Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan
Kabupaten Magelang.
2. Waktu Penelitian
Penyusunan proposal,

di

SMK

seminar

Muhammadiyah

proposal

dan

revisi

Borobudur

proposal

dilaksanakan bulan November 2015 hingga Januari 2016. Uji validitas dan
reliabilitas untuk instrumen, pengumpulan data, analisis data dan
penyusunan laporan penelitian dilakukan bulan Februari hingga April 2016.
Direncanakan untuk ujian serta revisi tesis dilakukan pada bulan Mei 2016.
B. Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian jenis eksperimen semu
(quasi experiment) dengan menggunakan time series design. Desain penelitian
ini hanya menggunakan satu kelompok saja, sehingga tidak memerlukan
kelompok kontrol. Dalam desain ini kelompok yang digunakan untuk
penelitian tidak dapat dipilih secara random. Sebelum diberi perlakuan,
kelompok diberi pretest sampai empat kali dengan maksud untuk mengetahui
kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan. Bila
hasil pretest selama empat kali ternyata nilainya berbeda-beda, berarti
kelompok tersebut keadaannya labil, tidak menentu, dan tidak konsisten.
Setelah kestabilan keadaan kelompok dapat diketahui dengan jelas, maka baru
diberi treatment/perlakuan (Siswanto dkk, 2013).
C. Populasi dan Sampel
Populasi sasaran penelitian adalah remaja putri usia subur. Sedangkan
populasi sumber (populasi terjangkau) pada penelitian ini adalah siswi kelas X
di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur Kabupaten Magelang yang memenuhi
kriteria restriksi sampel. Kriteria restriksi sampel meliputi :
1. Kriteria inklusi
a. Seluruh siswi Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Borobudur yang telah
mendapatkan menstruasi

b. Siswi Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Borobudur yang mengalami


gejala sindrom pramenstruasi dan dismenorea
c. Siswi Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Borobudur yang bersedia menjadi
subjek penelitian
2. Kriteria eksklusi
a. Siswi yang mempunyai penyakit sistemik dan urogenitalia.
b. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu (termasuk pil KB), alkohol,
NAPZA, dan merokok.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling. Ukuran sampel diperkirakan menurut desain analisis data
yang akan dilakukan, yaitu analisis multivariat yang melibatkan satu variabel
independen. Dalam analisis multivariat dibutuhkan 15-20 subjek per sebuah
variabel independen. Jadi, dalam penelitian ini minimal dibutuhkan 1 x (15
hingga 20 subjek) = 15 hingga 20 subjek penelitian (Murti, 2010). Dalam
penelitian ini jumlah sampel yang digunakan 20 subjek penelitian.
D. Variabel Penelitian
1. Variabel independen : Diary Food ala Food Combining
2. Variabel dependen :
a. Sindrom pramenstruasi
b. Dismenorea
E. Definisi Operasional
1.
Diary food ala Food Combining
a. Definisi
: cara mengatur asupan makanan yang diselaraskan dengan
mekanisme alamiah tubuh dan ritme biologis, khususnya
sistem pencernaan
b. Alat ukur : lembar pemantauan
c. Skala
: nominal
2.
Sindrom pramenstruasi
a. Definisi
: kumpulan gejala fisik, psikologis, dan perilaku yang
terkait dengan siklus menstruasi wanita.
b. Alat ukur : lembar kuesioner dengan skala Guttman
c. Skala :
ordinal
3.
Dismenorea
a. Definisi
: dismenorea (nyeri haid) adalah nyeri perut bawah hingga
pinggang yang dialami oleh seorang wanita pada saat
menjelang hingga beberapa hari setelah menstruasi datang
yang membuat siswa harus meninggalkan aktivitas

belajarnya atau siswa harus istirahat di unit kesehatan


sekolah (UKS) dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Tidak dismenorea apabila seseorang tidak pernah
merasa nyeri pada waktu menstruasi.
2) Dismenorea ringan apabila seseorang merasa nyeri
pada waktu menstruasi dengan skala SAV antara1-3.
3) Dismenorea sedang apabila seseorang merasa nyeri
pada waktu menstruasi dengan skala antara SAV 4-6.
4) Dismenorea berat apabila seseorang merasa nyeri pada
waktu menstruasi dengan skala antara SAV 7-10.
b. Alat ukur : kuesioner skala analog visual (SAV)
c. Skala :
Ordinal
F. Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data
sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan kuesioner dan lembar
pemantauan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen jumlah siswi di
SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, Kabupaten Magelang.
Sebelum dilakukan pengisian kuesioner oleh para siswi, perlakuan dan
observasi kepada mereka, maka terlebih dahulu dilakukan informed consent
leh peneliti secara verbal. Subjek penelitian memiliki hak untuk bersedia ma7
upun menolak berpartisipasi dalam penelitian.
G. Instrumen Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dengan jenis kuesioner
tertutup yang berisi tentang poin-poin sindrom pramenstruasi dan juga
dismenorea.
1. Instrumen untuk mengetahui sindrom pramenstruasi
Kuesioner tentang sindrom pramenstruasi akan diujicobakan pada
sebagian siswi kelas X di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, Kabupaten
Magelang. Untuk dinilai validitas serta reliabilitasnya serta akan direvisi
bila perlu. Instrumen untuk mengumpulkan data sindrom pramenstruasi
digunakan dengan decara responden diminta memilih salah satu dari dua
alternatif jawaban pertanyaan tentang gejala sindrom pramenstruasi yang
dianggap mewakili kondisi menstruasi masing-masing responden.
Tabel 3.1 Kisi-kisi pertanyaan kuesioner sindrom pramenstruasi

Indikator
Gejala fisik
Gejala psikologi
Gejala perilaku
Gejala tambahan lainnya
Total Soal
Sumber : Raybund (2001)

Jumlah Item Soal


13
10
5
10
38

2. Instrumen untuk mengetahui dismenorea


Kuesioner untuk dismenore menggunakan kuesioner baku yang dibuat
berdasarkan Andersch dan Milson dalam Badziad (2003) dengan memakai
skala analog visual (SAV). SAV ini merupakan suatu garis horizontal atau
vertikal dengan panjang 10 cm dan menggunakan angka 1-10 untuk
menunjukkan derajat dismenorea skala ini juga disebut sebagai Universal
Pain Assessment Tool.
Tabel 3.2. Kategori dismenorea
Skor Skala

Derajat

Perubahan

SAV
0

Dismenorea
Tidak

Tanpa rasa nyeri, aktifitas sehari-hari tidak

1-3

dismenorea
Dismenorea

terpengaruhi
Nyeri ringan, jarang memerlukan analgetik,

4-6

ringan
Dismenorea

aktifitas sehari-hari jarang terpengaruhi


Nyeri sedang, memerlukan analgetika,

7 - 10

sedang

aktifitas sehari-hari terganggu tetapi jarang

Dismenorea

absen dari sekolah/pekerjaan


Nyeri berat, nyeri tidak banyak berkurang

berat

dengan analgetika, tidak dapat melakukan


kegiatan sehari-hari, timbul keluhan
vegetatif, misalnya nyeri kepala, kelelahan,
mual, muntah dan diare

Sumber : Badziad (2003)


H. Uji Validitas dan Reabilitas
Sebelum

digunakan,

instrumen

premenstruasi

sindrom

tersebut

diujicobakan pada sejunlah siswi di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur


dahulu. Uji coba instrumen ini menggunakan 20 responden, hal ini sesuai

dengan pendapat Notoatmodjo (2005) yaitu agar diperoleh distribusi nilai hasil
yang mendekati normal, maka sebaiknya jumlah responden untuk uji coba
paling sedikit 20 orang.
Hasil-hasil uji coba ini kemudian digunakan untuk mengetahui sejauh
mana alat ukur (kuesioner) yang telah disusun tadi memiliki validitas dan
reliabilitas. Kedua variabel yang digunakan dalam penelitian ini berskala
interval, maka sebelum instrumen benar-benar di berikan pada responden, perlu
diadakan uji validitas dan reabilitas dengan rumus sebagai berikut:
1. Uji Validitas
Uji validitas diukur dengan menggunakan rumus pearson product
moment. Rumus pearson product moment sebagai berikut:
r

N X

N XY XY
2

NY

Keterangan:
N : jumlah responden
X : pertanyaan nomor ke-x
Y : skor total
XY : skor pertanyaan nomor ke-x dikali skor total
Jika nilai r hitung lebih besar dari r tabel, maka dinyatakan valid,
demikian sebaliknya (Hidayat, 2007).
2. Uji Reliabilitas
Setelah mengukur validitas, maka perlu mengukur reliabilitas, untuk
alat ukur dismenorea dengan menggunakan rumus Spearman Brown, dengan
rumus:
r =
11

2.r

1+r

Keterangan :
r11 : koefisien reliabilitas internal seluruh item.
rb

: korelasi product moment antara belahan.


Apabila r11 lebih dari r tabel, maka reliabel. Jika nilai r11 kurang dari

r tabel, maka tidak reliabel (Hidayat, 2007).


I. Teknik Analisis Data

Penelitian ini membandingkan gambaran gejala pramenstruasi dan gejala


dismenorea sebelum dilakukan Food Combining dengan setelah dilakukannya
Food Combining, sehingga untuk teknik analisis datanya peneliti menggunakan
Paired sample t-Test. Paired sample t-Test adalah uji t dimana sampel saling
berhubungan antara satu sampel dengan sampel yang lain.

Sampel

berpasangan diartikan sebagai sebuah sampel dengan subyek yang sama namun
mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda.

Tujuan dari

penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan rata-rata antara sample-sampel


yang berpasangan. Langkah-langkah uji t-Test berpasangan yaitu :
1. Menentukan hipotesis :
Ho : tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah adanya perlakuan
Ha : ada perbedaan antara sebelum dan sesudah adanya perlakuan
2. Menggunakan nilai signifikan / P-Value
Jika nilai signifikan / P-Value > 0,05 ; maka Ho diterima
Jika nilai signifikan / P-Value < 0,05 ; maka Ho ditolak.
3. Menggunakan perbandingan antara t hitung dengan t tabel
Nilai t tabel didapat dari (taraf nyata / tingkat signifikan) dengan derjat
bebas / degree of freedom (df).
Jika t hitung > t tabel ; maka Ho ditolak
Jika t hitung < t tabel ; maka Ho diterima.