta fasilitas rumah sakit yang tersedia Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 39
Hal.
II - 39

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

2.5. RUANG DAN LAHAN

2.5.1. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Dumai memiliki fungsi jamak dalam konstelasi yang berbeda- beda, yakni kota Dumai memiliki fungsi dan peran sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang bermakna memiliki skala layanan pada tingkat nasional, Kota Dumai memiliki fungsi dan peran sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) yang bermakna bahwa Kota Dumai secara internasional memiliki fungsi selain sebagai kawasan strategis ekonomi juga memiliki fungsi strategis pertahanan dan keamanan, serta mempunyai fungsi dan peran strategis dalam kaitannya dengan sosial dan budaya serta lingkungan. Selain hal tersebut kota Dumai juga memiliki fungsi dan peran sebagai pusat layanan dalam konstelasi nasional serta kota Dumai memiliki fungsi dan peran sebagai pusat layanan bagi kegiatan dan peri kehidupan masyarakat kota Dumai itu sendiri. Kota Dumai memiliki letak dan posisi yang strategis, berhadapan langsung dengan alur lalu lintas pelayaran internasional yakni Selat Philip (Philips Chanel) dan berbatasan langsung dengan Negara tetangga yaitu Thailand, Malaysia dan Singapura. Menilik hal yang demikian maka sudah sewajarnya bahwasanya di dalam Peraturan Pemerintah No.26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, yang menetapkan kota Dumai sebagai Pusat Kegiatan Nasional dan sekaligus sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional. Untuk kepentingan dukungan terhadap perwujudan pusat kegiatan nasional tersebut, maka sudah barang tentu diperlukan infrastruktur pendukung yang mampu menjadikan kota Dumai memiliki fungsi dan peran sebagai Pusat Kegiatan Nasional itu sendiri. Oleh karena itu, dalam hal ini untuk kegiatan ekonomi, kota Dumai sebagai pusat kegiatan nasional memerlukan suatu infrastruktur transportasi yakni berupa pelabuhan laut yang dilengkapi dengan kawasan pergudangan dan kawasan perdagangan internasional yang mampu menjadi kawasan layanan bagi kegiatan perekonomian pada skala internasional. Sejalan dengan kepentingan tersebut maka di dalam kebijakan penetapan kawasan yang berfungsi sebagai infrastruktur pendukung pusat kegiatan nasional tersebut adalah meliputi

pendukung pusat kegiatan nasional tersebut adalah meliputi Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
pendukung pusat kegiatan nasional tersebut adalah meliputi Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 40
Hal.
II - 40

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

pelabuhan-pelabuhan yang baik secara langsung maupun tidak langsung menjadi pelabuhan ekspor dan impor bagi barang-barang yang datang dan keluar dari kota Dumai. Kawasan tersebut diantaranya adalah : Kawasan Pelabuhan Pelindo I, Kawasan Pelabuhan Patra Dock, dan Kawasan Pelabuhan Terpadu Kota Dumai. Selain diperlukan infrastruktur berupa simpul transportasi, dalam hal ini pelabuhan laut internasional, maka juga diperlukan dukungan dengan berupa kawasan yang berfungsi sebagai pusat pergudangan yang mendukung fungsi bongkar muat barang, baik yang datang maupun yang keluar dari kota Dumai. Selain itu juga diperlukan kawasan yang memiliki kelengkapan sebagai pusat bursa perdagangan yang bertaraf internasional untuk mendukung kegiatan transaksi perdagangan maupun layanan jasa perdagangan dan keuangan untuk kegiatan yang skala internasional tersebut. Untuk kepentingan tersebut dipersiapkan kawasan yang berdekatan dengan kawasan pelabuhan internasional itu sendiri, sehingga terdapat interaksi yang intensif antara pelabuhan internasional dengan pusat pergudangan dan pusat jasa perdagangan internasional tersebut. Sebagaimana tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, yang telah disahkan menjadi Peraturan Pemerintah No.26 tahun 2008, maka kota Dumai memiliki fungsi dan peran yang cukup tinggi yaitu sebagai Pusat Kegiatan Nasional dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional. Di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau ( Revisi versi September, 2009), telah ditetapkan bahwasanya kota Dumai juga memiliki fungsi dan peran sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) sebagaimana fungsi dan peran yang telah diemban oleh kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau. Di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, pemaknaan dari fungsi dan peran kota Dumai sebagai pusat kegiatan wilayah, merupakan pusat layanan yang berfungsi melayani pusat pusat lokal yang berada di sekitarnya seperti halnya pusat kegiatan lokal kota Bagan Siapi api pusat kegiatan lokal kota Dumai, pusat kegiatan lokal Siak Sri indra Pura, dan pusat kegiatan lokal kota Bengkalis. Pusat kegiatan wilayah ini berfungsi sebagai pusat koleksi dan distribusi atas seluruh lalu lintas komoditas yang dihasilkan dan

atas seluruh lalu lintas komoditas yang dihasilkan dan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
atas seluruh lalu lintas komoditas yang dihasilkan dan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 41
Hal.
II - 41

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

dibutuhkan oleh pusat pusat kegiatan lokal (PKL), yang diharapkan dengan adanya pusat kegiatan wilayah ini maka penyebaran barang dan jasa yang datang dari luar wilayah layanannya akan terdistribusi secara tepat dan merata, demikian pula koleksi barang-barang jasa dan komoditas yang dihasilkan oleh pusat-pusat kegiatan lokal dimana di wilayah belakang (hinterland) dari pusat-pusat kegiatan lokal tersebut umumnya menghasilkan komoditas baik yang berupa bahan baku mentah, bahan setengah jadi dan sebagian diantaranya barang jadi. Oleh karena itu pusat kegiatan wilayah selain berfungsi sebagai pusat koleksi dan distribusi barang- barang, komoditas, dan jasa tersebut juga memiliki fungsi sebagai pusat untuk pemprosesan dan pemberian nilai tambah (value added) sehingga komoditas- komoditas barang berupa bahan mentah dapat diproses menjadi barang setengah jadi. Demikian juga barang setengah jadi dapat diproses menjadi barang jadi, dan barang jadi dapat diproses menjadi barang dengan nilai tambah yang tinggi untuk diperdagangkan ke wilayah luar dari wilayah layanan dari kota Dumai itu sendiri; baik wilayah-wilayah yang berada di Negara Indonesia, maupun wilayah-wilayah yang berada di luar negeri. Untuk kepentingan tersebut maka kota Dumai telah dipersiapkan layanan pusat kegiatan wilayah ini, baik berupa kawasan, infrastruktur maupun sistem yang mendukungnya sehingga sistem pergerakan barang dan jasa dari dan menuju pusat kegiatan lokal dapat berjalan dengan baik. Untuk kepentingan tersebut maka di Kota Dumai telah dipersiapkan kawasan perdagangan regional yang terletak di dekat kawasan Industri Pelintung, yang termasuk di dalam wilayah administrasi Kecamatan Medang Kampai, dan kawasan perdagangan dan jasa di dekat kawasan industri Lubuk Gaung, yang terletak di Kecamatan Sungai Sembilan.

Setelah struktur kota telah dibentuk, tahapan selanjutnya adalah menempatkan kegiatan ataupun sarana pada ruang kosong dan memfungsikan kembali ruang yang sudah ada sesuai dengan strategi pengembangan sehingga diharapkan potensi dan persoalan yang ada dapat dikonversi dan memberikan manfaat ekonomis. Kegiatan-kegiatan perkotaan dapat diklasifikasikan

ekonomis. Kegiatan-kegiatan perkotaan dapat diklasifikasikan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
ekonomis. Kegiatan-kegiatan perkotaan dapat diklasifikasikan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 42
Hal.
II - 42

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

menjadi beberapa komponen ruang yang saling berinteraksi dan menimbulkan dampak bagi besarnya volume pergerakan pada sistem jaringan jalan yang telah dibentuk, sehingga alokasi ruang menjadi hal yang penting dan keterisian ruang dalam kota. Oleh karena itu, selain mengalokasikan komponen- komponen ruang tersebut, perlu juga ditetapkan luas lahan yang tersedia.

2.5.2. Penggunaan Lahan dan Tata Guna Lahan

Sebagai kawasan pusat kota Dumai, direncanakan ± 75% lahan di BWK I merupakan kawasan terbangun. Pola pemanfaatan ruang kawasan di Kecamatan Dumai Timur, Kelurahan Bumi Ayu lebih didominasi oleh kawasan permukiman dan hingga tahun 2016 direncanakan pembangunan kawasan industri dengan luas definitif 200-400 Ha, dan kawasan pertambangan seluas 15 Ha. Untuk Kelurahan Bukit Batrem dapat dikatakan masih berupa lahan tidak terbangun dan hingga tahun 2016 direncanakan suatu pengembangan kawasan bandar udara Pinang Kampai seluas 88 Ha. Rencana pengembangan kawasan bandara juga hingga ke Kelurahan Tanjung Palas. Selain untuk rencana pengembangan kawasan bandara, pemanfaatan ruang Kelurahan Tanjung Palas lainnya masih sama dengan kondisi saat ini yaitu sebagai kawasan permukiman dan kawasan vital negara. Pola pemanfaatan ruang untuk kelurahan-kelurahan lainnya di Kecamatan Dumai Timur tidak mengalami perubahan dari kondisinya saat ini.

Pemanfaatan ruang kawasan di Kecamatan Dumai Barat, Kelurahan Purnama berupa kawasan perdagangan regional seluas 43 Ha sedangkan pemanfaatan ruang lainnya masih sama dengan kondisi saat ini yaitu sebagai kawasan permukiman. Pola pemanfaatan ruang Kelurahan Bukit Datuk masih didominasi oleh kawasan permukiman dan untuk tahun 2016 direncanakan

oleh kawasan permukiman dan untuk tahun 2016 direncanakan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
oleh kawasan permukiman dan untuk tahun 2016 direncanakan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 43
Hal.
II - 43

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

suatu kawasan khusus olahraga yaitu seluas 11 Ha dan kawasan hutan wisata. Kelurahan Bukit Timah masih didominasi kawasan permukiman dan direncanakan hingga tahun 2016 ada pengembangan kawasan permukiman dan kawasan hutan wisata yang masih menyatu dengan kawasan hutan wisata yang ada di Kelurahan Bukit Datuk dan Kelurahan Bagan Besar (Kecamatan Medang Kampai). Luas kawasan hutan wisata total adalah 150 Ha. Pemanfaatan ruang kawasan Kelurahan Mekar Sari hingga tahun 2016 direncanakan suatu pengembangan kawasan permukiman dari kawasan permukiman yang ada saat ini. Pola pemanfaatan ruang untuk kelurahan-kelurahan lainnya di Kecamatan Dumai Barat tidak mengalami perubahan dari kondisinya saat ini.

Pola pemanfaatan ruang di Kecamatan Medang Kampai, Kelurahan Bagan Besar direncanakan berupa kawasan perkantoran pemerintah seluas 11 Ha, kawasan perdagangan grosir seluas 100 Ha, kawasan militer seluas 9 Ha, pengembangan kawasan permukiman, pengembangan kawasan bandar udara Pinang Kampai yang masih bagian dari pengembangan kawasan bandara yang ada di Kelurahan Bukit Batrem, serta kawasan hutan wisata yang merupakan bagian kawasan hutan wisata yang ada di Kelurahan Bukit Timah. Luas total kawasan permukiman BWK I adalah 852 Ha.

Pola pemanfaatan ruang untuk Kecamatan Medang Kampai, Kelurahan Bukit Kapur berupa kawasan militer yang masih merupakan bagian dari kawasan militer yang ada di Kelurahan Bagan Besar (BWK I), dan pengembangan kawasan permukiman. Pemanfaatan ruang di Kelurahan Kayu Kapur berupa stasiun kereta api untuk penumpang dan barang dan pengembangan kawasan permukiman. Pola pemanfaatan ruang untuk kelurahan-kelurahan lainnya di Kecamatan Medang

ruang untuk kelurahan-kelurahan lainnya di Kecamatan Medang Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
ruang untuk kelurahan-kelurahan lainnya di Kecamatan Medang Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 44
Hal.
II - 44

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Kampai tidak mengalami perubahan dari kondisinya saat ini. Luas total kawasan permukiman BWK II adalah 620 Ha.

Pola pemanfaatan ruang kawasan di Kelurahan Mundam berupa suatu kawasan cadangan pengembangan permukiman untuk penduduk awam seluas 142 Ha. Rencana pemanfaatan ruang kawasan di Kelurahan Teluk Makmur berupa kawasan wisata seluas 84 Ha (luasan ini merupakan luas total kawasan hutan wisata yang ada di BWK III), pengembangan kawasan militer seluas 11 Ha, dan cadangan pengembangan kawasan perdagangan regional seluas 38 Ha (luas lahan untuk pengembangan kawasan perdagangan regional BWK III).

Rencana pengembangan ruang kawasan di Kelurahan Guntung berupa kawasan perdagangan regional seluas, stasiun penumpang yang merupakan stasiun terakhir dan stasiun barang yang lokasinya berdekatan dengan kawasan perdagangan regional, kawasan perkantoran swasta yang lokasinya berdekatan dengan kawasan pusat pelayanan BWK III, kawasan jasa dan perdagangan berupa pertokoan atau ruko 3 lantai dengan tingkat perdagangan lokal dan grosir/ regional, serta kawasan permukiman yang disediakan khusus bagi para investor yang ingin menyediakan permukiman khusus karyawan yang bekerja di kawasan industri Pelintung.

Rencana pengembangan ruang kawasan Kelurahan Pelintung berupa kawasan permukiman karyawan industri Pelintung yang merupakan satu kesatuan dengan permukiman karyawan industri Pelintung yang direncanakan di Kelurahan Guntung, kawasan jasa dan perdagangan yang merupakan bagian kawasan jasa dan perdagangan di Kelurahan Guntung, kawasan wisata alam/ bahari/ pantai dengan membuka mangrovenya, sisi darat pelabuhan Pelintung seluas 12 Ha, kawasan/ area pergudangan, stasiun khusus barang yang juga sekaligus stasiun barang terakhir, kawasan pergudangan khusus industri besar,

barang terakhir, kawasan pergudangan khusus industri besar, Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
barang terakhir, kawasan pergudangan khusus industri besar, Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 45
Hal.
II - 45

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

kawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bagi kawasan industri disediakan di dua lokasi.

Pola pemanfaatan ruang kawasan di Kelurahan Bangsal Aceh berupa cadangan pengembangan kawasan permukiman seluas 111 Ha, pengolahan air baku seluas 7 Ha, tempat transit pergerakan barang seluas 14 Ha, dan stasiun penumpang.

Rencana pola pemanfaatan ruang kawasan untuk Kelurahan Lubuk Gaung berupa stasiun barang yang direncanakan langsung menuju Pulau Rupat hingga ke Malaka yang dimaksudkan untuk memperlancar distribusi barang hasil produksi. Pemanfaatan lainnya di kelurahan ini adalah kawasan internasional seluas 41 Ha, kawasan pergudangan seluas 20 Ha, serta kawasan pelabuhan khusus agro industri seluas 2 Ha.

2.5.3. Rencana Pengembangan Tata Kota Pelayanan Kota Dumai hingga tahun 2030 dikembangkan di masing-masing ibukota Kecamatan yaitu :

A. Ibukota Kecamatan Medang Kampai (Kelurahan Pelintung)

Sarana pendukung yang diperlukan untuk tahun 2030 :

a. Kantor Camat 1 unit,

b. Kantor Kelurahan 1 unit,

c. Kantor Polisi Sektor 1 unit,

d. Kantor Urusan Agama 1 unit,

e. Kantor Komando Rayon Militer 1 unit,

f. Sarana Kesehatan

Puskesmas 1 unit,

-

Puskesmas Pembantu 1 unit,

-

Sarana Perekonomian

g.

Pembantu 1 unit, - Sarana Perekonomian g. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Pembantu 1 unit, - Sarana Perekonomian g. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 46
Hal.
II - 46

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

-

Warung 70 unit,

-

Pusat Pertokoan Kecil 7 unit

h.

Sarana Pendidikan

-

Sekolah Dasar 11 unit,

 

-

Sekolah Menengah Pertama 4 unit,

 

-

Sekolah Menengah Atas 4 unit,

i.

Sarana Peribadatan

 

-

Mesjid 36 unit,

-

Mushola 7 unit

j.

Prasarana Air Bersih 3 juta liter per hari

 

k.

Prasarana Kelistrikan 4.134.381 VA

B.

Ibukota

Kecamatan

Sungai

Sembilan

(Kelurahan

Lubuk

Gaung)

Sarana pendukung yang diperlukan untuk tahun 2030 :

a.

Kantor Camat 1 unit,

b.

Kantor Kelurahan 1 unit,

c.

Kantor Polisi Sektor 1 unit,

d.

Kantor Urusan Agama 1 unit,

e.

Kantor Komando Rayon Militer 1 unit,

f.

Sarana Kesehatan

-

Puskesmas 2 unit,

-

Puskesmas Pembantu 3 unit,

g.

Sarana Perekonomian

- Warung 200 unit,

- Pusat Pertokoan Kecil 20 unit

- Warung 200 unit, - Pusat Pertokoan Kecil 20 unit Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
- Warung 200 unit, - Pusat Pertokoan Kecil 20 unit Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 47
Hal.
II - 47

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

h. Sarana Pendidikan

-

Sekolah Dasar 30 unit,

-

Sekolah Menengah Pertama 10 unit,

-

Sekolah Menengah Atas 10 unit,

i.

Sarana Peribadatan

-

Mesjid 36 unit,

-

Mushola 7 unit

j.

Prasarana Air Bersih 8 juta liter per hari

k.

Prasarana Kelistrikan 11.022.356 VA

C.

Ibukota Kecamatan Bukit Kapur (Kelurahan Bagan Besar)

Sarana pendukung yang diperlukan untuk tahun 2030 :

a.

Kantor Camat 1 unit,

b.

Kantor Kelurahan 1 unit,

c.

Kantor Polisi Sektor 1 unit,

d.

Kantor Urusan Agama 1 unit,

e.

Kantor Komando Rayon Militer 1 unit,

f.

Sarana Kesehatan

-

Puskesmas 3 unit,

-

Puskesmas Pembantu 5 unit,

g.

Sarana Perekonomian

-

Warung 300 unit,

-

Pusat Pertokoan Kecil 30 unit

h.

Sarana Pendidikan

- Sekolah Dasar 49 unit,

- Sekolah Menengah Pertama 16 unit,

- Sekolah Dasar 49 unit, - Sekolah Menengah Pertama 16 unit, Laporan Final Penyusunan Rencana Induk
- Sekolah Dasar 49 unit, - Sekolah Menengah Pertama 16 unit, Laporan Final Penyusunan Rencana Induk

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 48
Hal.
II - 48

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

-

Sekolah Menengah Atas 16 unit,

i.

Sarana Peribadatan

-

Mesjid 156 unit,

-

Mushola 31 unit

j.

Prasarana Air Bersih 13 juta liter per hari

k.

Prasarana Kelistrikan 17.980.614 VA.

2.5.4. Rencana Pengembangan Kawasan Prioritas

A. Pusat Pelayanan Pemerintahan

Pusat pelayanan pemerintahan ini terletak di kawasan

perkantoran baru di Kelurahan Bagan Besar Kecamatan Bukit

Kapur.

B. Pusat Kegiatan Nasional (PKN)

Pusat Kegiatan Nasional (PKN) ini dikembangkan hingga tahun 2030 di kawasan perdagangan dan jasa Kota Dumai baik berupa kawasan rencana pengembangan pelabuhan dan rencana pengembangan pergudangan.

a. Rencana pengembangan kawasan pelabuhan dan pergudangan hingga tahun 2030 di Kelurahan Pangkalan Sesai Kecamatan Dumai Barat.

Kawasan pelabuhan dan pergudangan pada saat ini fasilitas :

Dermaga penumpang

Dermaga RORO (Roll On Roll Off)

dilengkapi

Dermaga barang dengan kemampuan sandar 1 kapal besar

Lapangan parkir

Terminal penumpang

- Terminal penumpang dalam negeri

parkir Terminal penumpang - Terminal penumpang dalam negeri Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
parkir Terminal penumpang - Terminal penumpang dalam negeri Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 49
Hal.
II - 49

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

- Terminal penumpang dalam luar negeri

Kantor imigrasi

Ruang karantina

Kantor pemeriksaan pelabuhan

Rencana pengembangan kawasan pelabuhan dan pergudangan untuk 2030 adanya peningkatan dimensi fisik maupun derajat kualitas pelayanannya.

Hingga tahun 2030 direncanakan selain meningkatkan fasilitas pelabuhan juga ditingkatkan pengoperasian RORO Dumai - Pulau Rupat, untuk meningkatkan peran Pulau Rupat sebagai kawasan Hinterland dari Dumai. Selain itu juga direncanakan pembangunan dan pengoperasian

Pelabuhan

aksesibilitas Dumai

Roro

Dumai

-

Malaka

untuk

meningkatkan

serta menunjang mobilitas Dumai - layani oleh

kapal-kapal cepat.

Malaka yang selama ini di

b. Rencana Pengembangan Kawasan Pelabuhan Barang dan Pergudangan hingga tahun 2030 di Kelurahan Laksamana dan Dumai Kota Kecamatan Dumai Timur.

Kawasan pelabuhan dan pergudangan pada saat ini fasilitas :

dilengkapi

Dermaga barang umum untuk sandar 4 kapal besar Lapangan peti kemas dan gudang Shed

Transit Shed

Lahan konsesi perusahaan-perusahaan:

- PT. Dumai Para Cipta Abadi

- PT. IPO Sumatera

- PT. Dumai Para Cipta Abadi - PT. IPO Sumatera Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem
- PT. Dumai Para Cipta Abadi - PT. IPO Sumatera Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 50
Hal.
II - 50

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

- PT. Permata Hijau Sawit

- PT. Smart

- PT. Kreasi Jaya Adhi Karya

- PT. Eka Dura Indonesia

Rencana pengembangan kawasan pelabuhan dan pergudangan untuk 2030 adanya peningkatan dimensi fisik maupun derajat kualitas pelayanannya. Pengembangan kawasan pelabuhan dan pergudangan ini berdasarkan kondisi pengembangan sekarang disesuaikan untuk kebutuhan hingga tahun 2030.

c. Rencana Pengembangan Kawasan Pelabuhan Barang dan Pergudangan hingga tahun 2030 di Kelurahan Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur. Kawasan pelabuhan dan pergudangan pada saat ini dilengkapi fasilitas Dermaga minyak sawit Dermaga curah kering (semen, pupuk dan gula pasir)

Daerah komersial

Lahan konsesi perusahaan-perusahaan

- PT. Cakra Alam Makmur

- PT. Sarana Sawit Indo Utama

- PT. Aneka Kimia Utama

- PT. RSN Tempa PKS

- PT. Bukit Kapur Reksa

- PT. Inti Benua PKT

- PT. Sarpindo Graha

Rencana pengembangan kawasan pelabuhan dan pergudangan untuk 2030 adanya peningkatan dimensi fisik maupun derajat kualitas pelayanannya. Pengembangan kawasan pelabuhan dan pergudangan ini berdasarkan kondisi pengembangan sekarang disesuaikan untuk kebutuhan hingga tahun 2030.

sekarang disesuaikan untuk kebutuhan hingga tahun 2030. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
sekarang disesuaikan untuk kebutuhan hingga tahun 2030. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 51
Hal.
II - 51

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

C. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)

Pusat Kegiatan Strategis Nasional yang selanjutnya disebut PKSN adalah kawasan perkotaan yang ditetapkan untuk mendorong pengembangan kawasan perbatasan Negara.

Kriteria Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)

a. pusat perkotaan yang berpotensi sebagai pos pemeriksaan lintas batas dengan Negara tetangga;

b. pusat

internasional yang menghubungkan dengan negara tetangga;

perkotaan

yang

berfungsi

sebagai

pintu

gerbang

c. pusat perkotaan yang merupakan simpul utama transportasi yang menghubungkan wilayah sekitarnya; dan/atau

d. pusat perkotaan yang merupakan pusat pertumbuhan

ekonomi yang dapat mendorong perkembangan kawasan di

sekitarnya.

Zonasi untuk kawasan ini berupa pemanfaatan ruang untuk kegiatan ekonomi perkotaan yang berdaya saing, pertahanan, pusat promosi investasi dan pemasaran, serta pintu gerbang internasional dengan fasilitas kepabeanan, imigrasi, karantina, dan keamanan. Pemanfaatan untuk kegiatan kerja sama militer dengan negara lain secara terbatas dengan memperhatikan kondisi fisik lingkungan dan sosial budaya masyarakat.

Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) hingga tahun 2030 dikembangkan di kawasan industri Pelintung dan kawasan industri Lubuk Gaung.

2.5.4. Rencana Pengembangan Kawasan Prioritas

2.5.5. Kawasan Lindung

Kawasan lindung yang ditetapkan di wilayah Kota Dumai adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam

kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 52
Hal.
II - 52

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

dan sumber daya buatan. Penetapan kawasan lindung di Kota Dumai ini bertujuan untuk mencegah timbulnya kerusakan fungsi lingkungan hidup.

Kawasan Pantai Berhutan Bakau

Kawasan pantai berhutan bakau ditetapkan dengan kriteria koridor di sepanjang pantai dengan lebar paling sedikit 130 (seratus tiga puluh) kali nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah tahunan, diukur dari garis air surut terendah ke arah darat.

Peraturan zonasi untuk kawasan pantai berhutan bakau disusun dengan memperhatikan:

a. pemanfaatan ruang untuk kegiatan pendidikan, penelitian, dan wisata alam. b. ketentuan pelarangan pemanfaatan kayu bakau. c. ketentuan pelarangan kegiatan yang dapat mengubah mengurangi luas dan/atau mencemari ekosistem bakau

Menurut Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, perlindungan terhadap kawasan pantai berhutan bakau dilakukan untuk melestarikan hutan bakau sebagai pembentuk ekosistem hutan bakau dan tempat berkembangbiaknya berbagai biota laut di samping sebagai pelindung pantai dari pengikisan air laut serta pelindung usaha budidaya di belakangnya. Kriteria kawasan pantai berhutan bakau adalah minimal 130 kali nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah tahunan diukur dari garis air surut terendah ke arah darat.

Kawasan Bergambut

Penetapan kawasan yang berfungsi sebagai kawasan lindung bergambut adalah kawasan yang unsur pembentuk tanahnya sebagian besar berupa sisa- sisa bahan organik yang tertimbun dalam waktu yang lama. Kriteria kawasan lindung kawasan

dalam waktu yang lama. Kriteria kawasan lindung kawasan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
dalam waktu yang lama. Kriteria kawasan lindung kawasan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 53
Hal.
II - 53

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

bergambut adalah tanah bergambut dengan ketebalan 3 meter atau lebih yang terdapat di bagian hulu sungai dan rawa.

Tutupan lahan atas kawasan lindung kawasan bergambut di Kota Dumai selama ini adalah untuk kawasan budidaya Hutan Tanaman Industri, hal ini akan merusak kelestarian kawasan lindung kawasan bergambut itu sendiri. Sebagaimana ketetapan terhadap kawasan bergambut di Kota Dumai ini, maka upaya untuk penanganan kasus tersebut adalah dengan pencabutan izin peruntukan lahan kawasan Hutan Tanaman Industri dan Perkebunan besar dan kemudian kawasan lindung kawasan bergambut tersebut hanya digunakan untuk kawasan penelitian lahan bergambut tidak untuk kegiatan budidaya.

Rencana Kawasan Resapan Air

Kawasan resapan air di Kota Dumai diharapkan memiliki fungsi sebagai kawasan yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan, sehingga merupakan tempat pengisian air bumi (akuifer) yang berguna sebagai sumber air. Memahami pentingnya fungsi resapan air bagi kelestarian hidup Kota Dumai, maka dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Dumai ini telah dilakukan berbagai upaya untuk mempertahankan keberadaannya dan meningkatkan kuantitas maupun luasannya, terkait dengan kepentingan penyediaan air bumi (akuifer) di masa mendatang. Untuk itu diperlukan rencana tindak untuk melakukan perlindungan terhadap kawasan resapan air di Kota Dumai tersebut.

Perlindungan terhadap kawasan resapan air di Kota Dumai dilakukan untuk memberikan ruang yang cukup bagi peresapan air hujan pada daerah tertentu untuk keperluan penyediaan kebutuhan air tanah dan penanggulangan banjir, baik untuk kawasan bawahannya maupun kawasan yang bersangkutan.

untuk kawasan bawahannya maupun kawasan yang bersangkutan. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
untuk kawasan bawahannya maupun kawasan yang bersangkutan. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 54
Hal.
II - 54

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Hampir 40% dari total luas wilayah Kota Dumai merupakan wilayah tangkapan air (catchment area) yang menjadi sumber air bagi 32 (tigapuluh dua) sungai yang mengalir di Kota Dumai ini. Dari 32 (tigapuluh dua) sungai tersebut 16 (enam belas) diantaranya merupakan sungai besar dengan total panjang sungai 243 km.

Kawasan Sempadan Pantai

Kawasan sempadan pantai adalah kawasan tertentu di sepanjang pantai yang ditetapkan sesuai peraturan, dikarenakan mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai, dengan daratan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat dan memiliki dataran tepian laut yang bentuk dan kondisi fisik pantainya curam atau terjal dengan jarak proporsional terhadap bentuk dan kondisi fisik pantai Posisi Kota Dumai yang terletak di pantai timur Sumatera mempunyai potensi berupa garis pantai sepanjang 134 mil atau 215,65 km. Dengan demikian Kota Dumai secara teoritis seharusnya memiliki sempadan pantai seluas 2.156,5 Ha. Akan tetapi saat sekarang Kota Dumai dapat dikatakan bahwa tidak seluruh garis pantainya memiliki pemanfaatan lahan sebagaimana diatur di dalam peraturan mengenai batas kawasan sempadan pantai, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan di dalam peraturan yang berlaku. Hal ini karena pantai di Kota Dumai selain digunakan untuk pengembangan kawasan perikanan juga telah digunakan sebagai kawasan untuk kepentingan kegiatan perkotaan seperti pelabuhan, Pergudangan, kawasan perdagangan dan jasa serta kawasan industri.

Kawasan pengembangan perikanan terdapat di bagian utara wilayah Kota Dumai, yaitu di Desa Basilam Baru yang terletak di sepanjang 25 Km di sepanjang garis pantai, sedangkan kawasan

sepanjang 25 Km di sepanjang garis pantai, sedangkan kawasan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan
sepanjang 25 Km di sepanjang garis pantai, sedangkan kawasan Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 55
Hal.
II - 55

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

industri yang terdapat di pantai Lubuk Gaung dan Pelintung dengan panjang pantai yang dipergunakan mencapai 15 km. Kawasan pelabuhan, permukiman dan pengembangan lainnya terdapat di pantai di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur dengan panjang garis pantai mencapai 40 km.

Sempadan Sungai

Sempadan sungai yang ditetapkan di Kota Dumai adalah kawasan sepanjang kiri dan kanan sungai, termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Tujuan dari penetapan sempadan sungai di Kota Dumai ini adalah upaya Perlindungan terhadap sempadan sungai dilakukan untuk melindungi sungai dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik pinggir dan dasar sungai serta mengamankan aliran sungai. Penetapan sempadan sungai di kota Dumai ini mengikuti peraturan-peraturan sebagai berikut:

Sekurang-kurangnya l00 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar pemukiman. Untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10-15 meter. Kegiatan yang diperbolehkan pada kawasan sempadan Sungai antara lain :

Sempadan Sungai ditetapkan berupa daratan sepanjang tepian Sungai dengan lebar paling sedikit 50 (limapuluh) meter di tepi sungai. Penetapan sempadan Sungai ini juga untuk kepentingan arahan pemanfaatan ruang untuk ruang terbuka hijau. Selain kegiatan-kegiatan yang diperbolehkan, kawasan sungai juga memiliki larangan-larangan untuk kegiatan sebagai berikut :

Pendirian bangunan kecuali bangunan yang dimaksudkan untuk pengelolaan badan air dan/atau pemanfaatan air.

untuk pengelolaan badan air dan/atau pemanfaatan air. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
untuk pengelolaan badan air dan/atau pemanfaatan air. Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 56
Hal.
II - 56

PT. DUTA CONSULTAN ENGINEERING

Kondisi Umum Daerah

Pendirian bangunan dibatasi hanya untuk menunjang fungsi taman rekreasi.

Rencana Kawasan Sekitar Danau/Waduk

Kawasan Sempadan Sekitar Danau/Waduk adalah kawasan tertentu di sekeliling danau/waduk yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi danau/waduk. Kriteria kawasan sekitar danau/waduk adalah daratan sepanjang tepian danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik danau/waduk antara 50 - 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat.

Peraturan zonasi untuk kawasan Danau/ waduk di wilayah Kota Dumai ini disusun dengan memperhatikan :

a. Pemanfaatan ruang untuk ruang terbuka hijau.

b. Ketentuan pelarangan pendirian bangunan kecuali bangunan yang dimaksudkan untuk pengelolaan badan air dan/atau pemanfaatan air.

c. Pendirian bangunan dibatasi hanya untuk menunjang fungsi

taman rekreasi. dan

d. Penetapan lebar sempadan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Danau Putri Tujuh merupakan danau alamiah yang terletak di kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur dengan luas 30,61 Ha dan berada di Kawasan Pengembangan Bandara. Selain danau di Kota Dumai juga terdapat rawa di Kelurahan Bukit Batrem dan Tanjung Palas dengan luas 59,93 Ha.

Rencana Kawasan Suaka Margasatwa

Kawasan Suaka margasatwa adalah kawasan yang merupakan tempat hidup dan perkembangbiakan dengan keanekaragaman

tempat hidup dan perkembangbiakan dengan keanekaragaman Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
tempat hidup dan perkembangbiakan dengan keanekaragaman Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air

Laporan Final Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RI SPAM) Kota Dumai

Hal. II - 57
Hal.
II - 57