Anda di halaman 1dari 11

BAB IV

PERHITUNGAN PELAT LANTAI

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

200

100

250

250
500

A.Data Perencanaan

CAHYA PUTRI KHINANTI

Page 55

250

250
500

100

Gambar 4.1 Rencana Pelat Lantai

Fungsi bangunan

: Gudang Padi

Jumlah lantai
Mutu beton( fc )
Mutu baja( fy )

: 2 lantai
: 25Mpa
: 340Mpa

Peraturan yang digunakan adalah SKSNI T 15-1991-03 ,Peraturan pembebanan


yang digunakan adalah PPI 1993.
B. Perhitungan Pelat Lantai
Pelat dijepit pada balok tepi dan dijepit pada balok tengah (menerus diatas
tumpuan ) dengan jarak pusat kepusat dianggap sebagai panjang bentangan. Lx
adalah panjang bentang arah memendek dan Ly adalah bentang arah
memanjang.
Tabel Data Plat
TIPE PELAT
A
B

Ly (m)
2,00
2,50

Lx (m)
1,00
2,00

Ly/Lx
2,00
1,25

JENIS PLAT
DUA ARAH
DUA ARAH

Dinamakan Plat dua arah jika hasil pembagian Ly/Lx 2,5


Dinamakan Plat satu arah jika hasil pembagian Ly/Lx 2,5

1. Perhitungan Tebal Pelat

CAHYA PUTRI KHINANTI

Page 56

JUMLAH
32
12

Tebal minimum pelat dengan balok yang menghubungkan tumpuan pada semua
sisinya harus memenuhi syarat sebagai berikut :
(Sesuai dengan ayat 3.2.5 butir 5 SKSNI T 15 1991 03 hal 18 19)
Menghitung = Ln/sn
fy
)
1500
36 9

Ln(0.8

hmin

Ln(0.8

Kontrol :

Ln(0.8

hmaks

fy
)
1500

36 5 (m 0.12(1

fy
)
1500

36

1
))

Dengan :
- Ln

= Bentang bersih arah memanjang.

- Sn

= Bentang bersih arah memendek.

= Rasio bentang bersih dalam aah memanjang terhadap pelat.

Secara umum penentuan ukuran balok cukup dengan diperkirakan saja


( Gideon Kusuma jilid 1 : 104 ) dengan cara :
tinggi balok ( h ) = 1/10L 1/15L
lebar balok ( b )
= 1/2h 2/3h.
2. Perencanaan Dimensi Balok
Perkiraan dimensi balok anak diambil dari pelat terbesar yaitu pelat tipe B
(2,50 x 2,00)m.
Dimensi Balok
- Balok anak
Lx= 2,00m

h = 1/16 x 200 cm
b = 2/3 h
Ukuran Balok anak = 15 x 25 cm

Balok Induk
Ly= 2,50 m

CAHYA PUTRI KHINANTI

h= 1/16 x 250 cm

= 12,5 cm
= 10 cm

~15 cm
~25 cm

= 15,625

~ 20 cm

Page 57

b= 2/3 h
Ukuran Balok induk = 20 x 25 cm

= 13,333

~ 25 cm

Bentang bersih terpanjang ( ln ):


Ln = ly 2 (1/2 b balok anak ) = 250 2 x x 25

= 225 cm

Bentang bersih terpendek ( sn ) :


Sn = lx 2 (1/2 b balok induk ) = 200 2 x x 25

= 175 cm

= ln / sn = 225 / 175 =1,29


hmin = ln (0,8 + fy/1500) = 225 (0,8 + 340/1500)
36+9

36+9 x 1,29
= 4,85 cm

hmax = ln (0,8 + fy/1500) = 225 (0,8 + 340/1500)


36

36
h= 7 cm

= 6,41 cm
Kontrol tebal pelat ( h ):
SKSNI T 15 1991 03 hal 19
Tebal minimum pelat tidak kurang dari :
untuk m < 2,0 120 mm
untuk m > 2,0 90 mm

Dengan demikian direncanakan memakai tebal pelat 12 cm = 120 mm.


Ln(0,8

12 cm

36 5 (m 0,12(1

340
)
1500
36 5.1,29(m 0,12(1 1 / 1,29)) (cm)
225(0,8

12 cm

CAHYA PUTRI KHINANTI

fy
)
1500

231
42,45(m 0,21) (cm)

Page 58

1
))

12 cm
231

cm

231
= 8,91 42,45m (cm)
= 106,92 509,4m

231 - 106,92
509,4
m =
= 0,24
Karena m < 2 maka dipakai tebal pelat 12 cm.
3. Pembebanan pelat lantai ruangan
a. Beban pelat lantai
Beban mati ( WD ) : PPI Untuk Gedung 83 hal 11
-Berat sendiri pelat (tebal 12cm)
= 0,12m x 2400 kg/m3= 288
-Berat spesi (tebal 2cm)
= 2cm x 21 kg/m2/cm = 42
-Berat pasir (tebal 3cm)
= 0.03m x 1600 kg/m3 = 48
-Berat keramik (tebal 2cm)
= 2cm x 24 kg/m2/cm = 48
-Berat plafond + penggantung = (10+7) kg/m2
= 17 kg/m2
WD

kg/m2
kg/m2
kg/m2
kg/m2

= 443 kg/m2
= 4,43 kN/m2

b. Beban hidup ( WL ) : PPI Untuk Gedung 83 hal 17


-Beban hidup fungsi gudang = 250 kg/m2 = 2,5 kN/m2
c. Kombinasi pembebanan ( WU ) :
-Beban pelat lantai ruangan

: WU = 1,2 WD + 1,6 WL
2
2
= (1,2 x 4,43 kN/m ) + (1,6 x 2,50 kN/m )
= 9,32 kN/m2

4. Tebal efektif pelat


Tebal pelat

= 120 mm

Tebal selimut beton (p) = 20 mm


Tulangan Pokok

= 12 mm

Tulangan Bagi

= 10 mm

Tinggi efektif (Gideon hal 93)


CAHYA PUTRI KHINANTI

Page 59

Arah x dx = h p -1/2 tulangan pokok


=120 20 x 12
= 94 mm

dy=84
120

dx=94

p=20

Arah y dy = h- p tulangan bagi tulangan pokok


=120 20 10 x 12
= 84 mm

CAHYA PUTRI KHINANTI

Page 60

Gambar 4.2 Tebal Efektif Pelat


C. PerhitunganTulangan Pelat Lantai
Dalam perhitungan penulangan digunakan ukuran pelat terbesar yaitu :

200
Pelat Tipe B
Ly / Lx = 250 / 200
= 1,25 < 2 (pelat dua arah)

1. Menentukan koefisien moment ( Tabel Ir.Gideon IV : 26 )


Clx = 34+

1,251,2
( 4234)
1,41,2

Cly = 22+

1,251,2
( 1822) = 21
1,41,2

Ctx = 63+

1,251,2
(7263) = 65,25
1,41,2

Cty = 54+

1,251,2
(5554) = 54,25
1,41,2

= 36

2. Menentukan Momen ( Tabel Ir.Gideon IV : 26 )


Clx = 36

Mlx = 0,001 Wu lx2x Clx


= 0,001 x 9,32 x 22 x 36 = 1,34 kN/m

Cly = 21

Mly = 0,001 Wu lx2 x Cly

CAHYA PUTRI KHINANTI

Page 61

= 0,001 x 9,32 x 22 x 21 = 0.78 kN/m


Ctx = 65,26 Mtx = 0,001 Wu lx2 x Ctx
= 0,001 x 9,32 x 22 x 65,25= 2,43 kN/m
Cty = 54,25 Mty = 0,001 Wu lx2 x Cty
= 0,001 x 9,32 x 22 x 54,25= 2,02 kN/m

3. Menentukan Tulangan
Momen-momen yang ditimbulkan akibat gaya lentur yang bekerja pada jarak
selebar b = 1m, masing-masing momen pada arah x dan pada arah y, sesuai
dengan tipe penyaluran beban pada pelat berdasarkan metode amplop.
a. Tulangan lapangan arah x MLx = Mu = 1,34 kN/m
k=

Mu
2
b .d

1,34
2
1 . 0,094

= 151,65 kN/m2

Mencari hitung menggunakan table Ir.Gideon hal 53


hit = 0,0008+

151,65100
.(0,00080,0004 ) = 0,0010
200100

min teoritis untuk fc = 25 Mpa dan fy = 340 Mpa adalah 0,0032


Dengan syarat jika :

min >hit digunakan min


min <hit digunakan hit
Dalam perhitungan diatas diperoleh min > hit digunakan min= 0,0032
Aslx = 0,0032 x 1000 x 94 = 300,8 mm2
Dipakai tulangan 8 150 ( As = 335 mm2)
b. Tulangan lapangan arah y MLy = Mu = 0.78 kN/m
k=

Mu
b .d 2

0,78
1 . 0,0842

= 110,54 kN/m2

Mencari hitung menggunakan table Ir.Gideon hal 53


hit = 0,0004+

110,54100
.(0,00080,0004) = 0,0044
200100

CAHYA PUTRI KHINANTI

Page 62

min teoritis untuk fc = 25 Mpa dan fy = 340 Mpa adalah 0,0032


Dengan syarat jika :

min >hit digunakan min


min <hit digunakan hit
Dalam perhitungan diatas diperoleh min < hit digunakan hit = 0,0044
Aslx = 0,0044 x 1000 x 84 = 369,6 mm2
Dipakai tulangan 10 150 ( As = 524 mm2)

c. Tulangan tumpuan arah x Mtx = Mu = 2,43 kN/m


k=

Mu
b .d 2

2,43
1 . 0,0942

= 275 kN/m2

Mencari hitung menggunakan table Ir.Gideon hal 53


hit = 0,0008+

275200
.(0,00130,0008) = 0,00117
300200

min teoritis untuk fc = 25 Mpa dan fy = 340 Mpa adalah 0,0032


Dengan syarat jika :

min >hit digunakan min


min <hit digunakan hit
Dalam perhitungan diatas diperoleh min > hit digunakan min= 0,0032
Aslx = 0,0032 x 1000 x 94 = 300,8 mm2
Dipakai tulangan 8 150 ( As = 335 mm2)
d. Tulangan tumpuan arah y Mty = Mu = 2,02 kN/m
k=

Mu
b .d 2

2,02
1 . 0,0842

= 286,28 kN/m2

Mencari hitung menggunakan table Ir.Gideon hal 53


hit = 0,0008+

286,28200
.(0,00130,0008) = 0,0012
300200

min teoritis untuk fc = 25 Mpa dan fy = 340 Mpa adalah 0,0032


Dengan syarat jika :

min >hit digunakan min


CAHYA PUTRI KHINANTI

Page 63

min <hit digunakan hit


Dalam perhitungan diatas diperoleh min > hit digunakan min = 0,0032
Aslx = 0,0032 x 1000 x 84 = 268,8 mm2
Dipakai tulangan 8 150 ( As = 335 mm2)

4. Perhitungan tulangan susut dan tulangan bagi


a. Tulangan susut
Dalam SKSNI T15 1991 03 pasal 3.16.12 halaman 155, disebutkan
bahwa rasio luas tulangan untuk menentukan luas tulangan (As susut) dalam
segala hal tidak boleh kurang dari 0,0014 maka :
As susut

= 0,0014 x b x h
= 0,0014 x 1000 x 120
= 168 mm2

Maka digunakan tulangan 6 150 = 188 mm2


b. Tulangan bagi
Dalam buku dasar-dasar perencanaan beton I 94 hal 78, dalam arah tegak lurus
terhadap tulangan utama harus disediakan tulangan pembagi. Luas tulangan
pembagi bagi untuk fy = 320 Mpa dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :
As bagi =

0,25. b . h
100

0,25. 1000 .120


100

= 300 mm2

Maka digunakan tulangan bagi 8 150 = 335 mm2


Kesimpulan :
Perletakantulangan susut diletakkan pada daerah sudut pelat yang membagi
tulangan bagi. Jadi untuk tulangan susut dan tulangan bagi disamakan dan dipilih
CAHYA PUTRI KHINANTI

Page 64

luasan bagi karena As bagi > As susut, maka tulangan susut dan tulangan bagi
dipakai 8 150 untuk semua jenis pelat.
Catatan :
Langkah menghitung penulangan pelat untuk type yang lain sama seperti diatas,
maka untuk memudahkan penghitungan dilakukan memasukkan rumus-rumus
pada program Microsoft Excel yang hasilnya bisa dilihat pada Tabel Rekapitulasi
Penulangan Pelat Lantai.

Tabel 4.1 Rekapitulasi


Penulangan Plat

Ly/L
x

tip
e
pla
t

1,25

Mu
C

Wu

36

1,25

21

1,25

ara
h

65,2
5
54,2
5

1,25

9,3
2
9,3
2
9,3
2
9,3
2

1,3
4

0,09
4
0,08
1
4
0,09
1
4
0,08
1
4
1

0,7
8
2,4
3
2,0
2

CAHYA PUTRI KHINANTI

k
151,
65
110,
54
275
286,
28

hitun
g

min

pakai

As

0,00
1
0,00
44
0,00
11
0,00
12

0,00
32
0,00
32
0,00
32
0,00
32

0,003
2
0,004
4
0,003
2
0,003
2

300,
8
369,
6
300,
8
268,
8

Page 65

tulang
an

jara
k

As
pakai

150

335

10

150

524

150

335

150

335