Anda di halaman 1dari 3

VII.

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN


PASANGAN BATU KALI
VII. PASANGAN BATU
(a) UMUM
1) Uraian
a) Pekerjaan meliputi pemasokan semua bahan, penyiapan pondasi dan
seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan pasangan
batu sesuai dengan Spesifikasi ini dan memenuhi garis, ketinggian,
potongan dan dimensi seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau
sebagaimana yang diperintahkan secara tertulis oleh MK.
b)

Penerbitan Detil Pelaksanaan


Detil pelaksanaan untuk pasangan batu yang tidak disertakan dalam
Dokumen Kontrak pada saat pelelangan akan diterbitkankan oleh MK
sebelum memulai pelaksanaan.

(b) BAHAN
1) Batu
a) Batu bersih, keras, tanpa bagian yang tipis atau retak dan harus dari
jenis yang diketahui awet. Bila perlu, batu dibentuk untuk
menghilangkan bagian yang tipis atau lemah.
b) Batu rata, lancip atau lonjong bentuknya dan dapat ditempatkan
saling mengunci bila dipasang bersama-sama.
c) Terkecuali diperintahkan lain oleh MK, batu memiliki ketebalan
yang tidak kurang dari 15 cm, lebar tidak kurang dari satu setengah
kali tebalnya dan panjang yang tidak kurang dari satu setengah kali
lebarnya.
2) Adukan
a. Adukan haruslah adukan semen dan pasir yang memenuhi syarat
sesuai standard yang berlaku untuk semen dan aggregate halus
(mengacu pada : Bab 3. Seksi 3a dan 3b Pekerjaan Struktur Beton di
spesifikasi ini).. Campuran adukan berupa 1 bagian semen dan 3
bagian pasir.
b. Untuk permukaan bagian luar dari pasangan batu di areal Ruang
Kuliah dan Laboratorium/Perpustakaan permukaan pasangan batu
diplester minimum tebal 2 - 3 cm dan diberi acian sehingga
permukaan terlihat mulus dan usahakan tidak mengalami keretakan
permukaan.
3) Pengecatan
Permukaan pasangan yang sudah diplester agar di beri cat tembok.
(c) PELAKSANAAN PASANGAN BATU
1) Persiapan Pondasi
28 | P a g e

Pondasi untuk struktur pasangan batu


disiapkan sesuai dengan
syarat (lihat Seksi .5, Galian). Terkecuali disyaratkan lain atau
ditunjukkan pada Gambar, dasar pondasi untuk struktur dinding
penahan tegak lurus, atau bertangga yang juga tegak lurus terhadap
muka dari dinding.
2) Pemasangan Batu
Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya dipasang
pada pondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masingmasing batu pada lapisan pertama. Batu besar pilihan digunakan
untuk lapis dasar dan pada sudut-sudut. Perhatian diberikan untuk
menghindarkan pengelompokkan batu yang berukuran sama. Batu
dipasang dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang
tampak
dipasang sejajar dengan muka dinding dari batu yang
terpasang. Batu ditangani sedemikian hingga tidak menggeser atau
memindahkan batu yang telah terpasang. Peralatan yang cocok
disediakan untuk mema-sang batu yang lebih besar dari ukuran yang
dapat ditangani oleh
dua orang.
Menggelindingkan atau
menggulingkan batu pada pekejaan yang baru dipasang tidak
diperkenankan.
3) Penempatan Adukan
Sebelum pemasangan, batu
dibersihkan dan dibasahi sampai
merata dan dalam waktu yang cukup sehingga untuk memungkinkan
penyerapan air mendekati titik jenuh. Landasan yang akan
menerima setiap batu juga harus dibasahi dan selanjutnya landasan
dari adukan disebar pada sisi batu yang bersebelahan dengan batu
yang akan dipasang. Tebal dari landasan adukan pada rentang
antara 2 cm sampai 5 cm dan merupakan kebutuhan minimum untuk
menjamin bahwa seluruh rongga antara batu yang dipasang terisi
penuh. Banyaknya adukan untuk landasan yang ditempatkan pada
suatu waktu haruslah dibatasi sehingga batu hanya dipasang pada
adukan baru yang belum mengeras. Bilamana batu menjadi longgar
atau lepas setelah adukan mencapai pengerasan awal, maka batu
tersebut dibongkar, dan adukannya dibersihkan dan batu tersebut
dipasang lagi dengan adukan yang baru.
4) Ketentuan Lubang Sulingan dan Delatasi
Dinding dari pasangan batu
dilengkapi dengan lubang sulingan.
Kecuali ditunjukkan lain pada Gambar atau diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan, lubang sulingan ditempatkan dengan jarak antara
tidak lebih dari 2 m dari sumbu satu ke sumbu lainnya dan
berdiameter 50 mm. Pada struktur panjang yang menerus seperti
dinding penahan tanah, maka delatasi
dibentuk untuk panjang
struktur tidak lebih dari 20 m. Delatasi
30 mm lebarnya dan
diteruskan sampai seluruh tinggi dinding. Batu yang digunakan
untuk pembentukan sambungan dipilih sedemikian rupa sehingga
membentuk sambungan tegak yang bersih dengan dimensi yang
disyaratkan di atas.
5) Pekerjaan Akhir Pasangan Batu
a) Sambungan antar batu pada permukaan dikerjakan hampir
rata dengan permukaan pekerjaan, tetapi tidak sampai menutup
batu, sebagaimana pekerjaan dilaksanakan.
b) Terkecuali disyaratkan lain, permukaan horisontal dari
seluruh pasangan batu dikerjakan dengan tambahan adukan
tahan cuaca setebal 2 cm, dan dikerjakan sampai permukaan
tersebut rata, mempunyai
29 | P a g e

lereng melintang yang dapat menjamin pengaliran air hujan,


dan sudut yang dibulatkan. Lapisan tahan cuaca tersebut
dimasukkan ke dalam dimensi struktur yang disyaratkan.
c) Segera setelah batu ditempatkan, dan sewaktu adukan masih
baru, seluruh permukaan batu dibersihkan dari bekas adukan.
d)
Permukaan yang telah selesai
dirawat seperti yang
disyaratkan untuk Pekerjaan Beton y a n g a d a p a d a i
Spesifikasi teknis
e) Bilamana pekerjaan pasangan batu yang dihasilkan cukup kuat,
dan dalam waktu yang tidak lebih dini dari 14 hari setelah
pekerjaan pasangan selesai dikerjakan, penimbunan kembali
dilaksanakan seperti
disyaratkan, atau seperti diperintahkan oleh pihak Manajemen
Konstruksi.

30 | P a g e