Anda di halaman 1dari 38

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK

DENGAN SYNDROMA NEFROTIK

A. Pengertian
Sindrom nefrotik Is penyakit dgn gjl edema,
proteinuria, hipoalbuminemia dan
hiperkolesterolemia. Kadang-kadang terdapat
hematuria, hipertensi dan penurunan fungsi
ginjal ( Ngastiyah, 1997).
Penyakit ini tjd tiba-tiba, terutama pd anak-anak.
Biasanya berupa oliguria dan urin bwarna gelap,
atau urin yg kental akibat proteinuria berat
( Mansjoer Arif, dkk. 1999).
Nephrotic Syndrome merupakan kumpulan gejala
yang disebabkan oleh adanya injury glomerular
yang terjadi pada anak dengan karakteristik :
proteinuria, hypoproteinuria, hypoalbuminemia,
hyperlipidemia
dan edema (Suryadi, 2001).
Monday, June 27, 2016
2

Sindrom nefrotik merupakan gangguan klinis


ditandai
oleh:
Peningkatan protein dalam urin secara
bermakna (proteinuria)
Penurunan albumin dalam darah
Edema
Serum cholesterol yang tinggi (hiperlipidemia)
Tanda tanda tersebut dijumpai disetiap kondisi
yang sangat merusak membran kapiler
glomerulus dan menyebabkan peningkatan
Monday, June 27, 2016
3
permiabilitas
glomerulus (Sukiane, 2002).

B. Etiologi
Penyebab sindrom nefrotik yang pasti belum
diketahui, akhir-akhir ini dianggap sebagai
suatu penyakit autoimun, yaitu suatu reaksi
antigen antibodi. Umumnya etiologi dibagi
menjadi :
1. Sindrom nefrotik bawaan
Diturunkan sebagai resesif autosomal atau
karena reaksi maternofetal. Resisten terhadap
semua pengobatan. Prognosis buruk dan
biasanya pasien meninggal dalam bulan-bulan
pertama kehidupannya.
Monday, June 27, 2016

2. Sindrom nefrotik sekunder disebabkan oleh :


Malaria kuartana atau parasit lainnya.
Penyakit kolagen seperti lupus eritematosus
diseminata, purpura anafilaktoid.
Glumerulonefritis akut atau kronik,
Trombosis vena renalis.
Bahan kimia seperti trimetadion, paradion,
penisilamin, garam emas, air raksa.
Amiloidosis, penyakit sel sabit,
hiperprolinemia,
nefritis membranoproliferatif
Monday, June 27, 2016
5
hipokomplementemik.

3. Sindrom nefrotik idiopatik


Tidak diketahui sebabnya atau disebut
sindroma nefrotik primer. Berdasarkan
histopatologis yang tampak pada biopsi ginjal
dgn pemeriksaan mikroskop biasa dan
mikroskop elektron, Churk dkk membaginya
menjadi :
a. Kelainan minimal
Pada mikroskop elektron akan tampak foot
prosessus sel epitel berpadu. Dengan cara
imunofluoresensi ternyata tidak terdapat IgG
pada
dinding
kapiler glomerulus
Monday,
June 27, 2016
6

b. Nefropati membranosa
Semua glomerulus menunjukan penebalan
dinding
kapiler yang tersebar tanpa proliferasi sel.
Prognosis
kurang baik
c. Glomerulonefritis proliferatif
Glomerulonefritis proliferatif esudatif difus.
Terdapat proliferasi sel mesangial dan infiltrasi
sel polimorfonukleus. Pembengkanan sitoplasma
endotel yang menyebabkan kapiler tersumbat.
Dengan
Monday, June 27, 2016
7
penebalan batang lobular

Terdapat prolefirasi sel mesangial yang tersebar


dan penebalan batang lobular.
Dengan bulan sabit ( crescent)
Didapatkan proliferasi sel mesangial dan
proliferasi sel epitel sampai kapsular dan
viseral. Prognosis buruk.
Glomerulonefritis membranoproliferatif
Proliferasi sel mesangial dan penempatan fibrin
yang menyerupai membran basalis di
mesangium. Titer globulin beta-IC atau beta-IA
rendah. Prognosis buruk.
Monday, June 27, 2016
8
Lain-lain
perubahan proliferasi yang tidak khas.

. Glomerulosklerosis fokal segmental


Pada kelainan ini yang mencolok sklerosis
glomerulus. Sering disertai atrofi tubulus.
Prognosis
buruk.
C. Patofisiologi
Terjadi proteinuria akibat peningkatan
permiabilitas membran glomerulus. Sebagian
besar protein dalam urin adalah albumin sehingga
jika laju sintesis hepar dilampui, meski telah
berusaha ditingkatkan, terjadi hipoalbuminemia.
Hal ini menyebabkan retensi garam dan air.
Monday, June 27, 2016

Menurunnya tekanan osmotik menyebabkan


edema generalisata akibat cairan yang
berpindah dari sistem vaskuler kedalam ruang
cairan ekstra seluler. Penurunan sirkulasi
volume darah mengaktifkan sistem imun
angiotensin, menyebabkan retensi natrium dan
edema lebih lanjut.
Hilangnya protein dalam serum menstimulasi
sintesis lipoprotein di hati dan peningkatan
konsentrasi lemak dalam darah
(hiperlipidemia).
Monday, June 27, 2016

10

Menurunnya respon imun karena sel imun


tertekan, kemungkinan disebabkan karena
hypoalbuminemia, hyperlipidemia atau
defisiensi seng.
Sindrom nefrotik dapat terjadi dihampir setiap
penyakit renal intrinsik atau sistemik yang
mempengaruhi glomerulus. Meskipun secara
umum penyakit ini dianggap menyerang anakanak, namun sindrom nefrotik juga terjadi pada
orang dewasa termasuk lansia.
Monday, June 27, 2016

11

D. Manifestasi Klinik
Gejala utama yang ditemukan adalah :
Proteinuria > 3,5 g/hari pada dewasa
atau 0,05 g/kg BB/hari pada anak-anak.
Hipoalbuminemia < 30 g/l.
Edema generalisata. Edema terutama jelas
pada kaki, namun dapat ditemukan edema
muka, ascxites dan efusi pleura.
Anorexia
Fatique
Nyeri abdomen
Monday, June 27, 2016

12

Berat badan meningkat


Hiperlipidemia, umumnya ditemukan
hiperkolesterolemia.
Hiperkoagualabilitas, yang akan
meningkatkan resiko trombosis vena dan
arteri.

E. Komplikasi
Infeksi (akibat defisiensi respon imun)
Tromboembolisme (terutama vena renal)
Emboli pulmo
Peningkatan terjadinya aterosklerosis
Monday, June 27, 2016

13

Hypovolemia
Hilangnya protein dalam urin
Dehidrasi
F. Pemeriksaan Diagnostik
Adanya tanda klinis pada anak
Riwayat infeksi saluran nafas atas
Analisa urin : meningkatnya protein dalam urin
Menurunnya serum protein
Biopsi ginjal
Monday, June 27, 2016

14

Penatalaksanaan Terapeutik
Diit tinggi protein, diit rendah natrium jika
edema berat
Pembatasan sodium jika anak hipertensi
Antibiotik untuk mencegah infeksi
Terapi diuretik sesuai program
Terapi albumin jika intake anak dan output urin
kurang
Terapi prednison dgn dosis 2 mg/kg/hari sesuai
program

Monday, June 27, 2016

15

Web Of Caution : Terlampir


Konsep Dasar Keperawatan

Asuhan Keperawatan dilakukan dgn


menggunakan pendekatan proses keperawatan
u/ meningkatkan, mencegah dan memulihkan
kesehatan.
Proses Keperawatan merupakan susunan
metode pemecahan masalah yang meliputi
pengkajian keperawatan, identifikasi/analisa
maslah (diagnosa Keperawatan), perencanaan,
implementasi dan evaluasi yang masing-masing
berkesinambungan serta memerlukan
kecakapan keterampilan profesional tenaga
Monday, June 27, 2016
16
keperawatan
(Hidayat,2004)

1.Pengkajian.
Pengkajian merupakan langkah awal dari tahapan
proses keperawatan. Dalam mengkaji, harus
memperhatikan data dasar pasien. Keberhasilan
proses keperawatan sangat tergantung pada
kecermatan dan ketelitian dalam tahap pengkajian.
Pengkajian yang perlu dilakukan pada klien anak
dengan sindrom nefrotik (Donna L. Wong,200 :
550) sebagai berikut :
a.Lakukan pengkajian fisik termasuk pengkajian
luasnya edema
b.Dapatkan riwayat kesehatan dgn cermat, ttama yg
bhubungan dgn penambahan BB saat ini, disfungsi
ginjal.
17

c.Observasi adanya manifestasi sindrom nefrotik :


1) Penambahan berat badan
2) Edema
3) Wajah sembab :
a)Khususnya di sekitar mata
b)Timbul pada saat bangun pagi
c)Berkurang di siang hari
4) Pembengkakan abdomen (asites)
5) Kesulitan pernafasan (efusi pleura)
6) Pembengkakan labial (scrotal)

18

7) Edema mukosa usus yang menyebabkan :


a)Diare
b)Anoreksia
c)Absorbsi usus buruk
8) Pucat kulit ekstrim (sering)
9) Peka rangsang
10) Mudah lelah
11) Letargi
12) Tekanan darah normal atau sedikit menurun
13) Kerentanan terhadap infeksi
Monday, June 27, 2016

19

14) Perubahan urin :


a)Penurunan volume
b)Gelap
c)Berbau buah
d.Bantu dengan prosedur diagnostik dan
pengujian, misalnya analisa urine akan adanya
protein, silinder dan sel darah merah; analisa
darah untuk protein serum (total, perbandingan
albumin/globulin, kolesterol), jumlah darah
merah, natrium serum.

Monday, June 27, 2016

20

3.Diagnosa keperawatan berdasarkan prioritas


a.Kelebihan volume cairan (total tubuh) berhubungan
dengan akumulasi cairan dalam jaringan
Tujuan
Pasien tidak menunjukkan bukti-bukti akumulasi
cairan (pasien mendapatkan volume cairan yang
tepat)
Intervensi
1. Kaji masukan yang relatif terhadap keluaran
secara akurat.
Rasional : perlu u/ menentukan fungsi ginjal, keb
penggantian cairan dan penurunan resiko
kelebihan cairan.
Monday, June 27, 2016

21

2. Timbang BB setiap hari (atau lebih sering jika


diindikasikan).
Rasional : mengkaji retensi cairan
3. Kaji perubahan edema : ukur lingkar abdomen
pada umbilicus serta pantau edema sekitar mata.
Rasional : u/ mengkaji ascites & krn mrp sisi
umum edema.
4. Atur masukan cairan dengan cermat.
Rasional : agar tdk mdapatkan lebih dr jumlah yg
dibutuhkan
5. Pantau infus intra vena
Rasional : u/ mempertahankan masukan yg
diresepkan
Monday, June 27, 2016

22

6. Berikan kortikosteroid sesuai ketentuan.


Rasional : untuk menurunkan ekskresi
proteinuria
7. Berikan diuretik bila diinstruksikan.
Rasional : u/ mberikan penghilangan sementara
dari edema.
b.Resiko tinggi kekurangan volume cairan (IV) R/ T
kehilangan protein dan cairan, edema
Tujuan
Klien tdk menunjukkan kehilangan cairan IV /
shock hipovolemik yg ditunjukkan pasien
minimum / tidak ada
Monday, June 27, 2016

23

Intervensi
1. Pantau tanda vital
Rasional : untuk mendeteksi bukti fisik
penipisan cairan
2. Kaji kualitas dan frekwensi nadi
Rasional : untuk tanda shock hipovolemik
3. Ukur tekanan darah
Rasional : untuk mendeteksi shock hipovolemik
4. Laporkan adanya penyimpangan dari normal
Rasional : agar pengobatan segera dapat
dilakukan
Monday, June 27, 2016

24

c.Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan


pertahanan tubuh yang menurun, kelebihan
beban cairan cairan, kelebihan cairan.
Tujuan
Tdk menunjukkan adanya bukti infeksi
Intervensi
1. Lindungi anak dari kontak individu terinfeksi
Rasional : u/ meminimalkan pajanan pd
organisme infektif
2. Gunakan teknik mencuci tangan yang baik
Rasional : u/ memutus mata rantai penyebaran
infeksi
Monday, June 27, 2016

25

3. Jaga agar anak tetap hangat dan kering


Rasiona;l : karena kerentanan terhadap infeksi
pernafasan
4. Pantau suhu.
Rasional : indikasi awal adanya tanda infeksi
5. Ajari orang tua tentang tanda dan gejala
infeksi
Rasional : memberi pengetahuan dasar tentang
tanda dan gejala infeksi
d.Resiko tinggi kerusakan integritas kulit
berhubungan dengan edema, penurunan
pertahanan
tubuh
Monday, June 27, 2016

26

Tujuan
Kulit anak tidak menunjukkan adanya kerusakan
integritas : kemerahan atau iritasi
Intervensi
1. Berikan perawatan kulit
Rasional : memberikan kenyamanan pada anak
dan mencegah kerusakan kulit
2. Hindari pakaian ketat
Rasional : dapat mengakibatkan area yang
menonjol tertekan
3. Bersihkan dan bedaki permukaan kulit beberapa
kali sehari
Monday, June 27, 2016

27

Rasional : untuk mencegah terjadinya iritasi


pada kulit karena gesekan dengan alat tenun
4. Topang organ edema, seperti skrotum
Rasional : untuk menghilangkan area tekanan
5. Ubah posisi dgn sering, ptahankan kesejajaran
tubuh dengan baik
Rasional : karena anak dengan edema massif
selalu letargis, mudah lelah dan diam saja
6. Gunakan penghilang tekanan atau matras atau
tempat tidur penurun tekanan sesuai kebutuhan
Rasional : untuk mencegah terjadinya ulkus
Monday, June 27, 2016

28

e.Perubahan nutrisi ; kurang dr keb tubuh R/T dengan


kehilangan nafsu makan
Tujuan
Pasien mendapatkan nutrisi yang optimal
Intervensi
1. Beri diet yang bergizi
Rasional : membantu pemenuhan nutrisi anak dan
meningkatkan daya tahan tubuh anak
2. Batasi natrium selama edema & trerapi
kortikosteroid
Rasional : asupan natrium dpt mperberat edema
usus yg menyebabkan hilangnya nafsu makan anak
Monday, June 27, 2016

29

3. Beri lingkungan yang menyenangkan, bersih,


dan rileks pada saat makan
Rasional : agar anak lebih mungkin untuk makan
4. Beri makanan dalam porsi sedikit pada awalnya
Rasional : untuk merangsang nafsu makan anak
5. Beri makanan spesial dan disukai anak
Rasional : untuk mendorong agar anak mau
makan
6. Beri makanan dengan cara yang menarik
Rasional : untuk menrangsang nafsu makan anak

Monday, June 27, 2016

30

f.Gangguan citra tubuh R/T perubahan penampilan


Tujuan
Agar dapat mengespresikan perasaan dan masalah
dengan mengikutin aktivitas yang sesuai dengan minat
dan kemampuan anak.
Intervensi
1. Gali masalah dan perasaan mengenai penampilan
Rasional : untuk memudahkan koping
2. Tunjukkan aspek positif dari penampilan dan bukti
penurunan edema
Rasional : meningkatkan harga diri klien & mdorong
penerimaan terhadap kondisinya
3. Dorong sosialisasi dengan individu tanpa infeksi aktif
Rasional : agar anak tidak merasa sendirian dan
terisolasi
Monday, June 27, 2016

31

3. Dorong sosialisasi dgn individu tanpa infeksi aktif


Rasional : agar anak tidak merasa sendirian dan
terisolasi
4. Beri umpan balik posisitf
Rasional : agar anak merasa diterima
g.Intoleransi aktifitas R/T kelelahan
Tujuan
Anak dpt melakukan aktifitas sesuai dgn
kemampuan dan mendapatkan istirahat dan tidur
yang adekuat
Intervensi
1. Pertahankan tirah baring awal bl trjd edema hebat
Monday, June 27, 2016

32

Rasional : tirah baring yg sesuai gaya gravitasi


dat menurunkan edema
2. Seimbangkan istirahat dan aktifitas bila ambulasi
Rasional : ambulasi menyebabkan kelelahan
3. Rencanakan dan berikan aktivitas tenang
Rasional : aktivitas yang tenang mengurangi
penggunaan energi yang dapat menyebabkan
kelelahan
4. Instruksikan istirahat bila anak mulai merasa
lelah
Rasional : mengadekuatkan fase istirahat anak
5. Berikan periode istirahat tanpa gangguan
Rasional : anak dapat menikmati masa
istirahatnya
Monday, June 27, 2016
33

h.Perubahan proses keluarga berhubungan R/T


anak yang menderita penyakit serius
Tujuan
Pasien (keluarga) mdapat dukungan yg adekuat
Intervensi
1. Kenali masalah keluarga dan kebutuhan akan
informasi, dukungan
Rasional : mengidentifikasi kebuutuhan yang
dibutuhkan keluarga
2. Kaji pemahaman keluarga tentang diagnosa dan
rencana perawatan
Monday, June 27, 2016

34

Rasional : keluarga akan beradaptasi terhadap


segala tindakan keperawatan yang dilakukan
3. Tekankan dan jelaskan profesional kesehatan
tentang kondisi anak, prosedur dan terapi yang
dianjurkan, serta prognosanya
Rasional : agar keluarga juga mengetahui
masalah kesehatan anaknya
4. Gunakan setiap kesempatan untuk
meningkatkan pemahaman keluarga Keluarga
tentang penyakit dan terapinya
Rasional : mengoptimalisasi pendidikan
kesehatan terhadap
Monday, June 27, 2016

35

5. Ulangi informasi sesering mungkin


Rasional : untuk memfasilitasi pemahaman
6. Bantu keluarga mengintrepetasikan perilaku
anak serta responnya
Rasional : keluarga dapat mengidentifikasi
perilaku anak sebagai orang yang terdekat
dengan anak
7. Jangan tampak terburu-buru, bl waktunya tdk
tepat
Rasional : mempermantap rencana yang telah
disusun sebelumnya. (Donna L Wong,2004 :
550-552).
Monday, June 27, 2016

36

Daftar Pustaka :
1. Smeltzer, Suzanne C, 2001, Keperawatan

Medikal Bedah Brunner & Suddarth, edisi 8,


Volume 2, EGC : Jakarta
2. Suriadi & Rita Yuliani, 2001, Asuhan
Keperawatan Anak, Edisi 1, Fajar Interpratama :
Jakarta
3. Wong,L. Donna, 2004, Pedoman Klinis
Keperawatan Pediatrik, Edisi 4, EGC : Jakarta

Monday, June 27, 2016

37

Thank You!
www.themegallery.com

Monday, June 27, 2016

38