Anda di halaman 1dari 19

STUDI KASUS PASIEN

RHINOFARINGITIS AKUT PADA PASIEN ANAK DI KELUARGA YANG


JARANG BEROBAT DI FASILITAS KESEHATAN
DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA
DI PUSKESMAS KECAMATAN PENJARINGAN
PERIODE 4 APRIL 2016 17 APRIL 2016

Oleh:
Kelompok 5
Miza Vito Primatyo
110.2011.304

Pembimbing:

dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
JAKARTA

LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan

studi

kasus

RHINOFARINGITIS

PADA PASIEN

ANAK

DI

KELUARGA YANG JARANG BEROBAT DI FASILITAS KESEHATAN


DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS
KECAMATAN PENJARINGAN PERIODE 4 APRIL 2016 17 APRIL 2016,
ini telah disetujui oleh pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi
salah satu tugas Kedokteran Keluarga pada Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, April 2016


Pembimbing

dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan syukur Saya panjatkan Kehadirat Allah SWT atas Karunia dan
Hidayah-Nya sehingga tugas Studi Kasus Pasien dengan menggunakan penerapan
pendekatan Ilmu Kedokteran Keluarga dengan judul RHINOFARINGITIS AKUT
PADA PASIEN ANAK DI KELUARGA YANG JARANG BEROBAT DI
FASILITAS

KESEHATAN

DENGAN

PENDEKATAN

KEDOKTERAN

KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN PENJARINGAN PERIODE 4


APRIL 2016 17 APRIL 2016 dapat diselesaikan.
Tujuan pembuatan Studi Kasus Pasien dengan penerapan pendekatan
Kedokteran Keluarga ini sebagai salah satu tugas dalam menjalani Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI untuk periode 4 April
2016 08 Mei 2016. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1

Dr. Sugma Agung Purbowo, MARS, DipIDK, selaku kepala bagian dan dosen
pembimbing Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Universitas YARSI yang
telah membimbing dan memberi masukan yang bermanfaat.

Dr. Citra Dewi, M.Kes, selaku sekretaris dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes, sebagai staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Dr. Dian Mardhiyah, M.KK, selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Universitas YARSI.

Dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Dr. Dini Widianti, M.KK, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Dr. Fathul Jannah, M.Si, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Dr. Yusnita, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

10 Rifda Wulansari, SP, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
11 Rifqatussaadah, SKM, M.Kes, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
12 Drg. Florida Masniari Sitinjak, selaku kepala Puskesmas Kecamatan
Penjaringan.
13 Dr. Dwi Sujadir, selaku koordinator kepaniteraan di Puskesmas Kecamatan
Penjaringan.
14 Seluruh tenaga kesehatan yang terkait di Puskesmas Kecamatan Penjaringan.
15 Seluruh rekan sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerjasama sehingga
tersusun laporan ini.
Dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Jakarta, April 2016

Penulis

Identitas Pasien
4

Nama

: An. H

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Usia

: 7 bulan

Anak ke

:2

Agama

: Islam

Alamat

: Gg Swadaya 3 Rt. 05vRw. O2 Kel Pejagalan

Jenis Pembayaran : Umum


Tanggal Berobat

: 7 April 2016

BERKAS PASIEN
A. Anamnesa
Alloanamnesa dilakukan kepada ibu pasien pada tanggal 7 April 2016
Keluhan Utama
Demam tinggi mendadak sejak dua hari yang lalu.
Keluhan Tambahan
Batuk berdahak dan pilek sejak dua hari yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang diantar oleh ibunya untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan
Penjaringan di poli anak dengan keluhan demam kurang lebih dua hari yang lalu
sebelum datang ke puskesmas. Demam yang dialami pasien dirasakan demam
tinggi secara mendadak setelah pasien bermain dengan kakaknya di luar rumah.
Keluhan demam disertai batuk berdahak dan pilek sejak dua hari sebelum datang
ke puskesmas. Keluhan nyeri saat menelan dan suara serak disangkal. Keluhan
bintik kemerahan di kulit, mimisan dan gusi berdarah disangkal. Fungsi anggota
tubuh yang lain pada pasien masih baik tetapi tidak terlalu kuat.
Keluhan dirasakan sejak kakak pasien juga mengalami batuk dan pilek.
Namun dua hari yang lalu kakak pasien sudah tidak mengalami keluhan tersebut,
namun keluhan tersebut sepertinya menular ke pasien. Ibu pasien mengatakan
bahwa kakak pasien sering jajan minuman es di pinggir jalan pada siang hari,
kemudian pasien sering ikut mencicipi jajanan yang dibawa pulang kakaknya
tersebut. Ibu pasien mengatakan bahwa kakak pasien keluhannya berkurang saat
diberi obat warung. Namun pada pasien, keluhannya tidak berkurang walaupun
sudah diberikan obat warung. Ibu pasien datang berobat ke Puskesmas
5

Kecamatan Penjaringan, karena ibu pasien ingin pasien sembuh dari penyakitnya.
Ibu pasien khawatir jika penyakit yang diderita oleh pasien ini akan menjadi lebih
parah.
Pasien pernah mengalami keluhan serupa, saat usia pasien 6 bulan. Namun,
ibu pasien tidak membawa pasien ke puskesmas, melainkan hanya memberikan
obat warung untuk mengurangi keluhan pasien.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak mempunyai riwayat sakit dengan keluhan yang sama
sebelumnya. Riwayat alergi, asma, dan penyakit lain disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga
Kakak pasien juga mengalami keluhan serupa beberapa hari sebelumnya.
Riwayat penyakit alergi, asma, TB paru dalam keluarga disangkal.
Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien merupakan anak kedua. Biaya hidup pasien diperoleh dari
penghasilan ayahnya

yang bekerja sebagai pedagang dan ibunya.

Setiap

bulannya penghasilan ayah pasien dengan total kurang lebih Rp 2.000.000.


Jumlah tersebut dirasakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti
biaya sekolah dan kebutuhan rumah tangga.
Riwayat Kebiasaan
Pasien memiliki pola makan sehari tiga kali yaitu, pagi, siang dan sore hari.
Ibu pasien mengatakan bahwa pasien tidak sulit makan makanan rumah dan juga
suka ikut mencicipi jajanan kakaknya yang dibawa pulang dari pinggir jalan.
Setiap hari pasien makan nasi, sayur dan buah yang sudah dihaluskan. Kadang
ibu pasien mencampur makanan dengan daging, ayam dan ikan.

Riwayat Kehamilan dan Kelahiran


Tabel 1. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran An. H
Morbiditas
kehamilan
KEHAMILAN
Perawatan
antenatal
Tempat kelahiran
Penolong
persalinan
Cara persalinan
KELAHIRAN Masa gestasi
Keadaan bayi

Ibu pasien ketika hamil tidak


mengalami sakit yang berat
Ibu pasien rajin kontrol ke bidan (lupa
berapa kalinya selama kehamilan)
Puskesmas
Bidan
Spontan
38 minggu, dengan Ketuban Pecah
Dini
- Berat Lahir : 2900 gram
- Panjang : 51 cm
- Lingkar kepala: - Langsung menangis
- Kelainan (-)

Riwayat Imunisasi
Tabel 2. Riwayat Iimunisasi An. H
No
.
1
2
3
4
5
6.

Vaksin
BCG
Hepatitis B
Polio
DPT
Campak
HiB

Dasar (Usia)
1 bulan
1 bulan
2 bulan
1 bulan
2 bulan
2 bulan
3 bulan
Belum
Belum

7
8
9
10

MMR
Tifoid
Hepatitis A
Varisela

Belum
Belum
Belum
Belum

6 bulan
3 bulan
4 bulan

4 bulan

Kesan: Imunisasi dasar sesuai dengan usia.


Imunisasi tambahan belum dilakukan.

Riwayat Perkembangan :
Tabel 1. Riwayat Perkembangan An. H

B. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum : Tampak sakit
2. Kesadaran : Compos mentis
3. Vital Sign :
- Tekanan darah
: - mmHg
- Nadi
: 118x / menit
- Pernapasan
: 39x / menit,
- Suhu
: 36,4oC
- Berat Badan
: 7 kg (pada tanggal 7 April 2016)
4. Data Antopometri :
a. Panjang badan
: 71 cm
b. Berat badan
: 7 kg
c. Status Gizi
:

Gambar 1. Tinggi Badan Menurut Umur


Kesan : Tinggi Badan Normal

Gambar 2. Berat Badan Menurut Umur


Kesan : Gizi Baik
9

5. Status Generalis :
a. Kepala
Bentuk

: Normocephal

Rambut

: Hitam, tidak mudah dicabut

Mata

: Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), injeksi


konjungtiva (+/+), injeksi siliar (-/-), pupil bulat,
isokor, refleks cahaya (+/+),

Telinga

: Bentuk normal, tidak terdapat serumen

Hidung

: Septum tidak deviasi, terdapat sekret

Mulut

: Bibir tidak sianosis, lidah tidak kotor

Tenggorokan

: Faring hiperemis, tonsil T1-T1

b. Leher

: Pembesaran KGB (-), deviasi trakea (-)

c. Thoraks (Jantung)
Inspeksi

: Iktus kordis terlihat

Palpasi

: Iktus kordis teraba di ICS 5 linea midclavicularis


sinistra

Perkusi

: Batas jantung normal

Auskultasi

: Bunyi jantung I & II normal regular, gallop (-),


murmur (-).

d. Thoraks (Paru)
Inspeksi

: Bentuk dada simetris kanan dan kiri dalam keadaan


statis dan dinamis

10

Palpasi

: Fremitus taktil dan fremitus vokal simetris kanan dan


kiri

Perkusi

: Sonor pada kedua lapang paru

Auskultasi

: Suara napas vesikuler (+/+), ronki (-/-), wheezing


(-/-).

e. Abdomen
Inspeksi

: Dinding abdomen datar

Palpasi

: Supel, nyeri tekan (-), tidak teraba pembesaran

Perkusi

: Timpani di seluruh lapang abdomen, shifting dullness


(-)

Auskultasi

: Bising usus (+) normal

f. Ekstremitas :
- Superior

Akral hangat, Capilary Refill

Time < 2 detik, Clubbing finger (-/-), edema (-/-),


sianosis (-/-)
- Inferior
:

Akral hangat, Capilary Refill

Time < 2 detik, Clubbing finger (-/-), edema (-/-),


Sianosis (-/-)
g. Kulit

: Ruam kulit (+), gatal (+)

C. Pemeriksaan Penunjang
Menyarankan pemeriksaan laboratorium darah lengkap.
Berkas Keluarga
A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala keluarga
: Tn. J, usia 35 tahun
b. Identitas Pasangan
: Ny. S, usia 28 tahun
c. Struktur Komposisi Keluarga :

Tabel 2. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


No

Nama

Kedudukan L/P

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Tn. J

KK

35

SD

Pedagang

Pasien
klinik
Tidak

Ket
11

Ny. S

Istri

No

Nama

Kedudukan L/P

An. F

Anak

An. H

Anak

tahun
28
tahun
Umur
12
tahun
7
bulan

SD

IRT

Tidak

Pendidikan

Pekerjaan

Ket

SD

Pelajar

Pasien
klinik
Tidak
Ya

Infeksi Saluran
Pernapasan
Akut

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal
Tabel 3. Lingkungan Tempat Tinggal
Status kepemilikan rumah : Milik sendiri
Daerah perumahan : Padat penduduk

Karakteristik Rumah dan Lingkungan

Kesimpulan

Luas rumah : 7 x 6 m2

An. H tinggal di rumah milik

Jumlah penghuni dalam satu rumah : 4 orang

sendiri. Terdiri dari satu ruang


tamu, satu ruang keluarga, dua

Luas halaman rumah : Tidak ada

kamar tidur, satu kamar mandi

Lantai rumah dari : Keramik

dan satu dapur. Total penghuni di

Dinding rumah dari : Tembok


Jamban keluarga : Ada
Tempat bermain : Tidak ada
Penerangan listrik : 450 watt
Ketersediaan air bersih : Ada

rumah

tersebut

sebanyak

orang.

Ventilasi

udara

4
dan

pencahayaan cukup terdapat dua


jendela di bagian depan rumah
yang selalu dibuka setiap pagi.
Terdapat

jamban

keluarga,

tempat pembuangan sampah dan


air bersih tersedia serta kondisi

Tempat pembuangan sampah : Ada

lingkungan yang padat bersih.

b. Kepemilikan barang barang berharga


Keluarga ini memiliki :
- Satu buah motor
- Satu buah televisi
- Satu buah lemari es
- Satu buah kompor gas
12

Satu buah kipas angin


Dua buah Handphone
Satu buah rice cooker

c. Denah rumah

Gambar 3. Denah Rumah Keluarga An. H


3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga
a. Jenis tempat berobat : Puskesmas
b. Balita : KMS (+)
c. Asuransi / Jaminan Kesehatan : Umum

4. Sarana Pelayanan Kesehatan


Tabel 4. Pelayanan Kesehatan
Faktor

Keterangan

Cara

mencapai Naik

pusat

pelayanan (motor)

kesehatan

kendaraan

Kesimpulan
pribadi Pasien jarang berobat ke Puskesmas
Kecamatan

Penjaringan

karena

pasien belum memiliki BPJS, jadi


ibu pasien lebih sering membeli

Tarif
kesehatan

pelayanan Umum

obat warung terlebih dahulu jika


sakit. Jarak yang ditempuh ke
Puskesmas tidak terlalu jauh dari

13

Kualitas pelayanan Menurut keluarga kualitas rumah. Pasien merasa cukup puas
kesehatan

pelayanan kesehatan yang dengan pelayanan kesehatan yang


didapat cukup memuaskan

ada di Puskesmas.

5. Pola Konsumsi Makanan Keluarga


a. Kebiasaan makan :
Pasien memiliki pola makan sehari tiga kali yaitu, pagi, siang
dan sore hari. Ibu pasien mengatakan bahwa pasien tidak sulit makan
makanan rumah dan juga suka ikut mencicipi jajanan di pinggir jalan
yang dibawa pulang oleh kakaknya. Setiap hari pasien makan nasi,
sayur dan buah yang sudah dihaluskan. Kadang ibu pasien mencampur
makanan dengan daging, ayam dan ikan. Kebiasaan makan pasien
menjadi sedikit menurun semenjak sakit. Pasien menjadi rewel.
Pasien selalu dibiasakan untuk mencuci tangan sebelum dan
setelah makan.
b. Menerapkan pola gizi seimbang :
Menu makan sehari-hari keluarga An. H yang biasa disajikan terdiri
dari nasi, ikan, telur, terkadang daging dan ayam, tahu, tempe.
Konsumsi An. H yang paling sering adalah sayur, buah, dan susu.
Tetapi menurut keterangan dari orang tua pasien, pasien tidak suka jika
sayur yang dihaluskan dicampur dengan ikan. Pola makan pasien
selama 3 hari terakhir sebagai berikut:
Tabel 5. Food Recall Pola Makan An. H Selama Tiga Hari Terakhir
Tanggal
12 April 2016

Pagi
Siang
Malam
Nasi dan sayur yang Nasi dan sayur yang Nasi dan
dihaluskan.

13 April 2016

ikan

dihaluskan, buah yang yang dihaluskan.

dihaluskan.
Buah yang dihaluskan Nasi dan ayam yang Nasi dan sayur
dan susu.

dihaluskan.

yang
dihaluskan.

14 April 2016

Nasi dan ayam yang Buah yang dihaluskan Nasi dan sayur
dihaluskan.

dan susu.

yang
dihaluskan.

Total Perhitungan Gizi Sehari An. H


Kebutuhan Energi dan zat Gizi:
Kebutuhan energi /kalori : 100 kalori/kg BBI
14

BBI : (umur/bulan : 2) + 4 = (7:2) + 4 = 8,5 kg


Kebutuhan kalori : 100 x 8 = 800 kal/hari
Kebutuhan Zat Gizi
Protein = (15% x Total Energi Harian) : 4 = (15% x 800 kal) :

4 gram = 30 gram.
Lemak = (20% x Total Enegi Harian) : 9 = (20% x 800 kal ) :

9 gram = 6 17,7 gram.


Karbohidrat = (65% x Total Eenergi Harian) : 4 gram = (65 %
x 800 kal) : 4 gram = 130 gram

6. Pola Dukungan Keluarga


a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga :
Hubungan antara pasien dengan orang tua pasien dekat dan
harmonis. Orang tua pasien peduli tentang gizi pasien dan mengetahui
bagaimana mengolah makanan anaknya dengan baik. Sehingga pasien
dapat mendapatkan makanan yang bergizi, seperti buah, sayur, daging
dan lain-lain. Ibu pasien juga memperhatikan kebersihan dan kesehatan
pasien dalam hal mencuci tangan dan asupan makanan yang bersih
yang dikelola sendiri di rumah.
b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga :
Orangtua pasien belum memiliki asuransi kesehatan gratis seperti
BPJS sampai saat ini. Sehingga, jika pasien sakit, ibu pasien akan
terlebih dahulu membeli obat warung untuk menghilangkan keluhan
pasien. Namun, jika keluhan pasien tidak kunjung reda, maka
kemudian ibu pasien akan membawa pasien ke Puskesmas.
Kakak pasien memiliki kebiasaan jajan di luar seperti es yang
ada dipinggir jalan. Yang kemudian, pasien akan ikut mencicipi jajanan
yang dibeli oleh kakaknya tersebut.
B. Genogram
1. Bentuk keluarga :
Bentuk keluarga ini adalah the nuclear family yang terdiri dari Tn. J
sebagai kepala keluarga, Ny. S sebagai istri, anak pertama An. F, dan anak
kedua An. H.
2. Tahapan siklus keluarga :
Menurut tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga dikutip dari
Duvall (1985) dan Friedman (1998), tahapan siklus keluarga pasien
termasuk pada tahap keluarga dengan anak usia sekolah.
15

3. Family map

Gambar 4.Family Map Keluarga An. H


4. Dinamika Keluarga
Komunikasi antar keluarga baik kedua orangtua kepada anaknya,
suami kepada istri, dan juga sebaliknya berjalan dengan baik dan harmonis.
5. Fungsi Keluarga
Dalam aspek biologis keluarga ini tercukupi, dengan pasangan suami
istri yang sudah dikaruniai dua orang anak. Dalam aspek ekonomi keluarga
ini tercukupi dengan penghasilan kepala keluarga. Dalam aspek sosial,
keluarga ini berinteraksi sosial antara di dalam dan di luar rumah berjalan
baik dan harmonis. Dalam aspek budaya, keluarga ini menganut kebudayaan
rakyat Indonesia yang tinggal di Jakarta pada umumnya. Dalam aspek
fungsional, masing masing anggota keluarga sudah menjalani fungsi dan
tugasnya sesuai kewajibannya.
C. Identifikasi Permasalahan yang Didapat Dalam Keluarga
16

Pasien adalah anak kedua dari pasangan Tn. J dan Ny. S, yang
dibesarkan di lingkungan tempat tinggal yang tergolong padat penduduk.
Pasien tinggal di sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan padat penduduk.
Orangtua pasien belum memiliki asuransi kesehatan gratis seperti
BPJS sampai saat ini. Sehingga, jika pasien sakit, ibu pasien akan terlebih
dahulu membeli obat warung untuk menghilangkan keluhan pasien.
Kakak pasien memiliki kebiasaan jajan di luar seperti es yang ada
dipinggir jalan. Yang kemudian, pasien akan ikut mencicipi jajanan yang dibeli
oleh kakaknya tersebut.
Aktivitas pasien saat sekarang ini menjadi berkurang karena pasien
tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasa yang dilakukan pasien.
D. Diagnosis Holistik
a Aspek personal : (alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran, persepsi individu
mengenai penyakitnya)
Ibu pasien datang berobat ke Puskesmas Kecamatan Penjaringan, karena ibu
pasien ingin pasien sembuh dari penyakitnya. Orang tua pasien khawatir
penyakit yang diderita oleh pasien ini akan menjadi lebih parah. Orang tua
pasien menganggap keluhan yang dialami pasien dapat diatasi dengan
pemberian obat warung seperti kakaknya.
b Aspek klinik : (diagnosis kerja dan dasar diagnosis)
Diagnosis kerja : Rhinofharingitis Akut pada anak
Dasar diagnosis : Dari anamnesis riwayat penyakit sekarang, riwayat
penyakit dahulu, pemeriksaan fisik
c

Aspek risiko internal (faktor-faktor internal yang mempengaruhi masalah


kesehatan pasien):
Pola Makan
Pola makan pasien teratur sebanyak tiga kali sehari dengan macam
macam menu pada setiap harinya, tetapi menurut keterangan dari orang
tua pasien, pasien tidak suka jika sayur yang dihaluskan dicampur

dengan ikan.
Kebiasaan
Kakak pasien suka sekali jajan jajanan es dipinggir jalan, sehingga
pasien juga turut serta mencicipi jajanan es tersebut. Aktivitas pasien
saat ini belum bersekolah.
17

Aspek psikososial keluarga (faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi


masalah):
Pada faktor keluarga yang berpengaruh terhadap kesehatan pasien
adalah orang tua pasien. Jika pasien sakit, yang lebih dahulu dilakukan untuk
menghilangkan keluhan pasien adalah dengan memberikan obat warung.

Aspek fungsional ( tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari- hari ):


Kebiasaan makan pasien menjadi sedikit menurun semenjak sakit.
Pasien menjadi rewel. Fungsi anggota tubuh yang lain pada pasien masih baik
tetapi tidak terlalu kuat.

E. Rencana Pelaksanaan(sesuai dengan kelima aspek diatas)


Tabel 7. Rencana Pelaksanaan
Aspek

Kegiatan

Aspek
Personal

Aspek
Klinis

Aspek
internal

Sasara
n

Waktu

Hasil yang Diharapkan

Menjelaskan mengenai
Mengurangi kecemasan.
penyakit yang diderita
pasien, bahwa Infeksi
Saluran
Pernapasan
Saat pasien
Orang
Akut adalah penyakit
berobat ke
tua
Puskesmas
yang
dapat pasien
disembuhkan.
Menjelaskan tentang
status gizi pasien yaitu
normal seusianya.
Memberikan
obat
Mangurangi
berupa :
keluhan pasien
Antipiretik
:
Menyembuhkan
Saat
Paracetamol sirup 3x1
penyakit pasien
Pasien
berobat ke
cth
puskesmas
Ekspektoran
:
Ambroxol sirup 3x1
cth
Menganjurkan untuk
Keluarga
dapat
Saat
tidak mengkonsumsi
mengawasi
pasien
berobat ke
jajanan di pinggir
puskesmas
agar
tidak
jajan
Pasien
dan
saat
jalan.
sembarangan.
kunjungan
Memotivasi ibu untuk
kerumah
dapat memberikan
Tabel 7. Rencana Pelaksanaan lanjutan
18

Aspek

Sasara
n

Kegiatan

Aspek
Keluarga

Aspek
fungsiona
l

menu-menu makanan
yang
menarik,
bervariasi dan lebih
bergizi sesuai degan
kebutuhan kalori anak
perhari sesuai dengan
usia.
Menjelaskan kepada
orang
tua
pasien
tentang terapi yang
diberikan.
Menginformasikan
kepada ibu meengenai
keuntungankeuntungan
jika
menggunakan asuransi
BPJS.
Menyarankan
agar
pasien
beristirahat
selama sakit

F. Prognosis
1. Ad vitam
2. Ad sanationam
3. Ad functionam

Waktu

Hasil yang Diharapkan

Orang
tua
dapat
memperhatikan gizi
seimbang pada anak.

pasien

Orang
tua
pasien

Pasien
dan
orang
tua

Saat
kunjungan
ke rumah

pasien

Saat
berobat ke
puskesmas
dan
saat
kunjungan
ke rumah

Dapat memahami terapi


yang diberikan bertujuan
untuk
mengurangi
keluhan.
Dapat memahami manfaat
apa saja yang didapat jika
menggunakan
asuransi
BPJS.

Agar pasien tidak


terlalu
banyak
bermain dan dapat
menjaga tubuh dari
infeksi tambahan.

: Ad bonam
: Ad bonam
: Ad bonam

19