Anda di halaman 1dari 1

I.

PENDAHULUAN
PT BGD bermaksud untuk mengambilalih saham yang mewakili tidak kurang dari 60% modal
ditempatkan dan disetor penuh Bank Pundi. Transaksi pengambilalihan (akuisisi) dilakukan dengan
cara (i) penyetoran saham baru melalui proses penambahan modal dan penerbitan saham baru Bank
Pundi dan (ii) pembelian saham dari PT Recapital Securities ( PT RCS) sebagai pemegang saham
pengendali Bank Pundi saat ini (Rencana Transaksi Akusisi).
Sehubungan dengan Rencana Transaksi Akuisisi, PT BGD dan PT RCS telah menandatangani
Perjanjian Induk pada tanggal 11 Mei 2016. Rencana Transaksi Akuisisi akan dilakukan sesuai dan
dengan memperhatikan seluruh ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yaitu antara lain
UUPT, Peraturan Bank Indonesia, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan perundangundangan lainnya yang terkait dengan Rencana Transaksi Akuisisi.

II. INFORMASI MENGENAI PIHAK YANG MENGAKUISISI DAN PIHAK YANG DIAKUISISI
A. INFORMASI MENGENAI PIHAK YANG MENGAKUISISI
Pihak yang mengakuisisi dan akan menjadi Pemegang Saham Pengendali (sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan Bank Indonesia No.12/23/PBI/2010 tanggal 29 Desember 2010 tentang Uji
Kemampuan dan Kepatutan) adalah PT BGD. PT BGD adalah suatu perseroan terbatas yang
terbentuk akibat perubahan status Perusahaan Daerah Banten Global Development sesuai
Peraturan Daerah Provinsi Banten No. 7 tahun 2009 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum
Perusahaan Daerah Banten Global Development menjadi perseroan terbatas dan izin prinsip yang
diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri No. 503/435/BAKD tanggal 6 Juli 2010 dan didirikan
sesuai dengan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Banten Global Development No. 02 tanggal
30 September 2010, dibuat di hadapan Rusmaedi, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Serang, dan
telah mendapatkan pengesahan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)
berdasarkan Keputusan Menkumham No. AHU-52604.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 9 September
2010, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0081148.AH.01.09.Tahun 2010
tanggal 9 November 2010.
PT BGD berkedudukan di Ruko Sembilan No. 8B & 9 A, Jl. Jend. Sudirman, Lingkungan Kemang
RT 03 RW 09, Sumur Pecung, Serang, Banten, Indonesia.
PT BGD telah melakukan beberapa kali perubahan pada anggaran dasarnya, di mana perubahan
terakhir terdapat pada Akta Penegasan Keputusan Para Pemegang Saham No. 7 tanggal 23 April
2014 yang dibuat di hadapan Rovandy Abdams, S.H., Notaris di Cilegon, dan telah mendapatkan
persetujuan dari Menkumham berdasarkan Keputusan Menkumham No. AHU-03251.40.30.3024
tanggal 20 Mei 2014. Struktur permodalan dan komposisi pemegang saham PT BGD berdasarkan
Akta Perubahan No.7 tanggal 27 Juni 2013 yang dibuat di hadapan Rovandy Abdams, S.H., Notaris
di Cilegon dan telah mendapatkan pengesahan oleh Menkumham sesuai Keputusan Menkumham
No. AHU-03076.AH.01.02.Tahun 2014 tanggal 22 Januari 2014 adalah sebagai berikut:
Modal Dasar
Rp 1.300.000.000.000 terbagi menjadi 1.300.000.000 lembar saham dengan nilai nominal saham
masing-masing sebesar Rp 1.000.
Modal Ditempatkan dan Disetor
Rp 349.961.227.000 terbagi menjadi 349.561.227 lembar saham dengan nilai nominal saham
masing-masing sebesar Rp 1.000.
Modal Ditempatkan dan Disetor tersebut di atas telah disetor penuh oleh pemegang saham sebagai berikut:
No.

Pemegang Saham

Jumlah

1.

Pemerintah Provinsi Banten

2.

Koperasi KORPRI Provinsi Banten

Jumlah

No.

Pemegang Saham

JumlahLiabilitas

-32,62

1,76

17,37

JumlahEkuitas

-51,89

-13,26

13,79

8,02

10,05

11,56

Bermasalah terhadap total asset produktif


dan aset non produktif

5,25

5,82

6,32

Aset produktif bermasalah terhadap total


asset produktif

4,96

5,79

5,89

NPL Gross

5,94

6,94

6,75

RANCANGAN AKUISISI INI DISUSUN BERSAMA-SAMA OLEH DIREKSI


PT BGD DAN DIREKSI BANK PUNDI DAN DISIAPKAN BERDASARKAN
RENCANA AKUISISI MASING-MASING PT BGD DAN BANK PUNDI YANG
TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN DARI DEWAN KOMISARIS MASINGMASING PT BGD DAN BANK PUNDI NAMUN BELUM MEMPEROLEH
PERSETUJUAN DARI PEMEGANG SAHAM BANK PUNDI YANG
DIRENCANAKAN AKAN DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 11 JULI 2016.

NPL Netto

4,91

4,85

3,39

1,06

2,02

3,03

BATAS WAKTU PENGAJUAN KEBERATAN KREDITUR DARI BANK PUNDI


BERDASARKAN PASAL 127 AYAT (4) UUPT ADALAH SAMPAI DENGAN
TANGGAL 26 MEI 2016. JIKA SAMPAI DENGAN TANGGAL TERSEBUT
KREDITUR DARI BANK PUNDI TIDAK MENYATAKAN KEBERATAN, MAKA
KREDITUR DIANGGAP MENYETUJUI RENCANA AKUISISI.

Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas

Dalam Juta Rupiah

349.961.227

349.961.227.000

100

Aset Tidak Lancar


Penyertaan
Aset Tetap Bersih
Aset Lain - Lain
Jumlah Aset Tidak Lancar

Total Aset

Kewajiban Lancar
Hutang Bank
Pajak Yang Harus Dibayar
Hutang Pihak Ketiga
Jumlah Kewajiban Lancar

Kewajiban Tidak Lancar


Kewajiban Imbalan Pasca Kerja
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar

Total Kewajiban

Ekuitas
Modal Saham
Laba (Rugi) Ditahan
Laba (Rugi) Periode Berjalan
Dividen
Jumlah Ekuitas

Total Kewajiban dan Ekuitas

Pendapatan
Biaya Langsung
Laba Kotor
Beban Usaha
Laba Usaha
Pendapatan (Beban) Lain-Lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
Pajak Penghasilan
Laba Tahun Berjalan
Pendapatan Komprehensif Lain
Total Pendapatan Komprehensif Lain

7.296.964.802

729.696.480.200

67,85

1.434.300.000

143.430.000.000

13,34

3.

Pershing LLC

1.136.997.414

113.699.741.400

10,57

4.

Publik

886.854.937

88.685.493.700

8,24

10.755.117.153

1.075.511.715.300

100,00

III. ALASAN DAN PENJELASAN DILAKSANAKANNYA AKUISISI


A. LASAN DAN PENJELASAN DILAKSANAKANNYA AKUISISI OLEH PIHAK YANG MENGAKUISISI
Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Banten No. 5 tahun 2013 tanggal 27 September 2013
tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah ke Dalam Modal Saham Perseroan Terbatas
Banten Global Development untuk Pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten, Pemerintah
Provinsi Banten perlu dukungan lembaga keuangan yang berperan dalam meningkatkan kualitas
pertumbuhan dan pemerataan perekonomian di Provinsi Banten. Dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten Tahun 2012 2017, Pemerintah Provinsi Banten memiliki
arah kebijakan untuk membentuk Bank Pembangunan Daerah Banten melalui penyertaan modal
oleh PT BGD, suatu perseroan terbatas yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Provinsi Banten.
Keberadaan Bank Pembangunan Daerah di Provinsi Banten dibutuhkan sebagai agen pembangunan
dan kemandirian daerah serta menjalankan fungsi intermediasi keuangan. Potensi ekonomi, industri
dan demografi Provinsi Banten sendiri sangat mendukung keberadaan sebuah Bank Pembangunan
Daerah untuk dapat beroperasi secara komersial dan menguntungkan. Setelah melalui proses seleksi
internal yang telah dilaporkan kepada Gubernur dan DPRD Provinsi Banten sebagai pemangku
kepentingan, PT BGD memilih Bank Pundi yang merupakan bank yang telah memenuhi kriteria untuk
menjadi bank target akuisisi yang kemudian nantinya akan dirubah menjadi Bank Pembangunan
Daerah Banten.
B. ALASAN DAN PENJELASAN DILAKSANAKANNYA AKUISISI OLEH PIHAK YANG DIAKUISISI
Dengan dilakukannya akuisisi atau pengambilalihan oleh PT BGD yang dilakukan antara lain dengan
penambahan modal di Bank Pundi, maka akan terdapat tambahan dana yang dapat dimanfaatkan
oleh Bank Pundi untuk keperluan ekspansi bisnis, usaha, peningkatan struktur permodalan, penguatan
kualitas sumber daya manajemen Bank Pundi. Dengan mempertimbangkan jaringan bisnis PT BGD
dan Pemerintah Provinsi Banten yang luas, yang akan dibawa serta oleh PT BGD ke dalam Bank
Pundi, maka Bank Pundi berkeyakinan bahwa Bank Pundi akan memiliki kekuatan dan kemampuan
untuk mengikuti perkembangan dan dinamika sektor perbankan Indonesia yang berjalan dengan cepat
dan juga untuk menghadapi tingkat kompetisi yang tinggi di sektor perbankan di Indonesia.
Diharapkan bahwa Rencana Transaksi Akuisisi dapat meningkatkan kekuatan struktur permodalan
dan tingkat kesehatan Bank Pundi serta memperluas jaringan pasar dari Bank Pundi.

IV. RANCANGAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Dengan adanya penambahan modal dari penawaran umum terbatas, akan dilakukan perubahan
Anggaran Dasar Bank Pundi, khususnya pasal yang berkaitan dengan permodalan.

V. KESIAPAN PENDANAAN

Dana untuk melaksanakan penambahan modal Bank Pundi oleh PT BGD melalui penawaran umum
terbatas seluruhnya berasal dari dana internal PT BGD. PT BGD menegaskan bahwa sumber dana
tersebut: (i) tidak berasal dari pinjaman dan atau fasilitas pembiayaan dari bank lain atau pihak lain
di Indonesia; dan (ii) tidak diperoleh dari atau untuk tujuan pencucian uang atau hal-hal lain yang
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

VI. STATUS KARYAWAN


Apabila PT BGD menjadi pemegang saham pengendali Bank Pundi, PT BGD berniat untuk melanjutkan
bekerjasama dengan karyawan Bank Pundi. Sehubungan dengan adanya perubahan pengendali pada
Bank Pundi, karyawan Bank Pundi memiliki opsi untuk menyetujui ataupun tidak menyetujui rencana
akuisisi ini dan bagi karyawan Bank Pundi yang tidak setuju dengan rencana akuisisi mempunyai hak
untuk memutuskan hubungan kerjanya dengan Bank Pundi dan akan diselesaikan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan yang berlaku.

VII. PENYELESAIAN HAK PEMEGANG SAHAM MINORITAS

Sesuai dengan ketentuan Pasal 126 ayat (2) UUPT, pemegang saham Bank Pundi yang tidak
menyetujui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa mengenai akuisisi saham baru
Bank Pundi dapat menggunakan haknya agar saham yang dimilikinya dibeli dengan harga yang wajar.

VIII. NERACA KEUANGAN DAN LAPORAN RUGI LABA (LAPORAN KEUANGAN)


A. PT BGD SELAMA TAHUN BUKU 2013, 2014 DAN PERIODE 2015
Ikhtisar Laporan Keuangan PT BGD untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Des 2015, 2014 dan 2013
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Bharata, Arifin, Mumajad, & Sayuti, Kantor Akuntan Publik
Noor Salim, Nursehan, & Sinarahardja, dan KAP Yuwono H, adalah sebagaimana tertera di bawah ini:
31 Des 2015
(Audit)

8.756
314.600
11
1.771
839
325.978

31 Des 2014
(Audit)

10.281
315.000
597
600
326.478

31 Des 2013
(Audit)
19.222
300.000
746
3.213
135
75
375
323.766

PERMODALAN
CAR untukRisikoKredit, Pasar,
danOperasional

RINGKASAN RANCANGAN AKUISISI INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI


KETENTUAN PASAL 127 AYAT (2) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS (UUPT)
JUNCTO PASAL 32 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI
BANK DAN PASAL 23 SURAT KEPUTUSAN DIREKSI BANK INDONESIA NO.
32/51/KEP/DIR/1999 TANGGAL 14 MEI 1999 TENTANG PERSYARATAN DAN
TATA CARA MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK UMUM.

0,11

IF Services Netherlands BV

Aset Lancar
Kas dan Setara Kas
Deposito
Piutang Usaha
Piutang Lain-Lain
Piutang Hubungan Istimewa
Uang Muka Pembelian
Biaya Dibayar Di Muka
Persediaan
Bank Garansi
Perlengkapan
Jumlah Aset Lancar

17,07

99,89

PT. Recapital Securities

Dalam Juta Rupiah

-2,24

0,52

400.000.000

2.

Jumlah

17,32

-34,00

349.561.227.000

1.

2013

-53,19

400.000

Kepemilikan (%)

2014

JumlahAset

349.561.227

Nilai Nominal (Rp)

2015

RASIO PERTUMBUHAN
PenghasilanBunga - bersih

Kepemilikan (%)

Jumlah

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember


(dalam persentase)

Keterangan

RINGKASAN RANCANGAN AKUISISI INI DIBUAT SEHUBUNGAN


DENGAN RENCANA PT BANTEN GLOBAL DEVELOPMENT (PT BGD)
UNTUK MELAKUKAN AKUISISI ATAU PENGAMBILALIHAN MELALUI
PENAMBAHAN MODAL DAN PENERBITAN SAHAM BARU SERTA
PEMBELIAN SAHAM DARI PEMEGANG SAHAM PENGENDALI PT BANK
PUNDI INDONESIA TBK (BANK PUNDI) SAAT INI, YANG SECARA
KESELURUHAN AKAN MEWAKILI TIDAK KURANG DARI 60% (ENAM
PULUH PERSEN) DARI SELURUH MODAL DITEMPATKAN DAN DISETOR
PENUH BANK PUNDI.

Nilai Nominal (Rp)


B. INFORMASI MENGENAI BANK PUNDI
Pihak yang diakuisisi adalah Bank Pundi, suatu perseroan terbatas terbuka yang didirikan berdasarkan
hukum dan peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia. Pada awalnya Perseroan
berdiri dengan nama PT Bank Eksekutif Indonesia sesuai dengan Akta No. 34 tanggal 11 September
1992, dibuat di hadapan Sugiri Kadarisman, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan
pengesahan oleh Menkumham berdasarkan Keputusan Menkumham No. C2-9246.H1.01.01.TH92
tanggal 10 November 1992, dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 103, tambahan 6561
tanggal 26 Desember 1992. Kemudian PT Bank Eksekutif Indonesia berganti nama menjadi PT Bank
Pundi Indonesia Tbk sebagaimana tertuang pada Akta No. 104 tanggal 30 Juni 2010, dibuat di hadapan
Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menkumham dengan
Keputusan Menkumham No. AHU-37404.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 28 Juli 2010.
Bank Pundi berkedudukan di Jl. R.S. Fatmawati No. 12, Jakarta Selatan, Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan Bank Pundi adalah menjalankan kegiatan umum perbankan dan telah
memperoleh Izin Usaha sebagai Bank Umum dari Menteri Keuangan Republik Indonesia pada
tanggal 23 Juni 1993 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 673/
KMK.017/1993 dimana perizinan tersebut kemudian diubah dengan Surat Bank Indonesia No. 12/58/
KEP.GBI.2010, di mana Bank Indonesia telah menyetujui perubahan nama dari PT Bank Eksekutif
Internasional menjadi PT Bank Pundi Indonesia Tbk dan juga menegaskan bahwa izin usaha Bank
Umum yang diberikan pada tahun 1993 tersebut masih tetap berlaku.
Berdasarkan Akta No. 58 tanggal 28 November 2012 yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi,
S.H., Notaris di Jakarta yang telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
No. AHU-AH.01.10-45068 tanggal 20 Desember 2012 telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
No.AHU-0110050.AH.01.09 Tahun 2012 Tanggal 20 Desember 2012, struktur permodalan dan
komposisi pemegang saham Bank Pundi adalah sebagai berikut:
Modal Dasar
Rp 2.000.000.000.000 dibagi menjadi 20.000.000.000 lembar saham dengan nilai nominal saham
sebesar Rp 100.
Modal Ditempatkan dan Disetor
Rp 1.075.511.715.300 dibagi menjadi 10.755.117.153 lembar saham dengan nilai nominal saham
sebesar Rp 100.
Struktur permodalan dan kepemilikan saham dari Bank Pundi sesuai dengan Daftar Pemegang
Saham Bank Pundi yang diterbitkan oleh PT Sirca Datapro Perdana, selaku Biro Administrasi Efek,
per tanggal 30 April 2016, susunan pemegang saham Bank Pundi adalah sebagai berikut:

RASIO KEUANGAN

RINGKASAN RANCANGAN AKUISISI


PT BANK PUNDI INDONESIA TBK

31 Des 2015
(Audit)

31 Des 2014
(Audit)

27.822
6.008
16.784
50.615

376.593

3.713
3.713

88
88

3.801

350.111
11.494
14.736
(3.550)
372.792

376.593

4.817
4.817
(12.423)
(7.606)
22.320
14.714
22
14.736
14.736

ASET PRODUKTIF
Aset produktif bermasalah dan aset non
produktif

Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN)


Aset keuangan terhadap asset produktif
RENTABILITAS

Aset
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank lain bersih
Penempatan pada BI dan bank lain bersih
Efek-efek
Kredit bersih
Pendapatanbunga yang masihakanditerima
Biayadibayardimuka
Asettetap bersih
Agunan yang diambilalih bersih
Asetpajaktangguhan bersih
Aset lain-lain
Total Aset
Liabilitas
Liabilitas segera
Simpanan dari nasabah
Simpanan dari bank lain pihak ketiga
Liabilitas atasefek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali
Utang pajak
Pinjaman dari pihak berelasi
Liabilitas imbalan pascakerja
Liabilitas lain-lain
Total Liabilitas
Modal saham
Tambahan modal disetor
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek
tersedia untuk dijual
Saldo defisit
Penghasilan komprehensif lain
Total Ekuitas (Defisiensi modal)
Total Liabilitas dan Ekuitas

Pendapatan bunga
Beban bunga
Pendapatan bunga bersih
Pendapatan operasional lainnya
Pemulihan (penyisihan)
kerugianpenurunannilaiatasasetkeuangan
Pemulihan (penyisihan) kerugian penurunan
nilai atas aset non keuangan
Beban operasional lainnya
Laba (rugi) operasional bersih
Penghasilan (beban) non operasional
bersih
Laba/(rugi) sebelum manfaat (beban) pajak
penghasilan
Manfaat (beban) pajak penghasilan
Laba/(rugi) bersih
Penghasilan komprehensif lain
Laba/(rugi) komprehensif
Laba/(rugi) per saham dasar (Rupiah penuh)

1820,75

1.300,15

1.108,25

94,79

92,86

91,72

6,11

9,65

13,04

134,15

108,30

99,39

80,77

86,11

88,46

Persentase Pelampauan BMPK

0,00

0,00

0,00

Persentase Pelanggaran BMPK

0,00

0,00

0,00

98,40

105,06

97,86

Giro Wajib Minimum Primer

7,56

8,02

8,12

Giro Wajib Minimum LDR

0,00

0,00

0,00

Giro Wajib Minimum Sekunder

7,94

6,26

4,28

LDR
KEPATUHAN

17.224
133
4.572
21.929
345.695

Persentase pemenuhan CKPN yang wajib


dibentuk

IX. JUMLAH SAHAM YANG AKAN DIAKUISISI


63
257
320

320

349.961
(6.846)
2.260
345.375
345.695
3.486
(4.506)
(1.020)
(3.810)
(4.830)
7.090
2.260
2.260
2.260

31.465
396.490
17.420
255.983
545.171
4.082.124
88.751
74.716
74.010
16.921
157.788
226.347
5.967.186

41.812
660.836
18.783
656.797
624.614
6.419.108
111.059
83.374
126.164
1.467
102.810
194.035
9.040.859

44.477
596.080
6.585
470.225
513.584
6.552.710
91.537
94.756
176.035
29.246
67.788
351.269
8.994.292

24.015
5.119.209
196.106
-

40.093
7.639.046
477.282
-

39.897
7.673.461
211.411
101.813

12.029
129.638
40.851
134.668
5.656.516

21.993
129.638
45.756
41.344
8.395.152

48.609
129.638
17.653
27.403
8.249.885

1.075.512
24.025
-

1.075.512
24.025
-

1.075.512
24.025
(37.403)

(797.519)
8.652
310.670
5.967.186

(466.360)
12.530
645.707
9.040.859

(346.000)
28.273
744.407
8.994.292

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember


(dalam jutaan Rupiah)
2015
2014
2013
1.009.192
1.679.997
1.620.706
632.619
875.581
647.757
376.573
804.416
972.949
90.488
123.785
111.112
(182.944)
(122.973)
(101.141)
-

14,37

LIKUIDITAS

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember


(dalam jutaan Rupiah)
2015
2014
2013

1,22

-16,47

BOPO

LAPORAN LABA RUGI


Keterangan

-1,59

-57,19

NIM

B. BANK PUNDI SELAMA TAHUN BUKU 2013, 2014 DAN PERIODE 2015
Ikhtisar Laporan Keuangan Bank Pundi untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2015,
2014 dan 2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Eddy Siddharta & Tanzil
adalah sebagaimana tertera di bawah ini:
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Keterangan

-5,29

ROE
Rasio Liabilitas terhadap Aset

31 Des 2013
(Audit)

39.612
184
39.796

366.274

3.979
3.979

3.979

350.061
(5.519)
17.753
362.295

366.274

3.048
(937)
2.111
(4.804)
(2.693)
20.447
17.753
17.753
17.753

ROA

PT BGD akan mengakuisisi saham tidak kurang dari 60% (enam puluh persen) dari jumlah modal
yang ditempatkan dan disetor penuh Bank Pundi melalui tiga tahapan sebagai berikut:
Tahap I dilakukan melalui penambahan modal melalui penawaran umum terbatas IV dengan
hak memesan efek terlebih dahulu pada kwartal kedua tahun 2016 yang akan dilaksanakan
sesuai dengan POJK 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka
Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) (POJK No. 32/2015) dan
peraturan lainnya yang berlaku di bidang pasar modal.Dalam. Setelah Tahap I dilaksanakan,
PT BGD akan memiliki tidak kurang dari 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang
ditempatkan dan disetor penuh Bank Pundi.
Tahap II dilakukan melalui penambahan modal melalui penawaran umum terbatas V dengan hak
memesan efek terlebih dahulu pada kwartal ketiga tahun 2016 yang akan dilaksanakan sesuai
dengan POJK No. 32/2015 dan peraturan lainnya yang berlaku di bidang pasar modal. Setelah
Tahap II dilaksanakan, PT BGD akan memiliki tidak kurang dari 40% (empat puluh persen) dari
jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh Bank Pundi.
Tahap III dilakukan melalui pembelian saham yang dimiliki oleh PT RCS dan pemegang saham
lainnya. Setelah Tahap III dilaksanakan, PT BGD akan memiliki tidak kurang dari 60% (enam
puluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh Bank Pundi.
Nilai nominal dari saham, jumlah saham dan jumlah HMETD yang akan diterbitkan dalam
proses penawaran umum terbatas IV dan V jumlah HMETD yang akan dibeli PT BGD dan harga
pelaksanaan HMETD akan ditentukan kemudian berdasarkan hasil uji tuntas (due diligence) PT BGD
terhadap Bank Pundi, laporan keuangan Bank Pundi yang telah diaudit untuk periode yang berakhir
Januari 2016 dan kesepakatan PT BGD dan PT RCS.
Sesuai dengan yang telah disepakati dalam Perjanjian Induk, untuk menjamin agar PT BGD dapat
memperoleh saham baru yang diterbitkan dalam rangka PUT IV dan V, maka PT RCS tidak akan
melaksanakan HMETD yang menjadi haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam
PUT IV dan V tersebut dan telah berjanji untuk mengalihkan seluruh HMETD yang menjadi haknya
kepada PT BGD sebagai calon pemegang saham pengendali yang baru Bank Pundi.
Pelaksanaan akuisisi tergantung dari pemenuhan beberapa kondisi prasyarat dalam Perjanjian
Induk dan/atau perjanjian definitif yang akan disepakati kemudian antara PT BGD dan PT RCS
dan persyaratan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk proses uji
kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dan izin akuisisi dari OJK yang menyetujui akuisisi
saham tidak kurang dari 60% (enam puluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor
penuh Bank Pundi. Apabila izin akuisisi yang menyetujui akuisisi saham tidak kurang dari 60% (enam
puluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh Bank Pundi tidak didapatkan
maka akuisisi tidak akan dilaksanakan dan penawaran umum terbatas IV tidak akan menjadi efektif.
Rencana struktur kepemilikan saham Bank Pundi akan mengalami perubahan sebagai berikut:
Pemegang Saham

Sebelum Transaksi
Jumlah Saham

Sesudah Transaksi*
Jumlah Saham

PT Recapital Securities Tbk

7.296.964.802

67,85

9.421.393.321

23,28

IF Services Netherland B.V.

1.434.300.000

13,34

1.434.300.000

3,54

Pershing LLC

1.151.717.814

10,71

1.151.717.814

2,85

Publik

872.134.537

8,11 3.281.525.782**

8,11**

Green Resources International Ltd

899.483.035

2,22

PT Banten Global Development

24.279.183.070

60,00**

10.755.117.153

100,00

40.467.603.022**

100,00**

Total

* Kepemilkan sesudah transaksi ini masih belum final dan dihitung dengan asumsi harga kesepakatan awal untuk seluruh
transaksi yang masih dapat berubah sesuai dengan hasil uji tuntas yang saat ini sedang berlangsung dan laporan keuangan
audit Bank Pundi untuk periode Januari 2016 yang sedang dipersiapkan.
** Perhitungan pada tabel di atas mengasumsikan bahwa publik melaksanakan HMETD yang merupakan porsinya. Jika publik tidak
melaksanakan HMETD porsinya,maka persentase kepemilikan BGD akan melebihi 60%. BGD tidak menjadi pembeli siaga untuk
porsi publik.

X. JADWAL PERKIRAAN AKUISISI


Perkiraan Tanggal
Pelaksanaan

Aktivitas
Pengumuman Ringkasan Rancangan Akuisisi Saham Baru

12 Mei 2016

Pelaksanaan proses uji tuntas (due diligence) oleh PT BGD terhadap


Bank Pundi

12 Mei 2016

Permohonan Izin Akuisisi Saham dan penyerahan Dokumen Fit and


Proper Test ke OJK

12 Mei 2016

RUPSLB Bank Pundi untuk Persetujuan Penawaran Umum Terbatas IV

10 Juni 2016

RUPSLB Bank Pundi untuk persetujuan Rancangan Akuisisi


Saham Baru

11 Juli 2016

Perkiraan Persetujuan Akuisisi dari OJK

28 Juli 2016

Perkiraan efektifnya pernyataan pendaftaran Penawaran Umum


Terbatas IV

29 Juli 2016

Perkiraan efektifnya pernyataan pendaftaran Penawaran Umum


Terbatas V

November 2016

Jual Beli Saham antara PT BGD dan PT RCS

Februari 2017

Jadwal di atas hanya merupakan perkiraan yang dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih
dahulu yang disebabkan karena terjadinya keadaan-keadaan tertentu di luar kekuasaan
PT BGD dan/atau Bank Pundi yang terjadi setelah tanggal dipublikasikannya Ringkasan
Rancangan Akusisi ini.

XI. KETERANGAN TAMBAHAN

659.874
(375.757)
(9.087)

955.041
(149.813)
(321)

972.305
10.615
89.982

Bagi Pemegang Saham dan/atau pihak ketiga yang memerlukan informasi tambahan sehubungan
dengan Ringkasan Rancangan Akuisisi Saham, kami persilahkan untuk menghubungi:

(384.844)

(150.134)

100.597

PT. BANK PUNDI INDONESIA TBK


Jl. R.S. Fatmawati No. 12, Jakarta Selatan, Indonesia.Telp. (021) 51401707

53.685
(331.159)
(3.878)
(335.037)
(30,79)

29.774
(120.360)
21.660
(98.700)
(11,19)

(5.700)
94.897
(6.710)
88.187
8,82

Ukuran : 6 kol x 350 mmk, SUARA PEMBARUAN DAN HARIAN TERBIT, KAMIS 12 MEI 2016

Jakarta, 12 Mei 2016


Direksi

Direksi

PT Banten Global Development

PT Bank Pundi Indonesia Tbk.