Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN OPERASI BEDAH MAYOR

VULNUS LACERATUM LABIUM SUPERIOR

DISUSUN OLEH :
Tyara Widyatna (2015-16-111)

DOSEN PEMBIMBING :
AKBP drg. Henry Setiawan, MKes., SpBM

RS BHAYANGKARA TK. I RADEN SAID SUKANTO


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS PROF. DR. MOESTOPO (BERAGAMA)
JAKARTA
2016

LAPORAN KASUS

No. RM

: 821526

Nama

: Dzakira Thalita Zahra

Tanggal lahir

: 30-05-2014

Usia

: 2 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Alamat

: Jl. Jatipadang RT 12/RW 2, Pasar Minggu

Tanggal Operasi

: Rabu , 22 Juni 2016

Dokter operator

: AKBP drg. Henry Setiawan, MKes, Sp.BM

Asistensi 1

: Tyara Widyatna, S.KG

Asistensi 2

: Trezylia Ufthie Sabhila, S.KG

1. Anamnesa : Pasien terjatuh dan menyebabkan bibir atas sobek, sudah di


jahit. Pada tanggal 20 Juni 2016 datang ke Poli Bedah Mulut RS
BHAYANGKARA TK. I R. SAID SUKANTO, pasien mengeluhkan
timbul daging disekitar jahitan pada bibir.
2. Pemeriksaan penunjang :

Pemeriksaan laboratorium :

Hemoglobin

: 10 g/dl

Lekosit

: 11.800 u/l

Hematokrit

: 31 %

Trombosit

: 611.000 /ul

Photo Torax

3. Diagnosa Utama
4. Rencana Terapi

: Vulnus Laceratum Labium Superior


: Debridement dan suturing pada labium superior

Laporan Pre Operasi


Masuk ruang inap tanggal 21 juni 2016
Tanda tanda Vital

Suhu

: 37 C

Frek. Nadi

: 100 x/ menit

Frek. Pernapasan

: 26x / menit

Instruksi Pre Operasi


-

Pasien dipasang infus, antibiotik pre operasi : amoxilin 600 mg dan


dilakukan skin test.

Pasien diinstruksikan untuk puasa selama 6 jam sebelum operasi


(mulai pukul 24.00).

Laporan Operasi
Tanggal Operasi : 22 juni 2016
Tindakan : Debridement dan suturing dengan general anestesi
Tahapan :
1. Persiapan alat dan bahan
2. Pasien masuk kedalam ruang OK, dan di baringkan di meja operasi
3. Pasien di bius umum melalui injeksi pada infus
inj. Propofol

30mg

inj. As. Traneksamat 125mg


inj. Tromasub

30mg

inj. Fentanyl

10mcg

inj. Dexamenthason

2,5

inj. Fentanyl

5mcg

inj. Fentanyl

5mcg

4. Asepsis daerah kerja


5. Retraksi mukosa bibir
6. Debridement jaringan nekrotik pada bibir atas dengan NaCl 0,9%
disertai suction untuk membersihkan sisa darah dan larutan
7. setelah dilakukan debridement dan daerah luka bersih, dilakukan
penjahitan pada mukosa bibir atas dengan jenis penjahitan interrupted
8. waktu operasi pukul 07.45-08.45 WIB
9. operasi selesai, lalu bangunkan pasien
10. setelah pasien sadar, kemudian dibawa ke ruang pemulihan dahulu
lalu ke ruang rawat inap
13. terapi obat:

oxyfresh gel

14. Instruksi pasien:


- diet lunak
- kurangi aktivitas yang menggerakkan bibir atas berlebihan, seperti
menangis atau membuka mulut terlalu lebar
- sebelum mengoles Oxyfresh pada bibir, dibersihkan dahulu dengan
air hangat, lalu Oxyfresh dioles dengan cotton bud tipis-tipis
-

Oxyfresh dapat digunakan 2-3x sehari

Laporan Post-Operasi
1. kontrol 1 pasien secara berkala :
S

: tidak ada keluhan yang dirasakan dan tidak terjadi


pembengkakan, namun anak masih merasa takut

: pasien dalam keadaan baik, suhu: afebris; kesadaran: CM

: masalah teratasi

: Intervensi selesai

Pemeriksaan klinis :
-N

: 90x/menit

-S

: 36,5o C

-P

: 20x/menit