Anda di halaman 1dari 56

Manajemen Pemasaran

Merancang dan Mengelola Komunikasi Pemasaran Terintegrasi


| 1 Universitas Brawijaya
Merancang dan Mengelola Komunikasi Pemasaran Terintegrasi
a.
Peran Komunikasi Pemasaran
(Kotler, philip ; Keller, Kevin L. 2009. Manajemen Pemasaran Edisi 13 jilid. Jakarta :Erlangga)
Komunikasi Pemasaran adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan,
membujuk, dan mengingatkan konsumen (secara langsung dan tidak langsung) tentang produk
dan merek yang dijual. Maka, komunikasi perusahaan
merepresentasikan suara perusahaan dan merknya serta membangun hubungan
dengan konsumen.
b.
Bauran Komunikasi Pemasaran
Memiliki delapan model komunikasi utama, yakni: 1.
Iklan
2.
Promosi Penjualan
3.
Acara dan Pengalaman
4.
Hubungan Masyarakat dan Publisitas 5.
Pemasaran Langsung
6.
Pemasaran Interaktif
7.
Pemasaran dari mulut ke mulut

8.
Penjualan Personal
c.
Pengaruh Komunikasi Pemasaran
Semua hal yang dapat menyebabkan pelanggan mengetahui dan memperhatikan merk (seperti
pensponsoran dan iklan luar rumah) dapat meningkatkan kesadaran merk, setidaknya dalam hal
pengakuan merk. Namun, untuk meningkatkan memori terhadap merk, diperlukan pemrosesan
yang lebih intens dan menyeluruh.
d.
Model Proses Komunikasi

Model Makro Proses Komunikasi Model ini menekankan faktor-faktor kunci dalam komunikasi
efektif, antara lain: 1.
Pihak utama dalam komunikasi (pengirim dan penerima)
2.
Alat komunikasi utama (pesan dan media)
3.
Fungsi komunikasi utama (penyandian, pengartian, respons, dan umpan balik)

Manajemen Pemasaran
Merancang dan Mengelola Komunikasi Pemasaran Terintegrasi
| 2 Universitas Brawijaya

Model Mikro Respons Konsumen


Model hierarki respons klasik terdiri atas: 1.
Kesadaran

2.
Pengetahuan
3.
Rasa suka
4.
Preferensi
5.
Keyakinan
6.
Pembelian
e.
Mengembangkan Komunikasi Efektif
Langkah-langkahnya antara lain: 1.
Mengidentifikasi pemirsa sasaran
Pemirsa sasaran antara lain terdiri atas:

Pembeli potensial produk perusahaan

Pengguna saat ini

Pengambil keputusan

Atau pemberi pengaruh (perorangan, kelompok masyarakat tertentu, atau masyarakat umum). 2.
Menentukan tujuan

Kebutuhan kategori

Kesadaran merek

Sikap merek

Maksud pembelian merek


3.
Merancang komunikasi

Strategi Pesan Dalam menentukan strategi pesan, manajemen mencari daya tarik, atau ide yang
terkait dengan positioning merk dan membantu menentukan titik paritas
atau titik perbedaan.Membuat pakaian lebih bersih..Merupakan janji
pengalaman hasil penggunaan

Strategi Kreatif Yakni cara pemasar menerjemahkan pesan mereka ke komunikasi tertentu, dan
dibedakan atas: a.
Daya tarik informasional Mengelaborasi atribut atau manfaat produk atau jasa.
Contoh: iklan solusi masalah Excedrin menghentikan sakit kepala Yang sangat parah..
b.
Daya tarik transformasional Mengelaborasi manfaat atau citra yang tidak berhubungan dengan
produk. Contoh: pengalaman dari penggunaan merk
Pringles: Once You Pop
Up,
the Fun Dont Stop..

Manajemen Pemasaran
Merancang dan Mengelola Komunikasi Pemasaran Terintegrasi
| 3 Universitas Brawijaya

Sumber Pesan Tiga kredibilitas sumber yang paling sering adalah: a.


Keahlian b.
Kepercayaan c.

Kesukaan orang terhadapnya Contoh: Dr. Robert Jarvik, pencipta jantung buatan,sukses dengan
iklan
obat kolesterol Lipitor.
d.
Adaptasi Global Pertimbangan yang dibutuhkan:
o
Produk
o
Segmen Pasar
o
Gaya
o
Lokal atau global 4.
Memilih saluran komunikasi
a.
Saluran Komunikasi Pribadi
Memungkinkan dua orang atau lebih berkomunikasi tatap muka, antara seseorang dengan
pemirsa, melalui telepon atau melalui e-mail. Terdiri atas:

Saluran penasihat

Saluran ahli

Saluran sosial
b.
Saluran Komunikasi NonPribadi
Merupakan komunikasi yang diarahkan ke lebih dari satu orang. Ini meliputi:

Media (media cetak, siaran, jaringan, elektronik, dll)

Promosi Penjualan (sampul, promosi konsumen, promosi dagang, dll)

Acara dan Pengalaman (olahraga, hiburan, seni dan amal)

Hubungan Masyarakat (kepada konsumen, perusahaan lain dan pemerintah)


c.
Integrasi Saluran Komunikasi
Media massa menjadi sarana utama menstimulasi komunikasi pribadi dan memiliki implikasi:

Pengaruhnya terhadap opini publik tidak selangsung, sekuat dan seotomatis yang direncanakan.

Komunikator massa harus mengarahkan pesan secara khusus terhadap pemimpin opini dan
membiarkan mereka membawa pesan itu kepada orang lain.