Anda di halaman 1dari 26

12 NERVUS cranialis

Oleh
Kelompok V
Aras Istawah 102311101022
Nurul Fitriyah 112311101010
Ajeng Dwi Retnani112311101020
Aditya Wahyu K. 112311101049
Fajar guntur W.G 132311101067

Anatomi
12 NERVUS cranialis

12 NERVUS cranialis
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Olfaktorius (I),
Optikus (II),
Okulomotorius (III),
Troklearis (IV),
Trigeminus (V),
Abducens (VI),

7.
8.
9.
10.
11.
12.

Fasialis (VII),
Vestibulokoklearis (VIII),
Glossofaringeus (IX),
Vagus (X),
Asesorius (XI), dan
Hipoglosus (XII).

Nervus kranial terdiri dari :


a. 3 pasang saraf sensori, yaitu nervus kranial 1,
2, dan 8
b. 5 pasang saraf motor, yaitu nervus kranial 3,
4, 6, 11, dan 12
c. 4 pasang saraf gabungan sensori dan motor,
yaitu nervus kranial 5, 7, 9, dan 10.

Fisiologis
12 NERVUS cranialis
Urutan
saraf

Nama

Jenis

Fungsi

N. Olfaktori

Sensori

Penciuman

II

N. Optikus

Sensori

Penglihatan

III

N. Okulomotor

Motorik

Mengangkat kelopak mata atas,


konstriksi pupil, sebagian besar
gerakan ekstraokular

IV

N. Troklear

Motorik

Gerakan mata ke bawah dan ke


dalam

N. Trigeminus

Motorik

menggerakan rahang ke lateral

Sensorik

Menerima rangsangan dari wajah

Urutan
saraf

Nama

Jenis

Fungsi

VI

Abdusen

Motorik

Deviasi mata ke lateral

VII

fasialis

Motorik

Otot-otot ekspresi wajah termasuk


otot dahi, sekeliling mata serta mulut;
lakrimasi dan salivasi

Sensorik

Pengecapan 2/3 depan lidah (rasa,


manis, asam, dan asin)

Vestibulokoklear

Sensorik

Keseimbangan dan pendengaran

Glosofaringeal

Motorik

Faring : menelan, refleks muntah;


parotis : salivasi

Sensorik

Faring lidah posterior, termasuk rasa


pahit

Motorik

Faring, laring: menelan, refleks


muntah, fonasi; visera abdomen

Sensorik

Faring, laring: refleks muntah, visera


leher, thoraks dan abdomen

VIII
IX

Vagus

Urutan
saraf

Nama

Jenis

Fungsi

XI

Asesorius

Motorik pergerakan kepala dan bahu

XII

Hipoglosus

Motorik Pergerakan seperti menjulurkan lidah

Cara pemeriksaan
12 Nervus Cranial
NO

SUSUNAN
SARAF
KRANIAL

PEMERIKSAAN

Olfaktorius

Menutup kedua mata, dan menutup salah satu


hidung kemudian mendekatkan kopi dank lien
diminta menyebutkan aromanya

Optikus

Meminta klien memandang ke depan, secara normal


kelopak mata dan iris simetris

Okulomotorius

Troklearis

Meminta klien melirik kanan, kiri, atas, bawah


Meminta klien memandang ke depan, pemeriksa
mengarahkan benda berjalan dari sisi lateral menuju
medial dari klien, klien diminta menyebutkan berapa
banyak benda yang bergerak

NO

SUSUNAN
SARAF
KRANIAL

PEMERIKSAAN

Trigeminus

Motorik :
Meminta klien untuk merapatkan gigi dengan kuat,
pemeriksa mengamati otot masseter dan temporalis,
normalnya terdapat kontraksi pada otot tersebut
Sensorik :
Pemeriksa melakukan pemeriksaan suhu dengan kapas
yang diberi air hangat atau dingin pada daerah pipi,
dahi, dan rahang bawah, secara normal klien dapat
merasakan suhu

Abducens

Pemeriksa mengarahkan cahaya dari sisi lateral ke


medial, secara normal pupil bereflek pada cahaya, pupil
kanan dan kiri simetris

NO

SUSUNAN
SARAF
KRANIAL

PEMERIKSAAN

Fasialis

Motorik :
Mengerutkan dahi, secara normal dapat dilakukan klien dan
dahi simetris
Sensorik :
Meminta klien menjulurkan lidah, secara normal klien
dapat merasakan yang ditaruh di sebelah kanan atau kiri
lidah klien (gula, garam, asam)

Vestibulokokl
earis
Cabang
vestibularis

Melakukan tes weber (membandingkan transport suara


melalui tulang di telinga kanan dan kiri klien, tanyakan
pada klien suara mana yang lebih keras, normalnya kiri dan
kanan sama keras)

Cabang
koklearis

Tes Swabbach (garputala digetarkan dan ditaruh di prosesus


mastoideus klien, jika klien sudah tidak mendengar lagi,
garputala dipindah ke prosesus matoideus pemeriksa, bila
hantaran tulang klien baik, maka pemeriksa tidak
mendengar suara mendenging dari garputala

NO

SUSUNAN SARAF
KRANIAL

PEMERIKSAAN

Glossofaringeus

Motorik :
Klien diminta membuka mulut, pada keadaan
normal klien dapat membuka mulut dengan
lebar dan simetris
Sensori :
Pemeriksa menggores lidah atau dinding
faring kanan dan kiri, pada keadaan normal
akan terjadi reflek muntah

NO

SUSUNAN SARAF
KRANIAL

PEMERIKSAAN

10

Vagus

Motorik :
Meminta klien membuka mulut, bila terdapat
kelumpuhan akan terlihat uvula tidak ditengah
tetapi tampak miring ke sisi yang sehat
Sensori :
Memeriksa
Plica
Vokalis
diperlukan
laryngoscope, bila kelumpuhan pada satu sisi
pita suara, maka pita suara tersebut tidak
bergerak sewaktu fonasi atau inspirasi dan pita
suara akan menjadi atonis dan lama kelamaan
atopi, suara klien menjadi parau

11

Asesorius

Meminta klien untuk menoleh ke kanan dan kiri,


kemudian
pemeriksa
meraba
otot
sternocleidomastoid, pada keadaan normal otot
sternocleidomastoid akan teraba menegang

NO

SUSUNAN SARAF
KRANIAL

PEMERIKSAAN

12

Hipoglosus

Meminta klien untuk mengucapkan kata-kata,


jika terjadi gangguan pada otot lidah maka
perkataan klien tidak akan terucap dengan
baik.

Pemeriksaan Refleks Fisiologis


Refleks bisep
Posisi: dilakukan dengan pasien
duduk, dengan membiarkan lengan
untuk beristirahat di pangkuan
pasien atau membentuk sudut
sedikit lebih dari 90 derajat di siku
Identifikasi tendon: minta pasien
memfleksikan di siku sementara
pemeriksa mengamati dan meraba
fossa antecubital.
Cara: ketukan pada jari pemeriksa
yang ditempatkan pada tendon,
posisi lengan setengah ditekuk
pada sendi siku.
Respon: fleksi lengan pada sendi
siku.

Refleks trisep
Posisi: dilakukan dengan
pasien
duduk,
dengan
perlahan tarik lengan keluar
keluar dari tubuh pasien,
sehingga membentuk sudut
kanan di bahu atau lengan
bawah harus menjuntai ke
bawah langsung di siku.
Cara: ketukan pada tendon
otot trisep, posisi lengan
fleksi pada sendi siku dan
sedikit pronasi.
Respon: ekstensi lengan
bawah pada sendi siku.

Refleks patella
Posisi:
dapat
dilakukan
dengan
duduk
atau
berbaring terlentang
Cara: ketukan pada
tendon patella
Respon:
plantar
fleksi kaki karena
kontraksi
m.quadtrisep
femoris

Refleks brachiradialis
Posisi: dapat dilakukan
dengan duduk, lengan
bawah harus beristirahat
longgar
di
pangkuan
pasien.
Cara:
ketukan
pada
tendon otot brakioradialis
jari-jari sekitar 10 cm
proksimal
pergelangan
tangan,
posisi
lengan
fleksi pada sendi siku dan
sedikit pronasi.
Respon:
fleksi
pada
lengan bawah, supinasi
pada siku dan tangan

Refleks achiles
Posisi: pasien duduk, kaki
menggantung di tepi meja
ujian,
atau
dengan
berbaring
terlentang
dengan
posisi
kaki
melintasi di atas kaki yang
lain atau mengatur kaki
dalam posisi tipe katak.
tendon:
Identifikasi
mintalah
pasien
untuk
plantar fleksi
Cara: ketukan hamer pada
tendon achiles
Respon: plantar fleksi kaki
karena
karena
m.gastroenemus

Pemeriksaan Refleks Patologis


Refleks Hoffmann-Tromner
Cara
pemeriksaan:
tangan
penderita
dipegang
pada
pergelangannya
dan
suruh
pasien melakukan fleksi ringan
jari-jarinya. Kemudian jari tengah
pasien diregangkan dan dijepi
diantara jari telunjuk dan jari
tengah pemeriksa. Lalu lakukan:
Hoffman: goresan pada ujung jari
tengah pasien reaksi: fleksi dan
adduksi ibu jari disertai dengan
fleksi
telunjuk
dan
jari-jari
lainnya.
Tromner: colekan pada ujung jari
pasien maka akan muncul reaksi
yang sama dengan Hoffman

Refleks Babinsky
Pemeriksaan
menggores bagian
lateral telapak kaki
dengan ujung palu
refleks.
Hasil pemeriksaan:
positif jika dorsofleksi
ibu jari kaki dan
plantarfleksi da
gerakan melebar jarijari lainnya.

Refleks Chaddock
Cara: pemeriksa menggores dibawah
dan sekitar malleolus eksterna
kearah lateral dengan palu refleks
ujung tumpul.
Hasil pemeriksaan: sama dengan
refleks babinsky

Refleks Gordon
Cara: pemeriksa menekan otot-otot
betis dengan kuat.
Hasil pemeriksaan: sama dengan
refleks babinsky.

Refleks Schaeffer
Cara: pemeriksa menekan tendon
achiles dengan kuat.
Hasil pemeriksaan: sama dengan
refleks babinsky

Refleks Oppenheim
Cara: pemeriksa memberi tekanan
yang kuat dengan ibu jari dan
telunjuk pada permukaan anterior
tibia kemudian digeser kearah distal.
Hasil pemeriksaan: sama dengan
refleks babinsky.

Diagnosa keperawatan
Nervus IX, X, dan XII
Gangguan menelan
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
Nervus I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII
Gangguan persepsi sensori
Nervus VII, IX, dan XII
Kerusakan komunikasi verbal