Anda di halaman 1dari 32

Tugas Individu

KIMIA BAHAN ALAM


(TANAMAN BERKHASIAT OBAT)

OLEH
AZMUL FAUZI
A1C4 13 064

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

1. AKASIA
A. FOTO TUMBUHAN AKASIA
Tumbuhan akasia adalah jenis tumbuhan yang termasuk pohon semak dengan
famili Fabeceae dengan ordo Fabales yang pertama kali diidentifikasi di Afrika, tahun
1773. Tumbuhan akasia ini memiliki 1.300 spesies yang menyebar dengan luas
diberbagai iklim tropis, terutamanya Australia, Eropa, Asia Selatan dan Amerika.

Tanaman akasia ini juga sering dikenal dan disebut dengan pohon duri, karena
memiliki duri yang banyak dan berjarak di bagian batangnya. Berdasarkan pakar
botani, tumbuhan akasia ini dapat diklasifikasikan dan morfologi adalah sebagai
berikut :
B. KLASIFIKASI TUMBUHAN AKASIA
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Trachebionta ( Tumbuhan berpembuluh )
Super Divisi : Spermatophyta ( Menghasilkan biji )
Divisi : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )
Kelas : Magnoliopsida ( berkeping dua / dikotil )
Sub kelas :Rosidae
Ordo : Fabeles
Famili : Fabaceae ( suku polong polongan )
Spesies : Acacia auriculiformis A. Cunn. Ex Benth.
Nama lokal tumbuhan akasia:

Tumbuah Akasia biasa disebut kasia oleh masyarakat kabaena, dan terdapat di daratan
Sulawesi tenggara.
C. DESKRIPSI/MORFOLOGI TUMBUHAN AKASIA
Morfologi tumbuhan akasia ini dapat dilihat berdasarkan ciri ciri
tumbuhannya diantara adalah:
1. Akar
Tumbuhan akasia ini memiliki akar tunggang, berwarna putih kotor hingga
kecoklatan dengan panjang 5-10 meter bahkan lebih dan dapat mencapai kedalaman
3-5 meter.
2. Batang
Batang berbentuk bulat memanjang dengan diamater 10-20 cm bahkan lebih,
permukaan kasar, dan terdapat duri tajam. Batang ini dapat mencapai dengan
ketinggian 15-20 m, tumbuh dengan tegak, dan berwarna kecoklatan, abu abu
hingga keputihan kotor.
3. Daun
Daun berbentuk majemuk, saling berhadapan, lonjong, pertulangan menyirip, bagian
tepi merata, dan berwarna hijau muda hingga tua. Daun juga memiliki panjang 5-20

cm, lebar 1-2 cm, dan daun ini juga memiliki getah yang kental berwarna keputihan
hingga kecoklatan. Getah memiliki kandungan tanin yang dapat dimanfaatkan
dibidang kesehatan dan industri.
4. Bunga
Bunga majemuk, berbentuk kuku, berwarna keputihan, dan muncul pada ketiak daun.
Bunga tumbuhan ini juga berkelamin ganda baik jantan maupun betina, kelopak
berbentuk slindris, benang sari juga slindris, dan kepala putik berbentuk hampir
menyerupai ginjal manusia serta mahkota memiliki warna putih.
5. Buah
Buah berbentuk bulat lonjong, berwarna hijau jika muda dan kecoklatan jika tua.
Dalam buah ini terdapat biji yang bentuk lonjong, pipih dan berwarna kecoklatan,
biasanya ada beberapa biji didalam satu buah tumbuhan akasia.

D. MANFAAT TUMBUHAN AKASIA


1. Bagian daunnya dapat difungsikan sebagai pengobatan alernatif dan termasuk
pada salah satu obat tradisional. Contohnya dapat memberikan pengobatan untuk
penyakit jantung, hipertensi dan lainnya.

2. Kayunya atau bagian batangnya dapat digunakan untuk membuat pebotan rumah
yang terutama untuk perabotan sehingga dapat diletakan pada bagian dalam
rumah.
3. Dapat digunakan sebagai hiasan rumah sehingga dapat membentuk berbagai
macam hiasan. Benda serta perabot memiliki bentuk yang unik dan sangat bagus
sekali.
4. Dapat dimanfaatkan sebagai campuran untuk bahan parfum. Pada dasarnya
Akasia ini memiliki aroma seperti air kencing tetapi dapat diolah menjadi salah
satu parfum yang dicampurkan.
5. Daun ini dapat dijadikan sebagai obat-obatan dan memiliki zat tannin yang
memiliki sifat sebagai astrigen. Zat tersebut dapat digunakan mengobati jenis
penyakit gangguan seksual bagi pria, penyakit rabies, serta dapat menormalkan
darah.
6. Pohon Akasia dapat digunakan untuk peneduh jalan serta dapat mencegah tanah
yang longsor.
7. Dapat dijadikan sebagai bahan kontruksi rumah.
8. Akasia dapat tumbuh pada daerah rawan misalnya lereng-lereng karena pohon ini
sangat bermanfaat untuk mencegah banjir serta tanah longsor.
9. Kayunya Akasia dapat dimanfaatkan untuk membuat serat kertas. Serat ini banyak
sekali digunakan untuk membuat bahan-bahan pengemas kertas, kardus serta
bahan pokok sebagai industry.

10. Pohon yang satu ini dapat meningkatkan keseimbangan ekologi dan dapat
memperbaiki struktur tanah.

2. ILES-ILES
A. GAMBAR TUMBUHAN ILES-ILES

Iles-iles (Amorphophallus sp.) termasuk ke dalam suku talas-talasan (Araceae)


dan diperkirakan terdapat 170 jenis di seluruh dunia. Tumbuhan ini merupakan
tumbuhan herba tahunan dan memiliki organ penyimpanan bawah tanah, yaitu umbi.

Umbi biasanya berbentuk bulat pipih dan umbi dapat menjadi besar ketika mencapai
tahap dewasa. Daun tunggal ataupun beberapa daun lain tumbuh dari umbi.
B. KLASIFIKASI TUMBUHAN ILES-ILES
Secara taksonomi, tanaman iles-iles mempunyai klasifikasi botani sebagai berikut:
Kingdom: Plantae
Diviso: Anthophyta
Phylum : Angiospermae
Class : Monocotyledoneae
Family : Araceae
Genus : Amorphophallus
Species : Amorphophallus onchophyllus Prain
Tumbuhan ini memiliki nama yang berbeda di beberapa daerah yaitu porang (bahasa
jawa), acung atau acoan oray (Sunda), Kajrong (Nganjuk).
C. DESKRIPSI TUMBUHAN ILES-ILES
Daun Amorphophallus memiliki tangkai daun yang besar, silindris, padat,
halus hingga kasar dan akan berkembang menjadi tiga bagian. Masing-masing bagian
tangkai daun akan tumbuh menjadi anak daun dengan jumlah bervariasi tergantung
jenisnya. Seperti umbi, daun juga menjadi besar setiap tahun hingga pembungaan
terbentuk.
Tangkai daun tunggal utama seringkali dianggap "batang" oleh masyarakat
awam, tumbuh tegak, lunak, halus permukaannya bila diraba dan berwarna hijau atau
hitam berbelang-belang putih. Tangkai daun tunggal pada ketinggian tertentu (dapat

mencapai 1,5 m) menjadi tiga cabang sekunder dan akan mencabang lagi sekaligus
menjadi tangkai helai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tampak tonjolan
berwarna cokelat kehitam-hitaman dan berfungsi sebagai alat perkembangbiakan
vegetative (disebut bulbil). Adanya bintil ini menjadi pembeda penting iles-iles dari
suweg.
Bunga iles-iles berkembang seiring dengan pertumbuhan daun maupun setelah
daun bertumbuh secara maksimal. Tongkol bunga silindris, padat, halus, hingga kasar.
Seludang berbentuk seperti cerobong asap memiliki warna yang beragam. Bunga
betina terdapat di bagian bawah tongkol dan dapat menjadi bunga jantan di bagian
tengah tongkol melalui proses transisi. Bunga uniseksual, tidak mempunyai perhiasan
bunga. Bunga betina mempunyai 1-4 bakal sel biji, tangkai putik tidak ada atau
sedikit, kepala putih berbentuk bulat atau setengah. Bunga jantan memiliki 1-6
benang sari, kepala sari sedikit bertangkai dan mempunyai 2 sel. Buah mempunyai 1
3 biji, berbentuk seperti bola atau panjang, biasanya berwarna merah atau jingga.
D. MANFAAT TUMBUHAN ILES-ILES
Manfaat iles-iles terutama di bidang industri dan kesehatan, karena kandungan
glukomannan pada tepung umbinya. Iles-iles merupakan jenis tanaman umbi yang
mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Selain mudah
didapatkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen
tinggi. Umbinya besar, dapat mencapai 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah
dipadupadankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisional dan
modern. Tepung iles-iles dapat digunakan sebagai bahan lem, agar-agar, mi, tahu,

kosmetik dan roti. Tepung iles-iles dapat dipakai sebagai pangan fungsional yang
bermanfaat untuk menekan peningkatkan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi
kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah
dan memiliki sifat fungsional hipoglikemik dan hipokolesterolemik. Iles-iles sebagai
serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia terhadap
timbulnya berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular,
kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis. Di Filipina umbi ilesiles sering ditepungkan mengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan
sebagai bahan baku pembuatan roti. Di Jepang, umbi-umbian sekerabat iles-iles telah
banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan, misalnya bahan pembuatan mi instan.

3. TERUNG PIPIT
A. GAMBAR TERUNG PIPIT

Terung pipit merupakan buah yang bentuknya mirip leunca. Adanya kemiripan
bentuk ini menyebabkan kedua jenis tumbuhan ini dikelompokkan ke dalam genus
yang sama, Solanum. Bedanya, buah terung pipit memiliki kulit yang lebih tebal
dibanding kulit buah lenca. Selain itu, daun takok juga memiliki daun yang besar dan
kasar serta batangnya berduri.
B. KLASIFIKASI TERUNG PIPIT
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus: Solanum
Spesies: Solanum torvum Swartz
C. DESKRIPSI TUMBUHAN TERUNG PIPIT
Terung Pipit (Solanum torvum Sw.) adalah tumbuhan dari suku terungterungan (Solanaceae) yang buah dan bijinya dipakai sebagai sayuran atau bumbu.
Nama dalam perdagangan internasional tidak baku, beberapa di antaranya adalah
turkey berry ("buni turki") atau mini-eggplant ("terung mini"). Nama lain di daerahdaerah adalah rimbang (Batak Toba, Minangkabau) dan tekokak.
Tumbuhan ini diduga berasal dari Amerika Serikat tropis dan Hindia Barat
namun sudah dikenal lama oleh masyarakat Indian mulai dari Meksiko sampai Brasil.
Tumbuhan ini sekarang sudah menyebar di seluruh daerah tropis di dunia. Untuk
tumbuh, ia memerlukan curah hujan minimal 1000 mm per tahun dan mampu
bertahan hidup hingga ketinggian 2000 m.
Pohon kecil tahunan dan dapat mencapai tiga meter tingginya atau kadangkadang lebih. Batangnya berambut dan berduri. Daunnya bercangap dan

permukaannya ditutupi rambut tipis yang agak rapat, panjang daun 720 cm dan
lebarnya 418 cm. Mahkota bunganya berwarna putih, berjumlah lima. Kepala sari
besar dan tegak, menutupi putiknya. Buah mudanya berwarna hijau, yang setelah
masak menjadi kuning, dengan diameter rata-rata satu cm.
D. MANFAAT TUMBUHAN TERUNG PIPIT
Kandungan Kimiawi
Bagian-bagian tumbuhan terung pipit kaya dengan berbagai kandungan kimia yang
sangat bermanfaat bagi manusia. Kandungan kimia yang kini sudah diketahui antara
lain: 1) buah mentah: chlorogenin, sisalogenone, torvogenin, vitamin A; 2) buah
kering: solasonin 0,1 %; 3) daun: neo chlorogenine, panicolugenin; 3) akar:
jurubine.
Efek Farmakologis
Farmakologi Cina menyebutkan, tanaman terung pipit memiliki sifat: rasa pedas,
sejuk, dan agak beracun. Selanjutnya, tanaman ini juga mampu melancarkan sirkulasi,
menghilangkan darah beku, menghilangkan sakit (analgetik) dan menghilangkan
batuk (antitusif). Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun dan akar. Akar
dicuci dan dipotong-potong secukupnya lalu dijemur untuk penyimpanan. Daun
digunakan untuk pemakaian segar.
Khasiat Terung Pipit
Berdasarkan penelusuran dari berbagai literatur dan sumber, buah terung pipit
mampu meningkatkan gairah, baik bagi pria maupun wanita. Untuk mendapatkan
efek ini, penggunaannya mudah sekali; buah langsung dimakan dalam keadaan

mentah, sebagaimana memakan lalap. Sumber lain juga menyebutkan, buah terung
pipit mampu bertindak sebagai antioksidan. Beberapa zat kimia yang dikandung
terung pipit terbukti dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas.
Dalam Medicinal Plants: Quality Herbal Products for Healthy Living (1999), Vimala
S. dkk. menyatakan, terung pipit memiliki aktivitas pembersih superoksida yang
tinggi, yakni di atas 70%.
Selain itu, terung pipit juga bisa digunakan sebagai anti radang dan alat
kontrasepsi. Terung pipit berkhasiat sebagai anti radang karena memiliki senyawa
sterol carpesterol. Sementara terung pipit bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi
karena buah dan daunnya mengandung alkaloid steroid jenis solasodin 0,84%, yang
merupakan bahan baku hormon seks untuk kontrasepsi. Menurut Suriawiria (2004),
kandungan solasodin dalam biji dan lendir buah terung pipit mencapai 5,5 persen.
Para pria bisa mengkonsumsinya secara kontinyu selama kurang lebih 45 hari agar
spermanya tidak bisa subur. Namun sperma akan kembali subur jika konsumsi
dihentikan.
Bagi penderita artritis (termasuk gout artritis/asam urat), terung pipit bisa
digunakan sebagai obat alternatif (alami) untuk mengatasi penyakit ini. Cara
penggunaannya, buah terung pipit disayur atau dijadikan lalap. Artritis adalah
peradangan pada persendian, baik yang terjadi secara mendadak (akut) atau menahun
(kronis). Artritis ini dapat menyerang satu sendi atau beberapa sendi sekaligus.
Penyakit ini biasanya disertai dengan pembengkakan dan rasa nyeri pada sendi yang
terkena. Bila penyakitnya kronis, kadang hanya timbul rasa nyeri saja. Bagi para

manula (60 tahun untuk laki-laki, 55 tahun untuk perempuan), terung pipit berkhasiat
untuk mengatasi atau meminimalisir penyakit yang sering menghinggapi mereka.
Pada usia tersebut mereka sangat mudah terkena berbagai penyakit lingkungan,
misalnya, pusing-pusing, batuk-batuk, cepat pegal, dan susah tidur, atau yang lainnya.
Untuk mengatasi penyakit ini, bagian yang digunakan adalah buah terung pipit muda,
misalnya dengan cara dilalap atau dibuat karedok. Dengan mengkonsumsi terung
pipit, tingkat kebugaran dan kekuatan para manula dapat meningkatMenurut Prof.
Hembing Wijayakusuma (2006), terung pipit bermanfaat untuk mengobati sakit
lambung, sakit gigi, katarak, tidak datang haid, wasir atau ambeien, radang payudara,
influenza, panas dalam, pembengkakan, bisul, koreng, sakit pinggang, asam urat
tinggi, keropos tulang, jantung berdebar-debar, menetralkan racun dalam tubuh,
melancarkan sirkulasi darah.
Menurut beliau, untuk pemakaian luar, cara dan bagian yang digunakan adalah
daun segar yang telah dicuci bersih, kemudian digiling halus, lalu ditempelkan pada
bagian yang sakit. Untuk pemakaian dalam, 10-15 garam terung pipit kering dan 3060 gram tumbuhan terung pipit segar direbus dengan air secukupnya hingga mendidih
lalu airnya diminum dan terung pipitnya dimakan.
Secara lebih rinci, untuk mengobati penyakit-penyakit teersebut di atas,
Hembing menjelaskan sebagai berikut:
1. Bisul: daun terung pipit segar secukupnya dicuci bersih, lalu digiling halus
dan ditempelkan pada bagian yang terdapat bisul. Lakukan secara teratur 3
kali sehari. Untuk radang payudara, daun terung pipit secukupnya

dikeringkan, lalu ditumbuh hingga halus. Tambahkan cuka beras putih


secukupnya, dan dibalurkan pada bagian yang sakit. Lakukan secara teratur 2
kali sehari.
2. Wasir atau ambeien: tiga puluh gram terung pipit, 10 gram temu hitam, 30
gram daun dewa, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu
disaring, dan diminum airnya hangat-hangat. Lakukan secara teratur 2 kali
sehari. Atau gunakan terung pipit, 5 butir angco yang telah dibuang bijinya,
direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, lalu disaring dan airnya
diminum sedangkan angco dan terung pipitnya dimakan.
3. Asam urat tinggi: buah terung pipit muda secukupnya, 100 gram nanas,
udang, rebon kecil, dibuat tumisan sesuai selera, lalu dimakan. Lakukan
secara teratur.
4. Influenza: 30 gram buah terung pipit, 15 gram jahe direbus dengan 400 cc air
hingga tersisa 200 cc, disaring, diminum airnya secara teratur. Lakukan 2 kali
sehari.
5. Jantung berdebar: enam lembar daun terung pipit, 10 gram kunyit yang telah
dicuci bersih dihaluskan, tambahkan 100 cc air matang lalu dimasak hingga
mendidih, tambahkan madu secukupnya lalu diminum.

6. Penyakit liver: enam puluh gram tumbuhan terung pipit direbus dengan 500 cc
air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring, dan diminum airnya hangat-hangat.
7. Keropos tulang: sertaus gram terung pipit, 100 kacang kedelai, tahu
secukupnya, dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.
8. Melancarkan peredaran darah: tiga puluh gram buah terung pipit, 20 gram
daun dewa, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc lalu disaring dan
diminum airnya. Lakukan secara teratur setiap hari.
9. Panas dalam: 30 gram akar terung pipit, 30 gram labu air, 10 gram bawang
putih, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan
madu dan diminum airnya. Lakukan 2 kali sehari secara teratur.
10. Pembengkakan atau menetralkan racun dalam tubuh: tiga puluh gram buah
terung pipit, 20 gram daun dewa, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300
cc lalu disaring, diminum airnya secara teratur 2 kali sehari.
11. Sakit pinggang: tiga puluh gram terung pipit, 30 gram akar sawi langit, 20
gram temulawak, 15 gram jahe direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400
cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan secara teratur 2-3 kali sehari.
Atau, 30 gram terung pipit, 30 gram rambut jagung, 15 gram jahe merah, 10
gram adas, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, lalu disaring dan
diminum airnya. Lakukan secara teratur.

12. Selain jenis penyakit yang diuraikan oleh Hembing, literatur lain juga
mencatat penyakit-penyakit yang bisa dimsebuhkan oleh terung pipit adalah:
13. Pinggang kaku, bengkak terpukul. Akar kering 10 15 gram direbus dengan 4
gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.
14. Sakit lambung, tidak datang haid. Akar kering 10 15 gram direbus dengan 4
gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.
15. Batuk kronis. Akar kering 10 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai
menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas.
16. Jantung berdebar (tachycardia). Daun terung pipit 6 lembar ditambah jari
rimpang kunyit dicuci bersih lalu ditumbuk halus, tambahkan cangkir air
masak dan 1sendok makan madu. Diperas dan disaring minum sehari 2 kali.

4. NILAM
A. GAMBAR TUMBUHAN NILAM

Tanaman nilam merupakan salah satu tanaman obat yang berasal dari
indonesia. Tanaman ini merupakan tanaman semak yang tumbuh dengan tegak,
memiliki cabang, bertingkat-tingkat, dan mempunyai aroma yang khas. Tanaman
nilam ini termasuk dalam famili Labiatae yang memiliki sekitar 200 generasi, antara
lain Pogostemon.

B. KLASIFIKASI TUMBUHAN NILAM


Kingdom : plantae ( tumbuh-tumbuhan )
Divisi : Spermatophyta ( tumbuhan berbiji )
Sub Divisi : Angiospermae ( berbiji tertutup )
Kelas : Dicotyledone ( biji berkeping dua)
Ordo : Labiatales
Famili : Labiatae
Genus : Pogostemon
Spesies : Pogostemon cablin Benth.
C. DESKRIPSI TUMBUHAN NILAM
Tanaman nilam adalah tanaman yang memiliki akar serabut yang wangi,
memiliki daun halus beludru, dan agar membulat lonjong seperti jantung serta
berwarna pucat. Bagian bawah dauan dan ranting berbulu halus, berbabatang kayu
dengan diameter 10-20 mm membentuk segi empat, serta sebagian besar daun yang
melekat pada ranting hampir selalu berpasangan satu sama lain. Jumlah cabang yang
banyak dan bertingkat mengelilingin batang antara 3-5 cabang per tingkat. Tanaman
nilam sudah tersebar di hampir seluruh wilayah di Indonesia.
D. KEGUNAAN TUMBUHAN NILAM
1. Sebagai Parfum atau Wewangian

Aroma woodsy yang yang berasal dari minyak nilam menjadikannya salah
satu parfum pilihan orang-orang di dunia. Tidak hanya sebagai wewangian pakaian
saja, melainkan dapat juga dijadikan sebagai pengharum ruangan baik ruang tidur
maupun kamar mandi. Karena romanya yang menimbulkan ketenangan orang yang
mencium aromanya.
2. Mengusir serangga
Selain sebagai parfum dan pengharum ruangan. Minyak nilam juga dapat
berfungsi sebagai pengusir serangga terutama serangga perusak pakaian dan serangga
yang ada dalam kamar mandi. Daun nilam yang diletakkan di antara lipatan-lipatan
buku dapat mencegah kedatangan serangga (Sastrapraja dkk, Tanaman Industri (1981)
hal.22-23). Hal itu menunjukkan bahwa nilam sangat berkhasiat dalam pengusiran
dan pencegahan serangga.
3. Menghambat pertumbuhan jamur dan mikroba
Berdasarkan terhadap bioaktivitasnya, ternyata minyak nilam memiliki
aktivitas sebagai antibakteri, antiradang dan menghambat pertumbuhan jamur dan
bakteri.
4. Pertolongan pertama digigit ular
Dalam pengobatan tadisional india atau yang sering disebut dengan ayuverda,
minyak nilam digunakan sebagai penawar racun yangberasal dari gigitan ular atau
serangga. Minyak nilam yang murni (100%) dapat diteteskan pada kapas dan
dioleskan pada bagian yang digigit ular atau serangga. Karena minyak nilam dapat

menetralisir racun/bisa ular sebagai pertolongan pertama, dan perlu di obati lebih
lanjut.

5. Anti Jerawat
Minyak nilam mengandung senyawa patchouli alkohol sebagai kandungan
utamanya dengan kadar 50-60% (Guenther, 1990; Yanyan et al, 2004). Berdasarkan
terhadap bioaktivitasnya, ternyata minyak nilam memiliki aktivitas sebagai
antibakteri,

antiradang

dan

menghambat

pertumbuhan

jamur

dan

bakteri. Berdasarkan aktivitas sebagai antibakteri dan antiradang inilah maka


dijadikan dasar untuk mengembangkan minyak nilam sebagai obat jerawat.
6. Obat Eksi
Eksim adalah sejenis penyakit kulit. Dimana kulit mengalami pembentukan
lepuh atau gelembung kecil hingga akhirnya pecah mengeluarkan cairan. Apabila
anda memiliki penyakit sepertti ini, anda bisa menggunakan minyak nilam sebagai
obatnya dan pengontrol rasa gatal.
7. Menyembuhkan ketombe
Anda bisa mecampurkan minyak nilam kedalam sampo herbal yang anda
miliki dan menggunakannya sebagai pembersi kepala.
8. Pengobat Bebagai Penyakit
Air bekas rebusan daun nilam juga dapat anda gunakan sebagai obat batuk dan
asma. Selain itu, air rebusan daun nilam juga bisa digunakan dalam pengobatan bisul.
Akarnya dapat digunakan sebagai obat rematik.

9. Penyedap Makanan
Selain beberapa hal di atas, anda juga dapat memasukkan daun nilam sebagai
salah satu bumbu penyedap makanan.

5. SAWO
A. GAMBAR TUMBUHAN

Tanaman sawo merupakan jenis tanaman yang berbuah secara musiman.


Tanaman mempunyai banyak kandungan yang dibutuhkan oleh tubuh seperti mineral,
gula, vitamin, protein, dan lainnya.
B. KLASIFIKASI TUMBUHAN SAWO
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Ebenales
Famili: Sapotaceae
Genus: Manilkara
Spesies: Manilkara zapota (L.)

C. DESKRIPSI TUMBUHAN SAWO


Tanaman sawo mempunyai ciri lebih khusus dibanding dengan kerabat
dekatnya. Bentuk daun dan juga bentuk buah bisa menjadikan gambaran tentang
perbedaan tanaman sawo.
1. Pohon

Tanaman sawo berbentuk bulat dan bisa hidup sampai ratusan tahun. Tanaman ini
mempunyai kandungan latex yang tinggi yang biasa digunakan sebagai salah satu
bahan pembuat permen karet. Pohon ini mempunyai daun yang lebat dan rindang.

2. Batang
Tanaman sawo memiliki batang berkayu yang keras dan kuat. Batang kayu berbentuk
bulat dan berkerak ketika terjadi pergantian kulit. Arah pertumbuhan batang sawo
lurus ke atas menjauhi permukaan tanah.
3. Akar
Tanaman sawo termasuk ke dalam jenis akar tunggang. Akar ini berbentuk
mengerucut dan tumbuh tegak lurus ke bawah. Pada akar sawo terdapat serabut akar
yang berfungsi menghisap nutrisi dan air dari tanah.
4. Daun
Daun tanaman sawo termasuk dalam golongan tidak lengkap karena hanya
mempunyai tangkai dan daun. Pada pangkal daun berbentuk meruncing dan pada
ujung daun berbentuk tumpul. Terdapat tulang daun pada daunnya berbentuk
menyirip dan sedikit berbulu. Saat masih muda daun berwarna hijau dan berwarna
coklat juga mengkilap ketika sudah menua. Panjang daun hingga 14 cm dan lebar
hingga 5 cm.
5. Bunga

Tanaman sawo dapat berbunga setiap sepanjang tahun. Bunga biasanya muncul pada
area pertemuan cabang ranting dan mempunyai panjang sekitar 2 cm. Bunga tanaman
sawo mempunyai diameter sekitar 1,5 cm dan menggantung. Terdapat kelopak bunga
di dalamnya.

6. Biji
Biji tanaman sawo dilapisi daging buah. Dalam satu buah sawo biasanya terdapat
hingga lima biji. Biji sawo berbentuk lonjong, hitam mengkilat, keras dan pipih.
Terdapat dua lapisan, lapisan luar berwarna hitam mengkilat dan lapisan dlaam
berwarna putih
7. Buah
Buah sawo berbentuk oval atau lonjong, berkulit kasar dan berwarna coklat tua.
Ukuran buah sawo tergantung pada perawatan tanaman dan juga varietas yang
ditanam.

D. KEGUNAAN TUMBUHAN SAWO


Buah sawo ternyata bagus juga untuk kesehatan ibu hamil. Buah yang satu ini
mengandung beragam vitamin seperti vitamin A, B, C, protein nabati, zat besi, kalori,
karbohidrat dan flavonoid yang bagus untuk ibu hamil dan janinnya. Berikut ini kami
jabarkan manfaat mengonsumsi buah sawo bagi kesehatan dan ibu hamil yang
terdapat banyak sekali manfaatnya, berikut ini diantaranya :

1. Membantu pembentukan sel darah merah


Sawo memiliki kandungan yang bernama zat besi yang berguna untuk membantu
tubuh dalam memproduksi sel darah merah. Kekurangan darah merah dapat
menyebabkan penyakit anemia yang membuat tubuh mudah lemas dan pusing.
Mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi juga disarankan bagi ibu hamil
supaya terhindar dari anemia yang berbahaya.
2. Menjaga kesehatan tulang
Sawo memiliki kandungan kalsium dan fosfor yang baik untuk kesehatan tulang.
Mengonsumsi makanan dengan banyak kandungan kalsium dan fosfor yang bagus
dalam menjaga tulang kita hingga tua nanti. kesehatan tulang merupakan salah satu
aset penting untuk kita tua nanti.
3. Mengatasi radang mulut
Cara menggunakan sawo untuk mengatasi radang mulut dapat digunakan dengan
mencincang sawo lalu rebus selama 10 menit dengan 2 gelas air bersih. Gunakan air
rebusan dari sawo tersebut untuk berkumur.
4. Sebagai obat diare
Cara menggunakan sawo sebagai obat diare adalah dengan menggunakan 15 tetes
getah sawo yang masih muda. Seduh menggunakan setengah gelas air panas. Anda

dapat meminumnya setelah airnya hangat atau dingin. Selain itu, anda juga dapat
menggunakan sawo sebagai obat diare dengan cara mencuci sawo hingga bersih lalu
parut dan peras. Air perasan sawo dapat anda campurkan dengan air matang lalu
minum 2 kali sehari.
5. Bagus untuk kesehatan mata
Sawo mengandung banyak vitamin A yang bagus untuk kesehatan mata. Menjadikan
sawo sebagai buah favorit merupakan pilihan tepat untuk menjaga mata anda tetap
sehat dan terhindar dari gangguan mata.
6. Bagus untuk pertumbuhan
Sawo mengandung protein yang bagus untuk pertumbuhan terutama bagi mereka
yang masih dalam tahap perkembangan.
7. Mencegah kanker usus
Buah sawo mengandung serat yang cukup tinggi. Serat merupakan nutrisi yang bagus
untuk melancarkan pencernaan. Kandungan serat di dalam sawo juga membantu
mengatasi sembelit sekaligus mencegah terjadinya kanker usus.
8. Mengatasi sariawan

Buah sawo mengandung banyak vitamin yang berguna dalam mengatasi radikal bebas
penyebab penyakit dimana salah satunya sariawan. Untuk mencegah datangnya
sariawan, ada baiknya anda menjaga kesehatan mulut anda dengan baik dimana salah
satunya adalah dengan cara rutin menggosok gigi 2 hingga 3 kali dalam sehari. Selain
itu, perbanyak konsumsi vitamin C supaya sistem kekebalan tubuh meningkat.
9. Mencegah terjadinya penuaan dini
Vitamin E yang terdapat dalam sawo juga bagus untuk menghindari penuaan dini atau
terjadinya keriput pada kulit terutama pada wajah.
10. Untuk mengobati disentri
Untuk mengobati disentri, anda dapat mengambil sawo yang masih muda lalu
haluskan dan campur menggunakan garam secukupnya. Minum sebanyak 2 kali
dalam sehari. lakukan hingga sakit anda berkurang.
11. Menjaga kecantikan kulit
Sawo mengandung vitamin E yang bagus untuk kesehatan kulit. Banyak
mengonsumsi makanan mengandung vitamin E membuat kulit kita tetap lembab dan
tampak lebih bersih.
12. Mencegah terjadinya infeksi

Sawo memiliki kandungan vitamin A dan C yang cukup tinggi. Vitamin A berperan
dalam menyehatkan kulit dan vitamin C memiliki berperan dalam melawan jenis
penyakit yang berbahaya serta mencegah adanya infeksi.
13. Melancarkan sistem pencernaan
Sawo memilki kandungan inflamasi yang bagus untuk melancarkan pencernaan di
usus. Selain itu sawo juga mengandung serat yang bagus untuk pencernaan tubuh
anda. Pencernaan yang baik menghindarkan anda dari susah BAB dan gejala
sembelit.
14. Bagus untuk kesehatan gigi
Buah sawo bagus untuk kesehatan tulang serta gigi. Buah yang satu ini memiliki
kandungan berupa fosfor dan kalsium yang bagus untuk menjaga kesehatan tulang
maupun gigi. Tulang yang kuat dan sehat menghindarkan anda dari pengeroposan
tulang atau osteoporosis.
15. Mengatasi radang mulut
Bukan hanya buahnya, namun daun dari pohon sawo juga dapat dijadikan sebagai
obat salah satunya adalah untuk mengatasi radang mulut. Langkahnya cukup mudah
yaitu dengan mencuci bersih daun sawo lalu rebus selama 10 menit. Gunakan rebusan

dari daun sawo untuk berkumur. Dalam mengatasi radang mulut, anda juga dapat
menggunakan sawo mentah sebagai solusi pengobatannya.
16. Meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil
Vitamin C di dalam buah sawo dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu hamil
supaya tidak mudah sakit. Selain itu, buah sawo juga bagus untuk mengatasi
gangguan pencernaan seperti halnya sembelit yang banyak dialami oleh ibu hamil.
Konsumsi secukupnya supaya nutrisi dan vitamin bisa dengan sempurna terserap oleh
tubuh.
17. Mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil
Kebaikan sawo dapat pula kita temukan dalam kandungan manfaat vitamin B nya
yang bagus dalam mengurangi dampak morning sickness pada kehamilan. Konsumsi
buah sawo secukupnya dan hindari pengonsumsian yang berlebihan supaya aman
bagi ibu dan janin.
18. Mengandung karbohidrat
Buah sawo juga mengandung manfaat karbohidrat yang berperan sebagai penambah
energi terutama untuk kebutuhan beraktivitas sehari-hari.
19. Obat untuk pendarahan

Sawo memiliki kandungan kalium yang mampu menghentikan pendarahan Pada


bagian tubuh yang terluka.
20. Khasiat Daun , Getah , dan Kulit Sawo

Daun sawo sangat baik untuk dijadikan pengobatan untuk radang pada mulut.

Kulit buah sawo itu mengandung tannin, yang berguna untuk menghentikan
diare. Bisa juga mengatasi gangguan paru-paru.

Lateks atau getah susu dalam tanaman ini bisa dijadikan bahan untuk
menambal gigi.

Rebusan dari daun sawo duren bisa kita gunakan untuk menyembuhkan
penyakit diabetes dan juga rematik.