Anda di halaman 1dari 61

ALAT-ALAT BERAT ?

SURAT KEPUTUSAN MENTERI


PERINDUSTRIAN
NOMOR
: 347/M/SK/1982
TANGGAL : 29 JULI 1982

SEGALA MACAM PERALATAN / PESAWAT MEKANIS


TERMASUK ATTACHMENT & IMPLEMENT-NYA, BAIK
YANG BERGERAK DENGAN TENAGA SENDIRI (SELF
PROPELLED) ATAU DITARIK (TOWED-TYPE) MAUPUN
YANG DIAM DITEMPAT (STATIONER) DAN
MEMPUNYAI DAYA LEBIH DARI SATU KILO-WATT,
YANG DIPAKAI UNTUK MELAKSANAKAN PEKERJAANPEKERJAAN KONTRUKSI PERTAMBANGAN, INDUSTRI
UMUM, PERTANIAN/ KEHUTANAN DAN/ ATAU BIDANGBIDANG PEKERJAAN LAINNYA, SEPANJANG TIDAK
MERUPAKAN ALAT PROCESSING LANGSUNG

Aplikasi Alat alat Berat


Penggunaan alat berat yang tidak sesuai
dengan fungsinya dan berat operasinya akan
mengakibatkan beberapa kerugian, seperti:
Rendahnya kapasitas produksi alat

Kualitas pekerjaan yang buruk


Frekuensi kerusakan alat yang tinggi

Alat alat berat umumnya digunakan pada pekerjaan


pekerjaan seperti di bawah ini

Pemindahan tanah ( earth moving )


Penyiapan lahan ( land clearing )
Pekerjaan konstruksi ( Road construction, Dam, Irigasi, Penambangan )
Perkayuan ( Logging )

HEXINDO ADIPERKASA Tbk.


PRODUCT LINE
I.

HITACHI PRODUCTS

1. EXCAVATOR (UH / EX / ZX)


Hydraulic excavator adalah alat serba guna terdiri dari upperstructure
yang dapat meputar 360o dan undercarriage untuk travelling serta front
attachment yang dapat diganti sesuai dengan keperluan operasi atau
aplikasi
1. Mini Excavator

(Class 0.6 6.0 tons)

2. Medium Excavator

(Class 10 75 tons)

3. Giants Excavator

(Class 80 800 tons)

Mini Excavator

Giants Excavator

Medium Excavator

Front end Attachment

Upperstructure

Undercarriage

Mesin ini total dikendalikan secara hydraulic dan sangat berbeda dengan mesin yang dikendalikan secara
mekanikal
Energi mekanis yang bersumber dari engine dirubah energi hydraulic untuk menggerakan cylinder dan
motor, kemudian energi hydraulic dirubah menjadi energi mekanis

Hydraulic Excavator
Engine

Hyd. Pump

Hyd. Cyl
Hyd. Motor

Mechanical Excavator

Engine

Gears
Chains
Wire ropes

Work

Work

A Hydraulic Excavator is a really versatile machine

2. WHEEL LOADER (LX / ZW)

Class 4 46 tons

Wheel loader adalah suatu type tractor, yang menggunakan roda ban, ada juga yang
menggunakan tracks, memiliki bucket yang lebar terpasang pada dua ujung boom-nya untuk
mengambil material seperti tanah, kerikil, pasir dll,dan memindahkan dari suatu tempat
ketempat lain tanpa merusak landasan.
Wheel loader umumnya digunakan untuk memindahkan stockpiled material dan memuat ke
dump truck .

3.

RIGID DUMP TRUCK (OFF ROAD) R / EH


CLASS 59 500 Tons

Dump Truck Merupakan yang digunakan untuk transpotasi material gembur


seperti pasir dan tanah
Jenis dari dump truck adalah dilengkapi dengan hydraulik untuk menggerakan
vessel yang dipasang pada bagian belakang
Medan kerja yang cukup terpelihara,
tidak terlalu banyak tikungan tajam dan tanjakan tinggi dan
mampu menerima beban penuh, serta beroperasi dengan kecepatan tinggi.

4. ARTICULATED DUMP TRUCK (B / AH)

Class 25 40 tons

Dioperasikan pada jalan yang tidak terlalu bagus.


Untuk system steeringnya adalah berupa shaft patah (articulated).
Jadi yang untuk berbelok adalah front frame.

5. MOBILE CRUSHER (ZR)


Class 420 450
Alat ini digunakan untuk menghancurkan batu-batu menjadi ukuran tertentu,
biasanya digunakan untuk pekerjaan pembuatan jalan atau pabrik semen

CRAWLER GUM (CG)


Crawler Gum menggunakan track yng terbuat dari bahan karet
Alat ini dipakai/dioperasikan diperkebunan kelapa sawit,
yang berfungsi untuk memuat kelapa sawit yang sudah dipetik dan diangkut
ke tepi jalan utama.

II. JOHN DEERE PRODUCT


1. BULLDOZER (DX / JD)
Class 7 30 tons
Bulldozer adalah pada umumnya dipakai untuk mendozing,
yaitu mendorong material dengan menngunakan blade.
Ada beberapa type blade yang akan disesuaikan dengan aplikasi kerjanya
misalnya : Angel Blade, U-Blade, Semi U-Blade dll.

2. MOTOR GRADER
JD 770, 772BH
Motor grader adalah alat yang dipakai untuk membuat dan memelihara jalan.
Motor grader biasanya banyak dipakai dilokasi pertambangan
yaitu untuk perawatan jalan hauling.

3. BACKHOE LOADER
JD310, JD315SE / SG
Backhoe Loader adalah untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi jalan,
misalnya membuat saluran-saluran air.
Karena menggunakan roda, mobilisasi alat ini sangat bagus dan
biasanya dipakai di kota dan jalan yang beraspal.

4. SKIDDER
JD540/48
Adalah alat penarik Log ( kayu gelondongan ) dengan sistim Arch Skidding
(menyudut)
dimana ujung log akan terangkat sehingga tahanan geser/tarik dari log
yg ditarik menjadi kecil , sehingga dapat menarik lebih banyak beban ( log ) .

5. FORWARDER
JD610 1710
Alat yang dipakai untuk memuat kayu dari dalam sampai keluar di
jalan logging untukdimuat dengan truck.
Sistem yang dipakai untuk pemanenan ini adalah CTL (Cut To Leng),
yaitu dipotong sesuai dengan ukuran tertentu.
Alat ini dilengkapi dengan crane pada bagian belakang yang

6.

HARVESTER
JD1070 1270

III. ATTACHMENT PRODUCTS


ROTARY GRAPPLE

HYDRAULIC HAMMER ATLAS COPCO

WARATAH

Contoh :HTH616
HTH : Hydraulic
Tree Harvester
600

: Series

16 : Diameter kayu maximal


adalah 16 Inchi

Re-Manufacturing

Divisi Re-Manufacturing adalah merekondisi komponen-komponen hydraulic seperti

Hydraulic pump,
,

Hydraulic motor
Hydraulic cylinder

Engine dan
Transmission.

LATAR BELAKANG MANAJEMEN


ALAT BERAT
Keberadaan alat-alat berat menjadi kebutuhan utama dalam proyekproyek, baik proyek konstruksi, pertambangan, perkebunan, dan lain-lain.
Kehadirannya sangat membantu dalam mempercepat proses pelaksanaan
proyek, sehingga memakan waktu yang lebih cepat. Selain efektif, efisiensi
dalam nilai ekonomi pun diperoleh dengan pemanfaatan alat berat.
Penggunaan alat berat harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi
proyek di lapangan. Hal ini dilakukan demi tercapainya kelancaran proyek.
Jika tidak akan berdampak pada kerugian antara lain, rendahnya produksi,
tidak tercapainya target sesuai jadwal yang telah direncanakan, dan biaya
yang tidak sesuai rencana atau membengkak, dikarenakan perbaikan yang
harus dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan manajemen peralatan
yang bertujuan agar proyek berjalan sesuai dengan rencana, baik target
pencapaian maupun anggaran atau biaya.

LATAR BELAKANG MANAJEMEN ALAT BERAT


Faktor utama dalam manajemen peralatan adalah pemilihan jenis alat
berat yang digunakan. Alat berat yang dipilih harus disesuaikan dengan
proyek yang akan dilaksanakan. Selain itu juga harus disesuaikan dengan
kondisi medan di lapangan. Pemilihan ini berhubungan dengan
pemahaman jenis, fungsi, dan aplikasi alat berat, seperti tractor, bulldozer,
scrapper, excavator, loader, alat angkut, grader, compactor, dan lain-lain.
Kesalahan dalam pemilihan alat berat dapat mengakibatkan pada
ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan objeknya. Sehingga akan
memakan waktu yang lama, dan tidak efisien.
Sedangkan faktor biaya, berhubungan dengan rencana anggaran proyek
yang telah dibuat. Kaitannya dalam alat berat adalah meliputi biaya sewa
atau biaya kepemilikan. Selain itu, maintenance atau pemeliharaan alat
berat yang juga membutuhkan biaya, seperti pelumasan, penyediaan suku
cadang, dan sistem pendingin. Pemeliharaan mesin bertujuan agar setiap
alat berat dapat berkerja maksimal dengan performa yang baik.
Pemeliharaan ini meliputi perawatan unit, perawatan rutin berkala,
perawatan ringan, dan overhaul.

DASAR PEMILIHAN ALAT BERAT


Manajemen pemilihan dan pengendalian alat berat adalah proses merencanakan,mengorganisir,

memimpin dan mengendalikan alat berat untuk mencapai tujuanpekerjaan yang ditentukan.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalampemilihan alat berat, sehingga kesalahan dalam
pemilihan alat dapat dihindari, antaralain adalah:
a.
Fungsi yang harus dilaksanakan. Alat berat dikelompokkan berdasarkanfungsinya, seperti
untuk menggali, mengangkut, meratakan permukaanb
b.
Kapasitas peralatan. Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau beratmaterial
yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harussesuai sehingga
pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan
c.
Cara operasi. Alat berat dipilih berdasarkan arah (horisontal maupun vertikal)dan jarak
gerakan, kecepatan, frekuensi gerakan
d.
Pembatasan dari metode yang dipakai. Pembatasan yang mempengaruhipemilihan alat
berat antara lain peraturan lalu lintas, biaya, dan pembongkaran.Selain itu metode
konstruksi yang dipakai dapat membuat pemilihan alat dapatberubah
e.
Ekonomi. Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi danpemeliharaan
merupakan faktor penting didalam pemilihan alat berat
f.
Jenis proyek. Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat berat.Proyekproyek tersebut antar lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan,irigasi, pembukaan
hutan, dam.
g.
Lokasi proyek. Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikandalam
pemilihan alat berat. Sebagai contoh lokasi proyek di dataran tinggi memerlukan alat berat
yang berbeda dengan lokasi proyek didataran rendah
h.
Jenis dan daya dukung tanah. Jenis tanah di lokasi proyek dan jenis material yangakan
dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan dipakai. Tanah dapatdalam kondisi
padat, lepas, keras, atau lembek

II. Manajemen dan Manajemen Peralatan


Manajemen secara umum :
Proses tertentu yang terdiri dari kegiatan
merencanakan, mengorganisasikan,
menggerakkan sumber daya manusia dan
sumber daya lain untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan [Terry].
Manajemen Peralatan :
Proses pengelolaan peralatan dalam usaha
pencapaian sasaran manajemen secara
keseluruhan sebagai induknya.

MANAJEMEN PERALATAN
Manajemen
Peralatan

MUTU
WAKTU
BIAYA

PROYEK

PERUSAHAAN

KEUNTUNGAN/
PERFORMANCE

PERENCANAAN
PERENCAAN PERALATAN TERDIRI ATAS :
A.
B.
C.
D.
E.

Kebutuhan Peralatan
Pengadaan Peralatan
Operasi Peralatan
Pemeliharaan
Penghapusan / Penggantian Batu

I. PERENCANAAN
KEBUTUHAN
PERALATAN
TEKNIS :
Jenis Peralatan, Sesuai Jenis/Macam Pekerjaan
Spesifikasi Teknik & Kapasitas Masing-Masing
Peralatan. Dalam Kaitannya dengan Pelayanan
antara Satu Peralatan terhadap Peralatan Lainnya
Spesifikasi Teknik & Kapasitas Masing-Masing
Peralatan, Dalam Kaitannya dengan Volume dan
Jadwal Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
Volume dan Jadwal Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

Dengan mengetahui data-data Teknis di atas,


maka jumlah dan jadwal waktu kebutuhan
peralatan dapat ditentukan.

EKONOMI:
Kontinuitas Pelaksanaan Pekerjaan

II. PERENCANAAN
PENGADAAN PERALATAN
PENGADAAN DILAKUKAN DENGAN :
1. SEWA (RENTAL)
2. INVESTASI
a. BELI LANGSUNG
b. SEWA BELI (LEASING)

1. PENGADAAN DENGAN SEWA


Hal-hal yang perlu diperhatikan :
- Adakah Perusahaan Sewa
- Tersediakah Alat Yang Akan Disewa
- Bagaimana Kondisi Sewanya

KEUNTUNGAN Pengadaan Dengan Sewa :


- Tidak Perlu Menyediakan Modal Untuk
Investasi
- Biaya Peralatan untuk Satu Proyek Terbatas
pada Jumlah Sesuai yang Diperlukan
- Tidak Perlu Memikirkan Pelaksanaan
Mobilisasi dan Demobilisasi, Hanya Melakukan
Kontrol Saja
- Tidak Perlu Pengendalian Biaya Operasi

KERUGIAN Pengadaan Dengan Sewa :


- Kondisi Alat Belum Tentu Baik
- Belum Terjamin Tersedianya Alat Sesuai
Jadwal.
- Tidak Menguasai Teknologi Peralatan Apabila
Sistem Sewanya Adalah Jasa Alat
- Mahal Untuk Proyek Berjangka Panjang
- Tidak Dapat Menguasai Operasi Alat
Sepenuhnya
- Perubahan Harga Tergantung Pihak Lain
- Harus Selalu Memperhatikan Produktivitasnya

2. PENGADAAN DENGAN MEMBELI


(INVESTASI)
PRINSIP INVESTASI :
Investasi Alat
MENANAM MODAL/UANG
KEUNTUNGAN HARUS
LEBIH BESAR DARI
BUNGA BANK
Cara Investasi :
- Beli Langsung : a. Baru
b. Bekas
- Sewa Beli (Leasing)

KEUNTUNGAN Pengadaan Dengan Membeli


(Investasi)

Kondisi Alat Terkontrol


Kesiapan Alat Terjamin
Dapat Mengikuti Perkembangan Teknologi
Alat
Kontinuitas Pekerjaan Terjamin Terutama
untuk Pekerjaan Jangka Panjang
Dapat Menguasai Teknologinya
Biaya Alat Tidak Tergantung Pihak Lain

KERUGIAN Pengadaan Dengan Membeli


(Investasi)

Sulitnya Pengendalian Operator dan Mekanik


Harus Mempunyai Sarana Pemeliharaan
Kemungkinan Idle Time
Mahal Kalau untuk Pemakainan Jangka
Pendek
Perlu Perhatian yang Serius Terhadap
Pengendalian Biaya Operasi dan Perbaikan

SEWA BELI (LEASING)


KEUNTUNGANNYA :
- Tidak Perlu Menyediakan Modal Besar
Sekaligus
- Pada Akhir Masa Leasing Alat Bisa Dimiliki
atau Dijual
KERUGIANNYA :
- Kemungkinn Idle Time Akibat Tidak Ada
Pekerjaan

PEMBELIAN PERALATAN
HAL-HAL TEKNIS YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA PEMBELIAN
PERALATAN :
- Cara Pembelian : - Penunjukan Langsung
- Beberapa Penawaran
- Pemilihan Merk yang Diinginkan Berdasarkan Performance
- Fasilitas dan Pelayanan Purna Jual dari sipenjual/agen tunggal
- Sistem Pengoperasian / Spesifikasi Alat. Alat dengan Teknologi
Tinggi (canggih) sering Menimbulkan Kesulitan pada
Pengoperasiannya maupun pada pemeliharaannya
- Alat Khusus/Spesifik diusahakan tidak dibeli. Lebih Baik disewa
karena sulit dalam perolehan suku cadang disamping operator
khusus yang diperlukan.

III. OPERASI PERALATAN


Yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian
Peralatan :
Pengoperasian yang Baik dan Benar
Penyimpanan dan Pemeliharaan yang Baik dan
Benar
Pengaturan Jadwal Waktu Penggunaan yang
sesuai

IV. PEMELIHARAAN PERALATAN

BENTUK / TINGKAT PEMELIHARAAN


Pemeliharaan Rutin
Pemelihraan Berkala
Perbaikan Ringan
Perbaikan Berat

KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI DALAM


PEMELIHARAAN PERALATAN
OPERATOR DAN MEKANIK YANG BELUM
SERAGAM KETERAMPILANNYA
PEMAKAIAN PERALATAN DI MEDAN BERAT
ATAU TERPENCIL
SARANA PEMELIHARAAN YANG TIDAK BAIK /
TIDAK MEMADAI

BIAYA PEMELIHRAAN
BIAYA PEMELIHRAAN TERGANTUNG DARI BEBERAPA
FAKTOR ANTARA LAIN :
- Umur Peralatan
- Mutu/Kualitas Peralatan
- Mutu Perbaikan/Pemeliharaan yang telah
dilakukan
- Keterampilan Foreman Mekanik maupun
Pengawas Lapangan dimana alat Dioperasikan
- Mutu/Keterampilan Operator dan Mekanik
- Kondisi Medan
- Mutu Bahan yang dipakai.

PERENCANAAN SUKU CADANG DAN


BAHAN
I. Untuk menunjang kelancaran operasi peralatan
sekaligus pemeliharaan peralatan di lapangan perlu
diperhatikan :
-

Penyediaan suku cadang sesuai dengan jadwal


pemeliharaan
Penyediaan Bahan Bakar tepat waktu

II. Yang perlu dipertimbangkan dan diperhatikan dalam


penyediaan suku cadang maupun bahan adalah :
-

Mutu suku cadang : Asli dan Tidak Asli


Waktu Tenggang
Batas Aman Persediaan
Volume Pesanan

V. RENCANA PENGGANTIAN/REKONDISI/
PENGHAPUSAN PERALATAN

Rekondisi dapat dilakukan jika alat :


Sudah tidak layak lagi artinya biaya yang
dikeluarkan selalu lebih tinggi dari pendapatan
Alat sudah terlalu sering rusak

Penggantian dapat dilakukan jika alat :


Alat yang suku cadangnya sulit didapat/tidak
terjamin adanya
Alat yang teknologinya sudah ketinggalan

Pengorganisasian
Mesin dan Alat Berat

Latar Belakang
Kendaraan atau Alat berat perlu diatur, baik
pengoperasian maupun perawatannya
Biaya investasi yang cukup besar
Pencapaian target kerja yang sesuai dengan
perencanaan
Diperlukan orang khusus yang bertanggung jawab
dalam pengelolaan dan pengaturan kerja kendaraan
dan alat berat

Pengaturan Kerja
Kuantitas pekerjaan yang harus dilakukan
Kapasitas dan kondisi Alat/ unit
Sistem management yang diterapkan

Kuantitas Pekerjaan
Kuantitas
Pekerjaan

Berbanding lurus

Alokasi
Jam kerja
Unit

Jika kuantitas
pekerjaan banyak

Prioritas
kerja
Diutamakan ke
arah produksi

Unit
terbatas

Simulasi
Perhatikan beban kerja excavator berikut !!!!!!
1. Cuci parit yang telah masuk dalam rencana kerja
2. Memperbaiki jembatan yang rusak akibat longsor kemarin
sore di key road (pekerjaan insidental)
3. Menggali material timbun untuk pengerasan jalan di keyroad
yang rusak akibat kubangan air

Mana yang harus menjadi prioritas ????????

Kapasitas dan Kondisi unit


Kapasitas
dan kondisi
Unit

Jenis
pekerjaan

Tenaga ( HP/ KW)


Usia unit
Kerusakan unit

Penyesuaian
jenis
pekerjaan
Jangan memaksakan
kerja unit (mesin / alat
berat)

Contoh alokasi kerja Unit berdasarkan


kapasitasnya
No Nama Unit kapasitas
1

Traktor

Traktor

D85 atau D 65

Mini dozer

Penggunaan

45 HP

Untuk penarik Mini Side Tipping trailler ,


EMDEK 300 Kg, Rotary slasher

90 HP

Untuk penarik Empty bunch spreader,


EMDEK 650 Kg, langsir buah
Untuk Land clearing, dan buat jalan baru
untuk buat jalur kontur

Alokasi Kerja Alat Berat


Pembuatan rencana kerja pemakaian Alat berat
Pengalokasian kerja Alat berat hendaklah dibuat pada areal
yang mengelompok sehingga tidak terlalu banyak mobilisasi
Alat berat, terlebih excavator
Perpindahan lokasi kerja diusahakan ke tempat yang paling
dekat.
Pengaturan alokasi alat berat pada suatu kebun (estate)
hendaklah dilakukan oleh askep atau manager suapaya tidak
terjadi kesalahpahaman antar divisi ( afdelling)

Sistem Management
Management

Workshop

Mandor Bkl
Mekanik
Krani bengkel

Kendaraan/ alat
berat

Operator
Sopir

Penanggung
jawab traksi
Asisten khusus
Askep

Contoh Diagram Organisasi Traksi


Manager

KTU

Askep

Asisten
Divisi

Asisten
divisi

Asisten
Divisi

Staff
traksi
Krani
Traksi

Kepala
Bengkel

Mekanik

Wewenang dan Kewajiban Staff Traksi


Melakukan pengawasan/ pemeriksaan kehadiran seluruh petugas traksi
Memeriksa kesesuaian perawatan unit sebelum unit tersebut
dioperasikan bersama sopir dan mandor
Memeriksa kelengkapan data inventaris alat dan perlengkapan setiap unit
Memeriksa kelengkapan pengisian buku kerja kendaraan (Carlog)
Menetapkan tugas harian dan rencana kerja kepala bengkel, memeriksa
hasil pekerjaan, serta memberikan petunjuk dan mengatur tata letak
bengkel untuk kemudahan dan keleluasaan bekerja
Mengawasi kebersihan lingkungan dan keamanan unit dan bengkel
Memeriksa kelancaran operasional unit yng secara khusus opersionalnya
di lapangan diawasi oleh askep/ asisten

Kewajiban Kepala Bengkel


Melaksanakan garis instruksi kerja sesuai dengan rencana
kerja harian yang ditetapkan oleh staff traksi
Mengatur mekanik, sesuai dengan profesi atau tingkat
keterampilan masing masing
Mengadakan pemeriksaan akhir servis kendaraan bersama
sama denga staff traksi dan mengisi daftar isian pemeriksaan
Bersama staff traksi mengatur tata ruang bengkel
Mengatur kebersihan dan keamanan bengkel

Kewajiban Krani traksi


Mengisi buku riwayat kendaraan dan rekapitulasi pemakaian
BBM, pelumas dan spare part secara up to date
Meneliti dan membuat bon permintaan barang (suku cadang)
Membuat laporan mengenai alokasi jam kerja bengkel setiap
hari
Membuat rekapitulasi alokasi jam kerja ( kartu kerja
kendaraan ) unit masing masing.
Membantu staff traksi dalam rekapitulasi upah dan lembur
(premi) mekanik dan operator/ sopir

Kewajiban Sopir/ Operator


Melakukan pemeriksaan rutin setiap pagi sebelum operasi
Memeriksa kelengkapan / alat inventaris yang dipasang pada
setiap unit
Memeriksa administrasi (pengisian kartu kerja kendaraan)
Melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh staff/ asisten
setiap hari