Anda di halaman 1dari 5

KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah suatu proses dari seseorang yang mempengaruhi


sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Unsur-unsur spesifik dari
kepemimpinan adalah : suatu proses, berkaitan dengan mempengaruhi, terjadi dalam
konteks suatu kelompok dan berkaitan dengan pencapaian tujuan. Ada banyak
karakteristik dan perilaku kepemimpinan efektif, diantaranya yang umum dikemukakan
adalah : personalitas (secara fisik menarik, jujur, adil, bijak,agresif dsb.), keterampilan
melatih secara efisien, percaya diri, visioner, mampu berkomunikasi dengan baik, fokus
jangka panjang, konsistensi antara ucapan dan perbuatan, kreatif, menginspirasi,
dipercaya, keterampilan mendengar dengan empati dan kesadaran terhadap kondisi
realistis.
Dulu orang beranggapan seorang pemimpin dilahirkan (muncul secara alamiah)
sehingga tidak semua orang bisa menjadi pemimpin. Anggapan ini berkembang karena
lebih menitik beratkan persyaratan pemimpin kepada personalitas (traits). Dari sini
lahirlahtrait leadership theory. Sebenarnya sifat-sifat bawaan disamping bersifat
genetik, telah terbentuk pada masa menjelang remaja (umur 7-14 tahun). Ada juga great
event theory yang menyatakan bahwa seorang pemimpin dilahirkan pada situasi krisis
atau kejadian penting.
Saat ini anggapan tadi telah berubah. Seorang pemimpin dibentuk, bukan
dilahirkan. Jika anda memiliki keinginan dan kemauan kuat. Pemimpin yang baik
dikembangkan melalui suatu proses tanpa akhir dengan belajar mandiri, mengikuti
pendidikan dan pelatihan keterampilan kepemimpinan serta menjalani pengalaman
sebagai pemimpin. Konsep inilah yang dikenal dengan transformational leadership
theory. Berbagai perilaku selain traits (sifat bawaan) diatas dapat dilatih secara terus
menerus sehingga kompetensi dapat terus pula meningkat.
MANAJEMEN
Manajemen atau mengelola memiliki empat unsur utama, yaitu suatu proses yang
terdiri atas aktifitas dan fungsi sosial dan teknikal yang saling berkaitan, yang
mewujudkan tujuan organisasi, merealisasikan tujuan ini melalui penggunaan
sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya dan semua itu dilakukan dengan
pengaturan organisasi secara formal.

Bersama-sama dengan para manajer pada

berbagai tingkat, manajemen senior menyusun tujuan organisasi dan seluruh orang yang
bekerja dalam organisasi berupaya mencapai tujuan tersebut.
Disamping keempat unsur utama tersebut, penting dipahami lima fungsi
manajemen yaitu, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, penyusunan staf dan
pengendalian. Kelima fungsi manajemen inilah yang memungkinkan suatu organisasi
berjalan dengan efektif dan efisien sehingga perlu dirumuskan kebijakan dan prosedurprosedur kerjanya.
KEPMIMPINAN DAN MANAJEMEN
Kepemimpinan dan manajemen memiliki banyak kemiripan. Keduanya berkaitan
dengan mempengaruhi orang, bekerja dengan orang dan pencapaian tujuan organisasi.
Meskipun demikian, bidang kepemimpinan dan manajemen dapat juga dilihat sangat
bebeda. Kotter (1990) memandang kepemimpinan sebagai suatu konsep yang umurnya
sudah tua yang berkembang selama berabad-abad sedangkan manajemen baru
berkembang pada 100 tahun terakhir, sebagai bagian dari munculnya revolusi industri.
Seseorang bisa saja menjadi pemimpin yang baik atau manajer yang baik atau
keduanya pada saat yang bersamaan tetapi masing-masing bidang membutuhkan
penguasaan keterampilan dan kopetensi yang agak berbeda. Dalam suatu organisasi,
baik bisnis atau pemerintahan, umumnya seorang pemimpin yang menguasai
keterampilan kepemimpinann

dibantu oleh para bawahannya yang menguasai

keterampilan manajemen. Meskipun demikian, pada tingkat tertentu, para bawahan


(manajer) tersebut juga menguasai keterampilan kepemimpinan. Makin tinggi posisi
seseorang pada suatu organisasi maka porsi kepemimpinan seyogianya lebih besar dan
porsi manajerial sebaliknya semakin kecil.
Dalam prakteknya, tidak dapat dipungkiri adanya tumpang-tindih antara
kepemimpinan dan manajemen. Misalnya, ketika seorang manajer terlibat dalam
menggerakkan sekelompok karyawan untuk mencapai tujuan, dia terlibat dalam proses
kepemimpinan. Sebaliknya, jika seorang pemimpin terlibat dalam aspek perencanaan,
pengoganisasian, penyusunan staf dan pengendalian, dia terlibat dalam proses
manajemen. Dalam suatu organisasi skala kecil, tumpang tindih ini tidak bisa dihindari
karena pemimpin sekaligus menjadi manajer juga.

MEMIMPIN SECARA PARADOKS


Menurut penelitian Schneider (2000), ide brilian akan gagal jika tidak
diselaraskan dengan strategi organisasi, kepemimpinan, dan budaya organisasi.
Schneider menyarankan empat alasan mengapa ide manajemen yang baik tidak diadopsi
dalam sebuah organisasi :
1. Semua organisasi adalah organ sosial yang hidup (living social organism).
2. Budaya organisasi lebih memiliki kuasa dibandingkan semua lainnya dalam
organisasi.
3. Intervensi system-focused ketika component-focused tidak bekerja.
4. Intervensi-intervensi yang jelas terhubung dengan strategi organisasi.
Paradok dari perubahan strategi adalah semua organisasi bersaing dalam
lingkungan yang berubah, tetapi individu-individu yang terlibat dalam organisasi
resisten terhadap perubahan yang terjadi. Organisasi menghadapi tekanan untuk berubah
dari kompetitor, suplier dan pelanggan, kepemimpinan internal yang buruk, tingginya
perputaran tenaga kerja, dan faktor lainnya. Perubahan membutuhkan agen perubahan
yang efektif seperti CEO, yang memiliki kekuasaan dan otoritas untuk mengarahkan
inisiatif perubahan.
Agen perubahan haruslah seorang visioner dengan kombinasi karismatik dan
peran sebagai arsitek organisasi. Pemimpin yang karismatik adalah seseorang yang
tidak puas dengan status quo dan dapat mengartikulasi sebuah visi yang menghipnotis
imajinasi para pengikutnya. Tampaknya terlalu dini untuk menyimpulkan peran
pemimpin karismatik dalam pembentukan organisasi, karena hasil riset mereka
menemukan bahwa pemimpin karismatik tidak begitu penting dalam organisasi yang
visioner.
PERAN PEMIMPIN DALAM PERUBAHAN
Peran pemimpin sangat diperlukan dalam suatu organisasi atau perusahaan,
khususnya perannya dalam membantu perusahaan dalam proses perubahan. Banyak
definisi

mengenai

kepemimpin,

Rauch

&

Behling

mengemukakan

bahwa

kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas dari suatu kelompok yang sudah
terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan. House mendefinisikan kepemimpinan
sebagai kemampuan dari seorang individu untuk mempengaruhi, memotivasi dan
membuat orang untuk memberikan kontribusinya guna mencapai keefektifan dan
kesuksesan organisasi. Sedangkan menurut Schein, kepemimpinan adalah kemampuan
untuk keluar dari budaya lama untuk memulai proses perubahan yang lebih adaptif. Dari

berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan proses


mempengaruhi orang lain untuk merubah budaya lama ke budaya baru guna mencapai
keefektifan dan kesuksesan organisasi.
Dengan kata lain, organisasi mempengaruhi kepemimpinan seperti halnya
kepemimpinan mempengaruhi budaya. Bass & Avolio mengemukakan bahwa gaya
kepemimpinan yang lebih tepat untuk memimpin perusahaan dalam proses perubahan
adalah gaya kepemimpinan transformasi, jika dibandingan dengan kepemimpinan
transaksional. Banyak penulis yang menyamakan kepemimpinan transformational
dengan kepemimpinan karisimatik, akan tetapi ada beberapa hal yang membedakan
keduanya. Greenberg menyatakan bahwa transformasi berada di atas kharismatik,
karena pemimpin yang transformasional pasti berkarisma, sedangkan pemimpin yang
berkarisma belum tentu transformasional.
Yukl menyatakan bahwa pemimpin yang karismatik dan transformasional
berbeda karena pemimpin yang transfortransformasional akan melakukan banyak hal
untuk memberdayakan pengikutnya dan mengurangi ketergantungan karyawan kepada
pemimpinnya

dengan jalan mendelegasikan wewenangnya

kepada karyawan,

mengembangkan keahlian dan meningkatkan kepercayaan diri karyawan, menciptakan


tim-tim, memperbaiki komunikasi, mengurangi pengawasan-pengawasan yang tidak
diperlukan serta membangun budaya yang kuat untuk mendukung pemberdayaan.
Sedangkan

pemimpin

yang

karismatik

melakukan

banyak

hal

untuk

meningkatkan citra (image) yang luar biasa misalnya kesan manajemen, pembatasan
informasi, perilaku yang tidak umum, dan pengambilan resiko personal. Kepemimpinan
yang transformasional terdiri dari tiga tipe perilaku, yaitu:
1. Idealize influence adalah perilaku yang meningkatkan emosi pengikut dan
identifikasi dengan pemimpin
2. Individualized consideration adalah pemberian dukungan, dorongan, dan bimbingan
kepada pengikut
3. Intellectual stimulation adalah perilaku yang meningkatkan kesadaran pengikut
terhadap permasalahan-permasalahan, dan mempengaruhi pengikut untuk melihat
permasalahan dengan perspektif yang baru.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.direktorigrobogan.com/2016/02/makalah-kepemimpinan-strategikterbaru.html.
http://gigingirianto.blogspot.co.id/2013/08/makalah-memimpin-perubahan-dalam.html.
IAI. 2015. Modul Chartered Accountant Manajemen Stratejik dan Kepemimpinan.
Jakarta : IAI.