Anda di halaman 1dari 8

2/15/2016

REAGENSIAUNTUKUJIKARBOHIDRAT|WawasanIlmuKimia

WawasanIlmuKimia

REAGENSIAUNTUKUJIKARBOHIDRAT
FEBRUARY23,2014|ANSARIKIMIA|LEAVEACOMMENT

Larutanreagensiaialahsuatularutanyangdibuatuntukdigunakansebagaipereaksipengenal.
Larutan reagensia untuk uji karbohidrat adalah pereaksi yang digunakan untuk mengetahui
adanyakarbohidrat.MisalnyalarutanMolisch,digunakandalamujiMolischpadapenentuan
woldankarbohidrat.LarutanBenedict,digunakanuntukmenentukanglukosa,demikianpula
dengan reagen Tollen dan juga Millon. Dalam bab ini akan dijelaskan satu persatu, serta
bagaimanacaramenyiapkannya.
ReagenMolisch
Reagen Molisch digunakan dalam uji Molisch (Molisch berasal dari nama ahli botani
Austria, yaitu Hans Molisch) ialah suatu ujikimia yang sensitif untuk mengetahui adanya
karbohidrat, berdasarkan pada dehidrasi karbohidrat oleh asam sulfat untuk menghasilkan
aldehid,yangberkondensasidenganduamolekulfenol(biasanyaalfanaftol,meskipunfenol
lain (misalnya resorsinol, timol) juga memberikan hasil berwarna), yang menghasilkan suatu
senyawaberwarnamerahatauungu.
PembuatanLarutanMolisch
Reagensia ini terdiri dari alfanaftol dan alkohol atau kloroform. Reagen ini digunakan
untukujiwoldankarbohidrat.Reageninimudahdibuatdilaboratorium.Caramembuatnya,
larutkan5gramalfanaftoldalam100mlalkoholataukloroform.
ProsedurUji
Larutan uji ini dikombinasikan dengan sejumlah kecil reagen Molisch (naftol
(http://en.wikipedia.org/wiki/1Naphthol) dilarutkan dalam etanol atau kloroform) dalam
sebuah tabung reaksi. Setelah bercampur, sejumlah kecil asam sulfat pekat dengan perlahan
ditambahkan melalui dinding ke dalam tabung reaksi yangdimiringkan, tanpa pengadukan,
yangmembentuksuatulapisandidasartabung.Reaksidikatakanpositifjikaditunjukkanoleh
penampilancincinungupadaantarmukaantaralapisanasamdanlapisanuji.
Reaksi
1/8
Semua karbohidrat monosakarida, disakarida, dan polisakarida akan memberikan

https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/23/reagensiauntukujikarbohidrat/

2/15/2016

REAGENSIAUNTUKUJIKARBOHIDRAT|WawasanIlmuKimia

Semua karbohidrat monosakarida, disakarida, dan polisakarida akan memberikan


reaksi positif, dan asam nukleat dan glikoprotein juga memberikan reaksi positif, karena
semuasenyawatersebutakhirnyaterhidrolisismenjadimonosakaridaolehasammineralkuat.
Pentosa kemudian terhidrasi menjadi furfural,sedangkan heksosa terhidrasi menjadi 5
hidroksimetilfurfural. Salah satu dari aldehida ini, jika ada, akan berkondensasidengan dua
molekulnaftoluntukmembentukprodukberwarnaungu,sepertiyangdigambarkandibawah
inidengancontohglukosa.
ReagenBenedict
Reagen Benedict (juga disebut larutan Benedict) ialah suatu reagen kimia yang
dinamakan berdasarkan nama ahli kimia Amerika, yaitu Stanley Rossiter Benedict
(http://en.wikipedia.org/wiki/Stanley_Rossiter_Benedict).
ReagenBenedictdigunakansebagaisatuujiatasadanyagulareduksi.Inimeliputisemua
monosakaridadanbanyakdisakarida,termasuklaktosadanmaltosa.Bahkan lebih umum, uji
Benedict akan mendeteksi adanya aldehid, dan alfahidroksiketon, termasuk yang terjadi
sebagai keton tertentu. Jadi, meskipun ketosa fruktosa bukan suatu glua reduksi langsung,
namuniamerupakansuatualfahidroksiketon,danmemberikanujipositifkarenaiadiubah
menjadialdosaglukosadanmannosaolehbasadalamreagenini.
Tembaga sulfat dalam larutan Benedick bereaksi dengan gula reduksi. Larutan Benedik
dapatdigunakandapatdigunakanuntukmengetahuiapakahadaguladalamsuatuzatseperti
glukosadalampatilamoataupatiakarlalang.
2+
Reagen Benedict mengandung ion tembaga(II) (Cu ) biru yang direduksi menjadi ion
+
tembaga(I)(Cu ).Inidiendapkansebagaitembaga(I)oksidaberwarnamerahyangtidaklarut
dalam air. Reagen Benedict memberikan suatu uji kuantitatif untuk gula reduksi bersama
dengan uji kuantitatif. Warna dari endapan yang diperoleh memberikan satu ide tentang
kuantitas gula yang ada dalam larutan. Suatu endapan kehijauan menunjukkan konsentrasi
sekitar 0,5%; endapan kuning konsentrasi 1%; jingga menunjukkan konsentrasi 1,5% dan
merahmenunjukkankonsentrasi2%ataulebihtinggi.
PembuatanLarutanBenedict
Satu liter reagen Benedict dapat dibuat dari 100 gr natrium karbonat anhidrat, 173 gr
natrium sitrat dan 17,3 gr tembaga(II) sulfat mentahidrat. Larutan ini sering digunakan di
tempatlarutanFehling.
Caramembuatnya,denganbantuanpemanasan,larutkan173grnatriumsitratdan100gr
natrium karbonat anhidrat dalam 800 ml Akuades. Saring dan encerkan sampai volume
larutan 850 ml. Larutkan pula 17,3 gr CuSO4.5H2O dalam 100 ml akuades (bila perlu
dipanaskan). Bila larutan di atas sudah dingin, dengan perlahanlahan tambahkan larutan
CuSO4tersebutkedalamlarutancampurankarbonatdansitrat.Kemudianencerkandengan
akuadeshingga1liter.
UjiKimia
Untukmengujiatasadanyamonosakaridadangulareduksidisakaridadalammakanan,
sampel makanan dilarutkan dalam air, dan tambahkan sedikit reagen Benedict. Panaskan
dalampenangasair,biasanyaselama410menit,larutaniniakanmembentukwarnabiru(bila
https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/23/reagensiauntukujikarbohidrat/
2/8
tidak mengandung glukosa), hijau, kuning, jingga, merah, dan kemudian merah bata atau

2/15/2016

REAGENSIAUNTUKUJIKARBOHIDRAT|WawasanIlmuKimia

tidak mengandung glukosa), hijau, kuning, jingga, merah, dan kemudian merah bata atau
coklat (jika mengandung glukosa tinggi. Perubahan warna akan signifikan dengan adanya
glukosa. Disakarida umum laktosa dan maltosa dideteksi secara langsung oleh reagen
Benedict,karenamasingmasingmengandungsatuglukosadenganmereduksibagianaldehid
bebas,setelahisomerisasi.
Sukrosa(gula meja) mengandung dua gula (fruktosa dan glukosa) bergabung melalui
ikatan glikosidat mereka dengan cara demikian mencegah glukosa berisomerisasi menjadi
bentukaldehid,ataufruktosamenjadibentukalfahidroksiketon.Dengandemikian,sukrosa
bukan gula reduksi, karena tidak bereaksi dengan reagen Benedict. Secara tak langsung
sukrosamenghasilkanhasilpositifdenganreagenBenedictasalkandipanaskandenganasam
sulfatencersebelumujitersebut,meskipunsetelahperlakuaniniiatidaklagimenjadisukrosa.
Kondisiasamdanpanasmemutuskanikatanglikosidadalamsukrosamelaluihidrolisis.
Produkdekomposisisukrosaadalahglukosadanfruktosa,keduanyadapatdideteksidengan
reagenBenedict,sepertiyangdijelaskandiatas.
Kanji tidak bereaksi atau bereaksi sangat sedikit dengan reagen Benedict, karena relatif
kecil jumlah bagian gula reduksi, yang terjadi hanya pada akhir rantai karbohidrat. Inositol
(mioinositol)adalahkarbohidratlainyangmenghasilkanujinegatif.
Reagen Benedict dapat digunakan untuk uji atas adanya glukosa dan urin. Glukosa
ditemukanterdapatdalamurinmerupakan indikasi diabetes mellitus. Setelah gula pereduksi
terdeteksidalamurin,ujilebihlanjutharusdialamiuntukmemastikangulaapayangterdapat.
Hanyaglukosamerupakanindikasidiabetes.

Eksperimen

Pengamatan

Gangguan

Zatdalamair+3ml
larutanBenedict,
kemudiandidihkan
selamabeberapamenit
danbiarkandingin.

Endahpanmerah/hijau/kuning
diperoleh.

Gulareduksi,misalnya
adanyaglukosa.

Zatdalamair+3ml
LarutanBenedict,
kemudiandidihkan
selamabeberapamenit
danbiarkandingin.

Larutantetapjernihatausedikit
biru.

Gulareduksitidakada.

https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/23/reagensiauntukujikarbohidrat/

3/8

2/15/2016

REAGENSIAUNTUKUJIKARBOHIDRAT|WawasanIlmuKimia

ReagenKuantitatif
Reagen Benedict kuantitatif digunakan untuk menentukan berapa banyak adanya gula
reduksi. Larutan ini membentuk seperti endapan putih yang lebih baik dari endapan merah
danjugadapatdigunakandalamtitrasi.Titrasiiniharusdiulangdenganlarutanglukosa1%
bukansampeluntukkalibrasi.
LarutanFehling
LarutanFehlingialahsuatularutanyangdigunakandalamujikimiauntukmembedakan
antara karbohidrat larut dalam air dan gugus fungsional keton, dan sebagai suatu uji untuk
monosakarida.UjiinidikembangkanolehahlikimiaJermanHermanvonFehlingpadatahun
1849.
PembuatanLarutanFehling
LarutanFehlingselaludibuatsegardilaboratorium.Larutaninisemuladibuatsebagai
dua larutan yang terpisah, yang dikenal dengan Fehling A dan Fehling B. Fehling A adalah
larutan encer berwarna biru dari tembaga(II) sulfat, sedang Fehling B adalah larutan jernih
dari kalium natrium tartrat encer (jugas dikenal sebagai garam Rochelle) dan basa kuat
(biasanyanatriumhidroksida).
Volume yang sama dari dua campuran dicampurkan untuk memperoleh larutan final
Fehling, yang berwarna biru gelap. Dalam campuran akhir ini, ion tartrat encer dari khelat
garamRochelleyangterlarutdenganionCu2+ dari tembaga(II) sulfat yang terlarut, sebagai
ligan bidentat memberikan kompleks bistartratokuprat(II)4 seperti yang ditunjukkan di
bawah ini.Ion tartrat, dengan mengomplekskan tembagamencegah pembentukan Cu(OH)2
darireaksiCuSO4.2H2OdanNaOHyangadadalamlarutan.
Jadicaramembuatlarutaniniadalah:
LarutanFehlingA:Timbang69,3grkuprisulfathidratCuSO4.5H2Odanlarutkandalam
1 liter akuades. Supaya larutan menjadi jernih tambahkan 1 tetes atau 2 tetes H2SO4 pekat..
Perbandingandapatdiperbesarataudiperkecil.
LarutanFehlingB:Timbang346grKaliumNatriumTartratdan100grNaOHlarutkan
dalam1literakuades(perbandingandapoatdiperbesarataudiperkecil).Bilaakandigunakan
FehlingA+FehlingBdalamvolumeyangsama.
KegunaanLarutanFehling
Fehling dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu senyawa mengandung
karbonil aldehid atau keton. Kompleks bistartratokuprate(II) dalam larutan Fehling
merupakanbahanpengoksidasidanreagenaktifdalamujitersebut.
SenyawayangakandiujiditambahkankelarutanFehlingdancampuraninidipanaskan.
Aldehidayangteroksidasi,memberikanhasilyangpositif,namunketontidakbereaksi,kecuali
merekaadalahalfahidroksiketon.

4/8
Kompleks bistartratokuprat(II) mengoksidasi aldehid pada satu anion karboksilat, dan

https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/23/reagensiauntukujikarbohidrat/

2/15/2016

REAGENSIAUNTUKUJIKARBOHIDRAT|WawasanIlmuKimia

Kompleks bistartratokuprat(II) mengoksidasi aldehid pada satu anion karboksilat, dan


dalam proses ion tembaga(II) dari kompleks ini direduksi menjadi ion tembaga(I). Oksida
tembaga(I)yangmerahkemudianmengendapdaricampuranreaksi,yangmenunjukkanhasil
positif, yaitu reaksi redoks telah berlangsung (ini adalah hasil positif yang sama dengan
larutanBenedict).Sebuah hasil yang negatif apabila tidak terjadi endapan merah; ini penting
untuk diperhatikan bahwa Fehling tidak akan bekerja dengan aldehid aromatik; sehingga
reagenTollensharusdigunakan.
Uji Fehling dapat digunakan sebagai uji generik untuk monosakarida. Hal ini akan
memberikan hasil positif untuk monosakarida aldosa (karena gugus aledehida dapat
dioksidasi) tetapi juga untuk monosakarisa ketosa, karena mereka diubah menjadi aldosa
oleh basa dalam reagen tersebut, dan kemudian memberikan hasil positif. Untuk alasan ini,
reagenFehlingkadangkadangdisebutsebagaiujiumumuntukmonosakarida.
Reagen Fehling dapat digunakan untuk menunjukkan glukosa dalam urin, sehingga
mendeteksidiabetes.Penggunaanlainnyaadalahdalampemecahanpatiuntukmengubahnya
menjadi sirup glukosa dan maltodekstrin untuk mengukur jumlah gula pereduksi, sehingga
dapatmengungkapkansetaradekstrosa(DE)darigulapati.
Asamformat(HCOOHasammetanoat)jugamemberikanhasilujiFehlingyangpositif,
karenaiajugaberfungsisepertiujiTollensdanBenedict.Inikarenaiadapatdioksidasidengan
mudahmenjadiCO2danair.
Keamanan
Natrium hidroksidaadalah kaustik pada konsentrasi tinggi dan tindakan pencegahan
harus diambil seperti untuk tidak melakukan kontak langsung dengan NaOH. Tembaga (II)
sulfatjugaberacunjikatertelan.
ReagenTollens
Reagen Tollens ialah reagen kimia yang paling umum digunakan untuk menentukan
apakah suatu senyawa mengandung karbonil yang adalah aldehida dan keton. Ini biasanya
adalah perak nitrat amoniakal, tetapi juga dapat berupa campuran lain, asalkan adanya
kompleks perak(I)diamina. Reagen ini dinamakan sesuai dengan penemunya, ahli kimia
JermanBernhardTollens.
Uji positif dengan reagen Tollens dihasilkan dengan pengendapan unsur perak dari
larutan, sebenarnya pada permukaan dalam dari tabung reaksi, yang menghasilkan cermin
perakyangkarakteristikdanmudahdiingatdiataspermukaantabungreaksisebelahdalam.
Aldehida akan menjadi positif dalam uji Tollens dan benda seperti cermin akan
terbentuk.
PembuatandiLaboratorium
Reagen ini tidak tersedia secara komersial karena daya tahannya tidak lama; reagen ini
harus disiapkan secara segar di laboratorium. Cara pembuatannya meliputi dua tahap.
PertamabeberapatetesNaOHencerditambahkankepadasejumlahperaknitratencer.Dalam
larutan ini, ion Ag+ dari perak nitrat encer terdapat dalam bentuk terhidratkan sebagai
kompleks[Ag(H2O)4]+,yaituiontetraaquasilver(I).IonOHdariNaOHbereaksidenganion
+
https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/23/reagensiauntukujikarbohidrat/
5/8
Ag untuk menghasilkan perak oksida, Ag O. Ini tidak larut, dan mengendap dari larutan

2/15/2016

REAGENSIAUNTUKUJIKARBOHIDRAT|WawasanIlmuKimia

Ag untuk menghasilkan perak oksida, Ag2O. Ini tidak larut, dan mengendap dari larutan
sebagaizatpadatcoklat.Natriumnitratencerjugadihasilkandalamcampuransebagaihasil
samping.Inikemudianmembentuk:
2AgNO3(aq)+2NaOH(aq)Ag2O(s)+2NaNO3(aq)+H2O(l)
Padatahapselanjutnya,ammoniaencerditambahkanhinggasemuadariperak(I)oksida)
yangberwarnacoklatterlarut.Padatitikinicampuranakanjernih,dansekarangadaionperak
encer yang terdapatsebagaikompleks [Ag (NH3)2]+ dalam campuran, yang merupakan
komponenutamadarireagenTollens.Natriumhidroksida direformasi pada akhir persiapan.
NaOHterbentukkembalipadasediaanakhir.
Ag2O(s)+4NH3(aq)+2NaNO3(aq)+H2O(l)

2Ag(NH3)2NO3(aq)+2NaOH(aq)
Atau,amoniaencerdapatditambahkansecaraterusmeneruslangsungkelarutanperak
nitrat.Pertama kali, perak oksida akan terbentuk dan mengendap, tetapi karena larutan
ammonia lebih banyak ditambahkan endapan melarut dan larutan menjadi jernih karena
terbentuknya diamminesilver(I). Pada titik ini penambahan ammonia harus dihentikan. Ini
barangkali metoda yang lebih baik karena lebih sedikit reagen yang terlibat. Penyaringan
reagensebelumdigunakanmembantuuntukmencegahhasilpositifpalsu.
CaramembuatlarutanReagenTollenssebagaiberikut:
LarutanI: Campurkan 7 mL NH3 (aq) 27% dengan aquadest, hingga volume larutan
menjadi100mL.
LarutanII:20mLlarutanAgNO35%.
LarutanIII:10tetesNaOH10%.
LaluLarutanIIdanIIIdicampurkan;setiap2mLLarutanIIditambahkan1tetesLarutan
III, sehingga terjadi endapan abuabu (campuranIV). Kemudian ditambahkan LarutanI ke
dalam campuranIV, namun jangan sampai berlebih. Hasil ini disebut Reagen Tollens.
Digunakanuntukujialdehidadangulapereduksi.
PenggunaanAnalitik
Setelah ini telah dipastikan bahwa ada gugus karbonil pada molekul organik
menggunakan 2,4dinitrofenilhidrazin (juga dikenal sebagai pereaksi Brady atau 2,4DNPH),
reagen Tollens dapat digunakan untuk menentukan apakah senyawa ini keton atau aldehida.
Yang penting, ada hal khusus di mana reagen Tollens akan memberikan hasil positif untuk
keton,jikaketonmerupakanketonalfahidroksi,makareagenTollensakanbereaksi.
Pengujian didasarkan pada premis bahwa aldehida lebih mudah teroksidasi
dibandingkan dengan keton, hal ini karena karbon yang mengandung karbonil dalam
aldehida memiliki satu hidrogen yang terikat. Kompleks diamminesilver(I) dalam campuran
6/8
adalah zat pengoksidasi dan merupakan reaktan penting dalam reagen Tollens. Uji ini

https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/23/reagensiauntukujikarbohidrat/

2/15/2016

REAGENSIAUNTUKUJIKARBOHIDRAT|WawasanIlmuKimia

adalah zat pengoksidasi dan merupakan reaktan penting dalam reagen Tollens. Uji ini
umumnyadilakukandalamtabungreaksidalampenangasairhangat.
Pada uji positif, kompleks diamminesilver(I) mengoksidasi aldehida menjadi ion
karboksilat dan dalam proses ini direduksi menjadi unsur perak dan ammonia encer. Unsur
perakyangmengendapdarilarutan,sebenarnyapadapermukaandalamtabungreaksi,yang
memberikancerminperakyangkarakteristik.
Ion karboksilat pada pengasaman akan memberikan hubungannya dengan asam
karboksilat. Asam karboksilat tidak terbentuk secara langsung di tempat pertama karena
reaksiberlangsungdibawahkondisibasa.Persamaanionuntukseluruhreaksiditunjukkandi
bawahini.Radalahgugusalkil.
[Ag(NH3)2]+(aq)+eAg(s)+2NH3(aq)
RCHO(aq)+3OHRCOO+2H2O+2e
Hasil negatif untuk uji ini tidak mengendapkan perak yang terbentuk ketika karbonil
yang diuji ditambahkan. Keton akan memberikan hasil negatif karena keton tidak dapat
dioksidasidenganmudah.Ketontidakmengandungatomhidrogenyangterikatpadakarbon
karbonil, artinya keton tidak dapat dengan mudah dioksidasikecuali aldehida, yang
mengandungatomhidrogenini.
Reagen Tollens juga satu uji untuk alkuna dengan ikatan rangkaptiga pada posisi1.
Endapankuningdarilogamasetilidaterbentukdalamkasusini.
BaikreagenTollensmaupunreagenFehlingjugamemberikanhasilpositifdenganasam
format(asammetanoatHCOOH),yangteroksidasisepenuhnyamenjadiairdanCO2.
Dalam patologi anatomi, perak nitrat ammoniakal digunakan dalam FontanaMasson
Stain, yang merupakan satu teknik noda perak yang digunakan untuk mendeteksi melanin,
argentaffin dan lipofuscin dalam bagian jaringan. Melanin dan chromaffin lainnya mereduksi
peraknitratuntuklogamperak.
PadaPembentukanCerminPerak
Reagen Tollens juga digunakan untuk menerapkan cermin perak pada perangkat kaca
(glassware),misalnyadidalamlabuvakumyangberisolasi.Sekitar500mLlarutandisiapkan,
jauh lebih banyak dibandingkan yang akan dibuat untuk penggunaan analitik. Ini kemudian
diperkenalkan ke permukaan kaca bersih yang menjadi cermin dan larutan mereduksi
menggunakan larutan glukosa. Untuk kualitas tinggi menyelesaikan permukaan kaca
dibersihkan menggunakan asam pengoksidasi untuk menghilangkan semua jejak senyawa
organikdanpermukaankacapraperlakuandengantimah(II)kloridaencer.
UjiTollensuntukPentosa
Uji ini yang lain dipercaya atas reaksi furfural dengan floglusinol yang menghasilkan
senyawaberwarnadenganabsorptivitasmolaryangtinggi.
Keamanan
7/8
Reageniniharusdibuatsegardandisimpandalamwadahkacagelapdanberpendingin.

https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/23/reagensiauntukujikarbohidrat/

2/15/2016

REAGENSIAUNTUKUJIKARBOHIDRAT|WawasanIlmuKimia

Reageniniharusdibuatsegardandisimpandalamwadahkacagelapdanberpendingin.
Reagen ini hampir tahan sampai 24 jam bila disimpan dengan cara ini. Setelah uji telah
dilakukan, campuran yang dihasilkan diasamkan dengan asam encer sebelum dibuang.
Kewaspadaanadalahuntukmencegahpembentukanperaknitridayangsangateksplosif.***

About these ads (https://wordpress.com/about-these-ads/)

YouMayLike

1.
20
FantasticTropicalBeachestoVisit4
monthsagomegabored.comMega
BoredMegaBored.com(sponsored)

https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/02/23/reagensiauntukujikarbohidrat/

8/8