Anda di halaman 1dari 37

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Polimer Plastik. Makalah ini merupakan salah satu syarat untuk melengkapi tugas pada
mata kuliah Pengetahuan Bahan Teknik.
Dimulai dari perencanan, pencarian bahan sampai penulisan makalah ini penulis
banyak mendapat bantuan, saran, petunjuk dan bimbingan dari berbagai pihak baik secara
langsung maupun secara tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Ibu Ir.Fatria,M.T. selaku dosen pembimbing pada mata kuliah Pengetahuan Bahan
Teknik.
2. Teman-teman yang telah memberi dukungan moril dan materil pada penulis.
3. Pihak-pihak lain yang telah berpartisipasi namun tidak tersebutkan dalam makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang banyak kepada
para pembaca terutama kepada penulis. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini
masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan yang disebabkan oleh
keterbatasan ilmu, pengalaman serta informasi yang dimiliki oleh penulis. Oleh sebab itu
penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca untuk perbaikan makalah ini dimasa
yang akan datang.
Palembang, Maret 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seringkali kita mendengarnya, namun mungkin belum tahu apa yang dimaksud secara
mendetail mengenai polimer. Kadang bayangan kita, polimer identik dengan plastik.
Polimer adalah sebuah molekul panjang yang mengandung rantai-rantai atom yang
dipadukan melalui ikatan kovalen yang terbentuk melalui proses polimerisasi. Pada
umumnya polimer dikenal sebagai materi yang bersifat non-konduktif atau isolator.
Kemajuan dalam riset polimer telah menemukan berbagai polimer yang bersifat
konduktif maupun semikonduktif. Salah satu cara untuk membuat polimer menjadi konduktif
adalah dengan menambahkan karbon aktif sebagai dopping sehingga terbentuk bahan
komposit polimer-karbon. Komposit polimer-karbon yang terbentuk mempunyai karakteristik
resistansi yang berubah apabila terkena gas karena mampu mengikat molekul-molekul gas
yang dideteksinya sehingga mempengaruhi sifat konduktifitasnya. Karena sifat inilah
komposit polimer bisa dijadikan sebagai bahan sensor gas. Sifat konduktifitas dari komposit
polimerkarbon ini dipengaruhi oleh dari beberapa faktor, yaitu; jenis gas yang dideteksi,
volume gas, suhu dan kelembaban.
Untuk mengetahui karakteristik resistansi dari komposit polimer-karbon, telah dibuat
sensor polimer dari 6 jenis bahan, yaitu; PEG6000, PEG20M, PEG200, PEG1540, Silikon
dan Squelene untuk diuji karakteristik resistansinya. Sensor komposite polimer yang telah
dibuat akan diuji dengan beberapa jenis gas, yaitu; Aseton, Aseton Nitril, Benzena, Etanol,
Metanol, Etil Aseton, Kloroform, n-Hexan dan Toluena. Pengujian ini meliputi
selektifitas (pengaruh jenis gas), sensitifitas (pengaruh volume gas), pengaruh suhu dan
pengaruh kelembaban.
Metode yang akan digunakan untuk mengolah data hasil pengujian adalah
correspondence analysis untuk melihat korelasi antara polimer dan gas.

komposit polimer-karbon, selektifitas, sensitifitas, correspondence analysis, regresi.


Salah satu pengembangan bahan polimer pada saat ini adalah komposit polimerkarbon. Komposit polimer-karbon merupakan bahan polimer yang didoping dengan bahan
karbon aktif sehingga polimer tersebut bisa bersifat konduktor. Karena sifat konduktor inilah
menjadikan komposit polimer-karbon suatu zat yang berbeda dengan polimer pada umumnya
dan bisa digunakan sebagai sensor gas dengan perubahan resistansinya apabila terkena gas.
Komposit polimer-karbon yang dipakai sebagai bahan sensor ini mempunyai karakteristik
konduktifitas yang berbeda-beda tergantung dari jenis polimer yang dipakai. Karakteristik
konduktifitas dari komposit polimer-karbon ini terdiri dari karakteristik sensitifitas dan
selektifitas. Karakteristik sensitifitas adalah sifat konduktifitas dari komposit polimer-karbon
dalam pengaruhnya terhadap volume gas yang dideteksinya, sedangkan karakteristik
selektifitas adalah sifat konduktifitas dari komposit polimer-karbon dalam pengaruhnya
terhadap jenis gas yang dideteksinya. Untuk mengetahui karakteristik resistansi dari komposit
polimer-karbon, dalam penelitian ini telah dibuat sensor polimer yang dapat digunakan
sebagai sensor gas. Sensor polimer yang akan dibuat terdiri dari 6 jenis, yaitu; Poli Etelin
Glikol (PEG) 6000, PEG 1540, PEG 20M, PEG 200, silikon, dan squalane. Sebagai sample
gas digunakan 9 jenis gas, yaitu; aseton, aseton nitril, benzena, etanol, metanol, etil aseton,
kloroform, n-hexan dan toluena. Pengujian yang telah dilakukan adalah menguji nilai
resistansi dari komposit polimer-karbon dalam pengaruhnya terhadap jenis gas yang dideteksi
(karakteristik selektifitas), volume gas yang diinjeksikan (karakteristik sensitifitas) dan
pengaruh kondisi lingkungan yaitu suhu dan kelembaban.

B. Tujuan
Tujuan dalam kaya tulis ini adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan siswa kelas XII
pada mata pelajaran kimia tentunya tentang polimer, mulai dari definisi polimer, mengetahui

penggolongan polimer, Mengetahui sifat-sifat polimer, dan Mengetahui kegunaan & dampak
polimer dalam kehidupan sehari-hari

BAB II
ISI
A. PENGERTIAN POLIMER
Polimer merupakan senyawa-senyawa yang tersusun dari molekul sangat besar yang
terbentuk oleh penggabungan berulang dari banyak molekul kecil. Molekul yang kecil
disebut monomer, dapat terdiri dari satu jenis maupun beberapa jenis. Polimer adalah sebuah
molekul panjang yang mengandung rantairantai atom yang dipadukan melalui ikatan kovalen
yang terbentuk melalui proses polimerisasi dimana molekul monomer bereaksi bersama-sama
secara kimiawi untuk membentuk suatu rantai linier ataujaringan tiga dimensi dari rantai
polimer. Polimer didefinisikan sebagai makromolekul yang dibangun oleh pengulangan
kesatuan kimia yang kecil dan sederhana yang setara dengan monomer, yaitu bahan pembuat
polimer. Akibatnya, molekul-molekul polimer umumnya mempunyai massa molekul yang
sangat besar. Hal inilah yang menyebabkan polimer memperlihatkan sifat sangat berbeda dari
molekulmolekul biasa meskipun susunan molekulnya sama. Pada umumnya polimer dikenal
sebagai materi yang bersifat non-konduktif atau isolator. Kemajuan dalam riset polimer telah
menemukan berbagai polimer yang bersifat konduktif maupun semikonduktif. Pemakaian
polimer sebagai bahan sensor dipilih jenis polimer yang bersifat konduktif agar memenuhi
sejumlah kriteria yang dituntut oleh suatu sensor. Salah satunya adalah bahwa polimer itu
harus mampu mengikat molekul-molekul yang dideteksinya sehingga mempengaruhi sifat
konduktifitasnya.
Bahan komposit diartikan sebagai gabungan dari 2 material atau lebih yang berbeda sifatnya
dan akan membentuk sifat fisis yang baru. Komposit polimer-karbon terbentuk dari gabungan
polimer dengan karbon yang membentuk sebuah material yang mempunyai sifat yang baru
yaitu mempunyai resistansi tertentu dan nilai resistansinya berubah apabila terkena gas.
Tidak semua polimer dapat menjadi konduktif. Hanya polimer terkonjugasi (ikatan pada
rantai berupa ikatan tunggal dan rangkap yang berposisi berselang-seling) yang bisa menjadi
konduktor. Peranan atom atau molekul doping adalah menghasilkan cacat dalam rantai
polimer tersebut (cacatstruktur). Cacat inilah yang berperan dalam penghantaran listrik. Cacat
dapat bermuatan positif, negative, atau netral. Secara fisika kuantum, cacat berperilaku
seolah-olah sebagai partikel. Cacat dapat berpindah sepanjang rantai, sehingga menimbulkan
aliran muatan. Elektron atau hole juga dapat meloncat dari satu posisi cacat ke posisi cacat
yang lain (cacat tidak berpindah), sehingga timbul pula aliran listrik. Sensor komposit
polimer-karbon dibuat dari campuran polimer dengan karbon aktif. Sensor komposit polimer-

karbon mampu merespon rangsangan yang berasal dari berbagai senyawa kimia atau reaksi
kimia. Saat campuran dipapar dengan uap bahan kimia, maka uap bahan kimia akan
mengenai permukaan polimer dan berdifusi ke campuran bahan polimer dengan karbon dan
menyebabkan ukuran permukaan polimer bertambah luas karena adanya efek swelling.
Penggunaan komposit polimer-karbon sebagai sensor gas, akan mengalami efek yang disebut
swelling atau efek mengembang jika terkena gas. Efek swelling atau mengembang ini
sebanding lurus dengan konsentrasi gas yang dideteksi. Dengan efek mengembang ini
memungkinkan perubahan luas permukaan komposit polimer-karbon jika terkena gas.
B. PENGGOLONGAN POLIMER
Penggolongan polimer berdasarkan asalnya
yaitu yang berasal dari alam (polimer alam) dan di polimer yang sengaja dibuat oleh
manusia (polimer sintetis).
1.Polimer alam
Polimer alam telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, Polimer alam adalah senyawa yang
dihasilkan dari proses metabolisme mahluk hidup. jumlahnya yang terbatas dan sifat polimer
alam yang kurang stabil, mudah menyerap air, tidak stabil karena pemanasan dan sukar
dibentuk menyebabkan penggunaanya amat terbatas. Contoh sederhana polimer alam seperti ;
Amilum dalam beras, jagung dan kentang , pati , Selulosa dalam kayu , Protein terdapat
dalam daging dan Karet alam diperoleh dari getah atau lateks pohon karet . Karet alam
merupakan polimer dari senyawa hidrokarbon, yaitu 2-metil-1,3-butadiena (isoprena). Karet
merupakan polimer alam yang terpenting dan dipakai secara luas. Bentuk utama dari karet
alam, terdiri dari 97% cis-1,4-poliisoprena, dikenal sebagai hevea rubber. Karet ini diperoleh
dengan menyadap kulit sejenis pohon (hevea brasiliensis) yang tumbuh liar. Hampir semua
karet alam diperoleh sebagai lateks yang terdiri dari sekitar 32 35% karet dan sekitar 5%
senyawa lain, termasuk asam lemak, gula, protein, sterol, ester dan garam.
Laboratorium bukan satu-satunya tempat mensintesis polimer. Selsel kehidupan juga
merupakan pabrik polimer yang efisien. Protein, DNA, kitin pada kerangka luar serangga,
wool, jaring laba-laba, sutera dan kepompong ngengat, adalah polimer-polimer yang
disintesis secara alami. Serat-serat selulosa yang kuat menyebabkan batang pohon menjadi
kuat dan tegar untuk tumbuh dengan tinggi seratus kaki dibentuk dari monomer-monomer
glukosa, yang berupa padatan kristalin yang berasa manis. Polimer alam lain adalah
polisakarida, selulosa dan lignin yang merupakan bahan dari kayu.
Contoh polimer alam dapat dilihat pada table di bawah ini
No Polimer

Monomer

Polimerisasi

Contoh

1. Pati/amilum

Glukosa

Kondensasi

Biji-bijian, akar umbi

2. Selulosa

Glukosa

Kondensasi

Sayur, Kayu, Kapas

3. Protein

Asam amino

Kondensasi

Susu, daging, telur, wol, sutera

4. Asam nukleat

Nukleotida

Kondensasi

Molekul DNA dan RNA (sel)

5. Karet alam

Isoprena

Adisi

Getah pohon karet

Sifat-sifat polimer alam kurang menguntungkan. Contohnya, karet alam kadang-kadang cepat
rusak, tidak elastis, dan berombak. Hal tersebut dapat terjadi karena karet alamtidak tahan
terhadap minyak bensin atau minyak tanah serta lama terbuka di udara. Contoh lain, sutera
dan wol merupakan senyawa protein bahan makanan bakteri, sehingga wol dan sutera cepat
rusak. Umumnya polimer alam mempunyai sifat hidrofilik (suka air), sukar dilebur dan sukar
dicetak, sehingga sangat sukar mengembangkan fungsi polimer alam untuk tujuan-tujuan
yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
2. Polimer Semi Sintetik, yaitu polimer yang diperoleh dari hasil modifikasi polimer alam
dan bahan kimia.Contoh: selulosa nitrat (yang dikenal lewat misnomer nitro selulosa)
yang dipasarkan dibawah nama nama Celluloid dan guncotton.
3. Polimer sintetis
Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis. Polimer
regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. Contohnya rayon, yaitu serat sintetis yang
dibuat dari kayu (selulosa). Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat dari molekul
sederhana (monomer) dalam pabrik atau polimer yang dibuat dari bahan baku kimia disebut
polimer sintetis seperti polyetena, polipropilena, poly vynil chlorida (PVC), dan nylon.
Kebanyakan polimer ini sebagai plastik yang digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk
rumah tangga, industri, atau mainan anak-anak.
Polimer sintetis yang pertama kali yang dikenal adalah bakelit yaitu hasil kondensasi fenol
dengan formaldehida, yang ditemukan oleh kimiawan kelahiran Belgia Leo Baekeland pada
tahun 1907. Bakelit merupakan salah satu jenis dari produk-produk konsumsi yang dipakai
secara luas. Beberapa contoh polimer yang dibuat oleh pabrik adalah nylon dan poliester,
kantong plastik dan botol, pita karet, dan masih banyak produk lain yang Anda lihat seharihari.
Ahli kimia telah mensintesis polimer di dalam laboratorium selama 100 tahun. Dapatkah
Anda membayangkan kehidupan tanpa mengenal polimer sintesis ini? Pada musim hujan,
Anda mungkin akan kehujanan saat pergi sekolah tanpa membawa jas hujan yang terbuat dari

nilon, makan makanan yang basi untuk makan siang tanpa kantong plastik atau suatu wadah
dari bahan polimer, dan memakai seragam olahraga yang terbuat dari bahan tekstil yang lebih
berat dari buatan pabrik sintesis. Banyak polimer telah membantu kita dalam menyumbang
kehidupan kita.Banyak polimer-polimer sintesis dikembangkan sebagai pengganti sutra.
Gagasan untuk proses tersebut adalah benang-benang sintesis yang dibentuk di pabrik
diambil dari laba-laba. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti banyak menggunakan polimer
buatan. Berikut ini beberapa contoh polimer buatan di sekitar kita :
1. Karet Sintetis
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan motor, ahli-ahli kimia
organic telah mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk mempercepat perolehan
kebutuhan tersebut.
Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dasar monomer, seperti
butadiene dan stirena denganm cara kopolimerisasi.
Polibutadiena-stirena disebut juga dengan Buna atau nama dagangnya SBR (stirenabutadiena rubber). Ada dua jenis Buna, yaitu Buna-N dan Buna-S. tidak seperti polimer lain
yang monomernya 1:1, pada Buna-N perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah
3:1, sedangkan Buna-S perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah 7:3. polimer
tersebutb merupakan karet sintetis yang kuat hamper menyamai karet alam karena resisten
oksidasi dan abrasi dibandingkan karet alam. SBR mengandung ikatan rangkap dan dapat di
cross-linked kan dengan sulfur dengan proses vulkanisasi. Saat ini Buna banyak digunakan
sebagai ban mobil.
Jika karet yang divulkanisasi ini diregangkan, jembatan belerang menahan rantai-rantai
polimer sehingga tidak mudah putus, kemudian karet tersebut akan kembali pada bentuk
semula setelah meregang. Karet sintetis lain adalah neoprene yang berasal dari monomer
kloropropena, polibutadiena, dan Thiokol.
2. Serat Sintetis
Kapas merupakan serat alam yang merupakan polimer dari karbohidrat (selulosa), dan
polimer dari protein (wol dan sutera). Seperti halnya karet, serat memiliki polimer sintetis,
yaitu nilon dan poliester (dakron).
Dakron atau tetoron merupakan polyester. Polimer ini yang sangat kuat, sangat lentur dan
transparan. Polimer ini juga digunakan untuk membuat sintetis dan membuat lembaran film
tipis yang dalam perdagangan disebut mylar. Mylar banyak digunakan untuk pita rekam

magnetic dan untuk membuat gelembung balon yang dimanfaatkan dalam penelitian cuaca di
atmosfer.
Nilon-66 merupakan serat polimer yang titik leburnya tinggi. Disebut nilon-66 karena
polimernya tersususn dari enam atom C dari 1,6-heksametilena diamina dan enam atom C
dari molekul asam 1,6 heksanadioat. Nilon-66 digunakan untuk serat kain.

3. Orlon
Orlon merupakan polimer adisi dari monomer akrilonitril. Polimer ini merupakan serat
sintetis, seperti wol digunakan dalam tekstil sebagai campuran wol, karpet, dan kaus kaki.
4. Teflon (Tetrafluoroetena)
Teflon merupakan lapisan tipis yang sangat tahan panas dan tahan terhadap bahan kimia.
Teflon digunakan untuk pelapis wajan (panic anti lengket), pelapis tangki di pabrik kimia,
pipa anti patah, dan kabel listrik.
5. Bakelit (Fenol Formaldehida)
Bakelit adalah suatu jenis polimer yang dibuat dari dua jenis monomer, yaitu fenol dan
formaldehida. Polimer ini sangat keras, titik leburnya sangat tinggi dantahan api. Bakelit
digunakan untuk instalasi listrik dan alat-alat yang tahan suhu tinggi, misalnya asbak dan
fiting lampu listrik.
6. Flexiglass (Polimetil Metakrilat)
Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass. Polimetil
metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer metil metakrilat (H2C = CHCOOH3). PMMA merupakan plastik yang kuat dan transparan. Polimer ini digunakan untuk
jendela pesawat terbang dan lampu belakang mobil.
7. Plastik Polietilentereftalat (PET)
Plastik PET merupakan serat sintetik poliester (dakron) yang transparan dengan daya
tahan kuat, tahan terhadap asam, kedap udara, fleksibel, dan tidak rapuh. Dalam hal
penggunaannya, plastik PET menempati urutan pertama. Penggunannya sekitar 72 % sebagai

kemasan minuman dengan kualitas yang baik. Plastik PET merupakan poliester yang dapat
dicampur dengan polimer alam seperti : sutera, wol dan katun untuk menghasilkan bahan
pakaian yang bersifat tahan lama dan mudah perawatannya.
8. Plastik Polietena/Polietilena (PE)
Terdapat dua jenis plastik PE, yaitu Low Density Polyethylene (LDPE) dan High Density
Polyethylene (HDPE). Plastik LDPE banyak digunakan sebagai kantung plastik serta
pembungkus makanan dan barang.
Plastik HDPE banyak digunakan sebagai bahan dasar membuat mainan anak-anak, pipa yang
kuat, tangki korek api gas, badan radio dan televisi, serta piringan hitam.
9. Polivinil Klorida (PVC)
Plastik PVC bersifat termoplastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini juga bersifat tahan
serta kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua tipe plastik PVC yaitu bentuk kaku
dan bentuk fleksibel.
Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat konstruksi bangunan, mainan anak-anak, pipa
PVC (paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan beberapa komponen mobil. Adapun plastik
bentuk fleksibel, jenis ini digunakan untuk membuat selang plastik dan isolasi listrik.
Dalam hal penggunaannya, plastic PVC menempati urutan ketiga dan sekitar 68 % digunakan
untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).
10. Plastik Nilon
Plastik nilon merupakan polimer poliamida (proses pembentukannya seperti pembentukan
protein). Plastik Nilon ditemukan pada tahun 1934 oleh Wallace Carothers dari Du Pont
Company. Ketika itu, Carothers mereaksikan asam adipat dan heksametilendiamin. Plastik
yang bersifat sangat Kuat (tidak cepat rusak) dan halus ini banyak digunakan untuk pakaian,
peralatan kemah dan panjat tebing, peralatan rumah tangga serta peralatan laboratorium.
11. Wol
Wol adalah serat alami dari protein hewani (keratin) yang tidak larut. Struktur protein wol
yang lentur menghasilkan kain dengan mutu yang baik, namun kadang-kadang menimbulkan
masalah karena dapat mengerut dalam pencucian. Oleh karena itu, wol dicampur dengan PET
untuk menghasilkan kain yang bermutu baik dan tidak mengerut pada saat pencucian.

12. Kapas
Kapas merupakan serat alami dari bahan nabati (selulosa) yang paling banyak digunakan
(hamper 50 % pemakaian serat alami berasal dari kapas). Kain katun dibuat dari serat kapas
dengan perlakuan kimia sehingga menghasilkan kain yang kuat, enak dipakai, dan mudah
perawatannya.
13. Flexiglass (Polimetil Metakrilat)
Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass. Polimetil
metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer metil metakrilat (H2C = CHCOOH3). PMMA merupakan plastik yang kuat dan transparan. Polimer ini digunakan untuk
jendela pesawat terbang dan lampu belakang mobil.
Penggolongan polimer berdasarkan jenis monomernya
Berdasarkan jenis monomernya, polimer dapat terdiri atas homopolimer dan kopolimer.
1.Homopolimer
Homopolimer adalah polimer yang monomernya sejenis. Contohnya, selulosa dan protein.
(-P-P-P-P-P-P-P-P-)n
Pada polimer adisi homopolimer, ikatan rangkapnya terbuka lalu berikatan membentuk
polimer yang berikatan tunggal.
2.Kopolimer
Kopolimer atau disebut juga heteropolimer adalah polimer yang monomernya tidak sejenis.
Contoh dakron, nilon-66, melamin (fenol formaldehida). Proses pembentukan polimer
berlangsung dengan suhu dan tekanan tinggi atau dibantu dengan katalis, namun tanpa katalis
strukyur molekul yang terbentuk tidak beraturan. Jadi, fungsi katalis adalah untuk
mengendalikan proses pembentukan striktur molekul polimer agar lebih teratur sehingga
sifat-sifat polimer yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Contoh struktur rantai
molekul polimer tidak beraturan (produk polimerisasi tanpa katalis) adalah sebagai berikut :
(-P-S-S-P-P-S-S-S-P-S-P-)n
Kopolimer tidak beraturan
Pada proses pembentukan polimer yang digunakan katalis, struktur molekul yang terbentuk
akan beraturan. Contoh struktur rantai molekul polimer teratur (produk polimerisasi dengan
katalis) adalah sebagai berikut :
Sistem blok :
(-P-P-P-S-S-S-P-P-P-S-S-S-)n
Kopolimer blok
Sistem berseling :
(-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-)n
Kopolimer berseling

Penggolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas


Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dapat dibedakan atas polimer
termoplastik (tidak tahan panas, seperti plastik) dan polimer termosting (tahan panas, seperti
melamin).
1. Polimer termoplastik
Polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas. Polimer tersebut apabila
dipanaskan akan meleleh (melunak), dan dapat dilebur untuk dicetak kembali (didaur ulang).
Contohnya polietilene, polipropilena, dan PVC. jenis ini dipanaskan, maka akan menjadi
lunak dan didinginkan akan mengeras. Proses tersebut dapat terjadi berulang kali, sehingga
dapat dibentuk ulang dalam berbagai bentuk melalui
mendapatkan

produk

cetakan yang berbeda untuk

polimer

yang

baru.

Polimer yang termasuk polimer termoplastik adalah jenis polimer plastik. Jenis plastik ini
tidak memiliki ikatan silang antar rantai polimernya, melainkan dengan struktur molekul
linear

atau

bercabang.

Bentuk

struktur

bercabang

termoplastik.

Polimer termoplastik memiliki sifat sifat khusus sebagai berikut.


-

Berat molekul kecil

Tidak tahan terhadap panas.

Jika dipanaskan akan melunak.

Jika didinginkan akan mengeras.

Mudah untuk diregangkan.

Fleksibel.

Titik leleh rendah.

Dapat dibentuk ulang (daur ulang).

Mudah larut dalam pelarut yang sesuai.

Memiliki struktur molekul linear/bercabang.

Contoh plastik termoplastik sebagai berikut.


-

Polietilena (PE) = Botol plastik, mainan, bahan cetakan, ember, drum, pipa saluran,

isolasi kawat dan kabel, kantong plastik dan jas hujan.


-

Polivinilklorida (PVC) = pipa air, pipa plastik, pipa kabel listrik, kulit sintetis, ubin

plastik, piringan hitam, bungkus makanan, sol sepatu, sarung tangan dan botol detergen.
-

Polipropena (PP) = karung, tali, botol minuman, serat, bak air, insulator, kursi plastik,

alat-alat rumah sakit, komponen mesin cuci, pembungkus tekstil, dan permadani.
-

Polistirena = Insulator, sol sepatu, penggaris, gantungan baju.

2. Polimer termoseting
Polimer termoseting adalah polimer yang mempunyai sifat tahan terhadap panas. Jika
polimer ini dipanaskan, maka tidak dapat meleleh. Sehingga tidak dapat dibentuk ulang
kembali. Susunan polimer ini bersifat permanen pada bentuk cetak pertama kali (pada saat
pembuatan). Bila polimer ini rusak/pecah, maka tidak dapat disambung atau diperbaiki lagi.
Plomer termoseting memiliki ikatan ikatan silang yang mudah dibentuk pada waktu
dipanaskan. Hal ini membuat polimer menjadi kaku dan keras. Semakin banyak ikatan silang
pada polimer ini, maka semakin kaku dan mudah patah. Bila polimer ini dipanaskan untuk
kedua kalinya, maka akan menyebabkan rusak atau lepasnya ikatan silang antar rantai
polimer.
Sifat polimer termoseting sebagai berikut.
-

Keras dan kaku (tidak fleksibel)

Jika dipanaskan akan mengeras.

Tidak dapat dibentuk ulang (sukar didaur ulang).

Tidak dapat larut dalam pelarut apapun.

Jika dipanaskan akan meleleh.

Tahan terhadap asam basa.

Mempunyai ikatan silang antarrantai molekul.

Contoh plastik termoseting :


Bakelit

= asbak, fitting lampu listrik, steker listrik, peralatan fotografi, radio,

perekat plywood.
Penggolongan Polimer Berdasarkan Reaksi Polimerisasi
Dibagi menjadi 2 yaitu:
-

Poliadisi, yaitu polimer yang terjadi karena reaksi adisi. Reaksi adisi atau reaksi rantai

adalah reaksi penambahan (satu sama lain) molekul-molekul monomer berikatan rangkap
atau siklis biasanya dengan adanya suatu pemicu berupa radikal bebas atas.
-

Polikondensasi,

yaitu

polimer yang

terjadi karena reaksi kondensasi/reaksi

bertahap. Mekanisme reaksi polimer kondensasi identik dengan reaksi kondensasi


senyawa bobot molekul rendah yaitu: reaksi dua gugus aktif dari 2 molekul monomer

yang berbeda berinteraksi dengan melepaskan molekul kecil. Contohnya H2O. Bila hasil
polimer dan pereaksi (monomer) berbeda fase, reaksi akan terus berlangsung sampai salah
satu pereaksi habis.

Penggolongan polimer berdasarkan strukturnya


Berdasarkan strukturnya polimer dibedakan atas :
1. Polimer linear
Polimer linear terdiri dari rantai panjang atom-atom skeletal yang dapat mengikat gugus
substituen. Polimer ini biasanya dapat larut dalam beberapa pelarut, dan dalam keadaan padat
pada temperatur normal. Polimer ini terdapat sebagai elastomer, bahan yang fleksibel (lentur)
atau termoplastik seperti gelas).
Contoh : Polietilena, poli(vinil klorida) atau PVC, poli(metil metakrilat) (juga dikenal sebagai
PMMA, Lucite, Plexiglas, atau perspex), poliakrilonitril (orlon atau creslan) dan nylon 66.
2. Polimer bercabang
Polimer bercabang dapat divisualisasi sebagai polimer linear dengan percabangan
pada struktur dasar yang sama sebagai rantai utama.
3. Polimer jaringan tiga dimensi (three-dimension network)
Polimer jaringan tiga dimensi adalah polimer dengan ikatan kimianya terdapat antara
rantai. Bahan biasanya diswell (digembungkan) oleh pelarut tetapi tidak sampai larut.
Ketaklarutan ini dapat digunakan sebagai kriteria dari struktur jaringan. Makin besar persen
sambung-silang (cross-links) makin kecil jumlah penggembungannya (swelling). Jika derajat
sambung-silang cukup tinggi, polimer dapat menjadi kaku, titik leleh tinggi, padat yang tak
dapat digembungkan, misalnya intan (diamond).
Polimer linear dan bercabang memiliki sifat :
1. Lentur
2. Berat Molekul relatif kecil
3. Termoplastik
Penggolongan polimer berdasarkan kegunaanya
1. Polimer komersial (commodity polymers)
Polimer ini dihasilkan di negara berkembang, harganya murah dan banyak dipakai dalam
kehidupan sehari hari. Kegunaan sehari-hari dari polimer ini ditunjukkan dalam tabel 1.1
Contoh : Polietilen (PE), polipropilen (PP), polistirena (PS), polivinilklorida (PVC), melamin
formaldehid
Contoh dan kegunaan polimer komersial
Polimer komersial

Kegunaan atau manfaat

Polietilena

massa

jenis

rendah(LDPE)
Polietilena

massa

Lapisan pengemas, isolasi kawat, dan kabel, barang mainan, botol


yang lentur, bahan pelapis

jenis

rendah(HDPE)
Polipropilena (PP)
Poli(vinil klorida) (PVC)
Polistirena (PS)

Botol, drum, pipa, saluran, lembaran, film, isolasi kawat dan kabel
Tali, anyaman, karpet, film
Bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantai, isolasi kawat dan
Bahan pengemas (busa), perabotan rumah, barang mainan

2. Polimer teknik (engineering polymers)


Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di negara maju.
Polimer ini cukup mahal dan canggih dengan sifat mekanik yang unggul dan daya tahan yang
lebih baik. Polimer ini banyak dipakai dalam bidang transportasi (mobil, truk, kapal udara),
bahan bangunan (pipa ledeng), barang-barang listrik dan elektronik (mesin bisnis, komputer),
mesin-mesin industri dan barang-barang konsumsi
Contoh : Nylon, polikarbonat, polisulfon, poliester
3. Polimer fungsional (functional polymers)
Polimer ini dihasilkan dan dikembangkan di negara maju dan dibuat untuk tujuan khusus
dengan produksinya dalam skala kecil
Contoh : kevlar, nomex, textura, polimer penghantar arus dan foton, polimer peka cahaya,
membran, biopolimer

C. SIFAT POLIMER

Sifat Thermal

Sifat polimer terhadap panas ada yang menjadi lunak jika dipanaskan dan keras jika
didinginkan, polimer seperti ini disebut termoplas.
Contohnya : plastik yang digunakan untuk kantong dan botol plastik.
Sedangkan polimer yang menjadi keras jika dipanaskan disebut termoset, contohnya melamin

Sifat Kelenturan

Polimer akan mempunyai kelenturan yang berbeda dengan polimer sintetis. Umumnya
polimer alam agak sukar untuk dicetak sesuai keinginan,sedangkan polimer sintetis lebih
mudah dibuat cetakan untuk menghasilkan bentuk tertentu. Karet akan lebih mudah
mengembangdan kehilangan kekenyalannya setelah terlalu lama kena bensin atau minyak.

Ketahanan terhadap Mikroorganisme

Polimer alam seperti wool, sutra, atau selulosa tidak tahan terhadap mikroorganisme atau ulat
(rayap). Sedangkan polimer sintetis lebih tahan terhadap mikroorganisme atau ulat.

Sifat Lainnya

Sifat polimer yang lainnya bergantung pemakainnnya untuk kemasan atau alat-alat industri.
Untuk tujuan pengemasan harus diperhatikan :
Toksisitasnya
Daya tahan terhadap air, minyak atau panas
Daya tembus udara (oksigen)
Kelenturan
Transparan
D. REAKSI POLIMERISASI DAN POLIMERISASI ADISI
Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul kecil (monomer) yang
membentuk molekul yang besar. Ada dua jenis reaksi polimerisasi, yaitu :polimerisasi adisi
dan polimerisasi kondensasi.
Polimerisasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan tak jenuh (ikatan rangkap
dengan melakukan reaksi dengan cara membuka ikatan rangkap (reaksi adisi) dan
menghasilkan senyawa polimer dengan ikatan jenuh
Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer yang sama atau
monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi kondensasi kadang-kadang disertai dengan
terbentuknya molekul kecil seperti H2O, NH3, atau HCl.
Di dalam jenis reaksi polimerisasi yang kedua ini, monomer-monomer bereaksi secara adisi
untuk membentuk rantai. Namun demikian, setiap ikatan baru yang dibentuk akan bersamaan
dengan dihasilkannya suatu molekul kecil biasanya air dari atom-atom monomer. Pada
reaksi semacam ini, tiap monomer harus mempunyai dua gugus fungsional sehingga dapat
menambahkan pada tiap ujung ke unit lainnya dari rantai tersebut. Jenis reaksi polimerisasi
ini disebut reaksi kondensasi
E. KEGUNAAB DAN DAMPAK POLIMER TERHADAP LINGKUNGAN
Dalam kehidupan sehari-hari banyak barang-barang yang digunakan merupakan polimer
sintetis mulai dari kantong plastik untuk belanja, plastik pembungkus makanan dan minuman,
kemasan plastik, alat-alat listrik, alat-alat rumah tangga, dan alat-alat elektronik. Setiap kita
belanja dalam jumlah kecil, misalnya diwarung, selalu kita akan mendapatkan pembungkus
plastik dan kantong plastik (keresek).

Barang-barang tersebut merupakan polimer sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh
mikroorganisme. Akibatnya, barang-barang tersebut akan menumpuk dalam bentuk sampah
yang tidak dapat membusuk. Atau menyumbat saluran air yang menyebabkan banjir. Sampah
polimer sintetis jangan dibakar, karena akan menghasilkan senyawa dioksin. Dioksin adalah
suatu senyawa gas yang sangat beracun dan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).
Plastik vinyl chloride tidak berbahaya, tetapi monomer vinyl chloride sangat beracun dan
karsinogenik yang mengakibatkan cacat lahir.
Plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan, jika terkena panas dikhawatirkan
monomernya akan terurai dan akan mengontamiasi makanan.
Untuk mengurangi pencemaran plastik :
1. Kurangi penggunaan plastik
2. Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik, sehingga dapat didaur
ulang.
3. Jangan membuang sampah plastik sembarangan.
4. Sampah plastik jangan dibakar.
Untuk menghindari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik :
1. Gunakan kemasan makanan yang lebih aman, seperti gelas.
2. Gunakan penciuman, jika makanan/minumam bau plastik jangan digunakan

BAB III
PENUTUP
A.

KESIMPULAN
1. Polimer adalah makromolekul yang tersusun dari monomermonomer.
2. Reaksi pembentukan polimer dinamakan polimerisasi. Ada dua jenis polimerisasi
yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.
3. Polimerisasi adisi adalah reaksi pembentukan polimer dari monomer yang berikatan
rangkap atau berikatan tak jenuh. Monomer tersebut membuka ikatan rangkapnya lalu
berikatan dengan monomer lain sehingga menghasilkan polimer yang berikatan
tunggal.
4. Polimerisasi kondensasi adalah reaksi pembentukan polimer dari monomer-monomer
yang mempunyai dus gugus fungsi. Pada reaksi tersebut akan dihasilkan molekul
kecil seperti air atau alkohol.
5. Penggolongan polimer berdasarkan asalnya, yaitu :
a. polimer alam, contohnya karet alam, sutera dan wol.
b. polimer sintetis, contohnya plastik, nilon dan teflon.
6. Penggolongan polimer berdasarkan jenis monomernya, yaitu :
a. homopolimer adalah polimer yang monomernya sejenis.
b.kopolimer adalah polimer yang monomernya sejenis.
7. Penggolongan
yaitu:

polimer

berdasarkan

sifatnya

terhadap

panas,

a. polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas.


b.polimer termosetting adalah polimer yang tahanpanas.
8. Beberapa polimer penting, yaitu polietena, polipropena, polivinil klorida (PVC),
teflon, polistirena, polivinil alkohol, dakron, nilon 66, bakelit, flexiglass, orlon dan
karet alam.
B. SARAN
Polimer merupakan salah satu sintetik yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, jika produksi poliuretan meningkat maka peluang pencemaran lingkungan dan
penipisan lapisan ozon semakin besar. Maka saran saya adalah dalam kehidupan sehari-hari
usahakan mengurangi penggunaan plastik, Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah
organik sehingga dapat didaur ulang, Jangan membuang sampah plastik sembarangan, dan
Sampah plastik jangan dibakar tapi manfaatkanlah sebisa anda. Untuk menghindari bahaya
keracunan akibat penggunaan plastik gunakan kemasan makanan yang lebih aman, seperti
gelas dan gunakan penciuman jika makanan/minumam bau plastik jangan digunakan.

BAB IV
LAMPIRAN

GAMBAR

JENIS

DAYA TAHAN

Selulosa

10 TAHUN

FUNGSI

1. Kayu
Untuk perabotan
rumah seperti
almari, meja, kursi
dll

2.Saklar
Untuk memutus
Bakelit

5 TAHUN

dan
menghubungkan
arus listrik

3.Pralon
Untuk
PVC

5 TAHUN

menyalurkan air
dari satu tempat ke
tempat yang lain

4.Wol
Untuk bahan
Protein

2 TAHUN

pakaian hangat
misal jaket.

5.Benang Nilon

Nilon dapat
Nilon

1 TAHUN

dijadikan benang
untuk batas ukur
pada pembuatan
bangunan.selain itu
juga dapat di buat
karpet,dll

6.Beras

Untuk makanan
Amilum

3 BULAN

pokok orang
Indonesia

7.Sterofom
Untuk pelindung
Polistirena

1 TAHUN

benda elektronik.
mengurangi
kerusakan akibat
benturan.

8.Karet
Untuk bahan
Karet Alam

5 TAHUN

pembuatan
produk-produk
karet,misal karet
gelang,dll

9.Teflon
Untuk alat
Teflon

5 TAHUN

Lunchboxpolystyere

Sekali Pakai

memasak

10.Tempat Makanan Kering

ne

Untuk tempat
makanan kering

11.Ban Mobil
Poliester

2 TAHUN

Untuk roda mobil

12.Ban Motor
Polibutadiena

2 TAHUN

Polipropena

Sekali pakai

Polivinil Klorida

5 TAHUN

Untuk roda motor

13.Botol Plastik
Tempat minum

14.Genting
Untuk atap
rumah,pelindung
dari hujan dan
panas matahari
15.Lampu Belakang Mobil
Untuk wadah
Flexiglass

5 TAHUN

lampu belakang
pada mobil

16.Botol Plastik Lentur


LDPE
(Low Density
Polyethylene)

BAB I

Sekali pakai

Untuk wadah lem

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari, kita sering menggunakan berbagai bahan kimia.
Sebagian besar dari masyarakat tidak menyadari akan bahaya dari bahan
bahan kimia tersebut, bahan kimia yang banyak digunakan didalam kehidupan
sehari - hari memang tidak memberikan akibat secara langsung dan cepat
namun, membutuhkan waktu lama.
Kita mungkin tahu polimer yang merupakan suatu golongan bahan kimia yang
banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari hari maupun dalam industri.
Polimer meliputi plastik, karet, serat, dan nilon. Beberapa senyawa penting
dalam tubuh makhluk hidup, yaitu karbohidrat (polisakarida), protein, dan asam
nukleat, juga merupakan polimer.

B. Tujuan Pembelajaran
v Mengetahui definisi polimer
v Mengetahui penggolongan polimer
v Mengetahui sifat-sifat polimer
v Mengetahui kegunaan & dampak polimer dalam kehidupan sehari-hari

BAB II
URAIAN POLIMER
1. DEFINISI POLIMER

Polimer atau kadang-kadang disebut sebagai makromolekul, adalah molekul


besar yang dibangun oleh pengulangan kesatuan kimia yang kecil dan
sederhana. Kesatuan-kesatuan berulang itu setara dengan monomer, yaitu
bahan dasar pembuat polimer (tabel 1). Akibatnya molekul-molekul polimer
umumnya mempunyai massa molekul yang sangat besar. Sebagai contoh,
polimer poli (feniletena) mempunyai harga rata-rata massa molekul mendekati
300.000. Hal ini yang menyebabkan polimer tinggi memperlihatkan sifat sangat
berbeda dari polimer bermassa molekul rendah, sekalipun susunan kedua jenis
polimer itu sama.
polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat
yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya
merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik.
Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan DNA.
Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer
sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan
kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah
digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah
polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan.
Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam
proses biologi.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti banyak menggunakan polimer buatan.
Berikut ini beberapa contoh polimer buatan di sekitar kita :
1. Karet Sintetis
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan motor, ahli-ahli
kimia organic telah mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk
mempercepat perolehan kebutuhan tersebut.
Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dasar
monomer, seperti butadiene dan stirena denganm cara kopolimerisasi.
Polibutadiena-stirena disebut juga dengan Buna atau nama dagangnya SBR
(stirena-butadiena rubber). Ada dua jenis Buna, yaitu Buna-N dan Buna-S. tidak
seperti polimer lain yang monomernya 1:1, pada Buna-N perbandingan antara
1,3-butadiena dan stirena adalah 3:1, sedangkan Buna-S perbandingan antara
1,3-butadiena dan stirena adalah 7:3. polimer tersebutb merupakan karet
sintetis yang kuat hamper menyamai karet alam karena resisten oksidasi dan
abrasi dibandingkan karet alam. SBR mengandung ikatan rangkap dan dapat di
cross-linked kan dengan sulfur dengan proses vulkanisasi. Saat ini Buna banyak
digunakan sebagai ban mobil.
Jika karet yang divulkanisasi ini diregangkan, jembatan belerang menahan
rantai-rantai polimer sehingga tidak mudah putus, kemudian karet tersebut akan
kembali pada bentuk semula setelah meregang. Karet sintetis lain adalah
neoprene yang berasal dari monomer kloropropena, polibutadiena, dan Thiokol.
2. Serat Sintetis

Kapas merupakan serat alam yang merupakan polimer dari karbohidrat


(selulosa), dan polimer dari protein (wol dan sutera). Seperti halnya karet, serat
memiliki polimer sintetis, yaitu nilon dan poliester (dakron).
Dakron atau tetoron merupakan polyester. Polimer ini yang sangat kuat,
sangat lentur dan transparan. Polimer ini juga digunakan untuk membuat sintetis
dan membuat lembaran film tipis yang dalam perdagangan disebut mylar. Mylar
banyak digunakan untuk pita rekam magnetic dan untuk membuat gelembung
balon yang dimanfaatkan dalam penelitian cuaca di atmosfer.
Nilon-66 merupakan serat polimer yang titik leburnya tinggi. Disebut nilon66 karena polimernya tersususn dari enam atom C dari 1,6-heksametilena
diamina dan enam atom C dari molekul asam 1,6 heksanadioat. Nilon-66
digunakan untuk serat kain.
3. Orlon
Orlon merupakan polimer adisi dari monomer akrilonitril. Polimer ini
merupakan serat sintetis, seperti wol digunakan dalam tekstil sebagai campuran
wol, karpet, dan kaus kaki.
4. Teflon (Tetrafluoroetena)
Teflon merupakan lapisan tipis yang sangat tahan panas dan tahan
terhadap bahan kimia. Teflon digunakan untuk pelapis wajan (panic anti lengket),
pelapis tangki di pabrik kimia, pipa anti patah, dan kabel listrik.
5. Bakelit (Fenol Formaldehida)
Bakelit adalah suatu jenis polimer yang dibuat dari dua jenis monomer,
yaitu fenol dan formaldehida. Polimer ini sangat keras, titik leburnya sangat
tinggi dantahan api. Bakelit digunakan untuk instalasi listrik dan alat-alat yang
tahan suhu tinggi, misalnya asbak dan fiting lampu listrik.
6. Flexiglass (Polimetil Metakrilat)
Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass.
Polimetil metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer metil metakrilat
(H2C = CH-COOH3). PMMA merupakan plastik yang kuat dan transparan. Polimer
ini digunakan untuk jendela pesawat terbang dan lampu belakang mobil.
7. Plastik Polietilentereftalat (PET)
Plastik PET merupakan serat sintetik poliester (dakron) yang transparan
dengan daya tahan kuat, tahan terhadap asam, kedap udara, fleksibel, dan tidak
rapuh. Dalam hal penggunaannya, plastik PET menempati urutan pertama.
Penggunannya sekitar 72 % sebagai kemasan minuman dengan kualitas yang
baik. Plastik PET merupakan poliester yang dapat dicampur dengan polimer alam
seperti : sutera, wol dan katun untuk menghasilkan bahan pakaian yang bersifat
tahan lama dan mudah perawatannya.

8. Plastik Polietena/Polietilena (PE)


Terdapat dua jenis plastik PE, yaitu Low Density Polyethylene (LDPE) dan
High Density Polyethylene (HDPE). Plastik LDPE banyak digunakan sebagai
kantung plastik serta pembungkus makanan dan barang.
Plastik HDPE banyak digunakan sebagai bahan dasar membuat mainan
anak-anak, pipa yang kuat, tangki korek api gas, badan radio dan televisi, serta
piringan hitam.
9. Polivinil Klorida (PVC)
Plastik PVC bersifat termoplastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini juga
bersifat tahan serta kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua tipe
plastik PVC yaitu bentuk kaku dan bentuk fleksibel.
Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat konstruksi bangunan,
mainan anak-anak, pipa PVC (paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan
beberapa komponen mobil. Adapun plastik bentuk fleksibel, jenis ini digunakan
untuk membuat selang plastik dan isolasi listrik.
Dalam hal penggunaannya, plastic PVC menempati urutan ketiga dan
sekitar 68 % digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).
10.Plastik Nilon
Plastik nilon merupakan polimer poliamida (proses pembentukannya seperti
pembentukan protein). Plastik Nilon ditemukan pada tahun 1934 oleh Wallace
Carothers dari Du Pont Company. Ketika itu, Carothers mereaksikan asam adipat
dan heksametilendiamin. Plastik yang bersifat sangat Kuat (tidak cepat rusak)
dan halus ini banyak digunakan untuk pakaian, peralatan kemah dan panjat
tebing, peralatan rumah tangga serta peralatan laboratorium.
11.Wol
Wol adalah serat alami dari protein hewani (keratin) yang tidak larut.
Struktur protein wol yang lentur menghasilkan kain dengan mutu yang baik,
namun kadang-kadang menimbulkan masalah karena dapat mengerut dalam
pencucian. Oleh karena itu, wol dicampur dengan PET untuk menghasilkan kain
yang bermutu baik dan tidak mengerut pada saat pencucian.
12.Kapas
Kapas merupakan serat alami dari bahan nabati (selulosa) yang paling
banyak digunakan (hamper 50 % pemakaian serat alami berasal dari kapas).
Kain katun dibuat dari serat kapas dengan perlakuan kimia sehingga
menghasilkan kain yang kuat, enak dipakai, dan mudah perawatannya.

2. PENGGOLONGAN POLIMER
A.penggolongan polimer berdasarkan asalnya , yaitu yang berasal dari
alam (polimer alam) dan di polimer yang sengaja dibuat oleh manusia (polimer
sintetis).
1.

Polimer alam
Polimer alam telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, Polimer alam adalah
senyawa yang dihasilkan dari proses metabolisme mahluk hidup. jumlahnya
yang terbatas dan sifat polimer alam yang kurang stabil, mudah menyerap air,
tidak stabil karena pemanasan dan sukar dibentuk menyebabkan penggunaanya
amat terbatas. Contoh sederhana polimer alam seperti ; Amilum dalam beras,
jagung dan kentang , pati , Selulosa dalam kayu , Protein terdapat dalam daging
dan Karet alam diperoleh dari getah atau lateks pohon karet . Karet alam
merupakan polimer dari senyawa hidrokarbon, yaitu 2-metil-1,3-butadiena
(isoprena). Karet merupakan polimer alam yang terpenting dan dipakai secara
luas. Bentuk utama dari karet alam, terdiri dari 97% cis-1,4-poliisoprena, dikenal
sebagai hevea rubber. Karet ini diperoleh dengan menyadap kulit sejenis pohon
(hevea brasiliensis) yang tumbuh liar. Hampir semua karet alam diperoleh
sebagai lateks yang terdiri dari sekitar 32 35% karet dan sekitar 5% senyawa
lain, termasuk asam lemak, gula, protein, sterol, ester dan garam.
Laboratorium bukan satu-satunya tempat mensintesis polimer. Selsel kehidupan
juga merupakan pabrik polimer yang efisien. Protein, DNA, kitin pada kerangka
luar serangga, wool, jaring laba-laba, sutera dan kepompong ngengat, adalah
polimer-polimer yang disintesis secara alami. Serat-serat selulosa yang kuat
menyebabkan batang pohon menjadi kuat dan tegar untuk tumbuh dengan
tinggi seratus kaki dibentuk dari monomer-monomer glukosa, yang berupa
padatan kristalin yang berasa manis. Polimer alam lain adalah polisakarida,
selulosa dan lignin yang merupakan bahan dari kayu.

Contoh polimer alam dapat dilihat pada table di bawah ini


No Polimer

Monomer

Polimerisasi Contoh

1. Pati/amilum

Glukosa

Kondensasi

Biji-bijian, akar umbi

2. Selulosa

Glukosa

Kondensasi

Sayur, Kayu, Kapas

3. Protein

Asam amino Kondensasi

Susu, daging, telur, wol, sutera

4. Asam nukleat Nukleotida

Kondensasi

Molekul DNA dan RNA (sel)

5. Karet alam

Adisi

Getah pohon karet

Isoprena

Sifat-sifat polimer alam kurang menguntungkan. Contohnya, karet alam


kadang-kadang cepat rusak, tidak elastis, dan berombak. Hal tersebut dapat
terjadi karena karet alamtidak tahan terhadap minyak bensin atau minyak tanah
serta lama terbuka di udara. Contoh lain, sutera dan wol merupakan senyawa

protein bahan makanan bakteri, sehingga wol dan sutera cepat rusak. Umumnya
polimer alam mempunyai sifat hidrofilik (suka air), sukar dilebur dan sukar
dicetak, sehingga sangat sukar mengembangkan fungsi polimer alam untuk
tujuan-tujuan yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

2.

Polimer sintetis
Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis.
Polimer regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. Contohnya rayon,
yaitu serat sintetis yang dibuat dari kayu (selulosa). Polimer sintetis adalah
polimer yang dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik atau
polimer yang dibuat dari bahan baku kimia disebut polimer sintetis seperti
polyetena, polipropilena, poly vynil chlorida (PVC), dan nylon. Kebanyakan
polimer ini sebagai plastik yang digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk
rumah tangga, industri, atau mainan anak-anak.

Polimer sintetis yang pertama kali yang dikenal adalah bakelit yaitu hasil
kondensasi fenol dengan formaldehida, yang ditemukan oleh kimiawan kelahiran
Belgia Leo Baekeland pada tahun 1907. Bakelit merupakan salah satu jenis dari
produk-produk konsumsi yang dipakai secara luas. Beberapa contoh polimer
yang dibuat oleh pabrik adalah nylon dan poliester, kantong plastik dan botol,
pita karet, dan masih banyak produk lain yang Anda lihat sehari-hari.

Ahli kimia telah mensintesis polimer di dalam laboratorium selama 100 tahun.
Dapatkah Anda membayangkan kehidupan tanpa mengenal polimer sintesis ini?
Pada musim hujan, Anda mungkin akan kehujanan saat pergi sekolah tanpa
membawa jas hujan yang terbuat dari nilon, makan makanan yang basi untuk
makan siang tanpa kantong plastik atau suatu wadah dari bahan polimer, dan
memakai seragam olahraga yang terbuat dari bahan tekstil yang lebih berat dari
buatan pabrik sintesis. Banyak polimer telah membantu kita dalam
menyumbang kehidupan kita.

Banyak polimer-polimer sintesis dikembangkan sebagai pengganti sutra.


Gagasan untuk proses tersebut adalah benang-benang sintesis yang dibentuk di
pabrik diambil dari laba-laba.

B.Penggolongan polimer berdasarkan jenis monomernya

Berdasarkan jenis monomernya, polimer dapat terdiri atas homopolimer dan


kopolimer.
1. Homopolimer
Homopolimer adalah polimer yang monomernya sejenis. Contohnya,
selulosa dan protein.
(-P-P-P-P-P-P-P-P-)n
Pada polimer adisi homopolimer, ikatan rangkapnya terbuka lalu berikatan
membentuk polimer yang berikatan tunggal.
2. Kopolimer
Kopolimer atau disebut juga heteropolimer adalah polimer yang
monomernya tidak sejenis. Contoh dakron, nilon-66, melamin (fenol
formaldehida). Proses pembentukan polimer berlangsung dengan suhu dan
tekanan tinggi atau dibantu dengan katalis, namun tanpa katalis strukyur
molekul yang terbentuk tidak beraturan. Jadi, fungsi katalis adalah untuk
mengendalikan proses pembentukan striktur molekul polimer agar lebih teratur
sehingga sifat-sifat polimer yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan.
Contoh struktur rantai molekul polimer tidak beraturan (produk polimerisasi
tanpa katalis) adalah sebagai berikut :
(-P-S-S-P-P-S-S-S-P-S-P-)n
Kopolimer tidak beraturan
Pada proses pembentukan polimer yang digunakan katalis, struktur molekul
yang terbentuk akan beraturan. Contoh struktur rantai molekul polimer teratur
(produk polimerisasi dengan katalis) adalah sebagai berikut :

Sistem blok :
(-P-P-P-S-S-S-P-P-P-S-S-S-)n
Kopolimer blok
Sistem berseling :
(-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-)n
Kopolimer berseling
C.Penggolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas
Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dapat dibedakan atas
polimer termoplas (tidak tahan panas, seperti plastik) dan polimer
termosting (tahan panas, seperti melamin).

1. Polimer termoplas
Polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas. Polimer tersebut
apabila dipanaskan akan meleleh (melunak), dan dapat dilebur untuk dicetak
kembali (didaur ulang). Contohnya polietilene, polipropilena, dan PVC.
2. Polimer termosting
Polimer termosting adalah polimer yang tahan panas. Polimer tersebut
apabila dipanaskan tidak akan meleleh (sukar melunak), dan sukar didaur ulang.
Contohnya melamin dan bakelit.
D.Penggolongan polimer berdasarkan strukturnya
Berdasarkan strukturnya polimer dibedakan atas :
1. Polimer linear
Polimer linear terdiri dari rantai panjang atom-atom skeletal yang dapat
mengikat gugus substituen. Polimer ini biasanya dapat larut dalam beberapa
pelarut, dan dalam keadaan padat pada temperatur normal. Polimer ini terdapat
sebagai elastomer, bahan yang fleksibel (lentur) atau termoplastik seperti gelas).
Contoh : Polietilena, poli(vinil klorida) atau PVC, poli(metil metakrilat) (juga
dikenal sebagai PMMA, Lucite, Plexiglas, atau perspex), poliakrilonitril (orlon atau
creslan) dan nylon 66.

2.

Polimer bercabang
Polimer bercabang dapat divisualisasi sebagai polimer linear dengan
percabangan pada struktur dasar yang sama sebagai rantai utama.
3. Polimer jaringan tiga dimensi (three-dimension network)
Polimer jaringan tiga dimensi adalah polimer dengan ikatan kimianya
terdapat antara rantai, seperti digambarkan pada gambar berikut. Bahan ini
biasanya diswell (digembungkan) oleh pelarut tetapi tidak sampai larut.
Ketaklarutan ini dapat digunakan sebagai kriteria dari struktur jaringan. Makin
besar persen sambung-silang (cross-links) makin kecil jumlah
penggembungannya (swelling). Jika derajat sambung-silang cukup tinggi, polimer
dapat menjadi kaku, titik leleh tinggi, padat yang tak dapat digembungkan,
misalnya intan (diamond).
Polimer linear dan bercabang memiliki sifat :
1. Lentur
2. Berat Molekul relatif kecil
3. Termoplastik

E.Penggolongan polimer berdasarkan kegunaanya


1. Polimer komersial (commodity polymers)
Polimer ini dihasilkan di negara berkembang, harganya murah dan banyak
dipakai dalam kehidupan sehari hari. Kegunaan sehari-hari dari polimer ini
ditunjukkan dalam tabel 1.1
Contoh : Polietilen (PE), polipropilen (PP), polistirena (PS), polivinilklorida (PVC),
melamin formaldehid
Tabel 1.1 Contoh dan kegunaan polimer komersial
Polimer komersial
Polietilena massa jenis
rendah(LDPE)
Polietilena massa jenis
rendah(HDPE)
Polipropilena (PP)
Poli(vinil klorida) (PVC)
Polistirena (PS)

Kegunaan atau manfaat


Lapisan pengemas, isolasi kawat, dan kabel, barang
mainan, botol yang lentur, bahan pelapis
Botol, drum, pipa, saluran, lembaran, film, isolasi kawat
dan kabel
Tali, anyaman, karpet, film
Bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantaui,
isolasi kawat dan kabel
Bahan pengemas (busa), perabotan rumah, barang
mainan

2. Polimer teknik (engineering polymers)


Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di
negara maju. Polimer ini cukup mahal dan canggih dengan sifat mekanik yang
unggul dan daya tahan yang lebih baik. Polimer ini banyak dipakai dalam bidang
transportasi (mobil, truk, kapal udara), bahan bangunan (pipa ledeng), barangbarang listrik dan elektronik (mesin bisnis, komputer), mesin-mesin industri dan
barang-barang konsumsi
Contoh : Nylon, polikarbonat, polisulfon, poliester
3. Polimer fungsional (functional polymers)
Polimer ini dihasilkan dan dikembangkan di negara maju dan dibuat untuk
tujuan khusus dengan produksinya dalam skala kecil
Contoh : kevlar, nomex, textura, polimer penghantar arus dan foton, polimer
peka cahaya, membran, biopolimer

3. Sifat Sifat Polimer

Perbedaan utama dari polimer alam dan polimer sintetik adalah, mudah tidaknya
sebuah polimer didegradasi atau dirombak oleh mikroba. Polimer sintetik sulit
diuraikan oleh mikroorganisme.
Sifat-sifat polimer sintetik sangat ditentukan oleh struktur polimernya seperti;
panjangnya rantai; gaya antar molekul; percabangan; dan ikatan silang antar
rantai polimer.
Pertambahan panjang rantai utama polimer diikuti dengan meningkatnya gaya
antar molekul monomer. Hal ini yang menyebabkan meningkatnya kekuatan dan
titik leleh sebuah polimer. Gambar 13.10, contoh polimer yang berantai panjang
dan linier. Polimer yang memiliki banyak cabang, kekuatannya menurun dan hal
ini juga menyebabkan titik lelehnya semakin rendah, contoh untuk polimer
bercabang ditunjukkan oleh gambar 13.11.

Gambar 13.10. Polimer polietilen yang memiliki rantai linier dan panjang

Gambar 13.11. Contoh polimer yang memiliki cabang


Beberapa polimer memiliki ikatan silang antar rantai, hal ini akan membuat
polimer yang bersifat kaku dan membentuk bahan yang keras. Makin banyak
ikatan. silang makin kaku polimer yang dihasilkan dan polimer akan semakin
mudah patah.
Jenis polimer yang memiliki ikatan silang ini merupakan plastik termoseting. Jenis
plastik ini hanya dapat dipanaskan satu kali yaitu hanya pada saat
pembuatannya. Jika plastik ini pecah atau rusak tidak dapat disambung kembali.
Pemanasan selanjutnya menyebabkan rusaknya atau terbongkarnya ikatan
silang antar rantai polimer, sehingga susunan molekul polimer berubah atau
rusak. Contoh untuk plastik termoseting adalah polimer bakelit yang memiliki
ikatan silang antar rantai polimernya (Gambar 13.12).

Gambar 13.12. Polimer Bakelit yang memiliki ikatan silang antar rantai
polimernya
Plastik jenis yang lain memiliki sifat sebagai termoplastik, yaitu plastik yang
dapat dipanaskan secara berulang-ulang. Sifat ini disebabkan karena tidak
adanya ikatan silang antar rantai polimernya. Jika polimer ini rusak atau pecah,
kita dapat menyambungnya kembali dengan cara dipanaskan, contoh polimer
termoplastik adalah polietilen.

Sifat polimer
v Sifat Thermal
Sifat polimer terhadap panas ada yang menjadi lunak jika dipanaskan dan keras
jika didinginkan, polimer seperti ini disebut termoplas.
Contohnya : plastik yang digunakan untuk kantong dan botol plastik.
Sedangkan polimer yang menjadi keras jika dipanaskan disebut termoset,
contohnya melamin
v Sifat Kelenturan
Polimer akan mempunyai kelenturan yang berbeda dengan polimer sintetis.
Umumnya polimer alam agak sukar untuk dicetak sesuai keinginan,sedangkan
polimer sintetis lebih mudah dibuat cetakan untuk menghasilkan bentuk
tertentu. Karet akan lebih mudah mengembangdan kehilangan kekenyalannya
setelah terlalu lama kena bensin atau minyak.
v Ketahanan terhadap Mikroorganisme
Polimer alam seperti wool, sutra, atau selulosa tidak tahan terhadap
mikroorganisme atau ulat (rayap). Sedangkan polimer sintetis lebih tahan
terhadap mikroorganisme atau ulat.
v Sifat Lainnya
Sifat polimer yang lainnya bergantung pemakainnnya untuk kemasan atau alatalat industri. Untuk tujuan pengemasan harus diperhatikan :

Toksisitasnya

Daya tahan terhadap air, minyak atau panas

Daya tembus udara (oksigen)

Kelenturan

Transparan

4. Reaksi Polimerisasi Dan polimerisasi Adisi


Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul kecil
(monomer) yang membentuk molekul yang besar. Ada dua jenis reaksi
polimerisasi, yaitu :polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

Polimerisasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan tak jenuh
(ikatan rangkap dengan melakukan reaksi dengan cara membuka ikatan rangkap
(reaksi adisi) dan menghasilkan senyawa polimer dengan ikatan jenuh

Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer yang
sama atau monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi kondensasi kadangkadang disertai dengan terbentuknya molekul kecil seperti H2O, NH3, atau HCl.
Di dalam jenis reaksi polimerisasi yang kedua ini, monomer-monomer bereaksi
secara adisi untuk membentuk rantai. Namun demikian, setiap ikatan baru yang
dibentuk akan bersamaan dengan dihasilkannya suatu molekul kecil biasanya
air dari atom-atom monomer. Pada reaksi semacam ini, tiap monomer harus
mempunyai dua gugus fungsional sehingga dapat menambahkan pada tiap
ujung ke unit lainnya dari rantai tersebut. Jenis reaksi polimerisasi ini disebut
reaksi kondensasi

5. Kegunaan Dan Dampak Polimer Terhadap Lingkungan


Dalam kehidupan sehari-hari banyak barang-barang yang digunakan merupakan
polimer sintetis mulai dari kantong plastik untuk belanja, plastik pembungkus
makanan dan minuman, kemasan plastik, alat-alat listrik, alat-alat rumah
tangga, dan alat-alat elektronik. Setiap kita belanja dalam jumlah kecil, misalnya
diwarung, selalu kita akan mendapatkan pembungkus plastik dan kantong plastik
(keresek).
Barang-barang tersebut merupakan polimer sintetis yang tidak dapat diuraikan
oleh mikroorganisme. Akibatnya, barang-barang tersebut akan menumpuk dalam
bentuk sampah yang tidak dapat membusuk. Atau menyumbat saluran air yang
menyebabkan banjir. Sampah polimer sintetis jangan dibakar, karena akan
menghasilkan senyawa dioksin. Dioksin adalah suatu senyawa gas yang sangat
beracun dan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).
Plastik vinyl chloride tidak berbahaya, tetapi monomer vinyl chloride sangat
beracun dan karsinogenik yang mengakibatkan cacat lahir.
Plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan, jika terkena panas
dikhawatirkan monomernya akan terurai dan akan mengontamiasi makanan.

Untuk mengurangi pencemaran plastik :


1. Kurangi penggunaan plastik
2. Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik, sehingga dapat
didaur ulang.

3. Jangan membuang sampah plastik sembarangan.


4. Sampah plastik jangan dibakar.
Untuk menghindari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik :
1. Gunakan kemasan makanan yang lebih aman, seperti gelas.
2. Gunakan penciuman, jika makanan/minumam bau plastik jangan
digunakan

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
1.

KESIMPULAN

Istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya
terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan
yang beragam. Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan
selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang
terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Contoh polimer yang
paling terkenal adalah plastik dan DNA. Mengapa plastik dan DNA dikatakan
polimer? Itu dapat terlihat dari struktur dan sifat benda tersebut.

Polimer adalah makromolekul yang tersusun dari


monomermonomer.

Reaksi
pembentukan
polimer
dinamakan
polimerisasi. Ada dua jenis polimerisasi yaitu
polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.
Polimerisasi adisi adalah reaksi pembentukan
polimer dari monomer yang berikatan rangkap
atau berikatan tak jenuh. Monomer tersebut
membuka ikatan rangkapnya lalu berikatan
dengan monomer lain sehingga menghasilkan
polimer
yang
berikatan
tunggal.Polimerisasi
kondensasi adalah reaksi pembentukan polimer
dari monomer-monomer yang mempunyai dus
gugus fungsi.
Pada reaksi tersebut akan
dihasilkan molekul kecil seperti air atau alkohol.

Penggolongan polimer berdasarkan asalnya,


yaitu : a. polimer alam, contohnya karet alam,
sutera dan wol. b. polimer sintetis, contohnya
plastik, nilon dan teflon.

Penggolongan
polimer
berdasarkan
jenis
monomernya, yaitu ; a. homopolimer adalah
polimer yang monomernya sejenis, b.kopolimer
adalah polimer yang monomernya sejenis.

Penggolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas, yaitu : a.


polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas . b.polimer
termosetting adalah polimer yang tahan panas .

Dalam kehidupan sehari-hari banyak barang-barang yang digunakan


merupakan polimer sintetis mulai dari kantong plastik untuk belanja,
plastik pembungkus makanan dan minuman, kemasan plastik, alat-alat
listrik, alat-alat rumah tangga, dan alat-alat elektronik. Setiap kita belanja
dalam jumlah kecil, misalnya diwarung, selalu kita akan mendapatkan
pembungkus plastik dan kantong plastik (keresek).

Barang-barang tersebut merupakan polimer sintetis yang tidak dapat


diuraikan oleh mikroorganisme. Akibatnya, barang-barang tersebut akan
menumpuk dalam bentuk sampah yang tidak dapat membusuk. Atau
menyumbat saluran air yang menyebabkan banjir. Sampah polimer
sintetis jangan dibakar, karena akan menghasilkan senyawa dioksin.
Dioksin adalah suatu senyawa gas yang sangat beracun dan bersifat
karsinogenik (menyebabkan kanker).

2. SARAN
1. Kurangi penggunaan plastik
2. Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik, sehingga dapat
didaur ulang.

3. Jangan membuang sampah plastik sembarangan.


4. Sampah plastik jangan dibakar
http://polimer-kimia-iroend.blogspot.co.id/2015/01/makalah-tentang-polimer-bybasirun.html
http://dyah-dyahrahayu.blogspot.co.id/2013/03/contoh-makalah-tentangplastik.html
http://polimerkesehatan.blogspot.co.id/2013/04/makalah-tentang-polimer.html
http://andrikurniawan8.blogspot.co.id/
2013/11/makalah-polimer-xii-smka.html
http://shafwandi08.blogspot.co.id/2011/06/polimer-plastik.html