Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang
Gempa merupakan suatu kejadian alam yang sering terjadi. Gempa terjadi
akibat bertabrakannya lapisan lempeng bumi satu sama lain.
Di Indonesia terdapat beberapa gempa yang tercatat menelan banyak
korban jiwa. Dikarenakan posisi geografis Indonesia yang berada pada pertemuan
tiga lempeng utama dunia yaitu, lempeng Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik.
Kerugian yang diakibatkan oleh gempa bisa berupa harta maupun nyawa.
Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi manusia mulai berinovasi
untuk membuat struktur bangunan yang tahan terhadap gempa.

1.2. Rumusan Masalah


Beberapa rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini meliputi :
1. Struktur Geologi Bumi.
2. Seismicity.
3. Pembagian Jalur Gempa di Indonesia.
4. Respon Struktur SDOF Akibat Beban Harmonik.
5. Parameter dan Besaran Gempa Bumi.
6. Respon Struktur SDOF Akibat Beban Umum.
7. Sistem Derajat Kebebasan Tunggal Tak Teredam.
8. Sistem Derajat Kebebasan Tunggal Teredam.
9. Analisis Struktur Statik dan Dinamik.
10. Faktor Daktilitas.
11. Perencanaan Struktur Tahan Gempa.
12. Capacity Design Performance Based Design.
13. Analisis Gaya Geser Tingkat Gempa Statik.
1

14. Spektrum Respon.

1.3. Tujuan Pembuatan Makalah


Makalah ini dibuat untuk memenuhi salaha satu tugas mata kuliah
Rekayasa Gempa dan sebagai sumber referensi bagi pembaca tentang segala hal
yang berhubungan dengan gempa.

BAB II
PEMBAHASAN

2. 1. Struktur Geologi Bumi

Struktur inti bumi dapat dibedakan menjadi tiga komponen utama. Yaitu
inti (core), mantel (mantle) dan kerak (crust).

2. 1. 1. Inti Bumi (Core)


Dipusat bumi terdapat inti yang berkedalaman 2900-6371 km. Terbagi
menjadi dua macam yaitu inti luar dan inti dalam. Inti luar berupa zat cair yang
memiliki kedalaman 2900-5100 km dan inti dalam berupa zat padat yang
berkedalaman 5100-6371 km. Inti luar dan inti dalam dipisahkan oleh Lehman
Discontinuity.
Dari data Geofisika material inti bumi memiliki berat jenis yang sama dengan
berat jenis meteorit logam yang terdiri dari besi dan nikel. Atas dasar ini para ahli
percaya bahwa inti bumi tersusun oleh senyawa besi dan nikel.

2. 1. 2. Mantel Bumi (Mantle)


Inti bumi dibungkus oleh mantel yang berkomposisi kaya magnesium. Inti
dan mantel dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity. Mantel bumi terbagi menjadi
dua yaitu mantel atas yang bersifat plastis sampai semiplastis memiliki kedalaman

sampai 400 km. Mantel bawah bersifat padat dan memiliki kedalaman sampai
2900 km.
Mantel atas bagian atas yang mengalasi kerak bersifat padat dan bersama
dengan kerak membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel atas
bagian bawah yang bersifat plastis atau semiplastis disebut sebagi asthenosfer.

2. 1. 3. Kerak Bumi (Crust)


Kerak bumi merupakan bagian terluar lapisan bumi dan memiliki
ketebalan 5-80 km. kerak dengan mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity.
Kerak bumi dominan tersusun oleh feldsfar dan mineral silikat lainnya. Kerak
bumi dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. Kerak samudra, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si, Fe, Mg yang
disebut sima. Ketebalan kerak samudra berkisar antara 5-15 km (Condie,
1982)dengan berat jenis rata-rata 3 gm/cc. Kerak samudra biasanya
disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya terutama berkomposisi
basalt.
2. Kerak benua, tersusun oleh mineral yang kaya akan Si dan Al, oleh
karenanya di sebut sial. Ketebalan kerak benua berkisar antara 30-80 km
(Condie !982) rata-rata 35 km dengan berat jenis rata-rata sekitar 2,85
gm/cc. kerak benua biasanya disebut sebagai lapisan granitis karena
batuan penyusunya terutama terdiri dari batuan yang berkomposisi granit.

2. 2. Seismicity
Seismicity atau Gelombang Seismik merupakan rambatan energi yang
disebabkan karena adanya gangguan di dalam kerak bumi, misalnya adanya
patahan atau sesar. Energi ini akan merambat ke seluruh bagian bumi dan dapat
terekam oleh seismometer.Gelombang seismik dibedakan menjadi dua, yaitu :

2. 2. 1. Gelombang Badan (Body Wave)


Adalah gelombang yang merambat melalui bagian dalam bumi.
Gelombang badan merupakan gelombang yang tiba sebelum gelombang
permukaan yang dipancarkan oleh gempa bumi. Gelombang inimemiliki frekuensi
yang lebih tinggi daripada gelombang permukaan.Gelombang badan dibedakan
menjadi dua, yaitu :
1. Gelombang P (Primer Wave)
Gelombang P merupakan gelombang longitudinal, dimana arah pergerakan
partikel akan searah dengan arah rambat gelombang. Kecepatan
gelombang P dapat mencapai 4-6 km per detik, tergantung dari sifat batuan
yang dilaluinya. Gelombang ini adalah gelombang yang pertama kali tiba
di sebuah stasiun seismik.
2. Gelombang S (Sekunder Wave)
Gelombang S merupakan gelombang transversal, dimana arah pergerakan
pertikel akan tegak lurus dengan arah rambat gelombang. Kecepatan

gelombang S ini mencapai 3-4 km per detik. Gelombang ini lebih lambat
dibandingkan dengan gelombang P dan hanya mampu bergerak melalui
batuan padat, serta tidak bisa melewati media cair.

2. 2. 2. Gelombang Permukaan (Surface Wave)


Adalah gelombang yang rambatannya hanya melalui kerak bumi.
Gelombang ini memiliki frekuensi yang lebih rendah dibandingkan dengan
gelombang badan. Gelombang permukaan dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Gelombang Love
Gelombang Love adalah gelombang geser (S wave) yang terpolarisasi
secara

horizontal

dan

tidak

menghasilkan

perpindahan

vertikal.

Gelombang love terbentuk karena interferensi konstruktif dari pantulan


pantulan gelombang seismik pada permukaan bebas. Gelombang love
lebih cepat daripada gelombang Rayleigh dan lebih dulu sampai pada
seismograph.

2. Gelombang Reyleigh
Gelombang Rayleigh adalah gelombang yang lintasan gerak partikelnya
menyerupai ellips. Dihasilkan oleh gelombang datang P dan gelombang S
yang berinteraksi pada permukaan bebas dan merambat sejajar dengan
permukaan tersebut. Gerakan partikelnya ke belakang (bawah maju atas

mundur) dan gelombang ini menjalar melalui permukaan media yang


homogen

2. 3. Pembagian Jalur Gempa di Indonesia


Secara geografis, kepulauan Indonesia berada diantara 6 LU-11 LS dan 95 BT-141
BT serta terletak pada pertemuan tiga lempeng utama dunia yaitu lempeng Indo-Australia,
Eurasia dan Pasifik. Lempeng Eurasia dan Indo-Australia bertumbukan di lepas pantai barat
pulau Sumatera, lepas pantai selatan pulau Jawa, lepas pantai selatan kepulauan Nusa Tenggara
dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Sedangkan lempeng Australia
dan Pasifik bertumbukan di sekitar pulau Papua. Sementara itu pertemuan antara ketiga lempeng
tersebut terjadi disekitar Sulawesi. Akibat terletak pada pertemuan tiga lempeng tersebut, di
kawasan Indonesia banyak terdapat patahan-patahan aktif. Seperti patahan Samangko di
Sumatera, Cimandiri di Jawa dan banyak patahan serta sub patahan lainnya yang tersebar
diseluruh penjuru Indonesia. Sedangkan apabila ditinjau secara geologis, kepulauan Indonesia
juga berada pada dua jalur gempa di dunia yaitu, Sircum Pacifik dan jalur Himalaya &
Mediterania. Oleh karena itu, mengakibatkan kepulauan Indonesia berada pada daerah yang
mempunyai aktivitas gempa bumi cukup tinggi.

2. 4. Parameter dan Besaran Gempa Bumi


Adalah ukuran atau patokan. Parameter Gempa bumi menurut Boen
(2000) dalam

Sudibyakto (2000) biasanya

digambarkan dengan

tanggal

terjadinya, waktu terjadinya, koordinat epicenter (dinyatakan dengan koordinat


7

garis lintang dan garis bujur), kedalaman Hiposenter, Magnitudo, dan intensitas
maksimum. Berikut penjelasan beberapa parameter tersebut.

2. 4. 1. Magnitudo
Adalah besaran energi gempa, biasanya diukur dalam satuan Skala Richter,
besaran ini merupakan perbandingan secara logaritmik dari amplitude gelombang
gempa yang direkam oleh seismograf terhadap sebarang amplitudo gempa lain
yang lebih kecil. Sebagai contoh, sebuah gempa dengan magnitude 5.0 Skala
Richter memiliki amplitudo getaran 10 kali lebih besar dari gempa yang terekam
dengan amplitudo 4.0 Skala Richter. Dalam contoh diatas, Gempa yg dilaporkan
memiliki skala 5.6 Skala Richter (SR).
2. 4. 2. Episenter
Adalah titik pusat gempa yang berada di atas permukaan bumi, dibawah
titik ini terjadi pelepasan energi dari batuan, yang juga menandai terjadinya
sebuah patahan di kerak bumi. Episenter merupakan hasil proyeksi hiposenter ke
permukaan bumi, atau dapat disebut juga sebagai titik di permukaan bumi yang
didapat dengan menarik garis melalui fokus tegak lurus pada permukaan bumi.

2. 4. 3. Hiposenter
Hiposenter adalah titik pusat gempa di dalam bumi, tepat di titik terjadi
perlepasan energi dari batuan yang menandai terjadinya gempa bumi, atau titik
dimana mula-mula pergerakan seismik terjadi. Sering pula disebut focus, center.

Jadi lokasi hipocenter berada jauh dibawah permukaan bumi. Definisi lain
menyatakan bahwa hiposenter adalah titik dibawah permukaan bumi tempat
gelombang gempa pertama kali dipancarkan (Boen, 2000 dalam Sudibyakto,
2000).

2. 5. Sistem Derajat Kebebasan Tunggal Tak Teredam


Dalam

dinamika

struktur,

jumlah

koordinat

bebas

(independent

coordinates) diperlukan untuk menetapkan susunan atau posisi sistem pada setiap
saat, yang berhubungan dengan jumlah derajat kebebasan (degree of fredom).
Pada umunya, struktur berkesinambungan (continuous structure) mempunyai
jumlah derajat kebebasan (number of degree of fredom) tak berhingga.
Beberapa elemen sistem derajat kebebasan tunggal diantaranya :
1. Elemen massa, menyatakan elemen massa dan sifat inersia struktur.
2. Elemen pegas, menyatakan gaya balik elastis dan kapasitas energi
potensial dari struktur.
3. Elemen redaman, menyatakan sifat geseran dan kehilangan energi dari
struktur.
4. Gaya, menyatakan gaya luar yang bekerja pada sistem struktur.

2. 6. Sistem Derajat Kebebasan Tunggal Teredam


Dengan menghitung gaya-gaya dalam, dalam analisa dinamis struktur
dianggap bahwa gaya-gaya ini selau selaras dengan besar kecepatannya dan
mempunyai arah gerak yang berlawanan. Bentuk redaman ini dikenal sebagai
9

redaman liat. Redaman liat ini adalah bentuk dari gaya redam yang dapat terjadi
pada benda yang tertahan geraknya dalam cairan pekat. Terdpat beberapa keadaan
dimana anggapan redaman liat benar nyata dan di dalam mekanisme pelepasan
energy mendekati kondisi liat
2. 7. Faktor Daktilitas
Struktur daktail adalah struktur yang mampu mengalami simpangan pasca
elastis yang besar secara berulang kali dan bolak-balik akibat gempa yang
menyebabkan terjadinya pelelehan pertama, sambil mempertahankan kekuatan
yang cukup, sehingga struktur tetap berdiri, walaupun sudah berada di ambang
keruntuhan. Faktor daktilitas gedung adalah rasio antara simpangan maksimum
pada ambang keruntuhan dengan sempangan pertama yang terjadi pada pelelehan
pertama.
Daktail itu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Daktail penuh. Yaitu suatu tingkat daktilitas struktur gedung yang
strukturnya bisa menghadapi simpangan pasca-elastiknya hingga di titik
ambang keruntuhan. Nilai faktor daktilitasnya sebesar 5,3.
2. Daktai parsial. Daktail yang tak sebesar daktail penuh, yang hanya
memiliki faktor daktilitas sebesar 1,0 hingga 5,29.
2. 8. Perencanaan Struktur Tahan Gempa

10

Secara umum agar bangunan tahan terhadap gempa harus dirancang


dengan memenuhi beberapa faktor berikut. Diantaranya :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bangunan harus bisa menahan tekanan horizontal dari arah manapun.


Tekanan horizontal harus disalurkan ke tanah.
Merancang bangunan agar dapat menahan tekanan.
Pastikan semua unsur bangunan terikat dan tersambung dengan baik.
Hindari kelemahan struktural dalam perancangan gedung.
Hindari bahan yang rapuh dan tindakan yang tidak bertanggungjawab.
Pastikan lokasi bangunan buka di daerah rawan gempa.

Sementara itu, struktural yang bisa digunakan untuk menahan tekanan gempa
diantaranya :
1.
2.
3.
4.
5.

Tembok semen yang diperkuat kerangka.


Kerangka penahan momentum.
Kerangka tahan ketegangan.
Kerangka tahan tekanan.
Lantai diafragma.

2. 9. Capacity Design Performance Based Design


Pada saat terjadi gempa, suatu struktur mengalami getaran gempa dari
lapisan tanah di bawah dasar bangunannya secara acak dalam berbagai arah.
Apabila struktur tersebut sangat kaku atau dengan kata lain mempunyai waktu
getar
alami T, yang mendekati nol detik, maka besarnya gaya inersia F yang timbul
akibat gempa dan yang bekerja pada titik massa adalah :
F=mxa
Dimana :
m = massa bangunan.

11

a = percepatan getaran gempa.


Dalam hal ini struktur memberikan respon percepatan yang sama besar
dengan percepatan getaran gempa pada tanah di dasar bangunan. Namun
umumnya. Struktur-struktur bangunan mempunyai nilai kekakuan lateral yang
beraneka ragam dan dengan demikian memiliki waktu getar alami, T yang
berbeda-beda pula. Oleh karenanya respon percepatan maksimum struktur tidak
selalu sama besar dengan percepatan getaran gempa.

2. 10. Spektrum Respon


Respons spektrum adalah suatu spektrum yang disajikan dalam bentuk
grafik/plot antara periode getar struktur T, lawan respon-respon maksimum
berdasarkan rasio redaman dan gempa tertentu. Respon-respon maksimum dapat
berupa simpangan maksimum (spectral displacement, SD) kecepatan maksimum
(spectral velocity, SV) atau percepatan maksimum (spectral acceleration, SA)
massa struktursingle degree of freedom (SDOF), (Widodo, 2001). Spektrum
percepatan akan berhubungan dengan gaya geser maksimum yang bekerja pada
dasar struktur. Terdapat dua macam respons spektrum yang ada yaitu respons
spektrum elastik dan respons spektrum inelastik. Spektrum elastik adalah suatu
spektrum respons spektrum yang didasarkan atas respon elastik suatu struktur,
sedangkan spektrum inelastik (juga disebut desain respons spektrum) adalah
respon spektrum yang discale down dari spektrum elastik dengan nilai daktilitas
tertentu.

12

BAB III
PENUTUP
3. 1. Kesimpulan
Gempa merupakan kejadian saling bertabrakannya lapisan lempeng bumi
satu sama lain.
Secara geologi bumi terdiri atas lapisan inti bumi, mantel bumi dan kerak
bumi.
Ada beberapa hal yang dapat dijadikan parameter gempa diantaranya
magnitudo, episenter dan hiposenter.
Gelombang gempa pun terbagi menjadi gelombang badan dan gelombang
permukaan.

13