Anda di halaman 1dari 17

OBAT HERBAL TERSTANDAR

Oleh

Dra.Hj.Salma Salim Apt, AFK

Obat Herbal Terstandar (OHT) :


Adalah sediaan obat bahan alam yang telah
dibuktikan keamanan dan khasiat secara ilmiah
dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah
distandarisasi.

Simplisia :
Adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai
obat yang belum mengalami pengolahan apapun
juga dan kecuali dinyatakan lain,berupa bahan
yang telah dikeringkan.

Simplisia nabati adalah :


Simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian
tanaman atau eksudat tanaman.
Eksudat tanaman adalah :
isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman
atau isi sel yang dengan cara tertentu dikeluarkan
dari selnya
atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara
tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum
berupa zat kimia murni.

Simplisia hewani :
Adalah simplisia yang berupa hewan utuh,
bagian hewan atau zat-zat berguna yang
dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat
kimia murni
Simplisia pelikan( mineral) :
Adalah simplisia yang berupa bahan pelikan
(mineral) yang belum diolah atau telah diolah
dengan cara sederhana dan belum berupa zat
kimia murni

Persyaratan simplisia :
Untuk menjaga mutu simplisia ada persyaratan
baku bagi tiap simplisia yang akan digunakan
untuk pengobatan tertera dalam Materia
Medika Indonesia.
Hal ini mencakup antara lain :
Kemurnian simplisia
Cara pengawetan
Pengeringan simplisia nabati dilakukan diudara
dan terlindung dari cahaya matahari
Wadah tidak boleh mempengaruhi bahan yang
disimpan.
Dll

OHT harus memenuhi kriteria :


1. Aman sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan.
2. Klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah/
praklinik.
Standar efektifitas pada hewan coba :
Diuji secara berkala oleh lembaga penguji
yang diakui.

3.Telah dilakukan standarisasi thd bahan baku


yang digunakan dalam produk jadi.
Standar mutu bahan baku :
Ekstrak yang digunakan harus memenuhi
syarat tertentu dan dijaga tetap tidak
berubah/ berkurang.
4. Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
5. Memiliki mesin dan peralatan dengan
teknologi tinggi

Standar bahan baku tanaman :


Simplisia dari tumbuhan liar kandungan
zat berkhasiat bisa berbeda-beda
khasiatnya juga bisa berbeda.
Untuk menjamin reproducibilitas khasiat di
usahakan Simplisia terstandar,tergantung dari:
Lahan
Pupuk
Umur panen
Cara pengeringan

sama

Plus uji praklinik + CPOTB

Obat
Herbal
Terstandar

KLAIM OBAT HERBAL TERSTANDAR :


Biasanya dimulai dengan kata-kata :
Membantu :
Mengurangi / meningkatkan
Meredakan
Melancarkan
Meringankan /

Penandaan obat bahan alam yang tergolong


obat herbal terstandar harus memenuhi
ketentuan :
Mencantumkan logo dan tulisan :
OBAT HERBAL TERSTANDAR
Logo berupa jari-jari daun ( 3 pasang) terletak
dalam lingkaran dan ditempatkan pada bagian
atas sebelah kiri dari wadah/ pembungkus/ brosur.

Logo ( jari-jari daun dalam lingkaran)


dicetak dengan warna hijau diatas dasar
warna putih atau warna lain yang menyolok
kontras dengan warna logo.
Tulisan obat herbal terstandar harus jelas
dan mudah dibaca, dicetak dengan warna
hitam diatas dasar warna putih atau warna
lain yang menyolok kontras dengan tulisa
OBAT HERBAL TERSTANDAR

Gambar logo :

17 obat herbal terstandar yang tercatat di B.POM :


Diabmeneer
Kuat segar
Diapet
Lelap
Fitogaster
Psidii
Fitolac
Rheumakur
Glucogard
Sehat tubuh
Hi-stimuno
Songgolangit
Irex-max
Stop Diar Plus
Kiranti pegal linu
Virugon
Kiranti sehat datang bulan

Contoh :
1. Rheumakur (Darya Varia):
Curcuminoid 9%
Minyak volatile dari kurkuma 91%
Untuk pencegahan dan pengobatan radang/
nyeri sendi pada OA dan AR

2.Fitolac ( Kimia Farma) :


Extrak daun katu 300mg ( 9 gram daun
segar ).
Digunakan untuk :
Memperbanyak dan memperlancar ASI

3.Diapet ( Soho) :
Ekstrak Psidii 23,5%
Ekstrak Curcumae domesticae rhizoma 12,5%
Ekstrak Coix larima jobi semen 18%
Ekstrak Phellodendri radix 23%
Ekstrak Coptidis rhizoma 23%
Digunakan untuk mencret dan memadatkan kembali
feses yang cair.
Mengatasi rasa mulas ( hindari makanan / minuman
yang asam dan pedas selama belum sembuh)