Anda di halaman 1dari 16

Daftar isi

Kata pengantarii

Daftar isi............................................................................................................... 1
Bab 1.................................................................................................................2
Pendahuluan.....................................................................................................2
Latar belakang..................................................................................................2
Bab 2.................................................................................................................4
Materi................................................................................................................4
Defenisi.............................................................................................................4
Cairan lambung.................................................................................................5
Asam lambung..................................................................................................5
Macam-macam getah lambung :.......................................................................6
Proses pembentukan getah lambung melewati 3 fose :....................................7
Macam macam sekresi..................................................................................8
Sifat dan reaksi kimia asam lambung (HCL)...................................................12
Bab 3............................................................................................................... 15
Penutup........................................................................................................... 15
Kesimpulan.....................................................................................................15
Daftar pustaka.................................................................................................16

Bab 1
Pendahuluan
Latar belakang
Lambung merupakan salah satu saluran cerna dari sistem pencernaan
dalam tubuh manusia. Lambung merupakan sebuah kantong besar yang
terletak di bagian atas rongga perut. Lambung berbentuk menyerupai kantong
yang memiliki dinding tebal. Sebelah dalam lambung dilapisi oleh epithelium.
Epithelium mengandung kelenjar-kelenjar pencernaan.
Kelenjar pencernaan pada lambung menghasilkan suatu senyawa yang
sering disebut sebagai getah lambung. Getah lambung berfungsi untuk
mencerna makanan. Pencernaan makanan mulai dari lambung ini dilakukan
secara tidak sadar oleh tubuh. Getah lambung terdiri dari asam lambung yaitu
HCI, Enzim lipase dan Hormon gastrin.
Enzim lipase berfungsi untuk mencerna lemak trigliserida menjadi asam
lemak dan gliserol. Hormon gastrin berfungsi mengaktifkan kelenjar-kelenjar
pada lambung agar mengeluarkan getah lambung.
Fungsi lambung secara umum adalah tempat di mana makanan dicerna dan
sejumlah kecil sari-sari makanan diserap. Lambung dapat dibagi menjadi tiga
daerah, yaitu daerah
1. Kardia.
2. Fundus.
3. Pilorus.

Fungsi Asam Lambung Bagi Tubuh Manusia


Asam lambung merupakan senyawa yang memiliki rumus kimia HCl atau
asam klorida. Senyawa ini bersifat asam. Kadar HCl dalam asam lambung
adalah sekitar 0,5 persen dari total getah lambung. HCl berfungsi sebagai
disinfektan atau pembunuh kuman dan mengubah pepsinogen menjadi pepsin.
HCl juga merangsang usus, hati, dan pankreas untuk mencerna makanan.
Fungsi lain dari asam lambung adalah untuk mempercepat reaksi antara
air, protein, dan pepsin. Selain itu, asam lambung dapat mengendorkan pilorus,
karena HCl bersifat asam dengan pH kurang lebih 1-3.
Asam lambung akan membunuh bibit penyakit yang masuk ke dalam
tubuh bersama-sama dengan bahan makanan. Pada dinding lambung terdapat
lendir yang disebut mukus yang berfungsi melindungi lambung. Namun, apabila
jumlah lendir terlalu sedikit, atau sebaliknya asam lambung terlalu banyak, maka
dapat terjadi luka pada dinding lambung. Gejala ini kemudian menyebabkan
penyakit maag.
Penyakit maag dapat timbul karena kelebihan HCl. Produksi HCl ini dapat
dipicu oleh makanan dan minuman, misalnya makanan pedas, alkohol, kopi, dan
nikotin. Selain itu, juga dapat dipicu oleh tekanan pikiran (stress). Asam lambung
yang berlebihan ini dapat mengikis dinding lambung, gejala penyakit ini biasanya
nyeri di bagian dada.

Bab 2
Materi
Defenisi
Lambung (bahasa Inggris: stomach; bahasa Belanda: maag) atau ventrikulus
berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan.
Bagian bagian lambung

Lambung:
1) Esofagus
2) Kardia
3) Fundus
4) Selaput lendir
5) Otot lapisan
6) Lambung mukosa
7) Tubuh perut
8) Pilorik antrum
9) Pilorus
10) Usus dua belas jari (duodenum)

Cairan lambung
Mukosa lambung mengandung banyak kelenjar dalam. Didaerah pylorus
dan karidia, kelenjar mensekresikan mucus. Di korpus lambung, termasuk
fundus, kelenjar mengandung sel parietal (oksintik), yang mensekresikan asam
hidroklorida dan factor intrinsic, dan chief cell(sel zimogen, selpeptik), yang
mensekresikan pepsinogen. Sekresi-sekresi ini bercampur dengan mucus yang
disekresikan oleh sel-sel dileher kelenjar. Bebrapa kelenjar bermuara keruang
bersama (gastric pit) yamng kemudian terbuka kepermukaan mukosa. Mucus
juga disekresikan bersama HCO3- oleh sel-sel mucus dipermkaan epitel antara
kelenjar-kelenjar.
Lambung memiliki pendarahan dan pasokan limfe yang sangat kaya.
Persyarafan parasimpatisnya datang dari vagus dan persyarafan dari pleksus
seliaka.
Asam lambung
Asam lambung merupakan salah satu dari sekresi utama lambung. Asam
lambung terutama terdiri dari asam hidroklorida dan pengasaman isi lambung
pada pH 1 2.
Klorida (Cl) dan ion hidrogen (H+) dikeluarkan secara terpisah dalam
daerah fundus lambung di atas lambung oleh sel parietal dari mukosa
pencernaan ke dalam jaringan kerja sekretori yang disebut canaliculi sebelum ia
masuk ke dalam lumen lambung.
Asam lambung berfungsi sebagai penghalang terhadap serangan
mikroorganisme untuk mencegah infeksi dan penting bagi pencernaan makanan.
pH-nya yang rendah mendenaturisasi protein dan dengan demikian membuat
protein tersebut rentan terhadap degradasi oleh enzim pencernaan seperti
pepsin. pH rendah juga mengaktifkan precursor enzim, yaitu pepsinogen menjadi
enzim aktif pepsin dengan pembelahan diri sendiri. Setelah meninggalkan

lambung, asam klorida dari chyme yang dinetralkan dalam duodenum dengan
natrium bikarbonat.
Lambung itu sendiri terlindungi dari asam kuat tersebut melalui sekresi
lapisan mukus yang tebal, dan sekretin diinduksi pembufferan dengan natrium
bikarbonat. Mulas atau tukan lambung dapat timbul saat mekanisme tersebut
gagal. Obat-obatan antihidtamin dan golongan inhibitor pompa proton dapat
menghambat produksi asam dalam lambung, dan antasida digunakan untuk
menetralkan kehadiran asam.
Macam-macam getah lambung :

Asam chloridan (HCl)

Bersifat baktericid ringan yang dihasilkan sel parietal


Asam chlorida juga berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi
pepsin.

Pepsin
Fungsi : untuk memecah protein menjadi protease
Di dalam pankreas (sebagai proteolitik) :
Pepsin

tripsin & chemotripsin

asam amino

Pepsin dihasilkan di sel gablet yangn disebut chief cell

Lipase
Fungsi : memecah lemak menjadi asam lemak dan gliseral

Mucin
Fungsi : untuk melindungi lambung
untuk melindikan makanan

Proses pembentukan getah lambung melewati 3 fose :


1.

Fase Ghepalli
Melihat
Mencium

makanan kortek cerebri nerves vasus sel yang

terdapat
Merasakan

dalam lambung menghasilkan HCl, pepsin, mucin,

FIE
Memikirkan
2. fase internal
Masuknya darah ke dalam intestinum menyebabkan sekresi getah
lambung membentuk lebih banyak gastrin
Sfingter pylorus mengendalikan pengosongan lambung walaupun pylorus
tetap terbuka. Kontraksi antrum akan diikuti oleh kontraksi pylorus dan
duodenum. Apabila suatu gelombang peristaltik kuat sampai di antrum
maka tekanan isi antrum naik dan diikuti oleh kontraksi pylorus sehingga
mendorong kembali sebagian besar isi antrum yang masih bersifat padat
ke korpus lambung, hanya sejumlah kecil yang masuk ke duodenum pada
setiap kali kontraksi
3. Fase Gastrin
Merangsang sekresi HCl dan pepsin
Merangsang sekreasi FIE
Merangsang sekresi enzym pencernaan
Gastrin adalah suatu zat yg dihasikan oleh kelenjar gastrin oleh karena
adanya pengaruh hormon gastrin.
Kegunaan pemeriksaan getah lambung :
1. Untuk mengetahui motilitas lambung : kemampuan lambung untuk
meneruskan isinya ke duodenum.
2. Untuk mengetahui sekresi lambung.
3. Untuk mencari adanya unsur-unsur abnormal
4. Untuk medical forensik, misal: pada kasus keracunan (untuk obat otopsi /
biopsi)
Cara memperoleh getah lambung :

1. Sandage lambung
2. Endogkopi
3. Ultrasonografi
Macam macam sekresi
1. Sekresi lambung
Sel-sel kelenjar lambung ,mensekresikan sekitar 2500 ml getah
lambung setiap hari. Getah ini mengandung bermacam-macam bahan
seperti :

Kalium : Na+, K+, Mg2+, H+, (pH sekitar 1,0)


Anion : Cl-, PO42-, SO42Pepsin
Lipase
Mucus
Factor intrsinsik
Asam hidroklorida yang disekresikan oleh kelenjar di korpus lambung

membunuh sebagian besar bakteri yang masuk, membantu pencernan protein,


menghasilkan pH yang diperlukan protein untuk mencerna protein.
Asam ini cukup pekat untuk menyebabkan kerusakan jaringan, tapi pada
orang noramal mukosa lambung tidak mengalami iritasi atau tercerna, sebagian
karena getah labung jug mengandung mukus, mukus, yang disekresikan oleh
sel-sel mukosa permukaan dan leher di mukos dibagian lambung lain, terdiri dari
glikoprotein yang disebut musin. Masing musin mengandung subunit yang
disatukan oleh jembatan disulfida. Mukus membentuk suatu gel fleksible yang
melapisi mukosa.
Sel mukosa pemukaan juga mensekresikn HCO3-, HCO3- terperangkap
dlam gel mukus, sehingga terbentuk suatu gradien, pH yang memiliki rentang 1-2
di sisi luminal sampai 6-7 di permukaan sel epite. HCl yang disekresikan oleh
sel-sel parietal dikelenjar lambung melintasi sawar ii dalam saluran s-saluran
berbetuk jari. Menyisakan lapisan gel lainnya utuh.
Membran pemukaan sel mukosa dan taut erat antara sel-sel juga
merupakan bagia dari sawar mukosa yang melindungi epitel lambung dari
kerusakan. Bahan ini yang cenderung merusak sawar dan menyebabkan iritasi
8

lambung adalah etanol, cuka, gaam-gaam empedu, dan aspirin serta obat anti
inflamasi nonsteroid lainnya. Prostaglandin merangsang sekresi mukus, dan
aspirin serta obat terkait lainnya menghmbat sintesis prostaglandin.
Kandingan elektrolit getah lambung bergam sesuai kecepatan sekresi. Pada
kecepatan sekresi yang rendah, konsentrasi Na+ tinggi dan konsentrasi
H+ rendah, tetapi siring dengan peningkatan sekresi asam, konsentrasi Na+ turun.
a.

sekresi pepsinogen
chief cell yang mensekresikan pepsinogen, prekursor pepesin dalam

gettah lambung., mengandung granula-granula zimogen. Proses sekresi serupa


dengan yang terjadi pada sekresi ptialin oleh kelenjar saliva dan tripsinogen serta
enzim pankreas lain oleh pangkreas. Aktivitas pepsinogen dapat dideteksi dalam
plasma dan urin. Yang disebut uropepsinogen
b. sekresi asam hidroklorida
sulit memperoleh produk sekresi sel parietal yang bebas dari cemaran
sekresi lambung lainnya. Tetapi spesimen paling murni yang berhasil dianalisis
pada dasarnya bersifat isotonik. Konsentrasi H+ nya ekivalen dengan sekitar 0,17
N HCL< dengan pH sampai serendah 0,87, dengan demikian, sekresi sel parietal
kemingkinan besar adalah suatu ciran isotonik yang terdiri dari HCL murni
2. Motilitas dan pengosongan lambung
Apabiala makanan masuk kelambung, maka labung melemas akibat proses
refleks relaksasi reseptif. Relaksasi otot-otot lambung ini dicetuskan oleh gerakan
faring dan esofagus. Relaksasi kemudian di ikuti oleh kontraksi peristaltik yang
mencampur makan dan mnemprotkan kedalam deudenom dengan kecepatan
terkontrol. Gelombang peristaltik paling jelas di separuh distal lambung. Bi;a
terbentuk dengan baik, gelombang kotraksi tersebut berlangsung dengan
kecepatan 3 kali/menit.
Sfingter pilorus memiliki fungsi terbatas dalam mengontrol pengosongan
lambung tetap normal apabila pilorus dibiarkan terbuka atau bahkan apabila
pilorus diangkat secara bedah. Antrum. Pilorus, dan deudenom bagian atas

tampaknya berfungsi dalam satu kesatuan. Kontraksi antrum di ikuti oleh kotraksi
berurutan daerah pilorus dan duodenum . di antrum dikontraksi didepan isi
lambung tyang sedang bergerak maju akan mencegah masa padat memasuki
duodenum , dengan demikian isi lambung disemprotkan sedikit demi sedikit
kedalam usu halus, secara noraml. Regurgitasi dari duodenom tidak terjadi,
karena kontraksi segmen pilorus cenderung menetap sedikit lebih lama dari pada
kontraksi duodenom. Pencegahan regurgutasi ini juga mungkin olek stimulasi
CCK dan sekretin pada sfingter pilorus.
3. Pengontrolan sekresi lambung
Motilitas dan sekresi labung diatur oleh mekanisme saraf dan humoral.
Komponen saraf adalah refleks otonom lokal, yag melibatkan neuron-neuron
kolinergik, dan inpuls-inpuls dari SSP melalui saraf vagus. Rangsamgan vagus
meningkatkan sekresi gastrin melalui pelepasan gastrin-releasing peptide. Seratserat vagus lainnya melepaskan asetilkolin, yang bekerja langsung pada sel-sel
kelenjar di korpus dan pundus untuk meingkatkan sekresi asam dan pepsin.
Rangsangan saraf vagus di dada atau leher meningkatkan sekresi asam dan
pepsin, tetapi vagotomi tidak meghilagkan respon sekresi terhadap rangsangan
lokal.
1) Pengaruh otak
Adanya makana dalam mulut secara refleks merngsang sekresi asam
lambung. Serat-serat eferen untuk refleks ini adalah saraf vagus, peningkatan
sekresi asam lambung yang diperantai oleh vagus mudah di kondisikan. Pada
manusia, sebagai conto, penglihatan, bau pkiran, mengenai makan akan
meningkatakan sekresi asam lambung. Peningkatan ini disebabkan oleh
refleks terkondisi saluran cerna yang telah berkembang sejak awal masa
kehidupan.
Rangsangan hipotalamus anterior dan bagian-bagian korteks frotalis
orbital disekitarnya meningkat aktivitas efern vagus dan sekresi aam lambung.
Pengaruh otak menetukan sepertiga sampai separuh dari asam yang
disekresikan sebagai respon terhadap makan normal.
2). Respon emosi
10

Keadaan kekiwaan memiliki pengaruh terhadap sekresi asam lambung


yang
terutama diperantai oleh saraf vagus. Salah satu pengamatannya yang
terkenal pada Alexis St. Martin, seorag Kanad yang menderita fistola
lambung permanien akibat luka tembak. William Beaumont meaakan bahwa
kemarahan dan permusuhan berkaitan dengan turgor, hiperemia, dan
hipersekresi mukosa lambung. Pengamatan serupa juga ditemukan pada
pasien-pasien fistula lambung lainnya. Rasa cenas dan depresi menurunkan
sekresi lasam lambung dan aliran darah serta menghambat motilitas
lambung.
3). Pengaruh lasam lambung
Adanya makanan dalam lambung mempeceat peningkatan
sekresi asam lambung yang disebabkan oleh penglihatan dan bau makanan
dan adanya makanan dan mulut. Reseptor di didinding lambung dan mukosa
berespon terhadap peregangan dsan rangsangan kimia, terutama asamasam amino dan produk pencernaan terkait lainnya. Serat-serat dari reseptor
masuk kedalam pleksus Meissner, tempat badan sel neuron reseptor berada.
Serat-serat tersebut bersinaps pada neuron parasimpatis pascaganglion
yang berakhir disel-sel parietal dan merangsang sekresi asam. Denga
demikian respon sam ditimbulkan oleh refleks-refleks lokal yang lengkung
refleks nya seluruhna berada dalam dinding lambung. Neuronneuron
pascaganlion dalam lengkung refleks lokal adalah neuron yang sama dengan
yang dipersarafi oleh neuron praganlion vagus desendens dari otak yang
memperantai fase sefalik sekresi. Produk-produk pencernaan protein juga
menyebabkan peningkatan sekresi gastrin, dan hal ini meningkatkan aliran
asam.

4). Pengaruh usus


Walaupun di mukosa usus halus dan ambung terdapat sel-sel
yang berisi gastrin, pemberin asam amino langsung kedalam duodenom tidak
meningkatkan kadar gastrin dalam darah. Lemak, karbohirat, dan asam

11

dalam duodenom menghambat sekresi asam lambung dan pepsi serta


motilitas lambung melalui mikanisme saraf dan hormonal, tetapi identutas
hormon-hormon usus yang berperan dalam inhibisi tersebut belum diketahui.
Sekresi asam lambug meningkat setelah sebagian besar usu halus diangkat.
Hipersekresi, yang secara klasar setara dengan jumlah usus yang diangkat,
sebagia mungkin disebabkan oleh hilangya sumber hormon-hormon yang
menghambat sekresi asam
5). Pengaruh lain
Hipoglikemia bekerja melalui otak dan eferen vagus untuk
merangsang sekresi asam pepsin. Perangsang lainya adalah alkohol dan
kafein, yang keduanya bekerja langsung pada mukosa. Efek positif alkohol
dalam jumlah seadng pada nafsu makan dan pencernaan, akibat efek
stimulasi pada sekrei lambung ini, telah dikenal sejak jaman dahulu
Sifat dan reaksi kimia asam lambung (HCL)
Hidrogen klorida (HCl) adalah suatu asam monoprotik, yang berarti asam
ini dapat berdisosiasi (yaitu, mengion) hanya sekali untuk menghasilkan satu ion
H+ (proton tunggal). Dalam air asam hidroklorida, H + bergabung dengan satu
molekul air membentuk ion hidronium, H3O+:
HCl + H2O H3O+ + Cl
Ion lain yang terbentuk ialah Cl, ion klorida. Oleh karena itu, asam klorida
digunakan untuk membuat garam-garam yang disebut klorida, seperti natrium
klorida (NaCl). Asam klorida merupakan suatu asam kuat, karena ia secara
esensial terdisosiasi dengan sempurna di dalam air.
Asam monoprotik memiliki satu konstanta disosiasi asam, Ka, yang
menunjukkan tingkat disosiasi dalam air. Untuk asam kuat seperti HCl, Ka-nya
besar. Upaya teoritis untuk menetapkan Ka bagi HCl telah dibuat.[21] Bila garam
klorida seperti NaCl ditambahkan pada HCl encer mereka secara praktis tidak
memiliki efek terhadap pH, yang menunjukkan bahwa Cl adalah basa konjugasi
sangat lemah dan HCl sepenuhnya terdisosiasi dalam larutan berair. Bagi zatantara untuk larutan asam klorida kuat, asumsi bahwa molaritas H + (unit

12

konsentrasi) sama dengan molaritas HCl yang sangat baik, menyetujui empat
angka signifikan.
Dari enam asam mineral kuat yang umum dalam kimia, asam klorida
merupakan asam monoprotik yang paling tidak mungkin menjalani reaksi
reduksi-oksidasi. HCl merupakan salah satu dari asam kuat paling berbahaya
untuk ditangani, terlepas dari keasamannya, asam ini terdiri dari ion non reaktif
dan non-toksik. Larutan asam klorida dengan kekuatan sedang adalah sangat
stabil pada penyimpanan, mempertahankan konsentrasinya melampaui waktu.
Atribut ini, ditambah fakta bahwa HCl tersedia sebagai reagen murni, membuat
asam klorida reagen pengasaman yang baik.
Asam hidroklorida adalah asam yang lebih disukai dalam titrasi untuk
penentuan jumlah basa. Tintran asam kuat memberikan hasil lebih tepat karena
titik akhir yang lebih jelas. Azeotrop atau asam hidroklorida bertitik didih konstan
(secara kasar 20,2%) dapat digunakan sebagai standar primer dalam analisis
kuantitatif, meskipun konsentrasinya yang tepat bergantung pada tekanan
atmosfir ketika asam ini dibuat.
Asam hidroklorida sering kali digunakan dalam analisis kimia untuk
menyiapkan (menghancurkan) sampel untuk analisis. Asam kloridabegitu ia
sering disebutdapat melarutkan banyak logam dan menjadi logam klorida dan
gas hidrogen, dan asam ini bereaksi dengan senyawa basa seperti kalsium
karbonat atau tembaga(II) oksida, yang membentuk klorida terlarut yang dapat
dianalisis.

SIFAT FISIKA
Sifat-sifat fisika dari asam klorida, seperti titik didih dan titik lebur,
densitas, dan pH, bergantung pada konsentrasi atau molaritas HCl dalam larutan
berair. Molaritasnya berkisar dari larutan dalam air pada konsentrasi sangat

13

rendah yang mendekati 0% HCl hingga nilai bagi asam klorida berasap pada
konsentrasi melebihi 40% HCl.
Asam klorida sebagai campuran biner (dua-komponen), yaitu HCl dan
H2O memiliki azeotrop yang mendidih-konstan pada 20,2% HCl dan 108,6 C
(227 F). Ada empat titik eutektik kristalisasi-konstan untuk asam klorida, antara
bentuk kristal dari HClH2O (68% HCl), HCl2H2O (51% HCl), HCl3H2O (41%
HCl), HCl6H2O (25% HCl), dan es (0% HCl). Ada juga titik eutektik metastabil
pada 24,8% antara es dan kristalisasi HCl3H2O.

Bab 3
Penutup
Kesimpulan

14

Lambung merupakan salah satu saluran cerna dari sistem pencernaan


dalam tubuh manusia. Lambung merupakan sebuah kantong besar yang
terletak di bagian atas rongga perut. Lambung berbentuk menyerupai kantong
yang memiliki dinding tebal. Sebelah dalam lambung dilapisi oleh epithelium.
Epithelium mengandung kelenjar-kelenjar pencernaan
Asam lambung merupakan salah satu dari sekresi utama lambung. Asam
lambung terutama terdiri dari asam hidroklorida dan pengasaman isi lambung
pada pH 1 2.
. Macam-macam getah lambung

Asam chloridan (HCl)

Pepsin

Lipase

Mucin

Cairan lambung
Mukosa lambung mengandung banyak kelenjar dalam. Didaerah pylorus
dan karidia, kelenjar mensekresikan mucus. Di korpus lambung, termasuk
fundus, kelenjar mengandung sel parietal (oksintik), yang mensekresikan asam
hidroklorida dan factor intrinsic, dan chief cell(sel zimogen, selpeptik), yang
mensekresikan pepsinogen

Daftar pustaka
https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/01/08/asam-hidroklorida-hcl-dankegunaannya/

15

http://kuliahanaliskesehatan.blogspot.co.id/2013/06/cairan-lambung.html
http://rizqimurtafiah.blogspot.co.id/2012/11/cairan-lambung.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Lambung
http://rockapolka.blogspot.co.id/2011/05/getah-lambung.html

16