Anda di halaman 1dari 49

PROPOSAL KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN DI BALAI BESAR

METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PROPOSAL KEGIATAN
PRAKTEK KERJA LAPANGAN
DI BALAI BESAR METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
WILAYAH III DENPASAR

I.

Pendahuluan
Perkembangan teknologi yang semakin cepat membutuhkan sumber daya manusia yang
dapat diandalkan serta dapat mengikuti perkembangan dan perubahan-perubahan yang terjadi
secara cepat untuk dapat diaplikasikan dalam dunia kerja. Sumber Daya Manusia sebagai salah
satu faktor penentu dari proses perkembangan teknologi memegang peranan penting karena
merupakan ujung tombak dari perkembangan teknologi. Dengan Sumber Daya Manusia yang
mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin berkembang, maka diharapkan tujuan
nasional Negara kita dapat terwujud.
Pendidikan Profesional merupakan pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan
penerapan keahlian tertentu. Salah satu perwujudan dengan diadakannya Praktek Kerja
Lapangan (PKL) pada suatu lembaga-lembaga usaha khususnya pada bidang elektronika yang
sangat diperlukan masyarakat dalam mendukung kegiatan kehidupan sehari-hari. Politeknik
sebagai salah satu pendidikan profesional mempunyai misi menghasilkan tenaga terampil yang
menunjang kegiatan ekonomi, harus dapat menempatkan diri sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari sektor industry/instansi/lembaga.
Program pendidikan Politeknik diharapkan dapat mempersiapkan dasar yang kuat untuk
menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkembang. Untuk itu
keahlian yang dimiliki oleh lulusan pendidikan Politeknik harus mencakup aspek kompetensi
profesional (profesional competence) serta aspek tingkah laku profesional (profesional
attitude). Kedua sikap tersebut dibentuk melalui proses pendidikan baik yang diselenggarakan

dalam kampus maupun diluar kampus. Salah satu pelaksanaan pendidikan diluar kampus adalah
Praktek Kerja Lapangan (PKL). Dari Praktek Kerja Lapangan ini mahasiswa diharapkan dapat
menerapkan ilmu yang telah diperoleh di kampus dan dapat mengenal dunia kerja yang
sesungguhnya.
1.1

Latar Belakang
Praktek Kerja Lapangan merupakan unit tugas yang harus diikuti setiap mahasiswa selain
perkuliahan, praktikum, dan Tugas Akhir dalam rangka pengembangan pengetahuan mahasiswa.
Praktek kerja lapangan di tujukan agar mahasiswa dapat menerapkan materi-materi yang di dapat
di perkuliahan untuk di aplikasikan di lapangan/dunia kerja, Praktek kerja lapangan juga di
tujukan agar mahasiswa dapat terjun langsung ke dunia kerja sebelum menghadapai dunia kerja
yang

sesungguhnya

khususnya

dalam

bidang

elektronika/telekomunikasi.

Upaya

ini

dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu tamatan Politeknik Negeri Bali khususnya Jurusan
Teknik Elektro dalam mencapai tujuan relevansi pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja.
1.2

Tujuan
Tujuan dari praktek kerja lapangan di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Wilayah III Denpasar adalah:

1. Untuk mengetahui proses sistem Telekomunikasi Satelit di Balai Besar Meteorologi Klimatologi
2.

dan Geofisika.
Untuk mengetahui proses instrumensasi dan kalibrasi alat-alat di Balai Besar Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika.

II. Ruang lingkup praktek kerja lapangan


Ruang lingkup Praktek Kerja Lapangan ini sesuai ilmu pengetahuan yang telah diberikan
pada perkuliahan di Politeknik Negeri Bali khususnya Teknik Elektro kepada mahasiswa yang
akan Praktek Kerja Lapangan, diantaranya meliputi bidang-bidang yang berhubungan dengan
Elektonika, Telekomunikasi Satelit, dan Pengolahan Sinyal.

III. Pelaksanaan
Praktek kerja lapangan ini dilaksanakan selama kurang lebih tiga bulan yaitu dari bulan
Juli 2012 sampai dengan Oktober 2012. Waktu dan tempat praktek kerja lapangan di laksanakan
1
2
3
4

dengan ketentuan:
Hari kerja sesuai kebijakan dari BMKG.
Mulai dari tanggal 9 Juli 2012 sampai Oktober 2012.
Waktu untuk bimbingan akademik mohon izin/kebijakan dari BMKG
Tempat: Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar.
Kami yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) di Balai Besar Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar adalah:

1. Nama

Bagus Prasetyo Purnomo

Nim

1015313012

Semester

V (lima)

Jurusan

Teknik Elektro

Alamat

Bukit Jimbaran

NO Hp
2. Nama

:
:

085737345017

I Made Widhi Harmita

Nim

1015313013

Semester

V (lima)

Jurusan

Teknik Elektro

Alamat

Bukit Jimbaran

NO Hp
3. Nama

:
:

0817550130

Dewa Gede Gunawan

Nim

1015313031

Semester

V (lima)

Jurusan

Teknik Elektro

Alamat

Bukit Jimbaran

NO Hp

085738685562

IV. Jadwal Pelaksanaan PKL di BMKG

Jadwal dan bidang pelaksanaan praktek kerja lapangan ini dapat dirubah sesuai dengan
dengan kebijakan dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar.
NO

Bidang

Waktu/bulan

Sistem Telekomunikasi Satelit

selama 1,5 bulan

Instrumentasi dan Kalibrasi

selama 1,5 bulan

V. Metodologi Pelaksanaan PKL.


Metodologi yang dilakukan dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan (PKL) ini antara
1.
2.
3.

4.

lain:
Metode Observasi, adalah metode pengambilan data dengan cara langsung mengamati dan
mencatat pada objek yang dipelajari.
Metode Interview, adalah metode pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab
langsung kepada pihak petugas perusahaan di lapangan.
Metode Literatur, adalah pengambilan data dengan mempelajari literatur, yang berupa bukubuku, diktat ataupun bentuk lain yang berhubungan dengan objek yang dipelajari guna
mendukung penyelesaian PKL sampai dengan penyusunan laporan.
Metode Bimbingan, adalah melakukan konsultasi dan bimbingan dalam mendokumentasikan
bidang keilmuan yang diperoleh selama Praktek Kerja Lapangan, pembimbingan ini dilakukan
kepada pembimbing lapangan di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III
Denpasar dan kepada pembimbing dari Politeknik Negeri Bali.

VI. Kewajiban Mahasiswa Selama PKL


Agar dalam melaksanakan PKL mahasiswa memperoleh hasil yang maksimal, dan tidak
merugikan BMKG, maka mahasiswa peserta PKL mempunyai kewajiban di antaranya:

1. Mentaati semua peraturan yang ditetapkan, mengikuti semua petunjuk dan saran yang diberikan
oleh petugas lapangan, pembimbing lapangan maupun penanggung jawab PKL.
2. Mengikuti semua kegiatan PKL sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
3. Membuat laporan PKL sebagai syarat penyusunan Proyek Akhir.

VII.Penutup
Rencana kegiatan praktek kerja lapangan ini hanya merupakan acuan dalam
melaksanakan kegiatan PKL di BALAI BESAR METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN
GEOFISIKA WILAYAH III DENPASAR. Oleh sebab itu masih mungkin terjadi perubahanperubahan yang terjadi selama pelaksanaan praktek kerja lapangan dan di sesuaikan dengan
kebijaksanaan dari pihak Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III
Denpasar tempat praktek kerja lapangan itu sendiri.
Demikian proposal pelaksanaan praktek kerja lapangan di Balai Besar Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar. Proposal ini kami buat untuk mendapatkan
persetujuan. Atas perhatian dan kebijaksanaannya kami ucapkan terima kasih.

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


PADA BALAI BESAR METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN
GEOFISIKA WILAYAH I
MEDAN

Ditulis sebagai satu syarat untuk menyelesaikan Pendidikan Diploma III


(Diploma Tiga) Progam Studi Manajemen Informatika

Oleh :
SRI ARISKA BR TARIGAN
NPM : 2010030343

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA


POLITEKNIK UNGGUL LP3M
MEDAN
2012
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
berkatNYA kepada penulis, sehingga penulis masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk
menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan pada tanggal 14 November 2011 sampai dengan
13 Januari 2012 di kantor Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan
tepatnya dibagian Data dan Informasi. Penulisan laporan praktek kerja lapangan ini sangat
penting kerena salah satu tugas yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa/i program studi
Manajemen Informatika (D3), apabila telah selesai melaksanakan praktek kerja lapangan.
Dalam penulisan laporan praktek kerja lapangan ini, penulis menyadari bahwa masih
banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Mungkin hal ini karena terbatasnya
kemampuan penulis. Tetapi demikian, pada kesempatan ini penulis telah berupaya semaksimal
mungkin untuk menyusun laporan praktek kerja lapangan ini dengan sebaik-baiknya sesuai
kemampuan penulis. Penulis minta maaf sebelumnya apabila terdapat kesalahan kata atau
penulisan pada laporan praktek kerja lapangan ini.
Dalam penyusunan laporan praktek kerja lapangan ini, penulis juga banyak menerima
bantuan dan bimbingan baik dari dosen pembimbing maupun semua pihak yang terkait dalam
penulisan laporan praktek kerja lapangan, maka pada kesempatan ini Penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Sudarsono SE., MM., selaku Direktur Politeknik Unggul LP3M Medan.
2. Fachrul Rozi Lubis, S.Kom., M.Kom., Selaku Pembantu Direktur I Akademik/Litbang
Politeknik Unggul LP3M Medan.

3. Pirmatua Sirait, S.E., M.Si., Ak., selaku Pembantu Direktur II Keuangan /Litbang
Politeknik Unggul LP3M Medan.
4. Irfan Khaeir, S.E., selaku Pembantu Direktur III Kemahasiswaan /Litbang Politeknik
Unggul LP3M Medan.
5. H. Taufik Selaku Manager praktek kerja lapangan Politeknik Unggul LP3M Medan.

6. Sujarwo, S.Si selaku Dosen Pembimbing praktek kerja lapangan di Politeknik Unggul
LP3M Medan, yang telah meluangkan waktu memberikan petunjuk kepada penulis dalam
menyelesaikan laporan praktek kerja lapangan.
7. Seluruh staf dan karyawan/karyawati Politeknik Unggul LP3M Medan.
8. Drs.Herry Saroso, Sebagai Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BBMKG) Wilayah 1 Medan Sumatera Utara yang telah berkenan memberikan
kesempatan praktek kerja lapangan di BBMKG Wilayah I Medan.
9. Natal Ginting, ST sebagai Kepala Bidang Observasi Balai Besar Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan yang telah memberikan kesempatan kepada
penulis untuk melakukan PKL sebagai data dalam pembuatan laporan praktek kerja
lapangan.
10. Irwansyah Nasution, ST sebagai Kepala SubBidangPengumpulan dan Penyebaran
(PULBAR)serta pembimbing praktek kerja lapangan penulis di Balai Besar Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan.
11. Seluruh StafPegawai Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I
Medan.

12. Kedua orang tua penulis yang tersayang yang selalu mendukung baik secara moril
maupun materil disertai doa yang ikhlas.
13. Rekan-rekan penulis atas kerjasamanya dalam menyelesaikan laporan praktek kerja
lapangan ini khususnya MI-5E.
Akhir kata penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagipenulisdan juga
bagi siapapun yang membaca atau memerlukannya.

Medan, April 2012


Hormat Penulis,

Sri Ariska Br Tarigan


NPM. 2010030343

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Perkembangan teknologi informasi berkembang sangat pesat, khususnya pada bidang


informasi. Karena Internet mempermudah kita dalam pencarian informasi yang kita butuhkan.
Pengaksesan internet semakin cepat karena teknologi yang semakin canggih dan didukung
pengelolaan data secara cepat, tepat dan efesien serta ruang penyimpanan data yang sangat baik,
dengan demikian informasi yang kita butuhkan menjadi lebih mudah untuk diperoleh dan mudah
digunakan oleh setiap pemakai.
Dalam suatu Instansi, Perusahaan, organisasi, lembaga serta lingkungan kerja lainnya,
informasi merupakan salah satu kebutuhan. Karena Informasi dapat menambah pengetahuan,
membantu suatu Instasi mengambil kesimpulan dan keputusan yang efektif dan efesien. Salah
satu informasi yang penting dari suatu Perusahaan atau Instansi Pemerintah adalah tentang
kepegawaian yang terkait dengan apa saja, termasuk dalam kelengkapan data kepegawaian dan
data dari Instansi tersebut. Mulai dari pangkat, jabatan, cuti, pengajian, pengolahan kinerja dan
segala sesuatu yang berkaitan dengan Instansi tesebut dan lain sebagainya.
Sebagai syarat kelulusan mahasiswa program D3 Manajemen Informatika Politeknik
Unggul LP3M Medan diharuskan mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan harus
menyusun laporan kegiatan PKL yang dinilai sebagai suatu tugas bagi mahasiswa yang
bersangkutan. PKL bertujuan untuk mengenal lebih jauh tentang pengolahan data pada suatu
Instansi atau Perusahaan guna menambah pengetahuan secara Praktek sehingga mahasiswa
memperoleh pengalaman secara langsung.

Melalui praktek kerja lapangan yang dilakukan, mahasisiwa dapat memperoleh


pengalaman praktis di dunia kerja serta dapat melakukan pengkajian terhadap penerapan
keilmuan dan teori yang diperoleh mahasiswa selama proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan, mahasiswa wajib memenuhi segala ketentuan yang
diberlakukan pihak Program Studi dan Instansi sebagai ketentuan dari praktek kerja lapangan.
Diantaranya adalah dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan, mahasiswa harus mengisi jurnal
kegiatan yang telah ditentukan Program Studi sebagai dasar evaluasi pelaksanaan praktek kerja
lapangan.

1.2.Tujuan Praktek Kerja Lapangan

Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah untuk melatih Mahasiswa/i agar dapat
mengetahui sejauh mana kemampuan Mahasiswa/i yang telah diperoleh dibangku perkulihan dan
membandingkanya ke dalam dunia kerja serta melatih kemampuan, disiplin, tanggung jawab
dalam melaksanakan tugas serta memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa agar siap dalam
menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

1.3.Manfaat Praktek Kerja Lapangan

1.3.1. Manfaat Bagi Mahasiswa

a.

Sebagai salah satu syarat menyelesaikan program D-III di Politeknik Unggul LP3M Medan
(PULMED).

b.

Untuk meningkatkan dan memperluas keterampilan yang membentuk kemampuan mahasiswa/i


sebagai bekal untuk memasuki lapangan pekerjaan sesuai dengan program studi yang dipilih.

c.

Agar mahasiwa/i dapat berkomunikasi langsung secara baik dengan pegawai yang ada di
perusahaan sehingga pekerjaan yang diberikan dapat di lakukan dengan baik.

d.

Mahasiswa/i dilatih untuk berdisiplin dengan cara mengikuti segala peraturan yang ada di
perusahaan.

e.

Dapat membandingkan serta menerapkan konsep teori dan praktek yang diperoleh dimasa
perkuliahan.

f.

Memberikan kesempatan kepada mahasiswa/i untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh
dimasa perkuliahan.

g.

Membina sikap disiplin kerja dilingkungan dunia kerja maupun dilingkungan masyarakat.

1.3.2. Manfaat Bagi Lembaga Pendidikan LP3M

a.
b.

Terjalinnya hubungan baik antara Kampus dengan Instansi yang terkait.


Membuka peluang penyaluran tenaga kerja untuk mahasiswa yang berprestasi sesuai dengan

c.

kebutuhan dunia kerja sekarang ini.


Meningkatkan kualitaas SDM ( Sumber Daya Manuasia ) Mahasiswa Khususnya di Bidang D3

d.

Manajemen Informatika Politeknik Unggul LP3M Medan.


Memperbaiki persepsi umum tentang Kampus Politeknik Unggul LP3M Medan khususnya di

e.

bidang D3 Manajemen Informatika.


Guna meningkatkan profesionalisme, memperluas wawasan serta memantapkan pengetahuan
dan keterampilan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menerapkan Ilmu khususnya
di bidang jaringan.

1.3.3. Manfaat Bagi Instansi (Perusahaan)

a.

Perusahaan atau instalasi merasa terbantu karena sebagian tugas-tugas pegawai diberikan kepada
mahasiswa/i yang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

b.

Perusahaan dapat membina kerjasama dengan lembaga pendidikan dan memperkerjakan


mahasiswa/i yang berpotensi dan berprestasi.

c.

Perusahaan mendapatkan masukan dan saran yang dapat berguna yang ada hubungannya dengan
kegiatan rutinitas perusahaan dari mahasiswa/i yang praktek ditempatnya.

d.

Meningkatkan hubungan antara dunia usaha dengan dunia pendidikan.

e.

Membantu dunia pendidikan agar dapat menciptakan mahasiswa/i yang profesional, berkualitas
dan berdisiplin tinggi.

BAB II
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

2.1.

Gambaran Umum Perusahaan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan terletak di Jl.Ngumban


Surbakti No.15 Medan, Dalam melaksanakan operasional kerja BBMKG memiliki Kedudukan
dan tugas masing-masing, Produk Jasa Meteorologi dan Geofisika diantaranya sebagai berikut :
Kedudukan dan Tugas
1.

Organisasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I ditetapkan dengan Keputusan
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Nomor : KEP 005 Tahun 2004 tanggal 5 Oktober
2004.

2.

Kedudukan Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I adalah Unit Pelaksana Teknis di
lingkungan Badan Meteorologi dan Geofisika yang berada di bawah dan bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika.

3.

Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan pengamatan,
pengumpulan dan penyebaran data, pengolahan analisis dan prakiraan serta riset dan kerja sama,
kalibrasi dan pelayanan meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika.

4.

Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I
secara administratif dibina oleh Sekretariat Utama dan secara teknis operasional dibina oleh
masing-masing deputi sesuai dengan bidang tugasnya.

5.

Susunan Organisasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I Medan terdiri dari:
Bagian Tata Usaha, Bidang Observasi, Bidang Data dan Informasi serta Kelompok Jabatan
Fungsional.

6.

Dalam melaksanakan tugas teknis operasional sehari-hari, balai Besar Meteorologi dan
Geofisika Wilayah I yang meliputi Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Propinsi Sumatera
Utara, Propinsi Sumatera Barat, Riau dan Riau Kepulauan
Produk Jasa Meteorologi dan Geofisika

Produk jasa Meteorologi dan Geofisika yang dihasilkan oleh Balai Besar Meteorologi dan
Geofisika Wilayah I, adalah :
1.

Prakiraan cuaca harian untuk kota / kabupaten

2.

Prospek cuaca mingguan

3.

Potensi banjir harian

4.

Prakiraan curah hujan harian untuk

5.

Prakiraan permulaan musim kemarau dan hujan

6.

Analisis dan prakiraan sifat dan curah hujan bulanan

7.

Informasi tingkat kekeringan mingguan untuk daerah

8.

Informasi rata-rata Klimatologi berita gempa bumi

9.

Informasi gempa bumi signifikan / merusak

10. Peta kegempaan / seismisitas


11. Data gempa bumi (sinyal dan parameter)
12. Informasi khusus : magnet bumi, tanda waktu, gravitasi bumi dan kilat
2.1.1

Sejarah Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika


Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada tahun 1841

diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh Dr. Onnen, Kepala Rumah
Sakit di Bogor. Tahun demi tahun kegiatannya berkembang sesuai dengan semakin
diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika. Pada tahun 1866, kegiatan
pengamatan perorangan tersebut oleh Pemerintah Hindia Belanda diresmikan menjadi instansi
pemerintah dengan nama Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Observatorium
Magnetik dan Meteorologi dipimpin oleh Dr. Bergsma.

Pada tahun 1879 dibangun jaringan penakar hujan sebanyak 74 stasiun pengamatan di
Jawa. Pada tahun 1902 pengamatan medan magnet bumi dipindahkan dari Jakarta ke Bogor.
Pengamatan gempa bumi dimulai pada tahun 1908 dengan pemasangan komponen horisontal
seismograf Wiechert di Jakarta, sedangkan pemasangan komponen vertikal dilaksanakan pada
tahun 1928. Pada tahun 1912 dilakukan reorganisasi pengamatan meteorologi dengan menambah
jaringan sekunder. Sedangkan jasa meteorologi mulai digunakan untuk penerangan pada tahun
1930.
Pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 sampai dengan 1945, nama instansi
meteorologi dan geofisika diganti menjadi Kisho Kauso Kusho. Setelah proklamasi kemerdekaan
Indonesia pada tahun 1945, instansi tersebut dipecah menjadi dua: Di Yogyakarta dibentuk Biro
Meteorologi yang berada di lingkungan Markas Tertinggi Tentara Rakyat Indonesia khusus untuk
melayani kepentingan Angkatan Udara, di Jakarta dibentuk Jawatan Meteorologi dan Geofisika,
dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga Pada tanggal 21 Juli 1947 Jawatan
Meteorologi dan Geofisika diambil alih oleh Pemerintah Belanda dan namanya diganti menjadi
Meteorologisch en Geofisiche Dienst.
Sementara itu, ada juga Jawatan Meteorologi dan Geofisika yang dipertahankan oleh
Pemerintah Republik Indonesia, kedudukan instansi tersebut di Jl. Gondangdia, Jakarta. Pada
tahun 1949, setelah penyerahan kedaulatan negara Republik Indonesia dari Belanda,
Meteorologisch en Geofisiche Dienst diubah menjadi jawatan Meteorologi dan Geofisika
dibawah Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Selanjutnya, pada tahun 1950
Indonesia secara resmi masuk sebagai anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World
Meteorological Organization atau WMO) dan Kepala Jawatan Meteorologi dan Geofisika
menjadi Permanent Representative of Indonesia with WMO.

Pada tahun 1955 Jawatan Meteorologi dan Geofisika diubah namanya menjadi Lembaga
Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1960 namanya
dikembalikan menjadi Jawatan Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan
Udara. Pada tahun 1965, namanya diubah menjadi Direktorat Meteorologi dan Geofisika,
kedudukannya tetap di bawah Departemen Perhubungan Udara. Pada tahun 1972, Direktorat
Meteorologi dan Geofisika diganti namanya menjadi Pusat Meteorologi dan Geofisika, suatu
instansi setingkat eselon II di bawah Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1980 statusnya
dinaikkan menjadi suatu instansi setingkat eselon I dengan nama Badan Meteorologi dan
Geofisika, tetap berada di bawah Departemen Perhubungan. Terakhir pada tahun 2002, dengan
keputusan Presiden RI Nomor 46 dan 48 tahun 2002, struktur organisasinya diubah menjadi
Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) dengan nama tetap Badan Meteorologi dan
Geofisika.

2.1.2. Profil Balai Besar Meteorologi , Klimatologi dan Geofisika (BBMKG)

Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika disingkat dengan BMKG, sebelumya


bernama Badan Meteorologi dan Geofisika disingkat dengan BMG adalah Lembaga
Pemerintahan Non Kementrian di Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang meteorology, klimatologi, dan geofisika.

Tugas, fungsi dan kewenangan


BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintahan Non Kementrian (LPNK),
dipimpin oleh seorang Kepala Badan. BMKG mempunyai tugas melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan

ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana


dimaksud diatas, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyelanggarakan fungsi :
1.

Perumusan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika.

2.

Perumusan kebijakan teknis di bidang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

3.

Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang Meteorologi, Klimatologi dan


Geofisika.

4.

Pelaksanaan, pembinaan dan pengendalian observasi, dan pengolahan data dan informasi di
bidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

5.

Pelayanan data dan informasi di bidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

6.

Penyampaian informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan
perubahaan iklim.

7.

Pelaksanaan penelitian, pengkajian, dan pengembangan di bidang Meteorologi, Klimatologi,


dan Geofisika.

8.

Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang Meteorologi, Klimatologi dan


Geofisika.

9.

Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BMKG.

10. Pengelolaan barang milik/kekayaan Negara yang menjadi tanggung

jawab BMKG.

11. Pelaksanaan kerja sama Internasional di bidang Meteorologi,

Klimatologi dan

Geofisika.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) dipimpin oleh seorang
Kepala berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

BMKG memiliki 4 deputi sebagai berikut :


a. Deputi Bidang Meteorologi.
b. Deputi Bidang Klimatologi.
c. Deputi Bidang Geofisika.
d.

Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) memiliki 5 Balai


Besar :
a. Balai Besar Wilayah I Medan.
b. Balai Besar Wilayah II Ciputat.
c. Balai Besar Wilayah III Denpasar.
d. Balai Besar Wilayah IV Makassar.
e. Balai Besar Wilayah V Jayapura.

2.1.3. Struktur Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan (BBMKG)

Gambar 2.1. Struktur Organisasi BBMKG Wilayah 1 Medan


Sumber Kepegawaian

2.1.4. Job Description

Dalam menyelenggarakan tugasnya, Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I


melakukan kegiatan umum sebagai berikut :
1.

Koordinasi pengamatan, pengumpulan dan penyebaran data, pengolahan, analisis dan prakiraan
serta riset dan kerja sama di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika.

2.

Penyusunan rencana dan program kegiatan balai besar.

3.

Pelaksanaan riset dan kerjasama, serta pengamatan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas
udara dan geofisika.

4.

Pengumpulan, pengolahan, analisis dan prakiraan wilayah serta penyebaran data dan informasi
di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika.

5.

Pemasangan, perawatan, kalibrasi dan perbaikan peralatan meteorologi, klimatologi, kualitas


udara dan geofisika serta komunikasi stasiun-stasiun di wilayahnya.

6.

Evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan balai.

7.

Pelaksanaan urusan administrasi dan kerumahtanggaan balai.

8.

Pelaksanaan tugas dan kegiatan umum tersebut diimplementasikan melalui penyediaan jasa
guna mendukung keselamatan penerbangan dan pelayaran, penanggulangan bencana alam,
pengendalian pencemaran udara, pembangunan pertanian dan pengadaan pangan, dan lain-lain.
2.1.5. Visi dan Misi Balai Besar Meteorlogi,Klimatologi, dan Geofisika

Visi BBMKG

Mewujudkan BMKG yang handal, tanggap dan mampu dalam rangka mendukung
keselamatan masyarakat serta keberhasilan pembangunan nasional, dan berperan aktif di tingkat
Internasional.

Terminology di dalam visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:


a.

Pelayanan informasi Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara, dan Geofisika yang handal ialah
pelayanan BMKG terhadap penyajian data, informasi pelayanan jasa Meteorologi, Klimatologi,
kualitas udara, dan Geofisika yang akurat, tepat sasaran, tepat guna, cepat, lengkap dan dapat
dipertanggung jawabkan.

b.

Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan merumuskan kebutuhan
stakeholder akan data, informasi, dan jasa Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara, dan
Geofisika serta mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa.

c.

Mendukung keselamatan dan keberhasilan pembangunan nasional dimaksudkan bahwa data,


informasi, dan jasa yang di berikan oleh BMKG dapat di informasikan dan dapat dimanfaatkan
oleh berbagai sector pengguna jasa dan dapat meminimalkan kerugian akibat bencana ataupun
kegagalan pembangunan secara nasional.

d.

Berperan aktif di tingkat internasional dimaksudkan bahwa BMKG sebagai wakil Pemerintah
Republik Indonesia wajib membawa nama Bangsa dan Negara di kancah internasional dalam
bidang Meteorlogi , Klimatologi, kualitas udara, dan Geofisika.
Untuk mencapai visi tersebut BMKG sebagai institusi pemerintah di bawah Presiden
perlu mendapatkan dukungan dari institusi yang saling terkait yang berdiri dari pemerintahan,
BUMN/BUMD, dan swasta serta masyarakat pengguna (Stakeholder).

Misi BBMKG

Ada beberapa langkah-langkah BBMKG untuk mewujudkan Misi yang telah ditetapkan
yaitu:
a.

Mengamati dan informasi fenomena Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan Geofisika.

b.

Meyediakan data, informasi dan jasa Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan Geofisika
yang handal dan terpercaya.

c.

Mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan di bidang Meteorologi, Klimatologi, kualitas


udara dan Geofisika.

d.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional di Bidang Meteorologi, Klimatologi, kualitas


udara dan Geofisika.

Secara lebih rinci, maksud dari pernyataan misi diatas adalah sebagai berikut:
a.

Mengamati dan memahami fenomena Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan Geofisika
artinya BMKG melaksanakan operasional pengamatan dan pengumpulan data secara teratur,
lengkap dan akurat guna dipakai untuk mengenali dan memahami karakteristik unsur-unsur
Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara, dan Geofisika guna membuat prakiraan dan informasi
yang akurat.

b.

Meyediakan data, informasi dan jasa Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan Geofisika
kepada para pengguna sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka dengan tingkat akurasi
tinggi dan tepat waktu.

c.

Mengkoordinasi dan memfasilitas kegiatan sesuai dengan kewenangan BMKG, maka BMKG
wajib mengawasi pelaksanaan operasional, memberi pedoman teknis, serta berwenang untuk

mengkalibrasi peralatan Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan geofisika sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
d.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional artinya BMKG dalam melaksanakan kegiatan
secara operasional selalu mengacu pada ketentuan internasional mengingat bahwa fenomena
meterologi, klimatologi, kualitas udara dan Geofisika tidak terbatas dan tidak terkait pada batas
wilayah suatu Negara manapun.

BAB II
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

2.1.

Gambaran Umum Perusahaan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan terletak di Jl.Ngumban


Surbakti No.15 Medan, Dalam melaksanakan operasional kerja BBMKG memiliki Kedudukan
dan tugas masing-masing, Produk Jasa Meteorologi dan Geofisika diantaranya sebagai berikut :
Kedudukan dan Tugas
1.

Organisasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I ditetapkan dengan Keputusan
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Nomor : KEP 005 Tahun 2004 tanggal 5 Oktober
2004.

2.

Kedudukan Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I adalah Unit Pelaksana Teknis di
lingkungan Badan Meteorologi dan Geofisika yang berada di bawah dan bertanggung jawab
langsung kepada Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika.

3.

Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan pengamatan,
pengumpulan dan penyebaran data, pengolahan analisis dan prakiraan serta riset dan kerja sama,
kalibrasi dan pelayanan meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika.

4.

Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I
secara administratif dibina oleh Sekretariat Utama dan secara teknis operasional dibina oleh
masing-masing deputi sesuai dengan bidang tugasnya.

5.

Susunan Organisasi Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I Medan terdiri dari:
Bagian Tata Usaha, Bidang Observasi, Bidang Data dan Informasi serta Kelompok Jabatan
Fungsional.

6.

Dalam melaksanakan tugas teknis operasional sehari-hari, balai Besar Meteorologi dan
Geofisika Wilayah I yang meliputi Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Propinsi Sumatera
Utara, Propinsi Sumatera Barat, Riau dan Riau Kepulauan
Produk Jasa Meteorologi dan Geofisika
Produk jasa Meteorologi dan Geofisika yang dihasilkan oleh Balai Besar Meteorologi dan
Geofisika Wilayah I, adalah :
1.

Prakiraan cuaca harian untuk kota / kabupaten

2.

Prospek cuaca mingguan

3.

Potensi banjir harian

4.

Prakiraan curah hujan harian untuk

5.

Prakiraan permulaan musim kemarau dan hujan

6.

Analisis dan prakiraan sifat dan curah hujan bulanan

7.

Informasi tingkat kekeringan mingguan untuk daerah

8.

Informasi rata-rata Klimatologi berita gempa bumi

9.

Informasi gempa bumi signifikan / merusak

10. Peta kegempaan / seismisitas


11. Data gempa bumi (sinyal dan parameter)
12. Informasi khusus : magnet bumi, tanda waktu, gravitasi bumi dan kilat

2.1.1

Sejarah Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada tahun 1841
diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh Dr. Onnen, Kepala Rumah
Sakit di Bogor. Tahun demi tahun kegiatannya berkembang sesuai dengan semakin
diperlukannya data hasil pengamatan cuaca dan geofisika. Pada tahun 1866, kegiatan
pengamatan perorangan tersebut oleh Pemerintah Hindia Belanda diresmikan menjadi instansi
pemerintah dengan nama Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Observatorium
Magnetik dan Meteorologi dipimpin oleh Dr. Bergsma.
Pada tahun 1879 dibangun jaringan penakar hujan sebanyak 74 stasiun pengamatan di
Jawa. Pada tahun 1902 pengamatan medan magnet bumi dipindahkan dari Jakarta ke Bogor.
Pengamatan gempa bumi dimulai pada tahun 1908 dengan pemasangan komponen horisontal
seismograf Wiechert di Jakarta, sedangkan pemasangan komponen vertikal dilaksanakan pada
tahun 1928. Pada tahun 1912 dilakukan reorganisasi pengamatan meteorologi dengan menambah

jaringan sekunder. Sedangkan jasa meteorologi mulai digunakan untuk penerangan pada tahun
1930.
Pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 sampai dengan 1945, nama instansi
meteorologi dan geofisika diganti menjadi Kisho Kauso Kusho. Setelah proklamasi kemerdekaan
Indonesia pada tahun 1945, instansi tersebut dipecah menjadi dua: Di Yogyakarta dibentuk Biro
Meteorologi yang berada di lingkungan Markas Tertinggi Tentara Rakyat Indonesia khusus untuk
melayani kepentingan Angkatan Udara, di Jakarta dibentuk Jawatan Meteorologi dan Geofisika,
dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga Pada tanggal 21 Juli 1947 Jawatan
Meteorologi dan Geofisika diambil alih oleh Pemerintah Belanda dan namanya diganti menjadi
Meteorologisch en Geofisiche Dienst.
Sementara itu, ada juga Jawatan Meteorologi dan Geofisika yang dipertahankan oleh
Pemerintah Republik Indonesia, kedudukan instansi tersebut di Jl. Gondangdia, Jakarta. Pada
tahun 1949, setelah penyerahan kedaulatan negara Republik Indonesia dari Belanda,
Meteorologisch en Geofisiche Dienst diubah menjadi jawatan Meteorologi dan Geofisika
dibawah Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Selanjutnya, pada tahun 1950
Indonesia secara resmi masuk sebagai anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World
Meteorological Organization atau WMO) dan Kepala Jawatan Meteorologi dan Geofisika
menjadi Permanent Representative of Indonesia with WMO.
Pada tahun 1955 Jawatan Meteorologi dan Geofisika diubah namanya menjadi Lembaga
Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1960 namanya
dikembalikan menjadi Jawatan Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan
Udara. Pada tahun 1965, namanya diubah menjadi Direktorat Meteorologi dan Geofisika,
kedudukannya tetap di bawah Departemen Perhubungan Udara. Pada tahun 1972, Direktorat

Meteorologi dan Geofisika diganti namanya menjadi Pusat Meteorologi dan Geofisika, suatu
instansi setingkat eselon II di bawah Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1980 statusnya
dinaikkan menjadi suatu instansi setingkat eselon I dengan nama Badan Meteorologi dan
Geofisika, tetap berada di bawah Departemen Perhubungan. Terakhir pada tahun 2002, dengan
keputusan Presiden RI Nomor 46 dan 48 tahun 2002, struktur organisasinya diubah menjadi
Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) dengan nama tetap Badan Meteorologi dan
Geofisika.

2.1.2. Profil Balai Besar Meteorologi , Klimatologi dan Geofisika (BBMKG)

Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika disingkat dengan BMKG, sebelumya


bernama Badan Meteorologi dan Geofisika disingkat dengan BMG adalah Lembaga
Pemerintahan Non Kementrian di Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang meteorology, klimatologi, dan geofisika.

Tugas, fungsi dan kewenangan


BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintahan Non Kementrian (LPNK),
dipimpin oleh seorang Kepala Badan. BMKG mempunyai tugas melaksanakan tugas
pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana
dimaksud diatas, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyelanggarakan fungsi :
1.

Perumusan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika.

2.

Perumusan kebijakan teknis di bidang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

3.

Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang Meteorologi, Klimatologi dan


Geofisika.

4.

Pelaksanaan, pembinaan dan pengendalian observasi, dan pengolahan data dan informasi di
bidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

5.

Pelayanan data dan informasi di bidang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

6.

Penyampaian informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan
perubahaan iklim.

7.

Pelaksanaan penelitian, pengkajian, dan pengembangan di bidang Meteorologi, Klimatologi,


dan Geofisika.

8.

Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang Meteorologi, Klimatologi dan


Geofisika.

9.

Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BMKG.

10. Pengelolaan barang milik/kekayaan Negara yang menjadi tanggung

jawab BMKG.

11. Pelaksanaan kerja sama Internasional di bidang Meteorologi,

Klimatologi dan

Geofisika.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) dipimpin oleh seorang
Kepala berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
BMKG memiliki 4 deputi sebagai berikut :
a. Deputi Bidang Meteorologi.
b. Deputi Bidang Klimatologi.
c. Deputi Bidang Geofisika.
d.

Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) memiliki 5 Balai


Besar :
a. Balai Besar Wilayah I Medan.
b. Balai Besar Wilayah II Ciputat.
c. Balai Besar Wilayah III Denpasar.
d. Balai Besar Wilayah IV Makassar.
e. Balai Besar Wilayah V Jayapura.

2.1.3. Struktur Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan (BBMKG)

KEPALA BBMKG WILAYAH 1

SUB.BAG
KEUANGAN DAN
PERLENGKAPAN

Gambar 2.1. Struktur Organisasi BBMKG Wilayah 1 Medan


Sumber Kepegawaian

2.1.4. Job Description

Dalam menyelenggarakan tugasnya, Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I


melakukan kegiatan umum sebagai berikut :
1.

Koordinasi pengamatan, pengumpulan dan penyebaran data, pengolahan, analisis dan prakiraan
serta riset dan kerja sama di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika.

2.

Penyusunan rencana dan program kegiatan balai besar.

3.

Pelaksanaan riset dan kerjasama, serta pengamatan di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas
udara dan geofisika.

4.

Pengumpulan, pengolahan, analisis dan prakiraan wilayah serta penyebaran data dan informasi
di bidang meteorologi, klimatologi, kualitas udara dan geofisika.

5.

Pemasangan, perawatan, kalibrasi dan perbaikan peralatan meteorologi, klimatologi, kualitas


udara dan geofisika serta komunikasi stasiun-stasiun di wilayahnya.

6.

Evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan balai.

7.

Pelaksanaan urusan administrasi dan kerumahtanggaan balai.

8.

Pelaksanaan tugas dan kegiatan umum tersebut diimplementasikan melalui penyediaan jasa
guna mendukung keselamatan penerbangan dan pelayaran, penanggulangan bencana alam,
pengendalian pencemaran udara, pembangunan pertanian dan pengadaan pangan, dan lain-lain.
2.1.5. Visi dan Misi Balai Besar Meteorlogi,Klimatologi, dan Geofisika

Visi BBMKG

Mewujudkan BMKG yang handal, tanggap dan mampu dalam rangka mendukung
keselamatan masyarakat serta keberhasilan pembangunan nasional, dan berperan aktif di tingkat
Internasional.

Terminology di dalam visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:


a.

Pelayanan informasi Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara, dan Geofisika yang handal ialah
pelayanan BMKG terhadap penyajian data, informasi pelayanan jasa Meteorologi, Klimatologi,
kualitas udara, dan Geofisika yang akurat, tepat sasaran, tepat guna, cepat, lengkap dan dapat
dipertanggung jawabkan.

b.

Tanggap dan mampu dimaksudkan BMKG dapat menangkap dan merumuskan kebutuhan
stakeholder akan data, informasi, dan jasa Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara, dan
Geofisika serta mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa.

c.

Mendukung keselamatan dan keberhasilan pembangunan nasional dimaksudkan bahwa data,


informasi, dan jasa yang di berikan oleh BMKG dapat di informasikan dan dapat dimanfaatkan
oleh berbagai sector pengguna jasa dan dapat meminimalkan kerugian akibat bencana ataupun
kegagalan pembangunan secara nasional.

d.

Berperan aktif di tingkat internasional dimaksudkan bahwa BMKG sebagai wakil Pemerintah
Republik Indonesia wajib membawa nama Bangsa dan Negara di kancah internasional dalam
bidang Meteorlogi , Klimatologi, kualitas udara, dan Geofisika.
Untuk mencapai visi tersebut BMKG sebagai institusi pemerintah di bawah Presiden
perlu mendapatkan dukungan dari institusi yang saling terkait yang berdiri dari pemerintahan,
BUMN/BUMD, dan swasta serta masyarakat pengguna (Stakeholder).

Misi BBMKG

Ada beberapa langkah-langkah BBMKG untuk mewujudkan Misi yang telah ditetapkan
yaitu:
a.

Mengamati dan informasi fenomena Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan Geofisika.

b.

Meyediakan data, informasi dan jasa Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan Geofisika
yang handal dan terpercaya.

c.

Mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan di bidang Meteorologi, Klimatologi, kualitas


udara dan Geofisika.

d.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional di Bidang Meteorologi, Klimatologi, kualitas


udara dan Geofisika.

Secara lebih rinci, maksud dari pernyataan misi diatas adalah sebagai berikut:
a.

Mengamati dan memahami fenomena Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan Geofisika
artinya BMKG melaksanakan operasional pengamatan dan pengumpulan data secara teratur,
lengkap dan akurat guna dipakai untuk mengenali dan memahami karakteristik unsur-unsur
Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara, dan Geofisika guna membuat prakiraan dan informasi
yang akurat.

b.

Meyediakan data, informasi dan jasa Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan Geofisika
kepada para pengguna sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka dengan tingkat akurasi
tinggi dan tepat waktu.

c.

Mengkoordinasi dan memfasilitas kegiatan sesuai dengan kewenangan BMKG, maka BMKG
wajib mengawasi pelaksanaan operasional, memberi pedoman teknis, serta berwenang untuk

mengkalibrasi peralatan Meteorologi, Klimatologi, kualitas udara dan geofisika sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
d.

Berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional artinya BMKG dalam melaksanakan kegiatan
secara operasional selalu mengacu pada ketentuan internasional mengingat bahwa fenomena
meterologi, klimatologi, kualitas udara dan Geofisika tidak terbatas dan tidak terkait pada batas
wilayah suatu Negara manapun.

2.1.6. Arti Logo Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika

Gambar 2.5.1. Logo BMKG


Sumber : BMKG Wilayah I Medan

Keterangan:
a. Bentuk Logo BMKG
Logo Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika berbentuk lingkaran dengan warna dasar
biru, putih, dan hijau, di tengah-tengah warna putih terdapat satu garis berwarna abu-abu
dibawah logo yang berbentuk lingkaran terdapat tulisan BMKG.
b. Makna dari Logo BMKG
Menggambarkan bahwa BMKG berupaya semaksimal mungkin dapat menyediakan dan
memberikan informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dengan mangaplikasikan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini dan dapat berkembang secara dinamis
sesuai kemajuan zaman. Dalam menjalankan fungsinya, BMKG berupaya memberikan yang
terbaik dan penuh keikhlasan berdasarkan pancasila untuk bangsa dan tanah air Indonesia yang
subur terletak di garis kathulistiwa.
c. Arti Logo BMKG
1.

Bentuk lingkaran melambangkan BMKG sebagai Institusi yang dinamis.

2.

5(lima) garis di bagian atas melambangkan dasar Negara RI yaitu Pancasila.

3.

9(sembilan) garis di bagian bawah merupakan angka tertinggi yang melambangkan hasil
maksimal yang diharapkan.

4.

Gumpalan awan putih melambangkan Meteorologi.

5.

Bidang warna biru bergaris melambangkan Klimatologi.

6.

Bidang warna hijau bergaris patah melambangkan Geofisika.

7.

1(satu) garis melintang di tengah melambangkan garis Kathulistiwa.

d. Arti Warna Logo BMKG


a.

Warna biru diartikan keagungan/ketaqwaan,

b.

Warna putih diartikan keikhlasan/suci,

c.

Warna hijau diartikan kesuburan,

d.

Warna abu-abu diartikan bebas/tidak ada batas administrasi.

2.2.

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

2.2.1. Kegiatan PKL Minggu Pertama

1.

Senin, 14 November 2011


Mengentri data buku synop tiap-tiap jam dari Tanjung Pinang bulan Desember 2011
menggunakan Miscrosoft Excel
Breefing

2.

Selasa, 15 November 2011


Mengentri data buku synop tiap-tiap jam dari Tanjung Pinang bulan Desember 2011
menggunakan Miscrosoft Excel
Breefing

3.

Rabu, 16 November 2011


Izin sakit

4.

Kamis, 17 November 2011


Mengentri data buku synop tiap-tiap jam dariTanjung Pinang bulan Desember 2011
menggunakan Miscrosoft Excel
Breefing mengenai database yang menggunakan PHP Triad dan Command Prompt

5.

Jumat, 18 November 2011


Mengentri data buku synop tiap-tiap jam dari Tanjung Pinang bulan Desember 2011
menggunakan Miscrosoft Excel
Breefing mengenai database yang menggunakan PHP Triad dan Command Prompt

2.2.2. Kegiatan Minggu Kedua Senin

1.

Senin, 21 November 2011


Izin sakit

2.

Selasa, 22 November 2011


Menginput data menggunakan Microsoft Excel
Breefing mengenai database yang menggunakan PHP Triad dan Command Prompt

3.

Rabu, 23 November 2011


Pengarahan mengenai BMKG oleh pak Natal Ginting
Breefing mengenai database yang menggunakan PHP Triad dan Command Prompt

4.

Kamis, 24 November 2011


Menghitung kenaikan penjualan 20% dan penurunan penjualan 90%
Breefing mengenai database yang menggunakan PHP Triad dan Command Prompt

5.

Jumat, 25 November 2011


Senam pagi bersama
mengentri data buku synop tiap-tiap jam dari Tanjung Pinang bulan Desember 2011
menggunakan Microsoft Exel
Breefing mengenai database yang menggunakan PHP Triad dan Command Prompt

2.2.3. Kegiatan Minggu Ketiga

1.

Senin, 28 November 2011


Pengarahan mengenai BMKG oleh Pak Rully
Mengecek surat masuk di Bidang Observasi

2.

Selasa, 29 November 2011


BINTAL
Kunjungan ke ruang Radar dan pengarahan mengenai alat alat yang ada di ruang Radar oleh
pak Rianto Kaban
Breefing mengenai database yang menggunakan PHP Triad dan Command Prompt

3.

Rabu, 30 November 2011


Mengecek surat masuk di Bidang Observasi
Membuat surat keluar

4.

Kamis, 01 Desember 2011


Kunjungan ke Taman Alat , dan pengarahan mengenai alat alat yang ada di Taman Alat oleh
Pak Benget Sinaga
Breefing mengenai database yang menggunakan PHP Triad dan Command Prompt

5.

Jumat, 02 Desember 2011


Senam pagi bersama
mengentri data Synop

2.2.4. Kegiatan Minggu Keempat

1.

Senin,05 Desember 2011


Mengambil Sempel Air Hujan
Mengirim Data Synop ke Bidang 2
Menginput Data Gempa Parapat Magnitude 4.0 SR

2.

Selasa, 06 Desember 2011


Menginput Data Gempa Banda Aceh Magnitude 4.0 SR
Mengecek Email masuk Bidang Observasi

3.

Rabu, 07 Desember 2011


Foto copy Daftar Temuan Pemeriksaan Buku Synop Me.48 dan Me.45 serta langkah
perbaikannya dan menempelkannya pada masing masing Stasiun
Menginput Data Gempa Banda Aceh Magnitude 4.0 SR

4.

Kamis, 08 Desember 2011


Menginput Data Gempa Banda Aceh Magnitude 4.0 SR
Menginput Data Pibal
Mengecek Emai masuk bidang Observasi

5.

Jumat, 09 Desember 2011


Senam pagi bersama
Menginput Data Gempa

2.2.5. Kegiatan Minggu Kelima

1.

Senin, 12 Desember 2011


Mengecek barang masuk dan membuat laporan dari barang yang masuk tersebut
Membuat laporan bulann Monitoring Data Gempa bulan Oktober
Breefing mengenai database yang menggunakan PHP Triad dan Command Prompt

2.

Selasa,13 Desember 2011


Mengecek Email masuk bidang Observasi
Menginput Data Bulanan Aerologi
Mengerjakan Laporan Persentase 2011
Menginput Data Gempa Gunung Sitoli

3.

Rabu, 14 Desember 2011


Menginput Data Gempa Gunung Sitoli

Menginput Data Persentase 2011


Mengecek Email masuk bidang Observasi
4.

Kamis, 15 Desember 2011


Mengecek Email masuk bidang Observasi
Print Data Klimatologi Bulan Februari Aek Godang
menginput Data Gempa Gunung Sitoli

5.

Jumat, 16 Desember 2011


Jalan Pagi Bersama menuju Pengadilan Tinggi Militer
Menginput Data Gempa Gunung Sitoli

2.2.6. Kegiatan Minggu Keenam

1.

Senin, 19 Desember 2011


Izin

2.

Selasa, 20 Desember 2011


Mengecek Email masuk bidang Observasi
Mengimput Data Gempa Gunung Sitoli Magnitude 4.0 SR
Menginput Data Pibal

3.

Rabu, 21 Desember 2011


Menginput Data Persentase 2011
Mengecek Email masuk bidang Observasi
Menginput Data Gempa Gunung Sitoli Magnitude 4.0 SR

4.

Kamis, 22 Desember 2011


Membuat Absensi anggota Pulbar Bulan Januari 2012

5.

Jumat, 23 Desember 2011


Senam pagi bersama di BASARNAS
Meginput Data Gempa Gunung Sitoli

2.2.7. Kegiatan Minggu Ketujuh

1.

Senin, 26 Desember 2011


Cuti bersama

2.

Selasa, 27 Desember 2011


Mengecek Email masuk bidang Obsevasi
Menginput Data Gempa Padang Panjang Magnitude 4.0 SR

3.

Rabu, 28 Desember 2011


Menginput Data Gempa Padang Panjang Magnitude 4.0 SR
Mengimput Data Pibal dan Aerologi

4.

Kamis, 29 Desember 2011


Print Absensi Anggota Pulbar bulan Januri 2012
Mengecek Email masuk Bidang Observasi
Mengimput Data Aerologi

5.

Jumat, 30 Desember 2011


Senam pagi Bersama

Membuat Alamat Surat


Membuat Surat Keluar

2.2.8. Kegiatan Minggu Kedelapan

1.

Senin, 02 Januari 2012


Membuat Laporan Bulanan Data Aerologi Lhouksuemawe Bulan Desember
Membuat Laporan Bulanan Data Monitoring Bulan Desember
Membuat Laporan Bulanan Penerimaan Synop Bulan Desember

2.

Selasa, 03 Januari 2012


Membuat Laporan Persentase Penerimaan Synop Bulan Desember
Membuat Laporan Persentase Data WXREV Bulan Desember
Membuat Laporan Persentase Data Cuaca Harian Bulan Desember
Membuat Laporan Persentase Data Rason Bulan Desember
Membuat Laporan Persentase Data Aerologi Bulan Desember

3.

Rabu, 04 januari 2012


Membuat Laporan Bulanan Rasond
Mengecek Email masuk Bidang Obsevasi

4.

Kamis, 05 Januari 2012


Mengecek Email masuk Bidang Observasi
Mengimput Data Bulanan Pibal

5.

Jumat, 06 Januari 2012


Senam pagi bersama

2.2.9. Kegiatan Minggu Kesembilan

1.

Senin, 09 Januari 2012


Membuat Jumlah Daftar Hadir Pulbar
Mengecek Email masuk Bidang Observasi
Membuat ekpedisi Synop ke Bidang 2

2.

Selasa, 10 januari 2012


Mengimput Laporan Bulanan
Mengecek Email masuk Bidang Observasi

3.

Rabu, 11 Januri 2012


Mengecek Email masuk Bidang Observasi
Mengimput Laporan Bulanan Aerologi
Mengimput Data Gempa Banda Aceh Bulan September November

4.

Kamis, 12 Januari 2012


Mengimput Data Gempa Parapat Bulan Desember
Mengecek Email masuk Bidang Observasi
Mengimput Data Aerologi Polonia Bulan Desember

5.

Jumat, 13 Januari 2012


Senam Pagi Bersama
Mengimput Data Monitoring Gempa Banda Aceh Bulan Desember 2011

2.3.Hambatan-hambatan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan


2.3.1. Hambatan Sebelum Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan

Selama melaksanakan Lapangan penulis sulit untuk mencari tempat berlangsungnya


Praktek Kerja Lapangan . Penulis mencari dari satu tempat ketempat lainnya, akhirnya penulis
mendapatkan untuk melaksanakan PKL di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
(BBMKG) Wilayah I Medan di Jln.Ngumban Surbakti No.15 Medan

2.3.2. Hambatan Selama Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan

selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, ada beberapa hambatan yang dihadapi
oleh penulis, yaitu:
1.

Pada awal melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, penulis merasa agak canggung dan grogi
karena baru pertama kalinya penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.

2.

Penulis kurang beradaptasi dengan lingkungan kerja selama Praktek Kerja Lapangan
berlangsung.

3.

Terjadi kesalahan pada saat mengentri data synop dalam pengolahan berkas-berkas cuaca dan
iklim karena ketidaktelitian penulis.

4.

Penulis tidak mengetahui betul cara mengirim dan mengambil cuaca harian melalui CMSS.

5.

Penulis tidak bisa membedakan mana arah kecepatan angin, ketinggianya dan sebagainya dalam
mengambil data melalui CMSS, karena semua data yang ada di CMSS berupa angka dan untuk
mengambil data kita harus mengetahui semua nomor ID dari setiap stasiun.

6.

Pada saat penulis diberikan tugas untuk mengerjakan laporan bulanan, penulis binggung karena
dalam mengerjakan laporan bulanan semua nama stasiun disingkat dan ada yang hanya
berdasarkan nomor ID dari masing-masing stasiun.

BAB III
PENUTUP

Pada bab ini, penulis akan menarik kesimpulan dan memberikan saran dari pembahasanpembahasan yang telah penulis uraikan atau pun yang tidak diuraikan pada bab-bab sebelumnya.
Setelah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Politeknik Unggul LP3M Medan.

3.1.

Kesimpulan

Program Praktek Kerja Lapangan merupakan program yang wajib diikuti oleh
mahasiwa/I Diploma III Politeknik Unggul LP3M Medan, karena mata kuliah ini merupakan
bagian dari keseluruhan kurikulum yang berlaku dan memiliki peran penting dalam
pembentukan sikap dan mental lulusannya dengan orientasi di bidang masing-masing.
Dengan telah selesainya penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di
Politeknik Unggul LP3M , yang berlangsung sejak tanggal 14 November 2011 s/d 13 Januari
2012, semoga dapat menjadi pembelajaran bagi penulis dalam dunia kerja kelak. Adapun
kesimpulan dari penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini adalah:
1.

Politeknik Unggul LP3M adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi yang berorientasi kepada
sistem pendidikan profesional yang menekankan pada pembentukan keahlian dan kopetensi
dalam menangani pekerjaan-pekerjaan di bidang tertentu untuk menghasilkan tenaga kerja
terdidik yang siap pakai pada bidangnya.

2.

Praktek Kerja Lapangan (PKL) dapat meningkatkan rasa tanggung jawab mahasiswa-mahasiswi
terhadap tugas-tugas yang diberikan karena mahasiswa-mahasiswi harus menjaga kepercayaan
yang diberikan oleh pihak perusahaan dalam melaksanakan suatu pekerjaan, serta mahasiswamahasiswi dapat mengevaluasi kemampuan menghadapi dunia usaha.

3.

Praktek Kerja Lapangan (PKL) sangat berguna untuk mendidik mahasiswa-mahasiswi menjadi
tenaga kerja yang terampil dan handal karena di dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL)
mahasiswa-mahasiswi menghadapi permasalahan secara langsung dan nyata.

3.2.

Saran

Politeknik Unggul LP3M Medan adalah suatu lembaga pendidikan tinggi yang
menekankan kepada pendidikan professional untuk pembentukan kompetisi dalam mengenai
pekerjaan-pekerjaan praktek yang diakui dalam mendidik mahasiswa-mahasiswi yang siap pakai.
Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan saran atau bahan masukan yang
sedikit banyaknya akan bermanfaat bagi masa depan serta kemajuan Politeknik Unggul LP3M
nantinya. Adapun saran-saran yang ingin penulis berikan adalah:
a.

Bagi Pihak Unggul LP3M Medan


Diharapkan kepada pihak Politeknik Unggul LP3M supaya menjalin kerjasama antara
pihak perusahaan/Intansi/Lembaga pendidikan tempat mahasiswa melakukan kegiatan praktek
kerja lapangan.
Dapat mempromosikan keberadaan Politeknik Unggul LP3M Medan di tengah-tengah
dunia kerja khususnya Instansi BBMG Wilayah I Medan, sehingga dapat mengantisipasi
kebutuhan dunia kerja akan tenaga kerja yang profesional dan kompeten di bidang masingmasing.

b. Bagi Pihak Kantor BMKG Wilayah I Medan

ebagai salah satu Instansi Pemerintahan yang berbasis pada


Pelayanan kepada masyarakat hendaknya para petugas memberikan layanan yang terbaik kepada
masyarakat.
2. Meningkatkan kedisiplinan dan tata tertib yang telah ditentukan
oleh BMKG Wilayah I Medan dan juga saling bekerja sama dalam melaksanakan tugas yang
diberikan oleh atasan agar meningkatkan kinerja yang lebih baik dan professional.
c.

Bagi Mahasiswa/i

1. Memotivasi mahasiswa/i untuk beraktifitas dalam melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien.

2.

Untuk menciptakan dan menumbuh kembangkan rasa tanggung jawab dan profesionalisme serta
kedisiplinan yang nantinya hal
hal tersebut sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja yang sebernarnya.

3. Dapat mengetahui perbandingan antara teori dan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan
praktek di lapangan, khususnya di Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah I Medan.