Anda di halaman 1dari 8

INTERPROFESIONAL

EDUCATION (IPE) DAN


INTERPROFESIONAL
COLABORATION
Didik Udayana
Anton Prasetyo
Ayu Rezki Amaliah
Indria Nirmala Putri
Kamsiah
Mariati

Pada tanggal 7 April diperingati sebagai Hari Kesehatan


Dunia oleh WHO. Dewasa ini kondisi dunia kesehatan
semakin maju dengan berbagai perkembangan
peralatan moderen, berbagai penyakit mampu
ditangani dengan baik minimal memberikan diagnosis
yang tepat, namun masih banyak berita tentang
masyarakat yang akhirnya tidak dapat ditolong hingga
jatuh korban jiwa yang seharusnya bisa diberikan
pertolongan dengan cepat dan tepat.
Akhirnya
masyarakat memojokkan para tenaga kesehatan
dengan dalih tindakan medis tidak maksimal, terjadi
malpraktek dan lain-lain. Pihak pemerintahpun didesak
untuk memperbaiki permasalahan ini, akhirnya
dicetuskanlah konsep Interprofessional Education
untuk meningkatkan kinerja dan memperkecil
kemungkinan terjadi kesalahan medis atau malpraktek.

INTERPROFESIONAL EDUCATION
Interprofessional Education (IPE) ialah sebuah proses
pembelajaran antara berbagai mahasiswa kesehatan atau
tenaga kesehatan dengan berbagai latar belakang pendidikan
dengan tujuan utama adalah interaksi antara sesama dan
berkolaborasi untuk menghasilkan usaha kesehatan promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif dan usaha kesehatan lainnya
(WHO, 1988).
Interprofessional Education (IPE) merupakan bagian integral dari
pembelajaran profesional kesehatan, yang berfokus pada
belajar dengan, dari, dan, tentang tenaga sesama kesehatan
untuk meningkatkan kerja sama dan meningkatkan kualitas
pelayanan pasien. Model ini berfungsi untuk mempersiapkan
tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan berkolaborasi
dengan tenaga kesehatan yang lain dalam sistem kesehatan
yang kompleks (Becker dkk, 2014).

FUNGSI IPE

Membahas isu-isu kesehatan


Menemukan solusi-solusi yang tepat dan
dapat diaplikasikan secara efektif dan efisien

KEUNTUNGAN IPE BAGI


MAHASISWA

Mendapatkan kemampuan
negosiasi
Mendapatkan kemampuan
kepemimpinan
Belajar tentang kerja sama
tim
Meningkatkan kemampuan
komunikasi
Dapat bertukar pengetahuan
dan informasi
Dapat berbagi cara
mengambil keputusan
Dapat mengatur /
menyelesaikan konflik

Dapat memberikan pelayanan


kepada pasien dengan pasien
sebagai pusatnya
Meningkatkan rasa percaya
diri
Meningkatkan rasa mawas diri
Menumbuhkan rasa saling
menghormati
Menumbuhkan rasa saling
percaya antar profesi
Meningkatkan kualitas
pelayanan
Kolaboratif dalam praktek

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Faktor Internal
Individu
Pengalaman
Pengetahuan
Faktor Eksternal
Stimulus
Lingkungan Kesehatan

TUJUAN OBJEKTIF PROGRAM


IPE

Meningkatkan kemampuan komunikasi


mahasiswa dengan keluarga, dokter, dan
tenaga kesehatan yang lain serta memahami
peran sebagai perawat profesional.

Keberlangsungan praktek kolaborasi oleh tenaga


kesehatan dalam memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat dapat dipengaruhi
oleh kompetensi interprofesi yang dimiliki
tenaga kesehatan. Kompetensi interprofesi
dalam pelaksanaan praktek kolaborasi adalah
etika interprofesi, peran dan tanggung jawab,
komunikasi, serta kerjasama dalam tim. Agar
praktek kolaborasi dapat diwujudkan secara
nyata dalam tatanan pelayanan kesehatan maka
diperlukan suatu sistem pembelajaran
interprofesi atau lebih dikenal IPE.
Praktek Kolaborasi dan IPE merupakan dua hal
yang diperlukan untuk mengatasi beberapa
permasalahan pelayanan kesehatan di Indonesia.