Anda di halaman 1dari 12

SKENARIO KASUS

COMBUSTIO

Seorang laki laki berusia 36 tahun dibawa ke rumah sakit oleh


keluarganya akibat ledakan kompor gas. Pasien mengeluh sakit dan rasa
panas di area luka. Peristiwa itu terjadi pada pukul 06.00 pagi, pasien
tiba di IGD pada pukul 08.00. Satu jam setalah diobservasi pasien
kemudian pasien dikirim ke unit luka bakar. Hasil pengkajian
pemeriksaan fisik, perawat mendapatkan luka tampak basah mengenai
dada, abdomen, seluruh kaki kanan dan paha kiri, tangan kanan dan siku
sampai jari-jari. Sebagian luka ditutupi krim, warna luka merah muda
pucat, bulae (+), TD : 90/60, HR : 100X/mnt, RR : 30x/mnt, suhu : 37,5 C.
Terpasang kateter, output urine 30 cc, warna kuning jernih, BB : 60 kg,
TB : 157 cm. Terpasang infus RL dan Krim Silver Sulfadia-zine 1% pada
area luka.
Hasil Pemeriksaan Laboratorium diperoleh :
HB : 16 gr/dl
HT : 48 gr
Leukosit : 9200 ul
Albumin : 3.2 gr/dl
BUN : 50 mg/dl
Cr : 0,76 mg/dl
K : 4,5 meq/l
Na: 125 meq/l
GDS : 140

O
I
R
A
SKEN

KATA KUNCI

Sakit dan rasa panas di area luka


Luka tampak basah mengenai dada,

abdomen, seluruh kaki kanan dan paha


kiri, tangan kanan dan siku sampai jarijari.
Warna luka merah muda pucat
Bulae (+)
TD : 90/60, HR : 100X/mnt, RR : 30x/mnt,
suhu : 37,5 C
Output urine 30 cc, warna kuning jernih

Pertanyaan Penting
1) Termasuk derajat berapa luka bakar pada kasus
2)
3)
4)
5)
6)

di atas ?
Berapa luas luka bakar yang dialami pasien pada
kasus di atas?
Tindakan apa yang harus dilakukan sebelum
pasien di bawa ke RS ?
Apa komplikasi yang bisa terjadi pada kasus luka
bakar?
Apa faktor faktor yang memperberat luka
bakar?
Bagaimana penatalaksanaan pasien luka bakar ?

an
a
y
n
a
t
r
e
P
n
a
Jawab
Termasuk derajat berapa luka bakar pada kasus di atas ?
Pada kasus di atas pasien mengalami luka bakar derajat II dalam
Luka bakar derajat II dalam:
Penyebab luka bakar akibat jilatan api terhadap pakaian
Penampilan luka tampak basah mengenai dada, abdomen, seluruh kaki kanan
dan paha kiri, tangan kanan dan siku sampai jari-jari, bulae (+)
Warna luka merah muda pucat
Berapa luas luka bakar yang dialami pasien pada kasus di atas?
Dada : 9%
Abdoment : 9%
Seluruh kaki kanan: 18%
Paha kiri : 9%
Tangan kanan (siku sampai jari) : 4,5 %
Jumlah total luas luka bakar yang dialami : 51, 5%
Tindakan apa yang harus dilakukan sebelum pasien di bawa ke RS ?
Mematikan api
Mendinginkan luka bakar
Melepaskan benda penghalang
Menutup luka bakar

Lanjutan.......
Apa komplikasi yang bisa terjadi pada kasus luka bakar?
Distress pernafasan
Gagal ginjal
Kontraktur
Sepsis
Apa faktor faktor yang memperberat luka bakar?
Presentase area (luasnya) luka bakar pada permukaan tubuh
Kedalaman luka bakar
Anatomi lokasi luka bakar
Umur klien
Riwayat pengobatan masa lalu
Trauma yang menyertai atau yang bersamaan

Lanjutan
.......
Bagaimana penatalaksanaan pasien luka bakar ?
Penatalaksanaan Medis :
1. Resusitasi A, B, C.
2. Infus, kateter, CVP,oksigen, Laboratorium,
kultur luka.
3. Resusitasi cairan
4. Monitor urine dan CVP.
5. Topikal dan tutup luka
6. Obat obatan : antibiotik, analgesik,
antasida

Lanjutan
.......

PERAWATAN DI RUMAH
Fase resusitasi
Fase akut/intermediate
Fase rehabilitasi :Perawatan lanjut di
rumah.

INFORMASI TAMBAHAN
Riwayat penyakit pasien : seperti

DM, CHF, Paru paru


Riwayat pengobatan : penggunaan
obat obatan yang menekan sistem
imun
Terapi pada luka bakar
Pemeriksaan diagnostik

ANALISA SINTESA
Berdasarkan data yang diperoleh pasien
mengalami luka bakar derajat II dalam yaitu
penampilan luka tampak basah mengenai dada,
abdomen, seluruh kaki kanan dan paha kiri,
tangan kanan dan siku sampai jari-jari, bulae
(+), warna luka merah muda pucat, pasien
mengeluh sakit dan rasa panas di area luka.
Pasien pada kasus di atas pasien mengalami
luka bakar pada dada (9%), abdoment (9%),
seluruh kaki kanan (18%), paha kiri (9%),
tangan kanan (siku sampai jari) (4,5 %), dengan
total luas luka bakar yang dialami : 51, 5%

TUJUAN PEMBELAJARAN
SELANJUTNYA
Mempelajari lebih dalam mengenai

konsep Combustio
Mengetahui penatalaksaan pada
pasien dengan Combustio
Mampu melakukan asuhan
keperawatan pada pasien dengan
Combustio

INFORMASI BARU
Berdasarkan hasil dari penelitian perbandingan penyembuhan
luka terbuka menggunakan balutan madu atau balutan normal
salin povidone iodine.
Penelitian yang dilakukan oleh Burlanda (dalam Molan,2007)
yang menyampaikan penyembuhan luka dengan perawatan
madu yang cepat dan menakjubkan, khususnya untuk luka bakar
derajat I dan II. Observasi klinik Bergman (dalam Molan, 2007)
juga menunjukkan bahwa penyembuhan luka terbuka lebih cepat
dengan madu. Madu mempunyai komposisi yang bermanfaat
untuk penyembuhan luka diantaranya molekul gula (fruktosa,
glukosa, sukrosa), air yang berfungsi melembabkan luka, mineral
(Ca, Mg, K, Na, Fe, Cu, Zn, Iodium, Klorin, Sulfur, dan Fosfat),
vitamin (B kompleks, K, dan B3), enzim (amilase, invertase,
fosfatase, katalase dan peroksidase) serta asam organik antara
lain asam glikolat, asam format, asam laktat, asam sitrat, asam
asetat, asam oksalat, asam tartarat, serta asetilkolin (Lelo, 2006).