Anda di halaman 1dari 4

BACKHAUL : Suatu istilah yang digunakan untuk mendefinisikan Jalur komunikasi

(microwave/Fiber Optik) antara Base Stasiun dengan sebuah pengalih (switch) komunikasi
atau Jaringan Komunikasi.
Backhaul memiliki pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lain. Pengertian
backhaul secara umum adalah suatu jalur / jaringan yang digunakan untuk menyalurkan data
maupun informasi dari source point ke destination point. Dalam penyaluran informasi data,
source point akan melakukan handover data dengan jaringan backhaul, kemudian jaringan
backhaul tersebut akan membawa informasi data tersebut menuju destination source yang
melakukan serah terima data pada handover point antara jaringan backhaul dengan
destination point.
Dalam hal ini implementasi backhaul yang dimaksud adalah mengacu pada jaringan
yang menghubungkan antara BTS (base transceiver station) dengan jaringan BSC (base
station Controller). Sebagian besar jaringan telekomunikasi yang dimiliki oleh para operator
di Indonesia masih menggunakan jaringan backhaul TDM (Time Division Multiplexing).
Untuk generasi berikutnya jaringan maupun perangkatnya akan berbasis Ethernet. Di dalam
jaringan mobile backhaul di dalam konektifitasnya akan menggunakan layanan Carrier
Ethernet.
Dalam hal ini untuk penerapannya, dapat memungkinkan penggabungan jaringan
traditional dengan jaringan mobile backhaul ini. Dengan penggabungan antara peralatan
tersebut maka akan dapat menurunkan biaya yang dikeluarkan oleh operator.

Handover adalah suatu cara dimana memungkinkan user pindah pelayanan dari suatu
sektor ke sektor lain baik dalam satu BTS maupun antar BTS tanpa adanya pemutusan
hubungan dan terjadi pemindahan frekuensi/kanal secara otomatis yang dilakukan oleh
sistem.

Tujuan dari handover adalah untuk menjaga kualitas panggilan, menjaga hubungan
antara MS dan BTS dalam proses perpindahan layanan, melakukan pergantian kanal jika
terjadi gangguan interferensi yang besar, dan untuk memperjelas batas antar daerah
pelayanan MS.
Proses handover dipengaruhi oleh faktor level daya sinyal terima (RxLevel), kualitas
sinyal terima (RxQual), power budget sel tetangga dan jarak antara MS dan BTS (Timing
Advanced) yang masing-masing mempunyai nilai ambang batas sehingga ketika nilai ambang
batas tersebut sudah dilewati handover harus dilakukan untuk menjaga suatu panggilan agar
tidak terputus.
Proses handover tidak selalu berjalan lancar, walaupun nilai ambang batas sudah
dilewati namun tetap tidak mau melakukan handover. Hal tersebut dikarenakan beberapa
faktor sehingga menyebabkan kegagalan handover (failure). Kegagalan handover belum tentu
menyebabkan suatu panggilan terputus, bisa juga mengakibatkan kualitas suara yang diterima
menjadi jelek. Panggilan terputus merupakan akibat yang paling buruk jika handover tidak
dapat dilakukan.

BTS (http://www.kamu-info.web.id/2015/06/bts-base-transceiver-station.html)

Alur Sistem Jaringan BTS


Alur jaringan dapat diilustrasikan sebagai berikut: Pertama terpancar data atau sinyal dari
ponsel yang diterima oleh antena (cell), dimana data atau sinyal tersebut dipancarkan lewat
udara dalam area converage cell BTS. Kedua data atau sinyal yang diterima antena
disampaikan melalui feeder (kabel antena), dan ketiga adalah pengolahan dalam modulmodul hardware dan software BTS. Setelah itu tercipta output data yang diteruskan ke
rangkaian luar BTS, yakni BSC. Untuk menghubungkan transmisi antara BTS dan BSC
dipergunakan

microwave.

Microwave dipergunakan untuk menggantikan perang fungsi kabel, seperti PCM (Pulse Code
Modulation) cable, seperti PCM (Pulse Code Modulation) cable atau fiber optic. Namun baik
microwave dan fiber optic memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan
microwave ialah infrastruktur yang dibangun lebih murah. Sedang kekurangan microwave
kapasitas lebih rendah, kualitas bisa lebih buruk jika terjadi gangguan di udara. Lalu alternatif
lain fiber optic, dengan kelebihan kapasitas lebih besar (fisik lebih kecil) ditunjang kualitas
data lebih baik.
Jenis dan Kelas BTS
Dalam istilah BTS juga dikenal berbagai pembagian kelas. Semisal untuk penempatan BTS,
dibagi kedalam kelas indoor dan outdoor. BTS indoor mempunyai spesifikasi desain yang
lebih ramping atau simpel, dan relatif lebih awet karena ditempatkan di dalam ruangan.
Namun BTS indoor juga memiliki kelemahan pada penempatan ruangan tersendiri yang
harus dilengkapi AC (Air Conditioner) sebagai pendingin. Rentang suhu yang dapat diterima
komponen BTS antara -5 hingga 55 derajat celcius. Umumnya perangkat BTS ini yang
terdapat di dalam shelter dan mall-mall.
Selain itu terdapat BTS outdoor yang mempunyai spesifikasi tidak memerlukan
ruangan khusus. Dapat ditempatkan pada dinding (wall mounted), terowongan, dan pinggir
jalan. Sifatnya yang lebih fleksibel, tapi punya kelemahan desain yang lebih besar dan berat.
Perbedaan biasanya hanya pada rack, tapi isi module-nya hampir sama dengan BTS indoor.

Menurut Hendarmin, kemampuan BTS juga dipengaruhi kapasitas yang tersedia.


Kapasitas dalam hal ini menyangkut daya tampung Trx (Tranceiver) atau frekuensi. Biasanya
dalam satu tower BTS terdiri dari 3 cell. Jika 1 cell memiliki 3 Trx, dimana 1 Trx tersebut
memiliki 8 time slot. Artinya time slot inilah yang digunakan oleh pelanggan untuk
melakukan komunikasi selular. Dari 8 time slot, 1 time slot khusus digunakan untuk signaling
yang berfungsi untuk membawa informasi tentang parameter cell. Sisanya tujuh time slot
biasa digunakan untuk komunikasi voice dan GPRS. Jadi satu cell yang memiliki tiga Trx (3
x 8 slot) pada 1 time slot, artinya terdapat 23 time slot yang bisa digunakan komunikasi oleh
23 pelanggan secara bersamaan. Singkatnya 69 percakapan suara dapat di cover bersamaan
oleh 1 tower BTS dengan 3 cell yang ada.