Anda di halaman 1dari 30

TUMOR BULI

Pembimbing : Dr. Luthfi Bagus Sp. U


Aprilia Ramandani Jamin

TUMOR BULI
Tumor buli merupakan suatu penyakit
keganasan yang mana sel-sel yang
melapisi kandung kemih kehilangan
kemampuan dalam mengontrol
pertumbuhan dan pembelahan selselnya. Suatu pertumbuhan yang
abnormal ini akan menghasilkan suatu
kelompok sel-sel yang kemudian
membentuk tumor

Anatomi
Buli (Kandung kemih)
adalah sebuah organ
tubuh yang menyerupai
sebuah kantung dalam
pelvis yang menyimpan
urin yang diproduksi
ginjal.
Urin dialirkan ke
kandung kemih melalui
saluran yang dikenal
sebagai ureter.

Kandung kemih dibagi menjadi beberapa lapisan,


yaitu

Epitelium

Lamina propria

Otot detrusor

Jaringan perivesikal

Faktor resiko

Pekerjaan
Perokok
infeksi saluran kemih
kopi, pemanis buatan , dan obatobatan

Bentuk tumor

Jenis Histopatologi
Karsinoma sel transisional
Sebagian besar dari seluruh tumor buli adalah
karsinoma sel transisional. Tumor ini biasanya
berbentuk papiler, lesi eksofitik, sesile atau
ulcerasi. Karsinoma in situ berbentuk datar
(non papiler anaplastik), sel-sel membesar dan
nukleus tampak jelas. Dapat terjadi dekat atau
jauh dari lesi oksofitik, dapat juga fokal atau
difuse. Karsinoma urotelial datar adalah tumor
yang sangat agresif dan bertumbuh lebih cepat
dari tumor papilari.

Karsinoma non sel transisional

Adenokarsinoma

Terdapat 3 kelompok adenokarsinoma pada buli-buli, di


antaranya adalah:
1. Primer terdapat di buli-buli
Biasanya terdapat di dasar dan di fundus buli-buli
2. Urakhus persisten
Adalah sisa duktus urakhus yang mengalami degenerasi
maligna menjadi adenokarsinoma.
3. Tumor sekunder yang berasal dari fokus metastasis dari
organ lain, diantaranya adalah prostat, rektum, ovarium,
lambung, mamma, dan endometrium.

Karsinoma sel skuamosa


Karsinoma sel skuomosa terjadi karena
rangsangan kronis pada buli-buli
sehingga sel epitelnya mengalami
metaplasia berubah menjadi ganas.
Rangsangan kronis itu dapat terjadi
karena infeksi saluran kemih kronis,
batu buli-buli, dan pemakaian obatobatan siklofosfamid secara intravena.

Karsinoma epitelian dan non


epitelial
Karsinoma epiteliai di buli ditemukan
dengan adenoma villi, tumorkarsinoid,
karsinosarkoma, dan melanoma.
Karsinoma non epitelial ditemukan
bersama dengan feokromositoma,
limfoma, koriokarsinoma, dan tumor
mesenkim.

Derajat invasi tumor (stadium)


No

KODE

KET

Tis

Carcinoma insitu (pre invasive Ca)

Tx

Cara pemeriksaan untuk menetapkan penyebaran tumor, tak dapat


dilakukan

To

Tanda-tanda tumor primer tidak ada

T1

Pada pemeriksaan bimanual didapatkan masa yang bergerak

T2

Pada pemeriksaan bimanual ada indurasi daripada dinding buli-buli.

T3

Pada pemeriksaan bimanual indurasi atau masa nodular yang bergerak


bebeas dapat diraba di buli-buli.

T3a

Invasi otot yang lebih dalam

T3b

Perluasan lewat dinding buli-buli

T4

Tumor sudah melewati struktur sebelahnya

10

T4a

Tumor mengadakan invasi ke dalam prostate, uterus vagina

11

T4b

Tumor sudah melekat pada dinding pelvis atau infiltrasi ke dalam


abdomen

Berdasarkan American Joint Committee on Cancer (AJCC)


stadium untuk karsinoma buli terdiri dari Stage 0 Stage
IV, antara lain :
Stage 0 : kanker superfisial atau karsinoma in situ
Stage I : sel kanker sudah masuk di bawah jaringan mukosa
kandung kemih, namun belum menginvasi otot kandung
kemih
Stage II : sel kanker sudah menginvasi jaringan otot
kandung kemih
Stage III : sel kanker sudah menyebar melewati lapisan otot
menuju jaringan disekitar kandung kemih, seperti prostat
(pada pria) atau uterus (pada wanita)
Stage IV : sel kanker telah meluas hingga ke rongga
abdomen, dan dapat menyebar ke jaringan limph organ
lainnya di dalam.

Gejala klinik
hematuria yang bersifat:
(1) Tanpa disertai rasa nyeri
(painless),
(2) Kambuhan (intermittent), dan
(3) Terjadi pada seluruh proses miksi
(hematuria Total).

Kasinoma buli-buli pada stadium awal


jarang sekali menimbulkan keluhan.
Gejala yang paling sering ditemukan
adalah hematuria mikroskopik maupun
maupun makroskopik tanpa disertai
rasa nyeri yang sifatnya kambuhan
dalam beberapa bulan.

Diagnosis
Anamnesis
85% pasien dengan karsinoma buli-buli
memberikan gejala hematuria yang
bersifat total atau mikroskopik, tidak
nyeri, dan bersifat kambuhan
(intermitten).

Pemeriksaan fisik
Palpasi bimanual
Jari telunjuk kanan melakukan colok dubur
atau vagina sedangkan tangan kiri
melakukan palpasi pada daerah
suprasimfisis untuk memperkirakan
infiltrasi tumor.
Berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya
massa dan penyebarannya, ukuran,
mobilitas, dan derajat fiksasi pada organ
lain.

Laboratorium
Selain pemeriksaan laboratorium rutin,
diperiksa pula :
Sitologi urine yaitu pemeriksaan selsel urotelium yang terlepas bersama
urine,
Antigen permukaan sel (cell surface
antigen)
Flow cytometri yaitu mendeteksi
adanya kromosom sel-sel urotelium

Pemeriksaan penunjang
USG

CT Scan
Akurasi stadium lebih
tinggi dibandingkan
dengan USG, dapat
mencapai
90%.Peemriksaan ini
dapat memahami
secara tepat hubungan
tumor dan sekitarnya
maupun ada tidaknya
metastasis kelenjar
limfe regional

IVP
Dapat mendeteksi adanya tumor bulibuli berupa filling defect dan
mendeteksi adanya tumor sel
transisional yang berada di ureter atau
pielum. Didapatkan hidroureter atau
hidronefrosis merupakan salah satu
tanda adanya infiltrasi tumor ke ureter
atau muara ureter.

Sistoskopi
Sistoskopi merupakan metode paling
utama dalam diagnosis, dapat
langsung melihat lokasi, ukuran,
jumlah, bentuk, situasi tangkai dan
derajat infiltrasi di basis tumor

Biopsi
Semua jenis tumor buli-buli harus
dipastikan dengan pemeriksaan
histology. Jaringan yang diambil
hendaklah pada dasar tumor dan
harus mengambil sedikit jaringan
yang sehat pada dinding buli-buli

Sitologi urine
Pemeriksaan ini untuk melihat sel-sel
urotelium yang terlepas bersama
urin. Pemeriksaan ini berguna untuk
mendeteksi adanya tumor pada
pasien dengan gejala simptomatik
dan untuk mengevaluasi pengobatan

Terapi
Untuk terapi pada kasus tumor buli-buli harus
dipertimbangkan:
Ukuran tumor
Posisi tumor
Histologi
Hasil Pemeriksaan Rectal Touche Bimanual
Umur dan keadaan kesehatan
Fungsi renal
Ada tidaknya komplikasi

Jenis operasi yang dapat digunakan dalam


menangani karsinoma buli-buli adalah
sistektomi parsial, sistektomi total, dan
sistektomi radikal.
Sistektomi parsial merupakan indikasi
untuk tumor soliter dengan batas tegas
pada mukosa.

Sistektomi total merupakan terapi


definitif untuk karsinoma
superfisialis yang mengalami
kekambuhan.
Sistektomi radikal merupakan
suatu tindakan pilihan jika terapi
lain tidak berhasil atau timbul
kekambuhan

Kontrol berkala
Jadwal pemeriksaan berkala itu pada:
Tahun I dilakukan setiap 3 bulan
sekali.
Tahun ke-II setiap 4 bulan sekali.
Tahun ke III dan seterusmnya setiap
6 bulan sekali.

Kesimpulan

Dari pembahasan di dalam makalah ini, di dapatkan kesimpulan


sebagai berikut :
Kanker buli buli adalah kanker yang mengenai organ buli buli
(kandung kemih).
Faktor resiko yang mempermudah seseorang menderita karsinoma
buli buli adalah Pekerjaan, Perokok, Infeksi saluran kemih Serta Kopi,
pemanis buatan, dan obat-obatan.
Sebagian besar ( 90%) tumor buli-buli adalah karsinoma sel
transisional.
Gambaran Klinis pada penderita Ca buli-buli adalah tanpa disertai
rasa nyeri (painless), kambuhan (intermittent), dan terjadi pada
seluruh proses miksi (hematuria Total).
Tindakan yang pertama kali dilakukan pada pasien karsinoma bulibuli adalah reseksi, buli-buli transuretra atau TUR Buli-buli.
Pasien Carsinoma buli buli harus mendapatkan pemeriksaan secara
berkala dan secara rutin di lakukan pemeriksaan klinis, sitology urine
serta sistokopi. Jadwal pemeriksaan berkala itu pada : 1. Tahun ke I
di lakukan setiap 3 bulan sekali, 2. Tahun ke II setiap 4 bulan sekali,
3. Tahun ke III dan seterusnya setiap 6 bulan sekali.

TERIMA KASIH