Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Geometri (daribahasayunani, geo = bumi, metria = pengukuran)
secaraharfiah berarti pengukuran tentang bumi, adalahcabangdarimatematika
yang mempelajari hubungan di dalamruang. Dari pengalaman, atau mungkin
secaraintuitif, orang dapat mengetahui ruang dari ciri dasarnya, yang diistilahkan
sebagai aksiom dalam geometri.
Catatan paling awal mengenai geometri dapat ditelusuri hingga kejaman
Mesir kuno, peradaban Lembah Sungai Indus danBabilonia.Peradabanperadaban ini diketahui memiliki keahlian dalam drainaserawa, irigasi
,pengendalian banjir dan pendirian bangunan-bagunan besar. Kebanyakan
geometri Mesir kuno dan Babilonia terbatas hanya pada perhitungan panjang
segmen-segmen garis, luas, dan volume.
Geometri bidang datar terbagi atas beberapa macam antara lain :segitiga,
persegi panjang, persegi, jajar genjang, belah ketupat, layang-layang, trapesium
dan lingkaran. Sedangkan, geometri bidang ruang antara lain: balok, kubus,
prisma tegak segitiga, limas segiempat, tabung, kerucut, dan bola.

B. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini selain untuk memenuhi tugas matakuliah
Matematika adalah untuk mengatahui teori perhitungan matematis geometri
serta pemanfaatannya dalam bidang radiologi.
C. Batasan Masalah
Karena banyaknya perhitungan matematika yang digunakan dalam bidang
radiologi maka penulis hanya akan membahas mengenai geometri dan
pemanfaatannya dalam bidang radiologi.

D. Rumusan Masalah
Rumusan masalah makalah ini adalah :

1. Dasar teori perhitungan geometri.


2. Pemanfaatan geometri pada bidang radiografi.

E. Metode Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan metode penelitian
studi pustaka.

F. Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini sistematika penulisan secara garis besar adalah
:

BAB I merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang, tujuan,


batasan masalah, rumusan masalah, metode penelitian dan sistematika
penulisan.
BAB II berisi pembahasan tentang dasar teori perhitungan matematis geometri
dan pemanfaatannya dalam bidang radiografi.
BAB III berisi kesimpulan dan saran.

G. Manfaat Penulisan

Dapat mengetahui operasi matematika mengenai geometri.


Dapat mengetahui pemanfaatan perhitungan geometri dalam bidang radiologi.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN GEOMETRI
Geometri adalah salah satu cabang matematika yang mempelajari
mengenai benda-benda, luas permukaan, titik-titik, garis-garis, sudut-sudut
beserta hubungan-hubungan yang tercipta, sifat-sifat, dan semua ukuran yang
berlaku, termasuk letak-letak titik, garis dan sudut di dalam ruang.

B. MACAM-MACAM GEOMETRI
1. Titik
Titik adalah konsep abstrak yang tidak berwujud atau tidak berbentuk,
tidak mempunyai ukuran, tidak mempunyai berat, atau tidak mempunyai
panjang, lebar, atau tinggi. Titik adalah ide atau gagasan abstrak yang hanya
ada dalam benak orang yang memikirkannya.
Contoh:

2. Garis
Garis adalah kumpulan titik yang mempunyai panjang dan lebar tetapi
tidak mempunyai lebar.
Contoh :

A
B
3. Bidang
Bidang diartikan sebagai permukaan yang rata, meluas ke segala arah
dengan tidak terbatas, dan tidak memiliki tebal. Bidang masuk ke dalam
bangun dua dimensi, karena bidang dibentuk oleh dua unsur yaitu panjang
dan lebar.
Contoh:

4. Ruang
Ruang diartikan sebagai unsur geometri yang memiliki panjang, lebar,
dan tinggi yang terus mengembang tidak terbatas.
Contoh:

5. Sudut
Sudut adalah gabungan dua
sinar yang titik pangkalnya bersekutu. Titik pangkal
disebut sebagai titik sudut.
Sebuah sudut terbentuk ketika 2 buah garis bertemu dalam 1 titik. Titik
pertemuannya disebut puncak dari sudut dan garisnya.
Contoh:

A
C

C. MACAM-MACAM SUDUT
1. Tegak Lurus
o
Ketika dua buah garis bertemu pada sudut 90 ,

tegak lurus

maka dapat dikatakan

AB pada CD:AB CD.

Contoh:

D
2. Sudut lancip
Sudut lancip adalah sudut yang kurang dari 90. Jadi ABC < 90.
Contoh:

A
C

3. Sudut tumpul
Sudut tumpul adalah lebih besar dari 90. 90<ABC<180.

Contoh:

A
4.

Contoh:

5.

Sudut Lurus
Sebuah garis lurus juga bisa terlihat sebagai 2 buah sudut pada 180.

Sudut Reflek Angel


Sudut reflek Angel lebih besar dari 180, tetapi lebih kecil dari
360.180<ABC<360.
Contoh:
B

6. Sudut Saling Melengkapi


Sudut yang saling melengkapi berjumlah 90. Kita dapat membuat sudut
yang saling melengkapi dengan cara memotong sudut siku-siku.
ABD+DBC=90.
C

Contoh:

A
A

7.Sudut pelurus
Sudut pelurus berjumlah 180. Kita dapat membentuk dengan cara
memotong garis lurus. ABD+DBC=180.
Contoh:

8. Sudut mengelilingi titik


Sudut yang mengelilingi sebuah titik selalu berjumlah 360, dimana
sebuah pusat penuh lingkaran.
Contoh :

D. PENAMAAN SUDUT
Sudut pada gambar di samping dapat dinamai
sudut A, atau , atau <A. Ini juga bisa dinamai sudut
x, BC, atau CB. Titik sudut selalu merupakan
huruf tengah dalam nama sudut.

E. CARA MENGUKUR SUDUT


Metode 1 :
Untuk mengukur sudut luar x pada gambar
disamping, kita dapat menggunakan garis
BA ke point C. Dengan busur ukurlah sudut
tumpul BC. Sudut luar x = 180+BC.
Gunakan busur untuk mengukur sudut
<180Perkirakan besarnya <, apakah <90
atau >90. Letakan busur diatas sudut sehingga titik pusat diatas titik sudut dan
garis 0 diatas lengan sudut. Jika diperlukan panjangkan lengan sudut sehingga
dapat mencapai batas terluar busur. Mulai dari tanda 0 yang berada tepat diatas
lengan sudut. Perhatikan skala mana yang anda gunakan dan tetaplah gunakan
skala itu.Putari skala sampai mencapai lengan lainnya, dan titik besar sudutnya.
Gunakan busur untuk mengukur sudut >180.

F. TIPE-TIPE SUDUT
1. Sejajar
Ketika 2 buah garis berada pada titik yang sama, maka paralel ST paralel
QR : ST//QR.(Arah yang sama).

Contoh:

2. Tipe 3600
Pada sebuah titik pada
sketsa berikut, 4 sudut bersamasama membentuk 1 bulatan penuh, maka harus berjumlah 360.
120 + 90 + X = 360
210 + X = 360
X = 150
3. Tipe 1800
Sudut pada sebuah garis
lurus. Pada sketsa
berikut, 3 buah sudut membentuk sebuah garis lurus, jadi mereka harus
berjumlah 180.
35 + X = 180
X = 145
4. Tipe Sudut Vertikal
Berlawanan
a. Ketika 2 garis lurus membentuk sebuah garis lurus bersilangan 1sama
lain, akan membentuk 4 buah sudut (a,b,c,d).
b. Sudut a dan c berukuran sama dan sudut b dan
d juga berukuran sama.
c. Kita dapat membuktikan hal tersebut tanpa
melakukan pengukuran seperti dibawah ini : a
dan b =sudut pada garis lurus, jadi a+b=180. b
dan c=sudut pada garis lurus, jadi b+c=180. Ini
membuktikan bahwa a+b=b+c, dan besar a=c.

5. Tipe Sudut Dihubungkan Dengan Garis Paralel


Garis paralel adalah garis lurus yang selalu sejajar. Garis-garisnya
menuju pada arah yang sama. Pada gambar, kamu menandai
garis paralel dengan tanda panah yang baik. Garis
transversal adalah garis lurus yang menghubungkan garis
paralel.

6. Tipe Sudut Berhubungan (Sudut F)


Sudut berhubungan (atau sudut F). Garis transversal dan garis paralel
membentuk sepasang sudut berhubungan, seperti pada gambar berikut:
<A = <E
<B = <F
<C = <G
<D = <H

7. Tipe Sudut Alternatif (Sudut Z)


Sudut alternatif (atau sudut z). Garis transversal dan
garis paralel juga membentuk sepasang sudut alternatif.
Pada gambar, A = B sudut alternatif.
8. Tipe Sudut Dalam (Atau Sudut C)
Sudut dalam (atau sudut c). Pada gambar di smping , sudut A dan B
adalah sepasang sudut dalam. Dengan menggunakan
sudut alternatif dan sudut pada garis lurus, kamu akan
dapat membuktikan bahwa : A + B = 180.

G. Macam-macam Bentuk Poligon


Poligon adalah bentuk yang memiliki batas terdiri dari garis lurus. Kata
poligon berasal dari kata greek yang berarti banyak sudut. Sudut dari sebuah
poligon yang berada di dalam / menjorok kedalam disebut sudut interior / sudut
dalam.
1. Polygon Cembung dan Cekung
Jika semua sudut interior kurang dari 1800, itu disebut sebagai poligon
cembung. Jika salah satu atau lebih dari sudut interior
yang lebih dari 1800 disebut poligon cekung.
2. Regular Poligon (Poligon Regular/Poligon Teratur).

Poligon poligon yang memiliki ukuran yang sama, sisi yang sama,
panjang yang sama disebut regular poligon (poligon regular/poligon teratur).

H. GEOMETRI BANGUN DATAR

1. Segitiga
Definisi
Segitiga adalah bangun datar yang terjadi dari tiga ruas garis yang duadua ujungnya saling bertemu. Segitiga dapat terbentuk apabila panjang sisi
terpanjang kurang dari jumlah panjang dua sisi yang lain. Tiap ruas garis
yang membentuk segitiga disebut sisi. Pertemuan ujung-ujung ruas garis
disebut titik sudut.
Sudut terkecil dari segitiga itu selalu berlawanan dengan sisi terkecilnya,
dan sudut yang terbesar selalu berlawanan dengan sisi yang terbesar. Setiap
segitiga memiliki jumlah sudut yang selalu sama yakni 180 0.

Unsur suatu bangun segitiga yaitu:


a. Sisi adalah sekat yang membatasi antara bagian dalam dengan bagian
luar dari suatu bangun segitiga.
b. Titik sudut adalah perpotongan antara dua sisi segitiga.
c. Titik puncak adalah suatu titik yang terletak dihadapan alas segitiga.


a.
c.

Macam-macam segitiga
1. Pembagian atas dasar besar sudut-sudutnya :
Segitiga lancip adalah segitiga yang ke tiga sudutnya lancip.
b. Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya sikusiku.
Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu sudutnya tumpul.

2. Pembagian atas dasar panjang sisinya :


a. Segitiga sembarang adalah segitiga yang panjang ketiga sisinya
berbeda.
Sifat segitiga sembarang:
Besar ketiga sudut-sudutnya berbeda
Panjang ketiga sisinya berbeda
b. Segitiga samakaki adalah segitiga yang tepat dua sisinya sama
panjang. Dua sisi yang sama panjang disebut kaki, dan sisi yang
ketiga disebut alas. Sudut di depan alas disebut sudut puncak
Sifat segitiga samakaki:
Sudut-sudut pada kakinya sama besar.

Dua sisinya sama panjang.


c. Segitiga sama sisi adalah segitiga yang ketiga sisinya sama
panjang.
Sifat segitiga samasisi:
Semua sudutnya sama besar, yaitu 600.
Semua sisinya sama panjang.

Teorema Pythagoras
Dalam segitiga siku-siku, kuadrat panjang sisi miring samadengan
jumlah kuadrat panjang kedua sisi sikusikunya. Jika dalam sebuah segitiga sikusiku, a dan b masing-masing menyatakan
panjang kedua sisi siku-sikunya, dan c
menyatakan panjang sisi miringnya, maka
berlaku :
c2 = a 2 + b 2

Teorema Proyeksi Segitiga Miring


Dari teorema Pythagoras dapat diturunkan teorema proyeksi pada
segitiga miring, yaitu segitiga yang bukan segitiga siku-siku.
o Teorema Proyeksi untuk Sisi di depan Sudut Lancip
Dalam suatu segitiga, kuadrat panjang sisi yang berhadapan
dengan sudut lancip samadengan jumlah
kuadrat panjang kedua sisi yang lain,
dikurangi dengan dua kali hasilkali panjang
salah satu sisi dengan panjang proyeksi sisi
lain ke sisi tersebut.

o
o
o
o Teorema Proyeksi untuk Sisi di depan Sudut Tumpul
Dalam suatu segitiga, kuadrat panjang sisi yang berhadapan
dengan sudut tumpul samadengan jumlah
kuadrat panjang kedua sisi yang lain, ditambah
dengan dua kali hasilkali panjang salah satu sisi
dengan panjang proyeksi sisi lain ke sisi

tersebut.
3.Segiempat
Segiempat mempunyai empat sisi, sisi-sisinya garis lurus,mempunyai
empat sudut, semua sisinya tidak sama panjang, ruas garis-ruas garis yang
membentuk segiempat dinamakan sisi, perpotongan ruas garis-ruas garis
disebut titik sudut, sudut dibentuk oleh dua ruas garis yang bertumpu pada
satu titik yang sama, segiempat diberinama menurut titik-titik sudutnya
secara berurutan.

Macam-macam
segiempat:
a. Persegi
Persegi adalah segiempat yang keempat sisinya sama panjang dan
keempat sudutnya siku-siku, atau persegi adalah belah ketupat yang

salah satu sudutnya siku-siku, atau persegi adalah persegi


panjang yang dua sisinya yang berdekatan sama panjang.

b.

Persegi Panjang

Persegi panjang
adalah segiempat yang
keempat sudutnya siku-siku
atau jajargenjang yang
salah satu sudutnya sikusiku.

c. Jajargenjang
Jajargenjang adalah segiempat yang sisisisinya sepasang-sepasang sejajar , atau
segiempat yang memiliki tepat dua pasang sisi
yang sejajar.

d.

Belah ketupat

Belah ketupat adalah segiempat yang keempat sisisisinya sama panjang, atau belahketupat adalah
jajargenjang yang dua sisinya yang berdekatan sama
panjang, atau belahketupat adalah layang-layang yang
keempat sisi-sisinya sama panjang.

e. Layang-layang
Layang-layang adalah segiempat yang dua sisinya yang berdekatan
sama panjang, sedangkan kedua sisi yang lain juga sama
panjang.

f.

Trapesium
Trapesium adalah segiempat yang dua sisinya sejajar dan dua sisi
yang lainnya tidak sejajar

Macam-macam trapesium:

Trapesium sama kaki


Trapesium sama kaki adalah trapesium yang
kedua sisinya sejajar dan kedua kakinya atau sisi
tegaknya sama panjang, serta sudut-sudutnya tidak ada
yang siku-siku.

Trapesium siku-siku
Trapesium siku-siku adalah trapesium yang salah satu sudutnya
siku-siku.

I. GEOMETRI BANGUN RUANG


1. Balok
Balok adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam buah bidang sisi
yang masing-masing berbentuk persegi panjang yang setiap sepasangsepasang sejajar dan kongruen.

2. Kubus
Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam buah bidang sisi
berbentuk persegi yang kongruen dan setiap sepasang sepasang sejajar.

3. Prisma tegak segitiga


Prisma Tegak Segitiga adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua
buah daerah segitiga yang sejajar serta tiga daerah persegi panjang yang
saling berpotongan menurut garis-garis yang sejajar.
Memberi nama prisma berdasarkan alasnya, bila alasnya segitiga diberi
nama prisma segitiga. Alas prisma adalah
salah satu sisi sejajarnya.
Sifat-sifat prisma tegak segitiga:
a) Memiliki 2 sisi berbentuk segitiga dan 3
sisi berbentuk persegipanjang
b) Memiliki 9 rusuk
c) Memiliki 6 titiksudut
4. Limas Segiempat
Limas segiempat adalah bangun ruang yang dibatasi oleh
sebuah daerah segiempat dan empat daerah segitiga yang mempunyai satu
titiksudut persekutuan.
Sifat-sifat limas segiempat:
a) Memiliki 1 sisi berbentuk segiempat dan 4 sisi
berbentuk segitiga.
b) Memiliki 8 rusuk.
c) Memiliki 5 titiksudut dan salah satu titiksudutnya
disebut pula titik puncak.
d) Sisi alasnya berbentuk segiempat dan sisi lainnya
berbentuk segitiga.
5. Tabung
Tabung adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua daerah lingkaran
yang sejajar dan sama ukurannya serta sebuah bidang lengkung yang
berjarak sama ke porosnya.

Sifat-sifat tabung:
a) Memiliki 2 sisi berbentuk lingkaran dan 1 sisi
berbentuk bidang lengkung
(selimut tabung)
b) Memiliki 2 rusuk lengkung
c) Tidak memiliki titiksudut
6. Kerucut
Kerucut adalah suatu bangun ruang yang dibatasi
oleh sebuah daerah lingkaran dan sebuah bidang
lengkung.
Sifat-sifat kerucut:
a) Memiliki 1 sisi alas berbentuk daerah lingkaran
dan 1 sisi berbentuk bidang lengkung (selimut
kerucut).
b) Memiliki 1 rusuk lengkung.
c) Tidak memiliki titiksudut.
d) Memiliki 1 titik puncak.

7. Bola
Bola adalah suatu bangun ruang yang semua titik pada sisinya berjarak
sama ke titik pusat.
Sifat-sifat bola:
a) Memiliki 1 sisi berbentuk bidang lengkung (selimut
bola)
b)
Tidak memiliki rusuk
c) Tidak memiliki titiksudut

J. CONTOH SOAL GEOMETRI


1. Hitung besar sudut X :
a.
<COD + <BOC + <AOB =

90 + 50 + x
1400 + x
x
x

B
D

500
O

1800

= 180
= 1800
= 1800 - 1400
= 400

b.

1550
A00

O
650
C

<AOB + <AOC + <BOC = 3600

1550 + 65 0+ X = 3600
X = 1400

2. Hitung nilai x pada gambar berikut


a.
<A + <B <C = 1800
550

550 + 900 + X = 1800


x

b.
A

45

X = 350

<A + <B + <C + <D =


3600
C

900 + 900 + 450 + X =


3600
X = 1350

BAB III
PENUTUP
A.

KESIMPULAN
Didalam makalah ini dapat disimpulkan bahwa geometri adalah ilmu yang
membahas tentang hubungan antara titik, garis, sudut, bidang ataupun bangun
datar, dan rumus-rumus yang digunakan untuk pemecahan masalah suatu
bangun datar, dan disetiap bangun datar itu mempunyai rumus tersendiri untuk
menentukan keliling dan luas dari bangun datar tersebut.