Anda di halaman 1dari 2

PREPARASI DAN PENGUJIAN AKTIVITAS

ANTIHIPERTENSI PEPTIDA DARI Porhyra yezoensis


Fajar Syahreza (C34120068)
Selama beberapa tahun ini, peptide yang mengandung antihipertensi
menarik beberapa kalangan, terutama peneliti dan konsumen. Sebab kemampuan
antihipertensi erat kaitannya dengan fungsi angiotensin converting enzyme
(ACE). Aliran darah manusia dikendalikan oleh dua sistem, yaitu Rennin
Angiotensin System (RAS) dan Kallikrein Kinin System (KKS). ACE dapat
menyebabkan hipertensi dengan cara menghancurkan keseimbangan dari kedua
sistem tersebut. Maka dibutuhkanlah obat antihipertensi agar jalannya kedua
sistem tersebut dapat seimbang kembali. Akantetapi, penggunaan obat
antihipertensi saat ini yang menggunakan sintetik, memliki efek samping.
Saat ini ditemukan bahwa beberapa protein yang berbasis peptide
memiliki kemampuan ACEI yang baik dan juga aman. Salah satunya adalah
Porphyra yezoensis merupakan salah satu alga yang banyak dikultivasikan di
Korea, Jepang, dan Cina. Organisme ini biasanya dijadikan jus ataupun saus,
sehingga memiliki nilai ekonomi yang rendah. Telah diketahui sebelumnya
organisme ini mengandung kadar protein peptide yang tinggi, dan memiliki
kemampuan antihipertensi, namun, masih jarang focus penelitian dalam
pengembangan obat antihipertensi yang berasal dari P.yezoensis ini.
Screening enzim untuk hidrolisis enzimatik
Berdasarkan penelitian ini, menunjukan bahwa yield peptide yang
diperoleh mengalami kenaikan menggunakan enzim yang sedikit asam atapun
mendekati netral. Sementara salah satu enzim yaitu, alkalase yang digunakan
menunjukan yield peptide yang paling tinggi. ini menunjukan bahwa pH alkali
membuat substrat dalam proses hidrolisis enzimatik dengan optimum. Maka pada
penelitian ini alkalase dikatakan sebagai enzim yang paling efektif diantara enzim
yang lain.
Kondisi optimasi untuk hidrolisis enzimatik
Hasil kondisi hidrolisis enzimatik, menunjukan hasil optimum pada
kondisi 1,5% substrat, 5% alkalase, pH 9,0, dan dengan temperature 50 oC
menghasilkan prediksi inhibisi ACE sebesar 55,8%. Pengurangan atau reduksi
konsumsi alkali menjadi pH yang rendah serta penurunan suhu diharapkan dapat
menjadi pembuatan peptide antihipertensi ekonomis dan ramah lingkungan. Akan
tetapi, jika dilakukan demikian efektifitas akan berkurang kaitannya dengan
kemampuan daya hambat ACE. Penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas
antihipertensi peptide akan menurun seiring penambahan konsenterasi enzim.

Mekanisme hidrolisis enzimatik untuk preparasi peptide antihipertensi


Hasil dari hidrolisis enzimatik menunjukan protein dari P.yezoensis
mengandung albumin, gliadin, dan glutelin. Glutelin memiliki persentase
rendemen tertinggi pada hasil ekstraksi yaitu, 28,3%; gliadin 22,6% ; dan
albumin 11,0%. Berdasarkan hasil ini gliadin merupakan protein mayor yang
terdapat pada P.yezoensis. Hidrolisis enzimatik pada tiap protein menggunakan
waktu yang berbeda. Hidrolisis albumin menggunakan waktu dari 30 sampai
dengan 120 menit. Glutelin dinaikan sampai 60 menit dan diperkecil antara 60
sampai 120 menit. Hidrolisis dengan waktu demikian tidak memberikan
perubahan terhadap hasil dari rendemen. Albumin dan glutelin menunjukan hasil
hidrolisis yang tinggi dibanding gliadin, dengan proses hidrolisis selama 30
hingga 120 menit.
Aktivitas inhibisi ACE dari albumin mengalami peningkatan seiring lama
waktu hidrolisis hinga mencapai kesetimbangan sebesar 51,1% inhibisi pada 30
menit. Protein gliadin menunjukan peningkatan 10 sampai 2o menit kemudian
menurut dari 20 hingga 120 menit. Protein glutelin bertambah pada 60 menit
pertama kemudian menurun dan mengalami stabilisasi pada 90120 menit. Hasil
ini menunjukan laju inhibisi ACE dari albumin, gliadin, dan glutelin, mencapai
tingkat paling tinggi pada 30,20, dan 60 menit. Hasil perhitungan denga IC 50 pada
albumin, gliadin, dan glutelin, berurut sebesar 7,0, 8,0, dan 1,5 g/l. semakin
rendahnya nilai IC50 mengindikasikan kemampuan antihipertensi yang tinggi,
pada penelitian ini ditunjukan pada glutelin yang memiliki fungsi lebih
fungsional dibanding yg lain.
Sumber :
Qu W, Haile M, Zhongli P, Lin L, Zhenbin W, Ronghai H. 2010. Preparation and
antihypertensive activity of peptides from Porphyra yezoensis.Food
Chemistry. 123 : 14-20.