Anda di halaman 1dari 26

BAB VIII Pertumbuhan dan

Perkembangan

Hasil Konsepsi

Bab 8

PERTUMBUHAN
DAN
PERKEMBANGAN
HASIL KONSEPSI

Mata Kuliah: ASKEB I (Kehamilan)


Standar Kompetensi:
Mahasiswa mampu mengerti, memahami, dan dapat menjelaskan
fisiologis kehamilan
Kompetensi Dasar:
Mahasiswa dapat memahami perkembangan fisiologis janin
Indikator:
Mahasiswa mampu menjelaskan pertumbuhan dan
perkembangan hasil konsepsi
Petunjuk Belajar :
1. Untuk Dosen:
2. Untuk Mahasiswa:
Tujuan Umum:
Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pertumbuhan dan
perkembangan hasil konsepsi
Tujuan Khusus:
1. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian pertumbuhan dan
perkembangan hasil konsepsi
2. Mahasiswa dapat menjelaskan tahapan pertumbuhan dan
perkembangan hasil konsepsi

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

Perkembangan

Hasil Konsepsi

3. Mahasiswa dapat menjelaskan faktor-faktor yang


mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hasil
konsepsi

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

3
Hasil Konsepsi

PENDAHULUAN

ertumbuhan dan perkembangan menyangkut semua aspek kemajuan


yang dicapai oleh jasad manusia dari konsepsi sampai dewasa.
Pertumbuhan berarti bertambah besar dalam aspek fisis akibat

multiplikasi sel dan bertambahnya jumlah zat interseluler. Oleh karena itu
pertumbuhan dapat diukur dalam sentimeter atau inch dan dalam kilogram atau
pound. Selain itu dapat pula diukur dalam keseimbangan metabolik, yaitu retensi
kalsium dan nitrogen oleh badan. Sedangkan perkembangan digunakan untuk
menunjukkan bertambahnya ketrampilan dan fungsi yang kompleks.
Pertumbuhan dan perkembangan janin dimulai sejak terjadinya konsepsi.
Konsepsi adalah pertemuan antara ovum matang dan sperma sehat yang
memungkinkan terjadinya kehamilan. Sejak konsepsi perkembangan konseptus
terjadi sangat cepat. Konseptus merupakan semua jaringan konsepsi yang
membagi diri menjadi berbagai jaringan embrio, korion, amnion, dan plasenta.
Kehamilan berlangsung selama kira-kira 40 minggu, atau 280 hari. Lama
kehamilan dihitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir (LMP [last
menstrual period]). Akan tetapi, sebenarnya konsepsi terjadi sekitar dua minggu
setelah hari pertama periode menstruasi terakhir. Perubahan-perubahan dan
organogenesis janin terjadi pada berbagai periode kehamilan.
Bab ini akan mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan hasil
konsepsi yang mencakup tentang pengertian, tahapan, dan faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi.

A. PENGERTIAN
Pertumbuhan merupakan bertambah jumlah dan besarnya sel di seluruh
bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur, sedangkan perkembangan
merupakan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai
melalui tumbuh kematangan dan belajar.
Hasil konsepsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hasil
dari percampuran antara inti sel jantan dan inti sel betina. Hasil konsepsi

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

4
Hasil Konsepsi

dimulai dari pertemuan sel sperma laki-laki dan sel ovum perempuan, lalu
melalui tahap zigot, embrio hingga janin.
Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi dalam kandungan dapat
diartikan sebagai segala fenomena atau gejala sebagai akibat dari produk`
kerjasama dan pengaruh timbal balik antara potensialitas herediter (warisan
sejak lahir), sifat bawaan dari kedua orang tua yang terdapat dalam gen
(pembawa sifat keturunan) dengan faktor-faktor lingkungan.

B. TAHAPAN
Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi dibedakan menjadi dua,
yaitu dilihat dari segi fisik janin dan dilihat dari segi psikologis.
1. Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik
Periode pertumbuhan dan perkembangan fisik hasil konsepsi dalam
kandungan melalui tiga tahapan, yaitu periode zigot, embrio dan fetus
(janin).
a. Periode zigot
Periode zigot dimulai sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua.
1) Minggu ke-1
Setelah perpaduan inti sel kedua orang tua, maka
terbentuklah kedua inti baru yang membentuk sel baru. Sel telur
yang telah dibuahi akan membelah menjadi dua sel, kemudian
empat sel, dan terus membelah sambil bergerak meninggalkan tuba
falopi menuju rahim. Saat ini dengan perkiraan kasar terdapat tiga
puluh sel dari hasil pembelahan. Kumpulan sel tersebut dinamakan
morula, dari bahasa latin yang berarti anggur.
Sel yang lebih besar bentuknya akan membentuk embrio, sel
pertama itu tidak menghasilkan sel-sel yang sama seperti sel asal,
melainkan sel yang beraneka spesialisasi sesuai dengan tugas
khusus masing-masing bagian tubuh manusia. Morula ini dalam
keadaan mengapung di cairan rahim dan pada hari keempat
terbentuk menjadi blastosit. Blastosit menstimulasi terjadinya

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

Perkembangan

Hasil Konsepsi

perubahan dalam tubuh termasuk terhentinya siklus menstruasi.


Pada hari ketujuh gelembung ini akan tertanam ke dalam rahim
(endometrium) melalui proses nidasi. Selama proses nidasi
pembuluh yang sangat halus dalam jaringan sel sang ibu dibuka,
sisa jaringan yang rusak atau tetes darah kecil yang keluar
merupakan makanan bagi sel-sel yang sedang tumbuh.
2) Minggu ke-2
Minggu kedua ditandai oleh selesainya implantasi dan
pembentukan embrio bilaminar. Disebut embrio bilaminar karena
lingkaran embrio terbentuk dari lingkaran massa bagian dalam,
yang terdiri atas dua lapisan sel, yakni epiblas, lapisan tebal sel-sel
silindris yang membentuk dasar rongga amnion dan pada akhirnya
akan menjadi endodermis, mesodermis dan ektodermis embrionik
dan hipoblas, selapis tipis sel-sel kubus kecil yang tersusun atas
endodermis utama kantung kuning telur.

Gambar 8.1. Pertumbuhan dan Perkembangan Hasil Konsepsi Periode Zigot


(Sumber: http://leavingbio.net/human%20reproduction-web.htm)

b. Periode embrio

Tahap embrio berlangsung dari hari ke-15 sampai sekitar 8


minggu setelah konsepsi atau sampai ukuran embrio sekitar 3 cm, dari
puncak kepala sampai bokong. Tahap ini merupakan masa yang paling
kritis dalam perkembangan sistem organ dan penampilan luar janin.
Daerah yang sedang berkembang dan mengalami pembelahan sel yang

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

6
Hasil Konsepsi

cepat sangat rentan terhadap malformasi akibat teratogen dan


lingkungan. Pada akhir minggu ke-8, semua sistem organ dan struktur
eksterna terbentuk dan embrio telah menjadi manusia.
1) Minggu ke-3
Permulaan periode embrional ditetapkan sebagai mulainya
minggu ketiga setelah ovulasi (fertilisasi, atau minggu kelima
setelah hari pertama periode menstruasi terakhir, dan waktunya
bersamaan dengan waktu harapan menstruasi berikutnya. Embrio
memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin HCG), sehingga kebanyakan uji kehamilan yang digunakan di
klinis memberikan hasil positif pada waktu ini.
2) Minggu ke-4
Menjelang akhir bulan pertama embrio sudah agak lengkap
dari ujung kepala sampai kaki panjangnya kira-kira 4 mm. Masih
sulit membedakan bagian-bagian strukturnya. Tetapi badan ini
sudah mempunyai kepala dengan dasar permulaan mata dan
telinga, sebuah mulut dan otak yang telah memperlihatkan ciri khas
manusia, ginjal sederhana telah ada, limpa, bagian pencernaan, tali
pusat sederhana, peredaran darah dan sebuah jantung. Rupa embrio
masih belum manusiawi, ia mempunyai sebuah ekor; di kedua
belah sisi kepalanya terdapat kerut-kerut seakan ada insang, ada
benjolan lengan dan kaki yang agak berlainan.
3) Minggu ke-5
Awal minggu ke tiga pascafertilisasi menandai dimulainya
morfogenesis, yakni perkembangan bentuk tubuh. Terbentuk 3
lapisan yaitu ektodermis, mesodermis dan endodermis. Ektodermis
adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf
pada janin yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit
serta rambut.

Lapisan Mesodermis berada pada lapisan tengah

yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

7
Hasil Konsepsi

organ reproduktif. Lapisan Endodermis yaitu lapisan paling dalam


yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
4) Minggu ke-6
Dalam minggu keenam telah terdapat pokok kerangka tulang
tubuh yang lengkap. Kerangka itu masih belum terdiri atas tulang
melainkan seperti ujung hidung orang dewasa yaitu tulang rawan.
Antara hari ke 46 dan 48 tulang rawan itu sudah diganti dengan selsel pertama sel-sel sesungguhnya, selalu dimulai dari kedua lengan
bagian atas. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup,
sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk.. Jantung mulai
berdetak pada awal minggu ke empat pascafertilisasi (enam minggu
berdasarkan masa menstruasi terakhir).
Pada akhir minggu ini, embrio diperkirakan memiliki
gambaran seperti kadal dan mempunyai bakal telinga (lubang otis),
lengan (bakal lengan), tungkai (bakal tungkai), dan struktur leher
dan wajah (empat lekuk brakial pertama).
5) Minggu ke-7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan
beratnya 0,8 gram. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian
bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik
kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang
terdapat di paru-paru. Perkembangan pesat otak menghasilkan
perkembangan kepala yang membesar dan membuatnya menjadi
bagian yang lebih besar daripada anggota tubuh lain. Mata mulai
berkembang berupa bakal lensa, cangkir optic dan pigmen retina.
6) Minggu ke-8
Ukuran embrio kira-kira 14-20 mm. Ujung hidung dan
kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Bronchi,
saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan,
mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku.
Lubang hidung, bibir, mulut serta lidah sudah mulai terbetuk.
Matanya juga sudah kelihatan berada di bawah membran kulit yang

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

8
Hasil Konsepsi

tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum


sempurna.

Gambar 8.2. Pertumbuhan dan Perkembangan Hasil Konsepsi Periode Embrio

c.

(Sumber: http://www.slideshare.net/SDRTL/fetal-and-embryo-growth)

Periode janin
Periode janin berlangsung sejak minggu ke-9 sampai akhir masa
hamil, perubahan pada periode ini tidak sedramatis pada masa embrio
karena pada tahap ini hanya terjadi peristiwa pematangan struktur dan
fungsi. Janin kurang rentan terhadap teratogen, kecuali terhadap
teratogen yang mempengaruhi fungsi sistem saraf pusat.
1) Minggu ke-9
Pada minggu kesembilan punggung bayi akan sedikit
menegak dan tulang ekornya akan sedikit memendek. Proporsi
kepala masih lebih besar dari anggota lainnya dan bagian
kepalanya masih menekuk ke arah dada. Kedua mata telah
berkembang dengan baik, namun masih ditutupi oleh membran
kelopak. Janin dapat melakukan gerakan-gerakan kecil setelah ototototnya mulai berkembang, anggota badannya juga mulai
berkembang. Perkembangan lengan dan jari tangan lebih cepat
daripada tungkai dan jari kaki. Pada tahap ini telapak tangan janin
telah memiliki batas jari tangan yang jelas, kelima jari tangan
tampak terpisah satu sama lain.
2) Minggu ke-10

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

Perkembangan

Hasil Konsepsi

Janin telah memiliki rancangan struktur tubuh yang


sempurna, janin mulai berwujud sebagai manusia. Perkembangan
yang terjadi meliputi pemisahan jari-jari tangan dan kaki,
munculnya bakal lidah dan gigi, menghilangnya tulang ekor dan
semakin berkembangnya bayi. Otak bayi setiap menitnya
diproduksi seperempat juta sel-sel syaraf (neuron) baru. Jantung
janin berkembang sempurna walaupun genitalia eksternal belum
jelas terlihat, namun testis bayi laki-laki telah memproduksi
testosteron, sehingga proses maskulinisasi telah dimulai pada akhir
minggu kesepuluh ini. Bayi telah dinyatakan melewati masa kritis
terjadinya kelainan congenital (cacat bawaan).
3) Minggu ke-11
Pembuluh darah dalam plasenta akan diperbanyak untuk
menyokong kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi, usus
halus dalam perutnya masih dalam proses perkembangan dan
beberapa diantaranya masih menyatu ke dalam tali pusat usus ini
telah mampu menimbulkan gerakan peristaltik, yaitu gelombang
kontraksi

yang

mengalirkan

makanan

sepanjang

saluran

pencernaan.
Rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh.
Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Janin bisa melakukan
gerakan

kaki

dan

tangan,

termasuk

gerakan

menggeliat,

meluruskan tubuh dan menundukkan kepala. Janin juga bisa


mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau
malah jumpalitan.
4) Minggu ke-12
Janin terus tumbuh besar, ukurannya telah berlipat ganda
dalam tiga minggu terakhir dan wajahnya mulai menunjukkan
wujud manusia. Walaupun seluruh struktur telah terbentuk namun
belum sempurna, minggu ini terjadi proses penyempurnaan
keseluruhan struktur tersebut. Kuku jemari tangan dan kaki mulai

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

10
Hasil Konsepsi

terbentuk, otot-otot janin mulai berkembang dengan baik untuk


menimbulkan adanya gerakan spontan yang tidak disadari
(involunter). Otak belum berkembang dengan sempurna, sehingga
perintah untuk menggerakkan otot berasal dari tulang belakang.
Saat ini seluruh usus halus janin telah berada dalam rongga
perutnya. Bila bayi berjenis kelamin laki-laki maka sifat
maskulinnya akan timbul dan organ reproduksi wanitanya akan
menghilang. Janin aktif bergerak dalam perut ibu dalam satu jam
bisa berubah posisi dua puluh kali, namun tidak semua gerakan
dilakukan atas inisiatif sendiri, ada yang terjadi akibat aktifitas ibu.
5) Minggu ke-13
Kelopak mata bayi masih menutup dan tidak akan membuka
hingga usia kehamilan empat bulan. Bayi akan mulai menghisap
ibu jari tangannya, karena tanggannya telah cukup panjang,
jaringan yang akan melapisi tulang telah terbentuk terutama bagian
kepala, kaki, serta beberapa tulang iga mulai terlihat. Bagian mulut
dan dagu tampak lebih jelas, plasenta telah berkembang dengan
sempurna dan telah siap menjadi tempat pembentukan hormon
yang selama ini dihasilkan oleh ovarium. Menjelang akhir bulan
ketiga, setiap bayi memperlihatkan tingkah laku yang sangat
pribadi. Hal ini disebabkan karena struktur otot pada setiap bayi
berlainan, umpamanya susunan dan macamnya otot muka
mengikuti pola yang diturunkan.
6) Minggu ke-14
Wajah bayi terlihat lebih sempurna, pipi dan jembatan
hidungnya telah terlihat, kedua telinganya telah berpindah dari
bagian sisi leher ke sisi di samping kepala, letak kedua matanya
telah saling berdekatan. Perkembangan besar lainnya terlihat
dengan tumbuhnya lanugo yang merupakan suatu rambut halus
yang tumbuh di seluruh tubuh janin dengan pola melingkar sesuai
alur kulitnya. Pola ini nantinya akan menjadi cikal bakal sidik jari.

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

11

Perkembangan

Hasil Konsepsi

7) Minggu ke-15
Pada minggu ini timbul pigmentasi pada rambut bayi sesuai
dengan gen yang diturunkan. Bayi makin banyak bergerak, lengan
mampu menekuk di bagian siku dan pergelangan tangan
membentuk

kepalan

tangan.

Perkembangan

tulang

terus

berlangsung dan telah terbentuk sempurna di seluruh tubuh.


8) Minggu ke-16
Bayi telah mampu menegakkan kepalanya, otot wajah sedikit
berkembang, sehingga ia mampu memperlihatkan beberapa raut
wajah yang berbeda. Bayi juga mampu mengedipkan mata,
membuka mulutnya, bahkan mampu mengerutkan dahi. Jika bayi
ini perempuan maka ovarium telah turun dari rongga abdomen dan
masuk di rongga panggul, di dalamnya telah terbentuk lebih dari
lima juta sel.
9) Minggu ke-17
Pada minggu ketujuh belas plasenta makin membesar dan
berisi jaringan pembuluh darah sehingga permukaannya meluas
mulai terdapat pemupukan lemak coklat yang nantinya akan
berperan penting untuk menimbulkan panas tubuh.
10) Minggu ke-18
Bayi lebih sensitif terhadap dunia luar, ia akan memberikan
reaksi berupa tendangan dan dorongan, saat ini ia sudah dapat
mendengar, karena tulang-tulang pendengarannya mulai mengeras
dan bagian otak yang menerima impuls serta memproses sinyal
syaraf dari telinga telah berkembang. Bayi akan terbiasa dengan
bunyi aliran darah melalui tali pusar dan bunyi detak jantung ibu,
dan retina mata telah menjadi sedikit sensitif.
11) Minggu ke-19
Otak bayi berkembang ditandai dengan ukurannya yang
menempati porsi terbesar dari tubuh, bayi mampu melakukan
gerakan sadar secara langsung, telinga telah berada di kedua sisi
kepala, bakal gigi permanen bayi telah muncul di sela-sela gigi

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

12
Hasil Konsepsi

susu, rasio antara panjang kaki dengan paha dan tungkai


keseluruhan tidak akan berubah.
12) Minggu ke-20
Kulit janin telah menebal dan membentuk empat lapisan
kulit. Pada saat bersamaan, kelenjar sebasea (kelenjar keringat)
mengeluarkan suatu substansi lembek yang disebut verniks kaseosa
yang berfungsi sebagi pelindung kulit bayi dari gesekan secara
terus menerus dengan cairan amnion.
13) Minggu ke-21
Janin telah memiliki jumlah sel darah merah yang cukup
banyak, sel darah putih yang merupakan salah satu system
kekebalan tubuh mulai terbentuk, bakal indra pengecap juga mulai
terbentuk. Sistem pencernaan juga telah berkembang sehingga
dapat menyerap air dan zat gula dari cairan amnion dan
mengalirkan sedikit zat padat ke dalam usus besar.
14) Minggu ke-22
Jumlah sel syaraf telah sempurna dan telah mampu belajar
mengenai diri dan sekitarnya melalui sentuhan. Sentuhan
merupakan indra pertama yang dipakai bayi untuk mempelajari
gerakan, merasakan wajahnya atau bahkan memukul kaki dan
lengannya. Saat menghisap ibu jari ia dapat membawa ibu jari
tersebut ke dalam mulutnya atau menekuk kepalanya ke arah
tangan. Proses belajar ini akan terus diulang sampai ia lahir.
15) Minggu ke-23
Janin mulai menelan sejumlah kecil cairan amnion dan
mengeluarkan sebagian dalam bentuk urin. Janin dapat cegukan
saat menelan sejumlah cairan dan ibu dapat merasakan pergerakan
tubuhnya yang menyentak-nyentak saat cegukan.
16) Minggu ke-24
Bulu mata janin telah berkembang, rambut kepala mulai
tumbuh, janin tampak gemuk dan lebih besar, ia memenuhi ruang
rahim dan pergerakannya akan terbatasi, ia tidak lagi dapat berputar
dan berjungkir balik dalam cairan amnion, namun ia masih senang

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

13
Hasil Konsepsi

mencengkeram tali pusar, menyentuh serta merasakan sekitarnya.


Kewaspadaan terhadap dunia luar semakin meningkat bila ibu
terkejut maka bayi akan ikut merasa terkejut.
17) Minggu ke-25
Detak jantung bayi dapat terdengar tanpa bantuan stetoskop,
pembedaan jenis kelamin pada bayi telah berlangsung dengan
sempurna. Testis pada bayi laki-laki telah mulai turun menuju buah
zakarnya sedangkan vagina pada bayi perempuan telah membentuk
suatu lubang. Sedangkan bayi telah terampil mengepalkan kedua
jari tangannya. Dominasi tangan kanan atau kiri telah muncul dan
ruas jari tangan juga mulai terbentuk sehingga sidik jari telah
timbul. Bayi telah mempunyai pola tidur dan bangun yang teratur.
18) Minggu ke-26
Kelopak mata bayi sudah mulai membuka, mata bayi telah
berkembang sempurna dan seluruh lapisan retinanya telah
terbentuk. Apapun warna mata bayi nantinya saat ini akan tampak
biru. Hal ini berlaku untuk semua ras karena pupilnya belum
memiliki warna yang sesungguhnya, hingga beberapa bulan
sebelum kelahiran. Struktur alis mata, kelopak mata dan jaringan
telah sempurna, walaupun masih berukuran kecil dan masih
bertumbuh
19) Minggu ke-27
Mulai saat ini bayi telah memiliki kemampuan hidup di dunia
luar sebanyak 85%, bila ternyata ibu melahirkan prematur.
Permukaan otak bayi tampak berkerut-kerut, kerutan ini dikalangan
kedokteran dikenal dengan istilah konvulsi, tekstur permukaan otak
yang berkerut-kerut itu penting bagi proses perkembangan
selanjutnya. Bagian otak ini mengandung lebih banyak sel-sel otak
dibagian yang permukaannya licin. jutaan sel-sel syaraf (neuron)
baru, mengisi seluruh bagian otak janin. Bagian otak depan
membesar, agar struktur otak lainnya dapat berkembang.
20) Minggu ke-28

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

14
Hasil Konsepsi

Otak bayi telah membentuk lotus dan girus seperti layaknya


otak yang telah berkembang. Jaringan otaknya meningkat secara
drastis, rambut kepala tumbuh semakin panjang. Penimbunan
lemak masih berlangsung di tubuhnya, posisi bayi masih dalam
keadaan sungsang.
21) Minggu ke-29
Di atas ginjal bayi, terdapat kelenjar adrenal yang saat ini
menghasilkan substansi mirip androgen (hormon seks pria) yang
akan bersikulasi dalam darahnya dan diubah menjadi estrogen
(dalam bentuk estriol) setelah melalui plasenta. Hal ini diperlukan
untuk merangsang keluarnya hormon prolaktin dalam tubuh ibu.
22) Minggu ke-30
Bayi mampu mengenali dan membedakan suara, namun suara
yang terdengar masih samar-samar. Bayi lebih awas terhadap
lingkungan sekitar, ia juga telah dapat membuka dan menutup
mata, ia dapat melihat siluet disekitar ibunya jika berada di tempat
yang terang, dapat merasakan rahim yang memijat tubuhnya saat
ibu mengalami kontaksi, ia telah mampu memberikan respon
terhadap rasa nyeri yang timbul. Bayi mulai menunjukkan gerak
pernafasan yang lebih berirama, walaupun masih sering tersedak
akibat tidak sengaja menelan cairan amnion yang salah masuk ke
saluran pernafasan. bayi mulai menghisap jempol, dan bergerak
mengikuti irama.
23) Minggu ke-31
Alveolus pada paru-paru bayi terdapat selapis sel epitel, yang
akan mengeluarkan surfaktan, yang mencegah alveolus menjadi
kolaps, sehingga bayi dapat memasukkan udara ke paru-paru dan
bernafas dengan sempurna.
24) Minggu ke-32
Sebagian besar bayi telah mampu mempelajari bahasa ibu
dan orang di sekitarnya. Kepala janin kemungkinan berada dalam

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

15
Hasil Konsepsi

posisi di bawah, karena cukup besar sehingga tungkai mencapai


iga. Hal ini akan menyebabkan nyeri. Bayi semakin familiar
dengan latar belakang suara konstan dari detak jantung ibu, dan
bisingnya suara usus serta aliran darah dari tali pusat.
25) Minggu ke-33
Bayi tidur sepanjang waktu dan ia mungkin mengalami
mimpi. Selama tidur matanya akan bergerak-gerak sesuai dengan
karakteristik tidur REM (Rapit Eye Movement). Bila ia bangun ia
akan waspada terhadap lingkungan sekitar.
26) Minggu ke-34
Rambut bayi semakin menebal, lanugo masih meliputi
seluruh tubuh dan menghasilkan vernik yang semakin kental.
27) Minggu ke-35
Kuku jemari bayi akan tumbuh hingga mencapai tepi jari,
penupukan lemak terus berlangsung terutama di sekitar bahu
sehingga bayi terlihat montok dan gemuk, lanugo di tubuh bayi
mulai rontok.
28) Minggu ke-36
Wajah telah makin berisi dan terlihat mulus serta montok
dengan ciri khas pipi bayi, besarnya ditentukan oleh penyimpanan
lemak dan kekuatan otot menghisap yang telah dilatih di dalam
rahim.
29) Minggu ke-37
Bayi telah berkembang sempurna dan siap dilahirkan. Lemak
disimpan dalam tubuh dengan kecepatan lebih dari empat belas
gram (setengah ons) per hari dan proses mielinisasi beberapa syarat
pada otaknya baru dimulai.
30) Minggu ke-38
Selama beberapa minggu terakhir, bayi telah memproduksi
zat sisa metabolisme tubuh didalam usus, suatu substansi berwarna
hitam kehijauan yang disebut mekoneum yang dihasilkan dari
pemecahan sel darah merah, kerontokan sel yang melapisi usus
halus, sel kulit serta lanugo yang ia keluarkan kecairan amnion

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

16

Perkembangan

Hasil Konsepsi

yang tertelan olehnya, serta dari sumber lainnya. Mekoneum ini


merupakan

produk

sisa

metabolisme

pertama

yang

akan

dikeluarkan oleh bayi setelah lahir. Terkadang dapat dikeluarkan


sebelum lahir, sehingga bayi diliputi zat sisa ini.
31) Minggu ke-39
Sebagian besar lanugo telah menghilang, tebal tali pusat 1,3
cm dan dapat terikat atau melingkari lehernya. Tali pusat akan
memberikan nutrisi pada bayi supaya berat badannya bertambah.
Beberapa antibodi dari tubuh ibu akan melalui lapisaan pelindung
plasenta dan memasuki aliran darahnya. Antibodi ini akan
memberikan suatu sistem kekebalan sementara selama enam bulan
setelah kelahiran hingga tubuh bayi mampu membentuk antibodi
sendiri.
32) Minggu ke-40
Bayi ini telah lahir dan biasanya akan mengejutkan kedua
orang tua, awalnya akan terlihat aneh, karena bentuk kepalanya
yang asimetris, namun hal ini akan terkoreksi dengan sendirinya
dalam sehari atau dua hari.

Gambar 8.3. Pertumbuhan dan Perkembangan Hasil Konsepsi Periode Janin


(Sumber: http://nursingcrib.com/nursing-notes-reviewer/ maternal-childhealth/prenatal-development/)

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

17
Hasil Konsepsi

Gambar 8.4. Pertumbuhan dan Perkembangan Organ pada Janin


(Sumber: http://nursingcrib.com/nursing-notes-reviewer/maternal-child-health/prenataldevelopment/)

2. Perkembangan Psikis
Periode prenatal merupakan periode yang sangat penting dan
menentukan perkembangan individu pada periode berikutnya. Selama
periode prenatal ini rahim merupakan lingkungan yang sangat menentukan
perkembangan janin. Pada umumnya, kondisi ibu sangat nyaman bagi
janin dan terlindung dari setiap gangguan. Tetapi hal ini tidak berarti janin

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

18

Perkembangan

Hasil Konsepsi

secara absolut luput dari pengaruh-pengaruh luar. Perkembangan mentalintelektual (taraf kecerdasan) dan mental-emosinal (taraf kesehatan jiwa)
banyak ditentukan sejauh mana perkembangan susunan saraf pusat dan
kondisi fisik organ tubuh lainnya serta dipengaruhi oleh sikap, sifat dan
kepribadian orang tua.
Tumbuh kembang anak secara fisik sehat memerlukan gizi makanan
yang baik dan bermutu. Terlebih lagi bagi tumbuh kembang otak, bahan
baku utama adalah gizi protein sedangkan makanan dalam bentuk gizi
mental berupa kasih sayang, perhatian, pendidikan dan pembinaan yang
bersifat kejiwaan.
Perkembangan atau pembentukan kepribadian anak merupakan
perpaduan (interaksi) antara faktor-faktor konstitusi biologi, psikoedukatif,
psiko-sosial, dan spiritual. Peran orang tua amat penting pada faktor ini.
Anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan memiliki
kepribadian yang matang. Pada awal perkembangannya janin bergantung
pada informasi yang diterima lewat darah ibu, yaitu dari hormon. Apabila
hormon menginformasikan lingkungan yang penyayang dan serba
mendukung, maka pertumbuhan akan didahulukan. Sedangkan bila
mengisyaratkan kecemasan dan ketakutan yang luar biasa janin akan
memilih progam genetic yang berfungsi menguatkan sistem perlindungan,
biasanya sambil mengorbankan pertumbuhannya. Proses ini memastikan
bahwa janin akan dapat beradaptasi dan mampu bertahan hidup.
Dalam trimester pertama janin dipengaruhi oleh kondisi organik
akibat persepsi-persepsi emosi ibu, dengan berkembangnya kesadaran
janin mampu menerima perasaan yang lebih mendalam dan lebih halus,
seperti

percaya

diri,

kegembiraan

mendadak

dan

kegairahan

menyenangkan, selain frustasi, keraguan dan kesedihan. Bayi semakin


terampil dalam memahami suara tenor yang emosional, ketika ibu
membacakan cerita, berbicara dengan janin, maupun orang lain,
menentukan kualitas bicara ibu (tergesa-gesa, bingung, tenang atau

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

19

Perkembangan

Hasil Konsepsi

ramah), bahkan menghayati alur pemikiran ibu lewat gejala fisiologis yang
tidak kentara.
Janin ketika berumur lima bulan tidak lagi bergantung pada pesan
hormonal untuk mengetahui dunia luar, ia mulai dapat menerima dan
mencerna informasi sendiri melalui bunyi. Janin merupakan makhluk yang
awas di dalam rahim dengan mengenali suara yang pernah didengarnya di
dalam rahim. Janin telah waspada dengan stimulasi dan belajar untuk
mengakomodasikan peristiwa baru dalam lingkungannya. Janin sangat
penerima dan peka terhadap stimulasi lingkungan. Pengalaman di dalam
rahim tidak hanya mempengaruhi kebiasaannya, tetapi juga ikut
mempengaruhi

keseluruhan

watak

seumur

hidup.

Karakteristik

pembawaan terbentuk dalam kandungan.


Proses pertumbuhan janin sebagian sangat bergantung pada kondisi
internal ibu, baik kondisi fisik maupun psikisnya. Sebab, ibu dan janin
merupakan satu unitas organik yang tunggal. Semua kebutuhan ibu dan
janin dipenuhi melalui proses fisiologis yang sama. Demikian pula dengan
setiap gerakan yang dilakukan ibu, dapat memberikan rangsangan berupa
pengalaman indra yang beraneka ragam. Oleh sebab itu kesehatan ibu,
pengaturan diet, pemakaian obat,serta kondisi emosional ibu dapat
menimbulkan pengaruh kimia prenatal (chemical prenatal influence) yang
berakibat kerusakan sel dan merupakan kejadian traumatic (traumatic
event). Ribuan bayi yang lahir cacat atau terbelakang secara mental setiap
tahun merupakan hasil atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ibu.

C. FAKTOR-FAKTOR
Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang hasil konsepsi dapat
dibagi dalam 2 bagian yaitu faktor genetika dan faktor non genetika.
1. Faktor Genetika
Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada
masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

20

Perkembangan

Hasil Konsepsi

hasil perbedaan antar gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang
membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat
hereditas.
Untuk sebagian besar kondisi genetika, tidak terdapat tindakan
terapeutik dan pencegahan. Akibatnya, cara yang paling bermanfaat untuk
mengurangi insiden gangguan ini ialah mencegah transmisinya. Dengan
banyaknya pengetahuan tentang penyakit genetika, kemungkinan terulang
kembali suatu gangguan pada keadaan tertentu kini dapat diramalkan
dengan keakuratan meningkat.
2. Faktor Non Genetika

a. Zat teratogen
Tidak semua

gangguan

kongenital

diwariskan.

Istilah

kongenital semata-mata bermakna kondisi yang ditemukan pada


waktu lahir. Beberapa malformasi kongenital disebabkan zat teratogen,
yaitu substansi atau pajanan lingkungan yang menimbulkan efek yang
merugikan. Agens teratogen pada manusia yang telah diketahui adalah
obat-obatan dan zat kimia. Zat teratogen memiliki efek paling besar
pada organ dan bagian-bagian embrio selama periode diferensiasi yang
cepat. Hal ini terjadi selama periode embrio, khususnya hari ke-15
sampai ke-60. Selama dua minggu pertama, perkembangan zat
teratogen mungkin tidak berdampak pada embrio atau dapat juga
efeknya

begitu

berat

hingga

mengakibatkan

aborsi

spontan.

Pertumbuhan dan perkembangan otak terus berlangsung selama masa


janin dan zat teratogen dapat sangat mempengaruhi perkembangan
mental selama masa gestasi.
b. Gizi (defisiansi vitamin, yodium dan lain-lain)
Disamping struktur genetika dan pengaruh zat teratogen,
kecukupan nutrisi ibu juga mempengaruhi perkembangan. Embrio dan
janin harus memperoleh nutrien yang diperlukan dari ibu. Malnutrisi
selama masa hamil menghasilkan bayi berat lahir rendah yang lebih
rentan terhadap infeksi. Malnutrisi juga mempengaruhi perkembangan

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

21
Hasil Konsepsi

otak selama paruh kedua masa hamil, yang menyebabkan gangguan


pada kemampuan belajar anak. Telah dibuktikan bahwa kurang
makanan selama kehamilan dapat meningkatkan angka kelahiran mati
dan kematian neonatal. Diketahui pula bahwa pada ibu dengan keadaan
gizi yang jelek tidak dapat terjadi konsepsi.
c. Mekanis
Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan
oligohidramnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti
clubfoot, mikrognatia dan kaki bengkok. Implantasi ovum yang salah,
yang juga dianggap faktor mekanis dapat mengganggu gizi embrio dan
berakibat gangguan pertumbuhan.
d. Toksin kimia
Obat-obatan yang yang dikonsumsi oleh ibu akan berpengaruh
pada tumbuh kembang janin. Obat-obatan seperti aminopterin, obat
kontrapsepsi dapat menimbulkan kelainan seperti misalnya palatoskizis,
hidrosefalus, distosis kranial.
e. Endokrin
Bayi yang baru lahir dari ibu yang menderita diabetes melitus
sering menunjukkan kelainan berupa makrosomia, kardiomegali dan
hiperplasia adrenal. Umur rata-rata ibu yang melahirkan anak
mongoloid dan kelainan lain umumnya lebih tinggi dibandingkan umur
ibu yang melahirkan normal. Ini mungkin disebabkan oleh kelainan
beberapa endokrin dalam tubuh ibu yang meningkat pada umur lanjut,
walaupun faktor lain yang bukan endokrin juga ikut berperan.
f. Radiasi
Pemakaian radium dan sinar rontgen yang tidak mengikuti aturan
dapat mengakibatkan kelainan pada fetus. Contohnya adalah kelainan
yang ditemukan akibat radiasi bom atom di Hiroshima, seperti
mikrosefali, retardasi inental, kelainan kongenital mata dan jantung.
g. Infeksi
Rubela (German measles) dan mungkin pula infeksi virus atau
bakteri lainnya yang diderita oleh ibu pada waktu hamil muda dapat

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

22

Perkembangan

Hasil Konsepsi

mengakibatkan

kelainan

pada

fetus

seperti

katarak,

bisu-tuli,

mikrosefali, retardasi mental dan kelainan kongenital jantung.


h. Imunitas (eritroblastosis fetalis, kernicterus)
Keadaan ini timbul atas dasar adanya perbedaan golongan darah
antara fetus dan ibu, sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel
darah merah bayi yang kemudian melalui plasenta masuk ke dalam
peredaran darah bayi yang akan mengakibatkan hemolisis. Akibat
penghancuran sel darah merah bayi akan timbul anemia dan
hiperbilirubinemia.

Jaringan

otak

sangat

peka

terhadap

hiperbilirubinemia ini dapat terjadi kerusakan.


i. Anoksia embrio
Keadaan anoksia pada embrio (gangguan fungsi plasenta) dapat
mengakibatkan pertumbuhannya terganggu.

RANGKUMAN
1. Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi dalam kandungan merupakan
segala fenomena atau gejala sebagai akibat dari produk` kerjasama dan
pengaruh timbal balik antara potensialitas herediter, sifat bawaan dari kedua
orang tua yang terdapat dalam gen dengan faktor-faktor lingkungan.
2. Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi dibedakan menjadi dua, yaitu
dilihat dari segi fisik janin dan dilihat dari segi psikologis.
a. Pertumbuhan dan perkembangan fisik melalui tiga tahapan, yaitu periode
zigot, embrio, dan janin.
b. Pertumbuhan dan perkembangan

psikis

banyak

ditentukan

oleh

perkembangan susunan saraf pusat dan kondisi fisik organ tubuh lainnya
serta dipengaruhi oleh sikap, sifat dan kepribadian orang tua.
c. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang hasil konsepsi dapat dibagi
dalam 2 bagian yaitu faktor genetika dan faktor non genetika (zat teratogen,
gizi, mekanis, toksin kimia, endokrin, radiasi, infeksi, imunitas, dan anoksia
embrio)

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

23
Hasil Konsepsi

LATIHAN
Pilihan Ganda
1. Di bawah ini merupakan tahapan pertumbuhan dan perkembangan fisik hasil
konsepsi, kecuali :
a. Periode zigot
b. Periode ovum
c. Periode embrio
d. Periode janin
e. Periode fetus
2. Pernyataan yang benar mengenai pertumbuhan dan perkembangan hasil
konsepsi pada periode zigot adalah ...
a.
b.
c.
d.
e.

Sel telur yang dibuahi terus membelah dan bergerak menuju rahim.
Berlangsung dari hari ke-15 sampai sekitar 8 minggu setelah konsepsi.
Merupakan tahap peristiwa pematangan struktur dan fungsi.
Blastosit yang mengapung di cairan rahim berubah menjadi morula.
Masa yang paling kritis dalam perkembangan sistem organ dan janin.

3. Pada minggu ke-3, embrio memproduksi hormon kehamilan yang


memberikan hasil positif bila dilakukan uji kehamilan, hormone tersebut
adalah ...
a.
b.
c.
d.
e.

Hormon estrogen
Hormon progesterone
Hormon LSH
Hormon HCG
Hormon LH

4. Pada minggu keberapa dimulainya proses morfogenesis yakni perkembangan


bentuk tubuh hasil konsepsi?
a.
b.
c.
d.
e.

Minggu ke-4
Minggu ke-5
Minggu ke-6
Minggu ke-7
Minggu ke-8

5. Lapisan mesodermis yang berada pada lapisan tengah dan terbentuk pada
minggu ke-5 akan membentuk organ pada janin yaitu...
a. Sistem saraf janin

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

24
Hasil Konsepsi

b.
c.
d.
e.

Otak dan tulang belakang janin


Usus dan hati
Pankreas dan pundi kencing
Jantung dan organ reproduktif

6. Pernyataan yang benar mengenai pertumbuhan dan perkembangan hasil


konsepsi pada periode janin adalah ...
a.
b.
c.
d.
e.

Sangat rentan terhadap malformasi akibat teratogen dan lingkungan.


Tahapan dimulainya proses morfogenesis.
Mulai terbentuk bakal lensa, cangkir optic dan pigmen retina.
Testis bayi laki-laki telah memproduksi progesterone.
Telah melewati masa kritis terjadinya kelainan congenital.

7. Pada minggu keberapa testis pada bayi laki-laki telah mulai turun menuju
buah zakarnya dan vagina pada bayi perempuan telah membentuk suatu
lubang?
a. Minggu ke-25
b. Minggu ke-26
c. Minggu ke-27
d. Minggu ke-28
e. Minggu ke-29
8. Rambut-rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh janin dengan pola
melingkar sesuai alur kulitnya disebut dengan...
a. Verniks kaseosa
b. Lanugo
c. Sebasea
d. Pigmen tubuh
e. Cangkir optic
9. Pada awal perkembangannya janin bergantung pada informasi yang diterima
lewat darah ibu, yaitu melalui...
a. Bunyi
b. Stimulasi
c. Hormon
d. Nutrisi
e. Lingkungan
10. Rubela diderita oleh ibu pada waktu hamil muda dapat mengakibatkan
kelainan pada fetus, hal tersebut termasuk dalam faktor ...
a. Mekanis
b. Radiasi
c. Endokrin
d. Infeksi

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan

25

Perkembangan

Hasil Konsepsi

e. Zat teratogen
Essay
1. Jelaskan yang dimaksud pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi!
2. Mengapa kondisi emosional

ibu saat

hamil

berpengaruh

terhadap

perkembangan psikis janin?


3. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
hasil konsepsi!
TUGAS
Diskusikan mengenai pertumbuhan dan perkembangan organ pada janin!
PETUNJUK KERJA
1. Bagi kelas kedalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4
orang.
2. Cari referensi dari buku atau jurnal lain. Maksimal terbitan 10 tahun
terakhir.
3. Diskusikan mengenai pertumbuhan dan perkembangan organ pada janin.
4. Kemudian presentasikan hasil diskusi.
RUJUKAN
Cunningham, F.G. 2014.Williams Obstetrics 24th Edition. Jakarta: EGC
Manuaba, I.B.G. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan Keluarga
Berencana. Jakarta: EGC.
Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
Sadler, T.W. 2000. Langmans Medical Embryology 8th Edition. Philadelphia:
Lippincott William & Wilkins.
Yosadi, Hendrati, dkk. 2005. Sembilan Bulan yang Mernakjubkan. Jakarta : Gaya
Favorit Press.

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS

BAB VIII Pertumbuhan dan


Perkembangan

26
Hasil Konsepsi

Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

B
A
D
B
E
E
A
B
C
D

Essay
1. Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi dalam kandungan dapat
diartikan sebagai segala fenomena atau gejala sebagai akibat dari produk`
kerjasama dan pengaruh timbal balik antara potensialitas herediter
(warisan sejak lahir), sifat bawaan dari kedua orang tua yang terdapat
dalam gen (pembawa sifat keturunan) dengan faktor-faktor lingkungan.
2. Proses pertumbuhan janin sebagian sangat bergantung pada kondisi
internal ibu, baik kondisi fisik maupun psikisnya. Sebab, ibu dan janin
merupakan satu unitas organik yang tunggal. Oleh sebab itu kesehatan ibu
termasuk kondisi emosional nya dapat menimbulkan pengaruh kimia
prenatal (chemical prenatal influence) yang berakibat kerusakan sel dan
merupakan kejadian traumatic (traumatic event).
3. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang hasil konsepsi dapat dibagi
dalam 2 bagian yaitu faktor genetika dan faktor non genetika (zat
teratogen, gizi, mekanis, toksin kimia, endokrin, radiasi, infeksi, imunitas,
dan anoksia embrio)

BAHAN AJAR KEBIDANAN_ Fisiologi Kehamilan


2015

Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran UNS