Anda di halaman 1dari 14

Leukemia Limfositik Akut pada

Anak Laki-laki Usia 10 Tahun


Arista Juliani Walay
102010274

Skenario 8
seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dibawa
ke puskesmas dengan keluhan utama pucat
sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan disertai
demam hilang timbul yang telah berlangsung
sejak 2 bulan yang lalu, perdarahan gusi dan
mimisan.

Mind map

Anamnesis

Identitas pasien: anak laki-laki, 10 tahun


keluhan utama: pucat sejak 1 bulan
yang lalu.
RPS: demam hilang timbul sejak 2 bulan
yang lalu, perdarahan gusi dan mimisan.

Pemeriksaan Fisik

Hasil PF: suhu 390C, napas 24x/menit, denyut nadi 100x/menit,


tekanan darah 90/60 mmHg, Konjungtiva anemis, (+), sklera ikterik
(+), limfadenopati: servikal, aksila, & inguinal, hepatomegali (+),
hematoma (+) pada kulit ekstremitas atas & bawah.

Pemeriksaan Penunjang
Jenis Pemeriksaan

Hasil yang ditemui

Complete blood count

limfositosis,
anemia,
trombositopenia
Gambaran darah tepi monoton, ada
sel blas

Bone Marrow Puncture

hiperselular
dengan
limfoblas, sel berinti

Sitokimia

Sudan
black
mieloperoksidase negatif

infiltrasi

negatif,

Fosfatase asam positif (T-ALL), PAS


positif (B-ALL)
Imunoperoksidase

peningkatan TdT (enzim nuklear


yang
mengatur
kembali
gen
reseptor sel T dan Ig

Sitogenetika

analisa gen dan kromosom dengan


immunotyping untuk menguraikan
klon maligna

Sel Terlibat

Hasil
Pemeriks
aan

Etiologi

LLA

Limfoblas,
Imatur Sel B
&T

Anemia,
trombosito
penia,
pansitopen
ia, >30%
limfoblas.

Transkrip anak
si
abnormal
Sel
limfosit B
dan T

pucat,
panas,
perdarahan ,
splenomegal
i
,hepatomeg
ali,
limfadenopa
ti

LMA

Mieloblas

Anemia,
neutropeni
a,
trombosito
penia,
>30%
mieloblas,
auer rods

Mutasi
dewasa
onkgen,
akumulas
i
mieloblas
di
sumsum
tulang

Anemia,
perdarahan,
(menyerupai
lla)

Thal
ase
mia

Eritrosit,
hemoglobin

sel target,
Kelainan
hipokromi, genetik
anisositosis
, kadar
besi serum

Gambar

Insiden

anak

Gejala

Anemia,
lelah,
pelebaran
tun\lang,
wajah khas

Patofisiolog
i dan
Etiologi

Usia
Gender
Radiasi
Keluarga menderita leukem
HTLV 1 virus
Translokasi kromosom

Epidemiologi

paling banyak <umur 15


LLA >LMA.

Terapi Medikamentosa
Terapi induksi remisi:
remisi komplit &
mengembalikan
hemopoiesis normal.
Regimennya : vincristine,
prednisone, anthracycline
dan cyclophosphamide dan
atau L-asparaginase.

Terapi intensifikasi atau


konsolidasi:
mengeliminasi sel
leukemia residual.
Regimennya : daunorubicin
dan cytosine
arabinoside(Ara-C).

Pemeliharaan jangka
panjang: mencegah
relaps. Regimennya: 6mercaptopurin dan
methotrexate.

Imunoterapi: BCG agar


terbentuk antibody yang
dapat memperkuat daya
tahan tubuh

Komplikasi

iperurisemia, hiperkalsemia, hiperfosfatemia dengan hipokalsemia sekunder

Sepsis Kegagalan kemoterapi

Prognosis
Karena onset biasanya mendadak, maka
dapat disertai perkembangan dan kematian
yang cepat bila tidak diobati.
60% pasien yang diobati menjadi sembuh
dan mengalami harapan hidup yang
meningkat dengan kemoterapi agresif yang
diarahkan pada sumsum tulang serta SSP.

Anda mungkin juga menyukai