Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

INSTRUMENTASI

PENGKODISIAN RANGKAIAN LDR MENGGUNAKAN


PEMBAGI TEGANGAN DAN JEMBATAN WHEATSTONE

Oleh:
Dinar Ardhi Wicaksono
NIM A1H012072

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2014

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sensor cahaya merupakan alat yang digunakan untuk mengubah besaran
cahaya menjadi besaran listrik. Prinsip kerja dari alat ini yaitu mengubah energi
dari foton menjadi eletron. Intensitas cahaya adalah jumlah energi radiasi yang
dipancarkan sebagai cahaya ke suatu arah tertentu.
LDR (Light Dependent Resistance) merupakan resistor yang memiliki
hambatan berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenai
permukaannya. Nilai hambatannya akan semakin kecil bila terkena cahaya dan
akan semakin besar jika intensitas cahaya yang mengenai permukaannya semakin
kecil.
Rankaian jembatan wheatstone merupakanrangkaian yang terdiri dari
resiston dan catu daya. Jembatan wheatstone sendiri adalah rangaian yang
digunakan untuk mengukur presisi tahanan dengan nilai 1 ohm hingga mega ohm.
Pada praktikum kali ini jembatan wheatstone digunakan untuk mengukur
besarnya hambatan arus listrik. Rangkaian pembagi tegangan jembatan
wheatstone berfungsi membagi tegangan input menjadi tegangan output.

B. Tujuan
1. Mengetahui rangkaian pembagi tegangan untuk sonsor LDR.
2. Mengetahui hubungan antara luaran pembagi tegangan LDR.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Jembatan Wheatstone adalah alat ukur yang ditemukan oleh Samuel


Hunter Christie pada 1833 dan meningkat kemudian dipopulerkan oleh Sir
Charles Wheatstone pada tahun 1843. Ini digunakan untuk mengukur suatu yang
tidak diketahui hambatan listrik dengan menyeimbangkan dua kali dari rangkaian
jembatan, satu kaki yang mencakup komponen diketahui kerjanya mirip dengan
aslinya potensiometer.
Jembatan Wheatstone adalah suatu alat pengukur, alat ini dipergunakan
untuk memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu
tahanan yang nilainya relatif kecil sekali, umpamanya saja suatu kebocoran dari
kabel tanah/ kartsluiting dan sebagainya. (Suryatmo, 1974).
Jembatan Wheatstone adalah alat yang paling umum digunakan untuk
pengukuran tahanan yang teliti dalam daerah 1 sampai 100.000 . Jembatan
Wheatstone terdiri dari tahanan R1, R2, R3, dimana tahanan tersebut merupakan
tahanan yang diketahui nilainya dengan teliti dan dapat diatur. (Lister, 1993).
Sensor cahaya merupakan alat yang digunakan untuk mengubah besaran
cahaya menjadi esaran listrik. Prinsip kerja dari alat ini yaitu mengubah energi
dari foton menjadi elektron. Idealnya suatu foton dapat membangkitkan suatu
elektron. Sensor cahaya sangat luas penggunaannya, salah satu yang paling
polpuler adalah kamera digital. Pada saat ini sudah ada alat yang digunakan untuk
mengukur cahaya yang mempunyai 1 buah foton saja.
Intensitas cahaya adalah jumlah energi radiasi yang dipancarkan sebagai
cahaya ke suatu arah tertentu. LDR sendiri (Light Dependent Resistance) yaitu

sensor yang dapar berubah-ubah nilai resistansinya jika permukaan terkena


cahaya. Kondisinya ialah jika terkena cahaya maka nilai resistansinya kecil,
sedangkan jika tidak terkena cahaya maka nilai resistansinya besar.
Pada saat ini sensor tersebut sudah dibuat dengan ukuran sangat kecil
dengan orde nanometer. Ukuran yang sangat kecil ini memudahkan pemakaian
dan menghemat energi. Salah satu jenis sensor adalah cahaya, sensor cahaya
berfungsi untuk mengubah intensitas sinar menjadi arus listrik. Salah satu jenis
sensor cahaya adalah :
LDR (Light Dependent Resistor)
LDR berfungsi untuk mengubah itensitas cahaya menjadi hambatan listrik.
Semakin banyak cahaya yang mengenai permukaan LDR hambatan listrik
semakin kecil dan jika intensitas cahaya kecil maka hambatan yang dihasilkan
menjadi besar.

III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan


1. LDR
2. Lux meter
3. Project board
4. Power supply
5. Kabel penghubung
6. Multimeter
7. Sumber cahaya
8. Potensio
9. Resistor
10. LED
B. Cara Kerja
Percobaan I :
1. Mengambil satu buah komponen LDR, resistor, dan LED.
2. Mengukur besar tahanan masing-masing komponen.
3. Menyusun LDR, LED pada project board.
4. Mengatur tegangan pada power supply pada tegangan tertentu (missal 6 V)
5. Mengukur tegangan LDR pada kondisi luar ruangan danukur intensitas
cahaya dengan lux meter.
6. Melakukan percobaan sebanyak tiga kali ulangan.
7. Mencatat hasil pengukuran.
Percobaan II :

1. Mengambil satu buah komponen LDR, dua resstor, dan sebuah potensio.
2. Mencatat hasil pengukuran hambatan masing-masing komponen.
3. Menyusun

LDR,

resistor,

potensio

dengan

menggunakan

kabel

penghubung menjadi rangkaian jembatan wheatstone.


4. Mengatur besar tegangan power supply pada tegangan tertentu (missal 6V)
5. Mengukur besar tegangan keluaran dan intensitas cahaya pada keadaan
luar ruangan.
6. Melakukan percobaan dengan pengulangan sebanyak tiga kali.
7. Mencatat hasil pengukuran.