Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

KATA SAMBUTAN .
TIM PENYUSUN .
DAFTAR ISI ..
A. DEFINISI

B. RUANG LINGKUP ............


1. Kriteria Transfer Pasien .
2. Jenis Transfer Pasien .............
a. Transfer Intra Pasien ...
b. Transfer Antar Rumah Sakit .
C. TATA LAKSANA ..
1. Maksud dan Tujuan Transfer ..............
2. Standarisasi SDM ..
3. Standarisasi Transfer Pasien ..
4. Tingkat Penanganan Pasien .
5. Tata Cara Transfer Pasien
6. Etika dan keputusan Transfer Pasien ..
7. Moda Transportasi Antar Rumah Sakit ..
8. Penanganan Selama Transfer Berlangsung
9. Serah Terima Pasien di Tempat Tujuan ..
D. DOKUMENTASI ..
Rujukan .
Lampiran lampiran

i
ii
iii
iv
1
1
1
2
3
3
3
3
4
4
7
7
15
15
15
16
16
17

PANDUAN TRANSFER PASIEN


A. DEFINISI
1. Transfer Pasien adalah pemindahan pasien dari suatu unit pelayanan ke
unit pelayanan lain, atau dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain
2. Rumah Sakit adalah salah satu dari sarana kesehatan tempat
menyelenggarakan upayakesehatan, bertujuanuntuk mewujudkan derajat
kesehatan yang optimal bagi masyarakat, dan
pendekatan

pemeliharaan,

peningkatan

diselenggarakan dengan
kesehatan(promotif),

pencegahanpenyakit(preventif)
1

penyembuhanpenyakit(kuratif),danpemulihankesehatan

(rehabilitatif),

yangdilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan


3. Instalasi adalah pengelompokan unit pelayanan di rumah sakit yang
memberikan pelayanan yang sejenis
4. Unit Pelayanan adalah tempat diselenggarakan pelayanan rumah sakit
5. Pasien adalah orang yang menerima jasa pelayanan kesehatan di rumah
sakit baik dalam keadaan sehat maupun sakit
6. Ambulanceadalah kendaraan transportasi untuk

melakukan

transfer

pasien. Ambulans digunakan untuk membawa pasienke luar rumah sakit


atau memindahkan pasien ke rumah sakit lainuntuk perawatan lebih
lanjut.
7. Brankar atau Kereta Dorong adalah suatu sarana

transfer bagi pasien

yang tidak bisa duduk atau berdiri.


8. Kursi Roda adalah adalah suatu sarana transfer bagi pasien yang tidak
bisa berjalan

B. RUANG LINGKUP

1. Kriteria Transfer Pasien


Panduantransfer pasiendi

RS

XYZ,

adalah

suatu

panduan

cara

memberikan standar pengelolaanprosedurtransfer pasien yang seragamdi


lingkungan RS XYZPanduan transferpasien iniharus dipatuhi oleh semua
instalasi/unit

pelayanandilingkungan

RS

XYZ

karena

panduan

ini

bertujuanmeningkatkanmutupelayanan,meningkatkan keselamatan pasien


serta melindungi pasien dariresiko yang mengancam jiwa selama proses
transfer berlangsung. Panduan transferpasien inidimaksudkan untuk
menjamin

bahwa

XYZmenerima

semua

pasien

yang

berobat

dilingkungan

RS

standarpengelolaantransferyangterbaik,bermutudan

terkoordinirsesuaiperaturan

yang

berlaku.

Kondisi

pasien

yang

menjalaniprosedur transfer berbeda bedatergantung dari keadaan umum


pasien itu sendiri, hal tersebut dapat dijabarkan dengan kriteria di bawah
ini:
a. Pasien dengan kondisi derajat 0
PasiendenganAirway,Breathing,
Circulation(ABC)/hemodinamikstabilyangdapatterpenuhikebutuhann
ya dengan rawat inap biasa
2

b. Pasien dengan kondisi derajat 1


PasiendenganAirway, Breathing, Circulation (ABC)/ hemodinamik
stabil, namun berpotensi menjadi tidak stabil, misalnya pada pasien
yang baru menjalani perawatan di HCU/ ICU

yang sudah

memungkinkan untuk perawatan di ruangan rawat inap biasa


c. Pasien dengan kondisi derajat 2
Pasien dengan Airway, Breathing, Circulation (ABC)yang tidak stabil
dan membutuhkan observasi lebih ketat dan intervensi lebih
mendalam termasuk penanganan kegagalan satu sistem organ atau
pasien yang habis menjalani operasi besar.
d. Pasien dengan kondisi derajat 3
Pasien dengan Airway, Breathing, Circulation (ABC)yang tidak stabil
yangmembutuhkanbantuanpernapasan dan atau dengan kegagalan
sistem organ lainnya.

2. Jenis Transfer Pasien

a. Transfer Intra Rumah Sakit


Transfer intrarumah sakit adalah transfer antara unit/ instalasi
pelayanan yang ada di lingkungan RSUD Dr. Setomo, Transfer

bisa

dari IRJ ke IRNA atau sebaliknya, bisa dari IRD ke kamar oparasi, dari
kamar operasi ke ruang ICU atau RR, dari ICU ke IRNA, dari RR ke
IRNA, dari IRNA ke penunjang, dari IRD ke penunjang, dari IRJ ke
penunjang dan lain sebagainya.
Kesiapan Standar peralatan minimal transfer intra rumahsakit harus
dapat dipenuhi. Hal ini bertujuanagar pada saat trasfer berlangsung,
dasar beranggap baik termasuk diantara adalah kesiapan oksigen yang
mobile.Alatdengan energi/tenaga baterai dengan kapasitas yang cukup.
Selamatransferberlangsung, semua peralatan yang berhubungan dengan
pasien letaknya harus berada sejajar atau di bawah pasien, kecuali tidak
diperkuat melebihi alat pada tubuh pasien.
Hal hal yang harus diperhatikan dalam Transfer Intra Rumah Sakit
adalah sebagai berikut:
1) Standar: pemantauan minimal, pelatihan, dan petugas yang
berpengalaman; diaplikasikan pada transfer intra dan antar
rumah sakit

2) Sebelum

transfer,

lakukan

analisis

mengenai

risiko

dan

keuntungannya
3) Sediakan kapasitas cadangan oksigen dan daya baterai yang
cukup untuk mengantisipasi kejadian emergensi
4) Peralatan listrik harus terpasang ke sumber daya (stop kontak)
dan oksigen sentral digunakan selama perawatan di unit tujuan
5) Petugas yang mentransfer pasien ke ruang pemeriksaan radiologi
harus paham akan bahaya potensial yang ada
6) Semua peralatan yang digunakan pada pasien tidak boleh
melebihi level pasien
b. Transfer Antar Rumah Sakit
Transfer dari luar atau ke luar RS XYZbisa berupa

transfer dari RS

XYZke rumah sakit lain atau sebaliknya, Transfer mungkin berasal dari
kejadian

kecelakaan

lalu

lintas,musibah

masal/bencana

dan

sebagainya.

C. TATALAKSANA TRANSFER PASIEN

1. Maksud dan Tujuan Transfer


Ada dua alasan untuk mentransfer :
a. Transfer untuk perawatan klinis
Ini adalah prosedur transfer di

mana

pasien

membutuhkan

pengobatan/tindakanmedisspealistikyang tidak dapat disediakan di


instalasi/unit/rumah sakit asal pasienberobat.

b. Transfer untuk non-klinis


Transfer
non
klinis
diperlukan

dengan

berbagai

alasan

sepertikurangnyaSDM ataukurangnya tempat tidur perawatan seperti


pada

situasi

di

mana

inappenuhsehinggaperlu

permintaan
dibuat

untuk

tempat

tidur

keputusan

untuk

mentransfer

pasienkeInstalasi/unitlain yang masih mempunyai


tidur yang kosong.
2. Standarisasi SDM
a. RS
XYZmelaluiBidangDiklatmemfasilitasi

rawat

kapasitas tempat

pelatihanuntuk

transferpasienmulaidari merencanakan, menyediakan, memfasilitasi


dan membiayai pelatihan tersebut tersebut.
4

b. Dokter/perawat

disemua

instalasi/unit

XYZharusmampu menstabilkandanmelakukan

pelayana

di

RS

resusitasi padapasien

yang sakit kritis pada saat transfer berlangsung.


3. Standarisasi Transfer Pasien
Mentransfer pasien, baik intra rumah sakit maupun antarrumah sakit
terutama yang sakit kritis membutuhkan koordinasi dengan banyak
pihak.Hal tersebut menyangkut kerjasama antar rumah sakit/ instalasi/
unit pelayanan, ketersediaan SDM yang berkompeten/terlatih, ketersediaan
peralatan utama sampai pada moda transportasi seperti brankar/kursi
roda

atau ambulans (untuk transfer antar rumah sakit) yang memadai

dan sesuai standardanperundang undangan yangberlaku. Koordinasi ini


semua bertujuan untukmenyediakanproses transfer pasien dengan standar
terbaik seperti yang ditampilkan pada tabel di bawah ini

Tabel. 1
Transfer Intra Rumah Sakit
NO
1
2

PASIEN

PETUGAS
PENDAMPING MINIMAL

KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN

PERALATAN UTAMA

Derajat 0

1. Transporter
2. TPP atau Perawat

Transporter & TPP / Perawat : BLS

Brankar, Kursi Roda

Derajat 1

1. Transporter
2. Perawatatau Dokter

Transporter BLS

Oksigen,Brankar

1. Transporter
2. Perawat& Dokter

Transporter BLS

Derajat 2

yangberkompetensi
penanganan pasien
kritis

Perawat atau Dokter BLS / PPGD

Perawat & Dokter :


BLS, PPGD

,Tianginfuse,Pompainfuse,Pulse Oksimetri.

Oksigen,suction,Tianginfuse,Pompainfuse,
Baterai,Pulse Oksimetri serta monitorEKG,
tensi meterdan Defibrillator, Ambubag

Harusmengikuti,pelatihanuntukTransfer
pasiendengansakitberat/kritis
4

Derajat 3

1. Transporter
2. Perawat &dokter

Dokter:

yang berkompetensi

Minimal6bulanpengalaman

penanganan pasien

bekerjaDiICU / ROI atau telah mengikuti:

kritis

Keterampilan BLS &PPGD


Keterampilanmenanganipermasalahanjalan

Oksigen,suction,Tianginfuse,Pompainfuse,
Baterai,Pulse Oksimetri serta monitorEKG,
tensi meterdan Defibrillator, Ambubag,
Jackson Rees, scoop stretcher dan long
spine board

napasdanpernapasan
Telah mengikuti pelatihanuntuktransfer
pasiendengansakitberat/kritis
Perawat :
Keterampilan BLS & ALS
Telah mengikuti pelatihanuntuktransfer

pasiendengansakitberat/kritis

Tabel 2
Transfer Antar Rumah Sakit
NO

PASIEN

PETUGAS
PENDAMPING

KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN

PERALATAN UTAMA

MINIMAL
1

Derajat0

1. Petugas

Petugas ambulance & TPP / Perawat : BLS


KendaraanHighDependency

Ambulance
2. TPP atau

Service(HDS)/Ambulance

Perawat
2

Derajat 1 1. Petugas
Ambulance
2. TPP atau

Petugas ambulance BLS

KendaraanHDS/Ambulance,

Perawat atau Dokter BLS / PPGD

OksigenSuction,Tiang Infus
,InfusPumpdenganBaterai,Oksimetri,Ambubag,

Perawat
3

Derajat 2 1. Petugas
ambulance
2. Perawat& Dokter
yangberkompeten
si penanganan
pasien kritis

Obat Emergency
Petugas ambulance BLS
Perawat & Dokter :
BLS, PPGD
Harusmengikuti,pelatihanuntukTransfer

KendaraanHDS/ambulance
Oksigen,Suction,Tianginfuse,Pompainfusedengan
Baterai,OksimetriDenyut serta MonitorEKG,
tensimeterdan
Defibrillator, Ambubag , obat obat emergensi

Derajat 3 1. Petugas
Ambulance
2. Perawat & dokter
yang
berkompetensi
penanganan
pasien kritis

pasiendengansakitberat/kritis
Dokter:
Minimal6bulanpengalaman
bekerjaDiICU / ROI atau telah mengikuti

KendaraanHDS/ambulance
Oksigen,Suction,TiangInfuse,PompaInfusedengan

Keterampilan BLS &PPGD

Baterai,OksimetriDenyut serta MonitorEKG,

Keterampilanmenanganipermasalahanjalan

Tensimeterdan

napasdanpernapasan

Defibrillator, Ambubag , Obat Obat emergensi,

Telah mengikuti pelatihanuntuktransfer

ventilator portable,

pasiendengansakitberat/kritis
Perawat :
Keterampilan BLS & ALS
Telah mengikuti pelatihanuntuktransfer
pasiendengansakitberat/kritis

4. Tingkat Penanganan Pasien


NO
1
2

TINGKAT PERAWATAN

DERAJAT KONDISI

Intensive Care

IRIR (ICU, ICCU, NICU,

High Care

UNIT PELAYANAN

PASIEN

Burn Unit), ROI I, OK


HCU (Bedah F, Bedah A ,

1 dan 2

RPI, RR, UPI), HDC, HD,


ROI 2, dan IDIK

Ward Care
Out Patient
Pelayanan lain
0

selain 1 dan 2 di

Semua ruang rawat inap


Semua pelayanan rawat

jalan
Semua pelayanan yang

atas

tidak termasuk
intensive care dan high
care

5. Tata Cara Trasfer Pasien

a. Kategori 1
Kategori I adalah arah pemindahan pasien dari derajat kondisi yang
lebih tinggi ke kondisi derajat yang lebih rendah

Intensive Care
(derajat 3 )
High Care

(derajat 1 2)
Ward Care

1-2

( derajat 0 )

Pasien yang sudah memenuhi kriteria keluar dari ruang IRIR/ ROI
I,dimanakondisi pasienmulai stabil,sudahtidak memerlukanbantuan
pernapasan, dimanapasiendapat dirawat di ruangan seperti di High
Care atau dapat langsung dirawat di Ward Care.

Berikut Algoritmanya:
Dari IntensiveCare ke HCU atau dari IntensiveCare keWard Care

MULAI

PASIEN
Sudah tidak memerlukan
perawatan intensive
DPJP INTENSIVE CARE
Memutuskan pasien
memenuhi kriteria
keluarintensive care

Tidak

PERAWAT INTENSIVE CARE


Menghubungi HCU/Ward Care mengenai
kesiapan TT
TT
Tersedia?

Ya

DOKTER &PERAWAT HCU/WARD CARE


Mendatangi pasien di Intensive Care untuk
persiapan transfer
TRANSPORTER & PERAWAT HCU/WARD CARE
Mempersiapkan brankar, obat-obatan & peralatan sesuai
kondisi pasien
TRANSPORTER & PERAWAT &DOKTER
HCU/WARD CARE
Mentransfer pasien menuju HCU/Ward Care
SELESAI

Dari HCU ke Ward Care

MULAI
PASIEN
Sudah tidak memerlukan perawatan
HCU
DPJP HCU
Memutuskan pasien
memenuhi kriteria keluarHCU
Tidak

PERAWAT HCU
Menghubungi Ward Care mengenai kesiapan
TT

10

TT
Tersedia?

Ya

DOKTER&PERAWAT WARD CARE


Mendatangi pasien di HCU untuk persiapan transfer
TRANSPORTER & PERAWATWARD CARE
Mempersiapkan brankar, obat-obatan & peralatan
sesuai kondisi
TRANSPORTER & PERAWAT & DOKTER WARD
CARE
Mentransfer pasien menuju Ward Care
SELESAI

Pada prosedur transferdari Intensive Care ke HCU, transporter dan petugas


pendamping berasal dari HCU, demikian juga pada saat pasien keluar dari
Intensive Care keWard Care, transporter dan petugas pendampingnya
berasal dari Ward Care.Pada saat pasien keluar dari HCU ke Ward Care,
pasien dijemput oleh transporter dan petugas pendampingnya yang berasal
dari Ward Care

b. Kategori 2
Intensive Care
(derajat 3 )
High Care
(derajat 1 2)
Ward Care
( derajat 0 )

3
1-2

0
11

Kategori 2 adalah arah pemindahan pasien dari derajat kondisi yang lebih
rendah ke kondisi derajat yang lebih tinggi, misalnya dari Ward Care ke
High Care atau dari High Care ke Intensive Care atau bisa dari Ward Care
langsung ke Intensive Care. Perpindahan perawatan dari kondisi derajat
yang

rendah

ke

perawatan

yang

lebih

diperlukankarenamengingatkondisi

tinggi

pasiendengan

Airway,Breathing,Circulation (ABC)yang tidak stabil sangatmembutuhkan


observasi l ketat dan intervensi yang mendalam.

Berikut Algoritmanya:
Dari WardCare Ke HCU atau dari Ward Care ke Intensive Care

MULAI

Tida
k

DOKTER JAGA WARD CARE


Menghubungi Dokter Jaga Intensive
Care/HCU
DOKTER JAGA INTENSIVE CARE/HCU
Datang ke Ward Careuntuk Memeriksa
Kondisi Pasien
Indikasi Masuk Intensive Care/
HCU?

Y
a

PERAWAT INTENSIVE CARE/HCU


Telpon Unit Intensive Care/HCU Untuk Persiapan
Perawatan
TRANSPORTER & PERAWAT INTENSIVE CARE/HCU
Mempersiapkan brankar, peralatan & obat2an sesuai
kondisi pasien
TRANSPORTER & PERAWAT & DOKTER
INTENSIVE CARE/HCU
Mentransfer pasien menuju ruang perawatan
Intensive Care / HCU

12

SELESAI

Pasien yang masuk ke Intensive Care, juga bisa berasal dari kamar operasi,
mengingat kondisi pasien yang tidak stabil, maka transporter dan petugas
pendamping berasal dari Intensive Care.Terkadang pada kondisi tertentu,
pasien yang sedang dirawat di Intensive Care memerlukan pemeriksaan
penunjang

seperti

CT

Scan,

MRI

atau

pemeriksaan

penunjang

lainnya.Pada kondisi tersebut maka transporter dan petugas pendamping


berasal dari Intensive Care.

Dari HCU Ke Intensive Care :

MULAI

Tidak

DOKTER JAGA HCU


Menghubungi Dokter Jaga Intensive
Care
DOKTER JAGA INTENSIVE CARE
Datang ke HCU untuk Memeriksa Kondisi
Pasien
Indikasi Masuk Intensive Care?

Ya
PERAWAT INTENSIVE CARE
Telpon Unit Intensive Care Untuk Persiapan
Perawatan
TRANSPORTER & PERAWAT INTENSIVE CARE
Mempersiapkan brankar, peralatan & obat2an sesuai
kondisi pasien
TRANSPORTER & PERAWAT & DOKTER
INTENSIVE CARE
Mentransfer pasien menuju ruang perawatan
Intensive Care
SELESAI

13

Mengingat kondisi pasien yang tidak stabil, maka prosedur transfer


dilakukan oleh petugas yang berkompeten dibidangnya, jadi

perlu

apabila pasien

diputuskan untuk di rawat di Intensive Care, maka yang menjemput pasien dari
ruang perawatan semula

(HCU atau Ward Care) adalah petugas dari ruang

Intensive Care, begitu pula bila pasien dari Ward Care dan diputuskan akan
dirawat di High Care, maka yang menjemput pasien adalah transporterdanpetugas
pendamping yang berasal dari High Care.
c. Kategori 3
Kategori 3 adalah arah pemindahan pasien dengan kondisi derajat yang sama

Intensive Care
(derajat 3 )

Intensive Care
(derajat 3 )

High Care

High Care

(derajat 1 2)

(derajat 1 2)

Ward Care

Ward Care

( derajat 0 )

( derajat 0 )

Petugas pendamping pasien pada prosedur transfer dengan kondisi derajat yang
sama dapat dilakukan oleh petugas yang berasal dariruang asal pasien dirawat
atau dapatdijemput oleh petugas yang berasal dari ruang perawatan yang akan
dituju.Mengingat perpindahan pasien terjadi antara unit yang sederajat, maka
darimana

pun

petugas

pendamping/

transporter

berasal

akanmembahayakan kondisi pasien tersebutsepanjang petugas

tidak

pendamping

memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Pada situasi ini yang diperlukan adalah
komunikasi 2 arah antara unit pengirim dan unit penerima.

14

Berikut Algoritmanya:
MULAI

PASIEN
Diputuskan untuk ditransfer ke
Unit/Instalasi lain karena Tempat
Tidur penuh
DPJPTEMPAT PASIEN
DIRAWAT
Menilai derajat kesehatan
pasien sebelum dilakukan
PERAWATTEMPAT PASIEN
DIRAWAT
Menghubungi ruang perawatan
yang dituju mengenai kesiapan
PERAWATTEMPAT PASIEN
DIRAWAT
Menghubungi ruangan lain

Tida
k

TT/ sarana lain tersedia?

Ya

PERAWAT
Melakukan komunikasi dengan petugas diruang
perawatan tujuan mengenaikesepakatan prosedur
transfer
Tida

Terjadi kesepakatan?

Ya

TRANSPORTER/PETUGAS PENDAMPING
Mentransfer pasien menuju ruang perawatan
yang dituju
SELESAI

6. Etika dan Keputusan Trasfer Pasien

15

Berbagai pertimbangan perlu diambil sebelum transfer dilakukan, yaitu:


a. Apabila keputusan trasfer telah diambil, lakukan komunikasi dengan
Instalasi/unit penerima. Bila trasfer antar rumah sakit maka perlu terlebih
dahulu kontak dengan rumah sakit penerima.
b. Berikan informasi yang sejelas jelasnya kepada pasien dan keluarga
mengenai alasan dilakukannya transfer.
c. Tidakmenganggap remeh resiko yang akan dialami pasien selama proses
trasfer

berlangsung.

Pastikan

tim

transfer

telah

siap

dan

semua

peralatanmedis danobat-obatan tersedia lengkap dan tidak kadaluarsa.


d. Keputusan mentrasfer pasien harus di dokumentasikan dalam rekam medis
pasien berikut kriteria kondisi umum pasien.

7. Moda Transportasi Antar Rumah sakit


Ambulans 118 adalah kendaraan transportasi gawat darurat medis khusus
orang sakit atau cedera, dari satu tempat ke tempat lain guna perawatan
medis. Istilah Ambulans digunakan menerangkan kendaraan yang digunakan
untuk membawa peralatan medis kepada pasien di luar rumah sakit atau
memindahkan pasien ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.Ambulans
harus

di

service

peralatanminimalyang

secara

berkala

diperlukan

dan

dalam

begitu
proses

pula

transfer

dengan.Semua
pasien

harus

terpelihara dengan baik dan dikalibrasi secara berkala.


8. Penanganan Selama Transfer Berlangsung
a. Posisi pasien harus stabil selama di dalam perjalanan
b. Semua peralatanharusamandisimpandi posisi bawah dari tempat tidur
pasien pasien.
c. Pasienharusdipantauterus-menerus

sepanjangtransferdandicatatpada

formulir transfer.
d. Monitor, ventilator, pompainfus dan tabung oksigen
mudah dijangkau.
e. Jikakebutuhan
klinistimbul

di

harusterlihat dan

manapasienmemerlukanintervensi,

makakendaraanharusberhenti ditempat yangaman, karenapetugas mungkin


memerlukan tempat untuk bergerakdi luar kendaraan.

9. Serah Terima Pasien di Tempat Tujuan


16

Setibanya di rumah sakit /instalasi / unit tujuan, harus ada serah terima
resmi antara tim transfer dengan dokter /

perawat jaga

yang berada di

rumah sakit / instalasi / unit penerimayang selanjutnya akan bertanggung


jawab atas perawatan pasien tersebut.Satu salinan formulir transfer pasien
yang berisi catatan medis pasien sepertitanda vital hasil lab, hasil x-ray /
scan, serta kondisi pasien

selama transfer berlangsung(jika terjadi insiden

dimana pasien tiba tiba mengalami kondisi


berlangsung) diserahkankepada

kritis selama transfer

rumahsakit/instalasi/unit penerima, dan

satu salinan akan disimpan oleh rumah sakit/ instalasi/unit perujukdan


dimasukkan ke dalamrekammedis.

D. DOKUMENTASI
1.
2.
3.
4.

Formulir
Formulir
Formulir
Formulir

timbang terima pasien dalam rekam medik


rujukan antar instansi dalam rekam medik
rujuk balik antar instansi dalam rekam medik
Komunikasi antar unit pelayanan dalam rekam medik

17

Rujukan:
1. Undang - undang RI No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
2. Kementerian Kesehatan RI. Standard Akreditasi Rumah Sakit. Tahun 2011.
3. Association of Anaesthetists of Great Britain and Ireland (2009). AAGBI
safety guideline: interhospital transfer. London.
4. North West London Cardiac & Stroke Network

(2010).

Web-based

interhospital transfers: user guide. London: NHS.


5. Welsh Assembly Government(2009). Designed for Life: Welsh guidelines for
the transfer of critically ill adult; 2009.
6. Warren J, From RE, Orr RA, Rotello LC, Horst M. (2004). Guidelines for the
inter-and intrahospital transport of critically ill patient. American College of
critical Care Medicine. Crit Care Med. 2004; 1:256-62.

18